Pages

Tuesday, December 13, 2011

Pasukan TNI akan disebar ke luar Jawa



Rabu, 14 Desember 2011 



Gorontalo (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan melakukan dislokasi pasukannya dari pulau Jawa ke pulau-pulau yang berbatasan langsung dengan negara lain guna memperkuat pertahanan negara.

"Pasukan akan disebar ke daerah-daerah perbatasan mulai dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua," ujar Kol Tek Sigit Priyono, Kasubdit Pengembangan Kebijakan Pertahanan Negara, Ditjen Strategi Pertahanan, Kementerian Pertahanan, Rabu.

Dijelaskan, saat ini paradigma pertahanan negara telah berubah dari Jawa centris ke paradigma baru bahwa gangguan pertahanan dan keamanan di seluruh wilayah dapat mengancam eksistensi NKRI.

"Apalagi saat ini jumlah pasukan di Jawa jauh lebih besar daripada daerah-daerah perbatasan yang notabene lebih rawan gangguan hankamnya," ungkapnya.

Di Jawa jumlah pasukan dibandingkan luas wilayah sekitar 1:0,8 KM persegi, sementara di Sumatera sekitar 1:7,6 KM persegi, Kalimantan 1:27,3 KM persegi, Sulawesi 1:6,8 KM persegi, dan Papua 1:27,5 KM persegi.

Dikatakan, kebijakan dislokasi merupakan bagian dari strategi penguatan pertahanan negara yang sedang dijalankan Kemenhan.

"Berbarengan dengan itu Kemenhan juga melakukan revitalisasi dengan meningkatkan status dan penambahan satuan, ada yang dari kompi menjadi batalyon atau pos Angkatan Laut menjadi Lanal," jelasnya.

Kebijakan lain adalah pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk menjadi 100 persen sesuai dengan standard yang sudah ditetapkan.

"Pemerintah berupaya membangun industri pertahanan secara mandiri agar tidak tergantung ke negara luar," katanya.

Beberapa upaya yang sedang dikerjakan adalah pengembangan pesawat tempur KI-FX bekerja sama dengan Korea Selatan, pesawat ini di atas F16 dan di bawah Sukhoi, pengadaan beberapa jenis senapan serbu oleh Pindad, serta pengadaan beberapa heli dan pesawat angkut oleh PTDI.



Antara

Perwira AL China cermati keamanan maritim Indonesia Selasa, 13 Desember 201

Jakarta (ANTARA News) - Perwira siswa Sekolah Komando Angkatan Laut China mencermati perkembangan keamanan maritim di wilayah Indonesia termasuk di kawasan Selat Malaka.

"Mereka lebih banyak menyoroti perkembangan keamanan maritim di Indonesia khususnya di tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan sekitar Selat Malaka," kata juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati, di Jakarta, Selasa, terkait kedatangan 28 perwira siswa AL China itu pada 12-15 Desember 2011 ke Indonesia.

Ke-28 perwira Sekolah Komando Angkatan Laut China yang dipimpin Wakil Komandan Sesko AL China bidang politik Laksamana Muda Wei Zongpei, sebelumnya melakukan kunjungan kehormatan ke Mabes TNI Angkatan Laut Cilangkap.

Selain mencermati perkembangan keamanan maritim di wilayah Indonesia dan sekitarnya, para perwira siswa Negeri Tirai Bambu itu juga berminat untuk meningkatkan kerja sama angkatan laut kedua negara, terutama dalam hal pendidikan dan tukar menukar perwira.

Setelah mengunjungi Markas Besar TNI Angkatan Laut, para delegasi perwira Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China tersebut akan bertolak menuju Surabaya untuk melaksanakan kunjungan dan peninjauan ke Markas Komando Armada Kawasan Timur RI (Koarmatim).

Tak hanya itu, mereka juga akan melakukan kunjungan ke perusahaan galangan kapal milik pemerintah PT. PAL Surabaya, Jawa Timur.



antara

Pasukan Katak Tangani Aksi Perompakan





Jurnas.com | UNIT Anti Perompakan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Armada RI Kawasan Barat tengah beraksi dalam latihan menangani aksi perompakan di atas kapal M.V. Intan Daya, pada peringatan Hari Nusantara di Pelabuhan Agro Bisnis, Dumai, Provinsi Riau, Selasa (13/12). Demikian siaran pers dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut yang diterimaJurnal Nasional.

Selain peringatan puncak Hari Nusantara, kegiatan lain yang telah dilaksanakan dalam rangka Hari Nusantara 2011 di antaranya seminar Kemaritiman, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Festival Olah raga Perairan, Bakti Sosial TNI AL Surya Baskara Jaya, Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari, Sail Wakatobi Belitong, Seminar Kebangsaan Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan, Pameran The 2nd Indonesia Blue Revolution, Lomba Masak Serba Ikan, dan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus), Latihan Gabungan (Latgab) TNI tingkat Batalyon, dan lain-lain.

Rangkaian acara tersebut dimulai sejak bulan Juni 2011 yang dibuka di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan berujung pada puncak acara peringatan Hari Nusantara. TNI AL turut ambil bagian dalam menyemarakkan Hari Nusantara itu, antara lain dengan melakukan sailing pass bersama sejumlah kapal dalam maupun luar negeri.

Peringatan Hari Nusantara ini sejalan dengan Deklarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957, yang merupakan dasar dari Indonesia menjadi negara kepulauan.

Dengan perkembangan sosial ekonomi di Indonesia yang baik, maka tanggal 13 Desember ditetapkan sebagai Hari Nusantara melalui Kepres No. 126 tahun 2001.

Deklarasi Juanda pada 13 Desember 1957 mendasari perjuangan bangsa Indonesia menjadi Negara Kepulauan sebagai konsepsi kewilayahan untuk mewujudkan Wawasan Nusantara. Bertolak dari situ, maka pada 13 Desember dinyatakan sebagai “Hari Nusantara”.



jurnas

Jangan biarkan laut kita dikuasai bangsa lain





Jakarta (ANTARA News) - "Jangan kita biarkan kekayaan laut kita dinikmati oleh bangsa lain," kata Koordinator Staf Ahli Kasal, Laksamana Muda TNI Bambang Budianto, di Markas Besar TNI-AL di Jakarta, Selasa. Kalimat singkat itu padat makna dan sangat luas cakupannya.

Budianto memang menjadi aktor pembaca amanat tertulis Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro,  pada Hari Nusantara 2011.  Menteri pertahanan Indonesia itu menegaskan kedaulatan negara dalam bentuk dan wahana apapun, termasuk di laut, harus dipertahankan.

"Kekayaan laut harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Laut kita terbentang sangat luas hampir tiga perempat dari keseluruhan wilayah tanah air," ujarnya. Satu data menyatakan, pencurian ikan laut --cuma dari ikan laut saja-- bisa mencapai angka 4,5 miliar dolar Amerika Serikat setahun.

Kalau ini bisa diselamatkan separuhnya saja, maka kita tidak perlu berhutang ke luar negeri atau institusi perbankan global yang kerap menyertakan persyaratan mengikat luar biasa. Potensi laut Indonesia yang besar itu belum sepenuhnya dikelola baik.

Industri perikanan nasional belum benar-benar berkembang. Kontribusi perikanan kepada pendapatan nasional juga masih relatif kecil. Bahkan, di perairan laut kita, justru masih banyak terjadi pencurian ikan terorganisasi. Akibatnya, sektor perikanan belum mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Belum selesai benar mengolah dan menggarap serta menjaga kekayaan ikan laut kita, pemerintah malah mengimpor ikan laut dari luar negeri. Hal ini karuan menimbulkan keresahan dan protes keras dari nelayan dan himpunan nelayan yang ada



antara

KSAU Ingatkan Agar Prajurit TNI AU Siap Hadapi Perang



 
dok.dispenau / dok.dispenau
Jurnas.com | TNI AU sebagai organisasi perang harus mampu mengelola setiap unsur dari organisasinya agar siap menghadapi perang.

"Memelajari perang aplikasinya dalam dunia nyata adalah sebuah keharusan," kata KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat dalam amanat tertulis yang dibacakan Wakil KSAU, Marsdya TNI Dede Rusamsi pada pembukaan Latihan Angkasa Yudha tahun 2011 di Seskoau, Lembang, Bandung, Selasa (13/12).

Meskipun latihan Angkasa Yudha dilaksanakan dalam bentuk gladi posko dan TAMG (Tactical Air Manouvre Game), KSAU mengharapkan setiap personel harus terlibat serius dalam melaksanakan tugas dan perannya. “Latihan ini sebagai pijakan dalam penerapan prinsip “unity of command” yaitu dalam perang modern seluruh kekuatan udara harus berada di bawah satu kesatuan komando,” kata KSAU seperti dilansir dalam siaran pers yang diterima Jurnal Nasional, Selasa (13/12).

JURNAS

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi kemampuan dan kekuatan melalui “interoperability” seluruh kekuatan tempur TNI AU ini. Latihan ini mengangkat tema “Komando Tugas Udara (Kogasud) bersama dengan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Melaksanakan Operasi Udara di Wilayah NKRI dalam rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”.

Monday, December 12, 2011

Perangkat Terbaru AL Iran Akan Segera Diluncurkan



Digg it

F

Seorang komandan senior Angkatan Laur Iran, mengkonfirmasikan rencana segera negara ini untuk meluncurkan sebuah perangkat militer terbaru dalam melawan perang elektronik musuh.

Laksamana Gholam Reza Khadem Bigham, Rabu (7/12) mengatakan, Angkatan Laut Iran akan meluncurkan perangkat produksi dalam negeri itu pada manuver Velayat 90 yang akan digelar di perairan internasional.

Ditambahkannya bahwa dalam manuver tersebut, seluruh perlengkapan terbaru Iran akan diluncurkan. Demikian dilaporkan IRNA.

Pejabat tinggi AL Iran itu menegaskan bahwa kapal selam Ghadir produksi dalam negeri telah bergabung dengan armada Angkatan Laut Iran pada 28 November lalu, dan akan ikut berpartisipasi pada manuver itu.


 (IRIB Indonesia/MZ/SL)

Menhan: Laut Perekat Kedaulatan Negara



 
tnial.mil.id / KRI Teluk Hading
Jurnas.com | MENTERI Pertahanan Purnomo Yusgiantoro selaku Ketua Panitia Peringatan Hari Nusantara Tahun 2011 mengatakan konsep archipelagic state yang dicetuskan dan dideklarasikan oleh Ir. H. Djoeanda (Deklarasi Djoeanda) pada 13 Desember 1957 kepada dunia menegaskan bahwa Republik Indonesia mempunyai kedaulatan penuh terhadap perairan antarpulau. Deklarasi Djoeanda akhirnya masuk dan ditetapkan dalam konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nation Convention On Law Of The Sea atau UNCLOS pada tahun 1982 yang mengakui konsep negara Kepulauan.

Menurut Purnomo, Deklarasi Djoeanda memiliki arti yang sangat penting bagi bangsa Indonesia karena deklarasi ini telah melahirkan konsep wawasan nusantara yang dapat mempersatukan seluruh wilayah Tanah Air dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Nusantara mengingatkan Bangsa Indonesia tentang konsep Wawasan Nusantara yang dideklarasikan oleh Ir. H. Djoeanda pada tanggal 13 Desember 1957.

"Laut bukanlah merupakan pemisah pulau-pulau di seluruh nusantara, tetapi sebagai perekat dan pemersatu kedaulatan negara," kata Purnomo dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI I.N.G.N. Ary Atmaja, S.E pada upacara memperingati Hari Nusantara Tahun 2011 di Lapangan Apel Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (13/12).



Peringatan Hari Nusantara ini mengangkat tema ”Melalui Peringatan Hari Nusantara Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Wadah NKRI dengan Meningkatkan Kemampuan Pertahanan Dalam Rangka Menuju Negara Maritim”.

Menhan menambahkan bahwa memperkuat NKRI secara ekonomi tidak kalah pentingnya dengan mengikat NKRI secara politis, integrasi ekonomi yang kokoh bagi negara harus dapat menyatukan dan memperdayakan seluruh wilayah perairan yang memiliki kekayaan laut yang luar biasa bagi kemajuan dan kemakmuran bangsa.

Menurutnya, potensi yang besar dari kekayaan laut belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Industri perikanan nasional belum benar-benar berkembang. Kontribusi dari industri perikanan kepada pendapatan nasional juga masih relatif kecil. Bahkan di perairan laut justru masih banyak terjadi pencurian ikan. Akibatnya sektor perikanan belum mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. Para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari kekayaan laut masih merupakan salah satu kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian.

Selain itu, dari perspektif geo-ekonomi pembangunan ekonomi kelautan di sektor perikanan, perhubungan laut, pariwisata, bahari, pertambangan dan industri maritim perlu ditingkatkan. Perlu mengubah cara pandang pembangunan, dari pembangunan yang semata berbasis daratan (Land Based Development)menjadi lebih berorientasi kepada pembangunan basis kelautan (Ocean Based Development).
jurnas
Berdasarkan siaran pers Kadispen Kolinlamil, Letkol Laut Maman Sulaeman, hadir pada peringatan Hari Nusantara Irkolinlamil, para Asisten Pangkolinlamil, para Kadis Kolinlamil, dan para Komandan unsur yang berada dipangkalan Jakarta.

BERITA POLULER