Pages

Sunday, October 23, 2011

Indonesia - Amerika Sepakat Tingkatkan Hubungan Kerjasama Pertahanan



Nusa Dua, Bali, DMC - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Purnomo Yusgiantoro mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta, Minggu (23/10) di Nusa Dua, Bali. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan beberapa hal terkait hubungan kerjasama kedua negara khususnya kerjasama pertahanan. Kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerjasama yang telah ada.
“Kedua negara menyampaikan apresiasi masing – masing atas hubungan bilateral yang meningkat  dan hubungan ini akan terus kita lakukan dan tingkatkan terutama hubungan militery to militery dan defence to defence”, ungkap Menhan RI dalam konferensi pers.
Lebih lanjut Menhan RI mengungkapkan, dalam pertemuan bilateral tersebut Menhan Amerika Serikat menyampaikan dukungan penuh Amerika Serikat terhadap  upaya Indonesia dalam modernisasi Alutsista TNI. Menhan Amerika Serikat menyatakan dukungannya dan siap membantu apa yang dibutuhkan TNI terutama dalam bidang peningkatan kapabilitas.
Menanggapi hal tersebut, Menhan RI menyampaikan terimakasih atas dukungan Amerika Serikat kepada Indonesia dalam upaya memodernisasi Alutsista TNI. Modernisasi Alutsista TNI diperlukan karena sejak reformasi tahun 1998 masih fokus dalam melakukan reformasi TNI yang meliputi depolitisasi dan debisnisasi TNI,  disamping juga masih dalam upaya pemulihan ekonomi. “Saat ini kondisi ekonomi Indonesia sudah cukup meningkat, sehingga sudah saatnya untuk melakukan modernisasi Alutsista TNI”, tambah Menhan.
Selain membicarakan peningkatan hubungan kerjasama pertahanan kedua negara, dalam kesempatan tersebut Menhan RI juga menyampaikan beberapa hal diantara terkait situasi di Papua dan pembangunan Peace Keeping Centre (PKC) di Sentul.
Terkait situasi di Papua, Menhan RI menjelaskan bahwa sebagaimana berlaku di negara- negara lain, Pemerintah Indonesia juga bersikap tegas terhadap kegiatan sparatis di Papua, termasuk tindakan makar dan mengibarkan bendera OPM yang mengararah ingin memisahkan diri dari NKRI.
o0E
Sedangkan terkait pembangunan PKC, Menhan menjelaskan bahwa PKC yang saat ini sedang dibangun oleh Indonesia nantinya diperuntukan untuk four in one yaitu counter terrorism, penangg_lUngan bencana,standby forces dan pusat bahasa.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Menhan RI didampingi Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Pati Jalal, Sekretaris Jenderal Kemhan RI Marsdya TNI Eris Heryanto, S.IP, M.A., dan  Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Puguh Santoso, ST., M.Sc., dan sejumlah pejabat di jajaran Kemhan RI dan Mabes TNI.
Kedatangan Menhan AS di Bali  merupakan rangkaian kunjungan pertamanya ke Asia, yakni Indonesia, Jepang dan Korea Selatan. Selama di Bali, selain pertemuan bilateral dengan Menhan RI, Menhan Amerika Serikat juga mengadakan pertemuan informal dengan Menhan Se-ASEAN yang juga tengah berada di Bali dalam rangka menghadiri ADMM Retreat 2011.(BDI/SR)

DMC

Pemerintah AS dukung perkembangan ASEAN

Nusa Dua (ANTARA News) - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan mendukung perkembangan ASEAN yang berkesinambungan.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Edward Panetta dalam agenda diskusi "roundtable" dengan sejumlah media internasional, di Hotel Melia, Nusa Dua, Bali, Minggu, menyatakan, ASEAN merupakan organisasi regional yang penting dan perlu mendapatkan dukungan.

Panetta mengatakan, Amerika Serikat sebagai negara pasifik juga akan terus memperkuat keberadaannya di berbagai bagian dunia.

"Dan saya sebagai Menteri Pertahanan yang berasal dari pantai pasifik Amerika Serikat yang lahir dan dibesarkan di Kalifornia dan yang menghargai samudera pasifik itu, membuatnya sangat jelas bahwa kami akan tetap sebagai kekuatan untuk perdamaian dan kesejahteraan di wilayah ini," ujarnya.
Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro (3 kiri) menyambut kedatangan Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat, Leon E Panetta (3 kanan) saat pertemuan bilateral yaitu rangkaian Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) di Nusa Dua, Bali, Minggu (23/10). Pertemuan tiga hari itu diawali dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) dan menteri dari 10 negara ASEAN untuk membahas kerjasama negara anggota serta tantangan ke depan. (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana/ed/nz/11)
Sebagai kemampuan menjaga perdamaian, pemerintah Amerika Serikat juga menegaskan bahwa kerja sama merupakan kompleksitas esensial yang diberikan dari lingkungan keamanan di Asia Pasifik.

Panetta juga menyatakan kekekagumannya terhadap negara Indonesia yang semakin maju di berbagai bidang meski memiliki beragam masyarakat.

"Kami ingin mengatakan kekaguman kami pada kepemimpinan Indonesia yang kian berkembang, sebagai dua masyarakat yang beragam dan dinamis, seperti kebebasan beragama, toleransi, dan sebagainya," ujarnya.

Tahun ini, kata Panetta, Amerika Serikat sudah melakukan lebih dari 150 kegiatan pertukaran dan lainnya dengan militer Indonesia, sehingga kedepan akan terus melanjutkan ikatan kerja sama tersebut di masa datang.

"Tiga kunci kerja sama tersebut seperti bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, keamanan maritim dan upaya untuk menjamin akses bebas ke laut dan melindungi hak navigasi kami secara bebas," ujar Menteri Panetta.

Amerika Serikat, kata dia juga secara tegas berkomitmen untuk membantu lembaga-lembaga reformasi militer Indonesia dan meningkatkan profesionalisme TNI.



ANTARA

AS Dukung Modernisasi Persenjataan TNI



Gede Suardana : detikNews
detikcom - Nusa Dua, Amerika Serikat (AS) mendukung modernisasi persenjataan Indonesia dengan menyediakan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) milik TNI. AS akan melakukan hibah pesawat F16 dan pesawat Hercules dalam waktu dekat.

"AS mendukung penuh modernisasi angkatan bersenjata kita," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantor pada jumpa pers di Hotel Melia, Nusa Dua, Bali, Minggu (23/10/2011).

Kesiapan AS membantu persenjataan Indonesia disampaikan Menhan AS Leon Panetta saat melakukan pertemuan bilateral dengan Indonesia. Pertemuan itu digelar di sela-sela Pertemuan Menteri Pertahanan se ASEAN.

Purnomo menjelaskan, Indonesia telah mengembangkan alutista sejak reformasi tahun 1998. Hanya saja, rencana tersebut terhalang krisis. "Pada waktu reformasi tahun 1998, walau terkena krisis, kita juga mengembangkan alutista," ujarnya.

Kini, AS tetap hadir di Asia Pasifik meskipun tengah mengalami pemotongan anggaran pertahanan di negaranya. "AS akan mendukung terwujudnya keamanan kawasan ASEAN yang akan kita capai pada 2015," kata Purnomo.

Salah satu bantuan AS adalah sistem radar di Selat Malaka. Hal ini untuk mendukung rencana Indonesia untuk mengembangkan keamanan maritim karena 2/3 wilayahnya adalah lautan.

"Kini angka perompakan di Selat Malaka menurun. Malaysia, Singapura dan Indonesia juga melakukan operasi rutin," katanya.

AS juga membantu dalam menangkal terorisme di Indonesia. Menurut Purnomo, perkembangan terorisme di Indonesia tidak mempengaruhi rencana kunjungan Presiden AS Barrack Obama ke Indonesia pada bulan November. "Belum ada perubahan," ujarnya

DETIK

Indonesia-Amerika Serikat Bahas Kerja Sama Militer



Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro (3 kiri) menyambut kedatangan Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat, Leon E Panetta (3 kanan) saat pertemuan bilateral yaitu rangkaian Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) di Nusa Dua, Bali, Minggu (23/10). Pertemuan tiga hari itu diawali dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) dan menteri dari 10 negara ASEAN untuk membahas kerjasama negara anggota serta tantangan ke depan. (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana/ed/nz/11)

23 Oktober 2011, Nusa Dua, Bali (ANTARA News): Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, dan koleganya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta, melakukan pertemuan di sela Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN di Nusa Dua, Bali, Minggu, untuk membahas kerja sama bidang militer.

"Pemerintah Amerika sangat mendukung Indonesia. Kami berdua menyatakan apresiasi atas hubungan bilateral yang meningkat dan akan kami pertahankan," kata Menhan Purnomo dalam koferensi pers.

Purnomo menjelaskan, pemerintah Amerika Serikat menyatakan komitmennya untuk menyediakan berbagai arsenal militer bagi Indonesia.

"Contoh konkret kerja sama ini seperti pesawat F-16 dan Herkules yang tidak hanya dipakai untuk operasi militer, lalu ada beberapa negara yang akan menghibahkan persenjataannya kepada kita dan mereka itu buatan Amerika," jelasnya.

Purnomo menerangkan, pihaknya belum mengetahui jenis dan tipe persenjataan yang akan diberikan kepada Indonesia.

Selain itu, kata Purnomo, pemerintah Amerika Serikat juga mendukung pembentukan Komunitas Keamanan ASEAN yang akan diwujudkan pada 2015.

"Indonesia juga berencana mengembangkan keamanan maritim karena dua pertiga wilayah Indoneisa adalah lautan," katanya.

Purnomo mengatakan, saat ini Amerika juga sudah membantu dengan pemasangan sistem radar di Selat Malaka, dan akan dikembangkan di selat Sulawesi.

"Amerika juga sudah membantu sistem radar sehingga aksi perompakan menurun drastis. Apalagi ada patroli bersama Malaysia, Singapura, dan Indonesia," imbuhnya.

Terkait terorisme, Purnomo mengatakan, terorisme di Indonesia tidak mempengaruhi rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, November mendatang.

Sumber: ANTARA News

Sukhoi Dilengkapi Bom Pindad



23 Oktober 2011

Bom tajam BTN 250 buatan Pindad (photo : Pindad)
MAKASSAR – Sistem senjata jet tempur Sukhoi kini semakin komplet setelah dilengkapi bom tajam nasional BTN- 250 dan bom latih asap BLA-50 produksi PT Pindad.

Bom yang dalam katalog PT Pindad disebut dengan BT-250 ini, di dalamnya terdapat tritonal 90 kilogram dengan daya ledak dan hancur yang besar. Bom juga dilengkapi fuze pada ekor dan hidung bom,serta arming distance yang dapat diatur sesuai ketinggian pengeboman. Hal ini memungkinkan bom untuk dapat berfungsi pada segala jenis medan operasi. Bom untuk melengkapi sistem senjata jet buatan Rusia ini telah diperkenalkan Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) Mabes TNI AU di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar. Presentasi dilakukan tim Dislitbangau Mabes TNI AU dipimpin Kasubdis Rudalsen Dislitbangau Kolonel Tek Noviardi Suryanto.

Bom Latih Asap BLA-50 buatan Pindad (photo : Pindad)
Dia didampingi Mayor Tek Ari Santoso, Mayor Tek Amin Bagiono, Kapten Tek Yogaswara, dosen Politeknik Bandung Singgih, serta staf dari PT Pindad. Pertemuan yang dihadiri Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama (Marsma) TNI Barhim itu,mendiskusikan penelitian dan penggunaan kedua jenis bom,termasuk mengenai prosedur dan parameter pengeboman Sukhoi. Misalnya kapasitas maksimal pesawat untuk single releasedan fight data recording.

Bom P-50, OFAB-100, OFAB-250 dan OFAB-500 produksi Rusia (photo : Vitaly V. Kuzmin)
Tak ketinggalan mengenai karakteristik aerodinamika kedua bom. Tim juga menerangkan mengenai tinjauan operasional dan teori dari kedua jenis bom tersebut. Menurut tim, BTN- 250 telah diteliti menyangkut kualitas dan jumlah pecahannya. “Juga bagaimana perkenaan dan daya tembusnya,” tutur Kolonel Tek Noviardi kemarin. Marsma TNI Barhim mengingatkan agar dalam kegiatan kajian bom dilakukan secara teliti dan saksama. Mereka juga harus memperhatikan faktor safety karena bom ini cukup berbahaya.

Menteri Pertahanan AS Kunjungi Indonesia dalam Lawatan ke Asia




22 Oktober 2011, London (BBC): Di Indonesia, menurut seorang pejabat Departemen Pertahanan AS, Panetta akan membicarakan masalah kerjasama militer serta proses lanjutan reformasi di tubuh TNI, dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Di Indonesia, menurut seorang pejabat Departemen Pertahanan AS, Panetta akan membicarakan masalah kerjasama militer serta proses lanjutan reformasi di tubuh TNI, dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Setelah dari Indonesia, Panetta dijadwalkan berkunjung ke Jepang dan Korea Selatan, demikian Kantor Berita Reuters melaporkan.
Diarahkan ke Asia

Lawatan Panetta ke Asia ini, menurut para analis, menindaklanjuti kebijakan luar negeri AS yang akan diarahkan ke Asia, menyusul semakin menguatnya peran ekonomi dan militer Cina di kawasan itu.

Dalam perjalanan menuju Indonesia, mantan Direktur CIA ini mengatakan kepada wartawan, bahwa kunjungannya ini untuk menekankan bahwa AS menginginkan hubungan baik dengan Cina.

"Hubungan seperti itu penting, agar kami dapat bekerjasama dengan baik," kata Panetta.

Cina sempat bereaksi keras atas kebijakan AS yang meremajakan skuadron jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Taiwan, bulan lalu.

Sumber: BBC

AS dukung modernisasi persenjataan TNI

detikNews: AS Dukung Modernisasi Persenjataan TNI
Published with Blogger-droid v1.7.4

BERITA POLULER