Program KFX Cikal Bakalnya F-33 Indonesia - Korsel
KFX/IFX/F-33 STEALTH
Indonesia sempat menjadi negara pertama yang mampu membuat pesawat turboprop dengan sistem fly-by-wire N250. sebuah tehnologi yang hanya digunakan oleh pesawat tempur F-16.
Dunia saat itu tercengang, karena Indonesia tidak dikenal maju industri dirgantaranya. Sayang, krisis ekonomi yang terjadi pada 1998 ikut memupus program industri strategis tersebut, termasuk pengembangan pesawat jet nasional N2130. Harapan untuk mampu mengembangkan pesawat non sipil untuk kebutuhan TNI AU juga terhapus.
Setelah hampir 15 tahun mati suri, industri dirgantara Indonesia kembali dilirik pihak asing. Korea Selatan menawarkan kerjasama program pengembangan pesawat tempur Korean Fighter X (KFX). Dan, Juli 2010 lalu kesepakatan kerjasama kedua negara telah disepakati.
Proyek senilai US$ 6 miliar itu tadinya ditanggung sendiri oleh Pemerintah Korsel. Namun kesulitan finansial memaksa negeri ginseng itu mencari mitra pendanaan. Pilihan jatuh kepada Indonesia.
Indonesia sendiri akan mengambil bagian sebanyak 20 persen total biaya. Sisanya, 60 persen oleh Pemerintah Korsel dan 20 persen lagi oleh Korea Aerospace Industries Ltd. Dari pembagian ini, imbalan yang akan diterima Indonesia berupa pelibatan PT DI dalam pembuatan KFX, mendapatkan 50 unit KFX dan menjadi mitra pemasaran pesawat tempur tersebut.
Pemerintah Korsel sangat optimis dengan proyek ini. KFX direncanakan dapat terbang perdana pada 2020 dan pensiun 2050. Pesawat tempur ini dirancang sebagai pesawat tempur kelas menengah dengan kemampuan stealth (siluman). KFX dikabarkan akan lebih baik dibandingkan F-16 Block 52.
Setelah Indonesia bergabung dalam proyek KFX, Turki juga menyatakan ketertarikannya. Negara bekas kesultanan Islam ini menyatakan minatnya untuk bergabung dalam proyek pengembangan KFX.
Dengan bergabungnya Indonesia dan adanya minat Turki, menjadikan proyek KFX mirip pengembangan JSF-35 AS. Saat itu, AS menarik negara sekutunya untuk bergabung dalam pengembangan pesawat tempur tersebut. Ada kemungkinan Korea Selatan ingin membangun aliansi baru pertahanan di Asia?
Keterlibatan Indonesia dalam proyek ini, bisa jadi menguntungkan. Khususnya dalam rangka mengembangkan kemampuan merancang pesawat tempur untuk memenuhi kebutuhan pertahanan udara Indonesia.
Pesawat tempur KFX ini sejatinya akan dirancang untuk masuk dalam kelompok pesawat tempur generasi 4,5 yang berarti melebihi F-16 Block 52 dan harus mempunyai 6 kemampuan yaitu :
kemampuan pesawat tempur untuk melakukan manuver ekstrim agar mendapat posisi serang paling menguntungkan (Air Combat Manuverability).
Pesawat tempur harus bisa terbang lincah sehingga harus menggunakan teknologi fly by wire untuk kontrol penerbangannya.
Penggunaan teknologi trust vectoring nozzles yang mampu mengubah-ubah arah semburan gas buang mesin jet agar pesawat tempur mempunyai kemampuan terbang dalam kecepatan rendah dan mampu melakukan belokan tajam.
Kemampuan utuk terbang jelajah pada kecepatan supersonik dalam waktu yang lama.
Radar pesawat tempur berkemampuan menjejak target diluar batas cakrawala atau beyond visual range
Kemampuan menyerap dan membiaskan pancaran radar atau teknologi stealth.
Pesawat tempur KFX nantinya akan berkursi tunggal dan di sokong oleh mesin kembar setara dengan kelas General Electric F414 atau SNECMA M88 yang digunakan pada F/A-18E/F Boeing dan Dassault Rafale. Bila kerjasama Indonesia – Korsel berhasil maka pesawat tempur yang awalnya berkode KFX tersebut akan berganti nama menjadi F-33 dan di harapkan mampu mendongkrak kekuatan TNI AU serta meningkatkan daya tawar Indonesia dalam pergaulan internasional.
sumber :
BACA JUGA:
-
▼
2011
(2335)
-
▼
October
(210)
- US Giving Turkey Access to F-16 Source Codes
- Dislitbangal Laksanakan Penelitian Berbagai Perala...
- TNI AL Gelar Latihan Armada Jaya ke-30
- Diskomlek Koarmatim Tingkatkan Kemampuan Peperanga...
- Rusia kembali luncurkan pesawat
tanpa awak
- Sukhoi T-50 ketiga segera terbang Senin, 31 Oktobe...
- Australia Launches F-35 Review
- Iran membuat pesawat tempur baru
- PTDI Masih Rawat Baik N-250
- Tahun 2014 TNI AU Diperkuat Alutsista Dirgantara C...
- Hornets, Typhoons Join Malaysian Exercise
- Menneg BUMN Minta PTDI dan Pindad Fokus
- Teroris Kuasai" Lima Obyek Vital
- Panglima Tutup Latma Gultor
- TNI AD Raih Juara Tembak Se-ASEAN
- TNI AL Rencanakan Latihan Perang Besar-besaran
- Dua Maskapai Indonesia Borong 30 Sukhoi Rusia
- F-22 fighters back in the air: US Air ForceIK
- "Teroris kuasai" lima obyek vital
- Turkey Denies Losing Deal for Indonesian Navy Subm...
- Kapolri: 140 Anggota Polisi Dikirim ke Sudan
- Menhan: 24 Unit F16 Hibah AS Akan Di-upgrade
- Presiden Harapkan Kebangkitan PT Dirgantara Indonesia
- Presiden Kritik Pembelian Alutsista ke Negara Asing
- Ibukota "jatuh", negara juga "jatuh"
- AS Menyerahkan IMSS Kepada Pemerintah RI
- Fraksi PDIP 'Ngotot' Tolak Hibah Pesawat F16
- SBY Siapkan Nama Kendaraan Tempur Pindad
- Presiden Tinjau PT Dirgantara Indonesia
- Wamenhan : Indonesia akan Membeli Heli Apache
- Modernisasi Kekuatan Perang Semata untuk Mempertah...
- SBY: Industri Senjata TNI Bukan untuk Perang
- Kerjasama Produksi CN-295 Diresmikan
- Presiden Minta Pindad Produksi Rantis Varian Baru
- Sjafrie:Kalau PT DI Bisa Lebih Murah, Kemenhan aka...
- Skadron CN295 Akan Perkuat Jajaran TNI AU
- Peningkatan Kekuatan Militer RI Bukan Untuk Memera...
- TNI AU Berencana Mengakuisisi Satu Skuadron Sukhoi...
- Upgrade 24 Unit F-16 Bekas, Pemerintah Kucurkan Rp...
- Indonesia - Amerika Sepakat Tingkatkan Hubungan Ke...
- Menhan RI : Negara – Negara ASEAN Perlu Perkuat Ke...
- Wamenhan Tinjau Persiapan Acara Pengukuhan Kolabor...
- No missile defense cooperation without guarantees ...
- Spanish Air Force Takes Delivery of 300th Eurofigh...
- Boeing Completes Delivery of RAAF Super Hornets Ah...
- Issues Emerge on F-35B After Sea Trials
- TNI AL Terima Bantuan Radar Pantai dari AS
- AS Kembali Melarang Terbang Jet Tempur F-22 Raptor
- Kongres AS Janji Tak Persulit Hibah F-16 Untuk Ind...
- Indonesia Akan Beli Pesawat F-16 Baru dari AS
- Kembalikan Pamor Indonesia
- KF-X/IF-X, Jet Siluman Buatan Indonesia-Korsel
- Indonesia-AS bahas mekanisme hibah F-16
- Inggris latih ZEE untuk Asia Tenggara
- PT Dirgantara Indonesia serahkan komponen ke-2.000...
- Presiden-Menhan AS Bahas Peningkatan Hubungan Bila...
- SEOUL AIR SHOW: Sneak-peek of K-FX cockpit
- SEOUL AIR SHOW: KF-X vision unveiled
- ADMM Retreat: Menhan Se-ASEAN Pertemuan Informal d...
- Indonesia - Amerika Sepakat Tingkatkan Hubungan Ke...
- Indonesia - Amerika Sepakat Tingkatkan Hubungan Ke...
- Pemerintah AS dukung perkembangan ASEAN
- AS Dukung Modernisasi Persenjataan TNI
- Indonesia-Amerika Serikat Bahas Kerja Sama Militer
- Sukhoi Dilengkapi Bom Pindad
- Menteri Pertahanan AS Kunjungi Indonesia dalam Law...
- AS dukung modernisasi persenjataan TNI
- SBY Terima menhan AS
- Seoul Eyes Powerplant Options for KF-X
- Kepala BIN : Tugas Baru Intelijen Ekonomi
- Operasi Pengamanan Laut Bali Jelang KTT Asean
- Simbol Teknologi Tinggi Itu Kembali Menggeliat
- PT. DIRGANTARA INDONESIA KEBANJIRAN ORDER
- Kapal Bersayap Hasil Riset BPPT Dipesan
- Sweden Offers Gripen to Croatia
- Menhan RI Terima Kunjungan Dubes Polandia Bahas Ke...
- Lanud Adisutjipto Peringati HUT Korpaskhas
- TNI AL Ikut Indonesia Maritime Expo 2011
- Indonesia Saingan Terberat Malaysia
- Komandan Senior Militer Iran: Bavar-373 Lebih Ungg...
- TNI-AL pertimbangkan tawaran helikopter antikapal ...
- Korpaskhas AU Berusia 64 Tahun : Canon Oerlicon K...
- Menhan Menerima Kunjungan Dubes Swedia
- KSAD: Event Lomba Tembak Ajang Komunikasi
- Lomba Tembak AARM Ke-21 Resmi Dibuka
- Tentara Singapura pun kagum pada SPR-2
- Varian F-35B Kemungkinan Besar Dibatalkan
- Penggunaan SUMPIT oleh Yonif Raider
- REKRUTMENT KOPASSUS
- Gurkha (Suku yang Terlahir Untuk Berperang)
- GURKHA VS TNI DI TAHUN 1964 (DWIKORA)
- Kasum TNI Tinjau Kesiapan Latma Gultor TNI-Polri d...
- YonKav 8 Mengadakan Latihan Menembak Senjata Ranpur
- Saudi Arabia plans to buy more American weaponry
- Komandan Kodiklat TNI Buka Latihan Mako Operasi Am...
- Kemhan Selenggarakan Forkom Litbanghan 2011 di Malang
- Menhan: Pengelolaan Perbatasan Negara Memerlukan P...
- Perang elektronika jadi tantangan TNI
- Kapal pendarat amfibi Angkatan Laut AS bermasalah
- 480 Prajurit Yonif Linud 501 Lakukan Juntis
- Pangdam Patimura: TNI Rutin Gelar Patroli Rutin
- Menhan Yakin 30 Persen MEF Terwujud
- Mengapung di Pantai Belitung, KRI Soeharso Jadi RS...
- Air Bus Military Ingin PT DI membuat Pesawat milit...
- Slovakia Tertarik Kerja Sama Pertahanan
- Korea Selatan ekspor tiga kapal selam ke Indonesia...
- Indonesia Ingin Kepastian Hibah Pesawat Tempur F-16
- KRI Sultan Iskandar Muda-367 sebagai MIO COMMANDER
- Wamenhan Mengikuti Uji Terbang C-295
- Permasalahan OBP Tanjung Datu Masih dalam Proses P...
- Djoko Suyanto Kumpulkan Menteri Soal Malaysia
- "Ada Soal Mendasar tentang Batas RI-Malaysia
-
Perbatasan RI-Malaysia, Kodam Tunduk pada Keputus...
- Malaysia Bangun Taman Negara di Tanjung Datu
- DPR: Saatnya Melawan Malaysia
- Malaysia Klaim Camar Bulan, Pemerintah Harus Protes
- 5 wilayah terancam dicaplok Malaysia
- TNI Harus Diterjunkan Jaga Kawasan Camar Bulan
- PDIP Desak Pemerintah Usut Dugaan Malaysia Caplok RI
- F-16 kawal pesawat kepala negara KTT ASEAN
- Tiga kapal perang amankan KTT ASEAN
- RUSIA JAJAKI PRODUKSI BERSAMA PERSENJATAAN DENGAN ...
- Virus Serang Pesawat Tanpa Awak AS
- Deteksi Predator, Iran Pasang Radar Canggih
- Iran Kembangkan Jet Tempur Paling Canggih
- Pangarmatim Resmikan Lanal Morotai
- Kopaska Dan Navy Seals Latihan Demolisi
- Jepang mengandangkan 200 jet tempur F15
No comments:
Post a Comment
DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK