Korea Selatan berniat menghibahkan satu skadron pesawat F-5 Tiger atas pembelian 16 pesawat latih T-50 Goldean Eagle (photo : daum)
Jakarta (ANTARA News) - Itikad Korea Selatan menghibahkan F-5 Tiger ditolak
TNI AU. Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI IB Putu Dunia, menyatakan
penolakan lantaran tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
Tidak disebutkan apakah Korea Selatan telah mendapat pengganti armada
F-5-nya.
"Karena
spesifikasi pesawat F-5 Korea Selatan berbeda dengan yang dimiliki
Indonesia," kata Dunia, usai menghadiri penutupan Sidang Umum dan
Kongres Dewan Olahraga Militer Internasional atau Conseil International du Sport Militaire (CISM) Ke-68, di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pesawat F-5 --tipe F-5E Tiger II--
milik Indonesia sudah banyak dimodifikasi, baik persenjataan atau
avioniknya. Sedangkan, pesawat yang ditawarkan Korea Selatan minim
modifikasi. Untuk mengaktualkan kemampuannya, TNI AU meluncurkan program
MACAN pada masa lalu, yang juga melibatkan penyedia avionika Belgia dan
Sagem, Prancis.
"Perbedaan
spesifikasi ini justru menjadi beban di biaya perawatannya. Kalau bisa
kami diberi pesawat yang sama dengan yang kami punya," katanya. Dunia
menyatakan telah melaporkan penolakan itu kepada Menteri Pertahanan,
Purnomo Yusgiantoro.
Beberapa
bulan lalu, Korea Selatan secara sepihak menunda peluncuran Program
KFX/IFX --satu proyek ambisius lompatan besar sekaligus jalan pintas
perancangan dan pembuatan pesawat tempur generasi 5+ antara negara itu
dan Indonesia-- justru pada saat tahap penilaian awal telah selesai
ditempuh.
Padahal tahap penilaian awal itu menyatakan Program KFX/IFX ini sangat
layak diteruskan, baik dari sisi rancang bangun, teknologi, biaya,
kemampuan lain, hingga kemauan politik kedua negara. Skema pembiayaan
dari kedua negara juga telah disepakati, untuk proyek yang diingini
semula digelindingkan mulai 2015.
Korea Selatan juga diketahui sejak awal sangat mengidamkan boleh membeli F-22 Raptor,
mengingat temperatur keamanan regionalnya cukup tinggi belakangan ini
terkait agresivitas dan sensitivitas tetangganya, Korea Utara. Akan
tetapi, Amerika Serikat lebih berselera menjual Raptor itu kepada Jepang.
Sejalan dengan penolakan Amerika Serikat itu, Korea Selatan lalu
meluncurkan Program KFX; belakangan mengajak Indonesia mengingat
Indonesia mulai memalingkan wajahnya kepada Korea Selatan sebagai sumber
persenjataan. KT-1B Wong Bee dari Korea Seatan dan perbaikan menyeluruh KRI Nanggala-402 di negara itu.
Belakangan, ada sinyal dari Amerika Serikat bahwa Korea Selatan mulai dilirik untuk boleh memiliki Raptor. Latihan perang rutinFoal Eagle 2013 bahkan melibatkan B-2 Spirit dan
satu flotila gugus tempur kapal induk USS Nimitz (CVN-68) ke Korea
Selatan. Ini terbilang pelibatan sangat besar dalam latihan Foal Eagle selama ini.
(Antara)
(Antara)













