Pages

Wednesday, March 28, 2012

R-han 122 Produksi Indonesia Berhasil Diujicobakan


28 Maret 2012

Roket R-Han 122 yang diujicoba telah dipasang di atas platform truk GAZ-63 (eks BM-14) dan truk Perkasa (all photos : Audrey)
Baturaja, Sumsel (ANTARA News) - Sebanyak 50 Roket R-Han 122 produksi Indonesia, berhasil diujicobakan dengan ditembakkan ke sasaran di udara, di Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Rabu.

Deputi Menristek Bidang Produktivitas dan Relevansi Riset Iptek, Budi Teguh Raharjo sempat menunjukkan contoh roket R-Han 122 itu, kepada Wakil Menteri Pertahanan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, sebelum melakukan uji coba roket tersebut.

Sebanyak 50 buah Roket R-Han 122 diujicobakan sebagai hasil pengembangan konsorsium dari Kementerian Riset dan Teknologi dan komunitas iptek serta industri strategis, guna mendukung kemandirian roket 2014 bagi Kementerian Pertahanan.

Roket R-Han 122 memiliki kecepatan maksimum 1,8 mach dan jarak tembak hingga 15 km.


Selain Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, sejumlah pejabat Pemptov Sumsel dan Pemkab OKU, beberapa petinggi TNI, antara lain Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Nugroho Widyotomo dan Komandan Kodiklat TNI AD Letnan Jenderal TNI Gatot Numantyo ikut pula saat menyaksikan uji coba roket R-Han 122.

Usai peluncuran, Wamenhan juga berkesempatan melakukan pengecekan pada mobil peluncur roket, untuk selanjutnya akan terus dikembangkan sebagai bagian program kemandirian penyediaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) nasional.

Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenristek, Anny Sulaswatty, Roket R-Han 122 itu merupakan produksi hasil kerja sama anak bangsa Indonesia, diwujudkan melalui penelitian bersama PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Dahana, didukung penuh Kemenristek.

Ujicoba dan demo penembakan Roket R-Han 122 itu menandai keberhasilan bangsa Indonesia untuk menuju kemandirian produksi roket nasional di masa depan.

Tuesday, March 27, 2012

TNI Ciptakan Prototipe Kendaraan Taktis


Wahyu Wening / Jurnal Nasional
Foto ilustrasi.

Jurnas.com | TNI kini memiliki kendaraan taktis (rantis) dengan tenaga penggerak pada keempat roda (4-Wheels Drive/4x 4).

Penyerahan prototipe Rantis hasil Working Group TNI kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dilakukan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (8/8).

Agus mengharapkan prototipe ini terus disempurnakan sehingga dapat menghasilkan desain yang maksimal sesuai kebutuhan pengguna. Kepala Subdinas Materiil Utama (Kasubdismatut) Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) Kolonel Kav Rihananto menyatakan, kendaraan ini dapat digunakan di medan yang berat seperti tanjakan terjal, jalan licin ataupun jalan yang berlumpur.

“Kendaraan taktis milik TNI belum standar,” kata Rihananto, dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (8/8). Akibatnya, pengoperasionalan jadi rumit, dan pemeliharaan mahal. Untuk itu dibentuklah Working Group TNI guna mewujudkan suatu prototipe kendaraan taktis 4 x 4 yang cocok dengan kebutuhan satuan-satuan maupun untuk kepentingan pengamanan TNI.

Ke depan, diharapkan ada keseragaman/standarisasi kendaraan taktis TNI. Mengacu kepada konsep Minimum Essential Forces (MEF) diharapkan TNI pada 2014 dapat memenuhi kebutuhan alutsista dengan prioritas produksi dalam negeri serta dalam rangka kemandirian alutsista.
 
sumber : JURNAS

Ini Rincian Harga Sukhoi dan Pendukungnya



 
air-attack.comGambar penampang Sukhoi Su-30MKK

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadaan enam unit pesawat tempur jenis Sukhoi SU-30MK2 dari Rusia dinilai berbagai pihak, termasuk di Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, terjadi dugaan penggelembungan harga atau mark up. Bahkan, masalah itu sampai dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
Pemerintah membantah tudingan itu. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya (TNI) Eris Herryanto menyebut pihaknya sudah menekan harga yang diajukan Rosoboron eksport selaku perwakilan pemerintah Rusia di Indonesia.
Eris menjelaskan, awalnya Rosoboron eksport mematok harga berbeda untuk tahun pengantaran yang berbeda. Satu unit pesawat yang diantar tahun 2012, kata dia, dipatok harga 55.980.000 dollar AS. Adapun pesawat yang diantar tahun 2013 seharga 59.000.000 dollar AS.
"Menurut kami itu tidak lazim harga berbeda," kata Eris saat rapat dengan Komisi I DPR, Jakarta, Senin (26/3/2012). Selain Eris, hadir Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan para pejabat Kemenhan dan Mabes TNI.
Singkat cerita, setelah negosiasi, harga berubah. Menurut Eris, satu unit Sukhoi tanpa membedakan tahun pengantaran seharga 54.800.000 dollar AS. Tak hanya untuk biaya enam unit pesawat. Adapula biaya lain dengan total 470 juta dollar AS.
Berikut rincian harga pengadaan Sukhoi dengan pendukungnya versi Kemenhan:
1. 6 pesawat @ 54.800.000 dollar AS: 328.800.000 dollar AS
2. 12 unit engines AL-31F series 23 @ 6.490.000 dollar AS: 77.880.000 dollar AS
3. Spare parts, tools, ground maintenance: 35.147.464 dollar AS
4. Removable Role Equipment: 19.056.000 dollar AS.
5. Spare Parts for Removable Role Equipment: 1.026.223 dollar AS
6. Pyrotecnical Means: 136.512 dollar AS
7. Aircrew Equipment: 1.838.800 dollar AS
8. Training 10 pilot dan 35-50 teknisi: 6.115.000 dollar AS
Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin mengatakan, pihaknya baru menerima rincian harga dari pemerintah. "Selama ini hanya bentuk gelondongan. Rincian itu bisa kita cek nanti valid atau tidak," kata dia. 
 
sumber : KOMPAS

Monday, March 26, 2012

DPR Belum Teken, DP 6 Sukhoi Belum Dibayar

Wahyu Wening / Jurnal Nasional
Meminta adanya investigasi dalam transaksi Sukhoi.

Jurnas.com | ENAM unit Sukhoi Su-30MK2 dari Rusia rupanya belum dibayar uang mukanya. Pemerintah belum ada uang lantaran DPR belum memberi persetujuan.

“Uang muka pembelian enam Sukhoi belum dibayar, karena masih menunggu persetujuan DPR,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat kerja Komisi I dengan Kemhan dan TNI di DPR RI, Senin (26/3).

Pernyataan Sjafrie menanggapi Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq memersoalkan pembelian pesawat tempur Rusia itu karena tidak menggunakan state credit.

Menurutnya, daftar pembelian alutsista yang dapat dibeli dengan state credit bisa diubah sesuai kesepakatan kedua pihak. “Saya kira itu akan dijajaki Kementerian Keuangan dan Pemerintah Rusia,” kata Mahfudz.

Selain dari dalam, kendala pengadaan Sukhoi juga dari Rusia. Kata Sjafrie, Rusia menolak pembelian Sukhoi dengan state credit.

"Tidak disetujui federal service on military technical operation di Rusia. Maka pengadaan Sukhoi tetap menggunakan kredit komersial biasa. Tetapi suku cadang, persenjataan dimasukkan dalam list state credit,” katanya.

Dalam pertemuan itu, DPR tetap meminta penjelasan transaksi Sukhoi. “Ada perbedaan dengan negara tetangga Taiwan dan bedanya cukup besar,” kata Anggota Komisi I DPR RI Lily Wahid.

sumber : JURNAS

Pimpinan marinir AS singgung pangkalan di Darwin

Pimpinan marinir AS singgung pangkalan di Darwin

Senin, 26 Maret 2012 21:02 WIB | 1569 Views
Sejumlah anggota Korps Marinir Amerika Serikat dan prajurit Korps Marinir TNI-AL olah raga bersama di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jumat (4/3). Kedatangan USMC dengan kapal perang AS USS Germantown-42 tersebut, dalam rangka kunjungan persahabatan antara AS dan Indonesia melalui jalur militer. (FOTO ANTARA/Eric Ireng)
...hanya berkekuatan satu kompi atau sekitar 250 personel akan ditambah secara bertahap menjadi satu divisi atau sekitar 2.500 personel hingga 2014....
Berita Terkait
Surabaya (ANTARA News) - Komandan Gugus Pasifik Korps Marinir Amerika Serikat (COMMARFORPAC), Letnan Jenderal Duane Thiessen, menyinggung soal keberadaan pangkalan Korps Marinir AS di Darwin, Australia. Penempatan mereka di sana bertahap, mulai dari 250 personel hingga akhirnya 2.500 orang.


Hal itu diungkap Thiessen saat disambut Komandan Pasmar-1, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tommy B Natanegara, dalam pertemuan di Ruang VIP Lapangan Tembak FX Soepramono, Karangpilang, Surabaya, Senin.

Sebelum diterima Natanegara, orang nomor satu di jajaran Korps Marinir AS untuk kawasan Asia-Pasifik itu langsung mengelilingi Ksatrian Sutedi Senaputra di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya.

Dalam kunjungannya, Thiessen menyampaikan pangkalan Korps Marinir AS di Darwin Australia yang hanya berkekuatan satu kompi atau sekitar 250 personel akan ditambah secara bertahap menjadi satu divisi atau sekitar 2.500 personel hingga 2014.
Korps Marinir Amerika Serikat memiliki organisasi dan struktur pasukan tersendiri yang berbeda dengan Angkatan Darat negara itu walau hakekat penugasannya sama-sama di darat. Hal ini didasari pada filosofi penggelaran kekuatan, yaitu Korps Marinir adalah pasukan pendarat dari aspek maritim.


Sehubungan pembangunan pangkalan baru di Darwin itu, Thiessen merencanakan pasukannya latihan bersama dengan sesama marinir di negara-negara Asia, termasuk Korps Marinir TNI-AL. 

Di ASEAN, cuma Indonesia yang memiliki marinir walau masih menjadi satu kecabangan dalam tubuh TNI-AL. Filipina memiliki pasukan serupa walau tidak persis demikian.


Di sela-sela kunjungannya, Thiessen sempat terkesima melihat prajurit Pasmar-1 melaksanakan kegiatan rutin, seperti dayung, karate, lari lintas alam, kolone senapan, dan sebagainya.


November tahun lalu, Duta Besar AS untuk ASEAN, David Carden, mengatakan rencana AS untuk mengirim tambahan 2.500 pasukan ke Australia tidak akan mengakibatkan masalah bagi stabilitas keamanan di kawasan asia pasifik.


"AS dan Australia telah menjalin kerja sama pertahanan sejak 60 tahun lalu. Sudah pernah ditegaskan sebelumnya, penambahan pasukan kami di sana untuk misi penanganan situasi pascabencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi di kawasan ini. Saya rasa tidak ada alasan untuk khawatir mengenai hal ini," katanya.


Senada dengan itu, Duta Besar AS untuk Indonesia, Scott Marciel, mengatakan dirinya ingin meluruskan pemberitaan di media mengenai sebutan "pangkalan AS" di Australia.


"Tidak ada pangkalan AS di Australia ataupun ada rencana untuk membangun pangkalan di sana. Penambahan pasukan AS tidak lain hanya untuk meningkatkan kerja sama dengan Australia dan tidak dimaksudkan untuk menargetkan negara lain di luar kerja sama bilateral itu," katanya. 
 
sumber : Antara

TB HASANUDIN: darii segi manapun mbt tidak cocok di indonesia

Beraroma Korupsi, Rapat Alutsista
Diminta Terbuka
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgioantoro (kiri)
berjalan bersama Menteri Perindustrian MS. Hidayat
(dua dari kiri), diikuti Menteri BUMN Dahlan Iskan (dua
dari kanan) usai sidang pleno kelima Komite Kebijakan
Industri Pertahanan di Kementerian Pertahanan,
Jakarta, Selasa (6/3). Pemerintah menjelaskan tentang
program kerja KKIP 2012, yaitu penyiapan regulasi
industri pertahanan, penetapan kebijakan nasional
terkait stabilisasi dan oprtimalisasi industri pertahanan,
penetapan program dan menindaklanjuti penyiapan
produk masa depan. Dalam kesempatan tersebut,
pemerintah juga memberi klarifikasi tentang isu 'mark
up' pengadaan enam pesawat Sukhoi Su-30 MK2
buatan Rusia. (Foto: ANTARA/Rosa Panggabean/ed/
NZ/12)
26 Maret 2012, Jakarta: Wakil Ketua Komisi Pertahanan
DPR Hayono Isman meminta rapat kerja Komisi I Dewan
Perwakilan Rakyat dengan Menteri Pertahanan dan
jajaran TNI dibuka untuk publik. Alasannya, aroma
korupsi pembelian sejumlah alutsista sudah tercium
oleh publik. "Saya akan minta rapat terbuka saja, biar
publik juga bisa mengawasi. Karena dugaan korupsi
pembelian sejumlah alutista sudah terdengar publik,"
ujarnya kepada Tempo melalui pesan singkat, Senin, 26
Maret 2012.
Hari ini, Senin, 26 Maret 2012, Komisi I DPR akan
menggelar rapat kerja soal pembelian sejumlah alutsista
dengan Menteri Pertahanan dan jajaran TNI. Pembelian
sejumlah alutista memang ditenggarai bermasalah
karena berbagai hal.
Soal pembelian sejumlah Sukhoi, misalnya. Dugaan
penggelembungan pesawat canggih asal Rusia ini sudah
santer terdengar di publik. Selain itu, pembelian tank
Leopard oleh TNI Angkatan Darat juga mendapat
tentangan karena dianggap tak sesuai dengan karakter
geografis Indonesia. Demikian juga dengan pembelian
kapal tempur bekas dari Brunai Darusalam jenis fregat
oleh TNI Angkatan Laut.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pertahanan TB
Hasanuddin masih menyatakan menentang pembelian
Tank Leopard. Namun, ia melihat adanya gelagat
Kemenhan dan TNI AD akan ngotot untuk membeli tank
dengan artileri berat ini.
Ia mengatakan, "Dari aspek manapun tank ini tak sesuai
dengan doktrin dan geografi Indonesia," ujarnya.
Purnawirawan TNI AD berpangkat Mayor Jenderal ini
juga mengatakan bahwa tentangan juga akan dilakukan
oleh para purnawirawan TNI AD. "Pernyataan saya juga
diperkuat oleh para mantan jenderal TNI AD seperti
Letjen Purn Kiky Syahnakri dan Jendreal Purn Hartono,"
ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.
Sumber: TEMPO

Uang Muka Pembelian Sukhoi Belum Dibayar


JAKARTA - Enam unit Sukhoi Su-30MK2 dari Rusia
rupanya belum dibayar uang mukanya. Pemerintah
belum ada uang lantaran DPR belum memberi
persetujuan.
“Uang muka pembelian enam Sukhoi belum dibayar,
karena masih menunggu persetujuan DPR,” kata Wakil
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat
kerja Komisi I dengan Kemhan dan TNI di DPR RI, Senin
(26/3).
Pernyataan Sjafrie menanggapi Ketua Komisi I Mahfudz
Siddiq memersoalkan pembelian jet tempur Rusia itu
karena tidak menggunakan state credit.
Menurutnya, daftar pembelian alutsista yang dapat
dibeli dengan state credit bisa diubah sesuai
kesepakatan kedua pihak. “Saya kira itu akan dijajaki
Kementerian Keuangan dan Pemerintah Rusia,” kata
Mahfudz.
Selain dari dalam, kendala pengadaan Sukhoi juga dari
Rusia. Kata Sjafrie, Rusia menolak pembelian Sukhoi
dengan state credit.
"Tidak disetujui oleh Federal Service on Military
Technical Operation di Rusia. Maka pengadaan Sukhoi
tetap menggunakan kredit komersial biasa. Tetapi suku
cadang, persenjataan dimasukkan dalam list state
credit,” ungkap Sjafrie.
Sumber : JURNAS.COM

BERITA POLULER