Subscribe Twitter

Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Monday, August 18, 2014

Sea Trial KCR 60 M Ke-2 KRI Tombak 629


SURABAYA : Kapal Cepar Rudal (KCR) 60 M KRI Tombak-629 akan memperkuat Alat Utama Sisten Senjata (Alutsista) TNI AL, setelah melakukan tahap tes uji berlayar dalam acara Commodore Inspection di perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Jum’at (15/08).Commodore Inspection dilaksanakan oleh Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia, S.Sos., dihadiri tim dari Mabesal antara lain Kadiskomlekal Laksamana Pertama TNI Ir. Fedhy E. Wiyana, Kadislaikmatal Laksamana Pertama TNI Ir. Muhammad Suyanto, Kadissenlekal Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha, S.T., Kadisadal Laksamana Pertama TNI Agus Setiadji, Kadisbekal Laksamana Pertama TNI Teguh Prihantono dan Komandan Satgas KCR 60M Kolonel Laut (P) Rony Saleh beserta perwira Satgas lainnya.

Rombongan Commodore Inspection tiba di Dermaga Divisi Kapal Perang PT PAL, disambut oleh Komandan KRI Tombak-629 Mayor Laut (P) Dicky Rizanny Nurdiansyah, PSC (J), MMDS. Pada kesempatan tersebut Kasarmatim mengadakan pertemuan dengan Komandan KRI Tombak guna mendapatkan masukan tentang berbagai hal mengenai Kapal Cepat Rudal yang baru diawakinya antara lain tentang peralatan Penyelamatan Kapal (PEK) seperti alat pemadam kebakaran dan kebocoran dan sebagainya.

KRI Tombak-629 melaksanakan Sea Trial di perairan APBS selama Kurang lebih tiga jam, bertolak dari Dermaga Divisi Kapal Perang PT PAL Surabaya pada pukul 09.00 WIB dan kembali pada pukul 11.30 WIB. Sedikitnya ada sepuluh rangkaian tes yang dilakuakan KRI Tombak dalam Commodore Inspection antara lain Result Of Compass Adjusment, Result Sea Trial (Hull Part), Vibration Measurement, Anchor System, Steering Gear, Official Sea Trial (Machinery Part), Block Out System danFunction Test Of Sea Trial (EXT. Tactical Communication).

Serangkaian tes kemampuan KRI Tombak disaksikan langsung oleh Kasarmatim beserta rombongan didampingi tim dari PT PAL yang dipimpin oleh Manager QA Eng & Comm Tatag Heru Suyanto. Dalam uji kecepatan di perairan Selat Madura KRI Tombak mampu melaju dengan kecepatan hingga mencapai 30 knot.

“Uji berlayar Commodore Inspection merupakan rangkaian tes kemampuan tahap akhir yang harus dilaksanakan sebelum kapal diserahkan kepada Kementrian Pertahanan dalam hal ini TNI AL sebagai pengguna”, kata Kasarmatim. Hasil tes (Sea Trial) akan dibahas dalam forum bersama TNI AL dan PT PAL.

KRI Tombak diawaki 55 personel, yang saat ini masih dalam tahap pelatihan dibawah pembinaan Satgas Dalam Negeri Proyek Pengadaan KCR 60M yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Rony Saleh. “Para awak kapal telah mendapat pembekalan teknis selama kurang lebih dua bulan di Kolat Koarmatim”, kata Dansatgas KCR 60M.

Komandan KRI Tombak menyampaikan kepada Kasarmatim bahwa, kapal yang dikomandaninya memilki sistem tombol alarm otomatis dengan nada berbeda untuk peran operatif, darurat dan peran khusus. “KRI Tombak juga dilengkapi empat kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di haluan, buritan, kamar mesian dan Mesin Pendorong Pokok (MPK) yang terpantau oleh monitor di Anjungan”, kata Komandan KRI Tombak.

Sebelumnya rombongan pejabat TNI AL tiba di PT PAL Surabaya, disambut oleh Direktur Utama (Dirut) PT PAL Ir. Firmansyah Arifin, M.M., di ruang Pusat Informasi PT PAL(PIP) lantai dasar. Pada kesempatan itu Dirut PT PAL didampingi Direktur Produksi Ir. Edy Widarto, M.Eng., Direktur Disain dan Teknologi Ir. Sayiful Anwar, Direktur Bisnis dan Perencanaan Ir. Eko Prastyanto serta Direktur SDM dan Umum Etty Soewardani, S.H.

Spesifikasi teknis KRI Tombak-629 yaitu :


Nama Kapal              : KRI Tombak-629

Jenis Kapal               : Kapal Cepat Rudal 60M

Mesin Pendorong    : 2x2880 kW (MTU 16V400M73L)

Peletakan Lunas     : 18 April 2013

Peluncuran               : 28 Mei 2014

Ukuran Utama          :  
  • Panjang seluruh (LOA)            : 60,00 M
  • Panjang antara garis tegak    : 54,82
  • Lebar                                         : 8,10 M
  • Tinggi geladak atas (H)           : 4,85 M 
  • Sarat air (T)                              : 2,60 M
  • Kecepatan ekonomis              :15 Knots
  • Kecepatan jelajah (cruising)   : 20 Knots
  • Kecepatan maksimum            : 28 knots
  • Jumlah ABK                              : 55 Orang
  • Tonase kotor (GT)                     : 378,09
  • Tonase bersih (NT)                   : 197,82.

KRI Tombak merupakan KCR 60M generasi kedua yang dibuat oleh PT PAL Surabaya. Sebelumnya PT PAL telah membuat KCR 60M generasi pertama dengan nama KRI Sampari-628 yang diserahterimakan pada tanggal 28 Mei 2014 di Dermaga Divisi Kapal Perang PT. PAL Indonesia Ujung Surabaya. Kapal perang tersebut akan memperkuat Alutsista jajaran Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim, dengan komandan kapal Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni.



Sumber : TNI AL

Indonesia increases defence budget 14%


17 August 2014


Outgoing Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono has announced a 2015 defence budget of INR95 trillion (USD8.1 billion), a year-on-year increase of 14%.
The proportion of GDP that defence has been allocated in 2015 remains relatively low at about 0.8% and the budget increase mainly reflects Indonesia's continuing economic expansion (estimated at about 5.7% in 2014).
Yudhoyono, who will step down in October to make way for president-elect Joko Widodo, said in his annual budget speech on 15 August that the military expenditure will be directed at continuing the modernisation of the Indonesian Armed Forces (TNI) and consequently the country's defence industrial base.
Sumber Jane's Defence

Thursday, August 7, 2014

Pindad dan Rheinmetall Denel Munition Rintis Kerjasama Amunisi Kaliber Khusus dan Kaliber Besar


Satu lagi rintisan kerjasama untuk kebangkitan Industri pertahanan dirintis. Kali ini PT.  Pindad berupaya menjalin kerjasama dengan Rheinmetall Denel Munition (RDM) untuk memproduksi Amunisi Kaliber Khusus dan Kaliber Besar. 

Penandatangan MoU kerjasama ini dilakukan di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis siang. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dirut PT. Pindad, Sudirman Said dengan CEO RDM, Robert Schulze.

CEO RDM menyatakan, memilih PT. Pindad lantaran sudah memiliki kapabilitas produksi amunisi terutama kaliber kecil. Yang terpenting Pindad memiliki keahlian dasar produksi amunisi. 

"Memang banyak mesin Pindad yang sudah tua, tapi nanti ini akan diperbaiki melalui kerjasama ini", jelas Robert Schulze kepada ARC.

Dalam keterangan pers-nya, Dirut Pindad menyatakan, penandatanganan MoU ini baru tahap awal dari kerjasama. Seusai tandatangan ini, nantinya akan dibentuk gugus tugas untk mendetailkan kerjasama. 

Targetnya, akhir tahun ini sudah disepakati apa saja yang akan dilakukan, termasuk jenis munisi yang akan dibuat. "Amunisi yang akan dibuat mulai 30mm hingga 105mm", tandas Sudirman. 

Lalu pada tahun depan, perusahaan patungan Pindad dan RDM ini diharapkan sudah berdiri. Dalam kerangka kerjasama ini, RDM akan membangun lembaga pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM dari PT.Pindad. 

Selain memproduksi amunisi kaliber besar, Pindad juga akan pusat produksi dan penjualan untuk kawasan asia pasifik. Hal ini tentu merupakan kesempatan baik bagi Pindad untuk menambah keuntungan.

Sumber : ARC

Tuesday, August 5, 2014

Indonesia harap gencatan senjata bisa efektif


7 jam lalu | Dibaca 2904 kali
Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa (ANTARA FOTO/Ridhwan Ermalamora Siregar)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia mengharapkan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas selama 72 jam sejak Selasa (5/8) waktu setempat dapat efektif untuk memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus ditaati oleh keduabelah pihak.

"Harapan kita gencatan senjata kali ini bisa dipertahankan karena ini bukan pertama kalinya gencatan senjata diumumkan," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan PM Kepulauan Solomon Gordon Darcy Lilo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Marty menambahkan,"Harapan kita gencatan senjata ini bisa semakin langgeng karena menggunakan istilah jeda kemanusiaan."

"Seharusnya kita harus bergerak bukan hanya sifatnya sesaat tapi langgeng yang memerlukan upaya untuk lebih keras lagi dari PBB untuk memaksa suatu perdamaian di sana," katanya.

Sebelumnya, sebagai dikutip dari Reuters, Israel dan Hamas Senin menyepakati usulan Mesir untuk melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza selama 72 jam dimulai Selasa pukul 05.00 GMT (atau 12.00 WIB).

Waktu 72 jam itu akan digunakan oleh perwakilan Israel dan Hamas untuk melakukan perundingan dengan kesepakatan jangka panjang di Kairo.

Sejumlah kelompok di Palestina, sebelumnya, termasuk utusan dari Hamas dan Jihad Islam, bertemu dengan kepala badan intelejen Kairo pada Senin untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama empat pekan itu.

Beberapa jam kemudian, anggota kabinet bidang keamanan dari pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setuju dengan usulan Mesir.

"Israel telah memberitahu Mesir mengenai persetujuan atas usulan gencatan senjata," kata seorang sumber dalam kantor perdana menteri yang meminta dirahasiakan identitasnya.

Setelahnya, Hamas juga mengumumkan persetujuan atas hal yang sama.

"Hamas memberi tahu Mesir beberapa waktu lalu mengenai persetujuan atas masa tenang selama 72 jam," kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri kepada Reuters.

Israel sendiri memulai serangan ke Jalur Gaza yang dikuasai Hamas pada 8 Juli lalu untuk membalas serangan roket.

Akibat serangan udara dan darat itu 1.834 orang tewas, sebagian besar adalah warga sipil. Sementara Israel kehilangan 64 tentara dan tiga warga sipil.

Sejumlah usulan gencatan senjata yang diupayakan sebelumnya menemui kegagalan karena pihak yang berseteru terus menolak syarat yang diajukan musuhnya.

Usulan Mesir yang disepakati juga hanya bersifat sementara dan bertujuan untuk memberi waktu bagi Israel-Hamas untuk berunding selama 72 jam.

Pada Senin (4/8), pihak Palestina mengatakan bahwa Israel telah membom kamp pengungsian di Kota Gaza dan menewaskan anak berusia delapan tahun dan melukai 29 lainnya.

Militer Israel sendiri membantah telah melakukan serangan udara itu pada Senin. Mereka mengaku menghormati gencatan senjata kemanusiaan selama tujuh jam untuk memberi kesempatan pada para relawan menyerahkan bantuannya.

Sumber Antara

Saturday, August 2, 2014

Peretas Tiongkok Terus Bobol Pertahanan Israel


BBC menemukan bukti yang kemungkinan memastikan bahwa peretas berhasil mencuri dokumen militer rahasia dari dua perusahaan milik pemerintah Israel yang mengembangkan sistem pertahanan peluru kendali Kubah Besi (Iron Dome).

Pelanggaran ini pertama kali diumumkan blogger masalah keamanan Brian Krebson hari Senin (28 Juli 2014).

Tetapi perusahaan-perusahaan ini menyangkal jaringan rahasia mereka telah dibobol, lapor wartawan BBC Joe Miller.

Meskipun demikian, tim yang menemukan kejadian ini telah memberikan BBC akses terhadap laporan intelijen yang mengisyaratkan ratusan dokumen memang sudah disalin.

Dokumen yang dicuri dalam beberapa bulan itu berkaitan dengan roket balistik, pesawat tanpa awak, dan peluru kendali Arrow III.

Cyber Engineering Services (CyberESI) mengamati kegiatan peretas tersebut selama delapan bulan di tahun 2011 dan 2012.

Dilaporkan bahwa data diambil peretas yang diperkirakan mencari data intelijen terkait dengan Iron Dome.

Sistem pertahanan antipeluru kendali ini dapat menghentikan dan merusak roket dan tembakan.

Teknologi ini dipandang banyak pihak mencegah kematian banyak warga sipil Israel selama konflik dengan milisi Klik Gaza.

Laporan CyberESI mengisyaratkan serangan menggunakan peralatan canggih mirip dengan yang digunakan pihak di Tiongkok yang meretas perusahaan pertahanan AS.

Sumber : Kompas