Subscribe Twitter

Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Thursday, November 10, 2016

Indonesia military strength on global fire









Indonesia tertarik tidak hanya membeli Su-35

Indonesia tertarik tidak hanya membeli Su-35, tetapi juga membangun pusat layanan teknis di wilayahnya dan memperoleh transfer teknologi perakitan pesawat.

“Indonesia telah mengambil keputusan mengenai pembelian pesawat tempur Rusia Su-35, sekarang dibicarakan transfer teknologi perakitan pesawat”, ucap Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Perusahaan “Rostech” Viktor Kladov kepada agensi berita RIA Novosti di pameran aviasi internasional Dubai Airshow-2015.
Sukhoi Su-35S
Sukhoi Su-35
“Indonesia telah mengambil keputusan, apa langkah berikutnya? Tunggu saja “, kata Kladov, menjawab pertanyaan wartawan mengenai proses negosiasi pemasokan Su-35 ke Indonesia (08/11/2015).

Beliau menambahkan bahwa Indonesia tertarik tidak hanya membeli Su-35, tetapi juga membangun pusat layanan teknis di wilayahnya dan memperoleh transfer teknologi perakitan pesawat.

“Negosiasi menjadi lebih kompleks karena saat ini dibicarakan bukan hanya pemasokan Su-35, tetapi juga transfer teknologi”, tutur Kladov.

Pada bulan September Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan niatnya untuk membeli skuadron pesawat tempur Su-35 untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger milik Amerika yang usianya sudah mencapai umur empat dekade.RIA NOVOSTI

PTDI AKAN PRODUKSI PROTOTYPE KE-5 JET TEMPUR KFX/IFX

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menandatangani Nota Kesepahaman untuk Implementasi Strategic Cooperation Agreement (SCA) dengan Korea Aerospace Industries (KAI), Korea Selatan. PTDI nantinya menjadi perusahaan resmi yang ditunjuk KAI untuk melakukan dukungan pemeliharaan, perbaikan dan overhaul termasuk sustainability, modifikasi dan upgrading untuk pesawat tempur T50i Golden Eagle dan pesawat latih militer KT-1B.

SCA ditandatangani oleh Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI, Budiman Saleh bersama Senior Executive Vice President & General Manager Research & Development Group Division, Jang Sung Sub yang disaksikan langsung Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, CEO KAI, Ha Sung Yong bersama Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Cho Tai Young.
KFX/IFX
KFX/IFX
PTDI dan KAI juga akan melakukan pengembangan bersama pesawat terbang tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV), dengan konsep pembelajaran dan desain, termasuk akan dilakukan survey untuk melihat kebutuhan pengguna dan analisa resiko. Diharapkan kerja sama ini dapat menghasilkan pesawat tanpa awak generasi selanjutnya yang lebih modern dan dibutuhkan pasar.

PTDI sebelumnya telah berhasil membuat Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Wulung yang dikembangkan bersama dengan BPPT, dan Balitbang Kemhan RI dan telah berhasil mendapatkan sertifikat tipe (Type Certificate) dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA) Kementerian Pertahanan RI. Dengan didapatkannya Type Certificate PTTA Wulung dari IMAA, PTTA Wulung telah memenuhi regulasi dan siap untuk diproduksi secara massal.

Dalam kerja sama di bidang pemasaran, akan dibentuk komite untuk mempelajari dan menganalisa pasar potensial seluruh produk yang dihasilkan PTDI dan KAI dan akan ditetapkan strategi dari masing-masing produk, agar dapat memenangkan persaingan di pasar alutsista dalam negeri dan luar negeri. Kerja sama jangka panjang ini nantinya akan menghasilkan sinergi dan integrasi marketing dan komersial serta berkembang ke kerja sama untuk ekspor pesawat tempur KFX/IFX.

Kedua pihak setuju melakukan kerja sama pemasaran CN-235 dan KUH-1 di Indonesia dan Korea Selatan, serta mengembangkan potensi pasar bersama. Saat ini, Indonesia mengoperasikan lebih dari 200 unit helikopter militer dan sipil, yang diperkirakan akan adanya permintaan besar pergantian unit karena penuaan usia armada yang ada. Selanjutnya, pengenalan masing-masing produk di kedua negara diharapkan menjadi unggulan dalam pengembangan pasar di kawanan Asia Tenggara.

Setelah penandatanganan Implementasi Strategic Cooperation Agreement (SCA) diharapkan seluruh program dan kegiatan terkait dengan pembangunan dan penguasaan teknologi pesawat tempur, dapat diselesaikan dengan lancar dan tepat waktu. Keberlanjutan program pesawat tempur KFX/IFX akan dilaksanakan secara simultan sejalan dengan pelaksanaan fase Engineering and Manufacturing Development (EMD).

Program KFX/IFX fase Engineering and Manufacturing Development (EMD) merupakan program 10 tahun, dimulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2026. Saat ini PTDI sudah mengirimkan sebanyak 70 engineer baik yang senior maupun yunior yang dikirimkan ke Korea Selatan, dan jumlah ini akan meningkat setiap tahunnya yang akan mencapai puncaknya di tahun 2022 dimana akan ada hampir 200 engineer yang dikirimkan ke Korea Selatan.

“Kami akan kirim 200 sampai 300 orang ke Korea,” ujar Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero), Budi Santoso, melalui siaran pers.

Ditargetkan tahun 2021 pesawat tempur KFX/IFX bisa diperkenalkan ke masyarakat, lalu membuat prototype ke-5 yang diproduksi di PTDI di tahun 2022. Setelah itu akan dikirimkan ke Korea Selatan untuk disempurnakan dan akan dikirimkan kembali ke Indonesia sebagai flying test bed untuk pengembangan dan wahana pembelajaran generasi muda PTDI. Dan diharapkan pesawat tempur KFX/IFX bisa mendapatkan Type Certificate di tahun 2025. (Republika)

Monday, July 11, 2016

Satelit A3 Meluncur


✈ Tepuk Tangan Membahana di Pusat Penerbangan LAPAN✈ Roket PSLV C-34 yang membawa satelit LAPAN (dok Indian Space Research Organization) 

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyaksikan peluncuran satelit LAPAN-A3/IPB di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Rumpin, Bogor. Tepuk tangan membahana saat roket PSLV C-34 yang membawa satelit berhasil meluncur menuju ke angkasa.

"5..4..3..2..1," begitu suara di ruang kontrol di Pusat Antariksa Satish Dhawan di Sriharikota, India, yang disiarkan melalui video streaming, Rabu (22/6/2016).

Satelit tepat diluncurkan pada pukul 10.55 WIB. Setelah berhasil mengudara, undangan yang hadir langsung bertepuk tangan memuji keberhasilan peluncuran satelit.

Di dalam roket itu terdapat satelit generasi ketiga LAPAN-A3/IPB dengan berat 115 kilogram. Satelit milik Indonesia ini akan bersama 20 satelit lainnya dari berbagai dunia yang akan mengorbit di bumi.
Roket PSLV-C34 membawa satelit LAPAN (AFP/Getty Image)

Satelit ini membawa misi penginderaan ekperimental untuk memantau sumber daya pangan, termasuk pamantauan lahan dan lingkungan.

Salah satu muatan dari satelit ini adalah alat penginderaan jauh atau 4 band multispectral imagerberesolusi 18 meter dengan lebar 100 kilometer.

Satelit ini juga berfungsi untuk memantau wilayah maritim Indonesia, termasuk kapal laut dengan memanfaatkan sensor Automatic Indentification System(AIS).

Selain membawa satelit LAPAN A-3/IPB, roket PSLV C-34 milik India juga membawa 19 satelit lainnya milik Jerman, India, Kanada dan AS
Detik

Aksi Presiden Jokowi Widodo di Kapal Perang Atas Perairan Natuna dalam Sorotan Dunia


https://lancercell.files.wordpress.com/2016/06/jokowi-dan-rombongan-di-kri-imam-bonjol-2.jpg?w=863Presiden Jokowi di atas Kapal Perang KRI Imam Bonjol (Biro Pers Setpres)

Presiden Joko Widodo langsung memimpin rapat terbatas di atas Kapal Perang KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). Kunjungan Presiden di perairan Natuna terjadi setelah sempat memanasnya situasi perairan dengan beberapa insiden kapal penjaga pantai dan nelayan Tiongkok.

Adapun Kapal Perang KRI Imam Bonjol 383 adalah kapal yang sebelumnya menyergap kapal nelayan Tiongkok di perairan Natuna, Jumat (17/6/2016). Dalam insiden ini Beijing justru menuduh aparat Indonesia melakukan penembakan sehingga seorang nelayan Tiongkok terluka. TNI Al membantah keras melakukan penembakan justru kapal nelayan Tiongkok nekat menabrakan diri dan kapal penjaga pantai Tiongkok melakukan provokasi.

Jokowi dalam rapat terbatas di atas kapal perang itu, bahkan memikirkan akan mengalihkan nelayan-nelayan Indonesia yang melaut di perairan Jawa karena dinilai melebihi kapasitas. Presiden memikirkan rencana tersebut daripada sumber daya kekayaan laut Indonesia dimanfaatkan oleh nelayan asing.

Aksi Jokowi ternyata menjadi sorotan berbagai media internasional di dunia. Majalah “Time” melalui versi online menulis dengan judul “Indonesian President Jokowi Visits the Natuna Islands to Send a Strong Signal to China.” Time menulis tentang rapat Presiden Jokowi di tengah suasana insiden perairan Natuna. Sedangkan International Bussines Times UK menulis dengan judul “Indonesian leader visits South China Sea islands on warship.

Laporan serupa ditulis oleh Japan Times dengan judul “Indonesia leader, top execs visit Natuna isles in warship” Japan Times juga menulis tentang insiden dengan Tiongkok yang mengklaim memiliki peta perairan Natuna yang tak diakui pemerintah Indonesia. Tulisan yang ditulis Washington Post melaporkan “Indonesian president visits Natuna in South China Sea” dengan foto Jokowi berada dalam kemudi KRI Imam Bonjol.

Sementara The Sydney Morning Herald menulis dengan judul “Indonesian president’s visit to Natuna Islands sends waters warning to China.” Media Australia ini juga menulis tentang protes keras Tiongkok tentang tuduhan adanya ABK nelayan Tiongkok yang ditembak. Media Australia lainnya menulis, ABC Onlinemelaporkan dengan judul South China Sea: Indonesian leader visits Natuna Islands amid growing tensions.

Media negara tetangga Filipina juga menurunkan laporannya tentang kunjungan Presiden Jokowi di perairan Natuna. Inquirer menurunkan laporan dengan judul Indonesian leader stands up to China, visits isles off clash site. Hal serupa juga ditulis oleh The Manila Times dengan judul Indonesian leader visits South China Sea islands on warship.

Insiden di perairan Natuna, tak hanya kali ini. Sebelumnya KRI Oswald Siahaan-354 juga berhasil menangkap kapal nelayan Tiongkok yang juga melakukan aksi pencurian ikan di wilayah perairan yang sama.

Bahkan kapal pencuri ikan asal Tiongkok KM Kway Fey 10078 berbobot 300 GT sejatinya dikejar oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu 11 di perairan Natuna, namun melarikan diri dengan cara zig zag, Sabtu (19/3/2016). Upaya Hiu II tak berjalan mulus karena arogansi kapal penjaga pantai atau coast guard Tiongkok hingga sempat terjadi tembakan dan ancaman.

Pada 2013 lalu, KP Hiu Macan 001 menghentikan KIA RRC 58081 sedang menangkap ikan dengan trawl. Namun demikian, dihalangi kapal patroli RRC 310. Kapal patroli Tiongkok ini meminta kapal pencuri ikan itu dilepaskan hingga akhirnya dilepaskan oleh KP Hiu Macan 001. (asr)