Pages

Tuesday, November 15, 2011

BINA WALET SKADRON UDARA 7 PANGKALAN UDARA SURYADARMA LANUD SURYADARMA (15/11),- Sepuluh Perwira Penerbang dan empat personel Tehnik dengan dua

BINA WALET SKADRON UDARA 7 PANGKALAN UDARA SURYADARMA

LANUD SURYADARMA (15/11),- Sepuluh Perwira Penerbang dan empat personel Tehnik dengan dua Pesawat EC 120 Colibri dan Tiga Pesawat Helikopter Bell 47 G Soloy dari Skadron Udara 7 Pangkalan Udara Suryadarma di pimpin langsung Komandan Lanud Kolonel Pnb H. Dumex Dharma, S AP, M Si (Han), melaksanakan terbang Navigasi ke Pangkalan Udara Wirasaba, Purbalingga, Selasa (15/11). Didampingi Co Pilot Lettu Pnb Djumeno Dan Lanud menggunakan Colibri H 1203 Take Off menuju Wirasaba disusul Komandan Skadron Udara 7 Letkol Pnb Sapuan bersama Co Pilot Lettu Pnb Zan sementara tiga Helikopter Soloy masing penerbang Kapten Pnb Iwan JMU (Juru Mesin Udara), Kapten Pnb Ryan, Lettu Pnb Kadek, Mayor Pnb Anggit, Lettu Pnb Faryana sudah terbang terlebih dahulu.


Menurut Letkol Pnb Sapuan, sebelum terbang menjelaskan, terbang navigasi ini untuk meningkatkan profesionalitas dan kemampuan para penerbang Skadron Udara 7 dengan penguasaan medan dan cuaca yang berbeda-beda, sosialisasi kepada masyarakat disekitar lanud yang disinggahi dalam mendukung pembinaan Potensi Dirgantara (Binpotdirga). Kita akan mendarat di Pangkalan Udara yang tidak ada Skadron Udara, kesempatan ini dipergunakan untuk mengenalkan kepada masyarakat keberadaan TNI Angkatan Udara Khususnya Pesawat Helikopter dengan menggelar Static Show (Pameran) sehingga masyarakat bisa melihat dari dekat, bahkan bisa merasakan duduk diatas ruang kemudi walaupun tidak terbang. Jelas Letkol Sapuan.


Setiap di gelar Static Show masyarakat sangat senang khususnya para pelajar, yang selama ini mereka jarang melihat keberadaan pesawat terbang dari dekat sehingga kita datang itu mereka senang tambahnya.


Terbang Navigasi dengan sandi Bina Walet tersebut akan berlangsung dua hari dengan mengambil rute Pangkalan Udara Suryadarma, Pangkalan Udara S. Sukani, Majalengka, Pangkalan Udara Wiriadinata, Tasik Malaya dan berakhir di Pangkalan Udara Wirasaba, Purbalingga Jawa Tengah dan sebaliknya akan terbang kembali ke Pangkalan Udara Suryadarma.
MABES TNI

Monday, November 14, 2011

Russia hopes to sell 90 warplanes in Middle East by 2025


MiG-35











Russia expects to sell up to 90 warplanes in the Middle East by 2025, the United Aircraft Corporation said on Tuesday.
These will mostly include so called 4++ generation fighters - Su-35 and MiG-35, an UAC spokesman said.
Sales are expected to total 180 warplanes by 2035, he said.
The UAC is participating in the Dubai Air Show-2011 that opens on November 13.

RIA NOVOSTI

PASUKAN PENGAMANAN KTT ASEAN TIBA DI BALI





KRI Banda Aceh-593 yang merupakan kapal perang modern jenis Bantu Angkut Pasukan (BAP) buatan terbaru dari PT.PAL Indonesia, pada hari Rabu, 09 November 2011 jam 09.15 WITA telah tiba di dermaga perikanan Pelabuhan Benoa-Bali dalam rangka menurunkan (debarkasi) pasukan pengamanan KTT Asean ke-19 yang terdiri dari gabungan Paspampres, Polisi Militer dan pasukan khusus dari TNI AD, AL maupun Udara berikut peralatan dan kendaraan taktisnya.
Selanjutnya KRI BAC-593 akan turut serta dalam pengamanan wilayah perairan laut sekitar Bali sekaligus menjadi kapal markas bagi 6 kapal perang lainnya yang tergabung dalam Satgaspamwila KTT Asean 2011, dengan Komandan Satgas Danguspurlaarmatim. Kegiatan pengamanan dan penyekatan wilayah laut mulai dari sebelum, selama hingga sesudah pelaksanaan KTT Asean 2011 diharapkan mampu mencegah segala macam bentuk ancaman yang datang dari laut.
(Dispenarmatim)

PASUKAN PENGAMANAN KTT ASEAN TIBA DI BALI





KRI Banda Aceh-593 yang merupakan kapal perang modern jenis Bantu Angkut Pasukan (BAP) buatan terbaru dari PT.PAL Indonesia, pada hari Rabu, 09 November 2011 jam 09.15 WITA telah tiba di dermaga perikanan Pelabuhan Benoa-Bali dalam rangka menurunkan (debarkasi) pasukan pengamanan KTT Asean ke-19 yang terdiri dari gabungan Paspampres, Polisi Militer dan pasukan khusus dari TNI AD, AL maupun Udara berikut peralatan dan kendaraan taktisnya.
Selanjutnya KRI BAC-593 akan turut serta dalam pengamanan wilayah perairan laut sekitar Bali sekaligus menjadi kapal markas bagi 6 kapal perang lainnya yang tergabung dalam Satgaspamwila KTT Asean 2011, dengan Komandan Satgas Danguspurlaarmatim. Kegiatan pengamanan dan penyekatan wilayah laut mulai dari sebelum, selama hingga sesudah pelaksanaan KTT Asean 2011 diharapkan mampu mencegah segala macam bentuk ancaman yang datang dari laut.
(Dispenarmatim)

Russia may sell air defense systems, helicopters to Saudi Arabia

S-400 Triumph air defense system
14:03 14/11/2011
DUBAI (UAE), November 14 (RIA Novosti)
Russia is close to signing new contracts with Saudi Arabia on the export of helicopters and air defense missiles systems in addition to recent arms deals with Riyadh, state-run arms exporter Rosoboronexport said on Monday. “Rosoboronexport has already signed a number of big contracts [with Saudi Arabia], and they are being implemented,” deputy head of Rosoboronexport Alexander Mikheyev said at the Dubai-2011 airshow. He did not specify the ongoing agreements with Saudi Arabia.
“We have also done intensive work on new contracts, including on helicopters and air defense systems. Russia is ready to continue these negotiations as soon as the Saudi Defense Ministry makes a decision," Mikheyev said.
Russia has been negotiating a $6 bln-arms deal with Saudi Arabia since 2007.
The “arms package” reportedly includes T-90S main battle tanks, BMP-3 infantry fighting vehicles, Mi-35 (Hind) attack helicopters, and Mi-17 (Hip) multirole helicopters, as well as Pansir-S1 air defense systems.
Several media sources have also mentioned that Russia could sell advanced S-300 or even S-400 air defense missile systems to Saudi Arabia.
Potential arms sales to Saudi Arabia would be a major breakthrough for Russia, as the Saudi arms market has been dominated by the United States and Britain since the Soviet era


sumber : RIA NOVOSTI

Malaysia plans to buy 18 Russian fighter jets


Royal Malaysian Air Force Sukhoi SU-30MKM fighters
02:16 15/11/2011
MOSCOW, November 15 (RIA Novosti)
The Malaysian defense ministry plans to buy 18 Russian Su-30MKM fighters fit to carry Russian-Indian BrahMos supersonic cruise missiles, the Izvestia daily said on Tuesday. The paper said, citing military sources, that Malaysian Defense Minister Ahmad Zahid Hamidi plans on Tuesday to visit the Irkut aviation plant, producing Su-30MKI fighters for India. According to Izvestia, one such aircraft would cost Malaysia about $50 million, future maintenance included.
During the visit, the minister "may sign a contract to buy 18 Su-30MKM multirole fighters," the paper said.
The defense minister also plans to discuss installing new missiles, including BrahMos, on the 18 Su-30MKM fighters that Malaysia received in August 2009 under the $900-million contract signed in 2003.
Malaysia's mixed fighter fleet also includes Russian MiG-29N Fulcrum and the U.S.-made F/A-18D Hornet and F-5 Tiger in service.
The Su-30MKM is a multi-role Flanker version based on the Su-30MKI model and features a customized avionics package built to Malaysian specifications. Su-family fighters constitute the bulk of Russia's arms exports.
RIA NOVOSTI

Djoko Suyanto: Tak perlu dibawa ke PBB



Selasa, 15 November 2011 11:11 WIB | 738 Views
Sampai kini Thailand dan Kamboja masih terlibat perang dingin mengikuti hubungan buruk mereka sejak merebaknya konflik perbatasan kedua negara. (AFP)
Berita Terkait
Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Indonesia berpandangan konflik antar-ASEAN tidak perlu dibawa ke forum Perserikatan Bangsa Bangsa, sebaliknya itu harus menjadi urusan internal ASEAN, demikian Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Djoko Suyanto di Nusa Dua, Selasa siang.

Pertemuantingkat pejabat senior dan menteri luar negeri negara ASEAN memang mulai mengerucut kepada penciptaan dokumen kesepakatan pada beberapa hal, di antaranya penyelesaian konflik intra-ASEAN seperti krisis perbatasan Kamboja-Thailand yang menurut Djoko akan dibahas besok.

"Ada format mekanisme yang disepakati bersama dan ini jadi panduan. Sudah diamati dan diakui PBB sehingga penyelesaian konflik di dalam ASEAN jadi urusan internal ASEAN saja," kata Djoko.

Suyanto menjadi anggota delegasi Indonesia dalam KTT Ke-19 ASEAN pada 17-19 November nanti. Delegasi Indonesia akan dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagaimana kesembilan negara lain ASEAN yang juga dipimpin kepala negara atau kepala pemerintahan.

Suyanto menyatakan, ada delapan agenda terkait politik dan pertahanan yang dibahas dalam pertemuan di tingkat pejabat senior dan menteri luar negeri. "Sejauh ini baik-baik saja dan semoga terus lancar," katanya.

Khusus tentang senjata nuklir yang jadi materi pokok pada pertemuan khusus di tingkat pejabat senior dan menteri luar negeri, Suyanto menyatakan perundingan dengan lima negara pemilik senjata nuklir sedang berjalan.

"Percepatannya luar biasa. Nanti akan berujung pada pemberlakuan perjanjian hukum yang mengikat, namun terlebih dahulu harus disepakati di antara negara-negara ASEAN," katanya.(*)


ANTARA

BERITA POLULER