Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Saturday, March 17, 2012

Mantan Panglima MBT Tidak cocok U wilayah Indinesia

Jurnas.com | PENGEMBANGAN industri strategis
dalam negeri penting dilakukan. Hal ini untuk
menghindari pengalaman buruk masa lalu, yakni
ancaman embargo.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono
Sutarto berharap konsep mengutamakan alutsista
produksi dari dalam negeri mestinya dilaksanakan
dengan konsisten.
Dalam pengadaan tank, misalnya, bisa
dioptimlakan kerja sama dengan PT Pindad.
“Mestinya bisa dikerjasamakan dengan PT Pindad
untuk pengadaan tank,” kata Endriartono Sutarto,
di Jakarta, Jumat.
Lulusan Akmil 1971 itu mengusulkan agar
pemerintah mengembang pengembangan tank
ANOA buatan PT Pindad.
Jika bisa memroduksi tank, kata Endri, tidak perlu
membeli Main Battle Tank (MBT) Leopard dari
Jerman. Sebab penggunaan tank Leopard di
Indonesia tidak akan efektif karena kondisi geografi
yang banyak rawa dan hutan.
Endriartono juga mengusulkan kepada pemerintah
untuk mendukung PT Dirgantara Indonesia untuk
pembuatan roket. “Meskipun roket buatan PTDI itu
jarak tempuhnya belum mencapai 300 km, ya
dipakai dulu disamping terus meningkatkan
kualitasnya,” kata mantan KSAD itu.
Sumber junas

22 komentar:

Anonymous said...

Mantan Jendral ini spertinya perlu mengenal apa itu Ground Pressure. Tank itu telapaknya jauh lebih lebar makanya beban per satuan inch square tank juga lebih kecil dibanding sepeda motor sekalipun. Tolong biarkan TNI memperkuat dirinya, jangan diganggu dg alasan tidak sesuai kondisi indonesia atau krn bukan produksi Indonesia. Krn sampe 20 tahunpun Pindad belum siap menelorkan MBT sekelas Leopard kalo tdk pernah membelinya terlebih dahulu. Direktur Pindad sendiri yg mengatakannya bahwa pindad belum mampu .

bluejungle said...

Kebetulan saya tinggal di kalsel yg mana disana mmg byk rawa-rawa dan hutan...tapi ndan, hutan kita kan udah byk yg gundul..trus MBT katanya jg bobotnya terlalu berat(63 ton) tapi disana peralatan tambang batubara kayaknya bobotnya jauh lebih berat deh dan itu bs beroperasi dgn aman loh disana...mmg sih diarea tertentu tp seringkali untuk proses pemindahannya tetap lewat jalan raya diangkut pake truck trailer dan aman2 aja tuh...mas sih MBT kagak cocok...trus pake apa dong kalo malaysia menyerang kita jg pake MBT...

Anonymous said...

Ko bisa komentar mantan jenderal spt itu Чα. Saya rasa mbt musuh juga tdk akan lwt rawa2 pak jenderal...trus kita hadapi pake amx 13?

Anonymous said...

KOK SANTAI BANGET YA Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto BERBICARA... Kalo nggak ngerti mending diem aja dehhhh Pakkk...

KAMI TAHU PAK, PRODUKSI TANK DALAM NEGERI PENTING TAPI MASALAH PERBATASAN INI LEBIH GENTING...

Mesti diingat, Produksi dalam negeri sudah pasti selesai berpuluh2 tahun yg akan datang dan yg dihasilkan hanya tank kelas menengahhh... jadi apa salahnya kita beli dulu untuk mnjaga keamanan RI sekarangggg...

arie said...

Pak Jenderal, kalo dulu Bapak tidak sempat beli MBT karena alasan gak jelas, tolong kali ini Bapak dukung mantan anak buah Bapak yang murni ingin memperkuat TNI agar tidak dilecehkan bangsa lain seperti jaman Bapak, please jujur dalam hati dan jangan berpolitis, terima kasih

hairus slamet said...

Wahh, jendral orde baru, anda sudah pensiun.kami tidak butuh ocehan, kami butuh mbt t95,atau pun leopard.

Anonymous said...

untuk MBT, tetap TNI AD sangat membutuhkan alutsista seperti itu untuk mengimbangi MBT yang juga dimiliki negara tetangga bahkan mereka sudah menggelarnya dan ditempatkan diperbatasan dengan NKRI...lihat saja negara negara di ASEAN sudah memiliki MBT sekelasnya terlebih dahulu dan nggak ada bedanya landscape mereka dengan kita sama sama terletak di daerah tropis dan hutan yang sama dengan daratan kita,cuma yang membedakan dengan NKRI ...kita negara kepulauan..dan MBT cukup di gelar di MAIN LAND saja...

Anonymous said...

Benar saudara,
Jgn pikir hanya malaysia saja yang mengancam,
Misalkan jawa yang diinvasi secara langsung,dimana jawa sekarang tak seperti 50 tahun lalu,tp sekarang sudah banyak pembangunan dan tanahnya jg kering,misalkan AS atau australia nyerang dari selatan,juga seperti kawasan NTT dan papua di mana kontur tanahnya seperti australia karrena kontur geografisnya adalah kerak australia,otomatis bisa didarati MBT,
Jgn pikir kalimantan dan sumatra,wilayah indonesia timur jauh lebih gampang di invansi dikarenakan,pengamanan dan kontur geografisnya sangat memungkinkan untuk diserang

Anonymous said...

Ground pressure tank leopard 2 itu 1 psi, rata-rata medan di indonesia kurang dari 0,5 psi.... Hanya di beberapa wilayah di indonesia tank leopard bisa beroperasi, jadi penempatannya harus strategis kalo nggak mau mobilisasi jadi masalah di kemudian hari

Anonymous said...

hadeehh orang tua kolot bgt yaa??? MBT tuh canggih bos... n udah di desain buat segala medan... masa iya tetangga klo nyerang pke MBT tapi kita pake light tank?? gk sebanding kan???

Anonymous said...

Maaf jendral.. dulu dari angkatan apa ya.. apa ngga kejengkang tuh anoa kalo dipasangin meriam segede itu kecuali kalo dipasangi meriam sundut he..he..he.. jendral..jendral.. ati-ati ah kalo komentar jangan bikin malu angkatan saya juga bangga sama anoa.

Anonymous said...

cm 0rg gu0bl0k yg bilang MBT tdk cocok d ind0nesia

Anonymous said...

Pantesan saja saat orang ini menjabat panglima TNI, armada tempur TNI mengalami penuh kemunduran dan sipadan ligitan hilang dari NKRI, dan sekarang komentar seperti orang yg paling pintar saja, perlu anda ketahui kami rakyat indonesia memeberikan segalanya kepada negara ini dan dgn bantuan TNI yg tangguh kami bisa dgn tenang menghidupkan perekonomian, keamanan dan kesejahteraan. NKRI tanpa armada tempur yg tangguh hanya gentong besar yg kosong isinya, kami malah jadi bertanya ke pemerintahan waktu itu kenapa lagi orang seperti ini malah dijadikan panglima, sy pikir anda cocoknya menjadi komentator yg hanya bisa ngomong tapi tdk tahu cara bermain ... NKRI harga mati

Anonymous said...

MBT YES, NKRI HARGA MATI

Anonymous said...

darah itu merah jenderal..........

Anonymous said...

ni orang udh ketinggaln jamn mikirnya thn enam puluhan.beli aja dari jerman sama totnya buat yang banyak seribu tank kek gitu kita sebarkn di pulau2 besar kyk kalmntan,sumatra,jawa,sulawesi,irian jaya/papua dn jga dintt jg matra laut dan udaranya jangn lupa jangnkn malinsia amerika aja mikir seribu kali mo nyerang kita kalo nggk mo babak belur.hehehe aku anak indonesia tetap cinta indonesia walaupn skrng aku jauh ada di negeri asing

Anonymous said...

Jangan pikirkan ocehan mantan jendral...sekarang beliau sudah tidak aktif dan tidak punya wewenang untuk mengatur segala komando di TNI AD. MBT adalah alutsista yang mendesak diperlukan untuk mengimbangi batalyon lapis baja negara tetangga yang sudah terlebih dahulu memiliki dan menguasai tekhnologi ter update...Go right ahead TNI AD ! mohon pak jendral purnawirawan mundur dari gelanggang kompetisi perlombaan senjata di kawasan ASEAN dan jangan membuat statement yang bisa menjatuhkan moril prajurit untuk berjibaku mempertahankan setiap jengkal tanah air tercinta NKRI !!!!

Anonymous said...

jendral dongo,,

Anonymous said...

ni mantan jendral pesanan malaysia..sebelumnya malaysia pernah pesan pulau sipadan ligitan,,,ya karna mantan jendral ini malaysia dapat 2 pulau..dasar mantan jendral banci

Anonymous said...

Klo leopard da dateng suruh moncong canonnya arahin ke rumahnya..trus bleyer gas leopard tsbt..entarkan dia keluar rumah sambil bilang "maaf MBT ternyata cocok buat indonesia,buktinya bs masuk gang rumah saya"

Anonymous said...

ni pensiunan udah keblinger buat pertahann negara aja bilang nggk cocok,kalo gitu rakyat indonesia surh aja nananm bambu yang banyak sebagai persiapn kalo ada perang buat tombak bambu,rudal bambu,kereta bambu dll.mo beli peralatan perang aja pd ribut tu si parlemen harusny di dkung eh mlh di politisasi di byr brp tu si parlmn ama si broker ah pusing dah

Anonymous said...

tank leopard 2a6 plus 2a7 tetangga sebelah keder gk pede dngn PT 91 pendekar langsung tambah MLRS Astros II mhuehehe...itu namanya efek deterens gk jendral LEO DAHSYAT eui...

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK