Pages

Thursday, October 13, 2011

REKRUTMENT KOPASSUS


Personel yang mengikuti pendidikan direkrut berdasarkan hasil werving di tiap Kodam serta hasil werving Kopassus yang dilaksanakan dimasing-masing Grup. Sejak tahun 1997 waktu pendidikan Komando dikembalikan seperti sebelumnya, yakni selama 28 minggu dan dilaksanakan satu gelombang setiap tahun.
Materi pelajaran yang diberikan pada umumnya sama dengan pendidikan Komando pada periode sebelumnya, kecuali pengembangan beberapa jenis kemampuan khusus yang diperlukan dalam situasi-situasi tertentu. Setiap prajurit memperoleh kesempatan seluas-luasnya utuk memilki kemampuan lebih dibandingkan dengan rekan-rekannya sepanjang kemampuan tersebut memiliki daya dukung yang potensial bagi pelaksanaan tugas-tugasnya.

Selain Persyaratan umum yang harus dimiliki oleh seorang prajurit berkualifikasi komando misalnya kondisi fsik, kesehatan, kesamaptaan dan mental ideologis yang baik juga harus memenuhi persyaratan psikologis yang meliputi kecerdasan, pengendalian emosi dan beberapa persyaratan khusus, yang secara keseluruhan dimaksudkan untuk menjaga agar prajurit komando benar-benar mempunyai kualitas yang baik. Persyaratan khusus yang dimaksud adalah :
• Berhasrat penuh untuk menjadi prajurit yang baik (motivasi)
Seorang prajurit Komando harus mempunyai kecintaan terhadap lapangan keprajuritan dengan segala kesenangan dan penderitaan yang mampu digambarkannya.
•  Bersifat Agresif
Tugas-tugas yang diberikan kepada satuan atau perorangan prajurit Komando meliputi berbagai macam tugas yang dapat dikatakan secara keseluruhan memiliki unsur 'serangan'. Oleh karena itu sifat agresif yang terkendali dan ditujukan pada sasaran atau musuh jelas sangat diperlukan.

• Sederhana
Kesederhanaan merupakan ciri khas seorang prajurit Komando. Satuan Para Komando merupakan tempat mencari keharuman nama dan kebanggaan dalam pengabdian kepada negara dan bangsa serta bukan tempat mencari kemewahan hidup.
• Percaya pada diri sendiri
Sifat percaya pada diri sendiri melahirkan mental seorang prajurit Para Komando yang seharusnya, yakni yang disebut 'keberanian' yang pada hakikatnya merupakan kepercayaan yang besar pada diri sendiri.
• Tahan Uji
Prajurit Para Komando merupakan orang-orang yang tahan uji dan menderita dalam melaksanakan tugas-tugas,  baik dalam menghadapi rintangan tugas maupun dalam menghadapi keterbatasan materi.
• Berinisiatif
Disamping jiwa yang sehat, inisiatif merupakan syarat penting untuk keluar dari hambatan atau masalah yang dihadapi dalam melaksanakan tugas menuju keberhasilan.

• Kecepatan dan Ketepatan
Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan dalam bertindak menghadapi keadaan yang tidak terduga.
• Kemauan Keras
Seorang prajurit Komando harus berkemauan keras menyelesaikan tugas.



.: VISI :.
Kopassus yang setia, disiplin dan berkemampuan tinggi serta berwawasan kebangsaan


.: MISI :.
.: Melaksanakan operasi khusus dalam rangka menegakkan kedaulatan dan keutuhan negara serta melindungi segenap bangsa dan seluruh rakyat Indonesia
.: Menyelenggarakan pendidikan dan latihan khusus di Pusdikpassus
.: Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan dari satuan atas


Pendidikan Komando
Sejarah Pendidikan Komando

Latihan Komando di Batujajar Bandung dimulai pada awal tahun 1952 dilatar belakangi oleh pengalaman tugas Letkol Slamet Riyadi pada operasi penumpasan RMS untuk membentuk pasukan istimewa. Gagasan ini dilanjutkan oleh Kol A.E Kawilarang dengan menunjuk Kapten R.B Visser, perwira pasukan khusus Belanda yang telah menjadi WNI. Terbetuklah Kompi A sebagai  cikal bakal KESKO TT III/ SLW pd tgl 16 April 1952 yang menjadi hari lahirnya Kopassus. Pada Tgl. 26-10-1959 Dibentuk Sekolah Para Komando Angkatan Darat (SPKAD) karena perlunya penambahan prajurit Kopassus. Setelah menjadi RPKAD pendidikan Komando Berubah menjadi Pusandhalinud dibawah Kobangdiklat. Pada Tahun 1985 berubah Menjadi Pusdikpassus dan dikembalikan ke KOPASSUS.

Misi Pendidikan Komando
Menyelenggarakan pendidikan komando untuk membangun kemampuan tempur para Perwira, Bintara dan Tamtama agar dapat ditugaskan di satuan Kopassus yang tugas pokoknya terlibat dalam operasi Komando, operasi Sandha dan Gultor terhadap sasaran strategis terpilih.
Tahap Tahap Pendidikan Komando
Tahap I Basis,

10 Minggu dengan titik berat kemampuan perorangan di Batujajar. Membentuk sikap & kepribadian, mengisi kemampuan teknis, taktik Operasi Komando, Kemampuan perorangan & dasar Pertempuran kota, Pengetahuan  pendukung, Manajerial lapangan, UTP uji kemampuan Navigasi darat dan uji kemampuan perorangan.

Tahap II Gunung hutan,     6 Minggu dengan titik berat GLG, perang hutan dan Raid di Situ Lembang. Pemantapan pengamatan hutan, kemampuan perorangan di hutan / Tehnik dasar pertempuran, kemampuan di hutan dalam hubungan kelompok, HTF hutan,  daya tahan uji aplikasi long mars (PPJJ).

Tahap III Rawa laut,            4 Minggu dengan titik berat operasi  Komando, taktik pertempuran rawa laut di Cilacap dan 
LATIHAN
Latihan perorangan meliputi Latihan Perorangan Dasar dan Latihan Perorangan Lanjutan, sedangkan latihan satuan meliputi Latihan Taktis Tingkat Regu, Latihan Taktis tingkat Peleton dan Latihan Taktis Tingkat Kompi.
Untuk tetap dapat memelihara dan mengembangkan kemampuan prajurit komando, Kopassus melaksanakan latihan secara rutin, baik didalam maupun diluar satuan. Mengatisipasi perkembangan situasi yang terjadi didalam dan diluar negeri yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, maka latihan dilaksanakan dengan lebih realistis serta memperhatikan efisiensi dan penajaman prioritas sasaran yang tepat secara bertingkat dan berlanjut pada setiap spektrum ancaman yang mungkin timbul. Secara garis besar latihan ini terdiri dua jenis, yaitu latihan perorangan dan latihan satuan yang dilaksanakan secara periodik setiap triwulan.

SUMBER KOPASSUS

Gurkha (Suku yang Terlahir Untuk Berperang)


Gurkha sebenarnya bukanlah Special Force, namun mereka dikenal dengan reputasinya yang menakutkan. Ada 2 suku di Nepal yang dikenal masyarakat luas, yaitu Sherpa yang dikenal sebagai suku pendaki / pemandu di Himalaya, satu lagi Gurkha, yang gemar berperang.

Semasa zaman kolonial sewaktu terjadi Perang di Nepal, Inggris begitu terkesan atas kegigihan dari pasukan Gurkha kemudian merekrut mereka bekerja untuk East India Company di India dan British Army. Gurkha terkenal dengan kemampuan berperangnya yang alamiah, agresif di medan pertempuran, tidak takut mati, loyalitas yang tinggi, tahan dalam berbagai medan, fisik yang kuat dan pekerja keras. Sehingga Gurkha begitu disegani oleh kawan, ditakuti oleh lawan.

Semula mereka menjadi tentara bayaran (mercenaries) akhirnya masuk dalam jajaran British Army yang digaji layaknya tentara Inggris sendiri atau legiun asing pada umumnya. Mereka mempunyai unit sendiri dengan nama Brigade of Gurkha sebagai salah satu bagian dari jajaran top angkatan bersenjata Inggris.

Dibentuk sejak tahun 1815, Pasukan Gurkha telah terlibat dalam berbagai medan pertempuran bersama Inggris. Ketika berkecamuk PD I sebanyak 100.000 prajurit Gurkha masuk dalam Brigade of Gurkha. Mereka ikut bertempur di medan perang Perancis, Mesopotamia, Persia, Mesir, Gallipoli, Palestina dan Salonika. Mereka mendapatkan 2 penghargaan bergengsi Victoria Crosses.


Pada PD II sebanyak 112.000 tentara Gurkha bersama Pasukan aliansi Commonwealth bahu membahu dalam perang di Suriah, Afrika Utara, Italia dan Yunani sampai Malaysia dan Singapura mereka mendapat 10 Victoria Crosses. Seiring dengan pengalaman tempurnya yang mengunung, Gurkha menjelma menjadi kekuatan yang mengerikan, bahkan melebihi pasukan elit sekalipun.

Semasa berkecamuk perang MalvinaW (Falkland War, 1982), dalam suatu front pertempuran, Inggris mempropagandakan kepada pihak militer Argentina akan menyertakan 1 batalyon Gurkha-nya. Mendengar itu tentara Argentina lari tunggang langgang meninggalkan pos-pos mereka.


Sewaktu PD II di front pertempuran Tunisia (Afrika UtaVa), pasukan Gurkha yg sudah kehabisan amunisi lalu membuang senapan-senapan mereka, berlarian naik ke atas tank-tank Jerman di tengah-tengah hujan peluru dan menggorok tentara Jerman dengan senjata tradisional mereka, khukri.

Khukri adalah sejenis pisau yang berbentuk unik sedikit melengkung mengarah ke depan. Di disain khusus sedemikian rupa, sehingga dapat menebas leher dengan sekali babatan bersih. Ada sedikit cerita mengenai khukri, sekali khukri dihunus dari sarangnya pantang tidak meminum darah. Itulah sebabnya tentara Gurkha ketika sehabis mengasah / membersihkan khukri selalu mengiris jari tangannya.

Saat ini bukan hanya Inggris yang merekrut Gurkha dalam jajaran pasukannya, Singapura, India, Malaysia, Brunei, Hongkong (sebelum penyerahan ke RRC) tercatat memakai Gurkha dalam kesatuan angkatan bersenjata mereka. Bahkan di Brunei, Gurkha dipakai sebagai Special Force Penjaga Sultan Brunei.

Tapi dibalik cerita hebat yang disandang oleh pasukan ini, ternyata Gurkha juga memiliki sedikit cerita yg memalukan tentang dirinya dan kejadian ini rupanya terjadi di Surabaya, Indonesia. Pada saat mendarat pertama kali di Surabaya, ada kesepakatan antara Brigjen Mallaby dengan para pemimpin arek-arek Suroboyo bahwa pasukan Inggris hanya diijinkan paling jauh 800 meter dari pelabuhan dalam upaya mereka mengurus tawanan perang Jepang. Namun ternyata kesepakatan ini dilanggar oleh Mallaby. Mungkin Mallaby menganggap remeh pemerintahan Indonesia di Surabaya. Maka tidak dapat dihindari lagi, terjadi gesekan-gesekan dilapangan antara para pejuang Indonesia dengan pasukan Inggris. 

Pasukan Inggris, terutama Gurkha dan Pasukan India yang non-muslim (karena ada juga pasukan India Muslim yang kelak menjadi Pakistan dan sering membantu arek-arek Suroboyo dengan memberi senjata dan amunisi), seringkali bertindak kurang ajar dan kejam terhadap arek-arek Suroboyo. Sering sekali mereka melakukan sweeping dan kemudian merampas senjata-senjata yang dibawa oleh arek-arek Suroboyo saat bertemu dijalan. Bahkan jika ada arek Suroboyo yang menolak menyerahkan senjatanya, pasukan Inggris main tembak saja.

Akibatnya, kemarahan para pejuang kian tinggi sehingga diputuskan untuk menyerang pos-pos pasukan Inggris, terutama yang berada di area di luar jarak 800 meter sesuai kesepakatan (sungguh fair play arek-arek Suroboyo itu, meski dibuat marah, mereka masih menghormati kesepakatan yang dibuat oleh para pemimpinnya). Arek-arek Suroboyo yang marah menyerang seluruh pos pasukan Inggris, termasuk Gurkha. Arek-arek Suroboyo nampaknya punya perhitungan tersendiri terhadap pasukan Gurkha ini. Mereka inilah yang paling kurang ajar dan paling kejam diantara pasukan Inggris. Sebagian arek-arek Surabaya tahu reputasi dan pengalaman tempur Gurkha, tapi tidak ada rasa takut atau segan sedikitpun untuk bertempur melawan pasukan Gurkha. Clurit orang Madura tidak kalah mematikan dengan pisau kukri Gurkha. 

Sejarah kemudian mencatat, pos-pos pasukan Inggris itu dibuat morat-marit. Pertahanan mereka jebol dimana-mana akibat gelombang serangan arek-arek Suroboyo yang bertempur dengan ganas. Pasukan Inggris yang masih selamat lari terbirit-birit kembali ke induk pasukan untuk menyelamatkan diri. Bahkan dengan meninggalkan jenasah teman-teman mereka. Naas bagi jenasah pasukan Gurkha yang tidak sempat dievakuasi. Sebagian arek-arek Suroboyo, mungkin karena situasi yang panas dan dendam yang membara, membuang sebagian jenasah pasukan Gurkha itu ke Kali Mas. Belum cukup disitu, sebagian arek-arek Suroboyo itu kemudian menjadikan jenasah yang terapung di kali itu sebagai titis-titisan (sasaran untuk latihan menembak).

Apa boleh buat, itulah peperangan yang akan selalu ada sisi-sisi kekejaman. Pasukan Gurkha telah menuai buah pahit dari bibit kekejaman dan permusuhan yang mereka tebar di Surabaya. Gurkha boleh saja membanggakan reputasi tempur mereka saat melawan Jepang dan Jerman Nazi, tapi saat melawan arek-arek Suroboyo yang mereka ejek dengan sebutan “mob” atau milisi kelas Tiga, hanya tinta kelam memalukan yang mereka torehkan.


SUMBER JURNAL MILITER

GURKHA VS TNI DI TAHUN 1964 (DWIKORA)



  • Januari 1/7′n Gurkha menewaskan 23 orang sukarelawan yang mendarat di Timur Sabah, sepucuk sten dan 2 AR-15 bernasil dirampas.
  • Februari 1/2″ Gurkha Rifles dan 42 Commando mencegat penyusupan 30 sukarelawan di wilayah Bau, yang lari kembali ke perbatasan setelah kontak tembak singkat.
  • Maret 2 prajurit Gurkha dari 2/10′h Gurkha Rifles, Cpl. Birbahadur Rai dan Lcpl. Kindraman Rai gugur saat mendekati posisi pasukanYonif Linud 328 Raider. Operasi pengejaran dilakukan Mayor Mayman, komandan Kompi A, 2/10th Gurkha Rifles dengan didukung bantuan baterai howitzer dan dua ranpur Saladin milik Queen’s Royal Irish Hussars.
  • April — Operasi Sabretooth, 2/10′h GR mengejar sepeleton pasukan Indonesia yang melintasi perbatasan pada akhir Maret, dari 36 infiltran, 27 berhasil ditangkap.
  • September — Penerjunan 151 PGT dan 41 sukarelawan komunis ke wilayah Labis yang berujung bencana di pihak Indonesia. T-1307 yang diterbangkan Mayor Djalaluddin Tantu jatuh dan hilang di Selat Malaka, dan satu pesawat lainnya kembali karena kerusakan mesin. Dan dua pesawat yang berhasil melaksanakan penerjunan, pesawat pertama tiba di DZ yang salah sehingga seluruh peralatan malah ditemukan Polisi Malaysia. Kesuksesan infiltrasi PGT ini mendorong diadakannya operasi pencarian skala besar yang dipercayakan pada 1/10th Gurkha dan 1st Batt. RNZ Regt. Dalam operasi selama satu bulan, hanya 7 PGT yang bisa ditawan, 44 lainnya ditewaskan dalam kontak tembak. 1/10th kehilangan Lance Corporal Tekbahadur Rai yang gugur dalam kontak tembak tangga113 September
SUMBER : ANGKASA EDISI KOLEKSI
foto : SEJARAHPERANG

Kasum TNI Tinjau Kesiapan Latma Gultor TNI-Polri di Mako Kopassus






13 Oktober 2011, Jakarta (Pos Kota): Untuk meningkatkan kemampuan penanggulangan teror (gultor), pasukan Elit TNI – Polri akan menggelar latihan bersama (latma) Waspada Nusa III TA. 2011 dengan obyek berbagai sasaran yang berbeda. Kesiapan latihan bersama TNI – Polri ini mendapat perhatian dari Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI J. Suryo Prabowo dan para Komandan Satuan Elit TNI – Polri yang meninjau kesiapan peralatan dan latihan penanggulangan teror di Mako Kopassus Cijantung,Jakarta Timur.

Sebelum melaksanakan peninjauan, Kasum TNI mendapat penjelasan seputar Satuan 81 Penanggulangan Teror Kopassus TNI AD dan Rencana Garis Besar Latihan Waspada Nusa III TA. 2011. Pelaksanaan latihan bersama TNI – Polri dalam penanggulangan teror ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas TNI – Polri serta komponen masyarakat lain yang akan terlibat dalam latihan. Penanggulangan teror bukan hanya urusan TNI – Polri saja tetapi merupakan kepedulian dan kewaspadaan seluruh rakyat Indoenesia yang ingin hidup tenang dan damai di Republik Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Kasum TNI menekankan untuk berlatih dengan baik dan memotivasi pasukan elit agar dapat menunjukkan kepada pimpinan bahwa mereka dapat dipercaya. Selain itu, melalui latihan bersama ini diharapkan akan dapat menyempurnakan Standard Operating Prosedure (SOP) dalam menghadapi krisis. Belajar dari kejadian teror di negara-negara lain, Pasukan Elit TNI – Polri harus menyadari bahwa tidak ada keberhasilan perorangan, yang ada adalah keberhasilan bersama, sebagaimana disampaikan oleh Letjen TNI J. Suryo Prabowo untuk semakin memperkokoh sinergitas TNI – Polri.

Latihan bersama yang dilaksanakan setiap tahun ini juga akan melibatkan satuan lain di luar TNI – Polri, seperti BNPT, Pemadam Kebakaran, Bea Cukai, Telkom dan Petugas Keamanan di tiap instansi yang akan dijadikan sebagai tempat latihan.

Sumber: Pos Kota

YonKav 8 Mengadakan Latihan Menembak Senjata Ranpur



13 Oktober 2011

Tank Scorpion dengan kanon Cockerill 90mm (all photos : Yonkav8)

Sesuai dengan Tema Latihan pada Direktif Latihan Menembak Senjata Ranpur Tahun 2011 yaitu “ Satuan Kavaleri Divif 2 Kostrad melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ranpur guna meningkatkan kemampuan dalam mengawaki dan mengoperasionalkan Alutsista yang menjadi tanggung jawabnya “ maka pada tanggal 28 s.d 30 September 2011 Batalyon Kavaleri 8 / Tank menyelenggarakan Latbakjatranpur di Puslatpur Marinir TNI AL Karangtekok, Asembagus, Situbondo.

Dalam Latihan menembak senjata Ranpur TA.2011 para prajurit Yonkav 8/Tank menembak berbagai macam senjata yang ada di kendaraan tempur yang di miliki Batalyon Kavaleri 8/Tank. Senjata Ranpur diantaranya Kanon, SMB/SMS. Dimana senjata-senjata tersebut ada di Ranpur Tank Scorpion dan Stormer.


Yang membedakan Latihan menembak pada tahun ini dengan Latihan sebelumnya adalah Latihan menembak senjata Ranpur tahun 2011 digabung dengan satuan Arhanudri 2 Kostrad dan Kikavtai 2 Kostrad sehingga memudahkan Komando dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian.

Disamping sudah menjadi program kerja Yonkav 8/Tank bidang latihan, Latbakjatranpur saat ini juga akan di jadikan tolok ukur dari latihan menembak pada tahun sebelumnya untuk memenuhi prinsip latihan dimana harus bertahap, bertingkat dan berlanjut sehingga tujuan latihan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dapat tercapai.

Wednesday, October 12, 2011

Saudi Arabia plans to buy more American weaponry



23:21 10/10/2011
MOSCOW, October 10 (RIA Novosti)
Tags: arms salesBarack ObamaSaudi Arabia
Saudi Arabia is planning to reach an agreement  with the United States on the purchase of artillery systems worth $186 million, Arabian website Elaf said citing a high-ranking source in the Saudi government. 
Last month the parties agreed on the details of the upcoming deal, according to which Washington would supply 36 155-mm guns and 54 105-mm guns, the source said.
In October 2010, U.S. President Barack Obama announced the largest arms exports contract in the history of the country. The United States will supply various types of weapons to Saudi Arabia worth $60 billion. The orders include 84 new F-15 fighter jets and a contract to upgrade 70 F-15s already in service with the Saudi air force. Washington will also deliver 70 Apache helicopters, 72 Black Hawk helicopters, 36 Little Birds and 12 MD-530F helicopters, and a wide range of rockets, bombs and other equipment.

RIA NOVOSTI

Tuesday, October 11, 2011

Komandan Kodiklat TNI Buka Latihan Mako Operasi Amfibi Koarmabar

    

 



JAKARTA (Pos Kota) – Latihan Markas Komando (Mako) Operasi Amfibi Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) tahun 2011 dibuka oleh Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI Mayor Jenderal TNI M. Sochib, SE., M.B.A., di Aula Yos Soedarso Mako Koarmabar Jalan Gunung Sahari Raya No 67 Jakarta Pusat, Selasa (11/10).

Dalam kegiatan Latihan Mako Operasi Amfibi tersebut Panglima Komando Armada RI Kawasan barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., bertindak selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi (Pangkogasgabfib) pada Latihan Mako Operasi Amfibi Koarmabar tahun 2011.
Dalam amanatnya Dankodiklat TNI mengatakan Latihan Mako Operasi Amfibi Koarmabar tahun 2011 ini merupakan Latihan Mako Kotama Operasi TNI yang bersifat gabungan dan merupakan siklus latihan TNI dalam rangka penggunaan kekuatan serta untuk melatih Panglima dan staf dalam proses pengambilan keputusan Militer dalam mewujudkan suatu rencana operasi berdasarkan rencana tindakan kontinjensi Markas Besar (Mabes) TNI terhadap kemungkinan ancaman yang mungkin terjadi diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selanjutnya Dankodiklat TNI mengatakan bahwa sasaran dari Latihan Mako Operasi Amfibi Koarmabar tahun 2011 adalah tersusunnya dokumen yang bersifat strategis pada tataran operasional yang merupakan bagian dari rencana strategi TNI dan rencana Yudha TNI serta terciptanya profesionalitas prajurit TNI dan terujinya doktrin yang sudah ada.
Lebih lanjut Dankodiklat TNI mengatakan berdasarkan Undang-Undang RI nomor 34 tahun 2004 diamanatkan bahwa TNI sebagai alat pertahanan negara yang mempunyai tugas pokok mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang salah satunya melaksanakan penangkalan, pencegahan dan penindakan terhadap hal-hal yang membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Dalam melaksanakan tugas pokok TNI pada masa damai yaitu dengan menyelenggarakan latihan yang dilaksanakan oleh unsur Kotama Operasi antara lain Koarmabar yang bertanggungjawab atas pelaksanaan operasi tempur dalam upaya menguji kemampuan dan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi kontinjensi yang akan terjadi di wilayah tanggung jawabnya.
Penyelenggaraan Latihan Mako Operasi Amfibi Koarmabar tahun 2011 dilaksanakan dengan materi Latihan Operasi Amfibi yang memerlukan suatu manajemen gabungan dari tiga angkatan dalam mewujudkan pencapaian sasaran operasi.
Diakhir amanatnya Dankodiklat TNI menekankan agar melaksanakan koordinasi yang baik dengan semua unsur terkait, sehingga terwujud peningkatan kerjasama taktis dalam setiap gerak dan tindakan, laksanakan latihan dengan penuh kesunggukan disertai rasa tanggung jawab yang tinggi, kembangkan suatu konsep strategis terhadap cara bertindak dalam menghadapi setiap kemungkinan terjadinya ancaman disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis serta ancaman nyata yang mungkin timbul serta manfaatkan sumber daya manusia dan sumber dana yang ada secara maksimal untuk mencapai sasaran latihan yang telah ditentukan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Koarmabar (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Herry Setianegara, S.Sos., SH., MM., Kas Kolinlamil Laksamana Pertama TNI I.N.G.N. Ary Atmaja, S.E., Staf Kodiklat TNI, Mabes Angkatan, Kotama Operasi terkait dan Pejabat Teras Koarmabar serta pelaku latihan dari Koarmabar, Korps Marinir dan Koops Angkatan Udara (Koopsau) .

poskota

BERITA POLULER