Subscribe Twitter

Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Tuesday, July 22, 2014

Alutsista Bertambah, Kekuatan Pertahanan Meningkat

 

Kekuatan pertahanan Indonesia sudah setara dengan kekuatan negara-negara Eropa setelah tahun ini alat utama sistem persenjataan (Alutsista) bertambah.

“Ukurannya varian teknologi alutsista yang dimiliki Indonesia dapat mengimbangi alutsista negara-negara Eropa,” kata Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin, kepada Rakyat Merdeka di rumah dinas Wamenhan, Jakarta, Rabu malam, (16/7).

Menurut bekas Pangdam Jaya itu, memiliki banyak senjata, tapi kalau teknologinya lama, tentu percuma.

"Tapi senjata kita ini varian teknologinya sudah sama dengan negara-negara Eropa, apakah alutsista laut, udara, dan darat. Jadi kekuatan pertahanan kita setara dengan negara-negara Eropa," paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Bagaimana perkembangan pembelian alutsista? 

Belum lama ini kami ke Prancis untuk penyerahan secara simbolis meriam Caesar 155 MM tahap pertama. Meriam (yang canggih dengan daya tembak 39 km) ini dibuat PT Nexter, sebuah perusahaan persenjataan di Roanne, Prancis.

Empat unit sudah siap dikapalkan, akan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI 5 Oktober 2014.

Setelah itu, 15 unit akan dikirimkan ke Indonesia Maret 2015. Sisanya akan dikirim September 2015.

Kenapa pengiriman tahap pertama datang di akhir 2014? 

Karena ini merupakan Rencana Strategis (Renstra) dari tahun 2010 sampai 2014. Direncanakan memang seperti itu. Ini sesuai arahan Presiden SBY yang memimpin modernisasi alutsista TNI dari 2004-2014.

Selama 2010-2014 sudah berapa banyak alutsista yang dibeli? 

Beberapa di antaranya dibeli dari luar negeri, seperti 16 pesawat tempur Sukhoi dari Rusia, 180 tank kelas berat Leopard dan Marder dari Jerman, 37 unit meriam 155 MM Howitzer dari Prancis, 38 unit rudal MLRS dari Brasil, 3 unit kapal selam dari Korsel, dan 8 unit helikopter serang Apache dari Amerika Serikat.

Apa semuanya sudah rampung? 

Semuanya ditargetkan akan selesai sehari sebelum hari TNI, 5 Oktober 2014.

Apakah pengiriman instruktur merupakan salah satu program dari Indonesia? 

Itu memang bagian dari kontrak pembelian. Setiap negara berhak mendapatkan pelatihan kepada para penerbang dan tekhnisi untuk perawatan. Tidak hanya untuk penerbang F16 saja. Akan tetapi untuk kendaraan tempur lainnya.

Apa saja alutsista yang diproduksi di dalam negeri? 

Ada beberapa, seperti kapal angkut Leopard, 23 unit tank retrofit AMX-13 , 3 unit pesawat CN-235 MPA, dan 5 panser BTR-4.

Untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju maka memerlukan komponen-komponen pendukung seperti politik bermartabat, ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan dasar, dan kemampuan pertahanan yang bisa melindungi kedaulatan nasional. Artinya, kekuatan ekonomi perlu diimbangi dengan kekuatan pertahanan.

Renstra bidang pertahanan dalam pemerintahan mendatang, bagaimana? Pemerintah dapat melanjutkan Renstra 2015-2019 agar program pertahanan terus berjalan, mengingat teknologi militer sifatnya dinamis.

Tantangan yang bakal dihadapi ke depan adalah pembangunan infrastruktur pertahanan dalam negeri yang sejauh ini belum memadai.



Sumber : RMOL

Sunday, July 20, 2014

44 Prajurit TNI AL Berangkat ke Inggris, Jemput KRI Usman-Harun


Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - KRI Usman-Harun, saat ini telah selesai proses pengerjaannya. 44 prajurit TNI AL diberangkatkan untuk menjemput dan langsung membawa pulang kapal tempur yang akan jadi kebanggaan Indonesia itu.

"Sabtu, 19 Juli 2014 tim 44 KRI Usman Harun – 359 berangkat menuju ke Jakarta menggunakan kereta api dari stasiun Pasar Turi Surabaya yang selanjutnya akan berangkat menuju ke Inggris pada hari Senin 21 Juli 2014 dalam rangkaian kegiatan KPPK MRLF," kata Kadivkom KRI USH-359, Letda Laut (P) Asman Prasetyo dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (20/7/2014).

44 pasukan TNI AL itu terdiri dari 8 perwira dan 36 anggota. Sebelum diberangkatkan ke Inggris, ke 44 pasukan itu harus menjalani pengecekan akhir di Kolat Makoarmatim.

"Tim 44 yang terdiri dari 8 Perwira dan 36 Anggota terlebih dahulu berkumpul di Kolat Makoarmatim untuk pengecekan terakhir personel dan material yang akan dibawa," jelasnya.

Komandan KRI Usman -Harun adalah Kolonel Laut Didong Prioduta ST, MAP. Sang komandan sudah berada di Inggris.

Nama KRI Usman-Harun sempat diprotes Singapura, karena negeri jiran itu menganggap Usman dan Harun adalah teroris yang merupakan pelaku pemboman di Singapura pada tahun 1960-an. Namun, pemerintah tetap bersikukuh dengan nama itu, karena Usman dan Harun merupakan prajurit Marinir TNI AL yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia.

Kapal ini dilengkapi radar sensor dan avionik, serta beberapa pucuk meriam berkaliber sedang dan beberapa rudal. KRI ini merupakan kapal perusak, namun bertipe multi role light frigate (MRLF), yaitu sejenis kapal perusak ringan, yang memiliki bobot 2.000 ton dan jangkauan tembakan yang jauh sejauh 40 nautical mile. Kapal ini baru dan tercanggih dibandingkan dengan yang lain.

Sumber : detik.com

Ini Penampakan KRI Usman Harun yang Segera Tiba di Indonesia


Prins David Saut - detikNews
Jakarta - KRI Usman Harun di Inggris dijemput oleh 44 prajurit TNI AL. Kapal perang baru untuk menambah kekuatan maritim Indonesia itu telah berangkat menuju perairan Nusantara sejak Sabtu (19/7) kemarin.

KRI yang dikomandani oleh Kolonel Laut Didong Prioduta ST, MAP, itu tampak gagah dengan nomor lambung 359. Kapal perang jenis Multi Role Light Frigate ini memiliki sensor radar dan sonar avionik.

Kapal perang dengan warna abu-abu gelap yang berfungsi untuk kamuflase ini akan mengarungi lautan dnegan kecepatan 30 knot. Dari penampakannya, kapal ini juga memiliki helipad di bagian belakang untuk pendaratan helikopter.

Meriam utama di bagian depan siap untuk menghalau pesawat musuh dan dua meriam penangkis serangan udara di sisi kiri serta kanan kapal. Kapal ini juga memiliki kemampuan menembakan rudal dari darat ke udara.

Kemampuan radarnya juga sangat canggih, sehingga KRI Usman Harun dinilai sangat cocok menjaga kedaulatan NKRI.

Nama KRI Usman-Harun sempat diprotes Singapura, karena menganggap Usman dan Harun adalah teroris yang melakukan pemboman di Singapura pada tahun 1960-an. Namun, pemerintah tetap bersikukuh dengan nama itu, karena Usman dan Harun merupakan prajurit Marinir TNI AL yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia.

KRI ini merupakan kapal perusak yang memiliki bobot 2.000 ton dan jangkauan tembakan yang jauh sejauh 40 nautical mile. Kapal ini adalah armada tercanggih TNI AL dibandingkan dengan yang lain.


Sumber detik.com

Saturday, July 19, 2014

Rusia Kembangkan Peluncur Rudal Versi Baru


Sistem peluncur rudal Pansir S-1 yang masuk dalam persenjataan berbagai negara, termasuk angkatan bersenjata Rusia sendiri, dalam waktu dekat akan mengalami modifikasi yang signifikan. Menjelang 2017, peluncur ini akan dilengkapi dengan roket hipersonik baru.

Uji coba skala penuh berupa demonstrasi peluncuran sudah dilaksanakan di poligon Ashuluk, Astrakhanskaya Oblast. Hal tersebut diumumkan oleh Direktur Perusahaan NPO Bysokotochniye Kompleksy, Aleksander Denisov.

Selain roket hipersonik, Pansir-SM memiliki kelebihan lain bila dibandingkan dengan Pansir S-1,yakni melumpuhkan serangan obyek di udara yang memiliki kecepatan hingga beberapa ribu meter per detik. Foto: RIA Novosti

Pansir S-1, sistem peluncur rudal jarak dekat-menengah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari arteleri antipesawat Rusia, meski peluncur ini baru diterima belum lama ini, yaitu pada 2008. Peluncur ini terdiri dari menara seberat 12 ton yang dipasang pada casis mobil atau kendaraan roda rantai. Menara tersebut dilengkapi dengan radar pelacak dan sistem peluncur rudal 57?6-? dengan 12 buah rudal, serta senapan kembar otomatis kaliber 30 mm.

Tugas sistem peluncur ini adalah melindungi obyek berukuran kecil atau sedang dari serangan udara, termasuk perlindungan sistem peluncur rudal lain, S-300 dan S-400. Arteleri anti-pesawat S-300 dan S-400 yang memiliki dua komplek berisi empat rudal ini rawan terhadap serangan udara dan peluru kendali jelajah ketika melakukan perubahan posisi atau saat persiapan peluncuran rudal. Oleh karena itu, Pansir menyertai S-300 atau S-400 dalam menjalankan operasi militer, untuk melindungi mereka dari serangan darat dan udara. Pansir diciptakan untuk beroperasi pada siang maupun malam hari, dan dalam iklim apa pun sepanjang tahun.

Lebih Tepat Sasaran

Modernisasi radikal sistem peluncur rudal jarak dekat sedang dilakukan. Sistem tersebut dinamai Pansir-SM. Peluncur rudal versi baru ini akan dilengkapi persenjataan roket yang muktahir dan jangkauan tembaknya pun bertambah secara signifikan.

Para ilmuwan Rusia sedang mengembangkan roket supersonik selama beberapa dekade terakhir. Sistem peluncur rudal ini kelak akan menggunakan roket supersonik dengan kecepatan maksimum 3-4 kali kecepatan suara. Saat ini pengembangan terbaru diarahkan untuk meningkatkan kecepatan roket menjadi 5-7 kali kecepatan suara.

Roket baru ini mampu mengenai sasaran yang dapat melumpuhkan Pansir S-1. Senjata baru ini dapat menambah jangkauan tembak 20-35 kilometer lebih jauh dari jarak tembak yang sekarang. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Operasional KB Priborostroeniya Yuri Savenkov.

Savenkov mengatakan persenjataan baru ini tidak hanya akan dipasang pada kendaraan perang keluaran terbaru saja, tetapi juga kendaraan yang ada sekarang. Tidak menutup kemungkinan senjata ini juga akan diekspor. Saat ini, Pansir S-1 sudah memiliki kontrak pembelian dengan beberapa negara Asia Tengah seperti Uni Emirat Arab, Suriah, dan Irak, serta negara Afrika yakni Aljazair dan Maroko. Jumlah ekspor Pansir tersebut mencapai setengah jumlah ekspor keseluruhan NPO Vysokotochniye Kompleksy.

Semakin Canggih

Meski Pansir adalah senjata yang masih tergolong muda, modernisasi sistem peluncur ini terus dilakukan. Selain roket hipersonik, Pansir-SM memiliki kelebihan lain bila dibandingkan dengan Pansir S-1, yakni melumpuhkan serangan obyek di udara yang memiliki kecepatan hingga beberapa ribu meter per detik. Saat ini kemampuan Pansir hanya dapat melumpuhkan sasaran dengan kecepatan gerak maksimum seribu meter per detik, “Perbedaan yang paling mencolok dengan sistem peluncur rudal masa kini adalah kemampuan untuk melumpuhkan rudal-rudal balistik,” kata Denisov.

Pansir SM masih dalam bentuk virtual dalam model 3D, tetapi para pengembang sudah memperkirakan waktu pengiriman Pansir untuk angkatan bersenjata Rusia. Denisov mengumumkan militer Rusia sudah bisa mendapatkan sistem peluncur rudal versi terbaru ini menjelang awal 2017 mendatang.(indonesia.rbth.com)

Menhan Resmikan KRI Bung Tomo di Inggris





Tiga kapal MRLF Bung Tomo class (photo : Grhm Rpr)

London (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro meresmikan kapal perusak kawal rudal jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 di Dermaga Anchorline, Barrow-In-Furness, Inggris, Jumat (18/7).

Selain dihadiri jajaran Kementerian Pertahanan RI, acara pemberian nama dan peresmian KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 juga dihadiri anggota DPR dari Komisi I bidang pertahanan, pejabat TNI Angkatan Laut, Dubes RI  didampingi pejabat KBRI London serta pejabat pemerintahan Inggris, demikian Pensosbud KBRI London Heni Hamida kepada Antara London, Sabtu.

Setelah peresmian, kedua KRI langsung menuju Indonesia dan diharapkan bisa turut berpartisipasi memeriahkan HUT TNI ke-69 pada 5 Oktober 2014 di Pangkalan TNI Angkatan Laut Surabaya.

Kapal perang produksi BAE Systems, Inggris, tahun 2004 tersebut memiliki spesifikasi teknis yang handal. 

Dengan panjang 95 meter dan lebar 12,7 meter serta dilengkapi sistem pendorong empat motor pokok CODAD (Combined diesel and diesel) yang mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 31 knots.

Kedua kapal perang tersebut juga dilengkapi dengan sistem persenjataan yang tergolong mutakhir, seperti peluru kendali anti kapal permukaan MM 40, peluru kendali anti serangan udara Sea Wolf, meriam 76 mm, meriam 30 mm serta torpedo anti kapal selam. 

Didukung oleh sistem kendali persenjataan, navigasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan baik, kapal jenis MRLF tersebut dirancang untuk mampu bertempur menghadapi ancaman baik dari atas air, bawah air maupun udara.

Sebelum diresmikan menjadi kapal perang Republik Indonesia oleh Menteri Pertahanan RI, kedua kapal menjalani prosesi pemberian nama yang memiliki arti simbolis agar kapal tersebut memiliki semangat kepahlawanan dari tokoh pahlawan nasional yang digunakan serta agar kapal beserta awaknya di dalam pengabdiannya demi kejayaan bangsa dan negara senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Prosesi pemberian nama KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 dilakukan oleh Lies Purnomo Yusgiantoro, istri Menhan RI selaku ibu kandung kapal. 

Bung Tomo merupakan salah satu tokoh pahlawan yang lahir di Surabaya pada tanggal 3 Oktober 1920. 

Bung Tomo terkenal karena peranannya yang signifikan dalam membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk melawan kembalinya penjajah yang akan menguasai negara Indonesia. 

Semangat pertempuran Bung Tomo telah ditunjukkan dalam pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh bangsa Indonesia. 

Sementara Laksamana Muda TNI Jahja Daniel Dharma atau yang lebih dikenal sebagai John Lie merupakan salah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut pada masa perang revolusi. 

Pada awal kemerdekaan, John Lie ditugaskan mengamankan pelayaran kapal-kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia yang akan diperdagangkan di luar negeri menembus blokade penjajah. 

Hasil dari penjualan hasil bumi tersebut selanjutnya digunakan demi keperluan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

(Antara)