Subscribe Twitter

Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Thursday, June 4, 2015

Kiprah Regu Tembak TNI AD 8 Tahun Beruntun Kalahkan Pasukan AS dan Australia



Jakarta - TNI mengharumkan nama bangsa dalam lomba tembak tahunan yang digelar militer Australia. Tak main-main, tim TNI AD memenangi lomba Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) selama delapan tahun beruntun.

AASAM merupakan lomba tembak yang diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia dengan tujuan untuk mengukur kemampuan petembaknya dalam keterampilan menembak (marksmanship). Angkatan Darat Australia mengundang negara di kawasan Asia Pasifik dan Eropa serta Negara-negara Persemakmuran (Commonwealth), termasuk didalamnya kontingen TNI-AD. 

Kompetisi itu pertama kali digelar pada tahun 2009. Terdapat empat kategori lomba yakni An Open Sniper Competition, The Champion Shot of the Army, Individual and Team events dan The international competition.

Sebelum kompetisi dengan format dan nama AASAM, Angkatan Darat Australia memiliki kejuaraan serupa dengan nama The Champion Shots Medal. Kompetisi yang terdiri dari tiga kategori menembak ini juga diikuti oleh tim dari negara-negara lain.

AASAM paling anyar dihelat pada 2 sampai 23 Mei 2015 di di Puckapunyal, Victoria, Australia. Kontingen TNI AD menyingkirkan 16 tim dari 14 negara yang menjadi kompetitor di kejuaraan ini.

Tim dari TNI AD mengoleksi 30 medali emas, 16 medali perak, dan 10 medali perunggu. Sedangkan tuan rumah Australia, hanya mampu mengoleksi 4 medali emas, 7 medali perak, dan 5 medali perunggu. Amerika Serikat harus puas dengan menduduki posisi tiga. 

"Ini tahun ke-8 berturut-turut kita jadi juara," kata Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto saat berbincang melalui telepon, Selasa (2/6/2015) malam

Dilansir dari Penerangan Kostrad, tim dari TNI AD itu terdiri dari 21 orang yang berisikan pejabat atau penembak dari lingkungan TNI AD serta teknisi dari PT Pindad. Selama perlombaan, tim Indonesia menggunakan empat jenis senjata yaitu, senapan SS-2 V-4 Heavy Barrel dan pistol G-2 (Elite & Combat) buatan PT Pindad, senapan SO-Minimi buatan Belgia, senapan GPMG (General Purpose Machine Gun) buatan Belgia dan senjata sniper AW buatan Inggris. 

Selain perlombaan kategori beregu, juga diadakan perlombaan kategori perorangan. Untuk kategori perorangan, penghargaan diberikan kepada Letda Inf Safrin Sihombing (Kopasus), Serda Misran (Kostrad), Serda Suwandi (Kostrad), dan Serda Woli Hamsan (Kostrad).

Nah yang menarik, pihak Australia dan AS 'merasa tidak terima' dengan kemenangan tim TNI AD. Mereka bahkan sempat meminta senapan buatan Pindad yang dipakai penembak dari Indonesia, untuk dibongkar.

"Memang ada upaya penjegalan. Mereka minta senjata tim kita dicek saat pertandingan. Minta dibongkar," kata Wuryanto.

Sumber : Detik.com



Sunday, May 10, 2015

Komandan Sektor Timur UNIFIL tinjau area Indobatt


Komandan Sektor Timur UNIFIL tinjau area Indobatt

Lebanon (MI) : Komandan Sektor Timur UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) Brigjen Antonio Ruiz Olmos dari Spanyol meninjau Area Operasi Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-I/Unifil atau Indobatt (Indonesian Battalion) di sekitar Lebanon Selatan.

Perwira Penerangan Konga XXIII-I/Unifil, Kapten Laut (KH) Ahmad Suberlian, dalam surat elektronik yang diterima Antara di Surabaya, Minggu, melaporkan Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigjen Antonio Ruiz Olmos dalam kunjungan pada Jumat (8/5) itu didampingi oleh Wakil Komandan (Wadan) Sektor Timur Kolonel Kav Yotanabey.

Brigjen Antonio Ruiz Olmos meninjau Area Operasi Kompi Alfa di UN Pos 9-63 untuk melihat secara langsung kegiatan Prajurit Indobatt serta meninjau Pos B-78 dan TP-36 yang berada di sekitar pagar perbatasan negara (blue line) Lebanon dengan Israel.

Selanjutnya, Brigjen Antonio Ruiz Olmos didampingi Kolonel Kav Yotanabey mengunjungi Markas Indobatt Konga XXIII-I/Unifil, kedatangannya disambut oleh Wakil Komandan Satgas (Wadansatgas) Indobatt Mayor Inf Eko Handono, para Perwira Staf serta seluruh prajurit Indobatt, di Markas Indobatt UN Posn 7-1 Adshit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Dalam sambutannya, Komandan Sektor Timur yang didampingi oleh Wadan Sektor Timur dan Wadansatgas Indobatt mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan tugas yang telah ditunjukkan personel Indobatt di lapangan selama ini dan menekankan faktor keamanan dalam melaksanakan tugas.

"Saya selaku Komandan Sektor Timur mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-I/Unifil di bawah pimpinan Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P yang telah menjalankan tugas di Lebanon Selatan dengan sangat baik dan penuh prestasi selama saya ditugaskan oleh PBB sebagai Komandan Sektor Timur UNIFIL di Lebanon Selatan," kata Brigjen Antonio.

Selanjutnya, Komandan Sektor Timur Unifil beserta rombongan menyaksikan Kesenian Reog asli Indonesia yang ditampilkan oleh para prajurit Cimic (Civilian Military Cordination) Indobatt dibawah pimpinan Kapten Inf Seto Purnomo.

Sebelum meninggalkan Markas Indobatt UN Posn 7-1 Adshit Al-Qusayr, Lebanon Selatan, Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Eko Handono memberikan kenang-kenangan berupa cinderamata khas Indonesia kepada Komandan Sektor Timur Brigjen Antonio Ruiz Olmos, dan begitu juga sebaliknya, lalu dilanjutkan foto bersama dengan seluruh prajurit Indobatt. 









Sumber :  ANTARA

Paskhas Laksanakan Uji Penembakan Senjata PSU Oerlikon Skyshield



Meriam penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield dan rudal LIG Nex1 Chiron (photos : Kaskus Militer)

Komandan Detasemen Hanud (Denhanud) 472 Paskhas, Letkol Pas Iwan Setiawan, S.T. sebagai RSO (Range Safety Officer) melaksanakan paparan keamanan area dalam pelaksanaan Uji Terima Senjata PSU Oerlikon Skyshield, kepada Komandan Korps Pasukan Khas TNI AU Marsma TNI Drs. Adrian Wattimena, M.B.A. bertempat di Pandanwangi, Lumajang Jawa Timur, belum lama ini.

Dalam paparan tersebut dihadiri para pejabat Kemhan, Mabesau, para Asisten Korpaskhas, Depohar 60, para Danwing Paskhas, Danpusdiklat Paskhas dan para jajaran Dandenhanud Paskhas, pihak mitra PT. Adhityatama Perkasa Putra serta pihak Produsen Rheinmetall Air Deffence Swiss.

“Pengujian senjata ini menjadi bukti untuk menyakinkan kepada Tim Penguji bahwa Detasemen Hanud Paskhas profesional dalam bekerja sekaligus mampu menguasai dan mengoperasikan senjata tersebut dengan baik”, jelas Komandan Denhanud 472 Paskhas, Letkol Pas Iwan Setiawan, S.T.

Setelah paparan, tim dari Rheinmetall Air Deffence Swiss didampingi para personel Denhanud Paskhas melaksanakan kegiatan uji penembakan senjata di daerah Pandanwangi Pesisir Pantai Lumajang Jawa Timur dengan menggunakan Oerlikon Skyshield.



Kegiatan ini dilaksanakan untuk uji dinamis dengan menggunakan Target Drone Jet dengan profile Head On dapat dideteksi oleh Sensor Unit/Radar dan dapat dihancurkan dengan meriam Oerlikon Skyshield dan uji statis melaksanakan Tracking oleh sensor unit/Radar dengan sasaran berupa Target Drone Jet yang menggunakan meriam Oerlikon Skyshield dan Rudal Chiron buatan Korea Selatan.

Pada hari berikutnya, personel Denhanud Paskhas melaksanakan uji coba penembakan senjata  Oerlikon Skyshield mulai dari mulai penyiapan amunisi, loading, penentuan Fiktif Point di dalam Command Post serta sistem penembakan mulai dari single, rapid dan burst sampai prosedur penembakan, yang dilaksanakan personel Denhanud Paskhas dan diawasi oleh pihak Rheinmetall Air Deffence Swiss.

Komandan Denhanud 472 Paskhas juga menambahkan, “Keberhasilan dalam kegiatan Uji Terima senjata PSU Oerlikon Skyshield tersebut menjadi batu loncatan Detasemen Hanud Paskhas dalam mengemban tugas kedepannya sesuai dengan tugas pokok Detasemen Hanud Paskhas yakni melaksanakan operasi pertahanan udara sebagai bagian sistem pertahanan udara nasional dan operasi militer lain atas kebijakan Panglima TNI.

(TNI AU)

Jelang Medan Air Show, tim Jupiter singgahi Medan


Medan(ABP)
Delapan pesawat Jupiter Aerobatic Team bermanuver di langit Kota Medan, Kamis (12/3). Mereka sengaja singgah di Pangkalan Udara Soewondo, Polonia, pada peluncuran Medan Air Show 2015.
Tidak kurang dari tiga kali tim Jupiter mengitari Lanud Soewondo dengan formasi yang rapi. Tim kebanggaan TNI AU kemudian berpencar dan mendarat beriringan sebelum akhirnya diparkir di depan hangar.
Tim Jupiter sengaja singgah ke Lanud Soewondo dalam soft launching Medan Air Show 2015. Selanjutnya mereka akan terbang ke Malaysia untuk mengikuti Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA).
Medan Air Show 2015 digelar di Lanud Soewondo pada 7-10 Mei 2015. Event ini digelar pihak Lanud bekerja sama dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dengan PT Arfa Kreasi Expotama (ARFAEXPO) sebagai organizer kegiatan.
Medan Air Show menampilkan static show dan dynamic show. Mereka akan memameran alutsista darat, laut dan udara. Khusus untuk Angkatan Udara, sejumlah pesawat tempur akan dipamerkan.
Masyarakat juga disuguhi atraksi udara, termasuk aksi aerobatik tim Jupiter. Peserta lain dari Australia, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Thailand dan Hong Kong pun akan unjuk kebolehan.
"Ini pertama kalinya di Medan. Kami ingin mempertontonkannya supaya masyarakat mengetahui tentang kedirgantaraan," kata Komandan Lanud Soewondo Kolonel Pnb S Chandra Siahaan. "Pengunjung boleh berfoto, menaiki dan menyentuh bagian yang diperbolehkan," imbuhnya.
Chandra yakin masyarakat Medan sekitarnya akan menyambut positif gelaran ini. Optimisme itu terbukti pada antusiasme warga yang hadir pada soft launching Medan Air Show 2015.
Ratusan siswa sekolah, terutama murid Taman Kanak-kanak, tampak bersemangat untuk melihat dari dekat pesawat di Lanud Soewondo. Padahal ketika itu awalnya hanya pesawat militer CN-235 yang diparkir di sana.
Anak-anak yang sebagian ditemani orang tuanya itu juga rela berpanas-panas menunggu kedatangan tim Jupiter. Semua bersemangat berfoto bersama pilot dan pesawat salah satu tim aerobatic terbaik di Asia itu. (lina)

Monday, August 18, 2014

Sea Trial KCR 60 M Ke-2 KRI Tombak 629


SURABAYA : Kapal Cepar Rudal (KCR) 60 M KRI Tombak-629 akan memperkuat Alat Utama Sisten Senjata (Alutsista) TNI AL, setelah melakukan tahap tes uji berlayar dalam acara Commodore Inspection di perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Jum’at (15/08).Commodore Inspection dilaksanakan oleh Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia, S.Sos., dihadiri tim dari Mabesal antara lain Kadiskomlekal Laksamana Pertama TNI Ir. Fedhy E. Wiyana, Kadislaikmatal Laksamana Pertama TNI Ir. Muhammad Suyanto, Kadissenlekal Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha, S.T., Kadisadal Laksamana Pertama TNI Agus Setiadji, Kadisbekal Laksamana Pertama TNI Teguh Prihantono dan Komandan Satgas KCR 60M Kolonel Laut (P) Rony Saleh beserta perwira Satgas lainnya.

Rombongan Commodore Inspection tiba di Dermaga Divisi Kapal Perang PT PAL, disambut oleh Komandan KRI Tombak-629 Mayor Laut (P) Dicky Rizanny Nurdiansyah, PSC (J), MMDS. Pada kesempatan tersebut Kasarmatim mengadakan pertemuan dengan Komandan KRI Tombak guna mendapatkan masukan tentang berbagai hal mengenai Kapal Cepat Rudal yang baru diawakinya antara lain tentang peralatan Penyelamatan Kapal (PEK) seperti alat pemadam kebakaran dan kebocoran dan sebagainya.

KRI Tombak-629 melaksanakan Sea Trial di perairan APBS selama Kurang lebih tiga jam, bertolak dari Dermaga Divisi Kapal Perang PT PAL Surabaya pada pukul 09.00 WIB dan kembali pada pukul 11.30 WIB. Sedikitnya ada sepuluh rangkaian tes yang dilakuakan KRI Tombak dalam Commodore Inspection antara lain Result Of Compass Adjusment, Result Sea Trial (Hull Part), Vibration Measurement, Anchor System, Steering Gear, Official Sea Trial (Machinery Part), Block Out System danFunction Test Of Sea Trial (EXT. Tactical Communication).

Serangkaian tes kemampuan KRI Tombak disaksikan langsung oleh Kasarmatim beserta rombongan didampingi tim dari PT PAL yang dipimpin oleh Manager QA Eng & Comm Tatag Heru Suyanto. Dalam uji kecepatan di perairan Selat Madura KRI Tombak mampu melaju dengan kecepatan hingga mencapai 30 knot.

“Uji berlayar Commodore Inspection merupakan rangkaian tes kemampuan tahap akhir yang harus dilaksanakan sebelum kapal diserahkan kepada Kementrian Pertahanan dalam hal ini TNI AL sebagai pengguna”, kata Kasarmatim. Hasil tes (Sea Trial) akan dibahas dalam forum bersama TNI AL dan PT PAL.

KRI Tombak diawaki 55 personel, yang saat ini masih dalam tahap pelatihan dibawah pembinaan Satgas Dalam Negeri Proyek Pengadaan KCR 60M yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Rony Saleh. “Para awak kapal telah mendapat pembekalan teknis selama kurang lebih dua bulan di Kolat Koarmatim”, kata Dansatgas KCR 60M.

Komandan KRI Tombak menyampaikan kepada Kasarmatim bahwa, kapal yang dikomandaninya memilki sistem tombol alarm otomatis dengan nada berbeda untuk peran operatif, darurat dan peran khusus. “KRI Tombak juga dilengkapi empat kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di haluan, buritan, kamar mesian dan Mesin Pendorong Pokok (MPK) yang terpantau oleh monitor di Anjungan”, kata Komandan KRI Tombak.

Sebelumnya rombongan pejabat TNI AL tiba di PT PAL Surabaya, disambut oleh Direktur Utama (Dirut) PT PAL Ir. Firmansyah Arifin, M.M., di ruang Pusat Informasi PT PAL(PIP) lantai dasar. Pada kesempatan itu Dirut PT PAL didampingi Direktur Produksi Ir. Edy Widarto, M.Eng., Direktur Disain dan Teknologi Ir. Sayiful Anwar, Direktur Bisnis dan Perencanaan Ir. Eko Prastyanto serta Direktur SDM dan Umum Etty Soewardani, S.H.

Spesifikasi teknis KRI Tombak-629 yaitu :


Nama Kapal              : KRI Tombak-629

Jenis Kapal               : Kapal Cepat Rudal 60M

Mesin Pendorong    : 2x2880 kW (MTU 16V400M73L)

Peletakan Lunas     : 18 April 2013

Peluncuran               : 28 Mei 2014

Ukuran Utama          :  
  • Panjang seluruh (LOA)            : 60,00 M
  • Panjang antara garis tegak    : 54,82
  • Lebar                                         : 8,10 M
  • Tinggi geladak atas (H)           : 4,85 M 
  • Sarat air (T)                              : 2,60 M
  • Kecepatan ekonomis              :15 Knots
  • Kecepatan jelajah (cruising)   : 20 Knots
  • Kecepatan maksimum            : 28 knots
  • Jumlah ABK                              : 55 Orang
  • Tonase kotor (GT)                     : 378,09
  • Tonase bersih (NT)                   : 197,82.

KRI Tombak merupakan KCR 60M generasi kedua yang dibuat oleh PT PAL Surabaya. Sebelumnya PT PAL telah membuat KCR 60M generasi pertama dengan nama KRI Sampari-628 yang diserahterimakan pada tanggal 28 Mei 2014 di Dermaga Divisi Kapal Perang PT. PAL Indonesia Ujung Surabaya. Kapal perang tersebut akan memperkuat Alutsista jajaran Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim, dengan komandan kapal Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni.



Sumber : TNI AL