Pages

Thursday, September 23, 2010

Bila Diserang, Iran Siap Perang Tanpa Batas


0diggsdigg
















Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. AP/Hasan Sarbakhshian

TEMPO Interaktif, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menolak tuduhan negaranya dianggap menampik kehadiran tim intenasional yang bakal menginvestigasi program nuklirnya. Ia memperingatkan jika fasilitas nuklirnya diserang, maka Iran siap perang tanpa batas.

Hal tersebut disampaikan Ahmadinejad dalam pidato tahunannya di Sidang Umum PBB, New York. Dalam kesempatan tersebut pemimpin negeri Mullah itu menyebutkan adanya Holocoust gaya baru yang disponsori Amerika Serikat.

"Amerika Serikat sesungguhnya tak pernah benar-benar berperang baik di Vietnam, Afganistan, bahkan dalam Perang Dunia II," kata Ahmadinejad kepada para pemimpin redaksi media massa dan wartawan saat ditanya soalnya reaksinya jika Amerika Serikat mendukung serangan Israel terhadap fasilitas nuklirnya.

"Perang bukan hanya sekedar pengeboman di berbagai tempat. Ketika perang dimulai maka kejadiannya tanpa akhir," paparnya seperti dikutip New York Times.

"Apakah Anda berpikir ada seseorang yang akan memulai serangan terhadap Iran?" tanyanya kepada situs website majalah Atlanctic. "Saya tak benar-benar berpikir soal itu. Rezim Zionis itu sangat kecil dalam peta," katanya.

Selama ini negara-negara Barat menuduh Iran telah mengembangkan fasiltias nuklirnya menjadi persenjataan mematikan, kendati hal itu sudah berkali-kali ditolak oleh Iran. Bahkan PBB disponsori Amerika Serikat dan sekutunya menjatuhkan sanksi.

Menanggapi tuduhan itu, pemimpin Iran menyatakan siap mengadakan pembicaraan atas program nuklirnya dengan pemerintahan Presiden Barack Obama, namun "harus secara meyeluruh," ujarnya kepada ABC News. Sanksi PBB, tambahnya, akan merusak hubungan Amerika Serikat dengan Iran.

Selain soal nuklir, Ahamadinejad menolak kritik internasional terhadap hukuman mati Sakineh Mohammadi Ashtiani. Perempuan ini dihukum rajam hingga mati karena terbukti berzina. Presiden Iran menganggap Amerika Serikat tak jujur karena telah menghukum mati Teresa Lewis.

Ahmadinejad juga berbicara masalah pembunughan terhadap jutaan kaum Yahudi oleh Nazi di kamp konsentrasi pada Perang Dunia II. "Saya antiZionis," katanya.

Sumber: TEMPO

India Borong 10 Pesawat C-17 dari AS

Rabu, 22 September 2010 NEW DELHI, KOMPAS.com - Setelah menjajaki kemungkinan penjualan senjata senilai 60 miliar dollar AS kepada Arab Saudi pekan lalu, Amerika Serikat saat ini dikabarkan siap menandatangani transaksi penjualan peralatan militer senilai 3,5 miliar dollar AS (Rp 31,3 triliun) dengan India.

Penandatanganan transaksi militer terbesar yang pernah dilakukan dua negara itu diduga kuat akan dilakukan saat Presiden AS Barack Obama mengunjungi India, November mendatang. Demikian dilaporkan harian The Economic Times di New Delhi, Rabu (22/9), seperti dikutip Agence France Presse. Transaksi sebesar itu, lanjut laporan tersebut, adalah nilai pembelian 10 pesawat angkut militer C-17 Globemaster III oleh Angkatan Udara India.

Pesawat angkut buatan Boeing tersebut akan menggantikan armada pesawat angkut Ilyushin IL-76 buatan Rusia, yang sudah tua dan menjadi andalan AU India selama ini. Laman berita pertahanan India, www.india-defence.com, menambahkan, negosiasi di antara kedua negara sudah mencapai tahap akhir. Harga setiap pesawat yang menjadi andalan Angkatan Bersenjata AS di Irak dan Afganistan itu adalah 300 juta dollar AS. Setelah ditambah suku cadang dan biaya perawatan, harga totalnya menjadi 350 juta dollar AS per unit.

Pihak Boeing mengonfirmasi pemesanan C-17 oleh India ini. Di laman resmi www.boeing.com, Boeing menyatakan surat permohonan pembelian dari Menteri Pertahanan India dan AU India telah diterima Pemerintah AS pada Januari lalu. ”Boeing sangat gembira India tertarik membeli C-17 guna memodernisasi kemampuan angkut udaranya. Kami yakin C-17 bisa memenuhi kebutuhan India akan angkutan udara untuk keperluan militer dan kemanusiaan,” ungkap Vivek Lall, Wakil Presiden Boeing Defense, Space & Security, yang juga menjabat kepala cabang Boeing di India, dalam siaran pers tertanggal 8 Januari.

Transaksi terbesar

Mark Kronenberg, Wakil Presiden Boeing Defense, Space & Security untuk Pengembangan Bisnis Internasional, menambahkan, begitu transaksi ini ditandatangani, India akan menjadi negara dengan armada terbesar C-17 di luar AS.

Saat ini, baru ada lima pihak di luar AS yang sudah memiliki armada C-17, yakni Inggris (6 pesawat), Kanada (4), Australia (4), konsorsium Strategic Airlift Capability-NATO (3), dan Qatar (2). Setidaknya ada dua negara lagi yang berminat membeli C-17, yakni Uni Emirat Arab dan Kuwait. India-defence.com menyebutkan, transaksi ini bukan yang pertama antara India dan AS.

Tahun lalu, India menandatangani pembelian delapan pesawat patroli maritim P-81 (versi militer dari Boeing 737-800NG) senilai 2 miliar dollar, enam pesawat angkut C-130J Super Hercules buatan Lockheed Martin senilai 1 miliar dollar AS, dan awal tahun ini ditambah dengan pembelian 24 rudal antikapal Harpoon Block III senilai 170 juta dollar.

India juga dilaporkan membeli pesawat VVIP untuk presiden dan perdana menteri dari Boeing. C-17 sendiri adalah pesawat angkut strategis berkemampuan tinggi. Boeing menyebutkan, dengan muatan maksimum 74.797 kilogram, pesawat itu mampu lepas landas dari landasan sepanjang 2.133 meter, lalu menempuh jarak lebih dari 4.000 kilometer, dan mendarat di landasan darurat sepanjang 914 meter.(AFP/DHF/Ars)

Sbr : Kompas

Wednesday, September 22, 2010

Agus Suhartono Ingin Perkuat Armada di Perbatasan



Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono (kiri) menjawab sejumlah pertanyaan wartawan seusai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/9). Calon tunggal Panglima TNI lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1978 tersebut menyatakan siap untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang akan digelar di Komisi I DPR pada Kamis (23/9). (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/pd/10)

22 September 2010, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Agus Suhartono bertekat mewujudkan TNI yang tangguh bila dipercaya menjabat sebagai Panglima TNI. Ia juga ingin memperkuat armada militer di perbatasan, seperti di perbatasan dengan Malaysia.

"Saya sudah menerima undangan DPR, (bahwa) saya diminta Presiden untuk besok mengahdiri fit and proper test sebagai calon Panglima TNI besok (Kamis, 23/0) jam 10.00 WIB," katanya seusai melaporkan persiapan fit and proper test kepada Presiden di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/9).

Menurutnya, ia sudah menyiapkan materinya dan paparan yang akan disampaikan di depan Komisi I DPR. "Tentunya mengantisipasi jawaban dari pertanyaan di DPR," katanya.

Ditanya amanat Presiden, Agus menyatakan semua supaya diikuti dan disiapkan dengan baik. Ditanya mengenai poin-poin yang akan disampaikan di DPR, Agus menyatakan tidak etis jika menyampaikan ke publik terlebih dahulu sebelum disampaikan ke DPR. Namun, ia mengakui bahwa penambahan kekuatan militer merupakan bagian dari materi paparannya. "Oh itu (soal penambahan kekuatan militer) sudah dalam program. Besok sajalah," katanya.

Ketika ditanya upaya untuk menjaga perbatasan dengan Malaysia, ia menyatakan hal itu tetap menjadi bagian paparannya ke DPR. "Saya kira semua pertanyaan sama dengan yang akan saya paparkan besok. Jadi saya kira etisnya saya mohon maaf lebih baik saya sampaikan ke DPR dulu," ujarnya. Ia menegaskan pada intinya ingin mewujudkan TNI yang tangguh.

MI

Rusia Larang Pengiriman Rudal S-300 ke Iran



S-300

MOSKOW--MI: Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah mengeluarkan surat keputusan yang melarang pengiriman sistim rudal pertahanan udara S-300 dan senjata lainnya ke Iran.

Israel dan Amerika Serikat telah lama melobi Moskow untuk membatalkan rencana menjual sistim rudal berketepatan tinggi ke Iran, dan para pejabat Rusia telah berjanji untuk tidak mengirim senjata tersebut setelah mendukung putaran baru sanksi PBB terhadap Iran Juni lalu.

Surat keputusan Medvedev yang menghasilkan aturan perdagangan Rusia dan perusahaannya sejalan dengan sanksi tersebut, akan menyenangkan AS dan negara Barat lainnya yang mencemaskan kemampuan militer Iran.

Surat keputusan itu melarang pengiriman ke Iran "tank tempur, kendaraan tempur lapis baja, sistim artileri kaliber besar, helikopter tempur, kapal militer" dan rudal yang dilindungi daftar PBB, dan juga suku-suku cadang, kata Kremlin.

Negara itu secara khusus melarang pengiriman S-300 -- karena kekhawatiean bahwa Iran dapat menggunakan sistim itu untuk melindungi fasilitas-fasilitas penting dari program nuklirnya, yang pemerintah-pemerintah Barat duga ditujukan untuk mengembangkan bom.

Keputusan itu diumumkan beberapa jam setelah kepala staf pasukan bersenjata Rusia mengatakan militer telah memenuhi perintah pemerintah untuk tidak mengirim S-300 ke Iran -- konfirmasi langsung pertama dari seorang pejabat seniot bahwa perjanjian (pembelian rudal itu dengan Iran) telah dibekukan.

Pemilihan waktu pengumuman keputusan itu dapat ditujukan untuk menenangkan Barat setelah dimulainya sebuah reaktor tenaga nuklir yang dibangun Rusia di Iran bulan lalu dan pengumuman belum lama ini rencana untuk menjual rudal ke Suriah, yang menggusarkan Israel dan Washinton.

S-300 adalah sistim pertahanan udara jarak jauh, dapat dipindah-pindahkan yang bisa medeteksi, melacak dan menghancurkan rudal balistik, rudal jelajah dan pesawat yang terbang rendah.

Iran mengumumkan perjanjian untuk mendapatkan S-300 dari Rusia itu pada 2007, dan Rusia telah menggunakannya sebagai pengungkit dalam diplomasi dengan Teheran dan Barat.

Hubungan Rusia dengan Israel dan AS telah menghangat dan Kremlin telah mengungkapkan kejengkelan yang meningkat dengan penentangan Teheran terhadap upaya untuk mengekang program nuklirnya.

Tapi Rusia telah membuat marah Israel dan menimbulkan kecemasan AS setelah pekan lalu menyatakan bahwa negara itu akan meneruskan penjualan rudal jelajah anti-kapal Yakhont ke Suriah.

Para pejabat Rusia menolak kecemasan Israel bahwa rudal itu dapat jatuh ke tangan gerilyawan Hizbullah di tetangganya Libanon.

Sumber: MEDIA INDONESIA

Angkatan Udara RI-AS Mantapkan Kerja Sama


  Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara dan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) sepakat memantapkan kerja sama terutama dalam bidang pendidikan dan latihan. Demikian salah satu pokok pembicaraan antara Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat dan Komandan Angkatan Udara AS di Pasifik (USPACAF) Jenderal Gary North di Jakarta, Rabu.

Juru Bicara TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro kepada ANTARA usai menghadiri pertemuan itu mengatakan, kedua pihak membahas berbagai dinamika hubungan militer kedua negara khususnya angkatan udara.

"Banyak kerja sama yang telah dilakukan angkatan udara RI-AS dan telah berjalan baik," ujarnya. Salah satu kerja sama yang rutin dilakukan adalah "Teak Iron" yakni latihan bersama unsur angkut berat seperti skuadron C-130 Hercules kedua angkatan udara. Di bidang pendidikan, kedua negara kerap saling bertukar perwira untuk belajar di sekolah staf dan komando masing-masing angkatan udara. "Jadi intinya memantapkan kerja sama yang telah lama dilakukan, sekaligus memantapkan hubungan baik kedua negara khususnya angkatan udara kedua pihak.

Kunjungan kehormatan Jenderal North kepada Kepala Staf Angkatan Udara Imam itu merupakan tersebut kunjungan balasan. Sebelumnya pada tiga bulan silam, Marsekal TNI Imam mengadakan Imam Sufaat ke USAF dan USPACAF guna mempererat tali persahabatan antar kedua Angkatan Udara. Selama di Indonesia, Jenderal Gary North mengadakan serangkaian kunjungan ke Menteri Pertahanan RI, Mabesau Cilangkap, Akademi Angkatan Udara (AAU) dan Sekolah Penerbang di Lanud Adisucipto Yogyakarta serta mengunjungi museum Dirgantara Mandala dan Candi Borobudur.(Ars)


Sbr : Antara

Pesawat Lanud Iswahjudi Latihan Akrobatik

(Foto: Getty Images)

22 September 2010, Madiun -- Berkenaan dengan akan dilaksanakannya upacara peringatan ke-65 HUT TNI yang direncanakan akan dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada tanggal 5 Oktober 2010 yang akan datang, pesawat-pesawat tempur Lanud Iswahjudi semakin intensif melaksanakan latihan terbang formasi (fly pass) yang rencananya akan turut menyemarakkan peringatan HUT TNI tersebut.

Adapun pesawat-pesawat tempur yang melaksanakan terbang formasi (fly pass) yaitu pesawat tempur F-16/Fighting Falcon yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 3, Letkol Pnb Ian Fuady serta pesawat tempur F-5/Tiger, yang juga dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 14, Mayor Pnb Budi Achmadi.

Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Ismono Wijayanto, dalam arahannya pada briefing pagi di ruang rapat Teddy Kustari, Rabu (22/9), menekankan agar setiap penerbang utamanya yang mengikuti latihan fly pass menyamakan waktu dalam hitungan second. Upaya menyamakan waktu tersebut sangat diutamakan karena dalam melaksanakan terbang formasi (fly pass), ketepatan waktu dalam bermanuver sudah menjadi keharusan, sehingga mampu menampilkan formasi yang indah dan enak ditonton. Untuk itu mulai sekarang, bagi para penerbang Lanud Iswahjudi, harus berlatih bagaimana menyamakan dalam hal perhitungan waktu.

Akan tetapi, masih menurut Marsma TNI Ismono, untuk mencapai kesuksesan latihan tersebut, masing-masing Penerbang dan Ground Crew dituntut untuk tetap memperhatikan unsur-unsur keselamatan terbang dan kerja (safety), sehingga pelaksanaan fly pass yang nampak indah serta enak ditonton tersebut dapat berjalan lancar, aman, dan selamat.

Sedangkan pesawat tempur Hawk 100/200 yang berasal dari Skadron Udara 11, Lanud Pontianak dan Skadron Udara 1 Lanud Pekan Baru, direncanakan akan bergabung di Lanud Iswahjudi pada tanggal 24 September 2010 mendatang, selanjutnya akan bersama-sama mengadakan latihan terbang formasi dan aerobatik di Lanud Iswahjudi.

Lanud Iswahjudi

PAL terima dana restukturisasi Rp170 miliar


0diggsdigg
ilustrasi

JAKARTA: PT PAL (Persero), produsen kapal milik negara, hingga akhir Agustus telah menerima dana restrukturisasi senilai Rp170 miliar dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dari rencana Rp450 miliar.

Direktur Utama PAL Harsusanto mengungkapkan sisa dana restrukturisasi diharapkan seluruhnya diterima perseroan pada kuartal I/2011.

"Dana restrukturisasi sifatnya pinjaman dan akan jatuh tempo pada 2015. Dana akan digunakan untuk membiayai modal kerja untuk penyelesaian sejumlah kapal," ujarnya hari ini.

Menurut dia, kapal-kapal yang akan diselesaikan dengan menggunakan dana restrukturisasi itu adalah satu unit kapal perang milik TNI Angkatan Laut senilai US$15,8 juta, satu unit kapal Star 50 berbobot mati 50.000 DWT senilai US$30 juta, dan empat kapal jenis Escortak senilai US$26 juta.

Kapal-kapal tersebut ditargetkan selesai pada tahun ini. Perseroan juga bersiap merampungkan empat unit kapal pada tahun depan senilai US$90 juta.

Untuk penyelesaian kapal-kapal pada 2011, PAL mengajukan pinjaman kepada tiga bank, yaitu Indonesia Exim Bank, Bank Mandiri, dan BNI.

Harsusanto juga mengungkapkan perseroan baru saja mendapatkan order pembuatan kapal tanker milik PT Pertamina senilai US$49,3 juta atau sekitar Rp443,7 miliar.

"Pembuatan kapal tanker milik Pertamina akan kami kerjakan selama 25 bulan setelah kontrak diperoleh," paparnya.

Sumber: BISNIS

BERITA POLULER