Pages

Thursday, October 6, 2011

TNI Harus Maksimalkan Alutsista Yang Ada




5 Oktober 2011, Madiun (ANTARA News): Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) Lintas Udara (Linud) 501/Bajra Yudha Madiun, Letkol Infanteri Bambang S menyatakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak boleh menyerah dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang ada, tapi justru harus mampu memaksimalkan pemanfaatannya.

"Dengan alutsista yang ada, TNI harus bisa meningkatkan kemampuan dan profesionalitas dalam mengamankan negara," katanya usai pelaksanaan upacara HUT TNI ke-66 di alun-alun Kota Madiun, Rabu.

Menurut dia, kesatuannya harus mampu memaksimalkan alutsista yang ada. Sebagai kesatuan tempur di lini depan, kemampuan dalam berpatroli dan bertempur harus terus ditingkatkan meski alutsista yang ada terbatas.

"Senjata bukan segala-galanya, namun kemampuan yang kami miliki, baik dalam hal perorangan maupun kesatuan harus terus ditingkatkan," katanya.

Kemampuan yang dimaksud Lektol Infanteri Bambang S adalah tingkat kehandalan, solid, serta naluri dan kecepatan di lapangan. Hal-hal tersebut dapat dilatih melalui pelatihan-pelatihan seperti simulasi dan latihan menembak secara berkala.

"Meski amunisi dalam keadaan terbatas, jika latihan dilakukan dengan teratur, maka semuanya akan dapat digunakan dan tepat sasaran," ucapnya.

Ditanya tentang kemungkinan wajib militer dalam mengatasi ancaman terhadap kedaulatan negara dari luar maupun dari dalam, ia hanya menyatakan bahwa pihaknya hanya sebagai pihak pelaksana saja.

"Saat ini Departemen Pertahanan sedang membahas tentang komponen cadangan sebagai wajib militer setelah TNI. Kami sebagai TNI hanya tinggal menjalankannya saja setelah ada ketentuan pasti," katanya.

Karena itu, jika suatu saat kondisi negara dalam keadaan darurat, TNI merupakan lapis pertama untuk mengamankan negara, sedangkan lapis keduanya adalah komponen cadangan ini. Komponen cadangan ini antara lain meliputi Polri, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan/TNI-Polri (FKPPI), pramuka, dan lainnya.

Terhadap komponen cadangan ini akan terus dilakukan pemantauan. Pemantauan ini dilakukan oleh kesatuan masing-masing wilayah.

Ia menambahkan, bertepatan dengan HUT TNI ke-66 tahun ini, diharapkan kinerja TNI semakin baik dalam mengamankan negara.

Sumber: ANTARA News

Hak Iran Gelar Patroli di Perairan Internasional

















Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Habibullah Sayyari
 mengatakan, Iran memiliki hak untuk hadir di perairan internasional
 dan melalukan patroli di laut lepas.
"Kehadiran kami di perairan internasional tidak mencederai kepentingan
 negara-negara lain," ujar Sayyari seperti dikutip IRNA pada Senin (3/10).
Komandan Iran itu menegaskan bangsa Iran hanya menginginkan 
perdamaian dan bukan mencari perang, tetapi akan 
membela hak-haknya. "Teluk Aden merupakan bagian 
dari perairan internasional di mana kita harus hadir karena 
sensitivitas dan aspek ekonomi," tandas Sayyari.
Dia menambahkan bahwa Angkatan Laut Iran sejauh ini
 telah mengirim armada 15 ke laut lepas dan telah melindungi 
1.300 kapal dagang dan tanker minyak.
Sejalan dengan upaya internasional anti-pembajakan,
 Angkatan Laut Iran telah melakukan patroli di Teluk
 Aden sejak November 2008 dalam rangka untuk melindungi
 kapal dagang dan tanker minyak yang dimiliki atau disewa 
oleh Iran atau negara lain.
Teluk Aden, yang menghubungkan Samudera Hindia 
dengan Terusan Suez dan Laut Mediterania, merupakan
 koridor energi strategis, terutama karena minyak Teluk
 Persia dikirim ke Barat melalui Terusan Suez. (IRIB/RM)

IRIB

Komisi I Dukung Pengadaan Pesawat Tempur Baru

Roy Suryo (okezone)



Roy Suryo (okezone)
JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo, mendukung
upaya pemerintah untuk menambah anggaran TNI, untuk pengadaan
 alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

“Target utama kali ini yaitu peningkatan revitalisasi (proses) pengadaan
alutsista,” kata Roy Suryo kepada wartawan usai diskusi di Jakarta, Kamis (6/9/2011).

Roy mencontohkan, alutsista yang dibutuhkan TNI diantaranya
 pembelian 6 pesawat baru F-15 Retrofit dan 24 pesawat tempur F-16
yang diberikan secara cuma-cuma dari Amerika Serikat. “Sampai sekarang
pesawat tersebut masih ada diArizona,” jelas pakar telematika itu.

Penambahan pesawat baru ini, sambung Roy, rencananya akan
dipergunakan untuk menambah kekuatan tempur TNI AU.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin mengatakan,
pemberian 24 pesawat F-16 dari Amerika Serikat itu, bukan hibah, tetapi secara
cuma-cuma.

“Kami menyebut pemberian 24 pesawat dari Amerika itu dengan sebut Grant,
dalam arti ini bukan hibah tapi pemberian cuma-cuma. Jadi jangan ditafsirkan
 hibah karena nanti pemahamannya berbeda," jelas Sjafrie Sjamsoeddin.

Sjafrie mengharapkan pada Oktober 2014 dapat segera melakukan latihan
 dengan mendapatkan sebanyak 24 pesawat F16 tambahan. Artinya TNI AU
 akan menambah 1 squadron F16.

OKE ZONE

Enam Panser Anoa Perkuat Kodam V/Brawijaya


Panser Anoa. (Foto: Berita HanKam)

5 Oktober 2011, Surabaya (ANTARA News): Kodam
 V/Brawijaya menambah enam unit alat utama sistem senjata
(alutsista) berupa panser "Anoa" buatan dalam negeri atau
 PT Pindad Indonesia.

"Kami baru saja menambah alutsista panser bernama Anoa
 buatan PT Pindad Indonesia," ujar Pangdam V/Brawijaya
Mayjen TNI Gatot Nurmantyo di sela peringatan HUT ke-66
TNI di Surabaya.

Dari enam panser "Anoa" yang dipesan, dua unit di antaranya
sudah dipamerkan di hadapan para prajurit dan ribuan warga
 yang memadati lapangan upacara yang dipusatkan di Makodam
 V/Brawijaya, Surabaya.

"Empat lainnya juga dipamerkan, tapi tidak ikut dalam barisan defile.
 Semua itu kami fasilitasi untuk batalyon raider," tukas jenderal
 bintang dua tersebut.

Pangdam menegaskan, khusus untuk pengadaan dan pemesanan
alutsista, pihaknya akan mengutamakan senjata buatan dalam negeri
yang diproduksi oleh anak bangsa Indonesia.

Selain itu, kata dia, program tersebut merupakan kebijakan
pemerintah pusat agar semua persenjataan utama di kalangan
TNI menggunakan buatan dalam negeri.

"Perlahan tapi pasti, TNI akan menggunakan senjata buatan
putra Indonesia sendiri. Ini juga kebijakan dari pemerintah,"
tukas Panglima Komando Garnisun Tetap III/Surabaya tersebut.

Selain memamerkan dua panser barunya, dalam peringatan
 HUT ke-66 TNI, juga dipamerkan 95 kendaraan dan peralatan
tempur, di antaranya delapan unit mobil pertempuran jarak dekat
 dan 10 unit meriam 57 mm milik Arhanudse-8.

Ada pula, delapan unit kendaraan lapis baja milik Kaveleri serbu 3,
 tank AMX 10 milik Marinir TNI AL, empat unit tank Scorpion,
meriam Howitzer 122 milimeter, serta tiga unit helikopter milik Puspenerbal.

Sumber: ANTARA News

Sistem Perisai Rudal AS Mulai Isolasi Rusia




Rusia mengkritik upaya Amerika Serikat untuk memper
luas sistem rudal NATO, menyusul kesepakatan baru yang
 akan memungkinkan penempatan kapal perang Amerika
 di pantai Spanyol.
Penyebaran kapal perang anti-rudal akan mewakili peningkatan
 yang signifikan dalam kemampuan sistem anti-rudal AS di zona
 Eropa, dan perjanjian dengan Spanyol tidak bisa menafikan
 kekhawatiran," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam
 sebuah pernyataan pada Kamis (6/10) seperti dilansir Reuters.
Pernyataan itu muncul setelah Spanyol setuju untuk menjadi 
tuan rumah setidaknya empat kapal NATO sebagai bagian dari
 program militer untuk Eropa.
Kemlu Rusia mengancam untuk menghentikan kerjasama
 dengan Amerika terkait sistem lain program rudal bersama.
"Jika peristiwa itu terus berkembang, kesempatan untuk
 mengubah pertahanan rudal dari daerah konfrontasi menjadi 
subyek kerjasama, akan hilang," tambah pernyataan tersebut.
Program AS-NATO menyerukan penyebaran awal kapal
 berbasis anti-rudal balistik di Mediterania, diikuti oleh sistem
 berbasis darat di Rumania, Polandia dan Turki.
Pemerintah Moskow telah lama menentang rencana NATO
 itu, dengan alasan bahwa program perisai rudal tidak untuk
 mengamankan sekutu Washington di Eropa, tetapi secara efektif
 ditujukan kepada Rusia

IRIB

Severodvinsk nuclear sub completes first sea trials


Russia’s new Severodvinsk nuclear-powered attack submarine has successfully completed sea trials
Russia’s new Severodvinsk nuclear-powered attack submarine has successfully completed sea trials

Russia’s new Severodvinsk nuclear-powered attack submarine has successfully completed initial sea trials by builder Sevmash, a Russian shipyard said on Thursday.
“The trial was successful. Tests of the ship’s systems were held as scheduled,” Sevmash ship-building company said in a statement.
The Russian Navy will receive its first Severodvinsk nuclear submarine in late 2011. Sevmash is planning to build a total of six submarines of this class.

RIA NOVOSTI

Iran Siap untuk Misi Penjaga Perdamaian PBB




Pasukan UNIFIL di Lebanon






Seorang komandan senior militer Iran menyuarakan kesiapan Tehran
 untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke setiap wilayah yang 
dibutuhkan PBB.
Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran, Brigjend. Ahmad
Reza Pourdastan mengatakan, militer Iran siap untuk mengirimkan
pasukan penjaga perdamaian atas permintaan PBB, IRNA melaporkan
pada Rabu, (5/10).
"Kesiapan pasukan Iran untuk melakukan misi penjaga perdamaian 
adalah bukti kekuatan Angkatan Bersenjata Iran," katanya.
"Pasukan penjaga perdamaian yang biasanya dikirim ke daerah 
konflik, telah menerima pelatihan komando, taktik perang gerilya 
dan memiliki keterampilan menembak," jelasnya.
Pourdastan menambahkan bahwa pasukan penjaga perdamaian
Iran telah menguasai bahasa Inggris, Arab dan Perancis, karena
sifat khusus dari misi mereka dan mempelajari keterampilan yang
diperlukan untuk misi tersebut.
"Kementerian Luar Negeri Iran sedang melakukan negosiasi untuk
 mengirim pasukan penjaga perdamaian ke daerah yang ditunjuk 
oleh PBB," tambahnya.
Misi pasukan penjaga perdamaian PBB dimulai pada 1948 ketika
 otoritas Dewan Keamanan menyebarkan pengamat militer
 ke Timur Tengah. Selama bertahun-tahun, ratusan ribu personil
 militer dan puluhan ribu polisi PBB serta warga sipil lainnya lebih
 dari 120 negara telah berpartisipasi dalam operasi penjaga perdamaian
 PBB. (IRIB/RM)

BERITA POLULER