INDONESIA DEFENCE BLOG ADALAH BLOG TENTANG INFO ALUTSISTA TERKINI DI DUNIA

Thursday, September 30, 2010

Castro: Osama Bin Laden Agen CIA


0diggsdigg



TEMPO Interaktif, London - Mantan Presiden Kuba Fidel Castro mengeluarkan pernyataan kontroversial. Castro mengatakan pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden adalah agen badan intelijen Amerika Serikat (CIA).

Bin Laden selalu dipanggil dan dibayar tiap kali mantan Presiden AS George W Bush membutuhkannya. Menurut Castro, Bush membutuhkan Bin Laden untuk menakut-nakuti dunia.

Castro mengaku mengetahui hal ini setelah membaca dokumen yang diposting di 'Wikileaks'. Dia juga menuduh Bin Laden bekerja untuk gedung putih. "Bush selalu didukung oleh Bin Laden, dia adalah bawahan Bush," kata Castro.

Menurut Castro, setiap saat Bush ingin menebar rasa takut dan membuat pidato soal itu, Bin Laden akan muncul dan mengancam orang dengan sebuah cerita tentang apa yang dia lakukan.

Castro juga mengatakan ribuan halaman dokumen rahasia milik pemerintah Amerika yang dimuat di Wikileaks itu juga menunjukkan siapa pemimpin Al Qaeda yang benar-benar bekerja.

Castro membuat pernyataan ini setelah bertemu dengan Daniel Estulin, penulis tiga buku tentang rahasia Bilderberg Club, sebuah klub rahasia yang memanipulasi ekonomi dan sistem politik. Anggota klub ini bekas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger, pejabat eropa terkemukan dan para eksekutif bisnis.

Sumber: TEMPO
http://www.tempointeraktif.com/hg/amerika/2010/08/29/brk,20100829-274769,id.html

Alutsista Marinir Perlu Dimodernisasi



30 September 2010, Surabaya -- Sejumlah kendaraan tempur milik Korps Marinir melakukan manuver tempur, di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Rabu (29/9). Alat utama sistem senjata (Alutsista) milik Korps Marinir TNI AL, meski sebagian sudah lama tahun pembuatannya, namun masih bisa digunakan dalam kondisi baik untuk mendukung keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/nz/10)

Sejumlah meriam persenjataan artileri milik Korps Marinir melakukan manuver tempur. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/nz/10)

ANTARA

Satu Flight Pesawat Tempur Sukhoi Ikut Ramaikan HUT TNI Ke-65



30 September 2010, Makassar -- Satu flight pesawat tempur Sukhoi 27/30 yang berhome base di Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan dipimpin langsung Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna , Kamis (30/9) bertolak menuju Lanud Halim Perdanakusuma untuk meramaikan kegiatan upacara HUT TNI ke 65 bersama pesawat tempur lainnya.

Selain Komandan Lanud Sultan Hasanuddin para penerbang Skadron Udara 11 Wing 5 yang ikut meramaikan HUT TNI ke 65 diantaranya adalah Kadisops Letkol Pnb Andi Kustoro Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb Toni Haryono , Mayor Pnb Untuk Surapati, Mayor Pnb David Tamboto, Kapten I Gusti Ngurah Surga, Kapten Riyadi, Kapten Pnb Wanda, Lettu Pnb Baskoro, sebelum bertolak meninggalkan Lanud Sultan Hasanuddin, diawali dengan pelaksanaan briefing penerbangan dan cek kesehatan.

Dalam rangkaian ikut meramaikan HUT TNI ke 65, para penerbang pesawat tempur Sukhoi selama bulan September 2010 secara terjadwal giat melaksanakan latihan dengan berbagai formasi/fly pass di wilayah udara Lanud Sultan Hasanuddin dan sekitarnya.

Pentak Lanud Sultan Hasanuddin

TNI Perkuat Alutsista Dalam Negeri




30 September 2010, Jakarta -- Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan memprioritaskan penggunaan produksi dalam negeri dalam pembuatan alat utama sistem senjata (alutsista).

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, penggunaan produksi dalam negeri memiliki peranan yang strategis dalam pembangunan ekonomi bangsa. Sebab, dalam pembuatannya, semua yang mengerjakan adalah tenaga Indonesia. ”Misalnya pembuatan satu fregat bisa menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja, jadi kalau dua fregat bisa dua kali lipat menyerap tenaga kerja. Belum lagi dampak ekonomi lain,”katanya di Kantor Wakil Presiden kemarin.

Dia melanjutkan,Kementerian Pertahanan menganggarkan sekitar Rp150 triliun untuk pengadaan serta pemeliharaan dan perawatan alutsista. Dana tersebut sebagian besar diambil dari Rencana Pembangunan Menengah Nasional 2010–2014.“Dari jumlah tersebut sebesar Rp100 triliun diambil dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2010–2014,”katanya. Menurut Menhan, sisanya sebesar Rp50 triliun diharapkan bisa diperoleh oleh kementriannya apabila ekonomi Indonesia ke depan tumbuh dengan baik. Purnomo mengakui dana sebesar Rp 50 triliun tersebut belum bisa berakomodasi, tapi dirinya masih akan terus memperjuangkannya. Alutsista yang akan dibuat di dalam negeri dari anggaran Rp150 triliun tersebut meliputi kapal fregat dan kapal patroli cepat (fast patrol boat).

Dia menjelaskan, untuk kebutuhan di perairan Indonesia barat,TNI AL tidak mengembangkan kapal ukuran besar sehingga bisa dibuat di dalam negeri dilengkapi persenjataan modern seperti rudal.“Kalau yang untuk Indonesia timur memang kapalnya besar-besar. Seperti fregat itu kita bangun di Surabaya. Mudah-mudahan akhir tahun kita bisa mendeklarasikan untuk membangun kapal selam di Indonesia juga di PT PAL,”katanya Purnomo berkali-kali menyatakan komitmen pemerintah dalam memberdayakan industri pertahanan dalam negeri. Seusai penyerahan penyerahan pesawat tempur Sukhoi di Makassar Senin (27/9) dia menyatakan PT PAL Indonesia telah mampu melakukan pembangunan kapal perang jenis perusak kawal rudal (PKR).

Sementara PT Dirgantara Indonesia melakukan kerja sama pembangunan pesawat patroli maritim dengan Turki serta pembuatan prototipe pesawat tempur generasi 4,5 dengan Korea Selatan. Seperti diketahui, saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di depan anggota Komisi I DPR, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menjamin keberlanjutan pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri.Pemberdayaan tersebut merupakan salah satu program prioritas Agus dalam melaksanakan pembangunan kekuatan TNI. Penguatan tersebut, lanjutnya, dapat terealisasi jika pem-ba-ngunan kekuatan pertahanan dengan penggunaan produk industri dalam negeri.

“Contohnya pembangunan kapal perang dengan konsep joint cooperation di PT PAL,” ujarnya. Jika ternyata pengadaan alutsista harus dibeli dari luar, ujar Agus, maka perlu diupayakan adanya transfer teknologi. Pengamat militer Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, pembangunan industri pertahanan berbeda dengan pembangunan industri lain. Pembangunan tersebut memerlukan kesabaran dalam tenggat waktu yang panjang serta kebijakan-kebijakan strategis dari pemerintah.

Yang terutama dibutuhkan adalah alokasi anggaran yang besar. “Komitmen penggunaan alutsista dalam negeri oleh TNI dan Kemhan harus terus dijaga,”katanya. Sementara itu,Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyatakan komitmen melakukan penguatan peran Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) atau Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) dalam pengembangan industri pertahanan nasional dan pemenuhan kebutuhan alutsista TNI harus didukung.

Agar target pengembangan dan penguatan tersebut dapat tercapai, industri pertahanan dalam negeri juga harus melakukan perbaikanperbaikan dengan meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dan melakukan langkahlangkah efisiensi serta pembenahan manajemen. Upaya pengembangan industri pertahanan dalam negeri, lanjut Mahfudz, juga dilakukan dengan menggandeng industri-industri yang selama ini bekerja sama dengan Indonesia.

“Sebagai contoh, kalau Indonesia meneken kontrak untuk membeli lima kapal selam, maka ada industri yang mereka bersedia untuk pembuatannya di Indonesia, transfer teknologinya di Indonesia, bahkan kemudian akan join dengan industri yang ada di Indonesia dan mereka akan menginjeksikan investasi,”tandasnya.

SINDO

Alutsista Marinir Perlu Dimodernisasi


30 September 2010, Surabaya -- Sejumlah kendaraan tempur milik Korps Marinir melakukan manuver tempur, di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Rabu (29/9). Alat utama sistem senjata (Alutsista) milik Korps Marinir TNI AL, meski sebagian sudah lama tahun pembuatannya, namun masih bisa digunakan dalam kondisi baik untuk mendukung keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/nz/10)

Sejumlah meriam persenjataan artileri milik Korps Marinir melakukan manuver tempur. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/nz/10)

Antara/berita hankam

Wednesday, September 29, 2010

Indonesia Plans to Purchase 5 Submarines


Indonesia's submarines.

September 29, 2010 -- The Indonesian Defence Ministry has plans to purchase five submarines worth $350m-$400m each by the end of 2010 to strengthen maritime security in Indonesian waters.

State shipbuilder PT PAL president director Harsusanto said the ministry might hold a tender on the submarines this year.

Harsusanto said the company was expecting to be awarded the contract to construct the submarines.

PAL is currently working with Demen Schelde Naval Shipyard (DSNS) to build a new guided missile escort ordered by the Defence Ministry.

The Indonesian military (TNI) will require at least Rp57tn ($6.4bn) for weapons procurement in the next five years, according to the Jakarta Post.

Naval Technology

AS Siap Jual C-17 Kepada India

 Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Robert Gates berunding dengan sejawatnya dari India, AK Antony untuk menjual senjata canggih kepada New Delhi.
Menurut laporan IRNA, Gates Selasa (28/9) bertemu dengan AK Antony di Washington membicarakan peningkatan kerjasama strategis kedua negara dan hubungan militer termasuk rencana penjualan senjata senilai milyaran dolar dan pesawat militer C-17.
Media massa AS menyebutkan bahwa transaksi ini senilai 2-5 miliar dolar dan jika kondisi saat ini dapat dipertahankan maka kontrak ini akan ditandatangani Presiden Barack Obama saat mengunjungi India November mendatang.
Gates dan AK Antony dalam pertemuan ini juga membicarakan peningkatan transaksi peralatan militer, latihan perang bersama dan kerjasama kedua negara di bidang militer. Kerjasama militer AS-India sejak bulan Juli mengalami peningkatan yang cukup pesat setelah keduanya membuka peluang penjualan senjata canggih.
(IRIB/IRNA/MF/MZ)

Kemenhan Anggarkan Rp 150 T untuk Alutsista


Anwar Khumaini - detikNews


Jakarta - Kementerian Pertahanan menganggarkan sekitar Rp 150 triliun untuk pengadaan serta pemeliharaan dan perawatan alutsista. Dari jumlah tersebut, Rp 100 triliun diambil dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.

"Rp 57 triliun itu kekurangannya. Jadi total untuk suatu renstra itu kan untuk pengadaan dan peralatan itu Rp 150 triliun. Jadi di dalam RPJMN 2010 sampai 2014, Kemenhan akan mendapatkan untuk pemeliharaan dan pengadaan itu kira-kira Rp 100 triliun," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/9/2010).

Purnomo menjelaskan, jumlah di atas tersebut di luar belanja pegawai. "Jadi kekurangannya Rp 50 triliun. Rp 57 triliun persisnya," ujarnya.

Tentunya, Menhan berharap ekonomi Indonesia ke depan bisa lebih baik, karena jika ekonomi Indonesia baik, pihaknya akan bisa mendapatkan tambahan Rp 57 triliun tersebut.

Menurut Purnomo, Rp 57 triliun tersebut masih belum bisa terakomodasi. Saat ini pihaknya masih akan terus memperjuangkan. "Belum, sekarang lagi kita perjuangkan," jawabnya.

Purnomo menambahkan, alutsista yang akan dibuat di dalam negeri dari anggaran Rp 157 triliun tersebut meliputi fregat, juga fast patrol boat. Untuk di perairan Indonesia barat, TNI AL tidak mengembangkan kapal ukurang besar, sehingga bisa dibuat di dalam negeri.

"Kita lengkapi dengan rudal, persenjataan modern. Kalau yang untuk Indonesia timur memang besar-besar. Seperti fregat itu kita bangun di Surabaya. Mudah-mudahan akhir tahun kita bisa mendeklarasikan untuk membangun kapal selam di Indonesia juga di PT PAL," imbuh Menhan.

Menhan optimsitis dana Rp 57 triliun itu bisa diperoleh dari sindikasi bank. Karena, menurutnya, untuk pembiayaan pembelian pesawat Sukhoi kemarin saja dibiayai oleh sindikasi bank dalam negeri.

"Anda tahu nggak devisa kita sekarang US$ 78 miliar. Waktu saya Menteri Pertambangan dan Energi, devisa kita di bawah US$ 40-an miliar. Tapi karena kita ada ekspor meningkat, terus naik, sekarang US$ 78 miliar," ujarnya.
(anw/fay)

detik

Uji Siap Tempur Tingkat Baterai Batalyon Arhanudse 13/BS di Pekanbaru


0diggsdigg





PEKANBARU, 29/9 - LATIHAN TEMBAK MERIAM. Sejumlah personel bersiaga di Meriam 57 mm/s-60 buatan Rusia tahun 1940-an saat Uji Siap Tempur Tingkat Baterai Batalyon Arhanudse 13/BS di Pekanbaru, Riau, Rabu (29/9). Uji tempur Batalyon Arhanudse itu bertujuan untuk menguji kemampuan alutsista yang ada, dengan melibatkan 158 personel dan 12 meriam. FOTO ANTARA/FB Anggoro/Koz/nz/10.

Sumber: ANTARA

Tuesday, September 28, 2010

PROTOTYPE PESAWAT SUPER CANGGIH GERENASI KE V CHINA


Ditengah negara barat berlomba-lomba membuat pesawat tempur super canggih, China sebagai negara adidaya di Asia juga membuat sebuah prototype pesawat super canggih  yang tidak kalah dengan negara-negara barat.

Prototype pesawat tempur generasi ke 5 tersebut di beri nama J-12 atau Jian-12  dan untuk pasar luar negeri di beri nama F-12, pesawat tempur ini nantinya akan rampung pada tahun 2012 – 2015 dan telah memiliki kode XXJ oleh AS’s Office of Naval Intelligence (ONI). Pembangunan Pesawat tempur J-12 ini dimaksudkan untuk menyaingi pesawat tempur canggih seperti SU-30MMK Russia dan F-22 Reptor (USA)

Kalau melihat sejarah pengembangan pesawat tempur china terdahulu seperti J-10 yang pembuatannya diambil dari kerangka pesawat Israel dengan bermesinkan Russia, peranan Russia harapkan kedepan mampu memberikan sumbangsih dalam pengembangan secara ekstensif dalam mendukung teknologi pembuatan pesawat tempur generasi ke 5 China.


Tidak banyak yang diketahui tentang J-12 saat ini. Tapi banyak sumber dari dalam yang mengatakan    J-12 akan meniru F-22A dan ini ditegaskan oleh petinggi sumber dalam pabrik mengkonfirmasikan bahwa pesawat J-12 di desain bermesin ganda dan dioperasikan oleh dua awak dalam system navigasinya.


Stealthiness merupakan bagian integral dari semua desain pesawat tempur baru dan J-12 tidak terkecuali. Dalam mengusung penggerak dan daya geber China mempercayakannya kepada Mesin buatan Russia, dan untuk teknologi Stealth China mengadopsi teknologi ala USA (F-22) raptor. Sedangkan dalam pembuatan  body china mempercayakannya kepada Israel, Menariknya, desainer pesawat Cina akan benar-benar melakukan 'lompatan generasi' jika J-12 berhasil di kembangkan. 



http://rixco.multiply.com/journal?&page_start=60

CASSPIR KENDARAAN ANTI BOM MILIK GULTOR


Tongkrongan dan desainnya rada seram, desain body pun cenderung bersudut tegak dengan lambung berbentuk huruf V. Inilah Caspir, kendaraan angkut pasukan penanggulangan teror (Gultor) satuan anti teror Kopassus.

Inilah salah satu kendaraan angkut pasukan milik Kopassus yang khusus didatangkan untuk memberikan perlindungan maksimum hantaman ranjau. Kendaraan lapis baja ini dapat menahan ranjau. Bagian samping Casspir dirancang mampu menahan ledakan bom setara dengan 14 kilogram TNT. Dan bagian bawah mampu menahan bom seberat 21 kilogram. Casspir juga dapat meredam hantaman peluru kaliber 5,56 milimeter dan 7,62 milimeter. Kabinnya berdaya muat 12 personel bersenjata lengkap. Untuk mempermudah mobilitas, pintu dioperasikan dengan tenaga angin.

Untuk mendukung mobilitasnya, kendaraan ini menggunakan axle yang sama seperti Unimog. Konstruksinya berupa single reduction hypoid drive axle dengan diff lock AL 3/2,5 yang sudah teruji kehandalannya merambah medan berat off-road.

Untuk engine powernya, kendaraan ini menggunakan Diesel 6 silinder 4 valve type OM352A buatan Mercedes-Benz yang juga sama persis seperti yang digunakan Unimog. Guna menambah performa engine juga dilengkapi dengan turbo charger.

Caspir pertama kali dikembangkan oleh Afrika Selatan saat pecah perang saudara, kendaraan ini dibuat guna mencegah personelnya terkena hantaman ranjau yang banyak tersebar di wilayah konflik bersenjata.

Hingga saat ini sudah ada 2000 unit Casspire yang operasional dibeberapa negara, termasuk Indonesia.


Ruang kabin dirancang untuk mampu mengangkut 12 personel bersenjata lengkap. Selain mampu menahan ledakan ranjau, kendaraan ini juga mampu menahan hantaman peluru kaliber 5,56mm dan 7,62.

Untuk mempermudah mobilitas personil keluar masuk kendaraan, pintu dioperasikan secara pneumatic (bantuan tenaga angin). Selain itu persenjataan yang mampu diangkutnya juga sangat fleksibel, jenisnya mampu disesuaikan dengan keinginan penggunanya.

Saat ini hanya TNI AD dari satuan khusus anti teror Kopassus yang menggunakan kendaraan anti ranjau buatan Afrika Selatan ini, diharapkan kedepannya bakal ada tambahan untuk satuan-satuan TNI lainnya. ©alutsista
http://rixco.multiply.com/journal?&page_start=60 

World’s Best Special Force

World’s Best Special Force
Discovery Channel Military edition 2008 broadcasted the world’s best elite forces. Elite forces from around the globe was measured by its performance and skill (not by the military technology), where military experts and analyst across the globe were invited to give their judgments. Here’s the Top 3 :
1. United Kingdom’s SAS
2. Israel’s MOSSAD
3. Indonesia’s KOPASSUS
You must be wondering why the US elite force was not included. It is because, according to the narrator, they rely heavily on military equipments, all-digitalized technology. A good special force should posses a perfect individual skill like defense, survival, camouflage, strategy, endurance, guerilla, trap-making, and others. The narrator also said that 1 Kopassus soldier is equal to 5 regular soldiers. Here’s some things for you :
1. Kopassus wins sniper championship using Indonesia’s made weaponry.
2. Kopassus ranks #2 in conducting a strategical military operation, like intelligence, deployment and movement, infiltration, and attack. The #1 rank is DELTA force, USA.
3. Countries in North Africa use 80% of their military trainers from Kopassus.
4. Cambodian special forces have long been trained by Kopassus


http://goodnewsfromindonesia.org/2009/08/08/worlds-best-special-force/

Sukhoi Malaysia Lebih Lengkap, Pilot RI Lebih Hebat


0diggsdigg

INILAH.COM, Jakarta - Pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia menjadi primadona bagi TNI AU Indonesia dan TUDM Malaysia.

Indonesia memiliki 10 Sukhoi jenis Su-27SK dan Su-30MK sedangkan Malaysia memiliki 18 Sukhoi jenis Su-30MKM. Apa perbedaan kedua Sukhoi tersebut?

Menurut pengamat dirgantara Dudi Sudibyo, antara Sukhoi milik Indonesia dan Malaysia hampir tak ada bedanya. Kedua tipe pesawat tersebut sama canggihnya.

“Tidak ada perbedaan yang menjadikan Sukoi Malaysia lebih canggih daripada Sukhoi kita, sama saja,” ujar Dudi kepada INILAH.COM, Selasa (28/9) malam.

Satu-satunya yang membedakan menurut Dudi adalah kelengkapan rudal atau misilnya. Misil milik Sukhoi Malaysia lebih lengkap ketimbang Shukoi Indonesia.

Dudi mengatakan, Shukoi milik Malaysia telah dilengkapi berbagai misil, sedangkan Shukoi milik Indonesia masih belum dilengkapi misil.

“Pesawat Shukoi kita cukup walau misil kita minim namun kita punya pilot-pilot yang memadai dan cakap, apalagi Amerika mengakui kalau pilot kita memang terampil dalam berbagai pelatihan bersama,” ujar Dudi.

Sebagaimana diberitakan, Kementerian Pertahanan berencana menambah pembelian 6 Sukhoi tipe Su-30MK mulai 2010 hingga 2014. Dengan demikian pada 2014 TNI AU akan memiliki 1 Skadron Sukhoi berjumlah 16 pesawat.

Sumber: INILAH

Yury Dolgoruky Selesai Diuji Coba


Yury Dolgoruky sedang berlayar di perairan dekat galangan kapal Sevmash di kota Severodvinsk, 2 Juli 2009. (Foto: Reuters)

29 September 2010 -- Kapal selam tenaga nuklir terbaru kelas Borey Rusia Yury Dolgoruky menyelesaikan uji pelayaran di Laut Putih dan kembali ke pangkalannya di Utara Rusia, diumumkan perusahaan galangan kapal Sevmash, Selasa (29/9), kutip RIA Novosti.

Pengujian merupakan bagian dari pengujian oleh Sevmash dan kapal selam sekarang siap diinspeksi akhir oleh komisi pemerintah sebelum diserahkan ke Angkatan Laut Rusia. “Seluruh sistem kapal selam bekerja baik , dan seluruh masalah yang ditemukan saat pengujian lalu telah diatasi,” ujar Sevmash.

Yury Dolgoruky mempunyai panjang 170 m dan lebar 13 m, diawaki 107 orang, mampu menyelam hingga kedalaman 450 m dengan kecepatan saat menyelam 29 knot. Kapal selam mampu berada dibawah permukaan laut selama 100 hari tanpa muncul kepermukaan. Persenjataan kapal selam 16 rudal balistik dan torpedo.

Rusia menghabiskan anggaran sekitar 713 juta dolar, termasuk 280 juta dolar untuk riset dan pengembangan kapal selam.

Tiga kapal selam kelas Borey, Alexander Nevsky, Vladimir Monomkh dan Svyatitel sedang dalam proses pengerjaan. Rusia berencana membangun 8 kapal selam kelas Borey hingga 2015.

Kapal selam tenaga nuklir generasi kelima kelas Borey diharapkan menjadi kekuatan inti armada kapal selam strategis Rusia.

RIA Novosti/Berita HanKam

Purnomo Yusgiantoro Penata Pertahanan


Menhankam, Purnomo Yusgiantoro (kanan) bersama Dubes Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov (kiri), melihat cockpit pesawat Sukhoi usai serah terima pesawat Sukhoi SU-27SKM di Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (27/9). Sebanyak tiga unit pesawat Sukhoi tipe SU-27SKM yang di pesan di Rusia di serahkan ke pemerintah Indonesia yang di wakili oleh Menhankam untuk melengkapi enam pesawat dari sepuluh pesanan pesawat Sukhoi SU-30MK2 dan SU-27SKM pada 2003 lalu. (Foto: ANTARA/Adnan Muthalib/ed/nz/10)

29 September 2010 -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sangat dikenal sebagai figur tegas dan berani mengambil risiko. Senin (28/9), di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, suami Sri Murniati Sachro ini ikut terbang selama 25 menit dalam uji coba jet tempur Sukhoi Su-30 double seat yang baru dibeli Indonesia dari Rusia. Meski tidak menjadi pilot utama, keikutsertaan Purnomo terbang menggambarkan bahwa ia pemimpin tegas yang berani mengambil risiko.

Berbicara mengenai pertahanan, pria kelahiran Semarang, 16 Juni 1951, ini punya konsep pemikiran jangka panjang dalam rangka mewujudkan pertahanan negara Indonesia yang kuat. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini menjadi inisiator pembangunan kapal perang besar dan canggih serta berteknologi tinggi, yakni Kapal Perang Perusak Kawal Rudal (PKR) senilai 220 juta dolar AS di PT PAL Indonesia, Surabaya.

Tak hanya itu, lulusan Fakultas Perminyakan ITB ini juga merencanakan membangun kapal selam berteknologi tinggi di tempat sama. Dua kapal perang ini akan menjadi simbol kekuatan Angkatan Laut RI serta kebangkitan industri pertahanan dalam negeri.

Pada pertahanan udara, mantan Gubernur OPEC Wina, Austria (1996-1998), ini kembali membuat gebrakan besar membangun skuadron udara. Tak tanggung-tanggung, ia menargetkan hingga tahun 2024 Indonesia sudah memiliki 180 jet tempur Sukhoi buatan Rusia, di luar jet tempur F-16 dan F-5 Tiger yang sudah dimiliki Indonesia.

Suara Karya

Ahmadinejad Terus Kejar AS Soal 11/9

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad setiba di Tehran, langsung menggelar konferensi pers. Ahmadinejad hari Sabtu (25/9) mengatakan, " Dengan alasan 11/9, semua bangsa di Timur Tengah ditekan AS dan hak asasi manusia mereka diabaikan." Ahmadinejad di hadapan para wartawan kembali menuntut pembentukan tim khusus pencari fakta untuk mengungkap konspirasi di balik Serangan 11/9. Dikatakannya, banyak peristiwa di Timur Tengah yang berhubungan dengan Serangan 11/9.
Lebih lanjut Ahmadinejad menegaskan, "Jika para pejabat AS mempunyai data yang kuat terkait para pelaku serangan 9/11, maka data itu sepatutnya diserahkan kepada tim pencari fakat sehinggga semua bangsa dan negara terlibat dalam melawan aksi terorisme." Ditambahkannya, kotak hitam 11/9 akan menjadi pengungkap fakta beberapa peristiwa yang terjadi saat ini di kawasan."
Menurut Ahmadinejad dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, 11/9 dijadikan alasan untuk menyerang Afghanistan dan Irak. Ia mengatakan, "11/9 adalah mukadimah untuk pendudukan. Pernyataan ini bukan hal yang baru. Akan tetapi ketika sebuah negara dan bangsa Iran mengemukakannnya, para tokoh dan media bersikap sensitif atas masalah ini, bahkan AS menunjukkan sikap yang tidak layak."
Sementara itu, Presiden Barack Obama dalam wawancaranya dengan BBC menilai pernyataan Ahmadinejad sebagai sikap yang keliru bahkan tidak dapat ditolerir. (IRIB/AR/RM)

IRIB

Olmert Blak-Blakan Fakta Soal Perang Gaza

 Mantan perdana menteri Rezim Zionis Israel, Ehud Olmert membongkar rahasia militer rezim ini terkait perang Gaza beberapa waktu lalu.
Olmert dalam pernyataan terbarunya seperti dikutip Koran Yediot Aharonot menuding Menteri Peperangan Israel, Ehud Barak sebagai dalang kegagalan strategi menjatuhkan pemerintahan Hamas di Jalur Gaza dalam perang 22 hari. Sikap Olmert ini langsung memicu reaksi luas di elit politik Israel. Sampai-sampai para penentang Barak dari kubu Kadima, Avi Dichter yang menjabat menteri keamanan nasional pada era Olmert bangkit membela Barak.
Sementara itu, langkah Olmert yang mengungkapkan kenangannya kepada Koran Yediot Aharonot mendapat kecaman baik dari dalam maupun luar. Menyikapi fenomena ini Olmert menandaskan, Barak menolak serangan terlalu lama ke Gaza dan sikapnya ini telah menggagalkan upaya untuk menduduki Jalur Gaza serta menggulingkan pemerintah Hamas. "Jika bukan karena sikap Barak tersebut maka kini Gaza telah berhasil diduduki Israel dan Hamas pasti tersingkir serta para pemimpin Palestina tidak akan sekuat saat ini," tegas Olmert.
Pemimpin Partai Buruh Israel menilai pernyataan Olmert melanggar tradisi dan pembocoran rahasia militer terbesar sepanjang sejarah. Hal ini juga merupakan aksi luar biasa Olmert sepanjang hidupnya. "Rakyat Israel membaca dan mendengar pernyataan Olmert ini, akibatnya mereka gemetar karena khawatir," ungkap pemimpin partai buruh ini.
Di sisi lain, Ehud Barak yang tengah berada di Amerika Serikat (AS) berusaha keras menyelamatkan perundingan damai antara Israel dan Otorita Ramallah dari kegagalan total, namun Olmert ternyata berani menikam dari belakang dengan mengungkap rahasia militer rezim ini. Menurutnya, Barak bisa saja menjawab tudingan Olmert, namun hal ini akan berujung pada pembeberan seluruh rahasia militer untuk menangkal ucapan mantan perdana menteri ini.
Avi Dichter yang sebelumnya juga sempat menjabat ketua Shabak juga merasa terpanggil untuk menjawab tudingan Olmert. Padahal ia dulunya adalah menteri keamanan nasional di era pemerintahan Olmert, sekaligus duduk dalam kabinet keamanan yang merancang perang Gaza. Dalam wawancaranya dengan televisi Israel, Dichter mengungkapkan, yang menjadi kekhawatiran saya dari pernyataan Olmert adalah tradisi putus asa yang berlaku di Israel dan pembeberan masalah ini kepada publik.
Dichter tidak dapat memungkiri rencana Israel untuk menggulingkan pemerintahan Hamas di Jalur Gaza, namun ia menolak pernyataan Olmert. "Sejak pertama telah jelas bahwa tujuan serangan ke Gaza bukan dimaksudkan menduduki kembali wilayah ini, namun menumbangkan Hamas. Olmert lupa bahwa dirinya tidak begitu menguasai urusan militer, bahkan karena kebodohannya ia tidak mampu memberi pernyataan terkait militer," demikian ungkap Dichter.
Menurut Dichter, untuk menumbangkan kekuasaan Hamas diperlukan seorang pemimpin yang memiliki pengalaman perang cukup lama baik itu menyenangkan maupun pengalaman pahit. Hal ini juga seperti yang terjadi saat Israel berusaha menduduki Tepi Barat, rezim ini melakukan berbagai operasi ke wilayah ini bahkan operasi ini terus berlanjut setelah kematian Yaser Arafat, pemimpin Otorita Ramallah. "Hingga saat ini belum ada yang memahami kondisi perang yang kami gelar," tandas Dichter.
Dichter membela kinerja Ehud Barak yang dikritik Olmert. Ia mengatakan, Barak adalah seorang komandan yang misterius dan sering tidur saat sidang kabinet. Bahkan menurutnya, Barak kerap berusaha mencegah keputusan kabinet untuk menggelar operasi rahasia. Dichter lebih lanjut mengungkapkan, "Saya telah puluhan tahun bekerja di bawah komando Ehud Barak yaitu sejak saya berusia 18 tahun di kesatuan khusus militer Israel. Dan saat menjabat ketua Shabak, saya terus mengawasi kinerja Barak dan sejujurnya saya akui bahwa Barak bukan sosok yang gampang menyerah seperti yang digambarkan Olmert."
Menurut Dichter, Barak adalah sosok yang tegar dan setiap keputusannya diambil setelah dikaji secara matang. Jika sebuah masalah memerlukan keputusan dan solusi segera, Barak tidak segan-segan mengambil tanggung jawab dan bersedia menanggung segala resikonya. (IRIB/Qodsna/MF/MZ) 

IRIB

Inggris Buat Pesawat Tak Berawak Bersejarah


8Oct.jpgFoto:BAE's 80kg Demon UAV http://www.flightglobal.com/blogs/aircraft-pictures/2009/10/baes-80kg-demon-uav.html

London (ANTARA News) - Sebuah pesawat tanpa awak buatan Inggris yang berhasil terbang menggunakan jet udara, bukan dengan "flap" (bagian sayap pesawat) yang selama ini digunakan, telah menorehkan catatan penerbangan bersejarah.

Wahana udara tak berawal eksperimental (UAV) yang disebut DEMON ini mengunakan ledakan jet di udara untuk mengontrol gerakan pesawat selama penerbangan, bukan dengan cara konvensional yang selama ini dikenal yaitu menggunakan elevator dan aileron (bagian sayap pesawat) mekanis.

Para pakar mengungkapkan bahwa mekanisme ini akan mempermudah operasi pesawat karena bagian-bagian bergerak menjadi jauh lebih sedikit sekaligus membuat pesawat menjadi lebih tersembunyikan.

DEMON membuat debut terbang bersejarahnya di Pulau Walney, Cumbria  pada Jumat 17 September dan diciptakan oleh Universitas Cranfield bekerjasama dengan BAE Systems dan sembilan universitas Inggris lainnya.

Penerbangan uji coba DEMON adalah penerbangan tanpa sayap pertama yang diotorisasi oleh Otoritas Penerbangan Sipil Inggris.

Semua sayap pesawat memiliki bagian yang bisa digerakkan yang dinamakan "flap" (bagian ujung sayap). Selama tinggal landas dan mendarat, "flap" bisa berkembang dan mengerut dari tepi sayap.

Kelebihan ini mengubah bentuk sayap, memaksa udara menyusuri perjalanan lebih panjang di bagian atas sayap dan menekan sayap ke atas sehingga menciptakan angkatan.

Jet pada pesawat DEMON bekerja dalam berbeda cara. Pesawat ini bekerja dengan memanipulasi udara yang mengalir cepat di atas permukaannya,  tapi tak mengubah bentuk sayap.

Jet udara yang berdekatan dengan tepi sayap menentukan apakah udara menjauh atau mendekat sayap. Sensor di sepanjang sayap memonitor secara konstan gelombang udara dan bisa mengatur arah jet udara.

DEMON hanya bersayap enam kaki dengan berat ahanya 200 lb. Pesawat ini bisa diterbangkan untuk misi tempur, tapi bisa sepenuhnya karena masih pesawat eksperimental.

Di Cumbria Jumaty lalu, DEMON berhasil mendemonstrasikan penerbangan tanpa flap dan bermanuver dengan teknologi baru.

Kesuksesan ini dibangun di atas proyek UAV sebelumnya dari BAE dalam bagian dari program FLAVIIR.

Richard Williams, direktur program BAE Systems untuk Kapabilitas Masa Datang berkata, "Apa yang telah dicapai tim FLAVIIR tidaklah tiba-tiba. Saya berada di Cumbria untuk melihat DEMON terbang dan saya merasa yakin saya menjadi saksi untuk momen penting dalam sejarah penerbangan."

Professor John Fielding, kepala insinyur dan ketua tim demonstrator DEMON dari Universitas Cranfield berkata. "Untuk membuat sebuah pesawat terbang dan bermanuver secara aman tanpa menggunakan kontrol permukaan yang konvensional adalah prestasi tersendiri.

Melakukan itu ketika pada saat bersamaan menawarkan teknik konstruksi dan mekanisme kontrol yang baru mungkin bisa disebut ambisius, namun kami berhasil melakukannnya."

UAV DEMON dibuat melalui sebuah program riset, namun pesawat ini mewakili wahana terbang berteknologi tinggi nan rumit.(*)

ANTARA /http://www.flightglobal.com/blogs/aircraft-pictures/2009/10/baes-80kg-demon-uav.html

Mehmanparast: Resolusi 1929 Tidak Mencakup Rudal S-300

Mehmanparast: Resolusi 1929 Tidak Mencakup Rudal S-300 Jurubicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Ramin Mehmanparast menegaskan bahwa rudal S-300 merupakan sistem rudal pertahanan yang tidak termasuk dalam ketentuan Resolusi 1929 Dewan Keamanan PBB.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai perintah pembatalan pengiriman rudal S-300 ke Iran oleh presiden Rusia baru-baru ini dengan dalih untuk menerapkan Resolusi 1929, Jubir Kemenlu Iran itu memaparkan, "Rudal S-300 merupakan jenis rudal pertahanan dan hal itu diluar cakupan Resolusi 1929".
Mehmanparast menambahkan, "Iran dan Rusia telah menjalin kontrak pembelian rudal S-300. Sesuai dengan kontrak, kesepakatan dan hak-hak kedua belah pihak telah ditetapkan. Selain itu, kontrak itu telah ditandatangani beberapa tahun sebelum dikeluarkannya Resolusi anti-Iran 1929".
Lebih lanjut jubir kemenlu Iran itu menjelaskan, "Resolusi yang merupakan jawaban tidak tepat atas Deklrasi Tehran itu sama sekali tidak bisa diterima". Dia menambahkan, "Sebagaimana ditegaskan sebelumnya, Resolusi 1929 ditetapkan secara tidak adil dan berdasarkan asumsi yang benar-benar diskriminatif dan politis sehingga Iran pun menolaknya".
Rabu 22 September lalu, Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengeluarkan surat keputusan yang melarang pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-300 dan senjata lainnya ke Iran.
IRIB

Iran Peringatkan Rusia Soal Rudal S-300

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Ramin Mehmanparast mengatakan, kepentingan jangka panjang bangsa Rusia tidak terpenuhi dengan melibatkan diri dalam permainan Amerika Serikat (AS). Ramin Mehmanparast, Selasa (28/9) dalam konferensi pers mingguan di Tehran, menyinggung pembatalan sepihak kontrak penjualan sistem pertahanan udara S-300 oleh Rusia dan proses hukum yang ditempuh Iran atas kasus ini. Ditandaskannya, "Jika keputusan itu diambil atas dasar resolusi 1929, kami tegaskan bahwa resolusi 1929 yang ilegal dan tak adil tidak mencakup peralatan dan senjata pertahanan."
"Tekanan politik untuk menyurutkan bangsa Iran dalam memperoleh hak-hak absolutnya sama sekali tidak berpengaruh. Tehran dan Moskow telah menandatangani kontrak dan kesepakatan dan Rusia harus melaksanakan kesepakatan itu," protesnya.
Seraya menyambut baik kecaman terhadap rezim Zionis Israel soal serangan rezim itu terhadap konvoi bantuan kemanusiaan Gaza, Mehmanparast menyatakan, "Perlu dinyatakan bahwa Israel menjalankan kebijakan ekspansif dan konfrontatif terhadap hak bangsa-bangsa tetangganya dan melakukan kejahatan. Selama negara-negara Barat masih mendukung rezim ini, maka akar kejahatan Israel tidak akan tercabut dari kawasan kita."
Menyinggung masalah kelanjutan perundingan nuklir, Mehmanparast menuturkan, Tehran akan melakukan perundingan dengan tiga kelompok yang berbeda dan dengan tiga orientasi.
"Masalah pertukaran uranium dirundingkan dengan kelompok Wina dan telah merampungkan babak pendahuluan. Iran berdasarkan Deklarasi Tehran siap melanjutkan perundingan sampai terlaksananya pertukaran uranium," tambahnya. (IRIB/RM)
IRIB

Puluhan Agen FBI Ketahuan Menyontek


0diggsdigg

VIVAnews - Tidak hanya anak sekolahan, menyontek ternyata juga menjadi kebiasaan para agen intelijen sekelas Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, beberapa agen setingkat supervisor ketahuan menyontek.

Hal ini terungkap berkat investigasi yang dilakukan Departemen Kehakiman AS. Menurut inspektur jenderal departemen kehakiman, Glenn Fine, para agen FBI tersebut kedapatan menyontek saat ikut tes kebijakan biro terkait pengawasan warga Amerika.

Fine pada Senin, 27 September 2010, mengungkapkan, dari penyelidikannya, para agen FBI telah bekerja sama saat mengerjakan soal-soal ujian dan membagikan kunci jawaban kepada yang lainnya. Bahkan berdasarkan investigasi kantor FBI di seluruh AS, ditemukan sebuah program komputer yang dapat mengeluarkan kunci jawaban pada ujian.

Seperti yang dilansir Assosiated Press, menurut laporan tersebut, sedikitnya 22 agen FBI terlibat aksi menyontek massal ini.

Fine menyerukan kepada biro penyidik pemerintah tersebut mendisiplinkan agen-agennya dengan menganulir hasil ujian dan mengulang ujian yang sama. Hal ini untuk mengetahui apakah para agen sudah paham betul mengenai peraturan baru FBI. Aturan itu mengatur tata cara pengawasan dan investigasi terhadap warga AS tanpa melanggar hukum.

Kasus ini bukanlah yang pertama kalinya terungkap di tubuh FBI. Tahun lalu, Kepala FBI Washington, Joseph Persichini, yang merupakan penyidik pada tubuh kongres dan kejahatan lain di ibukota AS, terpaksa pensiun dini setelah kedapatan menyontek pada sebuah ujian.

Fine mengatakan ujian tersebut melibatkan Persichini dan dua orang manajer senior FBI. Mereka kedapatan bekerja sama dalam menjawab soal ujian. Dengan santainya mereka berdiskusi mengenai pertanyaan dan jawaban atas soal yang diberikan.

“Laporan ini menunjukkan bahwa FBI pun tidak bisa mengawasi dirinya sendiri. Harus ada pengawasan dan kendali yang lebih ketat atas hal ini,” ujar penasihat kebijakan pada American Civil Liberties Union, Michael German.

Sumber: VIVA NEWS

SBY Lantik Panglima TNI dan KSAL Baru

GB
Pelantikan Panglima TNI dan KSAL ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/9/2010). Abror Rizki/Setpres.
GB
Panglima TNI yang baru, Laksamana Agus Suhartono menandatangani surat pelantikan dengan disaksikan Presiden. Abror Rizki/Setpres.
GB
Panglima TNI yang baru, Laksamana Agus Suhartono memberikan penghormatan kepada Presiden SBY. Abror Rizki/Setpres.
GB
KSAL yang baru, Laksamana Madya M Soeparno menandatangani surat pelantikan. Abror Rizki/Setpres.
GB
KSAL yang baru, Laksamana Madya M Soeparno memberikan penghormatan kepada Presiden SBY. Abror Rizki/Setpres.
GB
Presiden SBY memberikan selamat kepada Panglima TNI yang baru, Laksamana Agus Suhartono. Abror Rizki/Setpres.
GB
Presiden SBY juga mengucapkan selamat kepada KSAL yang baru, Laksamana Madya M Soeparno. Abror Rizki/Setpres.
 
Presiden SBY melantik dua orang pejabat tinggi baru di lingkungan TNI. Mereka adalah Laksamana Agus Suhartono sebagai Panglima TNI dan Laksamana Madya M Soeparno sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).
DETIK FOTO
 
 
 
 
 

Indonesia Pesan Lagi 6 Sukhoi Rp2,7 Triliun


0diggsdigg

VIVAnews - Pemerintah akan menambah enam pesawat Sukhoi dari yang sudah ada saat ini 10 pesawat, sehingga menjadi satu skuadron atau 16 buah pesawat.

Penambahan pesawat menghabiskan dana US$200-300 juta (sekitar Rp2,7 triliun) akan dilakukan dalam lima tahun ke depan.

Menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, pembelian pesawat tersebut terpisah dari missil-nya. Untuk perlengkapan senjata di pesawat, bisa dibeli terpisah dan tidak harus buatan Rusia, seperti rudal buatan China.

Meski tidak menggunakan missil China, namun ia menjamin sistem komputasi yang dimiliki Sukhoi dapat digunakan walau bukan buatan Rusia.

Ia mencontohkan, dua pesawat Sukhoi yang berhasil melakukan seluruh uji coba bom latih P-100 di Kabupaten, Takalar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. "Itu dengan (rudal) buatan dalam negeri sudah bisa," katanya di Istana Negara, Selasa 28 September 2010.

Dia menuturkan, yang terpenting dari kontrak pembelian pesawat itu adalah rak untuk senjata. Namun sayangnya, Purnomo tak bisa merinci berapa penghematan dari pembelian pesawat tanpa senjata tersebut.
"Ini seperti kalau membangun rumah, yang di depan memakai kayu mahal, untuk yang belakang tidak," ujarnya.

Saat ini, pembelian Sukhoi tambahan tengah diproses. Dia juga telah berbicara dengan Dubes Rusia."Karena kita mengikuti proses di birokrasi," kata Purnomo.

Sumber: VIVA NEWS

Kontingen Garuda Bangun Sekolah di Kongo

GB
Letnan Jenderal Chander Prakash Wadhwa meninjau bangunan sekolah yang dibangun oleh prajurit Kontingen Garuda XX-G. (Pupen TNI).
GB
Beberapa prajurit Kontingen Garuda XX-G tengah sibuk memasang dinding sekolahan yang terletak di Desa 55 Jalan Dungu Faradje tersebut. (Pupen TNI).
GB
Bangunan ini rencananya akan digunakan oleh anak-anak pedalaman Kongo menimba ilmu. (Pupspen TNI).
GB
Letnan Jenderal Chander Prakash Wadhwa memotong rangkaian bunga sebagai tanda diresmikannya sekolahan tersebut. (Puspen TNI)
DETIK FOTO
 
 

Seluruh Pengawalan Keamanan Obama ke Indonesia Ditangani AS


Anwar Khumaini - detikNews


(AFP)
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan berkunjung ke Indonesia. Kemungkinan, pengamanan terhadap orang nomor satu di AS tersebut semuanya akan dipegang oleh Paspampres AS.

"Soal keamanan tidak lagi (dibahas) karena US Secretary Departement of Defense, Robert Gates sudah bicara dengan kita," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (28/9/2010).

"Timnya akan datang kesini. Tim dari Departement of Defense AS akan datang untuk menindaklanjuti kunjungan Gates," imbuh Menhan.

Menhan menambahkan, kemungkinan Obama dan rombongan akan berkunjung ke Indonesia pada November 2010.

"Obama (ke Indonesia) November nanti," ujarnya.

Soal adanya keinginan Kongres AS yang meminta dibicarakannya isu Papua dalam
kunjungan Obama ke Indonesia, menurut Purnomo itu adalah cuma suara satu atau dua orang saja.

"Mereka ingin ada pihak ketiga masuk ke Papua selain LSM Papua. Itu hanya suara satu-dua orang saja. Itu tidak menceminkan suara kongres. Ini kedaulatan kita," tegas mantan Menteri ESDM tersebut.

SUMBER : DETIK

Menhan : Penyelesaian Kontrak Kapal Selam Di Penghujung Tahun 2010


0diggsdigg

Kapal Selam U-214 yang telah ditawarkan HDW Jerman

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pengadaan enam pesawat tempur jenis Sukhoi yang dibeli dari Rusia, pemerintah harus merogoh dana sekitar 300 juta dollar Amerika Serikat.
Memang, harganya jadi cukup mahal. Akan tetapi, mempertahankan negara ini, kan, lebih mahal

Dengan demikian, harga per satu unit pesawat Sukhoi mencapai sekitar 50 juta dollar AS. Namun, pembelian pesawat tempur tersebut, tidak termasuk kontrak pembelian jenis senjata tempurnya. Sebab, pengadaan senjata harus dilakukan dengan kontrak berbeda.

Hal itu diakui Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjawab pers, seusai menghadiri pelantikan Panglima TNI yang baru Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksdya TNI Poernomo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/9).

"Memang, harganya jadi cukup mahal. Akan tetapi, mempertahankan negara ini, kan, memang tidak murah. Namun, devisa yang kita miliki, kan, juga cukup besar, yaitu sampai 78 juta dollar AS," tandas Purnomo.

Menurut Purnomo, dana yang digunakan untuk enamm pesawat Sukhoi itu melalui fasilitas kredit ekspor (KE) yang berasal dari dana sindikasi tiga bank dalam negeri, yaitu Bank Mandiri, Bank BNI 46 dan Bank Rakyat Indonesia. "Dana APBN-nya hanya sebesar 15 persen, yakni untuk lokal content-nya saja," tambahnya.

Adapun, kata Purnomo, penggunaan dana devisa negara yang mencapai 78 juta dollar AS, harus seizin Menteri Keuangan terlebih dulu. Diakui Purnomo, harga per unit pesawat jenis Sukhoi sekitar 50 juta dollar AS itu baru termasuk rak untuk pemasangan senjata dan bom yang akan melengkapinya.

"Jadi, kalau mau pasang senjata dan bom-nya, harus cari sendiri. Kita bisa mencarinya dari mana saja. Tidak harus dari Rusia," lanjutnya.

Purnomo mengakui, setiap jenis pesawat Sukhoi dilengkapi dengan empat rak untuk penempatan senjata dan pembom-nya. Sukhoi bisa digunakan untuk pertempuran udara maupun aksi pemboman wilayah musuh.

Target dua kapal selam


Lebih jauh, Purnomo mengakui dari enam kapal fregat yang dicita-citakan TNI Angkatan Lau, akan dibangun PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, ternyata pemerintah baru mampu merealisasi satu unit saja.

Sementara, di tempat yang sama, Laksdya TNI Poernomo mengakui kepada Kompas, akhir tahun ini korpsnya berusaha menyelesaikan kontrak bagi pembangunan dua kapal selam samudra. Jika terwujud, pihaknya akan mengajukan kepada Kementerian Kehutanan.

Namun, ia belum mau merinci dengan negara mana pembangunan dua kapal selam samudra tersebut dilakukan. "Kalau akhir tahun ini kontraknya sudah ditandatangani, pembuatan kapal selamnya bisa berlangsung selama tiga tahun," kata Poernomo.

Poernomo menambahkan, sebagai KSAL yang baru, ia akan melanjutkan program yang dirintis oleh KSAL sebelumnya, yaitu Agus Suhartono. "Program Pak Agus kan belum selesai. Jadi, saya harus melanjutkan program alat utama sistem kesenjataan (alutsista), peningkatan profesionalisme, kesejahteraan anggota dan efisiensi anggara," demikian Poernomo.

Sumber: KOMPAS

TNI Siapkan Pembangunan Satu Batalion Tank


0diggsdigg

Tank Scorpion TNI AD

Pontianak(ANTARA) - Komando Daerah Militer XII Tanjungpura mulai membangun satu batalion tank bagian Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat awal tahun 2011 guna menambah kekuatan di kawasan perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

"Batalion tank itu akan kami tempatkan di Kabupaten Bengkayang, untuk memudahkan mobilisasinya kendaraan berat itu di sepanjang kawasan perbatasan Kalbar - Malaysia," kata Komandan Korem 121 Alambhana Wanawai Kolonel Inf Toto Rinanto di Pontianak, Sabtu.

Ia menjelaskan, rencana pembentukan batalion tank itu secara detil masih digodok di Mabes TNI AD.

"Pada dasarnya kami siap mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dari gangguan luar dan dalam," kata Totok.

Menurut dia, lokasi akan dibangunnya batalion tank itu sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang.

"Saya bersama Pangdam XII Tanjungpura sudah turun langsung meninjau lokasi pembangunan batalion tersebut," ujarnya.

Sebelumnya Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Moeldoko membenarkan, pembangunan batalion tank di Bengkayang akan dimulai pada 2011. Jumlah personel yang ditempatkan untuk batalion tersebut sekitar 600 orang.

"Sekarang, yang ada hanya setingkat Detasemen Kavaleri," kata dia.

Selain itu, jenis tank yang digunakan saat ini akan diganti dengan yang berkapasitas dan kemampuan tempur lebih baik. Jumlahnya pun lebih banyak.

Menurut dia, penempatan batalion tank di Bengkayang dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan poros tengah di Kalbar.

Mobilisasi ke berbagai daerah di Kalbar juga lebih mudah dan cepat karena infrastruktur relatif baik.

"Misalnya menuju Sanggau, atau daerah perbatasan lainnya, mudah dilakukan," kata Moeldoko.

Kodam XII Tanjungpura juga akan terus melakukan pembinaan teritorial terpadu dengan pemerintah daerah setempat di wilayah perbatasan. Diantaranya mengenai aspek kesadaran bela negara, kewarganegaraan yang sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Ia melanjutkan, penanganan di perbatasan perlu dilakukan secara menyeluruh. "Tidak hanya membangun sistem pertahanan dan keamanan," katanya.

Kodam XII Tanjungpura bermarkas di Pontianak dengan cakupan dua provinsi yakni Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Sumber: ANTARA SUMBAR

Russia's newest nuclear sub completes sea trials

0diggsdigg


The trials were part of the manufacturer's tests and the sub is now ready for final inspection by a state commission before it enters service with the Russian Navy

Russia's newest Borey class strategic nuclear-powered submarine, the Yury Dolgoruky, has completed sea trials in the White Sea and returned to its base in northern Russia, the Sevmash shipyard said.

The trials were part of the manufacturer's tests and the sub is now ready for final inspection by a state commission before it enters service with the Russian Navy.

"All systems of the submarine performed well, and the problems revealed during previous tests have been resolved," a Sevmash spokesman said.

The Yury Dolgoruky is 170 meters (580 feet) long, has a hull diameter of 13 meters (42 feet), a crew of 107, including 55 officers, a maximum depth of 450 meters (about 1,500 feet) and a submerged speed of about 29 knots. It can carry up to 16 ballistic missiles and torpedoes.

Construction costs totaled some $713 mln, including $280 mln for research and development.

Three other Borey class nuclear submarines, the Alexander Nevsky, the Vladimir Monomakh, and Svyatitel Nikolai (St. Nicholas) are in different stages of completion. Russia is planning to build eight of these subs by 2015.

Fourth-generation Borey class nuclear-powered submarines are expected to constitute the core of Russia's modern strategic submarine fleet.

The submarine's entry into service could be delayed however by a series of setbacks in the development of the troubled Bulava submarine-launched ballistic missile (SLBM), which has officially suffered seven failures in 12 tests.

The future development of the Bulava has been questioned by some lawmakers and defense industry officials, who have suggested that all efforts should be focused on the existing Sineva SLBM.

But the Russian military has insisted that there is no alternative to the Bulava and pledged to continue testing the missile until it is ready to be put into service with the Navy.

FROM : RIA

Presiden Lantik Agus Suhartono


Presiden Lantik Agus Suhartono
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Selasa, melantik Laksamana TNI Agus Suhartono sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang baru.

Presiden Yudhoyono bersama Wakil Presiden Boediono tiba di tempat pelantikan tepat pada pukul 15.00 WIB.

Sejumlah pejabat tinggi negara yang hadir dalam acara itu antara lain, Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua Mahkamah Konstitusi Mafud MD, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo, dan para pimpinan DPR.

Para menteri koordinator dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II juga hadir dalam acara pelantikan itu.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Keppres Nomor 51/TNI/2010 tentang pengangkatan Laksamana TNI Agus Suhartono sebagai Panglima TNI, dan Keppres Nomor 52/TNI/2010 tentang pengangkatan Laksamana Madya TNI Soeparno sebagai Kepala Staf Angkatan Laut.

Setelah itu, Presiden memimpin pembacaan sumpah dan janji jabatan yang diikuti oleh Agus dan Soeparno. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berkas pelantikan.

Sidang paripurna DPR pada Senin 27 September 2010 secara bulat menyetujui pengangkatan Agus Suhartono sebagai Panglima TNI.

Panglima TNI baru itu oleh DPR diharapkan mampu menuntaskan agenda reformasi di tubuh TNI secara menyeluruh.

Semua fraksi di DPR menyetujui Agus sebagai satu-satunya calon yang diajukan oleh Presiden Yudhoyono itu, setelah uji kelayakan dan kepatutan yang digelar pada 23 September 2010.

Agus Suhartono menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso yang memasuki masa pensiun.

Agus yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Angkatan Laut itu, mengawali pendidikan militer di Akademi Angkatan Laut pada 1978.

Pria kelahiran Blitar, Jatim, 25 Agustus 1995, itu kemudian mengenyam sedikitnya sepuluh pendidikan militer tingkat lanjut. Pendidikan militer terakhir yang dia dalami adalah "Maritime Force Commander" pada 2006.

Sebelum menjadi Kepala Staf Angkatan Laut, Agus mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan Angkatan Laut.

Beberapa jabatan yang pernah dia emban, antara lain komandan sejumlah kapal perang, staf ahli Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Armatim), Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Armabar), dan Irjen Departemen Pertahanan.

Karena pengabdian dan prestasinya, Agus mendapatkan sedikitnya sepuluh tanda jasa.

ANTARA