Pages

Thursday, November 11, 2010

TNI Kaji Hibah F-16 dari Amerika


Jet tempur F-16 Fighting Falcon dari 55th Fighter Squadron, lanud Shaw, S.C., menembakan AGM-65 Maverik pada sasaran darat saat mengikuti Combat Hammer di lanud Hill, Utah. USAF tidak akan mengembangkan F-16 Fighting Falcon, meskipun jet ini masih terus dikembangkan untuk pelanggan luar negeri. USAF berusaha mengurangi populasi F-16 dalam arsenalnya, sebagian F-16 diubah menjadi drone dan ditawarkan ke negara asing. USAF memfokuskan mengunakan F-18 Hornet dan bersiap mengoperasikan jet tempur siluman F-35. AU Belanda juga sudah menjual sebagian armada F-16. (Foto: USAF/ Capt. Amber House)

11 November 2011, Jakarta -- Tentara Nasional Indonesia masih melakukan pengkajian penawaran hibah 24 pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan pengkajian dilakukan MabesTNI dan Kementerian Pertahanan. “Rencana Amerika Serikat memberikan hibah F-16 kepada TNI,itu dalam proses.Memang ada pembicaraan untuk hibah itu dan kita sedang kaji dan bahas bagaimana tindak lanjutnya,” katanya seusai melepas Kontingan Garuda ke Lebanon Selatan di Mabes TNI Cilangkap kemarin. Mantan Kepala Staf Angkatan Laut itu mengungkapkan sampai kini masih ada dua bahan pertimbangan dalam menyikapi tawaran tersebut.

Pembelian pesawat bekas dengan jumlah yang banyak atau jumlah sedikit untuk pesawat baru. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada keputusan,”katanya. Pembahasan tersebut, kata Agus,juga menyinggung antisipasi embargo yang dapat sewaktu-waktu terjadi. “Tapi kita selalu ingin menjalin hubungan baik antara kedua negara sehingga masalah-masalah yang lalu dihadapi tidak terjadi lagi,”ujarnya. Agus pun mengakui jika TNI sangat senang menerima rencana pemberian hibah pesawat tempur dari AS tersebut. Namun, lanjutnya, hasilnya sangat tergantung dalam proses politik baik internal pertahanan maupun negara.

F-16D AU Pakistan. Awal 2010, pemerintah AS menyetujui penjualan 12 F-16C dan 6 F16D pada Pakistan. Pemerintah Singapura menghibahkan tujuh F-16 A/B pada AU Thailand sebagai imbalan diijinkan menggunakan tempat latihan sebuah lanud di provinsi Udon Thani selama 15 tahun. Belanda membeli 213 F-16 A/B dan menguranginya menjadi 108 pesawat dengan menjualnya ke Yordania dan Chile. Begitu juga, Belgia menjual sebagian F-16-nya ke Yordania. (Foto: USAF)

”Mudah- mudahan dalam waktu dekat sudah ada keputusan dan kita mendorong itu dapat kita menerima,” ujarnya. Lebih lanjut Agus menilai pesawat F-16 yang dihibahkan Amerika Serikat kondisi rangkanya masih bagus meski itu bekas. Jika mesinnya diganti baru dan kemampuan tempur ditingkatkan, pesawat tersebut dapat berfungsi seperti pesawat baru. Karena itu meskipun sifatnya hibah Mabes TNI sendiri tetap akan menyiapkan alokasi anggaran perbaikan agar pesawat-pesawat tersebut dalam kondisi terbaik. “Yang jelas, meski itu hibah, kita harus menyiapkan alokasi anggaran untuk penyiapkan pesawat itu sehingga bisa menggunakan,”katanya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Eris Herryanto menyatakan hal serupa.“Pembahasan masih terus dilakukan untuk mengkaji berbagai kemungkinan,”ujarnya.Eris sendiri enggan untuk menyebutkan varian F-16 yang direncanakan akan dihibahkan tersebut. Seperti diketahui, TNI AU saat ini mengoperasikan F-16 A/Block 15. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menolak rencana Kementerian Pertahanan untuk menerima hibah pesawat tempur bekas F-16 dari Amerika Serikat.Hasanuddin menyatakan penawaran hibah tersebut bukan hibah murni sehingga masih membutuhkan biaya peremajaan.

“ Pesawat-pesawat bekas tersebut kan masih harus diretrofit dulu dengan biaya yang tidak sedikit juga,”katanya. Kemudian, lanjutnya, meski harga 24 pesawat tempur F-16 bekas tersebut setara dengan enam pesawat baru, biaya perawatan pesawat bekas akan jauh lebih mahal. “Risiko biaya perawatan pesawat bekas yang telah dipakai 10 tahun dua kali lipat daripada pesawat baru. Apalagi Amerika banyak menggunakan pesawatnya untuk operasional perang di Timur Tengah dan Afganistan.Artinya lifetime-nya juga sudah pendek,”ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Hasanuddin, pemerintah bersama DPR juga sudah bertekad memodernisasi alat utama sistem senjata militer. Karena itu, sebaiknya kementerian pertahanan tetap fokus pada kesepakatan bersama itu.

SINDO

Roket Balistik Kartika I


12 November 2010 -- Kartika I roket balistik percobaan dua tingkat sasaran darat-ke-darat yang dikembangkan Dislitbangau. Tingkat pertama mempunyai panjang 2,590 mm, diameter 240 mm, berat 121,2 kg dan kecepatan 3 mach. Tingkat kedua panjang 3,277 mm, diameter 156 mm, berat 66,5 kg serta kecepatan 5 mach. Bahan bakar propelan double base dengan jarak tembak 50 km pada ketinggian elevasi 80 derajat. (Foto: Berita HanKam)

Berita HanKam

Sub Skimmer Wahana Air Pasukan Khusus Rancangan Dislitbangal


Model Sub skimmer dipajang di pameran Indo Defense 2010. (Foto: Berita HanKam)

12 November 2010 -- Sub skimmer wahana air kombinasi rigid speedboat dibuat dari FRP (Fiber-glass Reinforced Polyester) dan rubber tubing dibuat dari hypalon. Sub Skimmer dikembangkan oleh Dislitbangal.

Sub Skimmer dilengkapi sistem yang membuat mampu beroperasi dibawah atau diatas permukaan air dengan stabil, aman dan nyaman.

Kecepatan Sub Skimmer saat dipermukaan air 20 knot sedangkan dibawah air 24 knot ditenagai mesin 85 tenaga kuda dan berpenumpang 4 orang

Kendaraan ini cocok digunakan untuk operasi militer pasukan khusus.

(Foto: Berita HanKam)

(Foto: Berita HanKam)

(Foto: Berita HanKam)

Berita HanKam

Pemerintah Umumkan Masterplan Percepatan Pembangunan Awal 2011

Pemerintah Umumkan Masterplan Percepatan Pembangunan Awal 2011
Seoul (ANTARA News) - Pemerintah di awal 2011 akan mengumumkan cetak biru percepatan dan perluasan pembangunan di seluruh Indonesia untuk mendorong tercapainya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah tanah air.

"Bulan Januari, insya allah akan saya sampaikan `masterplan` percepatan dan peningkatan perluasan pembangunan di seluruh Indonesia, termasuk provinsi-provinsi di luar Jawa, apa yang harus kita lakukan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan penjelasan pada wartawan dalam perjalanan menuju Korea Selatan, Kamis.

Kepala Negara mengatakan dalam cetak biru yang disampaikan pemerintah akan dijelaskan mengenai apa yang akan dilakukan pemerintah di bidang ekonomi termasuk ekonomi khusus dan ekonomi kluster.

"Kalau ada ekonomi kluster, menyangkut industri apa, siapa yang menjalankan daerah ini, negara mitra siapa saja, apa capaiannya, tujuan yang dicapai, berapa tenaga kerja yang akan dicreate dan sebagainya," kata Kepala Negara.

Presiden menjelaskan potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk mengembangkan kemampuan ekonomi sebetulnya luar biasa namun belum dioptimalkan.

Kepala Negara mencontohkan kenaikan income per kapita selama enam tahun terakhir sejak 2004 dari semula dikisara 1186 dolar AS menjadi 3000 dolar AS.

Terkait kunjungannya ke Korea Selatan dan Jepang, Presiden mengatakan, kedua negara memiliki hubungan kerja sama ekonomi yang sangat baik dengan Indonesia.

"Korea Selatan dan Jepang adalah partner kita. Oleh karena itu, setiap saya hadiri pertemuan multilateral, tidak hanya agenda multilateral saja, namun juga ada bilateral objective," tegasnya.

Presiden mengakui bahwa masih banyak masalah yang harus dibenahi, antara lain penyempitan akses-akses proses ekonomi (bottlenecking), penyimpangan pelaksanaan regulasi yang berujung pada korupsi serta kelemahan-kelemahan lainnya.

Namun demikian, ia meminta agar kemajuan yang sudah dicapai juga dinilai secara objektif sehingga hal itu justru mendorong dilakukannya perbaikan dari kekurangan yang ada.

"Dengan visi dan strategi yang benar dan kebijakan yang benar dengan tekat yang sungguh luar biasa tahun mendatang hampir pasti capaian kita lebih baik. Saya optimis, saya mengajak rakyat Indonesia juga untuk optimis," tegasnya.

Presiden menegaskan,"mari menjadi bangsa yang `positive thinking`, optimis, pandai menghargai jerih payah dan keringat orang lain, dan memberikan kontribusi. Kritik boleh tapi bangsa ini tetap harus berkarakter dengan baik dan melihat masa depan dengan pengharapan."

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, Kamis Malam pukul 20:15 waktu Seoul atau pukul 18:15 WIB tiba di Bandara Incheon Korea Selatan.

Presiden dan rombongan dijadwalkan menghadiri KTT G-20 di Seoul pada Jumat (12/11) pagi.

Turut serta dalam rombongan Presiden, antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Ketua Komite Ekonomi Nasional, Chairul Tandjung, dan sejumlah pejabat lainnya.

Presiden pada Jumat pagi dijadwalkan menghadiri rangkaian kegiatan G-20 yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari yaitu kelompok kerja (working group) yang terbagi dalam lima sesi, satu sesi "working lunch" dan sesi komunike bersama serta sesi foto bersama.

Pada Jumat sore (12/11), Presiden bertolak menuju Yokohama Jepang untuk menghadiri KTT APEC. (P008/K004)
Antara

Jet Tempur Tempati Urutan Teratas Daftar Penjualan Senjata Internasional


PDF Cetak Email
SEBUAH laporan membeberkan, pesawat tempur tercatat sepertiga dari semua pengiriman senjata global, dengan Amerika Serikat menempati urutan teratas daftar penjual sementara pembeli terbesar adalah India, Uni Emirat Arab dan Israel.

Laporan oleh lembaga kajian SIPRI pada 10 Nopember itu disiarkan sepekan sebelum China membuka pameran kedirgantaraan besar di Zhuhai. Institut independen Swedia tadi memperingatkan bahwa meningkatnya penjualan pesawat tempur bisa menyebabkan dampak mengacau stabilitas di banyak belahan dunia.

Antara tahun 2005 dan 2009, menurut laporan oleh Stockholm International Peace Research Institute, Amerika Serikat menjual 341 jet tempur, naik dari 286 pesawat yang dijual dalam periode lima tahun sebelumnya, sementara Rusia menjual 219 jet, turun dari 331, dan Prancis menjual 75, naik dari 58.

Hanya 11 dari negara-negara dunia tercantum di daftar produsen pesawat tempur: Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Swedia, India dan Jepang atas kemampuan sendiri, dan Jerman, Italia, Spanyol dan Inggris sebagai bagian konsorsium Eurofighter.

Lebih Panjang

Kendati demikian, daftar pembeli senjata itu jauh lebih panjang. Dalam periode lima tahun, lebih 50 negara, termasuk Aljazair (32), Bangladesh (16), Israel (82), Jordania (36), Pakistan (23), Suriah (33), Venezuela (24), Chili (28), Polandia (48), China (45) dan Yaman (37), membeli total 995 pesawat tempur baru dan bekas. Belum termasuk negara-negara produsen itu sendiri, dengan India membeli sebagian besar pesawat tempur selama periode itu sebanyak 115 pesawat dan AS membeli 33.

India, Uni Emirat Arab dan Israel sendiri mencatat hampir sepertiga dari semua pembelian jet tempur, dan SIPRI memperingatkan, banyak importir lain pesawat tempur lainnya terletak di wilayah-wilayah yang dilanda ketegangan internasional serius.

“Kalau pesawat tempur  kerap disebut sebagai salah satu senjata terpenting yang dibutuhkan untuk pertahanan, pesawat sama ini memberi negara-negara pemiliknya potensi untuk dengan mudah dan dengan sedikit peringatan menyerang jauh ke dalam wilayah negara-negara tetangga,” ungkap Siemon Wezeman, pejabat senior dari SIPRI Arms Transfers Programme dan ketua tim peneliti tadi.

Berbagai contoh gamblang tentang hal ini, menurut SIPRI, adalah serangan udara Israel terhadap Suriah pada September 2007 dan serangan udara Rusia terhadap Georgia pada Agustus 2008. “Akuisisi pesawat tempur dengan begitu jelas bisa menimbulkan efek besar yang mengganggu stabilitas terhadap wilayah,” ujar Wezeman.

Agenda

Ironisnya, tegas laporan tadi, “kalau transfer rudal balistik dan rudal jelajah dan teknologinya menempati urutan tinggi pada agenda pengawasan senjata dan ekspor antara lain dikarenakan kapabilitasnya membawa nuklir dan senjata pemusnah massal lain, penjualan pesawat tempur canggih dan rudal udara ke darat yang mampu membawa hululedak nuklir malah tidak jadi prioritas.”

Bagi negara-negara produsen, keuntungan ekonomi dari pesawat-pesawat itu justru besar: “makin canggih pesawat udara yang berharga lebih 40 juta dolar per unitnya dan sering lebih tinggi lagi,” menurut SIPRI, sehingga membuat harga sebenarnya dari pesawat demikian jadi sulit ditaksir.

Terbukti, institut Swedia tersebut mengutip keterangan dalam majalah Jane’s Defence Weekly edisi 16 September 2009 yang menunjukkan bahwa kalau Norwegia mengkalkulasikan pihaknya membayar 54 juta dolar untuk setiap unit dari jet-jet tempurnya F35 buatan Amerika, Pentagon memperkirakan pihaknya menerima 97 juta dolar untuk jenis pesawat sama.

Substansial

Bagaimanapun juga, para “produsen memprosikan penjualan lantaran langkah tersebut menghasilkan pendapatan dan lapangan kerja substansial,” papar SIPRI. Misalnya, konsorsium Eurofighter meraup antara enam sampai tujuh milyar dolar dari penjualan 72 unit pesawat ke Arab Saudi, sementara Australia membayar AS 4,8 milyar dolar untuk 24 unit pesawat F/A-18E dan India mengeluarkan 1,5-1,6 milyar dolar untuk 40 unit pesawat tempur Rusia jenis Su-30MKI.

Angka-angka sangat besar tadi membantu menjelaskan persaingan amat ketat untuk mendapatkan deal seperti tender Brasilia yang sudah lama untuk membeli 36 jet tempur baru. Pesawat Prancis Rafale buatan Dassult, Gripen NG  Swedia buatan Saa, dan pesawat F/A-18 Super Hornet AS buatan Boeing semuanya bersaing memperebutkan kontrak besar, yang ditaksir bernilai sekira tujuh milyar dolar.  (afp/bh)

ANALISA

ATM Timbang Guna APC Indonesia



Seri Anoa 6x6 produksi PT. Pindad (photo : Defense Studies)
JAKARTA - Malaysia sedang mempertimbangkan untuk membeli kenderaan tempur jenis APC (Armoured Personal Carrier) keluaran Indonesia iaitu ANOA bagi menggantikan kereta perisai Condor.

Menteri Pertahanan, Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi berkata, ketika ini Angkatan Tentera Malaysia (ATM) sedangkan menilai keberkesanan aset tersebut khususnya dalam menyertai misi Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) di Lebanon.

"Kita sedang meneliti apakah ANOA dapat berfungsi dengan baik ketika berada di kawasan yang suhu ekstrem seperti di Lebanon," katanya kepada pemberita ketika menghadiri Indodefence di sini, hari ini.

ANOA kini digunakan oleh Tentera Nasional Indonesia (TNI) dalam melaksanakan misi perdamaian di Lebanon Selatan.

Dalam pada itu Ahmad Zahid berkata, Malaysia juga sedang mempertimbangkan untuk bekerjasama dengan Indonesia untuk mengeluarkan peluru berkaliber sederhana.

Menurut beliau, kerjasama di kalangan negara ASEAN dapat mengelak daripada perbelanjaan besar negara-negara rantau berkenaan membeli aset ketenteraan dari negara Barat seperti Eropah.

"Ini merupakan satu bentuk kerjasama Malaysia dengan negara-negara ASEAN dalam bidang industri pertahanan," kata beliau.

Kereta perisai Condor ATM kini digunakan untuk misi pengaman.


(Utusan)

Daewoo International to Export Armored Vehicles to the Indonesian Army



Blackfox Tarantula 6x6 with 90mm turret (photo : Asia Today)

Daewoo International to export military wheeled armored vehicles 6x6 to Indonesia Army worth of 70 million dollars.

Indonesian Defense Ministry and Daewoo International recently signed agreement and came into effect 11 days to start production this month.

Wheeled armored vehicles 6 x6 is the first time to export to overseas.

Daewoo equipped 22 units of armored with a 90mm turret, split 11 units completely knock down (CKD), and 11 unit in parts assembly (SKD), Indonesia announced that it will lead to the Army by end of 2013.

Production and 90mm armored turret assembly headed by the Doosan DST, SKD volume manufacturing technology transfer contract with the armored vehicles in Indonesia is planning to assemble in the arsenal.

Company officials said "military diplomacy in the DAPA and the competitive win financial support Korea Export-Import Bank for this project was a great help," he said.

Daewoo International in the past one year worth of $ 80 million from the Indonesia Navy type 209 submarines overhaul contracts, and amount to $ 40 million from the Indonesian Air Force basic trainer contracted.

(New Daily)

BERITA POLULER