Moskow (ANTARA
News) - Jumlah
pesawat tempur
generasi ke-lima
Sukhoi T-50 PAK FA akan ditambah
menjadi 14 unit dari sekarang cuma
tiga. Rusia memutuskan menambah
jumlah pesawat tempur berteknologi
paling canggih di dunia itu untuk uji
terbang mendalam.
Panglima Angkatan Udara Rusia,
Alexander Zelin, Senin, menurut RIA
Novosti, mengatakan, "Sudah terdapat
tiga pesawat tempur yang turut dalam
uji terbang, tiga lainnya diperkirakan
diuji coba dalam waktu dekat. Seluruh
jumlah pesawat untuk uji terbang
sebanyak 14 unit."
Sukhoi T-50 dikembangkan dalam
program PAK FA atau Perspektivny
Aviatsionny Kompleks Frontovoy Aviatsii
(Prospective Airborne Complex of
Frontline Aviation) di biro rancang
pesawat terbang Sukhoi.
T-50 PAK FA tampil pertama kali kepada
masyarakat saat Pameran
Kedirgantaraan MAKS-2011 dekat
Moskow pada 17 Agustus 2011.
Petempur yang dikembangkan bersama
mitra dari India -- Hindustan
Aeronautics Limited (HAL)-- tersebut
melakukan terbang perdananya di Rusia
wilayah timur pada awal 2010.
Zelin juga mengatakan T-50 milik Rusia
melampaui kemampuan pesawat asal
Amerika Serikat dan China. Mampu
terbang dalam kecepatan 2,2 kecepatan
suara dalam mode stealth adalah
kemampuan dasar bagi T-50 PAK FA itu.
Untuk pertempuran jarak dekat,
manuver Pugachev atau Cobra seperti
yang bisa dilakukan Su-27 atau Su-30
Flanker , sangat mudah dilakukan T-50
PAK FA yang sudah menerapkan sistem
navigasi dan manajemen tempur
melalui fasilitas helm dan visi di mata
pilot.
"Setelah menganalisa perbandingan
sifat pesawat dengan asal China kami
menyimpulkan T-50 PAK FA melampaui
kemampuan pesawat F-22 Raptor milik
AS dan pesawat siluman J-20 tersebut
dalam hal kecepatan maksimum, jarak
terbang, berat maksimal saat lepas
landas, dan nilai daya angkut
maksimal," tambah Zelin.
Rusia telah mengembangkan petempur
generasi kelimanya sejak 1990-an.
Sejumlah pejabat tinggi militer Rusia
menyebutkan jet tempur siluman itu --
jarak terbang hingga 5.500 kilometer
pada versi standar tanpa tangki
cadangan-- bisa memasuki masa bakti
di AU Rusia pada 2015.
Menurut data RIA Novosti, Sukhoi T-50
PAK FA menggunakan mesin ganda
Saturn 117S (AL-41F1A) TRDDF turbo
jet menggunakan afterburners dengan
durasi terbang maksimal selama tiga
jam.
Arsenal pesawat tersebut diantaranya
telah memodifikasi kanon GSh-301
dengan peluru berdiameter 30
milimeter dengan menambah jumlah
putaran letupan dan tenaga dorong.
Selain itu T-50 memiliki 10 cantelan
senjata untuk roket dan bom serta bisa
di sesuaikan dengan cantelan roket
tambahan sehingga kawasan target
bisa lebih ditingkatkan.
"Pengoperasian T-50 akan lebih murah
100 juta dolar AS atau 2,5 kali lebih
murah dari pengoperasian F-22 Raptor
buatan Lockheed Martin dan Boeing,"
demikian dikutip RIA Novosti. (B019)
sumber antara
Tuesday, February 14, 2012
Monday, February 13, 2012
Pemerintah AS Beri BantuanPembangunan Barak di IndonesianPeace and Security Center
Pemerintah AS Beri Bantuan
Pembangunan Barak di Indonesian
Peace and Security Center
BOGOR - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui
Kementerian Luar Negeri AS memberikan bantuan berupa
fasilitas barak untuk prajurit kepada Mabes TNI yang
dibangun di Indonesian Peace and Security Center (Pusat
Misi Pemeliharaan Perdamaian) Sentul, Bogor.
Dukungan fasilitas tersebut diberikan secara simbolis
melalui peletakan batu pertama pembangunan gedung
fasilitas barak prajurit yang dilakukan oleh Wakil Menteri
Luar Negeri AS untuk Bidang Politik Militer, Andrew J.
Shapiro Senin (13/2), di kompleks PMPP Sentul Bogor.
Dalam pembangunan konstruksi barak berkapasitas 300
orang ini AS menggelontorkan biaya sekitar US 3,3 Juta
Dollar, dari seluruh kontribusi fasilitas operasional lainnya
yang ada di IPSC Sentul dengan nilai total sebesar US 14
Juta Dolar. Sumber : DMC
Pembangunan Barak di Indonesian
Peace and Security Center
BOGOR - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui
Kementerian Luar Negeri AS memberikan bantuan berupa
fasilitas barak untuk prajurit kepada Mabes TNI yang
dibangun di Indonesian Peace and Security Center (Pusat
Misi Pemeliharaan Perdamaian) Sentul, Bogor.
Dukungan fasilitas tersebut diberikan secara simbolis
melalui peletakan batu pertama pembangunan gedung
fasilitas barak prajurit yang dilakukan oleh Wakil Menteri
Luar Negeri AS untuk Bidang Politik Militer, Andrew J.
Shapiro Senin (13/2), di kompleks PMPP Sentul Bogor.
Dalam pembangunan konstruksi barak berkapasitas 300
orang ini AS menggelontorkan biaya sekitar US 3,3 Juta
Dollar, dari seluruh kontribusi fasilitas operasional lainnya
yang ada di IPSC Sentul dengan nilai total sebesar US 14
Juta Dolar. Sumber : DMC
Pemerintah AS Beri BantuanPembangunan Barak di IndonesianPeace and Security Center
Pemerintah AS Beri Bantuan
Pembangunan Barak di Indonesian
Peace and Security Center
BOGOR - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui
Kementerian Luar Negeri AS memberikan bantuan berupa
fasilitas barak untuk prajurit kepada Mabes TNI yang
dibangun di Indonesian Peace and Security Center (Pusat
Misi Pemeliharaan Perdamaian) Sentul, Bogor.
Dukungan fasilitas tersebut diberikan secara simbolis
melalui peletakan batu pertama pembangunan gedung
fasilitas barak prajurit yang dilakukan oleh Wakil Menteri
Luar Negeri AS untuk Bidang Politik Militer, Andrew J.
Shapiro Senin (13/2), di kompleks PMPP Sentul Bogor.
Dalam pembangunan konstruksi barak berkapasitas 300
orang ini AS menggelontorkan biaya sekitar US 3,3 Juta
Dollar, dari seluruh kontribusi fasilitas operasional lainnya
yang ada di IPSC Sentul dengan nilai total sebesar US 14
Juta Dolar. Sumber : DMC
Pembangunan Barak di Indonesian
Peace and Security Center
BOGOR - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui
Kementerian Luar Negeri AS memberikan bantuan berupa
fasilitas barak untuk prajurit kepada Mabes TNI yang
dibangun di Indonesian Peace and Security Center (Pusat
Misi Pemeliharaan Perdamaian) Sentul, Bogor.
Dukungan fasilitas tersebut diberikan secara simbolis
melalui peletakan batu pertama pembangunan gedung
fasilitas barak prajurit yang dilakukan oleh Wakil Menteri
Luar Negeri AS untuk Bidang Politik Militer, Andrew J.
Shapiro Senin (13/2), di kompleks PMPP Sentul Bogor.
Dalam pembangunan konstruksi barak berkapasitas 300
orang ini AS menggelontorkan biaya sekitar US 3,3 Juta
Dollar, dari seluruh kontribusi fasilitas operasional lainnya
yang ada di IPSC Sentul dengan nilai total sebesar US 14
Juta Dolar. Sumber : DMC
Sunday, February 12, 2012
Pengamat intelijen: ada upaya goyang pemerintah
Senin, 13 Februari 2012 06:31 WIB | Dibaca
661 kali
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat
intelijen Wawan H Purwanto
menyatakan, ada upaya oleh pihak-
pihak tertentu untuk menggoyang
pemerintah yang ditargetkan dapat
terlaksana pertengahan 2012.
Wawan di sela-sela Mukernas Ikatan
Alumni SMAN 1 Ungaran Kabupaten
Semarang di Jakarta, Minggu,
mengatakan, berbagai peristiwa
kekerasan dan kekacauan yang terjadi
belakangan ini bukan tidak mungkin
merupakan bagian dari gerakan itu.
"Aparat harus bisa mengungkap ada
apa di balik peristiwa-peristiwa itu,"
kata Wawan.
Dikatakannya, berbagai kasus yang
terjadi di tanah air, tidak semua
berjalan dengan sendirinya, namun ada
sejumlah peristiwa atau kasus yang
didesain atau diset oleh pihak tertentu
untuk kepentingan tertentu pula,
termasuk kepentingan politik.
"Ada peristiwa-peristiwa yang disetting.
Ini yang harus kita waspadai karena
ada agenda yang ingin menggoyang
pemerintah di pertengahan tahun
2012," katanya.
Namun Wawan enggan menyebutkan
pihak yang ditengarai bermain di balik
peristiwa kekacauan tersebut.
"Saya tidak perlu menyebut siapa-siapa.
Ini ranah politik," katanya.
Yang jelas, menurut dia, di ranah politik
memang biasa terjadi upaya-upaya
menimbulkan gejolak.
Hanya saja, Wawan mengingatkan
bahwa masyarakat sudah lelah dengan
berbagai gejolak, sehingga segala upaya
untuk menimbulkan gejolak sebaiknya
diakhiri.
Menurut Wawan, bangsa Indonesia
telah memilih demokrasi sebagai
sistem politik, termasuk dalam
menentukan kepemimpinan nasional.
Oleh karena itu, sebaiknya semua pihak
bersabar dan menunggu hingga pemilu
berikutnya dengan tidak melakukan hal-
hal yang justru mencederai demokrasi.
sumber antars
661 kali
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat
intelijen Wawan H Purwanto
menyatakan, ada upaya oleh pihak-
pihak tertentu untuk menggoyang
pemerintah yang ditargetkan dapat
terlaksana pertengahan 2012.
Wawan di sela-sela Mukernas Ikatan
Alumni SMAN 1 Ungaran Kabupaten
Semarang di Jakarta, Minggu,
mengatakan, berbagai peristiwa
kekerasan dan kekacauan yang terjadi
belakangan ini bukan tidak mungkin
merupakan bagian dari gerakan itu.
"Aparat harus bisa mengungkap ada
apa di balik peristiwa-peristiwa itu,"
kata Wawan.
Dikatakannya, berbagai kasus yang
terjadi di tanah air, tidak semua
berjalan dengan sendirinya, namun ada
sejumlah peristiwa atau kasus yang
didesain atau diset oleh pihak tertentu
untuk kepentingan tertentu pula,
termasuk kepentingan politik.
"Ada peristiwa-peristiwa yang disetting.
Ini yang harus kita waspadai karena
ada agenda yang ingin menggoyang
pemerintah di pertengahan tahun
2012," katanya.
Namun Wawan enggan menyebutkan
pihak yang ditengarai bermain di balik
peristiwa kekacauan tersebut.
"Saya tidak perlu menyebut siapa-siapa.
Ini ranah politik," katanya.
Yang jelas, menurut dia, di ranah politik
memang biasa terjadi upaya-upaya
menimbulkan gejolak.
Hanya saja, Wawan mengingatkan
bahwa masyarakat sudah lelah dengan
berbagai gejolak, sehingga segala upaya
untuk menimbulkan gejolak sebaiknya
diakhiri.
Menurut Wawan, bangsa Indonesia
telah memilih demokrasi sebagai
sistem politik, termasuk dalam
menentukan kepemimpinan nasional.
Oleh karena itu, sebaiknya semua pihak
bersabar dan menunggu hingga pemilu
berikutnya dengan tidak melakukan hal-
hal yang justru mencederai demokrasi.
sumber antars
Pengadaan Pesawat Kepresidenan, PT DI Berharap Dilibatkan
Jurnas.com | PT Dirgantara Indonesia
(PTDI) berharap dapat dilibatkan dalam
rencana pengadaan pesawat
kepresidenan. Keterlibatan PTDI
diharapkan dapat meningkatkan
kemampuan perusahaan tersebut
dalam memproduksi pesawat sejenis.
Direktur Teknik dan Pengembangan
PTDI Dita Ardonni Jafri menyatakan,
PTDI memang belum mampu
memproduksi pesawat tersebut.
Namun begitu, dukungan pemerintah
dengan pemberian proyek pengadaan
pesawat kepresidenan akan
meningkatkan kemampuan PTDI.
"Kami berharap bisa terlibat dalam
perancangan dan pembuatan interior
serta semua communication system ,"
kata pria yang disapa Donni ini saat
dihubungi Jurnal Nasional , Minggu
(12/2).
Dia menuturkan, meskipun kondisi
keuangan PTDI saat ini telah membaik,
namun perusahaan tidak bisa
memproduksi pesawat tersebut apalagi
jika hanya beberapa unit.
"Pengembangan pesawat terbang itu
butuh waktu paling sedikit lima tahun,
dan minimal harus ada pesanan 300
unit, bukan satu," ujar Donni.
Dengan kondisi perusahaan saat ini,
kata Donni menambahkan, PTDI
memang belum merencanakan
pengembangan tipe pesawat jenis itu.
"Kami belum akan mengembangkan
tipe pesawat itu sekarang, pesaing
terlalu banyak," ujarnya.
(PTDI) berharap dapat dilibatkan dalam
rencana pengadaan pesawat
kepresidenan. Keterlibatan PTDI
diharapkan dapat meningkatkan
kemampuan perusahaan tersebut
dalam memproduksi pesawat sejenis.
Direktur Teknik dan Pengembangan
PTDI Dita Ardonni Jafri menyatakan,
PTDI memang belum mampu
memproduksi pesawat tersebut.
Namun begitu, dukungan pemerintah
dengan pemberian proyek pengadaan
pesawat kepresidenan akan
meningkatkan kemampuan PTDI.
"Kami berharap bisa terlibat dalam
perancangan dan pembuatan interior
serta semua communication system ,"
kata pria yang disapa Donni ini saat
dihubungi Jurnal Nasional , Minggu
(12/2).
Dia menuturkan, meskipun kondisi
keuangan PTDI saat ini telah membaik,
namun perusahaan tidak bisa
memproduksi pesawat tersebut apalagi
jika hanya beberapa unit.
"Pengembangan pesawat terbang itu
butuh waktu paling sedikit lima tahun,
dan minimal harus ada pesanan 300
unit, bukan satu," ujar Donni.
Dengan kondisi perusahaan saat ini,
kata Donni menambahkan, PTDI
memang belum merencanakan
pengembangan tipe pesawat jenis itu.
"Kami belum akan mengembangkan
tipe pesawat itu sekarang, pesaing
terlalu banyak," ujarnya.
Saturday, February 11, 2012
Indonesia Air Force One AkanDilengkapi Sistem Penangkal untukDeteksi Serangan
Jakarta - Pesawat kepresidenan RI yang sekarang ini
masih berada di pabrik Boeing, AS. Pesawat ini
dijadwalkan beroperasi akhir Agustus 2013.
Sehebat apakah pesawat kepresidenan RI kelak?
Mendekati Air Force One milik Amerika Serikat (AS) yang
bertabur teknologi dan sistem keamanan tercanggih atau
Ilyushin Il-96- 300PU milik Rusia yang kamar mandi
presidennya berbalut emas dan beberapa ruangan dilapisi
sutera? Pesawat seri 737-800 Boeing Business Jet 2 (BBJ 2)
yang dibeli Pemerintah Indonesia dari Boeing Company
agaknya masih jauh dari bayangan tersebut.
Pesawat ”Indonesia Air Force One” bahkan lebih
sederhana daripada pesawat sewaan dari Garuda
Indonesia yang selama ini digunakan. “Ini bukan pesawat
untuk pribadi,tapi pesawat untuk kepresidenan.Presiden
Susilo BambangYudhoyono (SBY) tidak menginginkan
pesawat itu menjadi pesawat yang mewah,”ujar Sekretaris
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) Lambock
V Nahattands di Jakarta kemarin.
Menurut dia,interior pesawat kepresidenan tidak akan
berlebihan.“Kabin berisi tempat istirahat presiden
saja.Kalau dulu kabin memakai gorden, sekarang
dipasangi pintu,itu saja lebihnya,”jelas Lambock.
Indonesia resmi memiliki pesawat kepresidenan yang
dijadwalkan beroperasi pada akhir Agustus 2013.Saat ini,
pesawat kosong (green aircraft) seharga USD58,6 juta
atau Rp525,91 miliar tersebut masih di pabrik Boeing di
Seattle untuk dipasangi interior kabin dan sistem
keamanan.
Berdasar pengalaman SINDO menumpang pesawat
kepresidenan sekarang, interior kabin tidak jauh berbeda
dengan pesawat komersial pada umumnya. Untuk
pesawat yang akan datang,meski interior sederhana bukan
berarti sistem keamanan dilupakan. Komandan Pasukan
Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Agus
Sutomo mengatakan, sistem keamanan pesawat RI-1
adalah counter sabotage system atau sistem penangkal
sabotase.“ Jadi kalau ada yang mau jahil sama pesawat ini
bisa langsung diketahui,”ujarnya.
Mantan Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus itu
menambahkan,pesawat kepresidenan juga dilengkapi
teknologi komunikasi khusus. Pada pesawat
sewaan,peranti ini tidak tersedia. Wakil Ketua Komisi I
DPR dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin mendukung
pengadaan pesawat kepresidenan meskipun dia juga
mengkritik pemilihan BBJ2. Menurut dia, waktu terbang
pesawat ini hanya 7–8 jam.”Kalau ke Eropa harus berhenti
dua kali. Ini tidak efisien,”ujarnya.
Mantan penasihat keamanan Presiden George Bush
Richard Falkenrath mengutarakan,dari sudut pandang
perlindungan presiden,pesawat harus memberikan
keamanan maksimal.”Dan memang Air Force One
memberikan pengutamaan pada sistem
keamanan,”ujarnya.
Tidak dapat dimungkiri Air Force One merupakan pesawat
paling istimewa dalam segi kemewahan dan fasilitas. Salah
satu kecanggihan teknologi pesawat Air Force One adalah
pertahanan terhadap rudal.Air Force One juga memiliki
keunggulan dapat diisi bahan bakar di tengah perjalanan.
Sumber : SINDO
masih berada di pabrik Boeing, AS. Pesawat ini
dijadwalkan beroperasi akhir Agustus 2013.
Sehebat apakah pesawat kepresidenan RI kelak?
Mendekati Air Force One milik Amerika Serikat (AS) yang
bertabur teknologi dan sistem keamanan tercanggih atau
Ilyushin Il-96- 300PU milik Rusia yang kamar mandi
presidennya berbalut emas dan beberapa ruangan dilapisi
sutera? Pesawat seri 737-800 Boeing Business Jet 2 (BBJ 2)
yang dibeli Pemerintah Indonesia dari Boeing Company
agaknya masih jauh dari bayangan tersebut.
Pesawat ”Indonesia Air Force One” bahkan lebih
sederhana daripada pesawat sewaan dari Garuda
Indonesia yang selama ini digunakan. “Ini bukan pesawat
untuk pribadi,tapi pesawat untuk kepresidenan.Presiden
Susilo BambangYudhoyono (SBY) tidak menginginkan
pesawat itu menjadi pesawat yang mewah,”ujar Sekretaris
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) Lambock
V Nahattands di Jakarta kemarin.
Menurut dia,interior pesawat kepresidenan tidak akan
berlebihan.“Kabin berisi tempat istirahat presiden
saja.Kalau dulu kabin memakai gorden, sekarang
dipasangi pintu,itu saja lebihnya,”jelas Lambock.
Indonesia resmi memiliki pesawat kepresidenan yang
dijadwalkan beroperasi pada akhir Agustus 2013.Saat ini,
pesawat kosong (green aircraft) seharga USD58,6 juta
atau Rp525,91 miliar tersebut masih di pabrik Boeing di
Seattle untuk dipasangi interior kabin dan sistem
keamanan.
Berdasar pengalaman SINDO menumpang pesawat
kepresidenan sekarang, interior kabin tidak jauh berbeda
dengan pesawat komersial pada umumnya. Untuk
pesawat yang akan datang,meski interior sederhana bukan
berarti sistem keamanan dilupakan. Komandan Pasukan
Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Agus
Sutomo mengatakan, sistem keamanan pesawat RI-1
adalah counter sabotage system atau sistem penangkal
sabotase.“ Jadi kalau ada yang mau jahil sama pesawat ini
bisa langsung diketahui,”ujarnya.
Mantan Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus itu
menambahkan,pesawat kepresidenan juga dilengkapi
teknologi komunikasi khusus. Pada pesawat
sewaan,peranti ini tidak tersedia. Wakil Ketua Komisi I
DPR dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin mendukung
pengadaan pesawat kepresidenan meskipun dia juga
mengkritik pemilihan BBJ2. Menurut dia, waktu terbang
pesawat ini hanya 7–8 jam.”Kalau ke Eropa harus berhenti
dua kali. Ini tidak efisien,”ujarnya.
Mantan penasihat keamanan Presiden George Bush
Richard Falkenrath mengutarakan,dari sudut pandang
perlindungan presiden,pesawat harus memberikan
keamanan maksimal.”Dan memang Air Force One
memberikan pengutamaan pada sistem
keamanan,”ujarnya.
Tidak dapat dimungkiri Air Force One merupakan pesawat
paling istimewa dalam segi kemewahan dan fasilitas. Salah
satu kecanggihan teknologi pesawat Air Force One adalah
pertahanan terhadap rudal.Air Force One juga memiliki
keunggulan dapat diisi bahan bakar di tengah perjalanan.
Sumber : SINDO
AS Tawarkan TOT Apache
Jakarta - Pemerintah AS mengaku
baru menerima pesanan pembelian 8
helikopter tempur. Namun rencana
pembelian helikopter tempur masih
dalam tahap awal.
Demikian disampaikan oleh Duta
Besar Amerika Serikat (AS) untuk
Indonesia, Scott Marciel di kantornya,
Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta,
Jumat (10/2/2012).
"Kami baru menerima request. Jadi
itu masih dalam tahap awal," ujar
Scott.
Scott menyatakan pihaknya sangat
senang pemerintah Indonesia
menyukai produk asal negeri Paman
Sam tersebut. "Kami senang
Indonesia tertarik Amerika Serikat
produk. Kami transfer teknologi,"
jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia
berencana untuk membeli sejumlah
pesawat tempur jenis Apache dari AS.
Hal itu dilakukan untuk menambah
kekuatan alat utama sistem
persenjataan (alutsista). "Kalau tidak
salah sebanyak delapan unit," kata
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie
Sjamsoeddin.
Menurut dia, pengadaan delapan unit
pesawat tempur jenis Apache itu
bukan karena ditawarkan begitu saja
oleh pihak Amerika kepada
pemerintah Indonesia. Rencana
pembelian pesawat sejumlah itu
dilakukan sesuai dengan kebutuhan
Indonesia. "Mereka tidak
menawarkan, kita yang mencari," ujar
Sjafrie.
Namun, ia menambahkan, hingga kini
belum ada deal antara pemerintah
Indonesia dengan AS ihwal pembelian
pesawat tempur tersebut. Sejauh ini,
yang sudah disepakati adalah
pembelian pesawat tempur jenis F16
dari Amerika Serikat. "Kita semua
tahu yang F16 sudah deal," katanya.
Sumber : DETIK
baru menerima pesanan pembelian 8
helikopter tempur. Namun rencana
pembelian helikopter tempur masih
dalam tahap awal.
Demikian disampaikan oleh Duta
Besar Amerika Serikat (AS) untuk
Indonesia, Scott Marciel di kantornya,
Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta,
Jumat (10/2/2012).
"Kami baru menerima request. Jadi
itu masih dalam tahap awal," ujar
Scott.
Scott menyatakan pihaknya sangat
senang pemerintah Indonesia
menyukai produk asal negeri Paman
Sam tersebut. "Kami senang
Indonesia tertarik Amerika Serikat
produk. Kami transfer teknologi,"
jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia
berencana untuk membeli sejumlah
pesawat tempur jenis Apache dari AS.
Hal itu dilakukan untuk menambah
kekuatan alat utama sistem
persenjataan (alutsista). "Kalau tidak
salah sebanyak delapan unit," kata
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie
Sjamsoeddin.
Menurut dia, pengadaan delapan unit
pesawat tempur jenis Apache itu
bukan karena ditawarkan begitu saja
oleh pihak Amerika kepada
pemerintah Indonesia. Rencana
pembelian pesawat sejumlah itu
dilakukan sesuai dengan kebutuhan
Indonesia. "Mereka tidak
menawarkan, kita yang mencari," ujar
Sjafrie.
Namun, ia menambahkan, hingga kini
belum ada deal antara pemerintah
Indonesia dengan AS ihwal pembelian
pesawat tempur tersebut. Sejauh ini,
yang sudah disepakati adalah
pembelian pesawat tempur jenis F16
dari Amerika Serikat. "Kita semua
tahu yang F16 sudah deal," katanya.
Sumber : DETIK
Subscribe to:
Posts (Atom)
BERITA POLULER
-
Rusia Jamin Indonesia Bebas Embargo Militer TEMPO.CO , Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander A. Ivanov, menyatakan pem...
-
Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar : Renstra TNI 2010-2014 memberikan nuansa pelangi terhad...
-
T-90S Rusia (Main Battle Tank Russia) Kavaleri Peroleh 178 Unit Kendaraan Tempur Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambah...