Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Sunday, March 25, 2012

Fayakhun Minta Menlu Klarifikasi atas Peluncuran Rudal Korut

Fayakhun Andriadi (JPI/Andri Nurdriansyah)
Senayan - Anggota Komisi I DPR, Fayakhun Andriadi meminta Kemenlu RI untuk segera mengklarifikasi  informasi rencana peluncuran rudal Korea Utara pada April mendatang yang diarahkan Ke Asia Tenggara, karena berpotensi melintasi wilayah kedaulatan RI.

"Selama ini hubungan dengan Negara Korut cukup dekat. Karena itu, dengan adanya informasi tersebut, Kemenlu harus segera berkomunikasi dengan Pemerintah Korut," kata Fayakhun di DPR, Sabtu (24/3).

Fayakhun mengatakan, jika benar rudal yang akan diluncurkan berpotensi melintasi wilayah RI, maka Pemerintah Indonesia perlu minta jaminan pihak Korut bahwa aktifitas tersebut tidak membahayakan keselamatan warga negara RI.

Politisi Golkar ini percaya, meski kemampuan sistem pertahanan RI masih terbatas, namun TNI memiliki kemampuan untuk menembakkan rudalnya guna mematahkan benda asing yang memasuki wilayah RI. "Kita punya rudal penangkis serangan udara. Di Jakarta saja ada dua batalion," ujar dia.

Sebelumnya, Amerika Serikat mengingatkan bahwa peluncuran rudal Korea Utara pada 15 April mendatang, akan diarahkan ke Asia Tenggara dan Australia. Peringatan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Kurt Campbell dalam pertemuan dengan Menlu Australia, Bob Carr di Sydney hari Jumat (23/3).

Selama ini, rudal jarak jauh Korea Utara selalu diarahkan ke arah timur, yakni ke arah Jepang. Namun sekarang menurut laporan dinas intelejen Amerika Serikat, arah peluncuran rudal itu untuk pertama kalinya ke selatan.

"Bila peluncuran itu berjalan seperti yang direncanakan Korea Utara, maka kami perkirakan daerah yang menjadi sasaran adalah di wilayah antara Australia, Indonesia, dan Filipina," kata Kurt Campbell yang merupakan Wakil Menlu AS untuk Asia Timur dan Pasifik, seperti dilaporkan harian The Sydney Morning Herald.

sumber : Jurnal Palemen


Pemerintah Indonesia tidak khawatir atas hal itu. Sebab Indonesia dan Korea Utara mempunyai hubungan yang cukup baik.

"Dengan kebijakan CBM (Confidence Building Measure), untuk saling mempercayai, tidak ada saling curiga mencurigai. Hubungan kita dengan Korut sangat baik. Tidak ada alasan apa pun kita khawatir," ujar Juru Bicara Kemenhan Brigjen TNI Hartind Asrin kepada detikcom, Minggu (25/3/2012).

Hartind mengatakan, pihaknya telah menghubungi atase pertahanan RI di Beijing, China, untuk mengkonfirmasi kebenaran laporan pemerintah Amerika Serikat yang menuding uji coba roket Korut dapat berimbas kepada Indonesia. Bahkan Hartind mengatakan Kemenhan telah menghubungi badan intelijen Korut dua hari lalu.

"Mereka membantah roket yang akan diluncurkan adalah senjata militer. Kata mereka itu roket untuk kepentingan sipil, yaitu penempatan satelit Korut," jelas Hartind.

Sebelumnya dilaporkan, seorang pejabat senior AS memperingatkan, wilayah Australia, Indonesia dan Filipina dapat terpengaruh roket Korea Utara yang akan diluncurkan bulan depan.

"Jika uji coba rudal Korea Utara terlaksana, kami menilai dampaknya kira-kira sampai ke wilayah di antara Australia, Indonesia dan Filipina," kata Asisten Menlu AS untuk Asia Timur dan Pasifik, Kurt Campbell, seperti dikutip Harian Sydney Morning Herald, Sabtu (24/3).

Campbell kemudian meminta Indonesia, Australia dan Filipina untuk mengutuk rencana Korut meluncurkan roket tersebut.

Korea Utara sendiri mengatakan roket itu diluncurkan untuk menempatkan satelit di angkasa, tetapi Amerika Serikat dan sekutunya yakin peluncuran itu sebagai dalih uji coba senjata

sumber Detik

12 komentar:

Anonymous said...

MAKANYA KITA JUGA HARUS PUNYA RUDAL BALISTIK JARAK JAUH, BELI AJA DARI RUSIA PASTI DI SETUJUI TUH BIAR TIDAK ADA NEGARA TETANGGA YANG MAU MACAM2 SEPERTI KOREA UTARA ITU.. BARU KUAT DIKIT AJA UDAH MULAI KEPALA BATU BUAT GERAKAN TAMBAHAN SEGALA,, ACH MACAM APA AJA NICH NEGARA KORUT.

Anonymous said...

MAS MAS TNI MAU NANGKIS PAKE APA, PKE SENAPAN ATAU PKE APA, NGOMONG BOK DIPIKIR DULU, APA TNI PUNYA S-300 ATAU PATRIOT YANG MAMPU INTERCEPT RUDAL, MAKANYA TINGKATKAN BUDGET TNI BELI SENJATA CANGGIH DAN KEMBANGKAN RUDAL, JANGAN KYA PIKIRAN TEMAN MAS ITU SI TB HASANUDIN ATAU GUS CHOI YANG SUDAH PADA GILA

Anonymous said...

hahaha lucu juga mas ini sok tau emang pake GROM atau pake triple gun udah bisa nangkis ICBM hahahahaa lebih banyak belajar lagi mas soal militer biar gak malu2in

BOCAH DOKO said...

ambil alih teknologi rudal jarak jauh dong, belajar dari rusia gitu.....

Anonymous said...

Anggota DPR yang mulia ini kok kepedean abis ya? memangnya dia tahu kekuatan batalion rudal TNI bisa menjatuhkan atau menangkis serangan rudal antar benua ? waduh ...kok kesannya kuat banget negara kita...Amerika saja yang militernya super fantastis masih khawatir bila peluru2 kendali berhulu ledak besar diarahkan ke negaranya !!! ..setahu saya TNI tidak memiliki rudal penangkis seperti PATRIOT nya USA..

Anonymous said...

gak usah ributlah itukan hanya perkiraan pejabat pentagon.nyatanya sudah berapa kali korut ujicoba rudal tidak pengaruh ke kita

Anonymous said...

mas yang diatas, rudal penangkis jarank jauh seperti s-300 , s-400 atau patroit emang wajib dimiliki, kita tidak tahu apa yang terjadi kedepan, sedia payung sebelum hujan

Anonymous said...

S300 oke juga bro buat melahap rudal nyasar cuma harganya yg $15jt/unit itu yg ga nahan.... Kalo satu set yg terdiri rangkaian 10unit totalnya sekitar $150jt atau 1.5triliun mantaplah buat jaga satu propinsi.

Anonymous said...

TNI DAN PEMERINTAH harus memiliki S 300, dalam struktur ,HANKAM, sekarang NKRI menjadi 3 KOMANDO WILAYAHM TIMUR - TENGAH - BARAT NAH TEMPATKAN saja rudal s300 penangkis atau penghancur bentuk apapUn yg membahayakan banGsa NKRI

Anonymous said...

AMERIKA PERLU 400 TAHUN UNTUK NENJADIKAN ADIDAYA. NKRI YG HANYA 66 TAHUN...BISA MENGEJAR SEMUA HIHG TEH NYA PAMANSAM

Anonymous said...

Untuk perisai rudal jarak jauh kita sudah pasti membutuhkannya,akan tetapi technology seperti itu masih sangat mahal dan hanya negara2 berkemampuan dana besar untuk pertahanan negaranya yang mampu memiliki...mudah2an dengan membaiknya perekonomian kita , TNI mampu mendatangkannya ke tanah air dan dengan riset dan pengembangan dari lembaga2 pertahanan terkait kita sudah memulai dengan berswasembada roket menuju jarak yang diinginkan dan tepat sasaran..." A LONG JOURNEY BEGIN WITH ONE STEP ".

Anonymous said...

Lucu juga ya anggota DPR kita ini ? hehehehehehe d kiranya TNI dah Punya rudal penangkis antar benua ? malu aku bacanya jg..

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK