Pages

Tuesday, June 28, 2011

Kemhan Bahas Revitalisasi Industri Pertahanan

(Foto: Berita HanKam)
27 Juni 2011, Jakarta (Jurnas.com): Kementrian pertahanan mengadakan sidang ketiga Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) di kantor Kementerian pertahanan di Jakarta, Senin (27/6). Sidang ini akan membahas dan menetapkan program kebijakan atau regulasi yang dianggap perlu dan prioritas dalam bidang industri pertahanan.

Sidang ini akan memuat penetapan kebijakan revitalisasi industri pertahanan untuk membahas dan menetapkan kebijakan-kebijakan yang menjamin pemberdayaan industri pertahanan. Dari hasil sidang ini, diharapkan dapat diambil keputusan untuk menetapkan rencana aksi sebagai tindak lanjut tuntutan kebijakan dan perkembangan yang terjadi.

Kebijakan dalam sidang KKIP ini meliputi kebijakan produksi yang menyangkut konsistensi pengadaan alutsista hasil produk dalam negeri (BUMNIP dan BUMNIS), program offset, R&D dan alih teknologi, penataan struktur industri pertahanan. Dibidang kebijakan pembiayaan dan insentif fiskal, kebijakan akan meliputi mekanisme pembiayaan (multi years dan fasilitas pembiayaan), sedangkan Kebijakan penyehatan korporasi BUMNIP meliputi penyehatan cash flow dan neraca BUMNIP, penataan organisasi BUMNIP, dan peningkatan kemampuan SDM BUMNIP. Selain itu, dari sidang ini diharapkan muncul kebijakan pengadaan barang dan jasa yang meliputi mekanisme pangadaan barang dan jasa.

Sidang akan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama BUMNIP dengan 19 industri pendukung serta Kemhan. Perusahaan yang ikut menandatangani MoU diantaranya PT. DI sebagai pihak pertama, dan PT. LEN dan PT Dahana sebagai pihak kedua. PT Pindad juga akan menandatangani MoU dengan Badan Sarana Pertahanan Kemhan, PT LEN, PT Krakatau Steel, dan PT Inti.

Sidang yang hingga saat ini masih berlangsung dihadiri oleh Menteri pertahanan Purnomo Yusgiantoro selaku ketua KKIP, menteri BUMN selaku wakil ketua, wamenhan, menteri perindustrian, menristek, panglima TNI dan Kapolri. Tim Pokja KKIP, tim asistensi, sekretaris Pokja KKIP, dan kemkeu.

Sumber: Jurnas

Indonesia Tingkatkan Industri Pertahanan


(Foto: Berita HanKam)

27 Juni 2011, Jakarta (Jurnas.com): INDUSTRI pertahanan dalam negeri diharapkan bisa mandiri. Untuk itu perlu upaya pembinaan dari pemerintah pada pelaku industri pertahanan agar produk pertahanan Indonesia dapat dipercaya oleh konsumen di dalam dan luar negeri.

"Ada langkah-langkah untuk menyukseskan rencana pembangunan alutsista jangka panjang yang dipasok di dalam negeri, pertama perlu ada konsistensi pengadaan alutsista produk dalam negeri hasil Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS),"kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Jakarta, Senin (27/6).

Purnomo menambahkan, langkah kedua dari Kemhan adalah dengan menyiapkan program offset dalam rangka pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (alutsista). Program ini diaplikasikan dengan alih produksi dan teknologi alutsista dari luar negeri.

"Juga offset, yang merupakan bagian dari counter trade, yang merupakan kesepakatan pemerintah sebagai pihak pembeli dengan pihak asing penyedia produk pertahanan guna mengikut sertakan pihak pembeli dalam proses produksi untuk keperluan ToT sebagai prasyarat jual beli. Ini bertujuan untuk membangun kemampuan produksi bagi industri pertahanan,"jelas Purnomo.

Ketiga, kata Purnomo, adalah dengan melakukan Research and Development (R&D), dengan melakukan sinergitas R&D dan alih teknologi. "Maka perlu peningkatan anggaran R&D dan alih teknologi pertahanan agar dapat melakukan kerjasama R&D terkait dengan belanja alutsista,"kata Menhan.

Menhan menambahkan, perlu dilakukan penataan struktur industri pertahanan untuk meningkatkan industri pertahanan yang sesuai kapasitas produksi.

Sumber: Jurnas

Sunday, June 26, 2011

Panglima TNI Harap SBY Umumkan KSAD Baru Pekan Ini

 

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. TEMPO/Imam Sukamto
Pengganti Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sudah diputuskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pekan ini.

"Saya harap minggu ini (sudah dipilih nama), kan masih ada hari ini (Jumat), Sabtu, dan Minggu, beliau (Presiden) juga kerja," kata Agus Suhartono seusai menjadi Inspektur Upacara Apel Kebangsaan Gerakan Muda (GM) Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) di Lapangan Markas Kodam V Brawijaya, Surabaya, Jumat 24 Juni 2011.

Menurut Agus, mengenai siapa KSAD yang akan menjadi pengganti Jenderal TNI George Toisutta, itu merupakan hak prerogatif Presiden. Sesuai undang-undang, sebagai Panglima TNI dia telah mengusulkan nama calon Kepala Staf TNI AD yang merupakan hasil dari Rapat Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti), kepada Presiden SBY.

"Siapa-siapa namanya tidak perlu saya sebut, yang jelas kewajiban saya berikan saran ke Presiden. Kita tunggu saja," katanya.

Soal salah seorang calon yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Presiden SBY, Agus membantah hal itu akan mempengaruhi Presiden dalam menentukan pengganti KSAD. "Kalau, toh, nanti ditunjuk salah satu yang ada hubungan kekerabatan, jangan dikaitkan dengan kekerabatan tersebut, tetapi karena memang memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai KSAD," katanya.

Seperti diketahui, salah satu calon yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Presiden SBY adalah Letnan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang kini menjabat Panglima Komando Strategi dan Cadangan TNI Angkatan Darat (Kostrad). Pramono adalah adik ipar Presiden SBY.

"Kalau ada penunjukan personel militer itu sudah melalui Sidang Wanjakti, artinya dari sisi profesi dan senioritas, pengalaman, dan penugasan memenuhi syarat, tidak ada kekerabatan," ucapnya.

TEMPO INTERAKTIF

Kontes Muatan Roket Indonesia 2011


YOGYAKARTA - Sebuah roket diluncurkan saat uji terbang muatan dalam rangka Kontes Muatan Roket Indonesia (Komurindo) 2011, di Pantai Pandansimo, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (26/6). Komurindo yang diikuti 40 tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia dengan tema "Attitude Monitoring and Surveillance" tersebut untuk mencari bibit unggul untuk menggeluti teknologi kedirgantaraan, khususnya roket. FOTO ANTARA/WAHYU PUTRO A/ss/ama/11


PTDI Berhenti Beroperasi Pada Tahun 2012




BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (PT DI), produsen pesawat terbang dan komponen pesawat, dipastikan berhenti beroperasi pada 2012 akibat kebangkrutan jika tidak segera dibantu pemerintah. Perusahaan menghadapi masalah likuiditas, ditambah rendahnya kepercayaan dari dalam negeri.

Hal tersebut diutarakan Dirut PT DI Budi Santoso saat menerima kunjungan kerja Komisi VI dan XI DPR di kantornya di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/6). Saat ini PT DI dianggap tidak bankable karena hutang yang harus dilunasi perusahaan. "Sejak 2008, kondisi PTDI sudah limbung. Perusahaan ini bisa kolaps tahun depan apabila tidak dibantu," katanya.

Meski masih mendapatkan pesanan komponen ataupun pesawat, menurut Budi, pihaknya kekurangan modal untuk mengerjakannya sehingga harus meminta talangan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp 675 miliar. Pada saat yang sama PT DI juga meminta bantuan dari pemerintah, seperti konversi utang sebesar Rp. 1,4 triliun menjadi modal, agar likuiditas perusahaan pulih lagi.

Pada penyusunan APBN 2012 PT DI juga mengajukan permohonan penanaman modal negara mencapai Rp 2,06 triliun. Uang itu dipergunakan untuk pengembalian dana talangan kepada PT PPA sebanyak Rp 675 miliar, modal kerja Rp 391 miliar, investasi berupa pembelian alat produksi Rp 707 miliar, serta regenerasi dan dekomposisi sumberdaya manusia Rp 282 miliar.

Beberapa pesanan yang masih dikerjakan PT DI adalah dua pesawat tipe CN-235 dari empat unit yang diminta Korea Selatan untuk pasukan penjaga pantai. Belum termasuk pesanan komponen helikopter dari Eurocopter. Pihaknya juga sedang mengembangkan purwarupa pesawat berkapasitas 19 orang seri N-219 dengan spesifikasi menyerupai Twin Otter untuk daerah yang belum punya landasan panjang.

Selain soal modal, PT DI juga menghadapi masalah tenaga kerja yang pelik. Budi mengungkapkan, tidak banyak insinyur kedirgantaraan yang memilih bekerja di PTDI. Mereka lebih memilih ke luar negeri karena tunjangan yang lebih besar.

"Kami hanya bisa mengajak para insinyur itu bergabung ke PT DI dengan alasan membela merah putih," ujar Budi. Karyawan PT DI saat ini 3.720 orang.

Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto menuturkan, PT DI adalah industri dalam negeri yang wajib dibantu, selain penting untuk keperluan alutsista militer Indonesia. Untuk itu ia bakal memperjuangkan bantuan bagi PT DI kepada Badan Anggaran DPR dalam pembahasan APBN 2012, Airlangga berharap semua pihak memiliki komitmen untuk membangkitkan kembali Industri dirgantara nusantara.

Sumber : KOMPAS

Kamov Ka-52 Alligator


RUSSIA - Heli tempur Kamov Ka-52 merupakan pengembangan dari heli Ka-50, di varian ini Kamov design bureau membuat konfigurasi kursi kokpit secara side-by-side. Ka-52 mampu mendeteksi beberapa target sekaligus mendistribusikan penyerangan ke unit-unit tempur diudara dan didarat. Termasuk interlink data ke heli tempur Mi-28 Havoc.

Dibandingkan dengan Ka-50, sosok Alligator Rusia ini tampil lebih lembut dengan bentuk hidung landai sehingga memungkinkan Pilot memiliki pandangan lebih luas. Berikut spesifikasi teknis dari heli tersebut :




TNI AL Tampilkan KRI Banjarmasin-592 di BRIDEX 2011


JAKARTA - TNI AL dijadwalkan akan mengikuti pameran Brunei Darussalam Fleet Review 2011. Dua kapal perang produksi PAL yaitu KRI Banjarmasin-592 dan KRI Lemadang-632 serta sebuah heli BO-105 akan dikirimkan untuk mengikuti acara yang berlangsung pada 6-8 Juli 2011.

Menurut Kadispenal Laksamana Muda Tri Prasodjo dalam siaran persnya, Jumat (25/6), kegiatan ini merupakan rangkaian acara untuk memperingati ulang tahun emas Angkatan Bersenjata Brunei.

Selain kegiatan fleet review, delegasi TNI AL juga akan melakukan kirab kota, open ships, dan courtesy call (kunjungan kehormatan ke sejumlah pejabat setempat).

Disamping mengirimkan unsur KRI, TNI AL juga turut berpartisipasi dalam pameran pertahanan Brunei Darussalam International Defence Exhibition (BRIDEX).

Kadispenal juga menjelasakan bahwa dalam pameran BRIDEX 2011 ini TNI AL akan menampilkan beberapa persenjataan dan material pertahanan produk industri pertahanan dalam negeri, serta material pameran dari Kementerian Pertahanan dan Industri Pertahanan Non Alutsista.

Sumber : JURNAS

BERITA POLULER