Dalam kunjungannya ditampilkan pula atraksi demo tempur pasukan marinir dan display persenjataan yang kerap digunakan marinir TNI AL dalam berlatih. FOTO CREDIT : FORMIL/ audryliahepburn
Saturday, October 8, 2011
Aktor Korea, Hyun Bin Kunjungi Markas Marinir di Cilandak Jakarta
Dalam kunjungannya ditampilkan pula atraksi demo tempur pasukan marinir dan display persenjataan yang kerap digunakan marinir TNI AL dalam berlatih. FOTO CREDIT : FORMIL/ audryliahepburn
Airbus Military Bantu Indonesia Merestrukturisasi PT DI
JAKARTA – Peningkatan program kerjasama antara pelaku industri pertahanan nasional dengan pelaku industri pertahanan dunia dalam produksi Alutsista terus dilakukan. Khusus pembuatan produk dirgantara Kementerian Pertahanan (Kemhan) kali ini menggandeng pabrikan pesawat Airbus Military guna menjajaki pembuatan pesawat angkut militer C-295. Selain itu Airbus Military juga bersedia untuk ikut membantu merestrukturisasi dan merevitalisasi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Penjajakan kerjasama dengan pihak Airbus Military tersebut diawali dengan kunjungan Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ke fasilitas Airbus Military di San Pablo (dekat kota Sevilla), Spanyol pada awal September 2011 lalu. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan CEO Airbus Military, Domingo Urena-Raso kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa (4/10), di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.
Kedatangan Urena-Raso tersebut dimaksudkan untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai rencana peningkatan kerjasama dengan pihak Indonesia yang diwakili oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) berbasis produk dirgantara.
Sementara itu Dirut PPA Boyke Mukijat menyatakan bahwa kehadiran PPA dalam merestruktur PT DI bersama Airbus tidak lain untuk pengembangan pasar dari produk-produk Airbus di kawasan Asia. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui PT DI diantaranya tahap statifikasi dimana Airbus-lah yang akan memonitor pembangunan infrastruktur produksi pesawat di PT DI. Dari sisi keuangan pemerintah RI sudah menugasi PPA untuk mengawal proses restrukturisasi PT DI.
Urena-Raso dalam pernyataannya menyebutkan bahwa kedatangannya ke Indonesia selain bertemu dengan Menhan RI, juga untuk bekerja sama dalam rangka restrukturisasi PT DI. Ia mengharapkan kerjasama ini dapat terus berkelanjutan dalam waktu yang panjang dan bisa menghasilkan produk unggulan antara PT DI dan Airbus Military.
Rencana Produk Unggulan PT DI
C-295 merupakan varian pengembangan dari CN-235 yang juga diproduksi oleh PT. DI. Keistimewaan ada pada daya angkut dan perawatan yang mudah serta efisien mengkonsumsi bahan bakar.
Saat ini sudah ada 14 negara menjadi pengguna C-295. Per-September 2011 lalu sudah 85 pesawat sejenis yang dipesan dan sebarannya kedua varian (C-235 dan C-295) sudah hampir ke 35 negara, 8 diantaranya adalah anggota NATO.
Upaya Kerjasama antar pelaku industri pertahanan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri, khususnya mempercepat proses alih teknologi, berbagi pengalaman dalam pengelolaan serta pemasaran. Tujuan akhirnya adalah kemandirian. Seperti diketahui selain Spanyol sudah ada beberapa negara yang dijadikan mitra Indonesia dalam upaya memproduksi alutsista secara bersama, diantaranya Korea Selatan dan Turki.
Sumber : DMC
Friday, October 7, 2011
Program KFX Cikal Bakalnya F-33 Indonesia - Korsel
KFX/IFX/F-33 STEALTH
Indonesia sempat menjadi negara pertama yang mampu membuat pesawat turboprop dengan sistem fly-by-wire N250. sebuah tehnologi yang hanya digunakan oleh pesawat tempur F-16.
Dunia saat itu tercengang, karena Indonesia tidak dikenal maju industri dirgantaranya. Sayang, krisis ekonomi yang terjadi pada 1998 ikut memupus program industri strategis tersebut, termasuk pengembangan pesawat jet nasional N2130. Harapan untuk mampu mengembangkan pesawat non sipil untuk kebutuhan TNI AU juga terhapus.
Setelah hampir 15 tahun mati suri, industri dirgantara Indonesia kembali dilirik pihak asing. Korea Selatan menawarkan kerjasama program pengembangan pesawat tempur Korean Fighter X (KFX). Dan, Juli 2010 lalu kesepakatan kerjasama kedua negara telah disepakati.
Proyek senilai US$ 6 miliar itu tadinya ditanggung sendiri oleh Pemerintah Korsel. Namun kesulitan finansial memaksa negeri ginseng itu mencari mitra pendanaan. Pilihan jatuh kepada Indonesia.
Indonesia sendiri akan mengambil bagian sebanyak 20 persen total biaya. Sisanya, 60 persen oleh Pemerintah Korsel dan 20 persen lagi oleh Korea Aerospace Industries Ltd. Dari pembagian ini, imbalan yang akan diterima Indonesia berupa pelibatan PT DI dalam pembuatan KFX, mendapatkan 50 unit KFX dan menjadi mitra pemasaran pesawat tempur tersebut.
Pemerintah Korsel sangat optimis dengan proyek ini. KFX direncanakan dapat terbang perdana pada 2020 dan pensiun 2050. Pesawat tempur ini dirancang sebagai pesawat tempur kelas menengah dengan kemampuan stealth (siluman). KFX dikabarkan akan lebih baik dibandingkan F-16 Block 52.
Setelah Indonesia bergabung dalam proyek KFX, Turki juga menyatakan ketertarikannya. Negara bekas kesultanan Islam ini menyatakan minatnya untuk bergabung dalam proyek pengembangan KFX.
Dengan bergabungnya Indonesia dan adanya minat Turki, menjadikan proyek KFX mirip pengembangan JSF-35 AS. Saat itu, AS menarik negara sekutunya untuk bergabung dalam pengembangan pesawat tempur tersebut. Ada kemungkinan Korea Selatan ingin membangun aliansi baru pertahanan di Asia?
Keterlibatan Indonesia dalam proyek ini, bisa jadi menguntungkan. Khususnya dalam rangka mengembangkan kemampuan merancang pesawat tempur untuk memenuhi kebutuhan pertahanan udara Indonesia.
Pesawat tempur KFX ini sejatinya akan dirancang untuk masuk dalam kelompok pesawat tempur generasi 4,5 yang berarti melebihi F-16 Block 52 dan harus mempunyai 6 kemampuan yaitu :
kemampuan pesawat tempur untuk melakukan manuver ekstrim agar mendapat posisi serang paling menguntungkan (Air Combat Manuverability).
Pesawat tempur harus bisa terbang lincah sehingga harus menggunakan teknologi fly by wire untuk kontrol penerbangannya.
Penggunaan teknologi trust vectoring nozzles yang mampu mengubah-ubah arah semburan gas buang mesin jet agar pesawat tempur mempunyai kemampuan terbang dalam kecepatan rendah dan mampu melakukan belokan tajam.
Kemampuan utuk terbang jelajah pada kecepatan supersonik dalam waktu yang lama.
Radar pesawat tempur berkemampuan menjejak target diluar batas cakrawala atau beyond visual range
Kemampuan menyerap dan membiaskan pancaran radar atau teknologi stealth.
Pesawat tempur KFX nantinya akan berkursi tunggal dan di sokong oleh mesin kembar setara dengan kelas General Electric F414 atau SNECMA M88 yang digunakan pada F/A-18E/F Boeing dan Dassault Rafale. Bila kerjasama Indonesia – Korsel berhasil maka pesawat tempur yang awalnya berkode KFX tersebut akan berganti nama menjadi F-33 dan di harapkan mampu mendongkrak kekuatan TNI AU serta meningkatkan daya tawar Indonesia dalam pergaulan internasional.
sumber : RINDAM BRAWIJAYA
sumber :
Thursday, October 6, 2011
HUT ke-66 TNI: Komitmen Anggaran, Modernisasi Alutsista dan Kemitraan Global
Foto: AP
Setiap tanggal 5 Oktober secara nasional diperingati sebagai Hari Ulang Tahun TNI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi inspektur upacara sekaligus memimpin puncak peringatan HUT ke-66 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Rabu (5/10) pagi.
Anggota Komisi I DPR RI Effendi Choiri mengatakan di Jakarta(5/10), pihaknya terus mendorong pemerintah dalam melakukan percepatan seluruh proses reformasi di tubuh TNI, antara lain mewujudkan ketersediaan anggaran demi memenuhi kebutuhan minimal kekuatan sistem pertahanan nasional, modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dan masalah-masalah kesejahteraan prajurit.
Effendi mengatakan, “Reformasi berikutnya adalah, reformasi alutsista, terkait dengan alat utama sistem persenjataannya, membangun industri alutsista dalam negeri.Indonesia juga harus memenuhi kebutuhan minimal (bidang) pertahanannya. Saya kira perkembangannya luar biasa masa mendatang.”
Menurut Effendi Choiri, sampai sekarang TNI juga terus membuktikan, tidak hanya fokus di dalam negeri dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, namun turut ambil bagian dalam pasukan perda maian dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
“TNI harus ikut terlibat pada proses perdamaian internasional, pengiriman pasukan perdamaian (TNI) , dalam naungan PBB harus terus ditingkatkan,” ujar Effendi Choiri.
Sementara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam amanatnya, saat memimpin upacara HUT ke-66 TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, meminta Panglima TNI mengembangkan doktrin dan organisasi TNI, seiring dengan pembangunan alutsista yang lebih modern.
Presiden Yudhoyono memaparkan, “Di tahun 2012 mendatang, anggaran pertahanan kita naikkan dari Rp 47,5 Triliun pada 2011 menjadi Rp 64,4 Triliun di tahun 2012, atau naik lebih dari 35 persen."
Dalam amanatnya, Presiden Yudhoyono juga meminta TNI bersinergi dengan Polri untuk menghadapi gangguan keamanan dan terorisme, termasuk ambil bagian dalam mencegah timbulnya konflik sosial, di tengah masyarakat.
Effendi mengatakan, “Reformasi berikutnya adalah, reformasi alutsista, terkait dengan alat utama sistem persenjataannya, membangun industri alutsista dalam negeri.Indonesia juga harus memenuhi kebutuhan minimal (bidang) pertahanannya. Saya kira perkembangannya luar biasa masa mendatang.”
Menurut Effendi Choiri, sampai sekarang TNI juga terus membuktikan, tidak hanya fokus di dalam negeri dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, namun turut ambil bagian dalam pasukan perda maian dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
“TNI harus ikut terlibat pada proses perdamaian internasional, pengiriman pasukan perdamaian (TNI) , dalam naungan PBB harus terus ditingkatkan,” ujar Effendi Choiri.
Sementara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam amanatnya, saat memimpin upacara HUT ke-66 TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, meminta Panglima TNI mengembangkan doktrin dan organisasi TNI, seiring dengan pembangunan alutsista yang lebih modern.
Presiden Yudhoyono memaparkan, “Di tahun 2012 mendatang, anggaran pertahanan kita naikkan dari Rp 47,5 Triliun pada 2011 menjadi Rp 64,4 Triliun di tahun 2012, atau naik lebih dari 35 persen."
Dalam amanatnya, Presiden Yudhoyono juga meminta TNI bersinergi dengan Polri untuk menghadapi gangguan keamanan dan terorisme, termasuk ambil bagian dalam mencegah timbulnya konflik sosial, di tengah masyarakat.
Sementara, Teuku Ardhiansyah, salah seorang peneliti bidang pertahanan menyoroti khusus masalah perimbangan sistem remunerasi atau penggajian yang diterapkan terhadap prajurit TNI.
“Bukan soal pendapatan , tetapi yang paling penting sekarang juga bagaimana mendorong suatu sistem hingga keluarga prajurit juga bisa menjadi bagian yang mendapatkan imbas dari kesejahteraan itu , bukan hanya gaji prajurit yang ditingkatkan tetapi fasilitas hidup,” ujar Ardhiansyah.
Ardhiansyah menambahkan, dengan wilayah lautnya yang luas, Indonesia cukup strategis memimpin kemitraan global dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara.
Ardhiansyah menambahkan, “Rampok Laut (perompakan) yang berkembang di Afrika, dan itu cenderung terjadi di wilayah Asia, harus mulai melihat Tiongkok, Australia dan India sebagai salah satu kekuatan di Asia Selatan guna membangun relasi dan strategi pertahanan bersama.”
“Bukan soal pendapatan , tetapi yang paling penting sekarang juga bagaimana mendorong suatu sistem hingga keluarga prajurit juga bisa menjadi bagian yang mendapatkan imbas dari kesejahteraan itu , bukan hanya gaji prajurit yang ditingkatkan tetapi fasilitas hidup,” ujar Ardhiansyah.
Ardhiansyah menambahkan, dengan wilayah lautnya yang luas, Indonesia cukup strategis memimpin kemitraan global dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara.
Ardhiansyah menambahkan, “Rampok Laut (perompakan) yang berkembang di Afrika, dan itu cenderung terjadi di wilayah Asia, harus mulai melihat Tiongkok, Australia dan India sebagai salah satu kekuatan di Asia Selatan guna membangun relasi dan strategi pertahanan bersama.”
AP
Anggota tentara Indonesia melakukan latihan anti-terorisme gabungan dengan pasukan elit Australia di bandara internasional Kuta, Bali (foto: dok).Kalangan pakar mengatakan, satu tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang, antara lain, mengatasi terorisme, termasuk membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyeludupan.
Total prajurit TNI sampai sekarang diperkirakan sekitar 500 ribu personil dari ketiga angakatan, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.
Sumber VOA di Mabes TNI menyebutkan, dalam waktu dekat pemerintah akan merampungkan pendirian Indonesia Peace Keeping Center di kawasan Bogor, Provinsi Jawa Barat. Peace Keeping Center tersebut rencananya akan dijadikan sebagai sarana pendidikan dan latihan bersama dalam operasi pemeliharaan perdamaian, penanggulangan bencana dan terorisme.
Total prajurit TNI sampai sekarang diperkirakan sekitar 500 ribu personil dari ketiga angakatan, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.
Sumber VOA di Mabes TNI menyebutkan, dalam waktu dekat pemerintah akan merampungkan pendirian Indonesia Peace Keeping Center di kawasan Bogor, Provinsi Jawa Barat. Peace Keeping Center tersebut rencananya akan dijadikan sebagai sarana pendidikan dan latihan bersama dalam operasi pemeliharaan perdamaian, penanggulangan bencana dan terorisme.
Dalam rangka memeriahkan HUT ke-66 TNI di Jakarta, TNI menggelar berbagai atraksi militer, antara lain demonstrasi terbang (fly pass) pesawat Sukhoi dan F-16, atraksi beladiri militer, berbagai pertunjukan kesenian daerah dan panggung hiburan untuk masyarakat.
Sebelumnya, salam rangka HUT ke-66 TNI tahun ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertempat di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (4/10), menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada delapan purnawirawan TNI, pengharagaan diberikan atas jasanya di berbagai bidang bagi bangsa.
Sebelumnya, salam rangka HUT ke-66 TNI tahun ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertempat di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (4/10), menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada delapan purnawirawan TNI, pengharagaan diberikan atas jasanya di berbagai bidang bagi bangsa.
Nama-nama penerima anugerah Bintang Mahaputera Adipradana, diberikan kepada, Jendral TNI (Purn) Djoko Santoso. Sementara Bintang Mahaputera Utama dianugerahkan antara lain, kepada Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongkopurnomo, Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto, Laksamana TNI (Purn) Indroko Sustrowiryono, dan Marsekal TNI (Purn) Subrandrio.
voa
Dubes Korea Kunjungi Markas Marinir
Agung Kuncahya B. / Jurnal Nasional
Jurnas.com | DUTA Besar Korea Selatan, Kim Young-Sun mengunjungi Markas Komando Marinir di Cilandak, Rabu (6/10). Menyambut kedatangan Kim, Marinir menyuguhkan demonstrasi kemampuan tempur serta alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang dimiliki.
Pasukan anti teror Angkatan Laut, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) menampilkan beladiri marinir serta kelihaian snipernya. Selain itu, dilakukan juga simulasi operasi pembebasan sandera oleh teroris. Operasi pembebasan ini mengerahkan pasukan dari laut, udara dan diperlihatkan kemampuan memanjat tembok.
Marinir juga menunjukkan kemampuan kendaraan tempur LVT-7 yang merupakan pemberian Korea Selatan. LVT-7 merupakan salah satu kendaraan tempur (ranpur) Marinir yang mempunyai kemampuan berjalan di air dan juga membelah track off road. LVT-7 tersebut berjalan menelusuri sungai dan membelah jalanan off road yang berada di komplek Mako Marinir.
Dalam kunjungan tersebut, Kim Young- Sun didampingi duta militer Korea Selatan sekaligus model dan aktor Korea Hyung Bin.
jurnas
Danlantamal IV: Alutsista Perbatasan Perlu Ditingkatkan

5 Oktober 2011, Tanjungpinang (ANTARA News): Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Darwanto mengatakan alat utama sistem kesenjataan TNI di daerah perbatasan perlu ditingkatkan sehingga cukup untuk menjaga keutuhan negara.
Kepulauan Riau merupakan daerah perbatasan dan perlu alat utama sistem kesenjataan (alutsista) yang cukup terutama bagi kapal TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan negara, kata Darwanto usai menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun TNI ke-66 di Lapangan Dewa Ruci Tanjungpinang, Rabu.
Peningkatan alutsista menurut dia juga sesuai dengan amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono yang menyebutkan upaya modernisasi alutsista diperlukan untuk sistem pertahanan yang tangguh.
"Upaya peningkatan alutsista sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing," katanya.
Menurut dia, wilayah laut di Kepulauan Riau (Kepri) cukup rawan penyelundupan orang maupun pencurian ikan sehingga perlu ditingkatkan terutama dengan patroli dan berkoordinasi dengan Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Barat.
"Kami juga tetap berkoordinasi dengan instansi terkait secara intensif untuk mencegah tindakan pelanggaran di laut," katanya.
Menurut dia, tindakan ilegal seperti pencurian ikan juga sudah jauh berkurang di wilayah Kepri dibandingkan tiga sampai empat tahun yang lalu.
"Sudah jauh berkurang, dibandingkan tiga atau empat tahun yang lalu mencapai 150 kapal asing yang kami proses per tahun karena mencuri ikan," kata Darwanto.
Perayaan HUT TNI ke-66 di Provinsi Kepri berlangsung sederhana, hanya ditandai dengan upacara militer yang dipusatkan di Lapangan Dewa Ruci Tanjungpinang.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dimeriahkan dengan pertunjukan "marching band" dari siswa taruna militer serta aksi pasukan khusus TNI melumpuhkan teroris untuk menyelamatkan sandera pejabat negara.
Menurut Darwanto, pelaksanaan HUT TNI ke-66 yang sederhana bertujuan untuk lebih mendekatkan TNI dengan masyarakat.
"Di pusat sudah dilaksanakan kegiatan militer, kami lebih berupaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat biar nuansanya tidak terlalu militan," ujarnya.
Upacara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Kepri HM Sani, dan sejumlah kepala daerah serta pejabat pemerintahan dan militer serta anggota DPRD Kepri.
Bertindak sebagai komandan upacara Komandan Kodim 0315/Bintan, Letkol Inf Jimmy Watuseke.
Sumber: ANTARA News
Taruna AAU Berlatih di Thailand dan Vietnam

6 Oktober 2011, Jakarta (KOMPAS.com): Sebanyak 124 Taruna (Karbol) Akademi Angkatan Udara berlatih di Thailand dan Vietnam (10-12 Oktober).
Para Karbol mendapat pembekalan Wakil Asisten Pengamanan (Waaspam) TNI AU Marsekal Pertama TNI Haryanto R di Jakarta, Kamis (6/10/2011).
"Kalian adalah duta bangsa dan berikan yang terbaik dalam tutur kata, tingkah laku dan penampilan. Kalian akan bergaul dengan kadet dari Thailand dan Vietnam," kata Haryanto.
Muhibah ini ditujukan mempererat hubungan antara Negara Negara yang di kunjungi dan memiliki Angkatan udara. Royal Thai Air Force (RTAF) dan TNI AU telah lama menjalin hubungan bilateral dengan tukar menukar kadet dan saling mengunjungi.
Sedangkan ke Vietnam baru kali ini dilakukan kunjungan guna menjalin hubungan yang baik kedua Negara terutama Angkatan Udara. Pengarahan di gedung GSM ini akan dilanjutkan dengan pembekalan yang dilakukan oleh Gubernur AAU Marsda TNI Bambang Samoedro.
Kepala Departemen Matra AAU juga akan memberikan pembekalan terkait hal-hal teknis yang harus dilakukan ketika di Thailand dan Vietnam.
Sumber: KOMPAS
Subscribe to:
Posts (Atom)
BERITA POLULER
-
Rusia Jamin Indonesia Bebas Embargo Militer TEMPO.CO , Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander A. Ivanov, menyatakan pem...
-
Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar : Renstra TNI 2010-2014 memberikan nuansa pelangi terhad...
-
T-90S Rusia (Main Battle Tank Russia) Kavaleri Peroleh 178 Unit Kendaraan Tempur Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambah...