Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Sunday, September 26, 2010

Tetral : Rudal Anti Pesawat Terbaru TNI-AL

Tetral tampak di atas ruang navigasi KRI Diponegoro 365
Tetral tampak di atas ruang navigasi KRI Diponegoro 365
Seiring hadirnya empat korvet terbaru TNI-AL dari kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) yang dibeli dari galangan Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Maka otomatis TNI-AL mendapat tambahan alutsista (alat utama sistem senjata) anyar berupa rudal anti pesawat ringan, Tetral. Rudal ini menjadi bagian melekat dari korvet SIGMA yang juga dikenal sebagai kapal perang kelas Diponegoro. Pada tiap korvet SIGMA dilengkapi dua sistem peluncur, masing-masing peluncur memuat empat rudal.
Tetral sendiri merupakan teknologi sistem peluncur, sedangkan basis rudalnya mengambil dari jenis Mistral. Mistral adalah rudal ringan jarak dekat yang sangat populer di pasar dunia, rudal ini dibuat oleh MBDA di Perancis. Keunggulan Tetral yakni sistemnya dapat bekerja otomatis, dikendalikan secara remote dan tergolong low maintenance. Desain Tetral dirancang untuk dipasangkan pada kapal perang dengan konsep stealth.
Tetral pada buritan KRI Diponegoro
Tetral pada buritan KRI Diponegoro
Meski tergolong rudal ringan jarak pendek, Tetral bisa melahap multi target, termasuk target yang bermanuver cepat, dalam hal ini seperti pesawat tempur dan helikopter, bahkan Tetral bisa melahap target berupa rudal. Dalam rilis yang dikeluarkan MBDA, tingkat success rate Tetral mencapai 93 persen. Untuk menghajar target, rudal ini dilengkapi kendali berupa canard dan sistem sensor pengarah berupa passive IR (infra red) homing. Sensor passive IR akan bekerja 2 detik setelah peluncuran.
Sistem peluncur Simbad yang dioperasikan manual
Sistem peluncur Simbad yang dioperasikan manual
Dalam pengoperasiannnya, Tetral dikendalikan dari PIT (pusat informasi tempur), berat rudal ini hanya 18.7 Kg, dimana 3 Kg nya merupakan bobot bahan peledak. Sebagai rudal penghancur target jarak pendek, jangkauan Tetral memang hanya sekitar 5.3 Km, tapi soal kecepatan jangan ditanya, rudal ini bisa melesat dengan kecepatan maksimum 2.5 Mach. Sebelumnya TNI-AL juga sudah akrab dengan rudal jenis ini, lewat platform peluncur Simbad, bedanya Simbad merupakan platform peluncur untuk dua rudal Mistral dan dioperasikan secara manual oleh operator. Simbad saat ini dipasang pada fregat TNI-AL kelas Van Speijk.
Sistem peluncur Sadral pada fregat AL Perancis
Siatem peluncur Sadral pada fregat AL Perancis
Selain Simbad dan Tetral, masih ada platform peluncur lain, yakni Sadral. Sadral pada prinsipnya mirip dengan Tetral, dimana sistem rudak diluncurkan secara remote otomatis dari PIT. Bedanya Sadral mengusung enam peluncur rudal Mistral. Baik Simbad, Tetral dan Sadral, ketiganya dapat cepat untuk diisi ulang dan dapat ditebakkan secara salvo. (Haryo Adjie Nogo Seno)
Spesifikasi Tetral
Berat Sistem Peluncur : 600 Kg (termasuk 4 rudal)
Bearing : 310 derajat
Sudut Elevasi : -16 sampai 75 derajat
Berat rudal : 18.7 Kg
Panjang : 1.86 meter
Diameter : 0.09 meter
Kecepatan maksimum : 2.5 Mach

http://indomiliter.wordpress.com/2009/10/26/tetral-rudal-anti-pesawat-terbaru-tni-al/

4 komentar:

Anonymous said...

Ayo lanjutkan untuk pembelian alutsista terbaru, bila perlu indonesia harus membeli seperangkat rudal anti-pesawat S-400 dan Rudal Pechora 2-M ... dan berhubung indonesia adalah negara kepulauan terbesar maka RI harus punya 20 Kapal Selam Kilo-Improved dan jangan lupa juga harus punya Kapal kelas destroyer terbaru dari Rusia minimal 30 unit. Bravo TNI ... bravo NKRI

Kalasnikov said...

Saatnya indonesia bangun kekuatan militer yg dulu di segani di dunia..
jangan terlalu bergantung kepada negara barat(usa fcuk)mending kerjasama sama rusia dalam bidang alutista..
kembangkan potensi dalam negeri..(pt pindad dll)

NKRI harga mati

sugianto harisantoso said...

Sebenarnya pemerintah hrs mencontoh seperti Iran belirudal,lalu dibuka dipelajari specknya dan baru ditiru dg model agak lain. Belajarlah dr yg ada, utk mensiasati alutsisita yg terlalau minim dan sangat menyedihkan bila kita selalu beli. Bravo...Anak2 bangsa...pembela ...NKRI RAYA

wiyono said...

gk usah muluk2 dalam mef kedua nanti
kita bisa beli 3 killo class , 1 destroyer,
dan 2 batalyon su35bm aja udah mantap.

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK