Pages

Tuesday, October 12, 2010

Latihan Angsa 2010 Mencapai Tujuan




Dalam latihan Angsa 2010, Su-30MKM berhasil melaksanakan air refuelling terhadap pesawat Hornet dan Hawk milik TUDM (photo : TUDM)
Angsa capai matlamat
KUALA LUMPUR: Eksesais Angkasa Samudera (Angsa) siri 5/2010 yang berakhir semalam berjaya mencapai matlamat dengan pertama kalinya menggabungkan pasukan Tentera Darat selain dua sayap Angkatan Tentera Malaysia (ATM) iaitu Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). Panglima Tentera Udara, Tan Sri Rodzali Daud berkata, dalam usaha memantapkan persefahaman ketika operasi mempertahankan keamanan negara, buat pertama kalinya eksesais kali ini turut membabitkan latihan bersama pesawat tempur Sukhoi SU-30MKM.

“Latihan ini juga membabitkan tiga Kapal Ronda Generasi Baru, NGPV yang diuji keupayaan menjalankan misi jarak jauh di kawasan operasi Selat Melaka dan Laut China Selatan manakala pesawat tempur Sukhoi dari Pangkalan Udara Gong Kedak menjalani ujian integrasi antara pesawat dengan kapal.

“Selain kehadiran aset TLDM dan TUDM ini, elemen tentera darat dalam pelaksanaan eksais di Perairan Selat Melaka juga dimensi baru melengkapkan lagi aspek kebersamaan,” katanya.


(Metro)

Heli Mi-35P TNI AD Jalani Uji Terbang


0diggsdigg

Helikopter Mi-35P TNI AD Yang Dibeli Dari Rusia

Jakarta (ANTARA News) - Tiga unit Helikopter Mi-35P milik TNI Angkatan Darat menjalani uji terbang setelah tiba di Indonesia pada akhir September 2010.

Uji terbang dilaksanakan di landasan Skuadron Teknik 021 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, mulai Selasa.

Ketiga unit helikopter yang menjalani uji terbang itu bernomor ekor HX-3503, HX-3504, dan HX-3505.

Uji terbang pertama dijalani helikopter Mi-35P bernomor ekor HX-3503 dengan pilot Rusia Vallery Khalasnikov.

Sedangkan dalam uji itu sebagai ko-pilot, merangkap test pilot maintenance Letkol CPN Made Ardana dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat.

Selain pilot dan ko-pilot ikut dalam penerbangan uji seorang flight engineer Rusia Maxim Kurchkov serta pendamping dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat Letkol Herry.

Pengujian dilakukan mulai uji fungsi di darat dan di udara dengan ketinggian sekitar 5.000 kaki dengan rute Halim Perdanakusuma-Atang Sandjaya (Bogor).

TNI Angkatan Darat sebelumnya telah memiliki dua unit heli serbu buatan Rusia itu.

Dengan kedatangan tiga unit Heli Mi-35 itu, maka kini TNI Angkatan Darat telah memiliki lima unit helikopter Mi-35P dan bermarkas di Skuadron 31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat.

Tiga unit heliopter tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Rusia pada pekan depan.

Sumber: ANTARA

Vietnam: Indonesia menghabiskan $16,6 miliar pembelian pesawat tempur?


0diggsdigg
Sukhoi TNI AU

Informasi terbaru dari "Global Aircraft," melaporkan dalam 5 tahun ke depan, Departemen Pertahanan Indonesia berencana untuk membeli jet tempur dan helikopter untuk melengkapi TNI AU sebesar Rp.150 trilyun rupiah (16,6 miliar dolar).

Analisis para ahli menunjukkan bahwa, meskipun tidak semua proyek melakuakan pembelian di tahap ini, namun Indonesia sedang dalam proses pelaksanaan sekurang-kurangnya bagian dari proyek ini.

Menurut Dana Moneter Internasional, di Indonesia tingkat pertumbuhan PDB pada tahun 2011 akan menjadi sekitar 6,2%. Prediksi laju pertumbuhan dari PDB akan mencapai 7% pada tahun 2015. Sedangkan anggaran pertahanan pada tahun 2011 mengidentifikasi sekitar $ 5 miliar, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dalam 5 tahun ke depan akan memungkinkan untuk meningkatkan anggaran pertahanan.

Total anggaran pertahanan yang diharapkan pada 2011-2015 diperkirakan 27,5 miliar dolar. Namun, jumlah maksimum yang dapat digunakan untuk membeli senjata tidak akan melebihi 30% dan sekitar 8,25 miliar dolar. Direncanakan oleh Departemen Pertahanan Indonesia, 2 / 3 sebesar 16,6 miliar mengumumkan rencana alokasi dari anggaran nasional, sekitar $ 11 miliar dan sisanya (5,6 miliar) akan diberikan dalam bentuk kredit.



KF-X merupakan Hasil Kerjasama Antara Indonesia-Korsel0

Dari data di atas bahwa nilai sebenarnya mungkin diambil dari anggaran negara akan menjadi sekitar kurang dari 2,75 miliar dolar dinyatakan digunakan untuk membeli pesawat tempur dan helikopter. Selanjutnya jumlah 8,25 miliar dolar Departemen Pertahanan Indonesia bermaksud untuk membeli dan meng-upgrade senjata di 2011-2015 tidak hanya akan fokus pada pembelian pesawat tempur dan helikopter, tetapi juga untuk membeli banyak lagi senjata.

Asumsikan bahwa jika Indonesia dapat memberikan prioritas untuk upgrade pesawat, pertahanan belanja dalam periode mendatang akan digunakan untuk sekitar 2 / 3 jumlah total, yaitu maksimum sebesar $ 5400000000, anak yang sebenarnya Jumlah ini tidak akan melebihi $ 5 miliar.

Maka, angka yang diajukan untuk pengadaan pesawat sebesar $ 5,6 milyar terlalu tinggi. jumlah kredit yang sebenarnya dimobilisasi hanya akan mencapai sekitar $ 2,5-3M. Dapat dilihat prioritas mereka hanya bisa berasumsi bahwa dua pertiga dari jumlah ini dapat dialokasikan untuk pembelian peralatan Angkatan Udara, sekitar $ 2 miliar.

Sebagaimana dinilai dengan analisis TSAMTO, jumlah maksimum akan dialokasikan untuk pembelian pesawat bagi Indonesia dalam 2011-2015 tidak akan melebihi $ 7 miliar. Oleh karena itu, pengadaan pesawat pendanaan dalam jumlah yang diklaim menjadi US $ 16,6 milyar dapat dilakukan selama periode 12-15 tahun daripada 5 tahun. Dengan demikian, tampak lebih realistis dengan pernyataan sebelumnya dari Departemen Pertahanan Indonesia atas pembelian untuk 180 pesawat untuk melengkapi Angkatan Udara Sukhoi dalam 15 tahun. Biaya Sendiri untuk program ini telah mencapai $ 8 miliar.

Selain itu, Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman (Juli 2010) dengan Korea Selatan tentang rencana dalam 10 tahun ke depan akan membeli sekitar 50 KFX. Indonesia telah sepakat untuk menghabiskan 20% ($820 juta) dana proyek-proyek pembangunan (total biaya diperkirakan mencapai 4,1 miliar dolar), dana itu untuk pembelian 50 pesawat senilai sekitar $ 2,2 miliar. Merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang menghabiskan $ 3 miliar untuk proyek KFX.

Indonesia juga telah mengumumkan rencana ambisius untuk memodernisasi armada pesawat termasuk 2 Su-27SK dan dua Su-30MK yang melengkapi F-5E Tiger dan F-16A / B Falcon. Sebelumnya, ia juga telah mengumumkan niatnya untuk membeli pesawat angkut baru militer, pesawat patroli dan biasanya sejumlah besar jenis helikopter.

Jadi dengan kapasitas keuangan di Indonesia semua program MEF akan membutuhkan waktu 15 tahun untuk melaksanakan sepenuhnya.

Sumber: xaluan / MIK

SBY Laporkan Kondisi TNI pada Purnawirawan


0diggsdigg


INILAH.COM, Jakarta - Saat menyampaikan sambutan pada peringatan HUT PEPABRI ke 51, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melaporkan beberapa kemajuan dan program yang sedang di lakukan oleh TNI dan Polri di masa kini kepada para Purnawirawan ABRI.

"Saya sampaikan bahwa lima hingga sepuluh tahun mendatang, kita ingin sungguh meningkatkan pembangunan kekuatan dan modernisasi Alutsista kita, terutama TNI," ujar SBY saat menyampaikan sambutan di peringatan HUT Persatuan Purnawirawan ABRI (PEPABRI) di Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma, Selasa (12/10).

SBY berharap dalam lima tahun ke depan kemampuan Alutsista TNI bisa meningkat dengan memenuhi kemampuan persenjataan minimum. "Untuk itu kita telah tetapkan satu kebijakan untuk meningkatkan anggaran pertahanan. Demikian juga industri strategis untuk memproduksi Alutsista yang memang sudah bisa kita produksi," kata SBY.

Salah satu yang dilaporkan SBY adalah rencana pemerintah yang akan membangun peacekeeping centre atau Pusat Pelatihan dan Pendidikan Penjaga Perdamaian guna meningkatkan kemampuan dan peran aktif TNI dalam menjaga perdamaian dunia. "Pemerintah akan bangun pusat penjaga perdamaian. Di sana akan ada tempat pelatihan dan pendidikan yang memadai."

Selain sebagai pusat pelatihan bagi penjaga perdamaian, pusat pelatihan dan pendidikan ini juga disiapkan untuk penanggulangan bencana. Dengan kehadiran pusat pelatihan dan pendidikan ini, TNI akan lebih siap menanggulangi bencana. Rencananya, kata SBY, itu akan direalisasikan dalam waktu dekat ini. "Insya Allah dalam waktu yang tidak lama ini akan terwujud," jelas SBY.

Sumber: INILAH

Monday, October 11, 2010

Rusia mengungkapkan data rinci mengenai anggaran pertahanan sampai dengan tahun 2013


0diggsdigg

Proses Pembuatan Pak Fa

Rusia untuk pertama kalinya kepada publik selama beratahun-tahun rekening tentang belanja pertahanan sampai 2013 secara rinci, Vedomosti harian, Selasa.

Pertahanan Komite Negara Duma kepala Viktor Zavarzin mengatakan pekan lalu bahwa anggaran untuk pertahanan negara, termasuk R & D,dengan total 487000000000 rubel ($ 16,3 bln) pada tahun 2010, 574 Miliar ($ 19,2 bln) pada tahun 2011, 726 Miliar ($ 24,3 bln) pada tahun 2012, dan 1,16 triliun ($ 38,8 bln) pada tahun 2013.

Bagian dari pengeluaran R & D akan turun dari 22 persen pada 2010 menjadi 16 persen pada tahun 2013, anggota parlemen itu.

belanja ini akan fokus pada pengadaan RS-24 rudal balistik antarbenua dan Bulava diluncurkan kapal selam rudal balistik, Su-34 bomber, Su-35 Flanker-E jet tempur jarak jauh, kapal selam, korvet dan frigat untuk armada Laut Hitam , dan perintah-dan-kontrol medan perang sistem untuk Angkatan Darat.

Bagian dari pengeluaran modernisasi persenjataan yang ada akan tersebar hampir merata sepanjang masa empat tahun - 13 persen pada tahun 2010, 15 persen pada 2011-2012, dan 14 persen pada tahun 2013.

Sumber: RIA / MIK

FORUM KOMENTAR DISKUSI INDONESIA DEFENCE

ADMIN : BAGI PEMBACA YANG MAU KOMEN DAN BERDISKUSI MASALAH PERTAHANAN MILITER INDONESIA DAN DUNIA SERTA  PERKEMBANGAN ALUTSISTA YANG BERKEMBANG SAAT INI SILAKAN KOMEN DI BAWAH........SELAMAT BERDISKUSI

Menhan AS Sindir China soal Perebutan

illustrasi

HANOI, SENIN - Pemerintah Amerika Serikat menyerukan semua pihak bersengketa agar lebih mengutamakan pendekatan internasional dan multilateral dalam upaya mencari penyelesaian atas sengketa rebutan wilayah, seperti kerap terjadi belakangan ini di kawasan Asia Timur.

Seruan itu dilontarkan Menteri Pertahanan AS Robert Gates, Senin (11/10), saat berbicara di depan pejabat militer dan mahasiswa di Vietnam National University, Hanoi, Vietnam, menjelang Pertemuan Puncak Pertahanan Asia-Pasifik.

Pernyataan Gates disampaikan beberapa jam menjelang pertemuannya dengan Menteri Pertahanan China Jenderal Liang Guanglie dan diyakini pula mengarah ke sikap China yang selama ini lebih memilih penyelesaian sengketa secara bilateral, seperti dalam persoalan di perairan Laut China Selatan dan Laut China Timur. China juga menolak campur tangan asing, terutama AS.

Hubungan militer AS-China dalam setahun terakhir memang menegang menyusul kebijakan AS menjual persenjataannya kepada Taiwan senilai enam juta dollar AS. Hal itu dinilai China sebagai sikap AS yang tak menghormati kebijakan ”Satu China” (One China Policy). Sejumlah senjata yang dijual AS adalah helikopter Blackhawk, peluru kendali Patriot, dan kapal-kapal perang pemburu ranjau.

”Saat ini kita semua melihat upaya penuntasan sengketa, yang sepenuhnya mengandalkan pembicaraan bilateral secara eksklusif, sudah tidak lagi mencukupi. Sekarang kita lebih membutuhkan adanya institusi multilateral, yang juga mampu menyelesaikan persoalan sekaligus menghadapi berbagai tantangan keamanan penting di kawasan. Berbagai persoalan yang terjadi di Asia, termasuk soal sengketa wilayah, dapat dengan sangat baik diselesaikan melalui sebuah kerja sama multilateral yang kuat,” ujar Gates.

Kekhawatiran AS itu dapat dipahami mengingat mereka memang menilai China belakangan semakin ”agresif”, terutama dengan ”berinvestasi” secara besar-besaran dalam kekuatan maritim. Maret lalu China mengumumkan belanja pertahanannya tahun ini mencapai 79,6 miliar dollar AS. Namun, AS mencurigai angka sebenarnya bisa dua kali lipat dari angka itu.

Tolak keinginan ASEAN

Dalam kasus klaim China atas kawasan kepulauan kaya kandungan sumber daya alam di Laut China Selatan, Negeri Tirai Bambu itu menegaskan posisinya yang hanya mau melakukan pembicaraan bilateral dengan satu per satu negara ASEAN yang terlibat dalam sengketa itu. China juga menolak keinginan negara-negara ASEAN untuk bernegosiasi dan menyusun ”kode etik regional” yang nantinya akan dipatuhi bersama dalam menyelesaikan setiap sengketa.

Lebih lanjut China diyakini bersikap lebih melunak. Hal itu ditandai dengan undangan Liang terhadap Gates, yang sebelumnya juga didahului dengan undangan pertemuan informal serupa ke Menteri Pertahanan Jepang Toshimi Kitazawa di sebuah kedai kopi hotel, membahas hubungan kedua negara.

Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan China, Guan Youfei, dalam pertemuannya dengan Gates, Liang menekankan pentingnya hubungan militer China-AS.

Selain itu, Liang juga memperingatkan AS soal kebijakan penjualan senjatanya kepada Taiwan, yang dinilai Liang masih akan menjadi duri dalam hubungan China-AS. Namun, Liang mengundang Gates melawat ke China.

Dalam pertemuan itu keduanya tidak membahas masalah sengketa teritorial maritim di Laut China Selatan.

Sumber: KOMPAS

BERITA POLULER