Pages

Monday, July 4, 2011

ATM Tempah 32 Kereta Perisai Daripada Pindad


03 Juli 2011


Rimau APC 6x6 buatan Pindad (photo : Defense Studies)


KANGAR: Aset Angkatan Tentera Malaysia (ATM) bakal dikuatkan dengan pembelian 32 unit kenderaan pengangkut tempur pelbagai guna (APC) 6x6 Pindad daripada Perusahaan Industri Angkatan Darat PT (Pindad) Indonesia.


Pengarah Pindad, Adik A Soedarsono berkata, tempahan pembelian kenderaan APC itu dilakukan dua tahun lalu dan pembelian berkenaan dijangka mendapat persetujuan penuh hujung bulan depan.


Menurutnya, hampir 30 unit APC sudah siap dipasang dan hanya menunggu persetujuan daripada kerajaan Malaysia.


“Kenderaan perisai itu bakal digunakan tentera pengaman Malaysia bagi melaksanakan tugasan pengaman Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB).


“Ia sesuai dengan kebolehannya sebagai pengangkutan yang boleh digunakan di pelbagai keadaan bentuk muka bumi dan jalan,” katanya.


Beliau berkata demikian ketika menerima kunjungan rombongan Raja Muda Perlis, Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail ke PT Pindad dalam rangka lawatan kerja empat hari baginda ke Bandung, Indonesia, yang turut disertai wakil media Malaysia. Turut serta dalam lawatan itu Setiausaha Kerajaan Perlis, Datuk Azizan Hamid dan Naib Canselor Prof Datuk Dr Kamarudin Hussin. Difahamkan, kedua-dua negara sudah mencapai persetujuan membeli kenderaan berkenaan, namun mengalami sedikit masalah teknikal berhubung penjualan enjin APC berkenaan yang diimport sepenuhnya daripada Renault.


Rombongan yang turut disertai wakil kedutaan Malaysia di Jakarta termasuk Penolong Atase Pertahanan Malaysia di Indonesia, Mejar Shamsuri Misran dan Pengarah Jabatan Penuntut Malaysia di Jakarta, Datuk Paduka Dr Junaidi Abu Bakar itu juga dibawa melawat bahagian lain perusahaan berkenaan termasuk kilang senjata api dan bahan letupan bagi tujuan ketenteraan dan komersial.


Tuanku Syed Faizuddin bertitah, lawatan itu bersejarah kerana berpeluang melihat sendiri pengeluaran persenjataan PT Pindad yang bertaraf dunia.


Katanya, syarikat itu contoh utama memangkin perkembangan industri pertahanan di rantau ini terutama di Malaysia dan Indonesia.


“Kita juga ingin melihat peluang kerjasama bagi memperkembangkan industri persenjataan antara kedua-dua negara termasuk perkongsian teknologi di peringkat serantau dan global.


“Lawatan sebegini diharap dapat memperluaskan lagi peluang memasuki pasaran serantau daripada segi pengiktirafan sebagai pengeluar persenjataan,” katanya.


DPR Setujui 4 BUMN ( PT DI, PT PAL, PT PINDAD, PT MERPATI AIR LINES) Terima PMN


Yuni Astutik - Okezone
Senin, 4 Juli 2011 18:17 wib
 
Ilustrasi Foto: Koran SI
Ilustrasi Foto: Koran SI
JAKARTA - Komisi VI akhirnya menyetujui permintaan Menteri BUMN dan Menko Perekonomian memperoleh dana Penyertaan Modal Negara (PMN). PMN ini diberikan pada BUMN yang dianggap strategis.

Berdasarkan rapat dengar pendapat antara Komisi VI bersama Menteri BUMN dan Menko Perekonomian hari ini disepakati bahwa ada empat perusahaan plat merah yang diprioritaskan memperoleh dana PMN.

"Komisi VI DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melakukan penyehatan BUMN melalui pemberian PMN dan konversi SLA/RDI  dari bantuan pemerintah yang belum ditentukn statusnya (BPYBDS) untuk PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, Pt Pindad menjadi penyertaan modal negara," ungkap Ketua Komisi VI Airlangga Hartanto saat membacakan kesimpulannya di gedung DPR RI Jakarta Senin (4/7/2011).

Sementara untuk perusahaan Plat merah lain yang dikatakan juga membutuhkan suntikan dana akan dikaji lebih lanjut dalam panitia Kerja (Panja) PMN dan restrukturisasi Komisi VI DPR RI.

"PMN dan restrukturisasai untuk PT PPA, PT kertas leces, Perum LKBN Antara, PT IKI, PT Dok Koja Bahari, PT Balai Pustaka, PT Perikanan Nusantara akan dikaji dalam Panja PMN dan Restrukturisasai komisi VI DPR RI," pungkasnya.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menegaskan, upaya menyehatkan BUMN dilakukan dengan berbagai cara, termasuk PMN. Dana segar yang siap mengalir ke BUMN strategis sebagai dukungan penyehatan sebesar Rp7,79 triliun dari postur APBN.

Dari total dana tersebut, aliran dana yang langsung dari APBN sebesar Rp2,94 triliun yang diberikan bagi PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Pindad, dan LKBN Antara. Selain itu, dana APBN yang dialirkan melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp4,85 triliun diberikan kepada PT PAL, IKI, PT Dok Koja, PT Bahari, PT PPA dan Perikanan Nusantara. Untuk PMN yang belum direkomendasikan dan masih sebatas usulan sebesar Rp2,1 triliun.

Adapun rincian dari pemberian PMN dan konversi serta BPYBDS adalah sebagai berilut :

1. PT DI
-Rp1,450 triliun konversi hutang (non cash ) tahun 2011
-Rp2,380 triliun legaliasasai penyertaan modal sementara tahun 2011
-Rp2,060 triliun PMN cash untuk tahun 2012

2. PT PAL Indonesia
-Rp648,33 miliar PMN cash APBNP 2011
-Rp1,397 triliun PMN cash tahun 2012
-Rp462,9 miliar berupa Konversi hurang SLA
-Rp193,370 miliar berupa konversi hutang PPA
-Rp56,530 miliar berupa konversi hutang rekening dana investasi
-Rp101,200 miliar berupa konversi hutang KITE (pokok dan denda)

3. PT Pindad
-Rp696,7 miliar PMN cash 2012
-Rp35,4 miliar APBNP 2011 hutang
-Rp241,8 miliar berupa hutang jangka panjang ke pemerintah (BPYBDS)

4. PT Merpati Airlines sebesar Rp561 miliar restrukturisasi dan revitalissi yang dimasukkan dalam APBNP 2011 dengan catatat telah melalui kajian restrukturiasai oleh PPA.

Sumber OKEZONE

KRi Cakra-401 Kembali ke Dermaga Ujung, Surabaya




SURABAYA - Sejumlah prajurit TNI-AL berada di atas lambung kapal selam KRI Cakra-401 melintas di perairan laut Surabaya, Jatim, Senin (4/7) usai melakukan patroli menjaga kedaulatan wilayah laut NKRI. KRI Cakra-401 merupakan salah satu armada pemukul TNI AL yang telah ditingkatkan kemampuannya di DSME Korea Selatan dan dipersenjatai oleh 14 buah torpedo 21 inci. Saat ini KRI Nanggala-402 juga tengah melakukan perbaikan dan peningkatan kemampuan ditempat yang sama. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/Koz/Spt/11.

Russia to build nuclear aircraft carrier by 2023


The Russian navy has one conventionally powered aircraft carrier, the Admiral Kuznetsov
11:20 30/06/2011
Russia will complete construction of its first nuclear powered aircraft carrier by 2023, the head of Russia’s United Shipbuilding Corporation said on Thursday. “We will start designing the Russian aircraft carrier in 2016, so that by 2018 we can start construction,” company head Roman Trotsenko said.
He also said that as the construction period was likely to be five years, the carrier would be put into service in 2023.
The Russian navy has one conventionally powered aircraft carrier, the Admiral Kuznetsov, construction of which began during the Soviet era and finished in the early 1990s.
President Dmitry Medvedev said in 2008 that Russia would build new carriers for the navy but did not specify how they would be powered.

RIA NOVOSTI

Sunday, July 3, 2011

Israel Akui Kecanggihan Radar Terbaru Iran



Situs Israel Defense dalam laporannya mengisyaratkan kemampuan rudal Republik Islam Iran. Menurut situs ini,"Apa yang kita saksikan menunjukkan bahwa industri militer Iran sangat maju dari apa yang dilaporkan Barat." "Bangsa Iran di manuver terbaru untuk pertama kalinya memamerkan radar dengan kemampuan multi dan memiliki kemampuan teknologi canggih," tulis situs Israel Defense seperti dinukli Mehr News.
Radar terbaru tersebut dipamerkan militer Iran dengan dihadiri Pemimpin Besar Revolusi Islam atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei. Situs ini menambahkan, hari Selasa lalu Iran menggelar pameran dan manuver hasil industri militernya. Di manuver yang dihadiri Rahbar tersebut, dipamerkan senjata buatan dalam negeri Iran mulai dari roket, rudal, kendaraan lapis baja dan persenjataan canggih lainnya.
Radar multifungsi Iran tersebut sangat canggih, selain jarak detiksi dan radiasinya secara elektonik mendapat pengakuan juga kemampuannya menditeksi sasaran tanpa membutuhkan perubahan letak cukup mencengangkan.
Tal Inbar, peneliti di Institut Riset Antariksa Fisher membenarkan kemampuan radar Iran. Kepada situs Israel Defense, Tal Inbar mengatakan, informasi dan data terkait program Iran untuk membuat sebuah radar canggi telah dimuat di media massa Iran sejak tahun 2007, namun tidak mendapat reaksi besar dari dunia.
Ditambahkannya, Iran pada tahun 2010 memamerkan sebuah radar canggih yang disebutnya memiliki kemampuan untuk menangkap rudal canggih semacam S-300. "Namun radar yang baru saja dipamerkan dan dihadiri Rabar benar-benar canggih," tegas Tal Inbar.
Ia menekankan, hanya segelintir negara yang berhasil membuat dan meremajakan radar semacam ini. Radar ini dengan mudah menditeksi sejumlah sasaran secara bersamaan dan memberikan informasi, tandas Inbar. (IRIB/Mehr/MF/NA)

IRIB

Iran Luncurkan Rudal Balistik Bawah Tanah

 Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik dari silo bawah tanah pada hari pertama manuver militer Nabi Besar 6.
"Peluncuran rudal ini adalah bagian dari unit reaksi cepat dari Brigade rudal IRGC", kata juru bicara IRGC yang bertanggung jawab atas manuver militer ini, Jenderal Asghar Qelich-Khani, Senin (27/6).
Qelich-Khani menegaskan kelebihan utama silo rudal adalah waktu peluncuran lebih efisien dan senjata tidak perlu dipindahkan sebelum peluncuran.
Sebelumnya, Panglima Divisi Zona Udara IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, Ahad (26/6) mengatakan manuver militer "Nabi Besar 6" akan dimulai pada Senin.
Brigadir Jenderal Hajizadeh menambahkan bahwa rudal pendek, menengah dan rudal jarak jauh, yaitu Khalij Fars (Teluk Persia Teluk) , Sejjil, Fatih, Qiam, rudal Shahab-1 dan Shahab-2 akan dipergunakan selama latihan perang.
Brigadir Jenderal Hajizadeh menekankan bahwa manuver militer Nabi Besar 6 bertujuan benar-benar defensif dan akan dipentaskan dengan mengusung pesan "perdamaian dan persahabatan."(IRIB/PH)

IRIB

Arab Saudi Membeli 200 Armada Tank Leopard

 Pemerintah Jerman yang dituding menjual senjata dan logistik militer kepada rezim diktator dan mendukung pemerintahan anti-demokrasi di berbagai kawasan termasuk Afrika Utara dan Timur Tengah, kini berniat menjual 200 unit tank moderennya, Leopard, kepada Arab Saudi.
IRNA mengutip laporan Speigel menyebutkan, Berlin dengan keputusannya menjual persenjataan beratnya kepada negara-negara despotik termasuk Arab Saudi, pada hakikatnya telah menyatakan dukungan terhadap rezim-rezim tersebut.
Dewan Keamanan Federal Jerman yang dianggotai oleh kanselir, menteri pertahanan, dan menteri luar negeri itu, pekan lalu menyetujui penjualan senjata berat ke Arab Saudi.
Arab Saudi menyatakan ingin membeli lebih dari 200 armada tank Leopard 2A7+ namun, Berlin hanya menyetujui penjualan 200 unit saja.
Speigel menambahkan, industri persenjataan Jerman berharap dapat kembali sigenjot dengan transaksi senjata senilai milyaran melalui penjualan tank baru, model lama, atau bekas.
Pemerintah Riyadh telah terlebih dahulu melakukan negosiasi langsung dengan perusahaan senjata milik Amerika Serikat yang berada di Spanyol yang memegang hak produksi tank tersebut. Kini Arab Saudi langsung berhubungan dengan perusahaan utama produsen tank Leopard di Jerman.
Menurut Speigel, pemerintahan Berlin sebelumnya, berulangkali menangguhkan pembelian tank-tank tersebut kepada Arab Saudi karena pertimbangan keamanan rezim Zionis Israel. Namun kini tampaknya, Israel tidak menganggap tank tersebut sebagai ancaman.
Speigel menambahkan, penjualan senjata-senjata berat itu disepakati di saat Raja Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir tidak menunjukkan peran damainya di kawasan dan bahkan membantu menumpas protes damai rakyat Bahrain.
Dalam iklan videonya, disebutkan bahwa tank Leopard dapat menakut-nakuti demonstran dan dapat membersihkan rintangan yang menghadang jalannya. Tank tersebut merupakan salah satu unggulan ekspor senjata Jerman dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Di Jerman, tercatat 80 ribu orang bekerja di bidang industri persenjataan dan industri terkait. Perusahaan-perusahaan senjata dan militer Jerman memiliki peran besar dalam transaksi senjata di tingkat global, dengan banyak menjual tank bekas dan model-model lama.
Berdasarkan data Pusat Perdamaian Stockholm, Swedia, antara tahun 2006 hingga 2010, negara pengimpor terbesar senjata dari Jerman adalah, Yunani dengan 15 persen, Afrika Selatan dengan 11 persen, Turki dengan 10 persen, Korea Selatan sembilan persen, dan Malaysia dengan tujuh persen.
Sejak tahun 1998, Jerman berhasil mendongkrak tingkat ekspor persenjataannya, dan jika sebelumnya berada di urutan kelima, pada tahun 2009 Jerman menduduki posisi ketiga. Adapun Amerika Serikat dan Rusia tetap menduduki posisi pertama dan kedua.
(IEIB/MZ/AR)


IRIB

BERITA POLULER