Pages

Wednesday, August 10, 2011

Dua Sukhoi Kawal Pesawat Wapres




MAKASSAR - Dua dari empat pesawat Sukhoi yang dibeli dari Rusia mengawal pesawat kepresidenan yang mengangkut Wakil Presiden Boediono dari Bandara Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (10/8).

Pesawat yang disiagakan di Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin tersebut mengawal pesawat yang berisi wapres dengan tujuan Manado, Sulawesi Utara selama 10 menit. Usai pengawalan Sukhoi kemudian berbalik arah menuju Jakarta untuk ikut serta dalam peringatan HUT RI 17 Agustus 2011.

Wapres terbang Manado menggunakan pesawat kepresidenan BAe RJ-85. "Iya ini pengawalan, sekalian mereka (sukhoi) akan terbang menuju Jakarta, untuk ikut serta dalam peringatan Dirgahayu Republik Indonesia 17 Agustus nanti," ujar Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat.

Aksi pengawalan tersebut, tidak pelak mengundang kekaguman delegasi yang ikut dalam rombongan Wapres. Beberapa wartawan dan petugas dokumentasi Istana Wapres tak luput untuk mengabadikan aksi pengawalan tersebut.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Kapal Induk Pertama Cina Memulai Pelayaran Perdana


Varyag di galangan kapal di pelabuhan Dalian. (Foto: Xinhua)

10 Agustus 2011, Dalian (Berita HanKam): Kapal induk pertama China meninggalkan galangan kapal di pelabuhan Dalian, Provinsi Liaoning pada Rabu (10/8) pagi untuk memulai perlayaran pertama.

Sumber militer Cina mengatakan perlayaran pertama sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dan tidak memakan waktu lama. Setelah kembali dari berlayar kapal induk akan direfit kembali dan diuji coba.

Kapal induk tersebut pada mulanya dibangun oleh bekas Uni Sovyet dan diberi nama Varyag. Pembangunan dimulai pada era-198o dan dihentikan pada 1992 setelah kejatuhan Uni Sovyet. Varyag ditempatkan di galangan kapal di Ukraina dan dibeli oleh perusahaan Cina berbasis di Makao senilai 20 juta dolar pada 1998. Perusahaan ini mengklaim kapal induk akan diubah menjadi wahana hiburan. Kapal induk tiba di galangan kapal Dalian untuk diperbaiki Maret 2002, diharapkan kapal induk akan dioperasikan Angkatan Laut sekitar 2012.

Sumber: Xinhua

Komandan Skuadron Kapal Selam Thailand Kunjungi Kobangdikal



9 Agustus 2011, Surabaya (ANTARA News): Komandan Skuadron Kapal Selam Angkatan Laut Thailand, Rear Admiral Suria Pornsuriya, mengunjungi Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kobangdikal) di Surabaya, Selasa.

Dalam kunjungan itu, delegasi "Submarine Squadron Royal Thai Navy (RTN)" itu disambut Komandan Kobangdikal Laksamana Muda TNI Sadiman.

Mereka mendapat suguhan tentang profil Kobangdikal dan sistem pendidikan TNI-AL yang diterapkan di lembaga tersebut.

Pihak RTN dan Kobangdikal juga melakukan dialog tentang perkembangan teknologi kapal selam. "Peluang kerja sama di bidang pendidikan dan latihan juga dibicarakan dalam pertemuan tadi," kata Sadiman.

Bahkan, pihak RTN dan Kobangdikal bersedia meningkatkan hubungan kerja sama strategis dalam mendidik calon prajurit matra laut itu.

"Kami bersedia untuk terus membina hubungan dan meningkatkan kerja sama yang telah terjalin selama ini," kata laksamana bintang dua itu.

Dalam kunjungannya ke Kobangdikal, Suria Pornsuriya didampingi beberapa pejabat Skuadron Kapal Selam Thailand, yakni Captain Willers Samabut (Deputy Comander), Captain Surapong Phuaknoi (Director of Enginering), Captain Wirote Sangkamies (Deputy Chief of Staff Submarine Squadron).

Rombongan asal negeri "Gajah Putih" itu juga didampingi Atase Pertahanaan Thailand di Indonesia, Captain Apichat Punyakitiwat.

Sementara itu, Sadiman didampingi Kodikopsla Laksamana Pertama TNI Didik Wahyudi, Direktur Pendidikan Kolonel Laut (P) Eko Purwanto, dan perwira lainnya.

Setelah beramah tamah di ruang tamu Gedung Ki Hadjar Dewantara, rombongan mengunjungi beberapa tempat pendidikan di Kobangdikal.

Sumber: ANTARA News

Indonesia Mandiri Membuat Satelit




Persiapan peluncuran satelit. (Foto: Lapan)

10 Agustus 2011, Jakarta (KOMPAS.com): Tim perekayasa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional tengah menyelesaikan desain dan rancang bangun satelit mikro Lapan A2. Pembuatan satelit komunikasi dan pengindraan jauh ini di Pusat Teknologi Satelit Lapan di Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, akan selesai pada September 2011.

"Keberhasilan ini menjadi bukti kemajuan kita untuk mencapai kemandirian dalam pembuatan satelit," kata Kepala Lapan Bambang Tedja Sumantri, Selasa (9/8/2011).

Menurut rencana, satelit Lapan A2 akan diluncurkan dari tempat peluncuran roket di India pada Januari 2012. Satelit ini akan ditumpangkan pada peluncuran satelit milik ISRO-India. Untuk pengiriman satelit ini ke India juga telah dipersiapkan kargo khusus.

Satelit ini akan beredar di orbit khatulistiwa dan memiliki jangkauan lebih lebar. Berbeda dengan generasi terdahulu, Lapan A2 telah dilengkapi dengan sistem identifikasi otomatis. "Dengan sarana ini, satelit dapat memantau pergerakan kapal laut yang lewat wilayah Indonesia berdasarkan sinyal yang dipancarkannya," tutur Bambang.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata menambahkan, pihaknya telah melakukan pengujian komponen muatan satelit tersebut.

Sementara itu, untuk peluncuran berikutnya dipersiapkan pula satelit pencitra di orbit polar. Semula satelit mikro yang menggunakan sistem optik ini akan diluncurkan bersamaan dengan satelit Lapan A2, tetapi karena kendala teknis, diputuskan perubahan ke orbit polar.

Satelit mikro ini dilengkapi dengan kamera high density television (HDTV). Pengujian kamera ini telah dilakukan dengan menumpangkannya pada pesawat terbang.

Terkait dengan pengoperasian satelit ini, dilakukan pula modifikasi rekayasa stasiun penerima agar mampu menangkap sinyalnya pada S-band.

Sumber: KOMPAS.com

Tuesday, August 9, 2011

Menhan: Prajurit TNI Tetap Bangun Papua

 
........... / Infrastruktur Papua
Jurnas.com | MENTERI Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan prajurit TNI tetap melakukan tugas untuk membangun masyarakat Papua. “Prajurit TNI tetap masuk desa melakukan kegiatan untuk membangun Papua,” kata Menhan Purnomo Yusgiantoro usai menerima pimpinan Barisan Merah Putih Papua di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (9/8).

Menurut Menhan, kondisi keamanan di Papua sudah mulai membaik. “Saya kira sudah tidak ada masalah soal keamanan. Hanya tiga tempat saja yaitu di Paniai sudah mulai baik. Di Abepura dan Ilaga juga sudah mulai tenang,” katanya.

Ditanya soal adanya gerakan separatis di Papua, menurut Menhan, kalau itu membahayakan keselamatan, harus ditindak sesuai prosedur.

Menyangkut usulan perlunya dialog terkait Papua, Menhan secara tegas menyatakan bahwa Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Itu bagian dari NKRI,” katanya.

JURNAS

Mayjen TNI Asmyn Yusri Nasution Jadi Pangkostrad

 
Humas TNI AD / TNI AD
Jurnas.com | JABATAN Panglima Komando strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) hari ini, Selasa, 9/8, diserahterimakan dari Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo kepada Mayjen TNI Asmyn Yusri Nasution, di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Selasa, (9/8). Jenderal Pramono Edhie Wibowo saat ini diberi tugas sebagai Kepala Staf Angkatan darat, sedangkan Mayjen TNI Asmyn Yusri Nasution sebelumnya menjabat sebagai Aster Panglima TNI. "Kostrad memiliki dua peran penting, sebagai Kotama Operasional TNI, tugas pokok Kostrad adalah menyelenggarakan operasi pertahanan tingkat strategis sesuai dengan Kebijakan Panglima TNI. Sedangkan sebagai Kotama Pembinaan TNI Angkatan Darat, Kostrad bertugas membina kesiapan operasional atas segenap jajaran komandonya yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada KSAD, "kata Jenderal Pramono.

Karena itu, katanya, Kostrad harus memiliki mobilitas tinggi dan mampu bereaksi cepat sebagai wujud ketanggap segeraan terhadap segala bentuk dan jenis ancaman yang timbul di seluruh wilayah nusantara.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan acara serah terima jabatan Pangdam III/Siliwangi dari Mayjen TNI Moeldoko kepada Mayjen TNI Muhamad Munir dan Pangdam IV/Diponegoro dari Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono kepada Mayjen TNI Mulhim Asyrof.

Mayjen TNI Moeldoko mendapat promosi jabatan sebagai Wakil Gubernur Lemhanas sedangkan Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono menjabat sebagai Aster Panglima TNI. Mayjen TNI Muhamad Munir sebelumnya menjabat sebagai Kasdiv-II/Kostrad dan Mayjen TNI Mulhim Asyrof sebelumnya menjabat sebagai Asrena Kasad.

JURNAS

Monday, August 8, 2011

Pertemuan Joint Committee Program KF-X/IF-X

F-33 /IF-X/ KF-X




8 Agustus 2011, Jakarta (Ristek): Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan telah menandatangani nota kerjasama pengembangan pesawat tempur Korean – Indonesia Fighter (KF-X/IF-X). Pesawat ini didisain lebih unggul dari pesawat F-16 buatan Amerika dimana radius penyerangannya lebih luas, sistim avionik dan sistem radar lebih canggih, serta tidak tertangkap radar musuh (stealth technology).

Kerjasama tersebut akan meliputi kerjasama pengembangan teknologi (technology development) selama 2 tahun dari tahun 20011.

Kemudian dilanjutkan kerjasama dengan engineering dan manufacturing Development yang akan membutuhkan waktu 10 – 15 tahun hingga mendapatkan prototipe yang sudah mendapatkan sertifikat. Setelah itu baru akan di produksi secara masal baik untuk digunakan oleh masing-masing angkatan udara kedua negara maupun untuk dijual ke negara lainnya. Tahun 2020 KF-X/IF-X ditargetkan sudah siap untuk di operasikan oleh kedua negara dan dijual ke negara lainnya.

KFX - medium fighter aircraft with 4.5 generation technology (photo : hangkong)

Untuk memulai kerjasama pengembangan teknologi tersebut diatas, pada tanggal 2 Agustus 2011 lalu telah dilakukan pertemuan pertama joint committee antara pejabat kedua negara (the first joint committee meeting).

Dalam kesempatan tersebut juga telah diresmikan fasilitas Combined Research & Development Center (CRDC) di kota Daejeon sebagai fasilitas bersama pengembangan teknologi KF-X/IF-X. Pejabat Indonesia yang terlibat pada saat peresmian CRDC adalah Sekjen Kemhan, Duta Besar RI untuk Korsel, Dirjen Pothan Kemhan, Ka. Balitbang Kemhan, dan Deputi Relevansi dan Produktivitas Iptek Kementerian Riset dan Teknologi. Sedangkan dari Korea Selatan adalah pejabat dari DAPA (Defence Acquisition Procurement Administration), Presdir ADD (Agency for Defence Development), Presdir KARI (Korea Aerospace Research Institute), Presdir KAI (Korean Aerospace Industry), Presdir LIG, dan Marsekal Madya dari Airforce Korsel.

Dengan diresmikannya CRDC maka kerjasama pengembangan teknologi sudah dimulai. Tim engineering Indonesia yang sudah ada di Daejeon-Korsel saat ini sejumlah 21 orang dari total rencana 35 orang. Sisanya akan dikirim dalam waktu dekat ini.

Adapun komposisi tim engineering lengkap nantinya adalah 21 orang dari PT DI, 4 orang dari ITB dan 7 orang dari TNI-AU, serta 3 orang dari Kemhan. Mereka akan bekerjasama dengan tim engineering (lebih kurang 150 orang) Korsel selama 3-6 bulan. Setelah itu akan dikirim kembali tim engineering lanjutan beberapa gelombang hingga tahun 2012.

Sumber: Humas Ristek

BERITA POLULER