Pages

Wednesday, November 10, 2010

Merapi Membaik, Presiden ke Korsel

Merapi Membaik, Presiden ke Korsel
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berangkat ke Seoul, Korea Selatan, untuk menghadiri KTT G20 karena situasi Gunung Merapi cenderung membaik.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Presiden Yudhoyono dalam konferensi pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis untuk memaparkan alasan kepergiannya ke Seoul dan Yokohoma, Jepang.

Presiden berangkat pada Kamis pukul 12.00 WIB dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma dan langsung menuju Seoul untuk menghadiri KTT G20.

Kepala Negara dan rombongan akan berada di Seoul selama sehari penuh pada 12 November 2010, dan kemudian menuju Yokohama untuk menghadiri KTT APEC.

Presiden akan berada di Yokohama pada 13 November 2010 dan sudah tiba kembali di tanah air pada Sabtu malam 13 November 2010.

Pada Rabu malam, Presiden menggelar rapat internal dengan Wakil Presiden Boediono beserta sejumlah menteri terkait guna mendengarkan penjelasan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Surono.

"Situasi Gunung Merapi diperkirakan dalam waktu dekat, satu, dua, tiga, empat hari ke depan tidak akan memiliki perubahan yang dramatis. Memang statusnya masih awas tapi tidak ada tanda-tanda memburuk dan memang belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Boleh dikata analisis dari apa yang terjadi `flat` ada kecenderungan membaik," jelas Presiden.

Presiden mendapatkan laporan dari BNPB bahwa keadaan tanggap darurat dapat ditangani secara baik oleh BNPB dibantu oleh jajaran daerah mulai dari Gubernur DIY, Gubernur Jawa Tengah, Pangdam Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, dan Kapolda DIY.

"Atas pertimbangan itu semua atas urgensi dari pertemuan puncak G20 dan pertemuan puncak APEC, termasuk kepentingan kita, maka saya telah mengambil keputusan, saya akan menghadiri satu hari penuh pertemuan puncak G20," kata Presiden.

Selama dua hari berada di luar negeri, Presiden berharap agar semua pejabat di tanah air dapat menangani bencana di Merapi, Sumatera Barat, dan Papua Barat secara baik dan memastikan semua sistem berfungsi dan bekerja penuh sehingga harapan masyarakat dapat dipenuhi.

Kepala Negara mengatakan dalam waktu dekat Menko Kesejahtewraan Rakyat Agung Laksono akan kembali ke Wasior, Papua Barat, dan juga ke Mentawai, Sumatera Barat, guna memastikan penanganan tanggap darurat serta tahap rekonstruksi dan rehabilitasi dapat berjalan baik.

Presiden menekankan urgensi kehadirannya di forum G20 karena pada 12November 2010 akan menjadi pembicara utama dalam sesi pembangunan dan akan menyuarakan kepentingan negara berkembang dalam tatanan perekonomian dunia.

"Itu isu pembangunan yang sangat penting bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia karena kita tidak ingin ekonomi dunia berkembang berkembang secara tidak adil, tidak peduli suara dan permasalahan negara-negara berkembang," jelas Presiden.

Sedangkan kehadirannya di APEC untuk memberikan pernyataan serta mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan negara-negara anggota APEC demi kepentingan ekonomi Indonesia.

Kehadiran Presiden Yudhoyono dalam forum APEC akan digantikan oleh Wakil Presiden Boediono pada 14 November 2010.

Boediono akan berada di Jepang pada 14 hingga 16 November 2010 untuk menghadiri forum APEC secara penuh dan mengadakan kunjungan kerja di Jepang untuk menindaklanjuti sejumlah rencana kerja sama ekonomi dengan Jepang.

"Saya tidak boleh terlalu lama meninggalkan tanah air dalam keadaan seperti ini. Hari kedua di forum APEC akan lintas ganti. Saya pulang dan digantikan Wakil Presiden yang akan hadir penuh," demikian Presiden.
(ANT/A024)
Antara

Latihan Aerobatik Roulette di Langit Halim

JAKARTA - Pesawat Pilatus PC-9A milik tim terbang Aerobatik Royal Australian Air Force (RAAF) "Roulette" bersiap melakukan latihan terbang di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (8/11). Roulettes RAAF akan melakukan formasi terbang aerobatik "low level formation" selama Indonesian Defense Expo yang akan diselenggarakan di Kemayoran 10 - 13 November 2010. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/ama/10.





Tim Aerobatik Australian Roulettes Akan Beraksi di Indo-Defence 2010




JAKARTA - Tim aerobatik AU Australia, Roulettes Senin (8/11) menggelar latihan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. "Kondisinya cukup clear. Tidak ada masalah. Sejauh ini baik-baik saja," ujar Komandan Sekolah Penerbang AU Australia, menanggapi gosip debu Merapi yang telah sampai diJakarta.

Kondisi aman ini dibuktikan oleh aksi memukau para penerbang negeri kanguru tersebut. Selama setengah jam, Roulettes menunjukkan aksi-aksi mendebarkan di udara.

Tim aerobatik Roulettes menggunakan 6 pesawat berjenis Pilatus PC-9A yang bercat merah putih. 3 Pilot TNI AU yang merupakan anggota tim aerobatik Jupiter, ikut dalam aksi ini.

Rencananya, Tim Roulettes akan tampil dalam Indo-Defence di Kemayoran, 10-13 November. Jika memungkinkan, mereka juga akan tampil di Bandara Adisutjipto tanggal 14 November nanti. Tapi tentu semua sesuai kondisi.

Para pilot melakukan aksi-aksi aerobatik dengan kecepatan sekitar 590 km/jam. Mereka mempertahankan jarak antar pesawat hanya sekitar 3 meter. Uniknya selama atraksi, pilot satu dengan lainnya hanya berkomunikasi dengan bahasa isyarat tangan.

Mereka menunjukan berbagai manuver seperti loops, barrel rolls, mirror, corkscrew dan rollbacks. "Kami ingin mengucapkan terimakasih pada TNI AU atas kesempatan latihan bersama ini," ujar Penton.

Sumber : DETIKNEWS.COM

TNI AU Beli Dua Unit Pesawat Boeing 737-400


JAKARTA - TNI AU dan PT Garuda Indonesia mengadakan penandatangan nota kesepahaman tentang pengalihan dua unit pesawat Boeing 737-400, yang ditandatangai oleh Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat dan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, di Mabesau Cilangkap, Senin (8/11).

Penandatanganan nota kesepahaman ini adalah salah satu tahapan dalam mewujudkan proses pembelian 2 unit pesawat Boeing 737-400 dari PT Garuda Indonesia (Persero) ke pihak TNI AU, selanjutnya akan dilaksanakan proses pengadaan barang/jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu penyusunan dokumen kontrak jual beli.

Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, dalam Rencana Strategis Tahun 2010-2012, TNI AU telah memprogramkan dan menganggarkan untuk meningkatkan kemampuan alutsista agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai penangkal, penindak, dan pemulih dalam rangka menegakkan kedaulatan negara di udara.

“TNI AU mengharapkan bahwa kegiatan penyusunan dokumen kontrak pembelian pararel dengan kegiatan pelatihan di bidang pemeliharaan, dan tim teknis, agar supaya pesawat tersebut dapat dioperasikan di TNI AU dengan segera”, ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menyatakan, sebagai “national flag carrier” selain menjalankan misi sebagai salah sebagai suatu entitas bisnis, Garuda memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan aspek perekonomian , sosial dan budaya, serta pertahanan dan keamanan negara.

Dikatakan, sejalan dengan peranannya tersebut, maka Garuda Indonesia senantiasa berupaya untuk dapat menjalin kerja sama serta memberikan dukungan bagi berbagai lembaga dan intitusi agar tercipta sinergi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan pada umumnya bagi negara dan bangsa.

Sumber : PIKIRAN RAKYAT

Kerjasama Revitalisasi Industri Pertahanan di Tandatangani




JAKARTA - Peresmian pembukaan pameran bidang pertahanan terbesar di Indonesia, Indo Defence, Indo Aerospace, dan Indo Marine 2010, ditandai dengan penandatanganan 23 kesepakatan kerja sama tentang revitalisasi industri pertahanan.

”Ini adalah kerja sama untuk TNI dan Polri,” ungkap Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (10/11) pada pembukaan pameran di Kemayoran, Jakarta. Pameran ini dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Beberapa kerja sama, antara Kementerian Pertahanan dan pihak luar negeri, di antaranya adalah kontrak senilai 142 juta dollar Amerika Serikat untuk pembelian pesawat EMB 346 Super Tucano dengan Embraer, Brasil.

Selain itu ditandatangani pula kontrak dengan Rosoboronexport, untuk pembelian senjata untuk pesawat Sukhoi senilai 54 juta dollar AS.

Kesepakatan lainnya melibatkan kerjasama industri pertahanan dalam negeri dengan Kementerian Pertahanan maupun dengan pengguna langsung dan kalangan industri (Mitra). PT Pindad, misalnya, bekerja sama dengan CV Sari Bahari untuk peledak dan detonator bom Sukhoi P-100L.

Selain itu, juga ada kerja sama dengan TNI AU untuk pengadaan bom BT 250 dan BLP 250. Sedangkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjalin kerja sama dengan industri asing, seperti Eurocopter-Perancis untuk pengembangan helikopter EC-725 Cougar, Superpuma, dan helikopter SAR. PTDI juga berencana menandatangani MoA dengan Korean Aerospace Industries Ltd untuk pemasaran pesawat CN-235 dan T-50 Golden Eagle.

Sementara PT.PAL yang sebelumnya mengadakan kerjasama dengan Damen-Belanda untuk membuat PKR juga menggandeng China Shipbuilding Industry Corporation untuk bekerja sama pengembangan beragam kapal Sipil dan Militer.

Sumber : KOMPAS, Berbagai Sumber Lain

Semua Varian Anoa Hadir di Indo-Defence 2010


JAKARTA - Berbeda dengan pagelaran Indo-Defence 2 tahun lalu, kali ini Pindad tidak menampilkan live demo dari Anoa 6x6 yang menjadi produk andalannya. Meskipun di tampilkan agak berlebihan karena jumlah yang didisplay tidak kurang hampir 40 unit, beberapa varian baru tampak ikut ditampilkan di sini. Salah satunya yang terbaru adalah Anoa varian recovery, amfibi dan mortir.

Menurut Humas Pindad, Timbul Sitompul, kedia unit tersebut memang baru kali ini ditampilkan dipublik. "Semua varian Anoa yang kita punya ada disini, termasuk varian mortir yang kita display didalam area pameran.

Khusus untuk Anda pembaca Blog ALutsista, berikut beberapa foto yang diambil langsung dari ajang pameran Indo-Defence 2010, Rabu (10/11) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. ©alutsista










Pembukaan Indo Defence 2010

0diggsdigg



INDO DEFENCE 2010. Sejumlah anggota TNI mencoba alat simulator terbang yang dipamerkan dalam "Indo Defence 2010 Expo & Forum" di JIExpo











JAKARTA,10/11 - PEMBUKAAN INDO DEFENCE. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) bersama Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (4kanan) mengamati produk yang dipamerkan pada "Indo Defence 2010 Expo & Forum" di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/11). Pameran mengenai industri alat-alat pertahanan dan militer tersebut berlangsung 10-13 November 2010 dan diikuti oleh lebih dari 400 peserta pameran dari 38 negara.


Sumber: ANTARA FOTO

BERITA POLULER