Pages

Sunday, October 9, 2011

5 wilayah terancam dicaplok Malaysia


SAMARINDA, Kalimantan – Lima wilayah di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat  terancam dicaplok Malaysia.

Wakil Kepala Penerangan Kodam Tanjungpura, Letkol Infantri Totok, menegaskan pihaknya akan mempermasalahkan ancaman pencaplokan kawasan di perbatasan Kalimantan Barat. Lima wilayah tersebut yakni, Dusun Camar Bulan, Sungai Buan, Titik D 400, Gunung Raya dan Sungai Aum. "Kami sedang mempermasalahkan lima kawasan perbatasan itu," kata Totok, tadi malam.
Menurut Totok, langkah yang saat ini diambil TNI adalah menyiagakan 30 pos sepanjang 966 km di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia yang berada di wilayah Kalimantan Barat. "TNI melakukan penjagaan patroli di 30 pos tersebut," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, TB Hasanuddin, mengatakan Indonesia kehilangan 1.400 hektare tanah di Camar Bulan dan 80 ribu meter persegi di pantai Tanjung Datu. "Patok yang ada saat ini tidak sesuai dengan perjanjian London itu. Jelas, ini menambah luas wilayah Malaysia," kata dia.

Kementerian Luar Negeri menyatakan belum ada kesepakatan batas wilayah antara Indonesia dengan Malaysia di kawasan Pantai Datu, Kalimantan Barat. Hingga saat ini, wilayah itu masih berada dalam tahap perundingan antara kedua negara. "Untuk perbatasan darat sudah ada kesepakatan perbatasan, kemudian untuk Tanjung Datu itu terkait perbatasan laut masih dalam perundingan," kata Jurubicara Kementerian Luar Negeri, Michele Tene.

Menurut dia, ada tiga komponen dalam perjanjian batas wilayah laut, yaitu batas landas kontinen, laut wilayah, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Selama ini, baru ada kesepakatan terkait batas landas kontinen yang dibuat pada 1969. "Untuk laut wilayah dan ZEE masih dirundingkan dengan Malaysia," kata dia.

Dewan Pewakilan Rakyat (DPR) akan memanggil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait temuan Komisi I yang menginformasikan adanya wilayah Indonesia yang dicaplok Malaysia. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPR Marzuki Alie usai menjadi pembicara dalam diskusi di Jakarta, kemarin.

"Saya kira ada TNI, ada Mendagri, yang ditugaskan untuk mengurusi masalah perbatasan, jadi kita tunggu saja. Nanti dalam perjalananya pasti akan mengundang Mendagri untuk menanyakan tentang informasi bahwa ada pergeseran wilayah," kata Marzuki. Namun, Marzuki belum mengetahui secara pasti kapan Mendagri dijadwalkan akan dipanggil DPR mengenai hal tersebut.

"Ya kita lihat nantilah. Kita serahkan ke komisi yang terkait. Ada Komisi I, Komisi II nanti kan bisa ditanyakan langsung," katanya.

Hasil kunjungan kerja Komisi I DPR menemukan fakta Malaysia mencaplok wilayah RI di Kalimantan Barat. Data yang terungkap, wilayah yang dicaplok di wilayah Camar Bulan. Wilayah RI hilang 1.400 hektar dan di Tanjung Datu pantai RI hilang seluas 80.000 meter persegi.
"Adanya wilayah yang tercaplok Malaysia di perbatasan Kalimantan Barat harus diusut, siapa yang bertanggung jawab. Ini merupakan 'skandal perbatasan' apalagi jika ditengarai adanya komp_oFi karena wilayah tersebut merupakan tambang batubara dan lainnnya yang berkualitas," kata Ketua Fraksi PDI-P yang juga anggota Komisi I DPR, Tjahjo Kumolo.

"Ini harus diusut  siapa yang bertanggung jawab. Data intelejen dan laporan dari gubernur (Kalbar) yang kami terima ditengarai ada indikasi-indikasi yang tidak benar. Kami sudah minta kepada pimpinan Komisi I untuk mengusut, dan mempermasalahkan hal tersebut," tegas Tjahjo Kumolo.
(dat03/wol/viva/antara)

waspada online

TNI Harus Diterjunkan Jaga Kawasan Camar Bulan



JAKARTA – Keterlibatan TNI tetap diperlukan untuk menjaga kawasan Camar Bulan. Hal itu terkait informasi adanya wilayah Indonesia yang dicaplok Malaysia.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, selain melalukan verifikasi kebenaran informasi tersebut, pemerintah juga harus menerjunkan militer untuk menjaga kawasan itu.

“Meski belum jelas statusnya, pemerintah tetap harus menerjunkan TNI untuk terus menjaga kedaulatan perbatasan,” kata Hikmahanto saat dihubungi okezone, Senin (10/10/2010).

Jangan sampai, lanjut Hikmahanto, tanah darat yang belum jelas milik siapa dimanfaatkan untuk kegiatan dan aktivitas warga. Lebih lanjut, Hikmahanto meminta pemerintah untuk memberikan insentif khusus bagi pasukan TNI yang bertugas di perbatasan.

Sementara berkaitan dengan pencaplokan wilayah, pemerintah haru melakukan pemetaan dari udara dan satelit. “Kalau perlu memotret dari waktu ke waktu, sehingga pemerintah memiliki dokumentasi atas wilayah kedaulatan,” jelasnya.

PDIP Desak Pemerintah Usut Dugaan Malaysia Caplok RI


Tjahjo Kumolo/Dok. Okezone
Tjahjo Kumolo/Dok. Okezone
JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mendesak pemerintah segera menindaklanjuti informasi mengenai adanya wilayah perbatasan Indonesia yang dicaplok Malaysia.

Menurut anggota Komisi I DPR ini,  dugaan pengambilan wilayah Camar Bulan di perbatasan Kalimantan Barat oleh Malaysia terjadi akibat tata kelola yang salah oleh pemerintah Indonesia.

“Perubahan paradigma di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam memandang, menangani wilayah perbatasan dan batas negara harus dipandang sebagai wilayah terdepan sekaligus etalase bangsa dan NKRI. Hal itu harus bisa diintensifkan melakukan pembahasan dan perjanjian bilateral dan agar pengelolaan wilayah perbatasan dilakukan secara terintegrasi dengan memperhatikan aspek pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut,” ujar Tjahjo kepada okezone, Minggu (9/10/2011).

Lanjut Tjahjo, fungsi manajemen pengelolaan wilayah perbatasan harus dilakukan secara terpadu, tidak hanya diserahkan kepada pemerintah provinsi atau kabupaten, kota. 

Bagi Tjahjo adanya wilayah yang tercaplok Malaysia di perbatasan Kalimantan Barat harus diusut, siapa yang bertangung jawab.  “Ini merupakan 'skandal perbatasan' apalagi kalau ditengarai adanya kompromi karena wilayah tersebut merupkan merupakan tambang batubara dan lain-lain yang berkualitas,” jelasnya.

Tjahjo mendesak pemerintan dan DPR agar membentuk tim terpadu yang independen dari berbagai elemen untuk mengusut peristiwa tersebut. “Perlu pemerintah dan DPR segera membentuk Tim terpadu dari Deplu,
Depdagri, BIN, BAIS yang independen dan yang tidak terlibat awal peristiwa itu dan untuk mengusutnya siapa yang bertanggung jawab,” paparnya. 

Kata Tjahjo, pihaknya telah meminta Komisi I DPR untuk mnegusut kasus tersebut karena menurut laporan yang mereka dapat pencaplokan itu ditengarai ada skandal perbatasan. 

“Data intelijen dan laporan dari Gubernur yang kami terima ditengarai ada indikasi-indikasi yang tidak benar sampai terjadinya pemerintah Malaysia berani mencaplok wilayah tersebut. Kami sudah minta kepada pimpinan Komisi I mengusut dan mempermasalahkan hal tersebut,” pungkasnya.

OKEZONE

F-16 kawal pesawat kepala negara KTT ASEAN

Minggu, 9 Oktober 2011 17:12 WIB | 1274 Views

 ... tugas kami mengawal penerbangan para kepala negara dari wilayah pertahanan nasional menuju wilayah Bali menggunakan pesawat tempur F-16 sampai mendarat...
Denpasar (ANTARA News) - Apa bentuk jaminan keamanan yang diberi pemerintah bagi kepala-kepala pemerintahan dan negara yang akan hadir dalam KTT ASEAN di Bali pada November nanti? Ada beberapa yang pasti, di antaranya kawalan udara oleh F-16 Skuadron Udara 3 TNI-AU sejak memasuki wilayah udara nasional hingga mendarat di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali.

"Dari wilayah udara, tugas kami mengawal penerbangan para kepala negara dari wilayah pertahanan nasional menuju wilayah Bali menggunakan pesawat tempur F-16 sampai mendarat," Komandan Pangkalan Udara TNI-AU Ngurah Rai, Letnan Kolonel Penerbang Jumarto, Minggu.

Tentang mekanisme dan pola operasinya, tentu saja hal itu dirahasiakan. Pasti pengamanan dan pengawalan udara itu produk bersama banyak pihak, di antaranya Komando Pertahanan Udara Nasional TNI, Komando Operasi Udara I dan II TNI-AU, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan lain-lain.

Selain itu, kata Jumarto, pihaknya juga menyiagakan sebanyak satu kompi Pasukan Khas TNI-AU dalam perjalanan para kepala negera tersebut. Yang satu ini biasa digelar untuk mengendalikan lalu-lintas penerbangan hingga pengamanan fisik pangkalan udara dan wahana penerbangan yang dipergunakan.

Pasukan berbaret jingga itu, katanya, merupakan satuan berkemampuan tiga matra yakni laut, darat, udara. Namun dalam operasi, tugas dan tanggung jawabnya, mereka lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh.

"Dan selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat lain," katanya.

Jumarto mengatakan, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Leonard, selaku komandan pelaksana operasi pengamanan KTT ASEAN memerintahkan agar tiap unsur bekerja dalam masing-masing kemampuannya.

"Dalam persiapannya, Pangdam selaku komandan pelaksana operasi, meminta agar masing-masing akan melakukan kemampuan yang dimiliki jadi seperti dari unsur kami yakni pengamanan bandara," katanya.

Sebagai unsur pengamanan jalur udara, pihaknya juga sudah melakukan berbagai pelatihan-pelatihan mulai pengawalan hingga pendaratan.

"Berbagai persiapan sudah dilaksanakan sejak beberapa minggu lalu," imbuhnya. (ANT)

Tiga kapal perang amankan KTT ASEAN



Minggu, 9 Oktober 2011 19:51 WIB | 1235 Views
ilustrasi KRI Sultan Iskandar Muda (ANTARA/HO-Puspen TNI/Kuwadi)

Denpasar (ANTARA News) - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lanal) V Denpasar akan menyiagakan tiga kapal perang untuk mengamankan jalur laut dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean pada November mendatang.

Komandan Lanal V Denpasar, Kolonel Laut (P) I Wayan Suarjana, di Denpasar, Minggu mengatakan, kapal perang tersebut didatangkan dari Lantamal Surabaya.

"Untuk peralatan pengamanan, yang jelas ada tiga kapal perang dari Surabaya yang akan `meng-cover` kami," katanya.

Suarjaya mengatakan, selain mengerahkan tiga kapal perang, pihaknya dalam pengamanan jalur laut juga akan menyiagakan sebanyak 600 personel Angkatan Laut.

"Wilayah yang diamankan, tentunya seluruh Bali, tapi untuk pelaksanaan KTT kami juga konsentrasi di Bali sebelah selatan. Di utara juga," ujarnya.

Terkait kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam KTT tersebut, Suarjaya mengaku belum mendapatkan informasi dan koordinasi tentang pengamanan khusus Obama seperti kapal induk milik Amerika.

"Saya belum dapat info. Tapi yang jelas, pelaksanaannya kami sendiri yang mengamankan, jadi bukan Amerika," imbuhnya.

Sedangkan tiga kapal perang milik Indonesia tersebut, katanya, akan disiagakan di laut Bali pada enam hari sebelum pelaksanaan KTT.

"Kami sudah siapkan dan `standby` di posisi-posisi tertentu pada H-6," katanya.

Sementara itu, terkait pola pengamanan di wilayah laut, Suarjaya menjelaskan pihaknya akan menggunakan sistem penyekatan.

"Di laut, kami ada semacam penyekatan, jadi ada kapal patroli di bagian selatan dan ada juga sebagian di utara. Juga tim intelijen kami sudah jalan untuk mengamankan jalur-jalur tikus," imbuhnya. 

ANTARA

Saturday, October 8, 2011

RUSIA JAJAKI PRODUKSI BERSAMA PERSENJATAAN DENGAN INDONESIA


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Duta Besar Rusia untuk RI Alexander Ivanov pada kesempatan acara serah terima pesawat Sukhoi Su-27SKM beberapa waktu lalu.
Jakarta, Pemerintah Rusia mulai menjajaki kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia dalam bentuk produksi disertai transfer teknologi, kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov di Jakarta, Selasa.

Usai menyematkan penghargaan "Medal for Strengthening Combat Fraternity" Pemerintah Rusia kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, ia mengatakan, pihaknya tengah menjajaki pembuatan tank dengan PT Pindad dan pemeliharaan menyeluruh sejumlah helikopter Mi-35 dengan PT Dirgantara Indonesia.

"Dengan PT Pindad kami sudah merancang nota kesepakatannya sedangkan dengan PT Dirgantara Indonesia, kami sudah menyelesaikan nota kesepakatannya untuk segera disahkan dua pihak," kata Ivanov menambahkan.

Ia menambahkan, penjajakan juga dilakukan dengan PT PAL untuk sejumlah peralatan dan persenjataan maritim.

Ivanov mengatakan, kerja sama tersebut didasari keyakinan bahwa Indonesia adalah mitra dan sahabat yang baik bagi Negara Federasi Rusia. "Bahkan itu sudah terjalin sejak lama. Rusia adalah negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia kali pertama dan Presiden Soekarno pernah tiga kali melakukan kunjungan ke Rusia," katanya.

Sementara itu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyambut positif langkah Rusia untuk melakukan kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia. "Ini langkah yang bagus, mengingat selama ini Rusia adalah negara yang sangat mandiri dalam industri pertahanan militernya dan tidak pernah menggunakan produk dari luar," katanya.

Menhan Purnomo mengatakan, kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan dan memperluas kerja sama pertahanan dan militer. "Tidak saja dalam jual beli persenjataan tetapi juga pendidikan dan latihan bersama, tukar menukar taruna dan perwira," ujarnya.

Bahkan lanjut Purnomo, Rusia juga berniat untuk membangun kerja sama dalam pemberantasan terorisme dan separatisme.


Sumber : Antara

Virus Serang Pesawat Tanpa Awak AS

 Sebuah virus komputer dilaporkan telah menginfeksi pesawat tanpa awak Amerika Serikat, Predator dan Reaper, dan jaringan spesialis keamanan tidak bisa menyingkirkan itu.
Sebagaimana dilaporkan IRNA, Sabtu (8/10), pesawat-pesawat tanpa awak Amerika selama ini terserang virus, namun pemerintah Washington tetap menerbangkan mereka dalam operasi militer.
Virus tersebut pertama kali dideteksi hampir dua pekan lalu oleh Sistem Host Berbasis Keamanan, tapi tidak menghalangi pilot di Pangkalan Angkatan Udara di Creech, Nevada untuk menjalankan misi mereka di luar negeri. Menurut laporan ini, para pejabat Amerika tengah sibuk mempelajari bagaimana virus itu dapat menembus sistem komputer, yang mendapat perlindungan ekstra.
Menurut majalah Wired, virus tersebut merekam setiap informasi yang dikeluarkan oleh pilot untuk menerbangkan pesawat tanpa awak dari Nevada. Pejabat Amerika mengatakan, kasus itu tidak menghalangi misi luar negeri, dan sejauh yang mereka tahu, belum ada kebocoran informasi rahasia.
Namun, Wired yang melaporkan dengan tiga sumber anonim tentang infeksi, salah satunya mengatakan, "Kami terus menghapus virus itu, tapi ia datang kembali. Kami pikir itu jinak, tapi kita tidak tahu."
"Pada awalnya, para teknisi di pangkalan Nevada mengikuti instruksi penghapusan di situs perusahaan keamanan Kaspersky. Tetapi virus terus kembali," kata seorang sumber yang akrab dengan masalah infeksi. Akhirnya, mereka harus menggunakan alat perangkat lunak yang disebut BCWipe untuk sepenuhnya menghapus program. Itu berarti membangun kembali dari awal.
Pesawat tanpa awak banyak digunakan dalam operasi militer Amerika, khususnya setelah pengurangan atau penarikan pasukan darat. Pekan lalu, sebuah serangan pesawat tanpa awak berhasil menewaskan pemimpin Al Qaeda Yaman kelahiran Amerika, Anwar Al-Awlaki, bersama dua militan lainnya. (IRIB/RM/PH)

irib

BERITA POLULER