Pages

Tuesday, September 28, 2010

Ahmadinejad Terus Kejar AS Soal 11/9

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad setiba di Tehran, langsung menggelar konferensi pers. Ahmadinejad hari Sabtu (25/9) mengatakan, " Dengan alasan 11/9, semua bangsa di Timur Tengah ditekan AS dan hak asasi manusia mereka diabaikan." Ahmadinejad di hadapan para wartawan kembali menuntut pembentukan tim khusus pencari fakta untuk mengungkap konspirasi di balik Serangan 11/9. Dikatakannya, banyak peristiwa di Timur Tengah yang berhubungan dengan Serangan 11/9.
Lebih lanjut Ahmadinejad menegaskan, "Jika para pejabat AS mempunyai data yang kuat terkait para pelaku serangan 9/11, maka data itu sepatutnya diserahkan kepada tim pencari fakat sehinggga semua bangsa dan negara terlibat dalam melawan aksi terorisme." Ditambahkannya, kotak hitam 11/9 akan menjadi pengungkap fakta beberapa peristiwa yang terjadi saat ini di kawasan."
Menurut Ahmadinejad dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, 11/9 dijadikan alasan untuk menyerang Afghanistan dan Irak. Ia mengatakan, "11/9 adalah mukadimah untuk pendudukan. Pernyataan ini bukan hal yang baru. Akan tetapi ketika sebuah negara dan bangsa Iran mengemukakannnya, para tokoh dan media bersikap sensitif atas masalah ini, bahkan AS menunjukkan sikap yang tidak layak."
Sementara itu, Presiden Barack Obama dalam wawancaranya dengan BBC menilai pernyataan Ahmadinejad sebagai sikap yang keliru bahkan tidak dapat ditolerir. (IRIB/AR/RM)

IRIB

Olmert Blak-Blakan Fakta Soal Perang Gaza

 Mantan perdana menteri Rezim Zionis Israel, Ehud Olmert membongkar rahasia militer rezim ini terkait perang Gaza beberapa waktu lalu.
Olmert dalam pernyataan terbarunya seperti dikutip Koran Yediot Aharonot menuding Menteri Peperangan Israel, Ehud Barak sebagai dalang kegagalan strategi menjatuhkan pemerintahan Hamas di Jalur Gaza dalam perang 22 hari. Sikap Olmert ini langsung memicu reaksi luas di elit politik Israel. Sampai-sampai para penentang Barak dari kubu Kadima, Avi Dichter yang menjabat menteri keamanan nasional pada era Olmert bangkit membela Barak.
Sementara itu, langkah Olmert yang mengungkapkan kenangannya kepada Koran Yediot Aharonot mendapat kecaman baik dari dalam maupun luar. Menyikapi fenomena ini Olmert menandaskan, Barak menolak serangan terlalu lama ke Gaza dan sikapnya ini telah menggagalkan upaya untuk menduduki Jalur Gaza serta menggulingkan pemerintah Hamas. "Jika bukan karena sikap Barak tersebut maka kini Gaza telah berhasil diduduki Israel dan Hamas pasti tersingkir serta para pemimpin Palestina tidak akan sekuat saat ini," tegas Olmert.
Pemimpin Partai Buruh Israel menilai pernyataan Olmert melanggar tradisi dan pembocoran rahasia militer terbesar sepanjang sejarah. Hal ini juga merupakan aksi luar biasa Olmert sepanjang hidupnya. "Rakyat Israel membaca dan mendengar pernyataan Olmert ini, akibatnya mereka gemetar karena khawatir," ungkap pemimpin partai buruh ini.
Di sisi lain, Ehud Barak yang tengah berada di Amerika Serikat (AS) berusaha keras menyelamatkan perundingan damai antara Israel dan Otorita Ramallah dari kegagalan total, namun Olmert ternyata berani menikam dari belakang dengan mengungkap rahasia militer rezim ini. Menurutnya, Barak bisa saja menjawab tudingan Olmert, namun hal ini akan berujung pada pembeberan seluruh rahasia militer untuk menangkal ucapan mantan perdana menteri ini.
Avi Dichter yang sebelumnya juga sempat menjabat ketua Shabak juga merasa terpanggil untuk menjawab tudingan Olmert. Padahal ia dulunya adalah menteri keamanan nasional di era pemerintahan Olmert, sekaligus duduk dalam kabinet keamanan yang merancang perang Gaza. Dalam wawancaranya dengan televisi Israel, Dichter mengungkapkan, yang menjadi kekhawatiran saya dari pernyataan Olmert adalah tradisi putus asa yang berlaku di Israel dan pembeberan masalah ini kepada publik.
Dichter tidak dapat memungkiri rencana Israel untuk menggulingkan pemerintahan Hamas di Jalur Gaza, namun ia menolak pernyataan Olmert. "Sejak pertama telah jelas bahwa tujuan serangan ke Gaza bukan dimaksudkan menduduki kembali wilayah ini, namun menumbangkan Hamas. Olmert lupa bahwa dirinya tidak begitu menguasai urusan militer, bahkan karena kebodohannya ia tidak mampu memberi pernyataan terkait militer," demikian ungkap Dichter.
Menurut Dichter, untuk menumbangkan kekuasaan Hamas diperlukan seorang pemimpin yang memiliki pengalaman perang cukup lama baik itu menyenangkan maupun pengalaman pahit. Hal ini juga seperti yang terjadi saat Israel berusaha menduduki Tepi Barat, rezim ini melakukan berbagai operasi ke wilayah ini bahkan operasi ini terus berlanjut setelah kematian Yaser Arafat, pemimpin Otorita Ramallah. "Hingga saat ini belum ada yang memahami kondisi perang yang kami gelar," tandas Dichter.
Dichter membela kinerja Ehud Barak yang dikritik Olmert. Ia mengatakan, Barak adalah seorang komandan yang misterius dan sering tidur saat sidang kabinet. Bahkan menurutnya, Barak kerap berusaha mencegah keputusan kabinet untuk menggelar operasi rahasia. Dichter lebih lanjut mengungkapkan, "Saya telah puluhan tahun bekerja di bawah komando Ehud Barak yaitu sejak saya berusia 18 tahun di kesatuan khusus militer Israel. Dan saat menjabat ketua Shabak, saya terus mengawasi kinerja Barak dan sejujurnya saya akui bahwa Barak bukan sosok yang gampang menyerah seperti yang digambarkan Olmert."
Menurut Dichter, Barak adalah sosok yang tegar dan setiap keputusannya diambil setelah dikaji secara matang. Jika sebuah masalah memerlukan keputusan dan solusi segera, Barak tidak segan-segan mengambil tanggung jawab dan bersedia menanggung segala resikonya. (IRIB/Qodsna/MF/MZ) 

IRIB

Inggris Buat Pesawat Tak Berawak Bersejarah


8Oct.jpgFoto:BAE's 80kg Demon UAV http://www.flightglobal.com/blogs/aircraft-pictures/2009/10/baes-80kg-demon-uav.html

London (ANTARA News) - Sebuah pesawat tanpa awak buatan Inggris yang berhasil terbang menggunakan jet udara, bukan dengan "flap" (bagian sayap pesawat) yang selama ini digunakan, telah menorehkan catatan penerbangan bersejarah.

Wahana udara tak berawal eksperimental (UAV) yang disebut DEMON ini mengunakan ledakan jet di udara untuk mengontrol gerakan pesawat selama penerbangan, bukan dengan cara konvensional yang selama ini dikenal yaitu menggunakan elevator dan aileron (bagian sayap pesawat) mekanis.

Para pakar mengungkapkan bahwa mekanisme ini akan mempermudah operasi pesawat karena bagian-bagian bergerak menjadi jauh lebih sedikit sekaligus membuat pesawat menjadi lebih tersembunyikan.

DEMON membuat debut terbang bersejarahnya di Pulau Walney, Cumbria  pada Jumat 17 September dan diciptakan oleh Universitas Cranfield bekerjasama dengan BAE Systems dan sembilan universitas Inggris lainnya.

Penerbangan uji coba DEMON adalah penerbangan tanpa sayap pertama yang diotorisasi oleh Otoritas Penerbangan Sipil Inggris.

Semua sayap pesawat memiliki bagian yang bisa digerakkan yang dinamakan "flap" (bagian ujung sayap). Selama tinggal landas dan mendarat, "flap" bisa berkembang dan mengerut dari tepi sayap.

Kelebihan ini mengubah bentuk sayap, memaksa udara menyusuri perjalanan lebih panjang di bagian atas sayap dan menekan sayap ke atas sehingga menciptakan angkatan.

Jet pada pesawat DEMON bekerja dalam berbeda cara. Pesawat ini bekerja dengan memanipulasi udara yang mengalir cepat di atas permukaannya,  tapi tak mengubah bentuk sayap.

Jet udara yang berdekatan dengan tepi sayap menentukan apakah udara menjauh atau mendekat sayap. Sensor di sepanjang sayap memonitor secara konstan gelombang udara dan bisa mengatur arah jet udara.

DEMON hanya bersayap enam kaki dengan berat ahanya 200 lb. Pesawat ini bisa diterbangkan untuk misi tempur, tapi bisa sepenuhnya karena masih pesawat eksperimental.

Di Cumbria Jumaty lalu, DEMON berhasil mendemonstrasikan penerbangan tanpa flap dan bermanuver dengan teknologi baru.

Kesuksesan ini dibangun di atas proyek UAV sebelumnya dari BAE dalam bagian dari program FLAVIIR.

Richard Williams, direktur program BAE Systems untuk Kapabilitas Masa Datang berkata, "Apa yang telah dicapai tim FLAVIIR tidaklah tiba-tiba. Saya berada di Cumbria untuk melihat DEMON terbang dan saya merasa yakin saya menjadi saksi untuk momen penting dalam sejarah penerbangan."

Professor John Fielding, kepala insinyur dan ketua tim demonstrator DEMON dari Universitas Cranfield berkata. "Untuk membuat sebuah pesawat terbang dan bermanuver secara aman tanpa menggunakan kontrol permukaan yang konvensional adalah prestasi tersendiri.

Melakukan itu ketika pada saat bersamaan menawarkan teknik konstruksi dan mekanisme kontrol yang baru mungkin bisa disebut ambisius, namun kami berhasil melakukannnya."

UAV DEMON dibuat melalui sebuah program riset, namun pesawat ini mewakili wahana terbang berteknologi tinggi nan rumit.(*)

ANTARA /http://www.flightglobal.com/blogs/aircraft-pictures/2009/10/baes-80kg-demon-uav.html

Mehmanparast: Resolusi 1929 Tidak Mencakup Rudal S-300

Mehmanparast: Resolusi 1929 Tidak Mencakup Rudal S-300 Jurubicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Ramin Mehmanparast menegaskan bahwa rudal S-300 merupakan sistem rudal pertahanan yang tidak termasuk dalam ketentuan Resolusi 1929 Dewan Keamanan PBB.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai perintah pembatalan pengiriman rudal S-300 ke Iran oleh presiden Rusia baru-baru ini dengan dalih untuk menerapkan Resolusi 1929, Jubir Kemenlu Iran itu memaparkan, "Rudal S-300 merupakan jenis rudal pertahanan dan hal itu diluar cakupan Resolusi 1929".
Mehmanparast menambahkan, "Iran dan Rusia telah menjalin kontrak pembelian rudal S-300. Sesuai dengan kontrak, kesepakatan dan hak-hak kedua belah pihak telah ditetapkan. Selain itu, kontrak itu telah ditandatangani beberapa tahun sebelum dikeluarkannya Resolusi anti-Iran 1929".
Lebih lanjut jubir kemenlu Iran itu menjelaskan, "Resolusi yang merupakan jawaban tidak tepat atas Deklrasi Tehran itu sama sekali tidak bisa diterima". Dia menambahkan, "Sebagaimana ditegaskan sebelumnya, Resolusi 1929 ditetapkan secara tidak adil dan berdasarkan asumsi yang benar-benar diskriminatif dan politis sehingga Iran pun menolaknya".
Rabu 22 September lalu, Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengeluarkan surat keputusan yang melarang pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-300 dan senjata lainnya ke Iran.
IRIB

Iran Peringatkan Rusia Soal Rudal S-300

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Ramin Mehmanparast mengatakan, kepentingan jangka panjang bangsa Rusia tidak terpenuhi dengan melibatkan diri dalam permainan Amerika Serikat (AS). Ramin Mehmanparast, Selasa (28/9) dalam konferensi pers mingguan di Tehran, menyinggung pembatalan sepihak kontrak penjualan sistem pertahanan udara S-300 oleh Rusia dan proses hukum yang ditempuh Iran atas kasus ini. Ditandaskannya, "Jika keputusan itu diambil atas dasar resolusi 1929, kami tegaskan bahwa resolusi 1929 yang ilegal dan tak adil tidak mencakup peralatan dan senjata pertahanan."
"Tekanan politik untuk menyurutkan bangsa Iran dalam memperoleh hak-hak absolutnya sama sekali tidak berpengaruh. Tehran dan Moskow telah menandatangani kontrak dan kesepakatan dan Rusia harus melaksanakan kesepakatan itu," protesnya.
Seraya menyambut baik kecaman terhadap rezim Zionis Israel soal serangan rezim itu terhadap konvoi bantuan kemanusiaan Gaza, Mehmanparast menyatakan, "Perlu dinyatakan bahwa Israel menjalankan kebijakan ekspansif dan konfrontatif terhadap hak bangsa-bangsa tetangganya dan melakukan kejahatan. Selama negara-negara Barat masih mendukung rezim ini, maka akar kejahatan Israel tidak akan tercabut dari kawasan kita."
Menyinggung masalah kelanjutan perundingan nuklir, Mehmanparast menuturkan, Tehran akan melakukan perundingan dengan tiga kelompok yang berbeda dan dengan tiga orientasi.
"Masalah pertukaran uranium dirundingkan dengan kelompok Wina dan telah merampungkan babak pendahuluan. Iran berdasarkan Deklarasi Tehran siap melanjutkan perundingan sampai terlaksananya pertukaran uranium," tambahnya. (IRIB/RM)
IRIB

Puluhan Agen FBI Ketahuan Menyontek


0diggsdigg

VIVAnews - Tidak hanya anak sekolahan, menyontek ternyata juga menjadi kebiasaan para agen intelijen sekelas Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, beberapa agen setingkat supervisor ketahuan menyontek.

Hal ini terungkap berkat investigasi yang dilakukan Departemen Kehakiman AS. Menurut inspektur jenderal departemen kehakiman, Glenn Fine, para agen FBI tersebut kedapatan menyontek saat ikut tes kebijakan biro terkait pengawasan warga Amerika.

Fine pada Senin, 27 September 2010, mengungkapkan, dari penyelidikannya, para agen FBI telah bekerja sama saat mengerjakan soal-soal ujian dan membagikan kunci jawaban kepada yang lainnya. Bahkan berdasarkan investigasi kantor FBI di seluruh AS, ditemukan sebuah program komputer yang dapat mengeluarkan kunci jawaban pada ujian.

Seperti yang dilansir Assosiated Press, menurut laporan tersebut, sedikitnya 22 agen FBI terlibat aksi menyontek massal ini.

Fine menyerukan kepada biro penyidik pemerintah tersebut mendisiplinkan agen-agennya dengan menganulir hasil ujian dan mengulang ujian yang sama. Hal ini untuk mengetahui apakah para agen sudah paham betul mengenai peraturan baru FBI. Aturan itu mengatur tata cara pengawasan dan investigasi terhadap warga AS tanpa melanggar hukum.

Kasus ini bukanlah yang pertama kalinya terungkap di tubuh FBI. Tahun lalu, Kepala FBI Washington, Joseph Persichini, yang merupakan penyidik pada tubuh kongres dan kejahatan lain di ibukota AS, terpaksa pensiun dini setelah kedapatan menyontek pada sebuah ujian.

Fine mengatakan ujian tersebut melibatkan Persichini dan dua orang manajer senior FBI. Mereka kedapatan bekerja sama dalam menjawab soal ujian. Dengan santainya mereka berdiskusi mengenai pertanyaan dan jawaban atas soal yang diberikan.

“Laporan ini menunjukkan bahwa FBI pun tidak bisa mengawasi dirinya sendiri. Harus ada pengawasan dan kendali yang lebih ketat atas hal ini,” ujar penasihat kebijakan pada American Civil Liberties Union, Michael German.

Sumber: VIVA NEWS

SBY Lantik Panglima TNI dan KSAL Baru

GB
Pelantikan Panglima TNI dan KSAL ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/9/2010). Abror Rizki/Setpres.
GB
Panglima TNI yang baru, Laksamana Agus Suhartono menandatangani surat pelantikan dengan disaksikan Presiden. Abror Rizki/Setpres.
GB
Panglima TNI yang baru, Laksamana Agus Suhartono memberikan penghormatan kepada Presiden SBY. Abror Rizki/Setpres.
GB
KSAL yang baru, Laksamana Madya M Soeparno menandatangani surat pelantikan. Abror Rizki/Setpres.
GB
KSAL yang baru, Laksamana Madya M Soeparno memberikan penghormatan kepada Presiden SBY. Abror Rizki/Setpres.
GB
Presiden SBY memberikan selamat kepada Panglima TNI yang baru, Laksamana Agus Suhartono. Abror Rizki/Setpres.
GB
Presiden SBY juga mengucapkan selamat kepada KSAL yang baru, Laksamana Madya M Soeparno. Abror Rizki/Setpres.
 
Presiden SBY melantik dua orang pejabat tinggi baru di lingkungan TNI. Mereka adalah Laksamana Agus Suhartono sebagai Panglima TNI dan Laksamana Madya M Soeparno sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).
DETIK FOTO
 
 
 
 
 

BERITA POLULER