Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Thursday, March 29, 2012

Mitos mitos yang mengemuka tentang MBT Leopard dan MBT lainya

Tank Leopard ( atau MBT Lainnya ) tidak cocok di Indonesia karena bobotnya terlampau berat sehingga akan "amblas"

Nah kepada reader Indonesia defence admin akan mengetik ulang pembahasan special report yang bersumber dari majalah DEFENDER edidi 56 2012.

Ini Ulasannya :

Yang kita bicarakan adalah kendaraan tempur dengan roda rantai ( Tapak jejak / track) yang justru didesain dari awal untuk mnghindari hal ini agar mampu menyokong bobot yang berat diatas segala kondisi tanah , mulai dari lahan keras, batu cadas hingga lahan gembur bahkan lumpur sekalipun. Dalam kendaraan non militer pun menggunakan demikian , misalnya buldozer untuk buka dan perbaikan kebun kelapa sawit, exavator untuk perbaikan parit-parit  dan pertambangan.

Alasannya sederhanan : Ilmu Fisika
Dengan membagi berat diatas penampang yang lebih luas , maka akan didapatkan tekanan rata-rata yang lebih rendah. Tidak perlu jauh jauh membahas tank , bayangkanlah diri anda sendiri yang bertelanjang kaki lalu turun kesawah yang berlumpur dimana hanya dalam sekejap kaki an_a.akan tenggelam hingga ke betis,... admin : Ya toooh? betul kan ?

Tapi bila anda anda melemparkan sepotong papan triplek dengan ukuran yang cukup besar ke atas permukaan sawah tersebut agar anda bisa berdiri diatasnya , maka anda tidak akan terbenam .   Ini karena berat anda disebarkan oleh permukaan papan triplek yang menyentuh permukaan sawah dan tidak langsung bertumpu pada kedua kaki sebagai mana yang akan terjadi pada contoh sebelumnya.

Hal yang sama berlaku untuk kendaraan-kendaraan  berat yang menggunakan roda rantai.  Luas permukaan tapak jejak yang menyentuh tanah dari sebuah kendaraan beroda rantai lebih luas dibanding bila kendaraan tersebut menggunakan roda ban biasa. Dengan kata lain penggunaan roda berantai akan membuat kendaraan tersebut mampu bergerak bebas diatas kondisi lahan yang tidak akan mampu dilalui oleh kendaraan beroda ban.

Inilah yang dikenal dengan sebutan " GRound Pressure" atau tekanan permukaan dimana benda yang memiliki tekanan permukaan yang lebih kecil tidak akan amblas diatas permukaan tanah yang sama dibanding benda yang memiliki tekanan permukaan yang lebih besar.

Perhitungan yang disederhanakan berikut ini bisa memberikan ilustrasi yang lebih jelas , dimana leopard 2A6 yang berbobot 62.300 Kg di bandingkan dengan salah satu mobil keluarga yang populer di indonesia (Toyota Kijang) yang berbobot 1.650 kg. spesifikasi keduanya sbb: 

LEOPARD 2A6
Berat total : 62,3 ton/62.300 kg
Lebar tapaj jejak : 63,5 cm
Panjang Tapak jejak menyentuh tanah : 494,5 cm.
Jumlah tapak jejak : 2 
( sumber : www.army-guide.com/eng/product149) 

TOYOTA KIJANG
Berat total : 1.650 kg
lebar permukaan ban : 13,3 cm
Panjang Permukaan ban menyentuh tanah: 13.3 cm
jumlah ban : 4
(sumber : www.miata.net/garage/ticalc.html)

RUMUS YANG DI GUNAKAN ADALAH : BERAT TOTAL DIBAGI LUAS PERMUKAAN MENYENTUH TANAH  DAN HASILNYA SEBAGAI BERIKUT

LEOPARD 2A6
62.300 KG/ (494,5 X 63,5) X 2 = 0,9920114522 KG/CM PERSEGI

TOYOTA KIJANG
1.650 KG/ (13,3 X 13,3) X 4 = 2,331957714 KG/CM PERSEGI

Kesimpulannya: diatas lahan yang sama toyota kijang beresiko amblas  dua kali lebih besar bila di banding MBT leopard 2A6.

Namun biarpun demikian, bukan bearti MBT sekelas Leopard 2A6 diatas sama sekali tidak bisa terjebak dalam medan yang sulit.  Adakalanya tank-tank semacam itu terperosok dan terjebak, misalnya dalam kubangan dengan kedalaman dan kemiringan yang terlampau besar buat bisa dilalui ( yang tentunya juga tidak bisa dilintasi kebanyakan kendaraan - kendaraan lain termasuk kendaraaan normal/sipil/ kendaraan proyek yang lebih ringan atau berat). Tapi hal ini telah dipikirkan jauh jauh hari sebelumnya dengan adanya kendaraan yang disebut ARMORED RECOVERY VEHICLE / COMBAT ENGINEERING VEHICLE (yang biasa selalu diikutkan dalam setiap paket pembelian MBT.  Selain itu  pemetaan medan yang intensif dan strategi penempatan MBT yang digelar secara cermat juga bisa mengantisipasi kemungkinan stuck nya MBT-MBT dilapangan.

Jadi kesimpulannya : mitos akan amlasnya MBT berbobot puluhan ton di Indonesia hanyalah sekedar mitos , atau setidaknya SUATU KEKHAWATIRAN YANG BERLEBIHAN TANPA DASAR YANG KUAT YANG SELAMA INI DI DENGUNG DENGUNGKAN DAN DIANGGAP SEBAGAI SUATU KEBENARAN MUTLAK . Lagi pula sadarkah anda bahwa kendaraan-kendaraan dengan bobot yang jauh lebih berat dari MBT sudah  bertahun tahun beroperasi dengan leluasa di bumi indonesia ini?
 ( Admin Indonesia Defence : Lah tronton-tronton yang lewat pantura , trailer trailer , truck-truck yang muatannya super lebih (maklum bisnis) itu berkeliaran hampir semua berkeliaran, dari sabang sampae meroke , ya kan?)

 
Tank Leopard ( atau MBT Lainnya ) akan merusak permukaan jalan dan tidak akan mampu melintasi jembatan jembatan di indonesia ! Katanya

Sudah sejak perang dunia II tank - tank dilengkapi rubber pad ( bantalan karet) yang pada awalnya ditunjukan untuk mengurangi kebisingan gerak maju roda rantai , tapi ternyata juga bermafaat untuk melintas di jalan beraspal tanpa merusak jalan tersebut.

Tapi tidak hanya itu , kekhawatiran akan bobot MBT yang kan merusak jalan -jalan di indonesia juga sebenarnya tidak beralasan.  sesuai ulasan panglima TNI di DPR baru - baru ini , sebagian besar daerah menentukan kelas jalanan sebagai kelas I dan jalan Kelas II , Dimana Muatan Sumbu Terberat (MST) dari jalan kelas 1 diijinkan lebih dari 10 ton. kelas 2 maksimal 10 ton.

Bobot Leopard 2A6 dibagi dengan 7 sumbu roda bogiewheel yang menjejak tanah sehingga didapatkan hasil 62,3 ton dibagi 7 = 8,85 ton.

jelas sudah Leopard 2 A6 masih bisa melaju diatas jalan kelas II tanpa merusak jalan, jadi untuk pendapat bahwa MBT akan merusak jalan - jalan di Indonesia , sekali lagi adalah kekhawatiran atau opini tak berdasar. dan bila ada opini lain yang mengatakan bahwa jalan - jalan di indonesia masih banyak yang rusak sehingga kedatangan MBT malah akan memperparah keadaan , yah jangan salahkan MBT yang belum datang bila jalanan di indonesia masih banyak yang rusak.

Lalu mengenai MBT yang dicurigai tidak akan bisa melalui jembatan - jembatan di indonesia , dari presentasi yang sama juga diketahui bahwa hal ini tidak akan menjadi masalh yang ber arti.

Mengambil dasar aturan dari surat Edaran Dirjen Perancangan dan persyaratan Teknis Jembatan Rangka  Baja Tahun 2007 , disitu disebutkan dua kategori jembatan yaitu :
- Jembatan kelas A, Lebar 7 Meter ditambah 1 meter  untuk trotoar ( kanan dan kiri).
- Jembatan Kelas B, Lebar 6 meter ditambah 0,5 meter untuk trotoar ( Kanan dan kiri).

Dengan panjanga kedua kelas jembatan tersebut  antara  40 hingga 60  meter , mengambil contoh jembatan kelas B dengan spesifikasi Lebar 6,5meter dengan panjang  40 meter dengan perhitungan beban terbagi rata ( BTR) dalam arah memanjang maka digunakan rumus dari edaran tersebut sebagai berikut :
                                              q=8,0(0,5+15/L)k Nm2
Dimana q = Intensitas Beban Terbagi Rata (BTR)
            L = Luas Jembatan  
dari sini bisa didapat hasil :
a. untuk BTR jembatan     q=8,0( 0,5+15) : (6,5 x 40) = 4,46k Nm2

b. Untuk BTR Tank dengan rumus : (Berat x gaya grafitasi ) : (Luas Jembatan)  
  
                                     q=(62x10) : (6,5 x 40) = 2,38k Nm2

Dari perhitungan dalam paparan diatas , jelas terlihat bahwa BTR sebuah MBT masih di bawah  BTR jembatan kelas B sehingga masih sangat mungkin untuk melintasi  jembatan tersebut.

Tetapi tidak semua jembatan -jembatan di indonesia  sesuai standar kelas - kelas itu? mungkin akan timbul argumen seperti ini yang bisa di jawab dengan :
- Bila jembatan yang akan dilalui ternyata konstrucksinya lemah dan atau terlalu tua maka MBT sama sekali tidak perlu melewati jembatan karena bisa melintasi dasar sungai tersebut atau yang dikenal dengan sebuta FORDING  hingga kedalaman maksimal 1,2 meter  ( Tanpa persiapan)  hingga 4 meter ( bila menggunakal sorkel)
- Bila kedalam sungai lebih dari 4 meter akan tetapi lebarnya kurang dari 27 meter , bisa digunakan  kendaraaan bridge Layer buat memasang jembatan on site.
- Bila sunganya lebih dalam dari 4 meter dan lebih lebar lagi , bisa menggunakan rakit  atau jembatan ponton.
                           JADI ? APA MASLAHNYA? SO WHAT GITU LO ?

MBT Boros bahan bakar , hanya akan menghabiskan stok solar dan jatah bahan bakar buat TNI hanya 10 liter per hari.

Betul..MBT dan rata-rata kendaraan tempur militer lain apapun tipenya, sangat boros bahan bakar bila dibandingkan dengan kendaraan sipil.  Dalam kasus leopard 2 , dengan kapasitas penuh tangki bahan bakarnya sebesar 1200 liter, jarak tempuhnya hanya 550 km. Tapi membandingkan kendaraan tempur dengan kendaraan sipil dalam hal konsumsi bahan bakar tanpa mengindahkan perbedaan fungsi keduannya adalah sebuah "logical fallacy" dan argumen yang dibuat buat.  Soal stock solar yang di takutkan akan jadi korban .
Mesin-mesin yang digunakan untuk MBT modern, rata-rata bisa mengkonsumsi mulai dari solar, bensin, avtur, minyak tanah sampai minyak goreng.  Ini sudah menjadi hal yang baku dalam merancang bangun sebuah MBT di negara manapun.  Jadi tidak soal bila stock solar menipis..

Memindah midahkan MBT kepulau pulau lain dan bahkan dari pangkalannya dari pelabuhan adalah hal yang sulit.

Jawabannya adalah : TANK TRANSPORTER baik itu dalam bentuk trailer yang di tarik truck atau gerbong kereta api kusus , digunakan untuk memindah mindahkan tank dari satu tempat ketempat lain secara cepat tanpa harus menjalankan tank tersebut langsung di jalan raya.  Hal ini bertujuan selain untuk menghemat bahan bakar yang digunakan tank , juga memperpanjang usia pemakaian dan mengurangi keausan suku cadang  tank - tank tersebut agar bisa tetap dalam kondisi prima manakala keadaan membutuhkan.

Untuk pergerakan antar pulau , TNI AL sejak beberapa tahun lalu memiliki tidak cuma satu, tetapi 4 buah kapal Landing Platform Dock (LPD) kelas makasar yang satu kapalnya bisa memuat +/- 40 kendaraan tempur sekelas Panser Anoa 6x6 atau sekitar 30 an kendaraan tempur sekelas MBT..

Tolak Pembelian MBT karean bisa dan akan dipakai menghadang demonstran


Yang berkata seperti ini itu mungkin kebanyakan menonton video clip tragedi Tiananmen tahun 1991 lalu atau peristiwa pergolakan di mesir dan negara-negara timur tengah lainya baru baru ini , dan herannya alsan yang sama sebelumnnya dikemukakan juga oleh anggota partai oposisi belanda yang menolak penjualan leopard ke indonesia ( Partai kecil , btw , bukan mayoritas parlemennya)


di KOMISI 1 juga penolakan dilontarkan oleh wakil ketua K1 TB hasanudin ( Padahal dia mantan pejabat TNI) maklumlah dah masuk paratai.


LSM-LSM entah titipan dari negara mana .. mereka menolak rame rame kedatangan MBT.


Di era orde baru ABRI atau TNI masih dwifungsi ABRI yang di emban waktu itu , tapi sekarang dengan adanya repformasi di tubuh TNI , TNI kembali ke fungsinya sejatinya sebagai kekuatan pertahanan negara.


isu isu ini dihembuskan hanya untuk menjegal modernisasi alutsista TNI.


TNI dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat masa .... menindas rakyatnya sendiri pake MBT.


terahir dari Admin indonesia defence ayoo kita dukung modernisasi alutsista TNI dan SDM nya ...

WELCOME TO INDONESIA MBT LEOPARD

sumber : Majalah Defender EDISI 56 2012( Majalah Teknologi Taktik Pengetahuan Militer)
Diketik kembali  Oleh Admin Indonesia defence

 


90 komentar:

Anonymous said...

siTB belajar lagi dulu sono pelajaran FISIKA SMA, biar tambah pinter. jgan jadi siTuBego terus...

Anonymous said...

wah bner2 cmerlang pnjelasannya....

Hitong said...

Wah...artinya apa yang digembor-gemborkan oleh T.B. Hassanuddin selama ini yang menyatakan bahwa dari aspek apa saja MBT tidak cocok dengan kondisi geografis di Indonesia tidak benar. Bapak T.B. Hassanuddin mungkin sudah lupa pelajaran Fisika seperti yang diulaskan di atas jadi... Hehehe...tidak apa-apa... Moga aja bung Admin mengirimkan tulisan ini langsung ke T.B Hassanuddin dan seluruh anggota komisi I DPR agar tidak berkoar-koar lagi mengenai pengadaan MBT untuk TNI AD. Bravo TNI...n Indodefense... Goooooodddd.....gooooodddddd.....!!!

Anonymous said...

Good Share...5 jempol...:)seperti membuka tumpukan buku dalam lemari...Thanks so much...

Anonymous said...

iya tuch,malu malu in aja...bisanya ngomong doang suruh balik ke TK aja kata alm.Gus Dur

Anonymous said...

Bila para penentang kebijakan pembelian alutsista MBT Leopard itu paham akan ilmu fisika seperti yang diulas admin,mungkin tidak ada keraguan lagi untuk memboyongnya sebagai arsenal garda terdepan Monster Lapis baja NKRI...karena itu adalah teori terapan ilmu pasti Science yang secara cermat sudah pasti...FISIKA.. Science is the Future..The Beautiful Mind...

Anonymous said...

TB klo dsuruh bljr gnian mah bilang 'wani piro?' Komisi mulu yg dpkirin...

Anonymous said...

Masuk akabri nyogok sih, jd ilmunya ga nyampe...

bluejungle said...

Saya hanya menyarankan kurikulum mata pelajaran di akademi militer dibenahi, agar selalu mengikuti perkembangan teknologi militer terkini...kecuali komen2 dari para mantan jendral itu ada muatan politis tertentu...

Anonymous said...

si TB kan cuman bisa ngomong kosong alias tong kosong nyaring bunyinya, padahal dia Purn.Mayjen tapi OON alias Goblog ... saya malah heran ini orang jadi Mayjen nya beneran asli dari kemampuan dia berstrategi atau nyogok ya, pantesan aja ga ngerti sifat MBT ... aduh negara ini semakin kacau kalau benar menjadi Mayjen saja mesti nyogok, gimana mau maju negara ini, apabila para pejabatnya hanya bisa nyogok utk menjadi pimpinan ... kacau

Anonymous said...

bagi saya pak TB H (dibaca The BeHa) masih (dan selalu) cemikak..
harusnya pak menhan, panglima dan kasad lebih tegas lagi, biar gak selalu diremehkan..so buruan lah datengin MBT ke tanah air..udah capek koar2 terus, MBT gak dateng2..

Anonymous said...

BTH itu orang yang cerdas, dia itu sudah tahu semua hal tersebut. hanya saja yang harus diketahui adalah niat untuk menggagalkan pengadaan mbt itu apa ? politik, uang ataukah yang lain

Anonymous said...

"isu isu ini dihembuskan hanya untuk menjegal modernisasi alutsista TNI"

ini yg lebih cocok menurut saya...
atau juga karna murni politik agar diakhir periode pemerintahan sekarng peremajaan alutsistanya kurang n diperiode kedepan bisa bisa dipake untuk kampanye atau prestasi pengadaan MBT...

saran saya semua anggota komisi 1 diajak dalam latihan dengan unsur2 tank kalo perlu pas latihan gabungan dengan negara lain yg punya MBT...
kalo perlu demonstrasi penghancuran tank lain biar tau itu kehebatan MBT...

biar mereka berpikir lagi kalo menolak kehadiran alutsista yg hebat2 salah satunya MBT...

Anonymous said...

bener banget tuh......urusan pak TB.H, ga usah diurusin lah.....pokoknya MBT harus tetep jalan.....pokoknya "maju terus indonesia"

Anonymous said...

Ground Pressure adalah perhitungan fisika cemen di linkungan Kavaleri,
Mayjen purn inf...udah kagak ngarti songong lagi. dasar asbun...

Anonymous said...

penjelasan yg bagus dan terperinci...jd tau mana yg asal njeplak dan mana yg tong kosong,,,,bravo "indonesia defence"

Anonymous said...

(smart article)..ane setuju gan, bagaimanapun juga TNI harus punya MBT apalagi tetangga kita di selatan mo membangun pangkalan militer kerja bareng sama US di pulau cocos dekat dengan jakarta...TNI maju terus...Bravo indonesia

Anonymous said...

BIASA LAH POLITISI PDI-P, KATANYA PEMBELA WONG CILIK, MONG CILIK BACUTMU,ANTI TB ANTI PDI-P

Anonymous said...

Maaf ketinggalan, emang anggota dpr kita ada yang bisa fisika ya..he..he..he..

Anonymous said...

orang seperti TB HASS,kok, bisa masuk akmil dan lulus ya, semua ulasannya MBT LEO, salah!!saya anak TNI, MBT LEO, BISA DAN COCOK UTK NKRI

Anonymous said...

NB:
#1 masalah jalan dan jembatan: MBT sudah memiliki daerah operasionalnya sendiri, tidak akan dipake di jalan raya tiap hari (memangnya angkot), lagi pula dalam kondisi perang tonase jalan sudah tidak relevan lagi.

#2 di Indonesia banyak rawa, vegetasi hutan sangat rapat dan berbukit-bukit: berapa perbandingan hutan lebat + rawa dibandingkan daratan terbuka di Indonesia? diantara rawa-rawa masih ada tanah yang padat, diantara gunung/bukit masih ada celah, buktinya banyak jalan yang kita bangun di antara rawa atau di celah gunung/bukit, kalau vegetasi hutan yang rapat jagang menyalahkan MBT, semua jenis kendaraan juga tidak akan bisa lewat, masih bicara tank kelas menengah.

#3 jarak tembak horizontal terbuka Leopard 6 km, rata-rata daratan horizontal terbuka Indonesia 1-2 km: so what gitu lho, memangnya musuh akan selalu berada di jarak 6 km? lagi pula itu hanya rata-rata, banyak di indonesia yang lebih dari 6 km.

#4 Indonesia negara kepulauan: dimana masalahnya? dikiranya anggota DPR, MBT Leopard itu segede-gede pulau bali, dimensi Leo itu seukuran truk atau tronton, sederhananya, berapa puluh ribu truk atau tronton yang beredar di jalan-jalan Indonesia, mobile menyebrangi antar pulau, ditambah lagi tank mempunyai daya jelajah yang lebih luas, 1000 Leopard pun tidak cukup untuk mengkover wilayah Indonesia.

#5 MBT vs misil anti tank: kata anggota komisi 1, "lebih baik kita membeli misil anti tank, banyak MBT Israel yang dihancurkan misil anti tank Hizbullah" apalagi tank kelas menengah, katanya lagi "MBT tidak perlu dilawan dengan MBT lebih baik beli misil anti tank yang jauh lebih murah", kalau begitu kita tidak perlu punya pesawat tempur atau kapal perang, sudah saja kita beli misil anti pesawat dan anti kapal perang, setiap komponen pertahanan memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing, MBT tidak akan perang sendirian semuanya akan saling melengkapi, kalau memang jauh lebih murah harusnya kita punya MBT + misil anti tank.

#6 buat apa beli MBT mahal-mahal, tank kelas menengah sudah cukup dan lebih murah: ibaratnya bapak TB ini menyuruh Chris John tinju sama Mike Tyson, mampus itu Chris John !!!

Banyak video dan data di internet tentang MBT Leopard, harusnya anggota Komisi 1 melihat itu, atau yang dibukanya tank top sama rok mini aja kali ya?

Anonymous said...

good....negara pingin maju banyak sekali penghalangnya....malu same tetangge!

joko.astriyanto said...

Bapak TB mungkin bukan luma sama ilmu fisika, tapi dia pake ilmu ekonomi... berapa duit yg bisa dia terima dari makelar alutsista klo bisa dialihkan ke pembelian alutsista yg lain..

Anonymous said...

...yang pada protes itu kan yang gak dapet PROYEK...alesan inilah itulah...gak cocok lah....coba tu mulut orang2 kek gitu disumpel duit proyek...diem juga...

Anonymous said...

TB yang dibahas disini siapa sih si TEBE pemain sinetron islam ktp itu ya..

Anonymous said...

Sudah waktunya kita punya TNI yang kuat dan Mumpuni serta disegani seperti tahun 60'an..Tidak ada salahnya kita mempunyai MBT yang benar-benar diseleksi, diuji, handal dan berfungsi baik untuk mendukung pertahanan negara kita..Cerita dari anggota TNI Kavaleri, mereka suka minder kalo latihan gabungan sama Singapura..Singapura negara kecil tapi punya MBT, sedangkan Indonesia negara Gede tapi cuman punya tank ringan kayak mainan..Tentara Singapura merasa Percaya Diri dan bangga dengan Peralatan Tempur yang mereka miliki..Sedangkan Prajurit TNI merasa minder berat karena peralatan yang sudah tua dan kelasnya kalah sama milik Singapura..Jadi segera bangun kekuatan TNI yang berkualitas tinggi, libatkan seluruh ahli yang memiliki kemampuan baik, jangan abaikan mereka, nanti malah negara lain yang memanfaatkan mereka.

panjul said...

TB hasanudin,orang yg tidak tahu kavaaleri,tp sok tahu soal MBT,maklum dulu dia cuma ngurusin meriam dan mercon bumbung,wajar klo suaranya sember,

panjul said...

TB itu orang gk ngert MBT,dia ukan dr kavaleri,orang ky gitu emang sengaja mau mengebiri kekuatan TNI,tak usah di dengar omongan orang-orang yang pd banyak koment gk setuju,TNI maju terus,beli MBT yang banyak,beli kapal selam sampe kapal induk,beli pesawat tempur modern,masih banyak anak muda yang siap direkrut jadi militer,MAJU TERUS PANTANG MUNDUR,TNI yg pake semua alat tempur,bukan orang yang banyak koment yang pake,MAJU TERUS....

Anonymous said...

T BH itu orang ngawur..alasannya dibuat-buat dan ga ilmiah..waktu sekolah si T BH nilai fisikanya aja jeblok..wkwkwkwkwkwkwkwkwk.. MAJU TERUS TNI KURINDU KEJAYAANMU DILAUT DIDARAT DIUDARA.

Wong Jowo said...

Berbicara mengenai MBT yang meski-pun spesiffikasi yang diperlukan oleh TNI-AD sudah ditentukan, yaitu jenis Leopard -2 A6, perlu kita lirik satu lagi jenis tank, ternyata terbaik di dunia secara mutu, dan kita bisa mengimpornya karena negara pembuatnya telah membuka diri untukf ekspor senjata ke LN. Jenis terbaik saat ini adalah Leopard - 2A7+, dan sekarang dikalahkan oleh Mitshubishi HI - Type 10 atau yg disebut Hito-maru-shiki-sensya. Debutnya di tahun 2011, pemerintah Jepang sudah menerima tank jenis terbaru ini. Harganya tidak jauh dg harga Leopard - 2 A7+. Kita perlu tank jenis ini, paling tidak Indonesia harus memiliki 20 - 25 buah jenis tank Hito-Maru ini.

Semoga di dengar, karena proses PROCUREMENT nya masih belum final. Bisa ditambahkan dana untuk MBT - Hito Maru ini. Alasan: Sebentar lagi Leopard 2 - A6 sudah OBSOLETE, sementara kita harus terus mengikuti yang terbaik.

Wong Jowo said...

Tank Mitshubishi Heavy Indystries Type Hito - Maru / Type 10 ( Hito-maru-shiki-sensya ). In service by Japan Self Defence : from the the end of 2011. Lebih canggih dari Leopard 2 - A7+ > Berat maximalnya cuma : 50 TON, Full Computer Aided/ Semi/ manual Firing system (sistem penembakan tank paling tepat di dunia), kecepatan 70 km/ jam dg full load.

Ini kami sarankan untuk diteliti dan dipertimbangkan juga. Untuk team PROCUREMENT TNI, cobalah dekati Jepang, karena mereka mulai tahun ini ingin eksport senjatanya

D'Satyagraha said...

Setuju dgn pembelian MBT Leopard.
Daripada uang2 pajak disikat maling pajak hingga ratusan trilyun lebih baik dibelikan alutsista modern utk TNI.
Mgkn bapak TB jg pingin kebagian uangx kali ya.
Kalau perlu beli punya Belanda 2A4 & 2A6 dan beli dari Jerman 2A7 plus TOT.

Pokoke yg keluar dr mulut DPR sdh mulai tdk dpt dipercaya. Institusi ini kan marak korup. Maling kok teriak maling.

D'Satyagraha said...

Sangat setuju dengan pembelian MBT Leopard eks Belanda. Kalau bisa ditambah dg MBT dr Jerman dg Leopard versi 2A7+ plus TOT.
Saya tidak sependapat dgn komisi I DPR. Apalagi jika diperkuat dgn argumen diatas maka seharusnya komisi I tdk perlu lagi byk memberikan alasan yg tdk masuk akal.

Anonymous said...

TB emang salahsatu dari 10% orang indonesia yg gak mau maju. Sudah waktumya Indonesia bangkit menjadi macan Asia

panjul said...

kayanya DPR harus tambah KOMISI dari yang ada,yaitu KOMISI NADAH TANGAN buat melengkapi komisi yang ada,atao emang kurang kerjaan di DPR,selalu teriak2 soal alutsista yang mau dibeli TNI,alutsista lama masih dipake TNI DPR nyanyi,TNI pengen alutsista baru dan modern malah diteriaki,ada kapal dan pesawat asing nyusup,teriak lagi ke TNI,klo gak ada yang diteriaki,akhirnya treiak lagi minta naik gaji,tunjangan ini itu,mungkin nanti yang terakhir orang DPR past minta ditunjang(tabrak dan digilas)MBT TNI sampe gepeng biar dianggap pahlawan....

Anonymous said...

Semuanya sudah terjawab, coba bapak-bapak DPR yang Korupsi ini maluuuu ngebaca nihhh blog...

Mau ditaruh dimana muka NKRI cobaaaa, Negara2 ASEAN sudah pake MBT T50-T80, PT91, Leopard bahkan jumlahnya mencapai 200 Tank...

Beda dengan Indonesia yang masih menggunakan tank2 tua kelas Medium Light Tank seperti Tank Scorpion tahun 1960an

Tank Indonesia sekarang 10 : 1 Tank negara tetangga yang bisa menghancurleburkannn dalam sekali tembak dari jarak jauhhhhh.....

Anonymous said...

Selain "ANGGOTA DPR PENGHIANAT NKRI" mau dianggap apalagi cobaaaa....

maspanji said...

kalau Belanda mau loakan armada Leopard uzur kita jangan terus loncat dan terkam saja toh harganya tidak murah, karena sistim perang modern dengan terobosan tank model blitzkrieg sudah lewat dan MBT hanya jadi sasaran empuk helikopter serbu modern/tank killer dan pesawat jet subsonic dan artillery pinter oleh karena itu AS punya divisi kavalery udara atau AirCav Division dengan dedikasi khusus kontra kavaleri dengan helikopter serbu Apache yang serbaguna.Tambahan lagi MBT ini sangat rentan terhadap rudal anti tank infantri seperti yang dialami Israel pada perang Yom Kippur ditahun 1973 degan Mesir dan perang "pelajaran" dengan Hizbullah di Lebanon Selatan baru2 ini dan Israel mendapatkan pelajaran pahit dan sekarang mereka belajar dan mengubah taktik dengan Gerilya Anti Gerilya (GAG)oleh pasukan khusus dan salah satu jenderal mereka yang pernah ikut dalam mendisain MBT Merkava yang artinya Gerobak Dewa/ Chariot of God bilang MBT sudah tidak relevan lagi dalam perang modern karena lamban dan logistiknya ruwet ( cumbersome)dan menjulukinya " tong maut " untuk tank crews.Dan MBT dinegara yang belum dewasa kebanyakan digunakan tentara untuk menggertak pemerintahnya sendiri dan menumpas perlawanan protes rakyat dan mahasiswa seperti yang terjadi di Tian An Men Square di Beijing ditahun 1986.Jadi DepHan dan TNI sebaiknya meninjau kembali pemilihan MBT Leopard bekas Belanda ini dan kita jangan mudah "diempoki" dan terkesima oleh produk yang sudah usang atau obsolete dan memboroskan dana yang tidak kecil dan kita harus berunding dari sisi pintar, dana ini sebaiknya digunakan untuk menyempurnakan RanPur produksi Pindad dengan sistim penggerak ,komunikasi, penginderaan dan persenjataan yang canggih kerjasama dengan LIPI, LAPAN, LEN dan Universitas Negeri Utama (UI, ITB, UGM, ITS dan Unair)dalam rangka mencerdaskan dan memandrikan bangsa dan tidak menjadi negara pelanggan (client state)seperti yang tertulis dalam lagu kebangsaan kita, " banunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya " dan tidak menjadi Eksportir Besar TKI dan menjadi lecehan internasional, terima kasih.

maspanji said...

Tambahan, kalau memang NKRI mau mengambil jalan pintas dan efektif kita harus mengikuti cara Bung Karno dalam upaya Trikora ditahun 1962 dimana alutsista TNI dirancang oleh Marsekal Voroshilov dari Uni Soviet yang dikirim oleh PM Kruschev untuk membantu pemerintah RI dan dilengkapi dengan dengan sistim tempur modern Uni Soviet pada waktu itu dimana TNI AL punya sista udara sendiri seperti bomber IL-28 untuk memayungi kapal perusak berat KRI Irian dan TNI AU dengan jet tempur modern MIG 21 serta bomber jarak jauh TU 16 dan TNI AD dengan sistim mechanized infantry battalion dan ArMed dan ArHan Ud modern menurut jamannya pada waktu itu. Bahkan TNI dijuluki sebagai salah satu kekuatan militer terkuat dibelahan bumi selatan yang sangat disegani oleh negara sekitar dan calon musuhnya, jadi kita harus belajar banyak dari Bung Karno dimana kalau kita nggak mau ngembek sama Rusia, RRC dan AS kenapa tidak kerjasama dengan Perancis ? yang sistim pertahanannya sangat modern dan at par dengan negara adikuasa lainnya dengan syarat alih teknologi dan tidak pake cara tambal sulam dan gado gado, lalu kita berikan pakta non agresi kepada semua tetangga kita supaya mereka tidur nyenyak walaupun mereka tidak memintanya,setelah itu kita bisa memusatkan perhatian untuk membenahi dan menyempurnakan sistim pendidikan, kesehatan,kesejahteraan sosial dan pertahanan dan ketahanan nasional kita.

nunul said...

Pertahanan yang terbaik adalah kemampuan untuk menyerang dengan kata lain menghancurkan musuh di wilayahnya sendiri jauh lebih baik daripada menunggu musuh masuk ke wilayah kita baru di lumpuhkan. TNI harus selalu mengikuti perkembangtan teknologi dan membperbaiki doktrin perang. karena itu pembelian MBT sekelas tank leopard 2A6 sangat mutlak diperlukan. Maju terus TNI.

nunul said...

kemampuan tempur MBT leopard2 memang luar biasa. TNI AD harus selalu meng update peralatan tempurnya agar selalu unggul di medan perang. Ingat pertahanan terbaik adalah kemampuan ofensif kita pada musuh. tidak menunggu musuh masuk baru kita lumpuhkan tetapi kita melumpuhkan dan menghancurkan musuh sblm masuk wilayah kita bahkan di wilayah mereka sendiri. Bravo TNI AD Bravo NKRI

maspanji said...

MBT Leopard ini sebetulnya belum teruji di medan tempur secara nyata, sebelum menjadi Leopard pendahulunya adalah Tiger diwaktu PD II yang dianggap sebagai tank terbaik oleh Jerman dan diandalkan oleh Hitler untuk mengalahkan Uni Soviet tetapi ternyata performanya sangat mengecewakan,tank ini banyak menjadi korban tank T34 Soviet yang lebih ringan dan gesit serta lebih cepat karena lebih kecil tetapi mempunyai kanon 80 mm yang mampu menembus baja lapisan Tiger (yang jauh lebih tebal )di pertempuran Stalingrad, juga banyak dihancurkan oleh tank Sherman Amerika di pertempuran Bulge dan juga oleh tank Centurion Inggris diEl Alamein dimana Afrika Korps Rommel dihancurkan oleh Montgomery. Menurut perhitungan diatas kertas Tiger jauh lebih unggul dibandingkan dengan tank pihak Sekutu yang lebih kecil ( Sherman, Centurion dan T 34 )tetapi Tiger menjadi korban keunggulannya sendiri karena besar dan berat karena harus membawa kanon yang lebih besar, ibarat burung albatross duel dengan burung falcon yang lebih kecil dan lincah. Hendaknya pemerintah dan TNI mengkaji kembali pembelian Leopard bekas Belanda ini dengan pertimbangan kalau Belanda sendiri ingin membuangnya kenapa kok kita harus memungut dan membelinya (tidak murah)? lagian kalau barang bekas nilainya harus sesuai dengan depresiasi jadi kesimpulannnya janganlah membeli untuk sekedar punya dan pamer karena tetangga pada punya ( T 90 Rusia jauh lebih cepat dan ampuh karena profilnya lebih rendah dan slope/lerengnya lebih baik dari Leopard yang serba vertikal ).

Wong Jowo said...

Setuju dengan ulasan yang cukup bertanggung jawab dari rekan"maspanji", seyogyanya eforia khususnya dari para petinggi TNI dan DEPHAN tentang pengadaan alutsista TANK BERAT ini perlu di redam, ditenangkan, pikir masak masak dengan "kedewasaan" sebagai SERDADU profesional, tanpa mengumbar hawa nafsu bersama anggota DPR komisi I yang kesannya cuma ingin NGELENCER ke EROPA dan AFSEL. Coba, banyak orang sipil yang berpengetahuan "scientific military logistics", kenapa tidak dibuka kesempatan untuk rakyat yang "berpengetahuan" ini menyampaikan pendapatnya, karena mungkin ada satu atau dua temuan yang belum diperhitungkan atau bahkan diluar perhitungan PARA AHLI di PROCUREMENT (= PENGADAAN) alutsista TNI ini.

Ulasan "maspanji" mengingatkan kita semua untuk "cerdas" di dalam pengadaan alutsista ini. Mbok ya dipelajari dulu, semua produk di dunia ini tentang TANK BERAT ini. Yang penting harus super lincah dan ketepatan menembak peralatannya yang sangat akurat, tahan getaran tinggi yang sifatnya terus menerus, dan dibekali peralatan counter attack yang bersifat siluman (ini Rusia ahlinya),. Kalau beli harus minta FULL Spec, tidak ada yang dikurangi, sama dengan yang digunakan untuk militer dari negara produsennya sendiri.

Sekian semoga para anggota DPR komisi I ini lebih mengutamakan kepentingan rakyat. kalau tidak mampu, ya mundurlah, jangan berkesan aji mumpung. Jabatan anda (> anggota DPR komisi I)cuma sebentar, jangan sampai nanti ketika pensiun anda anda akan dijemput penyakit akibat perbuatan anda yang tidak bertanggung jawab itu.

Anonymous said...

T 95....

Anonymous said...

Beli MBT serbia aja bisa TOT lumayan bagus harga lebih murah bisa dapet 150 MBT dan kita bisa buat sendiri mau 500 MBT juga bisa asal ada duitnya ibarat mobil ala american muscle yang berat dan boros seperti mustang lawan evo 10, 11 atau 12 kecil kenceng tapi lincah ha..ha..ha..

Anonymous said...

si TB itu ngomongnya asal ngelantur..apa yg dijelsin fakar fisika kita ini memang benar adanya,karena saya juga pernah mengalami kejadian tentang cara menjalankan kendaraan berat walaupun bukan tank tapi eskapator..itu jelas dengan teri yang teman kita bilang ini..tidak ada masalah,...cuma si TB itu kayak nya yg pnya mslh...majulah TNI...KAMI RAKYAT SIAP MENDUKUNG KEMAJUAAN TNI.....

maspanji said...

Masalah pertahanan bukan monopoli tentara atau kementrian pertahanan tetapi adalah kewajiban setiap warganegara yang tinggal dan hidup diwilayah negara kedaulatannya karena kedua lembaga tersebut terdahulu selalu menjadi sasaran penghancuran agresor yang biasanya selalu lebih kuat dengan sista udaranya ( artileri terbang ) contoh soal seperti yang terjadi di Yugoslavia dan Irak atau Libya dimana tentara ketiga negara tadi dihancurkan dengan cepat meskipun ketiga negara tersebut mempunyai armada MBT yang jauh lebih banyak dari kita tetapi sistim ArHanUdnya sangat lemah dan tidak efektif, jadi untuk menumpulkan ancaman calon agresor pemerintah harus membentuk dan menyiapkan pasukan cadangan (milisi)dalam jumlah besar seperti yang dilakukan oleh pemerintah Venezuela dengan membentuk 100 000 milisi dan mempersenjatai mereka dengan senapan serbu Kalashnikov terbaru dari Rusia dan dalam konteks Indonesia kita sudah bisa mandiri dalam masalah ini karena kita tidak perlu membelinya dari luar negeri. Dari anggaran untuk pembelian MBT TNI AD pemerintah sebaiknya menggunakan dana tersebut untuk membentuk 4 resimen rudal anti tank dan rudal ArHanUd modern untuk TNI AD dan Korps Marinir TNI AL dan meningkatkan kemampuan antitank disetiap Brigif Linud Kostrad karena pasukan ini sifatnya ringan tetapi mempunyai mobilitas tinggi dan mudah dipencar apabila terjadi serangan mendadak dan sulit dideteksi karena sifat mobil tadi, sedangkan MBT sulit untuk dipindah dengan cepat karena berat dan lamban dan selalu menjadi korban pertama. Pasukan rudal antitank modern yang dilengkapi dengan radar kecil portable dengan sistim pulsa digital atau radar passif cukup membikin sulit calon agresor karena sulit untuk dilacak dan dihancurkan dengan rudal pencari sinyal radiasi (HARM). Karena Indonesia adalah negara kepulauan (archipelago)titik berat pertahanan tentunya dijuruskan kepada pertahanan wilayah maritim dengan melengkapi TNI AL dengan sista udara tersendiri disetiap komando armada dengan pesawat jet serbu yang dilengkapi dengan rudal jelajah anti kapal atau melebur TNI AU kedalam TNI AL ( ini tentunya membutuhkan dialog nasional dan referendum )atau mengubah TNI menjadi Tentara Pertahanan Indonesia atau Indonesian Defense Forces sehingga persaingan atau favoritisme antar angkatan bisa dihilangkan dan tetangga kita bisa tidur nyenyak ( Singapore, Brunei, Timor Leste dan Papua Nugini )karena postur TNI yang bersifat pertahahan nasional hal ini memudahkan serta melancarkan manejemen tempur apabila terjadi serangan mendadak yang kemungkinannya kecil tetapi nyata. kita tidak usah risau dengan Singapore atau Malaysia yang punya puluhan MBT ( mau dipakai nyerbu siapa? )karena masalah logistik yang tidak mudah disamping itu misalnya Pindad tentunya sudah bisa bikin rudal bakar antitank ( rudal napalm )untuk pasukan infantri ( kalau sulit dihancurkan dengan peledak MBT mudah dilumpuhkan dengan cara dibakar ) nah setelah ngelantur yang terpenting daripada masalah pertahanan nasional ini adalah perberdayaan SDM nasional kita dengan sistim pendidikan yang handal seperti yang dipaparkan oleh mantan MenHan Yuwono Soedarsono bahwa jumlah S3 Indonesia ( multi disiplin )belum mencapai 1 % dari total populasi NKRI diiringi dengan penghapusan korupsi dari budaya nasional sehingga kita tidak menjadi objek lecehan tetangga gurem kita. Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya!.

ARI PERMANA said...

TB Bego.. ngga ngerti Fisika

Anonymous said...

Maaf saya sipil bukannya mau membela salah satu angkatan bersenjata kita tetapi melihat sejarah masa lalu dimana belum ada pesawat terbang armada laut kita entah jaman kerajaan sriwijaya atau majapahit sangat disegani sedangkan pada nasa kerajaan islam ( maaf bukan bermaksud sara ) yang mengandalkan tentara daratnya sangat mudah dipecah belah kekuatan armada laut terakhir yang kuat adalah ketika kerajaan demak membantu samudra pasai melawan portugis yang dan sekarang tentunya armada udara dan laut dengan kapal2 rudal, kapal2 induk helikopter atau tempur entah harrier atau yang lainnya walaupun demikian

Anonymous said...

suruh sekolah lagi tuh si TB Paok tu...

Anonymous said...

dibeli semua aja, pake duit APBN yang bocor diatas 40% itu, daripada duit cuma dipake logistik pemilu 2014, tar kampanye partai dibiayai negara aja biar ada pertanggung-jawabannya, kalo para anggota DPR menolak ide-ide kayak gini ya wajar aja, mereka kan hidupnya di jakarta dan di kantor apartemen mewah, nggak tau susahnya saudara-saudara yang diperbatasan....saudara semua, lihatlah bagaimana kebijakan-kebijakan di negeri ini dibuat....standarnya selalu dan hanya di JAKARTA... seolah-olah Indonesia itu hanya Jakarta....beri rasa aman bagi rakyat, salah satunya dengan militer yang kuat

Anonymous said...

kok teori terus...........
dipraktekkan dong..........

sama dengan kasusnya MANPAD GROM Polandia
disana jago tembak dan tepat sasaran
tapi ketika di Indonesia 100% meleset
ALASANNYA : KONDISI DI POLANDIA BERBEDA DENGAN INDONESIA (KARENA PANAS)

Yaah dari pada berpolemik, mending kita tunggu aja si Leopard, kalau nanti susah dipakai, yang penting TNI punya mainan yang benar2x baru

Bravo TNI......, YESS

Anonymous said...

Bener mas, seringkali teori itu ketika di praktekkan dilapangan akan berbeda, contohnya saja kalau kita belajar berenang tapi hanya teori saja, tapi ketika dipraktekkan di kolam renang yang terjadi adalah "gaya batu" he..he..he

contoh lainnya kita belajar mengemudi tapi hanya teori saja, nanti kalau praktek dijalan kasihan tuh warteg 2x pinggir jalan..disruduk

pentolangondes bromocorah said...

KILL ALL THE JEWS AND GENOCIDE ALL THE JEWS AROUND THE WORLD KILL ALL THE JEWS AND GENOCIDE ALL THE JEWS AROUND THE WORLD KILL ALL THE JEWS AND GENOCIDE ALL THE JEWS AROUND THE WORLD. ADOLF HITLER SAID I LEFT SOME OF JEWS FOR YOU TO KNOW HOW DANGEROUS THEY ARE FOR THE LIFE OF ALL HUMAN KIND IN THE UNIVERSE. THE JEWS ARE TOTALLY A LETHAL PEST FOR THE LIFE OF ALL HUMAN KIND IN THE UNIVERSE.
"ICH KONNTE ALL DIE JUDEN IN DIESER WELT ZU ZERSTOREN, ABER ICH LASSE EIN WENIG DREHTE-ON, SO KNNEN SIE HERAUSFINDEN, WARUM ICH SIE GETOTET"
"I COULD DESTROY ALL THE JEWS IN THIS WORLD, BUT I LEAVE A LITTLE OF LIFE, THAT YOU WILL BE ABLE TO FIND OUT WHY I KILLED THEM."

"BISA SAJA SAYA MUSNAHKAN SEMUA YAHUDI DI DUNIA INI, TAPI SAYA SISAKAN SEDIKIT YANG HIDUP, AGAR KAMU NANTINYA DAPAT MENGETAHUI MENGAPA SAYA MEMBUNUH MEREKA."

pentolangondes bromocorah said...

KILL ALL THE JEWS AND GENOCIDE ALL THE JEWS AROUND THE WORLD KILL ALL THE JEWS AND GENOCIDE ALL THE JEWS AROUND THE WORLD KILL ALL THE JEWS AND GENOCIDE ALL THE JEWS AROUND THE WORLD. ADOLF HITLER SAID I LEFT SOME OF JEWS FOR YOU TO KNOW HOW DANGEROUS THEY ARE FOR THE LIFE OF ALL HUMAN KIND IN THE UNIVERSE. THE JEWS ARE TOTALLY A LETHAL PEST FOR THE LIFE OF ALL HUMAN KIND IN THE UNIVERSE.
"ICH KONNTE ALL DIE JUDEN IN DIESER WELT ZU ZERSTOREN, ABER ICH LASSE EIN WENIG DREHTE-ON, SO KNNEN SIE HERAUSFINDEN, WARUM ICH SIE GETOTET"
"I COULD DESTROY ALL THE JEWS IN THIS WORLD, BUT I LEAVE A LITTLE OF LIFE, THAT YOU WILL BE ABLE TO FIND OUT WHY I KILLED THEM."

"BISA SAJA SAYA MUSNAHKAN SEMUA YAHUDI DI DUNIA INI, TAPI SAYA SISAKAN SEDIKIT YANG HIDUP, AGAR KAMU NANTINYA DAPAT MENGETAHUI MENGAPA SAYA MEMBUNUH MEREKA."

pentolangondes bromocorah said...

KILL ALL THE JEWS AND GENOCIDE ALL THE JEWS AROUND THE WORLD KILL ALL THE JEWS AND GENOCIDE ALL THE JEWS AROUND THE WORLD KILL ALL THE JEWS AND GENOCIDE ALL THE JEWS AROUND THE WORLD. ADOLF HITLER SAID I LEFT SOME OF JEWS FOR YOU TO KNOW HOW DANGEROUS THEY ARE FOR THE LIFE OF ALL HUMAN KIND IN THE UNIVERSE. THE JEWS ARE TOTALLY A LETHAL PEST FOR THE LIFE OF ALL HUMAN KIND IN THE UNIVERSE.
"ICH KONNTE ALL DIE JUDEN IN DIESER WELT ZU ZERSTOREN, ABER ICH LASSE EIN WENIG DREHTE-ON, SO KNNEN SIE HERAUSFINDEN, WARUM ICH SIE GETOTET"
"I COULD DESTROY ALL THE JEWS IN THIS WORLD, BUT I LEAVE A LITTLE OF LIFE, THAT YOU WILL BE ABLE TO FIND OUT WHY I KILLED THEM."

"BISA SAJA SAYA MUSNAHKAN SEMUA YAHUDI DI DUNIA INI, TAPI SAYA SISAKAN SEDIKIT YANG HIDUP, AGAR KAMU NANTINYA DAPAT MENGETAHUI MENGAPA SAYA MEMBUNUH MEREKA."

Anonymous said...

Dulu, jaman Orde Lama kita miskin. Tapi dihormati dan diperhitungkan. Itu karena politik luar negeri piawai dan didukung oleh angkatan bersenjata kita yang kuat. Sekarang kita dilecehkan tentara ketoprak negara tetangga karena angkatan bersenjata kita hanya mempunyai persenjataan tua. Walaupun saya yakin, kemampuan dan nyali individu prajurit TNI kita diatas mereka. Sekarang TNI sudah mulai berbanah diri, tinggal para diplomat kita di luar negeri, apakah juga sama langkahnya? jangan2 masih kayak SPG, cuma buat digodain doang....!!!

Anonymous said...

DPR tuh maunya klo negara laen mo nyerang negara kita, TNI cukup lawan pake toilet ama kursi buatan luar negeri . . . . . .

Anonymous said...

Admin.tulisan anda sangat bagus.mungkin TB hasanudin hanyalah oknum mantan militer yg bodoh,shg tidak tau sama sekali tentang MBT,mungkin juga dulu masuk militer karena nyogok juga.

joko said...

jayalah TNI ku jayalah INDONESIA

joko said...

apalagi ditambah TV ONE dan METRO TV, paling seneng dia mempropaganda merong rong negara kejelekan negara padahal 2 metro tv tersebut pengen ikut pilpres mendatang abu rizalbakrie ngurusin lapindo aja blm beres, surya paloh jenggot aja di brewokin kayak jembut aja.

Anonymous said...

si TB gak bisa mikir

Anonymous said...

saya kalau liat calon-calon Presiden mendatang "SANGAT NGERI", karena JELAS-JELAS mereka itu bermasalah, khok malah jadi calon Presiden ???, mau jadi seperti apa negri ini nanti ???

ADMIN INDOJOBFAIR said...

Artikelnya bagus juga, komentar balik ya di blog saya www.indojobfair.com

Anonymous said...

kita harus maklum komentar miring mengenai tank cnaggih ini dari anggota DPR ( tolol ini ) atau dari LSM, karena mereka di bayar toh...? dibayar untuk keluar asbun , mirip pengeras suara , mereka nggak punya otak untuk itu, jadi nggak usah khawatir, biarkan mereka jadi bahan ketawaan orang orang yg sadar kayak kita.....salam dari jauh...

Anonymous said...

Leo 2a6 itu salah satu tank berat terbaik dunia saat ini.. Bahkan lebih bagus dari abrams yang dipake AS seliweran di irak.. Satu satunya tank yang lebih bagus ya tank merkava israel, tapi bisa bisa rakyat rusuh kalo kita beli ya..
Setuju dengan pengadaan leopard.. Biar agak mahal kalau kualitas terbaik manfaatnya jauh lebih besar.. Dibanding beli tank polandia ukraina atau apapun itu, harga murah tapi kualitas ecek ecek.. Bisa bisa diketawain tetangga pula kita.. Doyannya barang ecek ecek

Anonymous said...

Se-7....kita beli alutsista untuk perkuat TNI agar Indonesia tidak ada yang berani merong-2. Biar kita makan rumput sekalipun yang penting Indoneia punya tentara yang perkasa. Sikat angota hewan di Senayan dan lsm-2 pengkianat yang ingin TNI menjadi lemah...!

JustinNews said...

Wah gimana kita akan memperbarui persenjataan TNI? Punya rencana beli Leopard aja komentar bodoh banyak. Apa harus di acak-acak Malaysia dulu kita baru beli? Aneh! Ingat dihitung perkilometer pertahanan kita itu terlemah di dunia. Nha apa kata dunia? Makanya Malingsia berani nginjak2 harga diri kita. Karena tau pertahanan kita lemah! Mana harga diri kita?

http://nicepapa.blogspot.com said...

klo masalah batlle propen leo ntar nunggu waktu aja...ntar klo dah temu ma pt90 malesia di perbatasan,siapa yg amblesh ato turetnya copot duluan..komen boleh2 aja tapi jangan ASAL..

Anonymous said...

kalau saya lebih suka beli 2 jenis :
50 unit tank Leopard + 50 unit tank T-90 Rusia
Karena Jerman juga sama dengan Inggris dan si Licik Belanda, karena mereka semua sangat cerewet dalam menggunaan, Ingat waktu Kisruh Aceh, Jerman terang terangan menolak kapalnya digunakan di Aceh

Anonymous said...

yang krusial dan didepan mata, malaysia dah gelar t91 dibalik bukit kalimantan, mau kirim scorpion buat nandingi??? konyoll

Anonymous said...

Anggota Dewan yang( katanya ) terhormat.. ( Pliss deehh.. ) berkoar - koar tidak setuju karena kaga' dapet bagian/fee dari pembelian LEOPARD ini. coba deh disurvei ke masyarakat tentang tingkat kepercayaan masyarakat terhadap anggota Dewan ini berapa persen sih .??
Setuju dengan TNI. perbaharui terus ALUTSISTA kita. Bila perlu beli sebanyak mungkin..saya ikhlas jika uang pajak yang saya bayarkan dipergunakan untuk memperkuat ALUTSISTA kita..
BRAVO TNI, BARVO INDONESIA KU..

Anonymous said...

TB = Tambah Bonus.....nah setelah si TB dpt tambah-an bonus baru dia meng-ijinkan beli MBT......si TB tuh dari partai apa to ? oh iya dulu wkt memerintah dg enak nya jual Indosat, jual pasir laut (ke singapura), jual Texmaco, semuanya dijual murah...tdk ada lagi milik bangsa yg gak di jual pada masa partai nya TB memerintah.

Anonymous said...

Kesimpulannya sederhana sekali: Anggota DPR yang sok nolak itu, bodohnya gak ketulungan....heran, kerbau-kerbau itu kok bisa jadi wakil rakyat yah...

Anonymous said...

Cape deh, TV ONE coba baca komentar disini termasuk TBH

Anonymous said...

Bravo ulasannya ....
masalahnya dinegara ini, baru tau apa itu MBT selama 3 bulan aja, sudah berani ngomong seolah-olah sudah mengamati MBT selama 30 tahun.
Dukung terus modernisasi alutsista

Anonymous said...

Sampai tahun 2020 TNI terus meningkatkan kemampuannya sampai tingkat minimal force nya tercapai. MBT, rudal anti Tank, Arhanud TNI AU, TNI AL dll sangat diperlukan. Untuk saat sekarang mumpung ada peluang beli MBT yang canggih dengan harga murah mesti kita dukung. MBT Leopard mempunyai efek gentar dan offensive yang mumpuni dan tentu harus didukung dengan perangkat lainnya untuk menghindari tank MBT nya jangan jadi sasaran empuk pihak lawan. Pihak Dephan pun telah menjajaki pembelian helikopter apache yang merupakan salah satu pemburu tank lawan yang paling ganas.Disamping itu tentu pengembangan industri pertahanan dalam negeri perlu ditingkatkan. Kita beri apresiasi terhadap Pindad, PT.PAL, BPPT, Universitas2, dan industri2 pertahanan lainnya terhadap prestasi yang tlh dilakukan. Hal tersebut memerlukan waktu untuk mandiri dan untuk menghindari kekosongan maka kita masih membutuhkan negara lain sambil kerjasama dalam TOT nya. Kesimpulan : Tidak ada yang sia-sia dalam pengadaan MBT leo ini dalam rangka menapak lebih maju mencapai kemandirian nasional. Terimakasih

Anonymous said...

ngomong asal2 yg penting khan masuk tipi ya pak TB biar kayak2 temen2 yg laen wkwkwkwk...

Andrea willi said...

mungki mintak jajan kali,
maklum anak-anak jaman sekarang
klo blum dapat *#@!$$^^ sukak..............
yah gtu lah:)
Susah jelasinnya. hahaha
maju terus TNI Qu
MBT wajib hukumnya.

Anonymous said...

Saat ini perkembangan senjata anti tank tak kalah majunya seperti rudal panggul, rpg dsb.
senjata tsb cukup ringan untuk dibawa satu orang saja.
Konon hisbulah bisa mendapat munisi rpg dengan peledak ganda yg bisa menghancurkan mbt Merkava israel hanya dengan $500 per bijinya, bahkan ada beberapa tim (2 org/tim: 1 bawa peluncur, 1 bawa munisi) yg hobynya berburu tank
Rudal panggul penghancur tank banyak jenisnya bahkan ada yg jangkaunya sampai 2km lebih.
Untuk medan Indonesia: pemburu tank tidak perlu menembakkan rudalnya dari jarak 2km krn mereka bisa menyelinap untuk lebih dekat ke tank sasaran sehingga penembakan lebih akurat.
apalagi mbt berat besar dan lambat tentu menjadi sasaran empuk rudal panggul.
bayangkan mbt yg harganya selangit itu dengan mudah bisa dihancurkan oleh senjata panggul murah meriah
Perang yg melibatkan mbt adalah perang israel-lebanon: dimana hasilnya sebagian besar tank merkava (konon tank terkuat di dunia)israel dihancurkan oleh rpg/rudal panggul lebanon (hisbulah).
dengan banyaknya produk senjata anti tank telah membuat efek gentar Mbt sekarang sudah sangat berkurang, tidak seperti jaman doeloe sebelum ada rpg/rudal panggul. Bahkan justru hanya menyenangkan/menjadi tantangan yg punya hoby "berburu tank"

gabrick said...

negara kita sekarang ini didominasi oleh orang berkemampuan kurang dg sisi lebihnya mulutnya waton njeplak... otak didengkul... yang memalukan lagi adalah salah seorang anggota DPR RI . suaranya paling fokal.. kemampuanya..Nol nyimpen otaknya didengkul... yang salah siapa kok dia sempat kepilih jadi Anggota dewan terhormat.. DPR RI... ya kita2 ini yg goblog salah pilih....

Anonymous said...

coba ulasan artikel ini bisa di-share ke fb, pasti akan q share di fb ku...bagus bgt soalnya...sangat membuka wawasan...mantabs...

Agung said...

Pembelian segala macam peralatan militer adalah hal mubazir. Karena ancaman militer dari negara lain tidak pernah ada. Uang rakyat ratusan milyar untuk sebuah tank, jauh lebih bermanfaat bila digunakan untuk membangun ribuan gedung2 sekolah, puskesmas, perbaikan jalan kampung, dsb.

Anonymous said...

KESIMPULAN UTAMA, ini pelajaran fisika dasar (SMP lah), artinya, TB and kroninya gak lulus SMP...kok bisa tembus senayan??? ato emang standar senayan itu lulusan abal-abal???

Anonymous said...

tuh kan leopard jadi dibeli tapi cuma dipakai di pulau jawa, di kalimantan malah dijaga scorpion dan amx13, alasan tni, sarana dan prasarana di kalimantan belum siap menerima leo....

Pohon Bernyanyi said...

TB. Hasanuddin itu tidak pintar, tapi suka bicara.

Anonymous said...

dasar bekas jendral kancil...yg dipikir ketimun melulu....

Iman Harsono said...

Inti dari semua comment cuma satu; si TBH itu udah tolol,goblok,eh sok tau....setuju?

Anonymous said...

Ini nich Politisi Partai yang buat Indonesia Kehilangan SIpadan Ligitan, Kehilangan BUMN2 Bagus Kayak INdosat, Kehilangan 2 Super Tanker Pertamina, Kehilangan LNG Tangguh Yang dijual super murah ke cina..sekolah lagi lah pak T.B Sekolah lagi biar paham fisika dan lebih mencintai NKRI, Jayalah TNI Bravo Pemerintah...

Togogmbilung said...

hi

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK