Pages

Monday, December 19, 2011

MBT BISA JALAN DI INDONESIA


Ahir ahir ini mencuat masalah cocok atau tidak cocok dengan akan keberadaan MBT ( Main Battle Tank ) di Indonesia , ada yang bilang MBT itu tidak cocok di indonesia dengan alasan keadaan geografis dan tekstur tanah Indonesia, alasan tersebut menurut hemat saya hanya alasan klasik yang akibatnya kita paranoid dengan MBT.

Indonesia Luas ada dataran, ada lembah, ada pegunungan, nah kalo kita punya MBT ya harus digunakan sesuai spesifikasinya jangan MBT diletakkan di daerah pegunungan lembah dan bukit ya rontoklah tanah bahkan bisa menyebabkan longsor.  Dan musuh pastinya akan menyerang dengan MBT tidak mungkin lewat pegunungan lembah dan bukit. Terlalu dini untuk menyatakan MBT tidak bisa jalan dan tidak cocok di indonesia lantaran letak geografis nya.

Jadi janganlah membuat opini opini kepada rakyat yang membingungkan masalah di jalan raya tronton - tronton dan kontainer yang berkeliaran dengan muatan-muatan lebih dari buku speksi toh gak dipermasalahkan bahkan lebih dari 62 ton mutan, nah MBT yang untuk pertahan kita kok dipermasalahkan.

Kesimpulannya MBT cocok di Indonesia dan pasti bisa jalan apabila tepat guna tepat sasaran, Jadi Pak Menhan, Wamenhan, segala jajaran Petinggi TNI kami mendukung MBT, apapun ceritanya RI harus punya MBT, entah dari mana asalnya yang penting segera datang dan dapatkan teknologinya dengan TOT. Bravo MBT, maju Indonesiaku.

By INDONESIA DEFENCE 

Peneliti Minta Rencana Pembelian Tank Leopard Diuji Kelayakannya



Jurnas.com | NIAT membeli 100 tank unit Leopard milik Belanda harus melalui pengkajian kelayakan beroperasi di Indonesia. Peneliti Puslit Kemasyarakatan LIPI Jaleswari Pramodhawardani‬ mengatakan, tank-tank buatan Jerman itu tidak cocok dengan medan di Indonesia.

Apalagi di Kalimantan yang akan menjadi lokasi penempatan tank jenis main battle tank (MBT) itu. “Harus dikaji dulu apakah cocok dengan medan di Indonesia. Apalagi kalau ditempatkan di Kalimantan yang tanahnya tak bagus,” kata perempuan yang akrab disapa Dani itu, saat ditemui di sela-sela seminar Keamanan Laut Yurisdiksi Nasional di Jakarta, Senin (19/12).

Dani mengakui, ada teknologi yang memungkinkan tank berat dapat berjalan tanpa merusak jalan yang dilalui. Namun begitu, menurutnya, hal ini harus dipastikan sebelum dilakukan pembelian. Tank 2A6 Leopard memiliki bobot 62,3 ton. Dani meragukan medan jalan di Indonesia dapat menahan bobot sebesar itu.

Ia berharap rencana pembelian tank bekas itu tidak dipengaruhi negara tetangga yang telah memiliki tank sejenis MBT. “Malaysia misalnya, membeli MBT kenapa kita harus membeli juga. Yang kita beli seharusnya apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan,” katanya.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo kemarin (18/12) menyatakan, Tank Leopard merupakan pilihan tepat untuk menghadapi kekuatan lawan yang memiliki tank MBT. “Dalam taktik bertempur kekuatan tank tempur harus dihadapi dengan tank tempur pula,” kata KSAD. Menurutnya, tank Leopard punya keunggulan seperti kemampuan firing control system dan automatic target tracking system yang sangat akurat, serta auto ammo loader guna mempercepat daya tembak, thermal imaging sightlaser range finder, dan balistic computer.

Tank Leopard 2A6 ini direncanakan menempati Batalyon Kavaleri TNI AD di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltim (Yonkav VI/ Mulawarman). Rencananya Yonkav ini mulai dibangun, 2012.



SUMBER : JURNAS

Jaga Merah Putih dan tetap waspada Senin, 19 Desember 2011



Bogor (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada seluruh pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di mana pun untuk selalu menjaga kejayaan Merah Putih dan waspada guna keberhasilan misi.

"Jaga Merah Putih dan nama baik Bangsa Indonesia, serta tetap waspada," katanya saat melakukan telewicara dengan para prajutit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, Kongo dan Haiti, di Sentul, Bogor, Senin.

Presiden Yudhoyono mengawali telewicaranya dengan Sekretaris PBB Untuk Misi Perdamaian Herve Ladsous didampingi Duta Besar RI untuk PBB Hasan Kleib.

Dalam perbincangan dengan Ladsous, Presiden menyampaikan visi dan misi Indonesia mendirikan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia, yang antara lain menyiapkan prajurit TNI yang akan bergabung dalam misi perdamaian PBB.

"Kami ingin menyiapkan prajurit kami untuk lebih siap dan lebih kapable, dalam menjalankan setiap misi perdamaian PBB di mana pun," katanya.

Terkait itu, Presiden Yudhoyono juga menyampaikan terimakasih atas kepercayaan PBB dalam mengikutsertakan Indonesia dalam setiap misi pemeliharaan PBB.

"Kami juga telah mengundang Sekjen PBB Ban Ki Moon untuk bisa melihat fasilitas di Pusat Pemeliharaan Perdamaian di Sentul, sekaligus membuka peluang apa saja yang bisa dikerjasamakan atau diberikan Indonesia dalam setiap misi perdamaian PBB," ujarnya.

Sedangkan kepada prajurit TNI yang tengah menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di Kongo, Lebanon, Haiti, Presiden mengingatkan untuk selalu menjaga nama baik bangsa dan menjaga profesionalisme sesuai kode etik misi pemeliharaan perdamaian PBB.

"Saya berharap, kalian dapat berbuat dan memberikan yang terbaik untuk setiap misi yang diemban di mana pun," katanya.

Khusus bagi prajurit yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon, Kepala Negara mengatakan," perkembangan situasi di Timur Tengah senantiasa mendapat sorotan khusus internasional,".

"Karena itu, berbuatlah yang terbaik, jaga `Merah Putih` dan nama baik bangsa serta tetap waspada, jangan lengah, junjung tinggi nama baik Indonesia, karena misi perdamaian di Lebanon juga diprakarsai Indonesia dengan lebih dulu mengupayakan gencatan senjata," katanya.

Sedangkan untuk di prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Haiti, Presiden meminta untuk berperan aktif dalam menciptakan perdamaian di wilayah itu, untuk mempermudah proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa bumi yang mengakibatkan 200 ribu orang meninggal dan 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Didampingi Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan beberapa menteri lainnya, Yudhoyono secara bergantian berbincang dengan Komandan Misi Perdamaian PBB di Kongo (Monusco) Jenderal Chander Prakash.

Pada kesempatan itu, Prakash menyampaikan awal mula dibentuknya misi perdamaian PBB di Kongo, dan perkembangan keamanan di wilayah itu terkait pelaksanaan Pemilu di negeri itu.

Kepala negara juga berbincang dengan Komandan Satuan Tugas (Satgas) Kompi Zeni TNI Konga XX-H/Monusco Letkol Czi Widiyanto, yang menyangkut tugas kontingen TNI dalam misi PBB di Kongo.

Presiden Yudhoyono juga berbincang dengan Wakil Komandan Misi Perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) Brigjen Santi Bonfanti dan Komandan Kontingen Garuda Kolonel Darmawan Bakti terkait misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon, dan tugas kontingen TNI di wilayah itu.

Terakhir Yudhoyono berbincang dengan Wakil Komandan Misi Perdamaian PBB di Haiti (Minustah) Felicio de Los Santos dan Komandan Konga XXXII-A Kolonel Winarno, terkait misi PBB di Haiti dan peran TNI yang dijalankan di wilayah itu.

Sejak 1957, Indonesia telah mengirimkan 24.284 personel militer dalam misi perdamaian PBB.



ANTARA

Presiden: Indonesia perlu pusat perdamaian berkelas dunia

Senin, 19 Desember 2011 10:39 WIB | 991 Views


Bogor (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai sudah waktunya Indonesia memiliki pusat pemeliharaan perdamaian berkelas dunia untuk menciptakan perwira yang berkualitas. Menurut Presiden, partisipasi aktif Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia sangat tinggi.

"Indonesia dinilai `good guy` (dalam misi perdamaian dunia--red) namun kita juga pernah kehilangan peluang di Bosnia," kata Presiden Yudhoyono saat meresmikan Pusat Pemeliharaan Perdamaian di Kompleks Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia Santi Dharma, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Menurut Kepala Negara, saat bergabung dengan misi perdamaian PBB di Bosnia tidak banyak perwira Indonesia yang mengisi posisi kepemimpinan dalam misi itu karena hambatan bahasa dan pengetahuan tentang misi perdamaian itu.

Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah personil asal Indonesia harus dipulangkan dari Bosnia karena tidak lulus keterampilan mengemudi dan bahasa.

Oleh karena pengalaman itu maka kata Presiden, muncul ide agar Indonesia memiliki Pusat Pemeliharaan Perdamaian seiring dengan partisipasi aktif Indonesia dan penerimaan baik masyarakat internasional agar misi perdamaian Indonesia lebih siap dan terampil.

Sejak mengirimkan misi perdamaian dunia pertama pada 1957 hingga saat ini Indonesia telah mengirimkan sekitar 24.284 prajurit yang tergabung dalam misi perdamaian Indonesia, Tim Garuda.

Presiden kemudian menyebutkan ketidaksiapan Indonesia untuk segera melakukan gelar pasukan di perbatasan Lebanon-Israel saat terjadi ketegangan di kawasan itu.

"Saat itu pertanyaannya bagaimana dapat mengirimkan cepat pasukan," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman itu maka Pusat Pemeliharaan Perdamaian juga akan memiliki satu satuan mekanis yang berfungsi sebagai "standby force" yang dapat segera dikirim kemana pun.

Tahap selanjutnya, kata Presiden, Pusat Pemeliharaan Perdamaian itu juga akan menjadi pusat latihan tanggap bencana, pelatihan kontraterorisme dan kampus Universitas Pertahanan.

"Saya juga berharap di tempat ini suatu saat ada lokasi kompetisi militer internasional," katanya merujuk pada kompetisi menembak atau "military games" yang lain.

Presiden Yudhoyono yang pagi itu mengenakan rompi pasukan misi perdamaian juga mengingatkan keperluan untuk menjaga kawasan Pusat Pemeliharaan Perdamaian itu tetap hijau.

Fasilitas Indonesian Peace and Security Center (IPSC) merupakan bangunan pertama yang diresmikan pengoperasiannya disamping beberapa bangunan lain yang ada di kawasan kompleks Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian seluas 242, 712 ha.

Seluruh pembangunan IPSC akan diselesaikan pada Tahun Anggaran 2013 namun untuk fasilitas pelatihan dan pendidikan, pembangunannya sudah mencapai 90 persen dan diharapkan sudah dapat dioperasionalkan dalam waktu dekat.

Sedangkan yang masih dalam taraf pembangunan dan diharapkan selesai pada tahun 2013 yaitu fasilitas Pusat Latihan Penanggulangan Bencana, Pusat Latihan Penanggulangan Terorisme, Standby Force dan National Language Center (NLC).



ANTARA

Sunday, December 18, 2011

Presiden Resmikan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian



 
Jurnas.com | PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan fasilitas Pendidikan dan Pelatihan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) di Indonesian Peace and Security Center (IPSC) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (19/12) pukul 09.00 WIB.

Presiden akan didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Fasilitas diklat PMPP menjadi pusat pendidikan bagi prajurit TNI yang akan bertugas menjadi pasukan perdamaian PBB. Tempat ini memiliki fasilitas dan pendidikan, antara lain Pusat Pelatihan Penanggulangan Terorisme, Pusat Pelatihan Penanggulangan Bencana, Pusat Pelatihan Bahasa, dan Markas Pasukan Siaga TNI.

Pangkalan PMPP terletak di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Sentul, Kabupaten Bogor, dengan luas tanah 261,712 hektare. Kawasan IPSC terdiri dari lima areal atau 5 in 1, yaitu areal Pusat Pemeliharaan Perdamaian seluas 242,712 ha, Pusat Pelatihan Penanggulangan Terorisme (7 ha), Markas Pasukan Siaga TNI (4 ha), Pusat Pelatihan Penanggulangan Bencana (4 ha), dan Pusat Bahasa seluas 2,1 hektare. Selain itu juga dibangun rumah dinas di atas lahan seluas 18,2 ha.

Pada kegiatan tersebut, Presiden Yudhoyono akan meninjau sejumlah fasilitas yang dimiliki PMPP, sebagai salah satu fasilitas pendidikan misi perdamaian dan keamanan terbesar di Asia Tenggara.

Dalam peresmian itu Presiden juga dijadwalkan melakukan telewicara dengan prajurit TNI yang tengah menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan. Presiden juga akan menyerahkan baret biru PBB yang pernah digunakan Yudhoyono saat menjadi prajurit TNI yang tergabung dalam misi serupa di Bosnia, sebagai koleksi museum PMPP.

Seluruh pembangunan PMPP akan diselesaikan pada tahun anggaran 2013. Saat ini, proses pembangunan sudah mencapai 62 persen. Antara

JURNAS

Menhan: Tujuh Manfaat Kawasan Peacekeeping Center Sentul
 
Jurnas.com | MENTERI Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan sesuai arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kawasanpeacekeeping center akan digunakan untuk tujuh kegiatan. Pertama, Pusat Pemeliharaan Perdamaian. Kedua, Markas Pasukan Siaga; Ketiga, Pusat Latihan Penanggulangan Terorisme. Keempat, Pusat Pelatihan Penanggulangan Bencana; Kelima, Pusat Bahasa; Keenam, Kampus Universitas Pertahanan, dan Ketujuh, Kegiatan Olahraga Militer baik nasional dam internasional.

Demikian laporan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro pada acara Peresmian Fasilitas Pendidikan dan Latihan Pusat Pemeliharaan Perdamaian di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (19/12).

Menurut Menhan, pada acara peresmian hadir sekitar 900 undangan, juga hadir para sesepuh Pasukan Pemelihara Perdamaian atau veteran perdamaian. Mereka pernah bertugas dalam misi perdamaian di berbagai negara.

Menurut Purnomo, pembangunan fasilitas pendidikan dan latihan Pusat Pemeliharaan Perdamaian secara bertahap dimulai dengan pembebasan tanah. Pada tahun 2010, pembangunan fisik dilaksanakan secara swakelola oleh Direktorat Zeni TNI AD dan secara kontraktual.

Menhan juga melaporkan bahwa pada akhir tahun 2011 ini pekerjaan fisik dari fasilitas perdamaian telah mencapai 70 persen selesai. Rencana ini ditargetkan selesai seluruhnya pada tahun 2013. Namun demikian, pada saat ini fasilitas opperasional pusat pemeliharaan perdamaian sudah dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk pendidikan dan latihan.

Pada acara ini, hadir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, para Duta Besar negara sahabat.

JURNAS

Heli Bolcow TNI AL Dipersenjatai




SURABAYA - Dua kru pesawat heli Bolcow B-105 milik Skuadron Udara 400 Wing Udara-1 Puspenerbal, memeriksa senjata GPMP Machine Gun Type MAG Left and Hand Feeding kalibe 7,62mm, di shelter Skuadron Udara 400, Wing Udara-1, kompleks Lanudal Juanda Surabaya, Minggu (18/12). Persenjataan pada heli Bolcow-105 yang baru pertamakali di jajaran TNI AL tersebut, untuk mendukung alutsista dalam menjaga keutuhan NKRI. FOTO ANTARA/Eric Ireng/nz/11



Incar Tank Leopard, Pemerintah Siapkan US$280 Juta



 
S.S. MIRZA / AFP
Jurnas.com | KEMENTERIAN Pertahanan menyiapkan dana sebesar US$280 Juta untuk membeli 100 unit tank Leopard milik pemerintah Belanda. Dana tersebut dIperoleh dari alokasi dana pertahanan periode 2010-2014.

“Pada 2012, tim sudah bekerja. Kami akan membeli 100 unit,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta, Minggu (18/12).

Sjafrie tidak memerinci berapa harga tank Leopard bekas milik Belanda tersebut. Namun begitu, dirinya berharap bisa mendapat tank-tank tersebut dalam harga murah dan berkualitas. “Semurah mungkin, secepat mungkin, dan seberkualitas mungkin,” ujarnya lagi. Sjafrie menekankan, pengadaan main battle tank buatan Jerman tersebut harus dikelola secara cermat dan teliti.

Tank Leopard yang menjadi incaran Indonesia adalah tank Leopard 2A6 yang telah dipergunakan angkatan bersenjata negara-negara Eropa dan non-Eropa. Tank yang dikembangkan Krauss-Maffei ini memiliki kubah tembak vertikal berlapis baja. Selain itu tank ini dilengkapi sistem pengontrol penembakan digital dan rangefinder laser. Meriam utama 120mm, senapan mesin koaksial, serta perlengkapan night vision yang canggih. Tank ini juga memiliki kemampuan bertempur menghadapi sasaran bergerak meski berada dalam medan sulit dan tak rata.

jurnas

KSAD Seriusi Pembelian 100 Tank Leopard

Leopard 2. (Foto: KMW)

18 Desember 2011, Jakarta (JPPN): Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya tengah berusaha merealisasikan pembelian 100 unit tank Leopard 2A6. Ia menegaskan pembelian tank buatan Jerman dengan total harga Rp 14 triliun itu sebagai wujud modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).

"Setelah 20 tahun tidak melakukan modernisasi (Alutista), yang kami butuhkan tank besar, tidak ada perubahan," kata Pramono di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (18/12).

Dikatakannya, pemilihan tank tempur utama (main battle tank/MBT) Leopard 2A6 sudah melalui berbagai kajian dari beberapa aspek. Di antaranya aspek strategi militer, yakni susunan kekuatan militer yang dibangun dan dipersiapkan sejak dini dengan asumsi adanya ancaman yang paling mungkin.

Adik ipar Presiden SBY itu menambahkan, setiap negara dalam strategi militernya pasti fokus kepada disain kapabilitas objektif, berupa susunan satuan-satuan tempur, bantuan tempur (banpur), dan unsur pendukung secara terintegratif dan komprehensif. Jika dilihat dari taktik bertempur matra darat, kata Pramono, tank Leopard adalah pilihan yang tepat untuk menghadapi kekuatan darat lawan yang memiliki tank MBT sekelasnya.

Dalam taktik bertempur kekuatan tank tempur harus dihadapi dengan tank tempur pula. "Ditinjau aspek itu, keunggulan MBT Leopard bisa digunakan untuk kemampuan daya gerak, tembak, daya kejut dan penghancuran," tegasnya.

Belum lagi, kata Pramono, keunggulan disain teknologinya adalah besaran kaliber meriam Leopard sebesar 130 milimeter, jarak capai, kemampuan penetrasi dan penghancurannya, stabilizer system, serta dan armor protection. Leopard juga punya keunggulan yang sangat menentukan yaitu, kemampuan firing control system dan automatic target tracking system yang sangat akurat, serta auto ammo loader guna mempercepat daya tembaknya, thermal imaging sight, laser range finder, dan balistic computer.

Aspek geografi Indonesia juga menjadi pertimbangan untuk menentukan pemilihan MBT Leopard yang beratnya 63 ton. Leopard, kata dia, dapat bergerak dan bermanuver dengan leluasa di wilayah Indonesia, kecuali di wilayah tertentu yang tidak memungkinkan bagi manuver tank tempur berat.

Selain itu aspek training of trainer (TOT) Rheimetal yang merupakan pabrik Tank Leopard di Jerman memberikan dukungan sepenuhnya berupa trasfer teknologi baik berupa pemeliharaan, operasional dan pengadaan amunisinya bersama PT Pindad, Bandung. "Ini alasan kami memilih MBT Leopard. Sisi transfer of technology juga menjadi pertimbangan," tandas Pramono.

Rencana TNI Beli Tank Bekas Patut Dicurigai

Rencana TNI AD membeli 100 unit Tank Leopard 2A6 buatan Jerman ternyata mengundang kecurigaan. Anggota Komisi I DPR yang membidangi pertahanan, Tjahjo Kumolo, menilai tank jenis Leopard secara geografis hanya tepat ditempatkan di Jawa. Padahal, ancaman sesunggunya terhadap kedaulatan NKRI justru di wilayah perbatasan.

Menurutnya, Komisi I DPR sudah mempertanyakan rencana pembelian Leopard bekas itu terlebih lagi jika nantinya hanya ditempatkan di Jawa. Tahjo mengatakan, untuk kondisi medan di Indonesia seharusnya dicari jenis tank yang lebih dinamis untuk ditempatkan di perbatasan.

Politisi senior di DPR yang juga Sekjen PDI Perjuangan itu menegaskan, semestinya tank yang akan dibeli juga lebih canggih dan sesuai medan geografis di wilayah perbatasan guna mempertahankan NKRI. "Kok malah direncanakan tank ukuran besar yang akan ditempatkan di sekitar Jakarta. Apa ada musuh negara lain yang mengancam di Jawa dan sekitar Jakarta? Apa tidak hanya untuk mempertahankan Jakarta saja dara demonstran rakyat Indonesia yang diantisipasi semakin bertambah ngamuk di th 2012? Ini yang harus diperhatikan agar jangan terkesan main beli barang bekas lagi," kata Tjahjo saat dihubungi JPNN, Minggu (18/12) sore.

Ditambahkannya, jika hanya untuk antisipasi demonstrans maka aparat keamanan cukup meningkatkan kemampuan riot control (kendali kerusuhan). Pengunjuk rasa yang rusuh, sebut Tjahjo, juga cukup dihadapi dengan tameng, pentungan, gas air, atau maksimal peluru karet yang penggunannya tergantung situasi dan kondisi di lapangan.

Karenanya Tjahjo justru curiga dengan rencana pembelian 100 unit tank Leopard bekas itu. "Tank berat seharusnya untuk medan tempur di perbatasan, bukan untuk riot control menghadapi sebagaimana yang terjadi di Timur Tengah seperti Syria, Mesir, dan Yaman. Penguasa otoriter yang gelap mata membantai rakyat sendiri. Mereka satu per satu tumbang berjamaah. "Apa ini akan ditiru Indonesia?" ucap Sekjen PDI Perjuangan itu.

Tjahjo pun mengingatkan soal rencana Amerika Serikat menempatkan kekuatan tempurnya di negara-negara tetangga Indonesia. Antara lain penempatan 2500 marinir AS di di Darwin, Australia, disusul rencana penempatan kapal-kapal tempur pantai (littoral combat ships/LCS ) dan pesawat patroli P-8A di Singapura dan Philipina. Menurutnya, gelar kekuatan tempur AS di wilayah Asea Tenggara dan Australia itu hanya akan menimbulkan ketegangan-ketegangan baru di wilayah Asean dan sangat berpengaruh terhadap kedaulatan NKRI.

"Harusnya ini yang diantisipasi oleh pemeirntah Indonesia dalam pengadaan alutsista. Arahnya untuk memperkuat pertahanan di perbatasan yang sudah terkepung oleh pangkalan-pangkalan militer kekuatan besar," pungkasnya.

Sumber: JPNN

BERITA POLULER