Pages

Monday, November 14, 2011

PASUKAN PENGAMANAN KTT ASEAN TIBA DI BALI





KRI Banda Aceh-593 yang merupakan kapal perang modern jenis Bantu Angkut Pasukan (BAP) buatan terbaru dari PT.PAL Indonesia, pada hari Rabu, 09 November 2011 jam 09.15 WITA telah tiba di dermaga perikanan Pelabuhan Benoa-Bali dalam rangka menurunkan (debarkasi) pasukan pengamanan KTT Asean ke-19 yang terdiri dari gabungan Paspampres, Polisi Militer dan pasukan khusus dari TNI AD, AL maupun Udara berikut peralatan dan kendaraan taktisnya.
Selanjutnya KRI BAC-593 akan turut serta dalam pengamanan wilayah perairan laut sekitar Bali sekaligus menjadi kapal markas bagi 6 kapal perang lainnya yang tergabung dalam Satgaspamwila KTT Asean 2011, dengan Komandan Satgas Danguspurlaarmatim. Kegiatan pengamanan dan penyekatan wilayah laut mulai dari sebelum, selama hingga sesudah pelaksanaan KTT Asean 2011 diharapkan mampu mencegah segala macam bentuk ancaman yang datang dari laut.
(Dispenarmatim)

PASUKAN PENGAMANAN KTT ASEAN TIBA DI BALI





KRI Banda Aceh-593 yang merupakan kapal perang modern jenis Bantu Angkut Pasukan (BAP) buatan terbaru dari PT.PAL Indonesia, pada hari Rabu, 09 November 2011 jam 09.15 WITA telah tiba di dermaga perikanan Pelabuhan Benoa-Bali dalam rangka menurunkan (debarkasi) pasukan pengamanan KTT Asean ke-19 yang terdiri dari gabungan Paspampres, Polisi Militer dan pasukan khusus dari TNI AD, AL maupun Udara berikut peralatan dan kendaraan taktisnya.
Selanjutnya KRI BAC-593 akan turut serta dalam pengamanan wilayah perairan laut sekitar Bali sekaligus menjadi kapal markas bagi 6 kapal perang lainnya yang tergabung dalam Satgaspamwila KTT Asean 2011, dengan Komandan Satgas Danguspurlaarmatim. Kegiatan pengamanan dan penyekatan wilayah laut mulai dari sebelum, selama hingga sesudah pelaksanaan KTT Asean 2011 diharapkan mampu mencegah segala macam bentuk ancaman yang datang dari laut.
(Dispenarmatim)

Russia may sell air defense systems, helicopters to Saudi Arabia

S-400 Triumph air defense system
14:03 14/11/2011
DUBAI (UAE), November 14 (RIA Novosti)
Russia is close to signing new contracts with Saudi Arabia on the export of helicopters and air defense missiles systems in addition to recent arms deals with Riyadh, state-run arms exporter Rosoboronexport said on Monday. “Rosoboronexport has already signed a number of big contracts [with Saudi Arabia], and they are being implemented,” deputy head of Rosoboronexport Alexander Mikheyev said at the Dubai-2011 airshow. He did not specify the ongoing agreements with Saudi Arabia.
“We have also done intensive work on new contracts, including on helicopters and air defense systems. Russia is ready to continue these negotiations as soon as the Saudi Defense Ministry makes a decision," Mikheyev said.
Russia has been negotiating a $6 bln-arms deal with Saudi Arabia since 2007.
The “arms package” reportedly includes T-90S main battle tanks, BMP-3 infantry fighting vehicles, Mi-35 (Hind) attack helicopters, and Mi-17 (Hip) multirole helicopters, as well as Pansir-S1 air defense systems.
Several media sources have also mentioned that Russia could sell advanced S-300 or even S-400 air defense missile systems to Saudi Arabia.
Potential arms sales to Saudi Arabia would be a major breakthrough for Russia, as the Saudi arms market has been dominated by the United States and Britain since the Soviet era


sumber : RIA NOVOSTI

Malaysia plans to buy 18 Russian fighter jets


Royal Malaysian Air Force Sukhoi SU-30MKM fighters
02:16 15/11/2011
MOSCOW, November 15 (RIA Novosti)
The Malaysian defense ministry plans to buy 18 Russian Su-30MKM fighters fit to carry Russian-Indian BrahMos supersonic cruise missiles, the Izvestia daily said on Tuesday. The paper said, citing military sources, that Malaysian Defense Minister Ahmad Zahid Hamidi plans on Tuesday to visit the Irkut aviation plant, producing Su-30MKI fighters for India. According to Izvestia, one such aircraft would cost Malaysia about $50 million, future maintenance included.
During the visit, the minister "may sign a contract to buy 18 Su-30MKM multirole fighters," the paper said.
The defense minister also plans to discuss installing new missiles, including BrahMos, on the 18 Su-30MKM fighters that Malaysia received in August 2009 under the $900-million contract signed in 2003.
Malaysia's mixed fighter fleet also includes Russian MiG-29N Fulcrum and the U.S.-made F/A-18D Hornet and F-5 Tiger in service.
The Su-30MKM is a multi-role Flanker version based on the Su-30MKI model and features a customized avionics package built to Malaysian specifications. Su-family fighters constitute the bulk of Russia's arms exports.
RIA NOVOSTI

Djoko Suyanto: Tak perlu dibawa ke PBB



Selasa, 15 November 2011 11:11 WIB | 738 Views
Sampai kini Thailand dan Kamboja masih terlibat perang dingin mengikuti hubungan buruk mereka sejak merebaknya konflik perbatasan kedua negara. (AFP)
Berita Terkait
Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Indonesia berpandangan konflik antar-ASEAN tidak perlu dibawa ke forum Perserikatan Bangsa Bangsa, sebaliknya itu harus menjadi urusan internal ASEAN, demikian Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Djoko Suyanto di Nusa Dua, Selasa siang.

Pertemuantingkat pejabat senior dan menteri luar negeri negara ASEAN memang mulai mengerucut kepada penciptaan dokumen kesepakatan pada beberapa hal, di antaranya penyelesaian konflik intra-ASEAN seperti krisis perbatasan Kamboja-Thailand yang menurut Djoko akan dibahas besok.

"Ada format mekanisme yang disepakati bersama dan ini jadi panduan. Sudah diamati dan diakui PBB sehingga penyelesaian konflik di dalam ASEAN jadi urusan internal ASEAN saja," kata Djoko.

Suyanto menjadi anggota delegasi Indonesia dalam KTT Ke-19 ASEAN pada 17-19 November nanti. Delegasi Indonesia akan dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagaimana kesembilan negara lain ASEAN yang juga dipimpin kepala negara atau kepala pemerintahan.

Suyanto menyatakan, ada delapan agenda terkait politik dan pertahanan yang dibahas dalam pertemuan di tingkat pejabat senior dan menteri luar negeri. "Sejauh ini baik-baik saja dan semoga terus lancar," katanya.

Khusus tentang senjata nuklir yang jadi materi pokok pada pertemuan khusus di tingkat pejabat senior dan menteri luar negeri, Suyanto menyatakan perundingan dengan lima negara pemilik senjata nuklir sedang berjalan.

"Percepatannya luar biasa. Nanti akan berujung pada pemberlakuan perjanjian hukum yang mengikat, namun terlebih dahulu harus disepakati di antara negara-negara ASEAN," katanya.(*)


ANTARA

ASEAN kian seksi


Senin, 14 November 2011 18:35 WIB | 726 Views
Perdana Menteri Australia Julia Gillard, Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Presiden A.S. Barack Obama semula akan menghadiri KTT ASEAN di Bali, namun kemudian Obama yang dipastikan hadir diantara ketiga pemimpin itu. (ANTARA/REUTERS/Jason Reed)
Berita Terkait
Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Penyanyi pop Filipina Maribeth mengatakan ASEAN semakin maju, sementara Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyebut ASEAN mendapat perhatian serius dunia.

Pernyataan kedua orang ini bukan isap jempol semata.  Buktinya KTT Asean Ke-19 yang diikuti pertemuan-pertemuan tingkat tinggi lainnya sepanjang pekan ini di Bali, akan dihadiri pemimpin terpopuler sejagat, Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Bukan saja karena berkaitan dengan KTT Asia Timur, Obama mendatangi Bali, tapi juga itu wujud bahwa AS memang merasa harus masuk pusaran kecenderungan dunia dewasa ini yang memang tengah mengarah ke Asia di mana Asia Tenggara termasuk di dalamnya.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bahkan menyatakan kini adalah "abadnya Asia," sedangkan PM Australia Julia Gillard mengatakan negara-negara Asia semakin menentukan masa depan Australia.

Mungkin pernyataan-pernyataan ini belum cukup membuktikan bahwa Asia dan ASEAN memang kian menarik dunia.

Dan bukti-bukti berikut mengenai daftar undangan investor-investor papan atas di forum regional paling prestisius setelah Uni Eropa ini bisa menguatkan keyakinan di atas.

Sederet konglomerat kawasan dan dunia ada di dalamnya.

Mereka diantaranya Boeing dan Microsoft, raja minyak Amerika Latin Petroleo Brasileiro atau Petrobras, kemudian penguasa industri penerbangan murah Air Asia, grup konglomerat utama India GVK, raja konstruksi dari Korea Selatan POSCO.

Keseksian ASEAN ini membuat KTT ASEAN ke-19 menggelar forum bisnis yang diantaranya mengusung tema "ASEAN, pelabuhan untuk investasi."  (*) 


ANTARA

Materi KTT Ke-19 ASEAN disepakati


Senin, 14 November 2011 18:13 WIB | 657 Views
Bendera-bendera negara anggota ASEAN. (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
... sudah dihasilkan kesepakatan-kesepakatan bersama pada banyak isu yang terkait persiapan KTT...
Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Substansi prioritas yang akan dibahas dalam rangkaian persidangan KTT Ke-19 ASEAN disepakati para pemimpin delegasi pertemuan pejabat senior. Hal ini memegang peran penting dalam langkah lanjut demi kesuksesan penyelenggaraan pertemuan puncak pemimpin negara-negara ASEAN itu.

"Pada prinsipnya sudah dihasilkan kesepakatan-kesepakatan bersama pada banyak isu yang terkait persiapan KTT," kata Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Djauhari Oratmangun. Dia memimpin pertemuan pejabat senior pada seri pendahuluan persidangan menjelang KTT Ke-19 ASEAN, di Nusa Dua, Bali, Senin.

Oratmangun menjelaskan, kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan selama dua hari, sejak Minggu (13/11) dan untuk selanjutnya akan dibawa dalam persidangan para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN, yang dimulai pada Selasa besok (15/11).

Hasil kesepakatan para pejabat senior negara ASEAN itu juga menjadi dasar Pertemuan Ke-enam Dewan Masyarakat Politik Keamanan ASEAN yang akan berlangsung pada 16 November 2011. Setelah kedua pertemuan di tingkat menteri itu dilaksanakan, maka tiba waktunya menggelar pertemuan puncak di tingkat kepala negara dan kepala pemerintahan pada 17-19 November 2011.

Ada beberapa capaian puncak yang diagendakan dalam KTT Ke-19 ASEAN kali ini, yang dokumennya disiapkan para pejabat senior itu. Selain untuk kepentingan internal ASEAN, dokumen-dokumen itu juga diperlukan untuk KTT Terkait, KTT ASEAN Plus (termasuk KTT ASEAN-China, KTT Ke-14 ASEAN-Jepang, KTT Ke-14 ASEAN-Korea Selatan, KTT Keempat ASEAN-PBB, KTT Kesembilan ASEAN-India, KTT Ketiga ASEAN-Amerika Serikat, KTT Keenam Asia Timur, KTT Mekong-Jepang dan KTT Ke-14 ASEAN Plus Tiga.

Keempat dokumen itu adalah adalah Deklarasi Bali mengenai Komunitas ASEAN dalam Komunitas Global Bangsa-Bangsa, Deklarasi KTT Asia Timur mengenai Prinsip-Prinsip Hubungan yang Saling Menguntungkan, Deklarasi KTT Asia Timur mengenai Konektivitas ASEAN, serta yang terakhir adalah Deklarasi Bersama mengenai Kemitraan Komprehensif antara ASEAN dan PBB.

Di luar dokumen deklarasi itu, juga dibahas pembentukan Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi (ASEAN Institute for Peace and Reconciliation) dan implementasi Deklarasi Tata Perilaku Pihak-Pihak dalam Laut China Selatan (Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea), Visa Bersama ASEAN (ASEAN Common Visa), serta Target Tahunan Pengembangan Komunitas ASEAN. (F008)


ANTARA

BERITA POLULER