NEW DELHI, KOMPAS.com - Setelah menjajaki kemungkinan penjualan senjata senilai 60 miliar dollar AS kepada Arab Saudi pekan lalu, Amerika Serikat saat ini dikabarkan siap menandatangani transaksi penjualan peralatan militer senilai 3,5 miliar dollar AS (Rp 31,3 triliun) dengan India.
Penandatanganan transaksi militer terbesar yang pernah dilakukan dua negara itu diduga kuat akan dilakukan saat Presiden AS Barack Obama mengunjungi India, November mendatang. Demikian dilaporkan harian The Economic Times di New Delhi, Rabu (22/9), seperti dikutip Agence France Presse. Transaksi sebesar itu, lanjut laporan tersebut, adalah nilai pembelian 10 pesawat angkut militer C-17 Globemaster III oleh Angkatan Udara India.
Pesawat angkut buatan Boeing tersebut akan menggantikan armada pesawat angkut Ilyushin IL-76 buatan Rusia, yang sudah tua dan menjadi andalan AU India selama ini. Laman berita pertahanan India, www.india-defence.com, menambahkan, negosiasi di antara kedua negara sudah mencapai tahap akhir. Harga setiap pesawat yang menjadi andalan Angkatan Bersenjata AS di Irak dan Afganistan itu adalah 300 juta dollar AS. Setelah ditambah suku cadang dan biaya perawatan, harga totalnya menjadi 350 juta dollar AS per unit.
Pihak Boeing mengonfirmasi pemesanan C-17 oleh India ini. Di laman resmi www.boeing.com, Boeing menyatakan surat permohonan pembelian dari Menteri Pertahanan India dan AU India telah diterima Pemerintah AS pada Januari lalu. ”Boeing sangat gembira India tertarik membeli C-17 guna memodernisasi kemampuan angkut udaranya. Kami yakin C-17 bisa memenuhi kebutuhan India akan angkutan udara untuk keperluan militer dan kemanusiaan,” ungkap Vivek Lall, Wakil Presiden Boeing Defense, Space & Security, yang juga menjabat kepala cabang Boeing di India, dalam siaran pers tertanggal 8 Januari.
Transaksi terbesar
Mark Kronenberg, Wakil Presiden Boeing Defense, Space & Security untuk Pengembangan Bisnis Internasional, menambahkan, begitu transaksi ini ditandatangani, India akan menjadi negara dengan armada terbesar C-17 di luar AS.
Saat ini, baru ada lima pihak di luar AS yang sudah memiliki armada C-17, yakni Inggris (6 pesawat), Kanada (4), Australia (4), konsorsium Strategic Airlift Capability-NATO (3), dan Qatar (2). Setidaknya ada dua negara lagi yang berminat membeli C-17, yakni Uni Emirat Arab dan Kuwait. India-defence.com menyebutkan, transaksi ini bukan yang pertama antara India dan AS.
Tahun lalu, India menandatangani pembelian delapan pesawat patroli maritim P-81 (versi militer dari Boeing 737-800NG) senilai 2 miliar dollar, enam pesawat angkut C-130J Super Hercules buatan Lockheed Martin senilai 1 miliar dollar AS, dan awal tahun ini ditambah dengan pembelian 24 rudal antikapal Harpoon Block III senilai 170 juta dollar.
India juga dilaporkan membeli pesawat VVIP untuk presiden dan perdana menteri dari Boeing. C-17 sendiri adalah pesawat angkut strategis berkemampuan tinggi. Boeing menyebutkan, dengan muatan maksimum 74.797 kilogram, pesawat itu mampu lepas landas dari landasan sepanjang 2.133 meter, lalu menempuh jarak lebih dari 4.000 kilometer, dan mendarat di landasan darurat sepanjang 914 meter.(AFP/DHF/Ars)
Sbr : Kompas
BACA JUGA:
-
▼
2010
(1649)
-
▼
September
(338)
- Castro: Osama Bin Laden Agen CIA
- Alutsista Marinir Perlu Dimodernisasi
- Satu Flight Pesawat Tempur Sukhoi Ikut Ramaikan HU...
- TNI Perkuat Alutsista Dalam Negeri
- Alutsista Marinir Perlu Dimodernisasi
- Indonesia Plans to Purchase 5 Submarines
- AS Siap Jual C-17 Kepada India
- Kemenhan Anggarkan Rp 150 T untuk Alutsista
- Uji Siap Tempur Tingkat Baterai Batalyon Arhanudse...
- PROTOTYPE PESAWAT SUPER CANGGIH GERENASI KE V CHINA
- CASSPIR KENDARAAN ANTI BOM MILIK GULTOR
- World’s Best Special Force
- Sukhoi Malaysia Lebih Lengkap, Pilot RI Lebih Hebat
- Yury Dolgoruky Selesai Diuji Coba
- Purnomo Yusgiantoro Penata Pertahanan
- Ahmadinejad Terus Kejar AS Soal 11/9
- Olmert Blak-Blakan Fakta Soal Perang Gaza
- Inggris Buat Pesawat Tak Berawak Bersejarah
- Mehmanparast: Resolusi 1929 Tidak Mencakup Rudal S...
- Iran Peringatkan Rusia Soal Rudal S-300
- Puluhan Agen FBI Ketahuan Menyontek
- SBY Lantik Panglima TNI dan KSAL Baru
- Indonesia Pesan Lagi 6 Sukhoi Rp2,7 Triliun
- Kontingen Garuda Bangun Sekolah di Kongo
- Seluruh Pengawalan Keamanan Obama ke Indonesia Dit...
- Menhan : Penyelesaian Kontrak Kapal Selam Di Pengh...
- TNI Siapkan Pembangunan Satu Batalion Tank
- Russia's newest nuclear sub completes sea trials
- Presiden Lantik Agus Suhartono
- Menlu: RI Kecewa Israel Tidak Perpanjang Moratorium
- Bahas Perbatasan, Malaysia - Indonesia Bertemu di ...
- AL Iran Operasikan Kapal Laut Terbang
- Komandan Australia Nilai TNI Profesional
- Aksi Kopassus dan SAS
- TNI AU LATIHAN TEMPUR BERKALA
- Serangan Udara Israel Tewaskan 3 Orang di Jalur Gaza
- Latihan Kopassus dan SAS Bebaskan Sandera Teroris ...
- Kopassus dan SAS Australia Gelar Latihan Antiteror...
- Peningkatan kerjasama Angkatan Bersenjata RI - Afsel
- Korsel dan AS Gelar Latma Anti Kapal Selam Lagi
- Terbang Formasi Heli Mi-17V5 TNI AD
- FotoNews: Serahterima 3 Pesawat Tempur Sukhoi
- Indonesia Target 180 Sukhoi generasi ke 4 dan ke 5...
- Hari Ini Serah Terima 3 Pesawat Sukhoi
- Menhan: Sukhoi Memang Mahal, Tapi Lebih Mahal Keda...
- Menhan : 2020 Sudah Ada Generasi Pesawat Tempur Baru
- BPPH Kembangkan Sistem Control Ability Kapal Selam
- Satu Skadron Sukhoi Perkuat Pertahanan RI
- Sistem Persenjataan Militer Indonesia Paling Minim...
- Tak Percaya Rusia, Iran Bertekad Produksi Sendiri ...
- AU Iran Terima Hercules Hasil Upgrade Industri Lokal
- Korps Pengawal Revolusi Islam Terima Rudal Fateh 110
- Menhan : 2020 Sudah Ada Generasi Pesawat Tempur
- Pasukan Elite Sisir Daerah Pantai
- Lengkapi Sukhoi, TNI AU Akan Beli Rudal
- Menhan: TNI AU Akan Beli Lagi Sukhoi
- Jangan Biarkan Kebanggaan Itu Semu...
- Kapal Perang Australia Undang Siswa
- CTRM, ATE jalin kerjasama bangunkan sistem pesawat...
- Russia could make aerial drones without Israeli he...
- Sukhoi fighters pass flight tests at Indonesia base
- No proof Iran building nuclear weapons - LavrovTop...
- Russia could make aerial drones without Israeli he...
- Israel threatens to scrap UAV deal with Russia ove...
- Rusia Mengirimkan Pesanan 3 helikopter Mi-35m ke ...
- HMAS Tobruk dan Toowoomba Sandar di Surabaya
- TNI Siapkan Satu Batalyon Tank
- AS Minta Maaf ke Filipina Gara-gara Bendera Dipasa...
- Ahmadinejad Ungkapkan Keterlibatan AS
- Giliran Aktivis Yahudi Berlayar ke Gaza
- Menhan Latihan Terbang Sukhoi
- TANK TNI AD
- Rusia Menentang Sanksi Terhadap Iran
- F-5E TigerII : Macan Angkasa Andalan Skadron 14
- Tetral : Rudal Anti Pesawat Terbaru TNI-AL
- Yakhont : Rudal Jelajah Supersonic TNI-AL
- Alvis Stormer : Tank APC Modern TNI-AD
- Kopassus Tiba di Medan
- TNI Siapkan Pembangunan Satu Batalion Tank
- Daewoo Dan HDW Tawarkan Pembuatan Kapal Selam Di P...
- DENSUS 88
- Detasemen Jala Mengkara
- Peleton Intai Tempur Kostrad
- Detasemen Bravo 90 Korps Pasukan Khas TNI-AU
- Intai Para Amfibi Korps Marinir
- Komando Pasukan Katak TNI AL
- SatGultor Den 81 Kopassus
- Polri Siap Libatkan Tim Khusus TNI
- Black Phanter dan Elang Khatulistiwa Tiba di Iswah...
- Kapsul Soyuz Mendarat di Kazakhstan
- Latihan Bersama Kontingen UNIFIL Perancis dan AB L...
- Kopassus dan SAS Latihan Bersama
- Dubes: Pemerintah AS Akui Papua Bagian NKRI
- PERLOMBAAN SENJATA Batas Itu Telah Tercapai?
- Indonesia Akan Miliki FBI dan CIA Tangani Teroris
- Pabrik Pesawat Embraer Bidik Indonesia
- Russia delivers three Mi-35M helicopters to Indonesia
- Ahmadinejad Tuding AS Dalangi Serangan 11 September
- Alquran dan Injil
- Kapal AL Australia akan Merapat di Makassar
- Bila Diserang, Iran Siap Perang Tanpa Batas
- India Borong 10 Pesawat C-17 dari AS Rabu, 22 Sep...
- Agus Suhartono Ingin Perkuat Armada di Perbatasan
- Rusia Larang Pengiriman Rudal S-300 ke Iran
- Angkatan Udara RI-AS Mantapkan Kerja Sama
- Pesawat Lanud Iswahjudi Latihan Akrobatik
- PAL terima dana restukturisasi Rp170 miliar
- Roket RX-550 Buatan LAPAN Akan Dipamerkan Di IDAM ...
- Latihan Tempur Tingkat III Terpadu
- English News: Sukhoi fighters pass flight tests at...
- DPR RI Menyetujui RUU Pengesahan dan Persetujuan K...
- Nasionalisme Pantang Menyerah di PT DI
- Indonesia - Australia Tingkatkan Kerjasama Pendidi...
- Russia completes domestic UAV tests
- Ahmadinejad: Kapitalisme di Ambang Kekalahan
- Rusia Habiskan 613 Miliar Dolar Untuk Senjata
- Jual Rudal ke Suriah, Israel Marah kepada Rusia
- Sukhoi is completing preliminary tests of the Su-35
- Joint Air-to-Surface Standoff Missile (JASSM)
- Savi Technology Rolls Out New Generation Tracking ...
- First Production C...
- Lockheed Martin Delivers 1,000th PAC-3 Missile to ...
- TNI Butuh Rp57 Triliun untuk Alutsista
- Pembangunan Kapal Perusak Rudal Libatkan 35 Desainer
- Insiden Densus 88 di Polonia Kapolri akan Beri Pen...
- Ini Dia 18 Teroris yang Ditangkap Polri di Medan d...
- Insiden Densus 88 di Polonia Komisi III DPR Imbau ...
- Kronologi Arogansi Densus 88 di Pos Golf Bravo Ban...
No comments:
Post a Comment
DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK