Subscribe Twitter

Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Monday, July 11, 2016

Satelit A3 Meluncur


✈ Tepuk Tangan Membahana di Pusat Penerbangan LAPAN✈ Roket PSLV C-34 yang membawa satelit LAPAN (dok Indian Space Research Organization) 

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyaksikan peluncuran satelit LAPAN-A3/IPB di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Rumpin, Bogor. Tepuk tangan membahana saat roket PSLV C-34 yang membawa satelit berhasil meluncur menuju ke angkasa.

"5..4..3..2..1," begitu suara di ruang kontrol di Pusat Antariksa Satish Dhawan di Sriharikota, India, yang disiarkan melalui video streaming, Rabu (22/6/2016).

Satelit tepat diluncurkan pada pukul 10.55 WIB. Setelah berhasil mengudara, undangan yang hadir langsung bertepuk tangan memuji keberhasilan peluncuran satelit.

Di dalam roket itu terdapat satelit generasi ketiga LAPAN-A3/IPB dengan berat 115 kilogram. Satelit milik Indonesia ini akan bersama 20 satelit lainnya dari berbagai dunia yang akan mengorbit di bumi.
Roket PSLV-C34 membawa satelit LAPAN (AFP/Getty Image)

Satelit ini membawa misi penginderaan ekperimental untuk memantau sumber daya pangan, termasuk pamantauan lahan dan lingkungan.

Salah satu muatan dari satelit ini adalah alat penginderaan jauh atau 4 band multispectral imagerberesolusi 18 meter dengan lebar 100 kilometer.

Satelit ini juga berfungsi untuk memantau wilayah maritim Indonesia, termasuk kapal laut dengan memanfaatkan sensor Automatic Indentification System(AIS).

Selain membawa satelit LAPAN A-3/IPB, roket PSLV C-34 milik India juga membawa 19 satelit lainnya milik Jerman, India, Kanada dan AS
Detik

Aksi Presiden Jokowi Widodo di Kapal Perang Atas Perairan Natuna dalam Sorotan Dunia


https://lancercell.files.wordpress.com/2016/06/jokowi-dan-rombongan-di-kri-imam-bonjol-2.jpg?w=863Presiden Jokowi di atas Kapal Perang KRI Imam Bonjol (Biro Pers Setpres)

Presiden Joko Widodo langsung memimpin rapat terbatas di atas Kapal Perang KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). Kunjungan Presiden di perairan Natuna terjadi setelah sempat memanasnya situasi perairan dengan beberapa insiden kapal penjaga pantai dan nelayan Tiongkok.

Adapun Kapal Perang KRI Imam Bonjol 383 adalah kapal yang sebelumnya menyergap kapal nelayan Tiongkok di perairan Natuna, Jumat (17/6/2016). Dalam insiden ini Beijing justru menuduh aparat Indonesia melakukan penembakan sehingga seorang nelayan Tiongkok terluka. TNI Al membantah keras melakukan penembakan justru kapal nelayan Tiongkok nekat menabrakan diri dan kapal penjaga pantai Tiongkok melakukan provokasi.

Jokowi dalam rapat terbatas di atas kapal perang itu, bahkan memikirkan akan mengalihkan nelayan-nelayan Indonesia yang melaut di perairan Jawa karena dinilai melebihi kapasitas. Presiden memikirkan rencana tersebut daripada sumber daya kekayaan laut Indonesia dimanfaatkan oleh nelayan asing.

Aksi Jokowi ternyata menjadi sorotan berbagai media internasional di dunia. Majalah “Time” melalui versi online menulis dengan judul “Indonesian President Jokowi Visits the Natuna Islands to Send a Strong Signal to China.” Time menulis tentang rapat Presiden Jokowi di tengah suasana insiden perairan Natuna. Sedangkan International Bussines Times UK menulis dengan judul “Indonesian leader visits South China Sea islands on warship.

Laporan serupa ditulis oleh Japan Times dengan judul “Indonesia leader, top execs visit Natuna isles in warship” Japan Times juga menulis tentang insiden dengan Tiongkok yang mengklaim memiliki peta perairan Natuna yang tak diakui pemerintah Indonesia. Tulisan yang ditulis Washington Post melaporkan “Indonesian president visits Natuna in South China Sea” dengan foto Jokowi berada dalam kemudi KRI Imam Bonjol.

Sementara The Sydney Morning Herald menulis dengan judul “Indonesian president’s visit to Natuna Islands sends waters warning to China.” Media Australia ini juga menulis tentang protes keras Tiongkok tentang tuduhan adanya ABK nelayan Tiongkok yang ditembak. Media Australia lainnya menulis, ABC Onlinemelaporkan dengan judul South China Sea: Indonesian leader visits Natuna Islands amid growing tensions.

Media negara tetangga Filipina juga menurunkan laporannya tentang kunjungan Presiden Jokowi di perairan Natuna. Inquirer menurunkan laporan dengan judul Indonesian leader stands up to China, visits isles off clash site. Hal serupa juga ditulis oleh The Manila Times dengan judul Indonesian leader visits South China Sea islands on warship.

Insiden di perairan Natuna, tak hanya kali ini. Sebelumnya KRI Oswald Siahaan-354 juga berhasil menangkap kapal nelayan Tiongkok yang juga melakukan aksi pencurian ikan di wilayah perairan yang sama.

Bahkan kapal pencuri ikan asal Tiongkok KM Kway Fey 10078 berbobot 300 GT sejatinya dikejar oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu 11 di perairan Natuna, namun melarikan diri dengan cara zig zag, Sabtu (19/3/2016). Upaya Hiu II tak berjalan mulus karena arogansi kapal penjaga pantai atau coast guard Tiongkok hingga sempat terjadi tembakan dan ancaman.

Pada 2013 lalu, KP Hiu Macan 001 menghentikan KIA RRC 58081 sedang menangkap ikan dengan trawl. Namun demikian, dihalangi kapal patroli RRC 310. Kapal patroli Tiongkok ini meminta kapal pencuri ikan itu dilepaskan hingga akhirnya dilepaskan oleh KP Hiu Macan 001. (asr)

Sunday, July 10, 2016

TNI AL Tambah LPD & LST


TNI AL Pensiunkan Empat Kapal Angkut MiliterIlustrasi LPD [GM] 

Empat kapal angkut militer dari 14 kapal angkutan yang dioperasikan Komando Angkutan Laut Militer dipensiunkan tahun ini. TNI Angkatan Laut tengah menunggu beberapa kapal angkut militer baru. Salah satu di antaranya adalah jenis landing ship tank yang dapat mengangkut tank tempur utama Leopard.

Panglima Komando Angkutan Laut Militer (Kolinlamil) Laksamana Muda (TNI) Aan Kurnia seusai peringatan ulang tahun ke-55 Kolinlamil di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Jumat (1/7), mengatakan, untuk menggantikan kapal yang dipensiunkan, dibangun beberapa kapal baru tahun ini dan tahun 2017.

"Kita membangun beberapa landing ship tank (LST) sekelas KRI Teluk Bintuni untuk mengangkut tank tempur utama Leopard. Proyek itu sedang berlangsung. Untuk tahun 2017, direncanakan dibangun Kelas Makassar atau landing platform dock (LPD)," kata Aan.

LST KRI Teluk Bintuni dimodifikasi untuk dapat mengangkut 10 tank tempur utama atau main battle tank (MBT) Leopard.

Kapal-kapal yang dipensiunkan tahun ini adalah LST KRI Teluk Ratai-509 produksi 1944 dan KRI Teluk Bone-511 buatan 1944 yang keduanya dibangun di Amerika Serikat dan veteran Perang Dunia II. Selebihnya adalah KRI Karimata-960 buatan Hongaria tahun 1964, KRI Tanjung Nusanive-973 buatan Jerman tahun 1983.

Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf yang dihubungi mengatakan, Pemerintah Indonesia harus serius memperkuat TNI AL, termasuk dalam hal ketersediaan angkutan laut militer "Hampir 40 persen adalah kapal-kapal tua berusia 40-an tahun," katanya.

Ada Tiga Kapal Landing Ship Tank Baru

Memperingati HUT ke-55 Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), sekitar 500 personel terdiri dari Kolinlamil, Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Marinir, Polair, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), serta Bea dan Cukai, menggelar upacara HUT ke-55 Kolinlamil di Lapangan Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (1/7/2016).

Usai menggelar upacara HUT ke-55 Kolinlamil, Panglima Kolinlamil, Laksamana Muda TNI, Aan Kurnia mengatakan HUT ke-55 Kolinlamil kali ini pihaknya telah mempersiapkan sebanyak tiga kapallanding ship tank terbaru di tahun 2016.

"Barusan tadi kami membahas terkait peremajaan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista). Dalam waktu dekat, TNI AL sendiri akan melakukan pengadaan alutsista tambahan, yakni dengan disediakannya tiga kapal baru jenis Landing Ship Tank (LST) untuk tahun ini," jelas Aan yang juga menjadi inspektur upacara HUT ke-55 Kolinlamil.

Ia juga mengatakan, tahun 2017, 2018 dan seterusnya akan disediakan kapal-kapal baru. Selain kapal jenis LST, dibeberkan Aan, TNI AL juga akan melakukan pengadaan jenis kapal Landing Platform Deck atau LPD ship tahun 2017 mendatang.

"Tahun depan kita sediakan LPD. Untuk LST-nya nanti digunakan untuk mengangkut armada Tank Leophard. Ini kita lakukan bertahap ya," kata Aan.

Warta kota poskota

Kanwa: Vietnam is Negotiating to Buy 4 Battalion S-400



S-400 Triumf air defence missile (photos ; autolatest)

Hong Kong's Phoenix radio quoted sources from the latest Canada defense magazine Kanwa said, Vietnam is negotiating with Russia to buy air defense systems, anti-aircraft missiles S-400 Triumph.

The source said, Russia and Vietnam are rushing the deal negotiated air defense missile system S-400. If there are no problems, at the end of the Vietnam 2016 will purchase at least four battalions of S-400 Triumph.

According to documents published today Vietnam is already equipped with two missile battalions of S-300. If the negotiations between Russia and Vietnam successful, Vietnam will be classified as a third country are equipped with modern air defense systems S-400 from Russia.


In this 2016, the Vietnam media published the information, said the Vietnam also equipped with SPYDER air defense systems of Israel. Han Hoa quoted analysts said that the air defense system of Russia and Israel will help Vietnam to protect the airspace of sovereign waters.

With four battalions of S-400, Vietnam sky will be protected firmly than ever.

Air defense missile system S-400 by the Department of Design, Almaz-Antey Corporation develops, this is a much improved version with more powerful features range missile systems S-300.

The system can destroy all the objects that appear in the air under control to over 400 km, including aircraft, unmanned aerial vehicles (UAV) or ballistic missiles, at a height of 50 km and a maximum speed of up to 4,800 m/s.

Operational range of the S-300 and S-400. (image: VietTimes)

S-400 is capable of tracking 300 targets simultaneously and shoot down 36 goals. In particular, the S-400 is capable of fighting 4 times the US Patriot system.

Radio Phoenix said that at present around China have been arranged S-400 systems, India has also joined the group of countries with S-400 systems with five battalions, while China only eight battalions.

Vietnam also has been equipped with two S-300 battalions are arranged to protect the city of Hanoi and Haiphong. From the layout area S-300 to the border of Vietnam Vietnam - China is only about 160 km. If Vietnam has four more battalions of S-400, coverage of the Vietnam air defense system could spread over to China.

(DatViet)

F-15SG Singapura : Varian Eagle Terkuat



 F-15SG (photo : Ottosen)

Inilah F-15 Terkuat di Muka Bumi: F-15SG Singapura

Tanpa banyak diketahui orang, RSAF (Republic of Singapore Air Force) mengoperasikan sejumlah pesawat tempur canggih yang tidak ada tandingannya di Asia Tenggara. Salah satunya adalah F-15SG, varian Eagle yang paling buas dan bernas.

Pemerintah Singapura mencari kandidat pengganti A-4S Skyhawk dan F-5S/T sejak 1995, dengan pandangan bahwa keunggulan teknologi akan menjaga Singapura dari lawan-lawannya. Setelah 7 tahun masa seleksi, RSAF mengumumkan bahwa F-15E menjadi juara, mengalahkan Typhoon, Rafale, dan Su-35. Kunci kemenangannya adalah jarak jangkau, dimana F-15E dengan CFT (Conformal Fuel Tank) dan tangki bahan bakar cadangan mampu mencapai jarak 3.840 km. Boeing akan membangun F-15E menjadi varian khusus F-15SG sesuai kemauan RSAF.

Singapura membeli F-15SG secara bertahap, awalnya 12 pesawat, berlanjut 12 lagi pada 2007. Semua dibeli melalui program Peace Carvin V dan dibayar melalui skema pembelian komersial dan tidak mengandalkan FMS. Ada rumor yang beredar bahwa sesungguhnya total F-15SG yang dimiliki oleh Singapura mencapai 40 pesawat, dan bukannya 24 seperti diakui secara resmi.

RSAF memang berusaha keras untuk tidak menyinggung tetangga-tetangganya yang mudah jatuh dalam krisis identitas kalau melihat Singapura dan Angkatan Bersenjatanya yang kuat. Penempatan F-15SG dipecah-pecah, dengan satu detasemen gabungan 428th Fighter Squadron di Mountain Home AFB, Idaho yang disebut detasemen Peace Carvin V.

Secara bertahap F-15SG dipindahkan ke Singapura dan saat ini sudah ada 2 skadron aktif di Singapura, 142nd Sqn “Gryphon” dan 149th “Shikra” di Paya Lebar. Dengan jumlah kekuatan sebegitu besar, maka jumlah 40 F-15SG itu bisa jadi benar.

Boeing membangun F-15SG dengan mengambil basis pada F-15E Strike Eagle, menggunakan pola pilot dan WSO (Weapon Systems Officer) untuk mengoperasikan radar dan sistem persenjataannya. Baik pilot maupun WSO mampu mengendalikan pesawat. WSO diperlukan untuk dapat menjinakkan radar APG-63(V)3 AESA (Active Electronically Scanned Array) dengan beam steering controller yang merupakan radar tercanggih di varian F-15.

APG-63(V)3 bukanlah satu-satunya pengendus pada F-15SG, dimana F-15SG sendiri selalu membawa dua jenis pod. Yang pertama adalah pod navigasi dengan TFR (Terrain Following Radar) yang memampukan F-15SG untuk terbang mengikuti kontur permukaan tanah, serta FLIR (Forward Looking Infra Red) untuk melihat dalam kondisi cuaca buruk.


 F-15SG (photo : Air and Space)

Pod satu lagi adalah sistem targeting pod Sniper-XR yang dilengkapi dengan teknologi targeting FLIR Tiger Eyes untuk melihat sasaran di darat dalam kondisi segala cuaca. Pada bagian atas Sniper-XR terdapat lensa yang menggelembung, yang merupakan pod IRST (Infra Red Scan and Track) untuk mendeteksi sasaran udara secara pasif tanpa harus bergantung pada radar.


Di luar avionik yang diumumkan, F-15SG memiliki sejumlah tonjolan antena yang tidak diumumkan jenisnya, termasuk antena berbentuk segitiga di bawah kokpit WSO yang ada di sisi kiri ataupun kanan, yang mungkin merupakan antena datalink, sistem electronic warning, atau sistem RWR.

F-15SG ditenagai dengan mesin General Electric F-110-GE-129 yang menyemburkan daya 29.000 pon sebuahnya, sama seperti F-15K. Hal ini dimungkinkan karena F-15SG dirakit di lini perakitan Boeing Korea. Avionik untuk F-15SG meiliputi kokpit yang dibuat kompatibel dengan pengoperasian NVG, dengan panel-panel NVG disediakan oleh L-3 Communication.

Pilot dan WSO F-15SG dapat membidikkan rudal AIM-9X secara off boresight menggunakan JHMCS (Joint Helmet Mounted Cueing Systems) tanpa perlu susah-payah mengunci sasaran dengan menggunakan HUD. F-15SG sendiri sudah menggunakan standar Link-16 untuk melaksanakan pertempuran dalam jaringan manajemen yang saling terhubung sehingga informasi sasaran bisa dibagi antar pesawat.


 F-15SG (photo : CL Kwek)

Untuk kemampuan gotong senjata, F-15SG dapat membawa sampai delapan rudal udara-udara untuk profil superioritas udara, atau sampai 15 bom untuk misi serang darat. Total payload yang dapat dibawa adalah 23.000 pon. RSAF membekali F-15SG dengan sejumlah persenjataan dalam jumlah yang memadai, termasuk 200 rudal AIM-9X dan 200 unit AIM-120C7 AMRAAM.

Kemampuan serang darat presisi disediakan oleh 720 unit bom GBU-38, 670 unit kit pemandu untuk GBU-28 dan 670 kit untuk GBU-54. dan 60 unit AGM-154 JSOW (Joint Stand Off Weapon). Dengan jumlah persenjataan sebanyak ini, rasanya bekal F-15SG dalam mempertahankan wilayah udara dan darat Singapura dari ancaman lawan akan sangat, sangat memadai.

Terakhir, detasemen Peace Carvin V yang dipangkalkan di Amerika Serikat berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih Overall Best Squadron Award dalam latihan gabungan AS-Singapura Gunfighter Flag 16-1 yang diadakan pada  April di Idaho.

Selain skadron, sejumlah personilnya menjadi juara, seperti Letnan Calum Quek yang menjadi pilot terbaik dan menyandang air to air top gun, Letnan Lee Wei Yuen yang menjadi Top overall WSO (Weapons System Officer), Kapten Tan Oon Sing yang menjadi top air to ground top gun WSO, Letnn Marvin Koh Ren Jie sebagai top overall wingman, dan top crew chief yaitu ME 2 Teoh Teck Lee.

(Angkasa)