BANYUWANGI - Indonesia segera memiliki satu kapal perang canggih berpeluru kendali "Trimaran" yang merupakan produk dalam negeri.
"Kapal ini terbuat dari serat karbon, dengan kecepatan 35 knot dan dipersenjatai peluru kendali yang memiliki jarak tembak 120 kilometer," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai meninjau industri kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (20/12).
Ia mengatakan, dalam lima bulan mendatang kapal perang canggih yang merupakan prototipe itu langsung bisa dioperasionalkan memperkuat jajaran armada tempur TNI Angkatan Laut.
"TNI Angkatan Laut memesan empat unit kapal, dan dalam lima bulan mendatang sudah jadi satu kapal perang `Trimaran`, sedangkan tiga unit lainnya akan segera dibangun secara bertahap hingga 2014," kata Sjafrie menambahkan.
Satu unit kapal "Trimaran" dihargai sekitar Rp114 miliar yang diambil dari APBN 2011.
"Jika proyek pengadaan ini berhasil maka ini merupakan sejarah bagi Indonesia karena telah berhasil membuat kapal perang dengan komposit serat karbon, dan ini akan dipatenkan dan diekspor ke luar negeri," kata Sjafrie.
Gambar rekayasa 3D kapal Trimaran buatan Lundin
Direktur PT Lundin Industry Invest, John Lundin, mengatakan pihaknya telah melakukan ujicoba terhadap kapal dengan panjang sekitar 62,52meter tersebut.
"Ini merupakan kapal `Trimaran` pertama yang dibuat dari serat karbon. Amerika pernah membuat kapal sejenis dengan panjang 120 meter namun dari bahan alumunium atau baja.
Komposit serat karbon juga telah digunakan untuk pembuatan pesawat airbus Boeing-777 dan mobil formula 1. Ketahanannya 20 kali lebih kuat dibandingkan baja.
Kapal cepat berpeluru kendali itu memiliki panjang keseluruhan 62,53 meter, panjang "water line", 50,77 meter panjang "water draft" 1,17 meter, bobot mati 53,1 GT, kecepatan maksimum 30 knot, kecepatan jelajah 16 knot, dengan mesin utama 4X marine engines MAN nominal 1.800 PK.
Sumber : ANTARA.CO.ID
Tuesday, December 20, 2011
Dalam 5 bulan mendatang TNI AL Akan diperkuat Kapal Perang Canggih "TRIMARAM"
HARGA MBT , SUKHOI MAHAL , TAPI LEBIH MAHAL DENGAN KEDAULATAN DAN KEAMANAN NKRI
MBT K2 black Panter
Kalau kita lihat di media media cetak elektronik (TV), Internet dan sebagainya banyak mengkritisi terhadap modernisasi Alut sista TNI kita, rata-rata mereka mengkritisi tidak membangun malah memojokkan dan merendahkan.
Mereka tidak mikir bahwa suatu negara aman dan damai itu bisa dicapai dengan Alutsista yang mumpuni dan mempunyai efek gentar (deterance) yang tinggi dan sebagai alat untuk diplomasi( bergaining power ) sehingga lawan tidak serta merta melecehkan kita, dengan amannya suatu negara maka otomatis kehidupan ekonomi kita di sektor riil tetap berjalan, dengan jalannya ekonomi di sektor riil akan mendukung bagi pertumbuhan ekonomi kita dengan begitu banyak investor - investor asing menanamkan modalnya ke negara ini dengan jaminan keamanan, gimana investor mau menanamkan investasinya kalau negara kita tidak aman. Artinya memang Alutsista ( MBT, Sukhoi, Dll) itu Mahal tapi kedaulatan dan keamanan kita lebih mahal harganya.
Ada yang berpikir MBT di tempatkan di Jakarta untuk membantai rakyat yang berdemonstrasi , lah ko rakyat sendiri mau dibantai era jaman sekarang beda dengan jaman bahela. Buakanya TNI itu dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, jadi pemikiran tersebut hanya pemikiran yang sempit untuk diutarakan kepublik. Jika hal tersebut terjadi Rakyat INDONESIA LAH lawan utamanya so jangan lah takut dan menakuti rakyat dengan akan keberadaan MBT.
Ada juga yang berfikir harus melalui penelitian dan sebagainya. Alutsista TNI kita selama 20 tahun tidak ada modernisasi alutsista kususnya TNI AD jadi wajar lah kalau TNI AD mau memodernisasi untuk mengejar ketertinggalan dengan alutsista negara sahabat, lah kalo kita mengkritik dengan negatif apalah jadinya negara ini dan gagal untuk mempunyai MBT mau jadi bulan bulanan negara tetanga kita apa?.
Ada juga kita ini banyak rakyatnya yang miskin ko berlaga membeli alutsista besar besaran dan canggih ? kalau berbicara Indonesia Miskin, Perhatikan saja kuota jatah haji kita makin bertambah dari tahun ketahun apakah ini miskin?, Surveylah setiap penduduk RI minimal ada 1 TV di setiap rumahnya, dan satu lagi makin meningkatnya penjualan motor dan mobil di Indonesia ini yang dikatakan miskin? memang ada tapi jangan jadi alasan untuk menjengkali bahwasannya kita belum pantas untuk membeli alutsista yang canggih , terlalu naif yang mempunyai pemikiran sepeti itu.
Kalau untuk penelitian itu yang perlu diteliti itu gimana mencari energi terbarukan, untuk jangka panjang ok lah kita adakan TOT untuk berbagai jenis ranpu seperti MBT(tank Berat), LIGHT TANK (tank ringan),Panser canon, panser 8x8, gimana untuk mengatisi pasi senjata yang dimiliki lawan dan pemecahanya . gimana meneliti membuat senjata terbarukan, gimana meneliti untuk membuat senjata yang dapat mengkonter dan membasmi senjata nuklir baru itu penelitian kalau untu meneliti cocok tidaknya MBT di indonesia yaa ketingalan lah dengan jiran kita nah emang jiran kita gak ada lembah dan gunung seta bukit dan lahan yang tekstur tanahnya lembek pasti ada dong apa bedanya dengan indonesia. perlu diketahui INDONESIA LUAS BUNG.
Jadi menurut pendapat saya harga Alutsista (MBT,Sukhoi,KS, dsb) mahal tapi lebih mahal lagi apa bila kedaulatan NKRI kita terancam dan keamanan kita juga terancam , bayangkan apabila negara kita terganggu dari segi pertahanan dan keamanan , negara menjadi kacau balau , pundi pundi ekonomi kita runtuh, rakyat sengsara, tingkat inflasi makin membumbung tinggi akibatnya perrekonomian kita menjadi stag. wah gak bisa kebayang deh dengan situasi begituan.
by Indonesia Defence
Peacekeeping Center untuk Kesiapan RI Pelihara Perdamaian Dunia
Jurnas.com | PUSAT pasukan perdamaian (peacekeeping center) sengaja dibangun dengan taraf internasional. Alasannya, intensitas, partisipasi dan kontribusi Indonesia dalam berbagai tugas-tugas pemeliharaan perdamaian sangat tinggi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, Indonesia negara yang sangat aktif berkontribusi pada misi pemeliharaan perdamaian dunia. Di mana pun mengemban tugas, dunia menilai kontingen Indonesia berprestasi yang baik.
“Penilaian ini wajib kita pertahankan bahkan terus kita tingkatkan," kata Presiden, di Sentul, Bogor, Senin (19/12). Alasan lain adalah, pengalaman Indonesia dalam berbagai penugasan peace keeping association.
Di bekas negara Yugoslavia, Indonesia mendapat apresiasi tinggi karena disiplin, spirit, kinerja, bahkan hubungan para peacekeeper Indonesia dengan masyarakat lokal, baik. “Kita dinilai sebagai good luck,” kata Presiden.
Di Bosnia, Indonesia tidak terlalu banyak menempatkan posisi kepemimpinan. Padahal Indonesia punya 650 perwira dan military observer dari 38 negara. Tenyata ada hambatan bahasa dan pengetahuan tentang peacekeeping missionitu sendiri.
Pengalaman lainnya, 3-5 persen anggota Kontingen Indonesia, TNI dan Polri, perwira dan bintara yang dipulangkan kembali ke Indonesia. Padahal baru dua minggu berada di Bosnia. “Itu karena mereka tidak lulus mengemudi dan tidak lulus bahasa Inggris,” katanya.
Indonesia juga pernah mendapat penawaran menambah kontingennya satu batalyon mekanik karena akan didirikan komando baru. Indonesia ditawari untuk menempatkan jenderal berbintang dua untuk menjadi pos commander, jika satu batalyon itu bisa ditambahkan. “Ternyata kita tidak siap,” katanya.
jurnas
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, Indonesia negara yang sangat aktif berkontribusi pada misi pemeliharaan perdamaian dunia. Di mana pun mengemban tugas, dunia menilai kontingen Indonesia berprestasi yang baik.
“Penilaian ini wajib kita pertahankan bahkan terus kita tingkatkan," kata Presiden, di Sentul, Bogor, Senin (19/12). Alasan lain adalah, pengalaman Indonesia dalam berbagai penugasan peace keeping association.
Di bekas negara Yugoslavia, Indonesia mendapat apresiasi tinggi karena disiplin, spirit, kinerja, bahkan hubungan para peacekeeper Indonesia dengan masyarakat lokal, baik. “Kita dinilai sebagai good luck,” kata Presiden.
Di Bosnia, Indonesia tidak terlalu banyak menempatkan posisi kepemimpinan. Padahal Indonesia punya 650 perwira dan military observer dari 38 negara. Tenyata ada hambatan bahasa dan pengetahuan tentang peacekeeping missionitu sendiri.
Pengalaman lainnya, 3-5 persen anggota Kontingen Indonesia, TNI dan Polri, perwira dan bintara yang dipulangkan kembali ke Indonesia. Padahal baru dua minggu berada di Bosnia. “Itu karena mereka tidak lulus mengemudi dan tidak lulus bahasa Inggris,” katanya.
Indonesia juga pernah mendapat penawaran menambah kontingennya satu batalyon mekanik karena akan didirikan komando baru. Indonesia ditawari untuk menempatkan jenderal berbintang dua untuk menjadi pos commander, jika satu batalyon itu bisa ditambahkan. “Ternyata kita tidak siap,” katanya.
jurnas
Monday, December 19, 2011
Indonesia Sampaikan Belasungkawa kepada Korea Utara
Jakarta (ANTARA
News) - Kementerian
Luar Negeri
Indonesia
menyampaikan belasungkawa atas
meninggalnya Pemimpin Korea Utara
Kim Jong-Il seperti yang dilaporkan
Kantor Berita "Korean Central News
Agency" (KNCA), Senin.
"Atas nama pemerintah dan rakyat
Indonesia, Presiden Republik Indonesia
menyatakan belasungkawa yang
mendalam atas meninggalnya
Pemimpin Besar Republik Demokratik
Rakyat Korea, Yang Mulia Kim Jong-Il, "
demikian pernyataan resmi
Kemenetrian Luar Negeri yang diterima
di Jakarta, Senin.
Menurut pernyataan itu, pemerintah
dan rakyat Indonesia mendoakan agar
keluarga yang ditinggalkan, pemerintah,
bangsa dan seluruh rakyat Korea Utara
diberikan kekuatan dan kesabaran
dalam menghadapi suasana kedukaan
pada saat ini.
Pemerintah Indonesia juga yakin bahwa
Korea Utara akan mampu mengatasi
masa sulit ini dan tumbuh berkembang
sesuai aspirasi bangsa dan rakyatnya.
Pemerintah Indonesia juga
berkeyakinan bahwa Korea Utara akan
meneruskan komitmennya dalam
membantu memelihara perdamaian,
keamanan, dan kesejahteraan di
wilayah Semenanjung Korea dan Asia
Pasifik pada umumnya.
Kim Jong Il meninggal pada Sabtu
(19/12) pada usia 69 akibat kelelahan
mental dan fisik yang berlebihan dalam
perjalanan kereta api seperti yang
dilaporkan KCNA, Senin.
Kondisi kesehatan Kim Jong-Il diyakini
telah memburuk setelah menderita
stroke pada tahun 2008 lalu.
Jasad Kim Jong-Il akan disemayamkan
di Kumsusan Memorial Palace, di lokasi
yang juga tersimpan jasad ayahnya, Kim
Il-sung, yang merupakan bapak pendiri
negara tersebut.
Pemerintah Korea Utara telah
menetapkan masa berkabung dari 17
Desember - 29 Desember 2011 dan
menyatakan untuk tidak menerima
delegasi asing pada upacara
pemakaman yang akan diadakan di
Pyongyang pada 28 Desember
mendatang.
sumber Antara
News) - Kementerian
Luar Negeri
Indonesia
menyampaikan belasungkawa atas
meninggalnya Pemimpin Korea Utara
Kim Jong-Il seperti yang dilaporkan
Kantor Berita "Korean Central News
Agency" (KNCA), Senin.
"Atas nama pemerintah dan rakyat
Indonesia, Presiden Republik Indonesia
menyatakan belasungkawa yang
mendalam atas meninggalnya
Pemimpin Besar Republik Demokratik
Rakyat Korea, Yang Mulia Kim Jong-Il, "
demikian pernyataan resmi
Kemenetrian Luar Negeri yang diterima
di Jakarta, Senin.
Menurut pernyataan itu, pemerintah
dan rakyat Indonesia mendoakan agar
keluarga yang ditinggalkan, pemerintah,
bangsa dan seluruh rakyat Korea Utara
diberikan kekuatan dan kesabaran
dalam menghadapi suasana kedukaan
pada saat ini.
Pemerintah Indonesia juga yakin bahwa
Korea Utara akan mampu mengatasi
masa sulit ini dan tumbuh berkembang
sesuai aspirasi bangsa dan rakyatnya.
Pemerintah Indonesia juga
berkeyakinan bahwa Korea Utara akan
meneruskan komitmennya dalam
membantu memelihara perdamaian,
keamanan, dan kesejahteraan di
wilayah Semenanjung Korea dan Asia
Pasifik pada umumnya.
Kim Jong Il meninggal pada Sabtu
(19/12) pada usia 69 akibat kelelahan
mental dan fisik yang berlebihan dalam
perjalanan kereta api seperti yang
dilaporkan KCNA, Senin.
Kondisi kesehatan Kim Jong-Il diyakini
telah memburuk setelah menderita
stroke pada tahun 2008 lalu.
Jasad Kim Jong-Il akan disemayamkan
di Kumsusan Memorial Palace, di lokasi
yang juga tersimpan jasad ayahnya, Kim
Il-sung, yang merupakan bapak pendiri
negara tersebut.
Pemerintah Korea Utara telah
menetapkan masa berkabung dari 17
Desember - 29 Desember 2011 dan
menyatakan untuk tidak menerima
delegasi asing pada upacara
pemakaman yang akan diadakan di
Pyongyang pada 28 Desember
mendatang.
sumber Antara
RI - Korsel bahas TOT Kapal Selam
Bandung (ANTARA
News) - Indonesia
dan Korea Selatan
masih membahas
mekanisme alih teknologi dalam
pengadaan tiga kapal selam baru untuk
TNI Angkatan Laut.
"Proses pengadaan kapal selam kini
telah selesai pada tahap penentuan
produsen dan kontrak," kata Wakil
Menteri Pertahanan Sjafrie
Sjamsoeddin dalam kunjungan kerja ke
PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia,
di Bandung, Selasa.
Wakil Menhan Sjafrie menambahkan
dalam kontrak itu ada ketentuan
mengenai mekanisme alih teknologi
mulai dari awal hingga akhir pengadaan
selesai seluruhnya.
"Artinya dari awal pembelian proses
alih teknologi itu sudah berjalan, yakni
dengan mengirimkan sejumlah teknisi
yang masa kerjanya masih panjang
untuk melihat langsung proses
pembuatan kapal selam itu," ujar
Wamenhan.
"Pengadaan sumber daya manusia
yang akan dikirim ini menjadi tantangan
tersendiri bagi Indonesia, khususnya PT
PAL. Dan jumlahnya relatif besar
minimal 50 orang," ujar Sjafrie.
Pada pengadaan tahap kedua, para
teknisi yang telah dikirimkan tersebut
diharapkan mulai terlibat dalam hal-hal
teknis menyangkut pembuatan kapal
selam.
"Nah, disini mulai ada interaksi fisik
langsung para teknisi kita dalam proses
pembuatan kapal selam. Jadi, peran
negara produsen sudah sekitar 50
persen diambil oleh para teknisi kita,"
tutur dia.
Sjafrie menambahkan selama proses
pembuatan dua kapal selam itu selain
menyiapkan dan mengirimkan para
teknisi juga sudah dibangun pula
galangannya.
"Sehingga semua ini berjalan paralel,"
katanya.
Selanjutnya, ujar Sjafrie, pada
pembuatan kapal selam ketiga sudah
dapat dilakukan di Indonesia dan
seluruhnya dilakukan oleh tenaga-
tenaga Indonesia.
"Itu kebijakan dasar, strategi besar
dalam mekanisme pengadaan alat
utama sistem senjata yang ditetapkan
Indonesia baik untuk pengadaan alat
utama sistem senjata berteknologi
tinggi seperti kapal selam, maupun
berteknologi sedang," kata Wamenhan.
Proses pengadaan tiga kapal selam
tersebut diadakan dari Korea Selatan.
Sebelumnya untuk pengadaan kapal
selam TNI AL ada beberapa negara
yang menjadi pilihan seperti Jerman
(U-209) , Korea Selatan (Changbogo),
Rusia (Kelas Kilo), dan Prancis
(Scorpen).
Setelah melalui tender dan disesuaikan
dengan spesifikasi teknis dan
kebutuhan operasional serta anggaran
yang ada, akhirnya diputuskan
pengadaan dilakukan dari Korea
Selatan.
sumber Antara
News) - Indonesia
dan Korea Selatan
masih membahas
mekanisme alih teknologi dalam
pengadaan tiga kapal selam baru untuk
TNI Angkatan Laut.
"Proses pengadaan kapal selam kini
telah selesai pada tahap penentuan
produsen dan kontrak," kata Wakil
Menteri Pertahanan Sjafrie
Sjamsoeddin dalam kunjungan kerja ke
PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia,
di Bandung, Selasa.
Wakil Menhan Sjafrie menambahkan
dalam kontrak itu ada ketentuan
mengenai mekanisme alih teknologi
mulai dari awal hingga akhir pengadaan
selesai seluruhnya.
"Artinya dari awal pembelian proses
alih teknologi itu sudah berjalan, yakni
dengan mengirimkan sejumlah teknisi
yang masa kerjanya masih panjang
untuk melihat langsung proses
pembuatan kapal selam itu," ujar
Wamenhan.
"Pengadaan sumber daya manusia
yang akan dikirim ini menjadi tantangan
tersendiri bagi Indonesia, khususnya PT
PAL. Dan jumlahnya relatif besar
minimal 50 orang," ujar Sjafrie.
Pada pengadaan tahap kedua, para
teknisi yang telah dikirimkan tersebut
diharapkan mulai terlibat dalam hal-hal
teknis menyangkut pembuatan kapal
selam.
"Nah, disini mulai ada interaksi fisik
langsung para teknisi kita dalam proses
pembuatan kapal selam. Jadi, peran
negara produsen sudah sekitar 50
persen diambil oleh para teknisi kita,"
tutur dia.
Sjafrie menambahkan selama proses
pembuatan dua kapal selam itu selain
menyiapkan dan mengirimkan para
teknisi juga sudah dibangun pula
galangannya.
"Sehingga semua ini berjalan paralel,"
katanya.
Selanjutnya, ujar Sjafrie, pada
pembuatan kapal selam ketiga sudah
dapat dilakukan di Indonesia dan
seluruhnya dilakukan oleh tenaga-
tenaga Indonesia.
"Itu kebijakan dasar, strategi besar
dalam mekanisme pengadaan alat
utama sistem senjata yang ditetapkan
Indonesia baik untuk pengadaan alat
utama sistem senjata berteknologi
tinggi seperti kapal selam, maupun
berteknologi sedang," kata Wamenhan.
Proses pengadaan tiga kapal selam
tersebut diadakan dari Korea Selatan.
Sebelumnya untuk pengadaan kapal
selam TNI AL ada beberapa negara
yang menjadi pilihan seperti Jerman
(U-209) , Korea Selatan (Changbogo),
Rusia (Kelas Kilo), dan Prancis
(Scorpen).
Setelah melalui tender dan disesuaikan
dengan spesifikasi teknis dan
kebutuhan operasional serta anggaran
yang ada, akhirnya diputuskan
pengadaan dilakukan dari Korea
Selatan.
sumber Antara
Industri Pertahanan Didaerah Harus Maju
Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan
Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan
produsen alat utama sistem senjata
(alutsista) di daerah harus maju
untuk mendukung modernisasi
peralatan militer.
"Harus 'Ok' (maju). ..," kata Wakil
Menteri Pertahanan Sjafrie saat tiba
di Apron PT Dirgantara Indonesia
(PTDI) dalam rangkaian kunjungan
kerja ke beberapa produsen alutsista
di daerah, Selasa (20/12) .
Sjafrie menambahkan sudah saatnya
produsen alutsista di daerah untuk
diberdayakan lebih maju dalam
mendukung modernisasi peralatan
militer.
Kunjungan kerja ke beberapa
produsen alutsista daerah diawali
dengan peninjauan ke PT Pindad dan
PT Dirgantara Indonesia di Bandung.
Kunjungan ke kedua Badan Usaha
Milik Negara Industri Pertahanan itu,
dimaksudkan untuk melihat
perkembangan pembuatan
kendaraan taktis dan pesawat angkut.
Kegiatan dilanjutkan dengan
peninjauan ke PT Lundin Banyuwangi
untuk memonitor akselerasi proses
produksi kapal combatan dan
noncombatan.
Kepala Pusat Komunikasi Publik
Kementerian Pertahanan Hartind
Asrin mengatakan peninjauan ke
beberapa produsen alutsista daerah
bertujuan memantau percepatan
pengadaan sekaligus sebagai bentuk
pengawasan terhadap kualitas
produk alat utama sistem senjata
yang dihasilkan.
"Apalagi, Kementerian Pertahanan
tengah mengawasi pengelolaan
manajemen keuangan modernisasi
persenjataan militer TNI, sehingga
kualitasnya bisa terjamin," imbuh
Hartind.
Tak hanya itu, peninjauan juga
dimaksudkan untuk mempercepat
atau mengakselerasi produksi
alutsista TNI, sehingga pada Agustus
2014 seluruh pengadaan segala jenis
peralatan militer dapat dipastikan
terpenuhi.
Sumber : Media Indonesia
Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan
produsen alat utama sistem senjata
(alutsista) di daerah harus maju
untuk mendukung modernisasi
peralatan militer.
"Harus 'Ok' (maju). ..," kata Wakil
Menteri Pertahanan Sjafrie saat tiba
di Apron PT Dirgantara Indonesia
(PTDI) dalam rangkaian kunjungan
kerja ke beberapa produsen alutsista
di daerah, Selasa (20/12) .
Sjafrie menambahkan sudah saatnya
produsen alutsista di daerah untuk
diberdayakan lebih maju dalam
mendukung modernisasi peralatan
militer.
Kunjungan kerja ke beberapa
produsen alutsista daerah diawali
dengan peninjauan ke PT Pindad dan
PT Dirgantara Indonesia di Bandung.
Kunjungan ke kedua Badan Usaha
Milik Negara Industri Pertahanan itu,
dimaksudkan untuk melihat
perkembangan pembuatan
kendaraan taktis dan pesawat angkut.
Kegiatan dilanjutkan dengan
peninjauan ke PT Lundin Banyuwangi
untuk memonitor akselerasi proses
produksi kapal combatan dan
noncombatan.
Kepala Pusat Komunikasi Publik
Kementerian Pertahanan Hartind
Asrin mengatakan peninjauan ke
beberapa produsen alutsista daerah
bertujuan memantau percepatan
pengadaan sekaligus sebagai bentuk
pengawasan terhadap kualitas
produk alat utama sistem senjata
yang dihasilkan.
"Apalagi, Kementerian Pertahanan
tengah mengawasi pengelolaan
manajemen keuangan modernisasi
persenjataan militer TNI, sehingga
kualitasnya bisa terjamin," imbuh
Hartind.
Tak hanya itu, peninjauan juga
dimaksudkan untuk mempercepat
atau mengakselerasi produksi
alutsista TNI, sehingga pada Agustus
2014 seluruh pengadaan segala jenis
peralatan militer dapat dipastikan
terpenuhi.
Sumber : Media Indonesia
Indonesia Tidak Khawatir Apabila Belanda Tak Jual Thank leopard 2A6
Bandung - Indonesia tidak khawatir
jika Belanda menolak pembelian main
battle tank "Leoprad 2A6" sekitar 100
unit. "Kami tidak khawatir, kami
masih memiliki alternatif untuk
membeli alat utama sistem senjata
yang memiliki spesifikasi teknik dan
operasional sama," kata Wakil
Menteri Pertahanan Sjafrie
Sjamsoeddin di sela-sela
kunjungannya ke PT Pindad di
Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/12) .
Tank yang ingin dibeli itu bekas
Angkatan Darat Kerajaan Belanda
yang sesungguhnya tidak pernah
dipakai dalam misi perang
sesungguhnya. Juga hanya dipakai
sekali dua kali untuk berlatih di hutan
Eropa Barat. Rencananya Belanda
akan melepas 150 Tank Leopard 2A6
yang dibuat pada 2003.
Sjafrie mengungkapkan hingga kini
belum ada penolakan secara resmi
dari parlemen Belanda terkait
pembelian tank tersebut. Parlemen
Belanda disinyalir menolak rencana
pembelian itu dikaitkan dengan isu
pelanggaran hak asasi manusia.
"Namun, jika pun mereka menolak.
Kami tidak khawatir. Kami ada uang
untuk membeli, bukan hibah kok dan
kami sudah memiliki alternatif jika
memang ada penolakan," kata Sjafrie.
Ia menambahkan alternatif dapat
dilakukan melalui pembelian ke Asia
atau Afrika. Terkait kemungkinan
penolakan tersebut Kepala Staf
Angkatan Darat Jenderal TNI
Pramono Edhie Wibowo telah
menerima utusan Pemerintah
Belanda.
"Rencananya, utusan tersebut juga
akan melakukan pembicaraan dengan
Kementerian Pertahanan RI. Dalam
pertemuan itu, akan kami jelaskan
maksud dan tujuan pembelian main
battle tank tersebut," ujar Sjafrie.
Namun ia yakin pembelian tank
Leopard bakal tidak ada masalah, dan
tahun depan pihaknya menargetkan
pembelian 100 Tank Leopard seharga
Rp 14 triliun tersebut tuntas. Sjafrie
menjelaskan pembelian tank
merupakan bagian modernisasi
alutsista TNI periode 2011-2015 untuk
mencapai kekuatan pokok minimum
(essential minimum forces) dengan
total anggaran Rp150 triliun.
Sumber : Metro TV
jika Belanda menolak pembelian main
battle tank "Leoprad 2A6" sekitar 100
unit. "Kami tidak khawatir, kami
masih memiliki alternatif untuk
membeli alat utama sistem senjata
yang memiliki spesifikasi teknik dan
operasional sama," kata Wakil
Menteri Pertahanan Sjafrie
Sjamsoeddin di sela-sela
kunjungannya ke PT Pindad di
Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/12) .
Tank yang ingin dibeli itu bekas
Angkatan Darat Kerajaan Belanda
yang sesungguhnya tidak pernah
dipakai dalam misi perang
sesungguhnya. Juga hanya dipakai
sekali dua kali untuk berlatih di hutan
Eropa Barat. Rencananya Belanda
akan melepas 150 Tank Leopard 2A6
yang dibuat pada 2003.
Sjafrie mengungkapkan hingga kini
belum ada penolakan secara resmi
dari parlemen Belanda terkait
pembelian tank tersebut. Parlemen
Belanda disinyalir menolak rencana
pembelian itu dikaitkan dengan isu
pelanggaran hak asasi manusia.
"Namun, jika pun mereka menolak.
Kami tidak khawatir. Kami ada uang
untuk membeli, bukan hibah kok dan
kami sudah memiliki alternatif jika
memang ada penolakan," kata Sjafrie.
Ia menambahkan alternatif dapat
dilakukan melalui pembelian ke Asia
atau Afrika. Terkait kemungkinan
penolakan tersebut Kepala Staf
Angkatan Darat Jenderal TNI
Pramono Edhie Wibowo telah
menerima utusan Pemerintah
Belanda.
"Rencananya, utusan tersebut juga
akan melakukan pembicaraan dengan
Kementerian Pertahanan RI. Dalam
pertemuan itu, akan kami jelaskan
maksud dan tujuan pembelian main
battle tank tersebut," ujar Sjafrie.
Namun ia yakin pembelian tank
Leopard bakal tidak ada masalah, dan
tahun depan pihaknya menargetkan
pembelian 100 Tank Leopard seharga
Rp 14 triliun tersebut tuntas. Sjafrie
menjelaskan pembelian tank
merupakan bagian modernisasi
alutsista TNI periode 2011-2015 untuk
mencapai kekuatan pokok minimum
(essential minimum forces) dengan
total anggaran Rp150 triliun.
Sumber : Metro TV
Subscribe to:
Posts (Atom)
BERITA POLULER
-
Rusia Jamin Indonesia Bebas Embargo Militer TEMPO.CO , Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander A. Ivanov, menyatakan pem...
-
Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar : Renstra TNI 2010-2014 memberikan nuansa pelangi terhad...
-
T-90S Rusia (Main Battle Tank Russia) Kavaleri Peroleh 178 Unit Kendaraan Tempur Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambah...