Pages

Tuesday, October 18, 2011

Sweden Offers Gripen to Croatia


Sweden Offers Gripen to Croatia

Today, the Swedish Defence and Security Export Agency (FXM) invited Croatian media to a press briefing in Zagreb to present the Swedish Gripen offer that has been submitted to the Croatian government.
Through FXM, the Swedish Government submitted an offer including the sale of either twelve or eight of the latest version of Gripen C/D. The offer also includes a support and training agreement for pilots and technicians.
In order to ensure that the Croatian Air Force remains operative without interruption when its current MiG-21s are decommissioned, Sweden is initially offering a loan of older Gripen-A aircraft until the delivery of the Gripen C/Ds.
Linked to a possible Croatian acquisition of Gripen fighters Saab offers an industrial co-operation package. Supported by the combined experiences and resources of its strong industrial network, Saab and the Gripen supplier base offers Croatia a partnership through a new generation defence and industrial co-operation programme. Saab is ready to commit to an industrial co-operation obligation valued at 100 percent of the contract value.
“Saab has an excellent track record of delivering on our promises in Czech Republic, Hungary and South Africa. We offer Croatia industrial co-operation programmes designed to create and sustain high tech jobs, delivering investment and generating sustainable export growth thus generating means to finance the acquisition of a new fighter system”, says Pierre Gauffin, Marketing Director Gripen Croatia, Saab.
Gripen is in operational service with the Swedish, Czech Republic, Hungarian, South African and Royal Thai Air Forces. The UK Empire Test Pilots' School (ETPS) is also operating Gripen as its advanced fast jet platform for test pilots worldwide



DEFENCE TALK

Monday, October 17, 2011

Menhan RI Terima Kunjungan Dubes Polandia Bahas Kerjasama Pertahanan


Jakarta, DMC – Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, Jumat (14/10) menerima kunjungan Duta Besar Polandia untuk Indonesia Grzegorz Wisniewski di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Adapun maksud dari kunjungan Dubes Polandia ini adalah membahas Ratifikasi kembali perjanjian kerjasama bidang pertahanan antara kedua negara yang sempat tertunda hampir selama lima tahun.
Menurut Dubes Polandia, Dokumen perjanjian kerjasama ini sangatlah penting untuk direalisasikan dan ditandatangani di masa yang akan datang. Ditambahkan Dubes Polandia, mengingat dokumen ini bukan hanya merangkum kerjasama industri pertahanan saja, melainkan kerjasama pertahanan lainnya secara umum.
“Dari pihak kami sangat mengharapkan kerjasama pertahanan yang riil bukan hanya dalam kerjasama industri pertahanan antara militer dengan militer seperti teknologi alutsista atau pasukan khusus, karena saat ini Angkatan Bersenjata Polandia juga sedang mengembangkan kekuatan pada pasukan khusus.” ungkap Dubes Polandia kepada Menhan.
Dubes Polandia menyampaikan penawaran dalam rangka untuk mempublikasikan program kebijakan militer Polandia di Indonesia, Pemerintah Polandia mengundang salah satu personil jurnalis militer dari Indonesia pada program kunjungan ke Akademi Militer ataupun ke Satuan Militer yang ada di Polandia.
Selain itu Dubes Polandia juga mengundang kedatangan Menhan RI, Purnomo Yusgiantoro bersama pejabat Kemhan dan TNI lainnya pada pameran tahunan industri pertahanan militer Polandia yang akan diselenggarakan bulan September tahun depan.
Pada kesempatan pertemuan itu Dubes Grzegorz Wisniewski menyampaikan bahwa baru-baru ini Pemerintah Polandia telah membangun Kantor Atase khusus Bidang Pertahanan di Jakarta. Dubes Poladia mengharapkan Pemerintah Indonesia juga bisa membangun Kantor Atase Pertahanan di Negara Polandia.
Sementara itu Menhan RI memberikan respon yang baik terhadap peluang kerjasama pertahanan riil kedua negara tersebut. Terlebih lagi untuk bidang industri pertahanan, Menhan mengatakan Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan menerima kerjasama dengan proses Produksi Bersama (Joint Production) dan Transfer Technology.

DMC/KEMHAN

Lanud Adisutjipto Peringati HUT Korpaskhas

Wahyu Wening / Jurnal Nasional
 















Jurnas.com | PANGKALAN Udara (Lanud) Adisutjipto menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pasukan Khas TNI AU (Korpaskhasau) ke-64. Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Abdul Muis bertindak sebagai Instruktur Upacara pada acara yang diselenggarakan di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Senin (17/10).

Menurut Danlanud dalam pernyataan tertulisnya pada Senin (17/10), Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat dalam amanat tertulisnya mengatakan perjuangan Korpaskhas sebagai satuan pasukan yang memiliki tugas-tugas khusus di lingkungan Angkatan Udara telah banyak darma bhakti dan sumbangsihnya dalam ikut membangun negara. KSAU menilai kesuksesan Korpaskhas dalam mengemban tugasnya sejalan dengan motto Korpaskhas “Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana” yang berarti “Bekerja tanpa menghitung untung dan rugi”.

“Beragam penugasan yang dijalankan Korpaskhas telah menjadikan Korps Paskhas tumbuh dan berkembang menjadi salah satu andalan sekaligus kebanggaan yang dipercaya menjadi kekuatan pasukan pemukul Angkatan Udara di darat dengan ciri khas yang berbeda dengan pasukan lainnya,” terang KSAU.

Upacara peringatan HUT Korpaskhas itu diikuti seluruh anggota Lanud Adisutjipto, anggota Kompi E BS Paskhas Yogyakarta, anggota Rumah Sakit Angkatan Udara Hardjolukito serta siswa Sekolah Penerbang

jurnas

TNI AL Ikut Indonesia Maritime Expo 2011




Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Jurnas.com | TENTARA Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) melakukan sosialisasi pengamanan laut melalui keikutsertaannya dalam pameran “Indonesia Maritime Expo 2011” di Jakarta Convention Center pada 13-15 Oktober 2011. Dalam pameran ini, TNI AL mensosialisasikan perangkat dan peralatan yang dimilikinya dalam mendukung pembangunan dan pemanfaatan sektor kelautan khususnya dalam bidang pengamanan laut di tanah air.

Pada pameran ini TNI AL menampilkan beberapa replika alat utama sistem senjata (alutsista) produksi dalam negeri yang merupakan produk hasil transfer of technology dengan negara lain. “Ini membuktikan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari telah mampu membuat kapal perang karya sendiri,“kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Untung Suropati, Sabtu (15/10).

Dia berharap visi kemaritiman bangsa Indonesia dapat kembali bangkit agar Indonesia sebagai negara Maritim kembali berjaya.

Alutsista yang dipamerkan TNI AL dalam pameran ini diantaranya jenis-jenis persenjataan pasukan khusus, berbagai seragam prajurit, replika berbagai jenis Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) serta alutsista lainnya. Di dalam standyang berbeda, TNI AL juga menampilkan anjungan khusus Dinas Hidro dan Oceanografi Angkatan Laut (Dishidros).

Selain itu, ditampilkan juga peralatan dan penemuan yang dihasilkan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut dan Dinas Informasi dan Pengolahan Data Angkatan Laut. Juga ditampilkan foto-foto kegiatan sosial dari kapal Rumah Sakit yaitu KRI dr.Suharso yang bernomor lambung 990 saat melaksanakan berbagai operasi kemanusiaan di berbagai pelosok tanah air yang tidak terjangkau alat transportasi lain.

Event pameran maritim yang bertema “Barometer for Shipping, Marine, and Offshore Industry” tersebut diikuti oleh sekitar 80 perusahaan industri maritim baik nasional maupun internasional, diantaranya perusahaan dari Jepang, China, dan Korea.

Indonesia Saingan Terberat Malaysia



 
Jurnas.com | LOMBA Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-21 tahun 2011 hari pertama baru saja usai hari ini, Jumat (14/10). Sebelumnya, Lomba Tembak AARM ke-21 ini resmi dibuka oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal Budiman di Divisi Infantri I/Kostrad Cilodong, Jawa Barat.

Dalam lomba tembak yang diikuti oleh Angkatan Darat negara-negara Anggota ASEAN kali ini, kontingen Malaysia mengakui, kontingen Indonesia merupakan saingan terberat. Hal itu dikatakan oleh Ketua Kontingen Malaysia, Letnan Kolonel Roshasni kepada wartawan usai Lomba Tembak hari pertama.

"Saingan terberat kami adalah Indonesia. Sebab kami baru balik bulan Mei lalu itu dari ASEAN Shoothing Army Meeting (ASAM) di Australia, Indonesia menjuarai ASAM 2011. Malaysia di tempat kedua. Kami mengalahkan tim Indonesia sikit saja. Berdasarkan pada prestasi ASAM, kami di sini harapkan kejuarannya dikekalkan.

Kendati demikian, Roshasni mengharapkan, tim petembak Malaysia dapat menjuarai Lomba Tembak AARM 2011 kali ini. Roshasni juga menjelaskan, kontingen Malaysia sudah melakukan persiapan sejak bulan Mei. "Dari 80 orang yang ikut seleksi, kemudian dipilih 50. Kemudian dipilih betul-betul 31 petembak untuk ikut lomba," kata Komandan Batalion Lintas Udara Malaysia ini.

Roshasni juga berkeyakinan, setidaknya kontingen Malaysia dapat meraih posisi runner up dalam lomba tembak kali ini. "Ya, kalau itu dibandingkan prestasi tahun lalu di Malaysia, dengan prestasi tahun ini meningkat. Kalau masih kekal pada tahap yang sama, kemungkinan tempat keduanya cerah. Tempat nomor satunya, kalau tuahnya membenarkan, Insya Allah," ujarnya.

Kontingen Malaysia juga berharap, hubungan Angkatan Darat negara-negara ASEAN semakin erat dengan adanya Lomba Tembak AARM ini. "Ya, dalam ini kita satu komuniti, kita hubungan dirapatkan. Karena tiap tahun kan orangnya berbeza tim petembak yang diturunkan. Jadi kalau ada perjumpaan kaya ini, persaudaraan itu dieratkan semua, yang mana telah ada diperkukuhkan," ucapnya.

Event AARM ini dilaksanakan setiap tahun dan diikuti oleh Angkatan Darat dari negara-negara anggota ASEAN dengn tempat bergiliran. Tahun ini TNI AD bertindak sebagai tuan rumah.

Lomba tembak AARM ke-21 ini dilaksanakan di lapangan tembak Kartika Cilodong selama 14 hari, dari 14 Oktober hingga 27 Oktober dan diikuti sebanyak 470 atlet petembak Angkatan Darat dari 10 negara ASEAN.

Ada enam cabang yang dipertandingkan, yakni cabang Pistol Putra dan Putri, Senapan, Senjata Otomatis, Karaben, dan Novelty Shoot. Cabang Novelty Shoot ini khusus dilombakan antara Pimpinan Angkatan Darat negara-negara ASEAN.

Lomba tembak AARM ke-21 ini memperebutkan 117 tropi, terdiri atas 15 tropi bergilir, 47 tropi lomba, dan 55 tropi Novelty Shoot, dan memperebutkan 389 medali emas, perak, dan perunggu. Pada 2010, AARM dilaksanakan di Malaysia dan TNI AD berhasil meraih juara umum.

Sunday, October 16, 2011

Komandan Senior Militer Iran: Bavar-373 Lebih Unggul dari S-300



Seorang komandan senior militer Iran, Jenderal Shahram menyatakan bahwa Bavar-373 merupakan sistem yang lebih maju dari S-300 milik Rusia. Dikatakannya, Bavar-373 lebih unggul dalam sistem pertahanan anti-pesawat dan rudal jelajah. Wakil Kepala Eksekutif Khatam al-Anbia, Jenderal Shahram kepada Kantor Berita IRNA pada hari Sabtu, mengatakan, pembelian sistem S-300 diperlukan untuk melawan ancaman saat itu. Akan tetapi sistem S-300 tidak dapat memenuhi tuntutan pertahanan Iran saat ini.
Jenderal Shahram mengatakan keputusan untuk memproduksi sistem anti-rudal dalam negeri yang bernama Bavar-373 dilakukan setelah penolakan Rusia untuk menjual sistem S-300 ke Iran.
Komandan Iran itu juga mengatakan Bavar-373 adalah sistem rudal dari darat ke udara dan lebih maju dari sistem rudal S-300 milik Rusia.
Berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2007, Rusia berkewajiban memberikan setidaknya lima S-300 kepada Iran. Namun, penundaan terus menerus Moskow dalam memberikan sistem pertahanan menuai kritik dari Tehran.
Rusia telah menolak memberikan sistem S-300 ke Iran dengan dalih resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran. (IRIB/PressTV/AR)

IRIB

TNI-AL pertimbangkan tawaran helikopter antikapal selam AS

 SH-2G Supersprite

Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Laut mempertimbangkan tawaran helikopter antikapal selam SH-2G Supersprite dari perusahaan maritim Amerika Serikat untuk memperkuat armada tempurnya.

"Kami tertarik sekali dengan arsenal tersebut, karena sangat mendukung untuk memperkuat daya tempur dan daya tangkal. Tetapi kami akan pertimbangkan matang-matang," kata juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Paparan tentang helikopter antikapal selam itu disampaikan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Kaman Helicopters Company Mark Tattershall dan Manajer Pengembangan Bisnis Kaman Aerospace Company Stephen D Rutter kepada Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno.

Untung menambahkan, keberadaan arsenal baru sangat diperlukan armada udara TNI Angkatan Laut untuk memantau dan mengawasi wilayah perairan nasional yang sangat luas.

"Karenanya, keberadaan helikopter antikapal selam itu sangat menarik untuk mendukung kegiatan patroli maritim, daya tangkal dan daya tempur," katanya menegaskan.

Selama ini patroli maritim TNI Angkatan Laut masih menggunakan pesawat udara Nomad dan Cassa yang usianya relatif sudah uzur.

Kekuatan udara Dinas Penerbangan TNI Angkatan Laut saat ini terdiri atas pesawat sayap putar (helikopter) dari jenis NBell 412, NBO-105 dan NAS Super Puma, Colibri, serta pesawat sayap tetap untuk keperluan transportasi dan patroli maritim berupa NC-212 dan Nomad.

BERITA POLULER