Subscribe Twitter

Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Wednesday, April 9, 2014

Kenapa Pesawat Kepresidenan RI Berwarna Biru?


Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Pesawat Boeing Business Jet-2 milik presiden Indonesia didominasi warna biru yang dibalut dengan garis merah putih. Apa alasan pemerintah memilih desain tersebut?

Mensesneg Sudi Silalahi mengatakan, warna tersebut bukan ditentukan oleh Presiden SBY namun ada pertimbangan khusus dari desainer.

"Memang kenapa apa ada masalah dengan warna? Lagipula warna ini bukan pilihan Presiden untuk menentukan, kenapa biru, di sini ada desainer juga," kata Sudi usai upacara serah terima pesawat di Halim Perdanakusumah, Jaktim, Kamis (10/4/2014).

Menurut Sudi, faktor keamanan jadi salah isu yang mendasari pemilihan warna tersebut. "Warna biru di dalam arti security penerbangan. Warna biru bisa berkamuflase sehingga bisa sama dengan warna langit," ungkapnya.

Sejak awal, ada 14 alternatif warna yang diajukan pada pemerintah. Setelah dilakukan polling ke beberapa pejabat terkait, akhirnya dipilihlah desain tersebut.

"Sesuai juga dengan warna seragam milik TNI AU yang warna biru karena nanti pesawat ini akan dioperasikan Angkatan Udara. Saya kira itu ya dan cukup jelas," tegasnya.

Pesawat tersebut kini sudah berada di Halim untuk dites dan dicek kelayakannya. Rencananya, Presiden SBY baru akan menggunakannya dalam waktu dekat.
Sumber : Detik

Pesawat Biru' RI-1 Punya Sensor Canggih Pendeteksi Peluru Kendali


Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Pesawat Kepresidenan RI memiliki spesifikasi keamanan yang diklaim canggih. Boeing Business Jet-2 yang didominasi warna biru itu mampu mendeteksi rudal atau peluru kendali yang mendekat.

"Dalam aspek security, jika ada ancaman peluru kendali pesawat ini memiliki sensor sehingga memberikan warning untuk langkah selanjutnya," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI IB Putu Dunia usai acara serah terima pesawat di Halim Perdanakusumah, Jaktim, Kamis (10/4/2014).

Letkol (Pnb) Firman, salah satu perwakilan TNI AU yang ikut dalam penerbangan dari AS tersebut mengatakan, pesawat Kepresidenan RI bisa mengetahui juga keberadaan pesawat lain. Radar yang dipasang di dalamnya sangat canggih.

"Selain itu dia ada pemancar panas untuk defence," tambahnya.

Apakah pesawat itu punya fungsi perlawanan? "Nggak, ini nggak punya peluru kendali untuk perlawanan," jawabnya.

Pesawat tersebut tiba sekitar pukul 10.00 WIB di bandara Halim Perdanakusumah, Jaktim. Nantinya, operasional pesawat akan diserahkan ke TNI AU.
Sumber detik

Thursday, March 13, 2014

Beda Panser Anoa Pindad dengan VAB Prancis


Panser Anoa buatan Pindad ((ANTARA News / Yakob Arfin))
Jakarta (ANTARA News) - Panser Anoa 6x6 TNI AD adalah kendaraan militer lapis baja buatan PT Pindad (Persero) yang  memiliki bentuk dan fungsi teknis hampir sama dengan panser VAB buatan Prancis yang juga dimiliki TNI AD.

TNI AD mempertunjukkan kendaraan miliknya tersebut dalam pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang digelar di pelataran Tugu Monas Jakarta.

"Secara fisik dan teknis Anoa 6x6 ini persis dengan VAB buatan Prancis," kata Sersan Mayor Soni (34), staf bintara peralatan Direktorat Peralatan Angkatan Darat yang bertugas me Anoa dalam pameran tersebut.

Meski mirip,  Anoa 6x6 memiliki perbedaan dengan VAB. Perbedaan ini sengaja dirancang setelah meninjau kekurangan dari VAB.

Anoa dilengkapi enam buah roda sementara VAB hanya memiliki empat buah roda. Anoa memiliki daya 320 HP (Horse Power) pada 3.500 rpm,

Anoa dilengkapi dengan dua papula yaitu pelindung senjata yang diletakkan di bagian depan dan belakang.

Berbeda dengan VAB yang hanya memiliki satu papula di bagian depan.

Pembeda lain Anoa dan VAB terletak pada plat baja yang digunakan untuk melindungi kaca anti peluru.

"Apabila musuh menembak bagian kaca, maka plat baja itu yg melindungi sehingga tidak pecah. VAB tidak punya plat baja seperti ini," kata Soni.

Tak hanya itu, bagian  kabin Anoa  telah dilengkapi dengan CCTV (kamera pengawas), NVG (alat deteksi malam hari), dan pendingin udara.

"Dengan kelengkapan tersebut Anoa menjadi lebih nyaman dari pada VAB yang belum dilengkapi CCTV, NVG dan pendingin udara," katanya.

Anoa tidak bisa mengarung di air. Rodanya akan mengempis perlahan apabila terkena tembakan.  Dalam kondisi roda seperti itu, Anoa  masih dapat berjalan sejauh 50 km.

Anoa yang dipamerkan adalah untuk mengangkut personel  (Armoured personnel carrier/APC).
Sumber Antara

Panglima TNI terima 24 panser Anoa


Panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad diketahui memiliki kompatibilitas prima untuk berbagai instrumen perang bagi misi serbuan, infiltrasi, transportasi, hingga eksitasi dan medik tempur. Dalam gambar, ilustrasi personel Batalion Mekanis 201/JY memasangkan senapan mesin 7,62 milimeter di dek atas panser buatan Indonesia itu. (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
Bogor (ANTARA News) - Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, menerima 24 unit panser Anoa 6X6 dari PT Pindad, yang akan digunakan Satuan Tugas Batalion Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-/United Nations Mission In Darfur (UNAMID), Darfur, Sudan.

Pelaksana tugas Direktur Utama PT Pindad (Persero), Tri Hardjono, yang menyerahkan ke-24 panser Anoa buatan Indonesia itu kepada pemesan dan pemakainya, Markas Besar TNI yang diwakili langsung Moeldoko, di Markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Moeldoko mengatakan, dengan perkembangan kawasan global dan regional saat ini mengharuskan TNI menambah arsenal yang ada dalam rangka menjaga pertahanan dan kedaulatan negara kesatuan Indonesia.

"Dengan perkembangan kawasan saat ini, mau tak mau negara harus memberikan respon cepat, terlebih TNI harus membuat strategi pertahanan. Penambahan alutsista akan meningkatkan profesionalisme prajurit," kata dia.

Moeldoko juga mengucapkan terima kasih kepada PT Pindad yang memelihara kepercayaan TNI hingga saat ini.
"Kepercayaan TNI harus dijaga dan tak berpuas diri, sehingga menyebabkan standarnya menurun," tuturnya.

Sejak 2008, TNI hingga kini telah membeli 226 unit Anoa dari PT Pindad, dengan rincian 154 unit pada 2008, 11 unit (2011), 61 unit (2012), dan 63 unit (2013). Anoa 6X6 inilah salah satu andalan PT Pindad yang selalu ditawarkan kepada banyak negara, di antaranya sesama anggota ASEAN dan Afrika.
Tidak dijelaskan harga jual panser Anoa 6x6 itu perunit kepada pemesan, namun kebanyakan varian yang dibeli Markas Besar TNI adalah armoured personnel carrier dan ambulans.

Hardjono mengatakan, PT Pindad terus menggembangkan kemampuan yang dimilikinya terutama untuk meningkatkan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan TNI yang semakin besar.

"Besar harapan kami, produk Pindad baik yang dihasilkan saat ini bisa digunakan terus oleh TNI dan menjadi kebanggaan Indonesia," tuturnya, berharap.

Ia menambahkan, produk pertahanan PT Pindad saat ini, antara lain, kendaraan taktis dan kendaraan tempur Komodo 4X4 dan berbagai varian Anoa 6X6, senjata gengam pistol, senapan serbu, senapan mesin, pesawat mortir, dan senapan runduk-jitu (sniper riffle) dan instrumen pendukung, di antaranya peredam pistol dan senapan. 
Sumber Antara

TNI AL Gelar Kekuatan Alutsista Terlengkap dan Terbesar