Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Tuesday, March 6, 2012

Ditolak Belanda, Kemenhan Incar Jerman Beli Leopard

Ditolak Belanda, Kemenhan Incar Jerman Beli Leopard
Tank Leopard
Selasa, 06 Maret 2012 15:38 WIB
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin membeberkan alasan kunjungannya ke Jerman dan Prancis pada pekan lalu. Dikatakannya, kunjungan itu terkait dengan komitmen defence cooperation dan modernisasi alutsista militer. Untuk kunjungan di Jerman, katanya, Indonesia memiliki komitmen untuk bersama-sama mendukung modernisasi peralatan TNI. Salah satunya, rencana pembelian main battle tank/MBT alias tank tempur utama Leoprad 26A.

Diterangkan Sjafrie, Jerman merupakan produsen dan pengguna Leopard dan di sana terdapat 15 batalian Tank Leopard. Pihaknya bersama petinggi Mabes TNI AD mengadakan observasi untuk mengetahui keunggulan, baik secara teknis maupun taktik.  ”Ternyata Leopard itu cukup sederhana cara perawatan dan penggunaannya,” katanya di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Selasa (6/3).

Sjafrie menekankan, proses pembelian MBT di Jerman merupakan salah satu opsi yang sedang dikaji. Dijelaskannya, Jerman mengusulkan adanya kerjasama modernisasi ini secara government to government (G to G). Artinya kaitan pembelian Leoprad tidak hanya membeli peralatannya, namun juga sistemnya. Sistem yang dimaksud, imbuhnya, pemeliharaan sampai bagaimana persiapan amunisinya.

Disebutkannya, jika proses dalam negeri telah selesai baik secara adminsitrasi maupun politik selesai maka segera pemerintah Jerman akan mendukung pengadaan MBT kepada Indonesia. “Ini yang sementara kita jajaki,” ujar Sjafrie.

Dia menjelaskan, mengapa Kemenhan beralih ke Jerman, bukan lagi ke Belanda. Menurut Sjafrie, Jerman merupakan negara original country alias produsen Leoprad. Sehingga meski Indonesia membeli peralatan Leoprad dari negara manapun maka harus tetap menggunakan ijin penjualan dari Jerman. Opsi itu, paparnya, lantaran melihat proses pembelian darimana yang lebih mudah, lancar, dan efisien.

SUMBER : REPUBLIKA

5 komentar:

Anonymous said...

yo wes toh pak langsung saja dari jerman ... beli yang seri 2A7+ ... saya yakin lah indonesia mampu beli 200 unit Leopard 2A7+ ... buat NKRI rakyat pasti dukung ... yen duit e kurang ... rakyat bersedia patungan Rp 5000 kali 200.000.000 = 1.000.000.000.000 tapi duit e ojo di korup yooo pak ... yo wes pokok e tank buat NKRI harus yang terbaik pak ... PT pindad buat tank rudal balistik .... kalo perlu ANOA sudah di lengkapi dengan launcher rudal balisitk hehehehehe pesawat siluman e ndak usah banyak banyak ... indonesia sudah banyak siluman e ... hahahahahaha .... maju indonesia dan jadilah raksasa yang di segani

Anonymous said...

Setuju sekali Pak Sjafrie pesan aja langsung ke sumbernya biar ga bertele-tele kayak negri asalnya Westerling itu...

Anonymous said...

beres, gpp saya bayar 10.000 byr jadi 1.000.000.005.000, mu di korup juga gk apa lah tapi yang 5.000nya aja

Anonymous said...

Biarpun cuma Rp 5000 yo mbok jangan di korup toh ... kan lumayan bisa beli MUR BAUT nya LEO yang lepas selama perjalanan hahahahaha ...

Anonymous said...

SETUJUUUU....URUNAN 10.000 RIBU JUGA MAU, DIKORUPSI DIKIT NGGAK APA-APALAH WONG NYATANYA MENGHILANGKAN BUDAYA KORUPSI ITU SUSAH DAN PERLU WAKTU, NUNGGU ILANG KORUPSINYA SELAK DISERBU MALAYSIA....NGGAK USAH RAGU-RAGU, BELI TANK, KAPAL DAN PESAWAT SEKALIAN YANG TERRRRRCANGGIH....JANGAN MAU LAGI DIRENDAH-RENDAHKAN, APALAGI AMA POLITIKUS YANG "JUGA" MASIH SUKA KORUPSI....BISA BIKIN SENDIRI ALUTISTA JUGA MAKIN BANGGA....USUL DONG PAK! BIKIN PAMERAN RANPUR TERCANGGIH TNI DI BEBERAPA KOTA, BNIAR RAKYAT BISA IKUT NGLIHAT AND NGELUS-ELUS DIKIT..,..MAJU TERUS TNI, JAYA INDONESIA!!!!!!!!

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK