Saturday, November 20, 2010
NATO: Target Penarikan Pasukan dari Afghan Realistis
Baskoro Pramadani - Okezone
LISBON - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Anders Fogh Rasmussen mengatakan bahwa target presiden AS Barack Obama untuk memindahkan tanggung jawab keamanan di Afghanistan dari pasukan bantuan NATO kepada pihak lokal pada 2014 merupakan hal yang realistis.
Perang Afghanistan Picu Perpecahan NATO
Kolomnis institut penelitian politik yang berpusat di Washington itu menegaskan, NATO tidak akan mundur dari Afghanistan pada 2014, dan dengan mengusung dalih-dalih baru mereka akan memperpanjang kembali misi militernya di negeri yang porak-poranda dilanda perang ini.
Conn menambahkan, digelarnya sidang NATO di Lisabon, Portugal sejatinya bertujuan untuk menjaring dukungan publik di Kanada, AS, dan Eropa sehingga sulit rasanya untuk mengharapkan pasukan Barat ditarik keluar dari Afghanistan.
IRIB
Modernisasi Kompleks Senjata Nuklir
Rita Uli Hutapea - detikNews
rudal nuklir AS, Titan (Press TV)
"Tingkat pendanaan ini belum pernah terjadi sebelumnya sejak akhir Perang Dingin," demikian pernyataan Gedung Putih seperti dilansir situs UPI.com, Sabtu (20/11/2010).
Menurut Gedung Putih, Badan Keamanan Nuklir Nasional atau National Nuclear Security Administration (NNSA) kehilangan 20 persen daya belinya selama pemerintahan mantan presiden George W. Bush. NNSA merupakan badan yang ditugasi memastikan keamanan dan ketahanan uji persediaan senjata nuklir AS.
NNSA telah menyatakan pihaknya berkomitmen untuk memodernisasi persenjataan nuklir Amerika dan telah mendapat dukungan dari Gedung Putih.
Presiden AS Barack Obama meminta dana sebesar US$ 7 miliar untuk mendanai NNSA selama tahun 2011, yang mencerminkan peningkatan hampir 10 persen dari tahun sebelumnya.
Selain dana tersebut, sebanyak US$ 600 juta lagi akan ditambahkan untuk mendanai NNSA pada tahun 2012 mendatang. Gedung Putih menyatakan hal itu merupakan bagian dari proposal sebesar US$ 85 miliar selama satu dekade mendatang.
Proposal pendanaan yang diajukan Gedung Putih tersebut jumlahnya lebih besar US$ 4,1 miliar daripada rencana pendanaan yang disampaikan ke anggota parlemen AS awal tahun ini.
(ita/ita)
DETIK NEWS
Ahmadinejad: NATO Tidak Berarti Bagi Kami!!!
Saat ditanya seorang wartawan televisi Azerbaijan mengenai langkah-langkah yang diambil NATO di Timur Tengah, Ahmadinejad menjawab, "Pengalaman menunjukkan bahwa para pemimpin NATO punya cara pandang salah dalam melihat kenyataan yang terjadi di dunia. Bahkan seluruh keputusan mereka berlandaskan informasi-informasi keliru."
"Kini bangsa-bangsa di dunia telah sadar dan mencari keadilan dan kehormatan. Tidak ada yang dapat mencegah pemikiran mereka hanya dengan perisai rudal," ungkap Ahmadinejad.
Ahmadinejad menjelaskan, "NATO dan selainnya tidak akan mampu merugikan bangsa Iran. Bila mereka ingin menciptakan perisai rudal, sudah semestinya mereka menempatkannya di sebagian negara-negara Timur Tengah, Asia dan Eropa. Padahal yang dihadapi mereka adalah manusia dengan pemikiran manusiawinya."
Presiden Ahmadinejad juga menyampaikan pendapatnya soal peristiwa 11 September. Menurutnya, "Hendaknya dibentuk sebuah tim pencari fakta yang dipercaya oleh bangsa-bangsa di dunia untuk mengkaji peristiwa 11 September."
"Para penanggung jawab peristiwa 11 September harus diadili. Karena bangsa-bangsa di Timur Tengah yang tidak tahu menahu soal peristiwa ini, tiba-tiba menyaksikan negeri mereka dijajah," tegas Ahmadinejad.
Sekaitan dengan klaim-klaim yang disampaikan oleh para pejabat Amerika soal peristiwa ini Ahmadinejad menyatakan, "Bila mereka mengatakan memiliki dokumen-dokumen tak terbantahkan terkait peristiwa 11 September, sudah semestinya mereka tidak khawatir dengan adanya keinginan membentuk sebuah tim pencari fakta dan menyerahkan bukti-bukti mereka kepada tim ini."
"Bila terbukti siapa pelaku sebenarnya dari peristiwa ini dan orang-orang tersebut adalah yang hadir di kawasan kami, maka menurut keyakinan kami bangsa-bangsa dan negara-negara di kawasan akan mengadili mereka," ucap Ahmadinejad.(IRIB/SL/PH)
IRIB
Presiden Rusia: Jangan Halangi Program Nuklir Iran !
Sebagaimana dilaporkan kantor berita IRNA, kantor pers Istana Kremlin menyatakan, Presiden Rusia dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Iran Ahmadinejad di Baku, ibukota Azerbaijan menegaskan urgensi kelanjutan program nuklir sipil Iran.
Medvedev menilai reaktor Busher yang terwujud berkat kerjasama Iran dan partisipasi para ahli Rusia, serta berada di bawah inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA), merupakan contoh nyata kerjasama efektif di bidang nuklir sipil.
Ahmadinejad dan Medvedev dalam pertemuan ini juga membahas soal ekonomi dan perdagangan serta hubungan bilateral kedua negara.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan sejawatnya dari Rusia, Dmitry Medvedev menggelar pertemuan di sela-sela KTT Laut Kaspia di Baku, Azerbaijan. (IRIB/PH/AHF)
IRIB
NATO Terus Desak Rusia Setujui Sistem Rudal
Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen kepada Bloomberg kemarin (19/11) menyatakan, "Dengan menjangkau dan mengundang Rusia untuk bekerja sama, saya yakin NATO memiliki peluang nyata membangun atap keamanan untuk seluruh wilayah Euro-Atlantik."
Sekjen NATO berharap Moskow dan anggota NATO segera memulai studi bersama membahas kemungkinan pelibatan Rusia dalam proyek tersebut.
28 negara anggota NATO berharap dapat bertemu dengan Presiden Rusia Dimitry Medvedev, yang juga menghadiri KTT di Portugal.
Dalam "konsep strategis" yang dirilis Jumat (19/11) ditetapkan prioritas NATO untuk dekade berikutnya. Para pemimpin NATO juga setuju untuk mengembangkan kemampuan mempertahankan populasi dan zona euro terhadap serangan rudal balistik sebagai elemen inti dari pertahanan kolektif. NATO juga akan secara aktif mencari kerjasama pertahanan rudal dengan Rusia dan mitra Euro-Atlantik yang lain.
Setelah sesi pertama KTT dua hari NATO di Lisbon, Presiden AS Barack Obama mengatakan, "Saya senang mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya, kita bersepakat mengembangkan kemampuan pertahanan rudal yang cukup kuat yang meliputi seluruh wilayah Eropa serta Amerika Serikat. "
Menurut Rasmussen, perisai anti-rudal yang akan diperluas itu akan menelan biaya 273 juta dolar selama dekade mendatang.(IRIB/MZ/MF)
IRIB
Safarov: Rusia Ditipu Habis-habisan Oleh Barat
Ia menambahkan, Rusia yang optimis dapat mencapai kesepakatan baru pengurangan senjata strategis dengan AS berusaha membujuk Washiongton dengan menolak menyerahkan S-300 kepada Iran. Namun Moskow tidak akan mendapat hasil apapun karena penandatanganan kesepakatan ini mendapat penentangan.
Presiden Rusia, Dmitry Medvedev pada September lalu menurunkan amaran pelarangan penjualan S-300 kepada Iran. Safarov lebih lanjut menulis, kerugian lain yang diderita Rusia adalah pembatalan kontrak penjualan S-300 kepada Arab Saudi dan menyebutnya penipuan lain Barat terhadap Rusia.
Barat sebelumnya berulangkali mengatakan kepada Rusia jika Moskow bersedia membatalkan penjualan S-300 kepada Iran maka negara ini akan memiliki kesempatan untuk menjual sistem anti rudal ini kepada Arab Saudi. Namun ternyata Arab Saudi bukannya membeli S-300 dari Rusia, malah negara kaya minyak di Timur Tengah ini menandatangani kontrak pembelian senjata senilai lebih dari 60 miliar dolar dengan Amerika Serikat, tandas Safarov.
Ia menambahkan, Barat sejatinya pihak yang mengusulkan penjualan senjata kepada Arab Saudi untuk membujuk Rusia agar membatalkan kontraknya dengan Iran. "Hal ini tak lebih sebuah makar," ungkap Safarov.
Kerugian lain yang diderita Rusia gara-gara pembatalan kontrak S-300 dengan Iran menurut Safarov tercorengnya citra Moskow sebagai penjual senjata yang dapat dipercaya. "Sikap Rusia yang enggan menyerahkan S-300 kepada Iran telah membuat citra Moskow sebagai penjual senjata di tingkat internasional khususnya Dunia Islam tercoreng," tegas Safarov. (IRIB/IRNA/MF/SL)
IRIB
Subscribe to:
Posts (Atom)
BERITA POLULER
-
Rusia Jamin Indonesia Bebas Embargo Militer TEMPO.CO , Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander A. Ivanov, menyatakan pem...
-
Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar : Renstra TNI 2010-2014 memberikan nuansa pelangi terhad...
-
T-90S Rusia (Main Battle Tank Russia) Kavaleri Peroleh 178 Unit Kendaraan Tempur Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambah...