Pages

Wednesday, April 20, 2011

Indonesia and South Korea Sign Definitive KFX Agreement


21 April 2011

KFX - medium fighter aircraft with 4.5 generation technology (photo : hangkong)

Indonesia to invest $10 million in Korea's fighter project

Indonesia has offered to pay $10 million toward a feasibility assessment of an indigenous Korean fighter jet development program, a defense official said Wednesday.

“Korea’s Agency for Defense Development signed a contract with Indonesia’s state-run weapons agency, Balitbang, on the exploratory development of the KF-X project,” said Chung Jae-yoon, spokesman of the Defense Acquisition Program Administration (DAPA).

The KF-X project refers to Korea’s multirole fighter development program that was initially announced in 2001, but then stalled for 10 years.

Under the agreement, Chung said Indonesia will pay 20 percent of the initial study costs for the KF-X project in exchange for allowing 30 of its researchers to participate in the project here over the next two years.

In July last year, Indonesia signed a memorandum of understanding with Korea to invest in the project in return for acquiring around 50 KF-X fighters.

"With the formal agreement with Indonesia, our plan to jointly develop the fighters with international partners is expected to go smoothly," the official said.

Korea's Air Force has been pursuing the KF-X project to help replace its aging F-4/5 fighters.

DAPA plans to select a prototype by late 2012.

Wednesday's deal came less than two weeks after Indonesia selected South Korea as a preferred bidder for its project to buy trainer jets.

The two sides have yet to complete negotiations on price and other details. If a final deal is sealed, it will allow South Korea to export its T-50 Golden Eagle supersonic trainer jet for the first time.

Sarkozy Janji Akan Intensifkan Serangan ke Libya

Kamis, 21 April 2011 01:46 WIB | 576 Views
ilustrasi (FOTO ANTARA/REUTERS/Canadian Forces Combat Camera/Corporal Marc-Andre Gaudreault/Handout/djo/11)
Ia juga mengatakan pemberontak berjanji akan terus berupaya untuk menciptakan sebuah iklim demokrasi di Libya, sehingga kepala negara akan dipilih melalui "kotak suara" bukan "tank yang canggih".(*)
Paris (ANTARA News/Reuters) - Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Rabu, berjanji kepada pemimpin pemberontak Libya, Mustaba Abdel Jalil, bahwa Prancis akan mengintensifkan serangan udara terhadap tentara Muammar Gaddafi, kata kantor kepresidenan.

Keterangan kantor kepresidenan tersebut tidak memberikan rincian tentang bagaimana serangan udara yang dimaksud akan ditingkatkan.

Menyusul beberapa pembicaraan di Istana Elysee, pertemuannya yang pertama dengan presiden Prancis, Abdel Jalil mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah mengundang Sarkozy untuk berkunjung ke kota yang dikuasai pemberontak, Benghazi.




ANTARA

Roket India Berhasil Luncurkan Tiga Satelit ke Antariksa

PDF Cetak Email
Bangalore, (Analisa)
India meluncurkan satu roket yang membawa tiga satelit ke orbit, Rabu (20/4) yang merupakan usaha terbaru negara itu untuk ikut ambil bagian dalam pasar antariksa komersial global.
Satelit utama diluncurkan dari pusat antariksa Sriharikota d3i negara bagian Andhra Pradesh merupakan tempat pengendali jarak jauh satelit Resourcesat-2 yang akan mempelajari dampak dari kehidupan manusia atas sumber daya di bumi.
Roket itu juga membawa satelit buatan India-Rusia untuk penelitian atmosfir dan perbintangan serta satu pesawat yang mengorbit untuk melakukan pengambilan citra buatan Nanyang Technological University Singapura.
"Misi Resourcesat-2 sukses," kata kepala Organisasi Penelitian Antariksa India, K. Radhakrishnan setelah semua tiga satelit diluncurkan dengan roket itu berada di ketinggian 822 kilometer dari bumi.
Misi yang sukses itu merupakan kelegaan bagi program antariksa India yang mengalami kemunduran besar pada Desember saat satu kendaraan peluncur satelit meledak dan jatuh ke Teluk Bengal yang disiarkan langsung oleh televisi setelah benda tersebut berubah arah dari jalur penerbangan yang seharusnya.
India yang ingin mengirimkan penerbangan berawak ke antariksa pertama pada 2016 melakukan pertaruhan awal untuk mengambil bagian dalam pasar peluncur satelit komersial yang menguntungkan dengan mengirim satu pesawat Italia yang mengorbit pada 2007.
Negara itu menganggap program eksplorasi antariksanya sebagai suatu pencapaian yang memperkuat kemunculannya sebagai kekuatan perekonomian utama dunia dan banyak warga India yang juga bangga dengan perkembangan negaranya.(Ant/AFP)

HARIAN ANALISA

Di Saat Ketidakpastian Pemilu ; PM Thailand Bujuk Pemilih


PDF Cetak Email
Bangkok, (Analisa).
 Tentara Thailand berbaris di barak militer di Bangkok, Rabu (20/4), saat PM Abhisit menyampaikan pidato tentang pemilu. Militer memiliki peran sangat menentukan dalam politik Thailand. 
Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, Rabu (20/4), berusaha membujuk warganya untuk mensukseskan pemilu. Permintaan ini ia sampaikan saat kondisi warganya yang masih terpecah sejak pelengseran Thanksin Shinawatra.
Abhisit berjanji untuk membantu rakyat berpenghasilan rendah dan petani serta mengatasi kejahatan narkoba.
Dalam pidatonya di televisi, Abhisit Vejjajiva menyatakan keberhasilan kepemimpinannya di bidang ekonomi sejak berkuasa pada Desember 2008 melalui pemungutan suara di parlemen dengan dukungan dari kaum elit Bangkok dan militer.
"Kami akan mendorong ke depan dengan beberapa kebijakan yang kami yakin akan membuat rakyat Thailand kuat," katanya.
Abhisit, pemimpin Partai Demokrat kelahiran Inggris dan berpendidikan Oxford, mengatakan ia berharap untuk membubarkan majelis rendah parlemen pada pekan pertama bulan Mei untuk pemilihan yang akan diadakan pada bulan Juli awal.
"Kami bertekad untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah narkoba. Kebijakan kami tentang obat terlarang akan dimulai dengan undang-undang tentang pencegahan, penekanan dan penyembuhan," katanya.
Masyarakat Thailand tetap terpecah setelah peristiwa kekerasan sipil terburuk dalam beberapa dasawarsa terakhir yang terjadi tahun lalu. Lebih dari 90 orang tewas dalam bentrokan jalanan antara pengunjuk rasa kelompok oposisi "Baju Merah" dan pasukan bersenjata di pusat Bangkok.
Yingluck Shinawatra, saudara perempuan mantan perdana menteri Thailand yang menjadi buronan Thaksin Shinawatra - pahlawan bagi kebanyakan kelompok "Baju Merah"- telah muncul sebagai kandidat calon perdana menteri pihak oposisi.
Dalam pernyataan yang tampaknya ditujukan terutama pada para pemimpin Baju Merah, kepala militer Thailand Jenderal Prayut Chan-O-Cha memperingatkan para tokoh politik untuk menjaga kehormatan monarki diluar perdebatan pemilihan umum.
"Terutama dengan politik, jangan menyeret monarki ke dalamnya. Lembaga ini di atas semua konflik," katanya, seraya menambahkan bahwa militer "akan melakukan tugasnya untuk melindungi monarki".
Prayut telah berjanji untuk mematuhi hasil pemilihan umum, dan telah menampik rumor kudeta militer.
Tapi itu tidak menghilangkan spekulasi tentang kemungkinan intervensi militer di negara yang telah mengalami 18 kudeta yang sebenarnya atau percobaan sejak 1932. (Ant/AFP)

Harian Analisa

KSAU Tinjau Satuan Pemeliharaan Pesawat Lanud Husein Sastranegara


JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., beserta staf melakukan kunjungan kerja di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 15 Lanud Husein Sastranegara dalam kesiapan memelihara Alutsista TNI AU, Rabu. (20/4).

Dijelaskan Komandan Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 Kolonel Tek. Taufiq S. Arif, Depohar 10 adalah pelaksana Koharmatau yang bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat berat pesawat terbang bersayap tetap dan bersayap putar, pemeliharaan komponen, alat uji serta produksi materiil.

Dikatakan Kolonel Tek. Taufiq S. Arif, Depohar 10 membawahi lima Sathar yaitu Sathar 11 yang melaksanakan perbaikan tingkat berat pesawat angkut sedang, ringan dan latih seperti pesawar F-27, F-28, Boeing 737-200, Cn-235, T-34 Charlie, AS-202 Bravo, Cessna, dan KT-1B.

Sedangkan Sathar 12 melaksanakan kegiatan pelapisan, pengecatan, fabrikasi dan pengelasan. Sathar 13 melaksanakan pemeliharan komponen engine, propeller, hydraulik, listrik dan komponel instrument, serta klibrasi AUP dan memeriksaan materiil.

Sathar 15 melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan tingkat berat terhadap pesawat C-130 Hercules, serta Sathar 16 melaksanaka perbaikan tingkat berat helikopter jenis Bell G-47 Solloy, SA-330 Puma, NAS-332 Super Puma, dan EC-120 Colibri.

Sumber : POSKOTA.CO.ID

TNI Uji Coba Howitzer Korea di Lumajang


20 April 2011

Howitzer KH-178 buatan Korea Selatan (photo : PusdikArmed)

Pasca Bentrok Kebumen, Uji Coba Meriam TNI Dipindah ke Lumajang

Surabaya - Bentrok antara aparat TNI dengan warga di Kebumen, Jawa Tengah yang dipicu penolakan uji coba Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan) milik TNI AD berupa meriam Howitser, berdampak pada pengalihan lokasi pengujiannya.

Mabes TNI AD kemudian memutuskan untuk memindahkan lokasi uji coba dari Kebumen ke kawasan Air Shooting Range (lapangan tembak udara) di wilayah Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Lumajang.

Uji coba ini sendiri dilaksanakan, Selasa (19/4/2011) siang, yang dihadiri sejumlah Perwira Tinggi dari Mabes TNI AD di Jakarta bersama sejumlah konsultan Alutsista yang terbang langsung ke kawasan air shooting range Desa Pandanwangi, dengan menggunakan sebuah helikopter milil TNI AD.

Dalam rombongan Perwita Tinggi Mabes TNI AD ini, terdapat Asisten Operasional (ASSOPS) KSAD Mayjend Hariyadi Soetanto bersama Panglima Divisi 2 Kostrad, Asrena KSAD. Wadan Pusen Armed dan sejumlah konsultan dalam negeri yang menghubungkan dengan pabrik Alutsista di Korea Selatan yang khusus mendatangkan meriam Howitser keliber 105 yang diuji-cobakan kali ini.

Dalam uji coba ini, Mayjend Hariyadi Soetanto kepada detiksurabaya.com menyampaikan, pemilihan areal Air Shooting Range di Desa Pandanwangi ini, dipilih karena memang merupakan daerah latihan untuk dicoba untuk senjata.

”Yang ideal memang uji coba meriam Howitser yang baru kami datangkan dari Korea Selatan ini dilaksanakan di sini. Kalau di Kebumen, jangkauan tembaknya tidak mencapai jarak ideal 11,8 kilometer. Tadinya memang mau diuji-cobakan di Kebumen, tapi jaraknya tidak sampai. Sedangkan kalau di lapangan tembak Pandanwangi, bisa mencapai jarak ideal 11,8 kilometer,” bebernya.

Dikatakan lebih lanjut oleh ASSOPS KSAD ini, alutsista jenis Howitser 105 yang diberi dari Korea Selatan ini berjumlah 18 pucuk. Sedianya yang ujicobakan di kawasan Air Shooting Range Desa Pandanwangi, sebanyak 6 pucuk yang dipilih secara random.

”Setelah nanti dipastikan semuanya telahd iujicobakan dan berfungsi baik, maka akan ditempatkan sebagai alutsista untuk Armed Kostrad di Purwakarta. Selanjutnya, TNI AD akan mengembangkan penambahan meriam Howitser dari Korea Selatan ini, sampai jumlah keseluruhan 54 pucuk,” urai Mayjend Hariyadi Soetanto.

Dalam ujicoba meriam Howitser yang dilajksanakan di areal tertutup untuk umum ini, dinyatakan ASSOPS KSAD berjalan bagus.

”Tadi uji-cobanya bagus. Amat sangat layak untuk kemudian ditindaklanjuti sebagai bagian untuk memenuhi Alutista Angkatan Darat. Tadi, 78 butir peluru kaliber 105 yang ditembakkan dari meriam Howitser yang didatangkan dari Korea Selatan. Akurasinya bagus, dan berkisar antara 21 meter saja. Dan untuk tembakan armed itu sangat bagus. Sejauh ini memang ada kerjasama dengan korea selatan. Untuk alutsista TNI AD, 18 pucuk dengan keseluruhan 54 pucuk meriam dari Korea Selatan ini,” sambungnya.

Seputar insiden bentrok antara aparat TNI AD dengan warga di Kebumen, Mayjend Hariyadi Soetanto berpendapat, sangat mungkin dalam peristiwa itu ada kelompok-keompok tertentu yang mempunya kepentingan hingga menyebabkan bentrokan tersebut terjadi. ”Kan wilayah itu tanah TNI AD. Tapi, saya tidak begitu tahu siapa orang atau kelompok-kelompok itu,” pungkas Mayjend Hariyadi Soetanto.

(Detik)

Menhan Batal Saksikan Uji Coba Senjata Strategis


KRI Oswald Siahaan-354 menembakkan rudal Yakhont dengan sasaran eks-KRI Teluk Bayur-502 dengan jarak 135 mil laut (250km) di Perairan Samudera Hindia, sebelah barat Sumatera, Rabu (20/4). Rudal Yakhont buatan Rusia tersebut memiliki jangkauan tembak 300 km, (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/spt/11)

21 April 2011, Bengkulu (ANTARA News): Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro batal menyaksikan uji coba enam senjata strategis di Samudera Hindia atau sebelah barat Selat Sunda, Rabu (20/4), dengan menggunakan helikopter dari Bandara Halim Perdanakusuma akibat cuaca buruk.

Tak hanya Menhan Purnomo Yusgiantoro saja yang rencananya akan hadir untuk menyaksikan uji coba tersebut, tetapi juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, tiga kepala staf angkatan dan sejumlah anggota DPR dari Komisi I.

Rencananya para pejabat dan petinggi TNI menggunakan dua helikopter dan mendarat di Helipad KRI Surabaya-591 yang telah disiapkan sejak Rabu pagi, namun hingga pukul 10.40 WIB yang bersamaan dengan proses peluncuran rudal Yakhont yang dibeli dari Rusia sekitar 12 juta dollar Amerika/unit, rombongan VIP tak kunjung datang.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Laksamana Muda TNI, Iskandar Sitompul, membenarkan, bahwa para petinggi TNI tidak bisa hadir untuk menyaksikan uji coba senjata strategis yang dilaksanakan di Samudera Hindia atau sebelah barat Selat Sunda.

"Kedatangan pejabat dan petinggi TNI sudah direncanakan dengan baik dan Helikopter sudah setengah perjalanan untuk menuju Samudera Hindia, namun karena cuaca tidak memungkinkan untuk helikopter terbang akhirnya helikopter kembali lagi ke Jakarta," katanya.

Kendati demikian, acara uji coba dapat berjalan dengan baik, meski tanpa kehadiran pejabat dan petinggi TNI.

Komandan Gugus Tugas Senjata Strategis TNI AL, Laksamana Pertama TNI Sulaeman Banjarnahor, menambahkan, dua unit helikopter yang ditumpagi rombongan VIP terpaksa kembali ke Jakarta akibat cuaca buruk yang melanda kawasan Samudera Hindia sejak Rabu pagi.

"Rombongan sudah terbang selama satu jam dari Bandara Halim Perdanakusuma. Namun karena cuaca buruk, maka saya sarankan agar kembali demi keselamatan," tuturnya.

Uji coba enam senjata strategis itu, yakni rudal Yakhont, Exocet MM-40, Torpedo SUT, Mistral, Sea Cat dan RBO 6000.

Dalam uji coba itu, Rudal Yakhont yang ditembakkan KRI Oswald Siahaan (OWA)-354 jenis perusak kawal rudal kelas Fregat Van Speijk akan menuju sasaran eks kapal perang KRI Teluk Bayur-502 produk Amerika hingga tenggelam dengan jarak sekitar 250 kilometer. KRI Teluk Bayur yang telah memperkuat TNI AL sejak 1961 sudah tidak lagi digunakan oleh sejak 2011.

Rudal Yakhont yang ditembakkan itu merupakan bagian dari empat rudal tersebut yang dibeli dalam sepanjang anggaran TNI hingga 2024.

Sedangkan, rudal Exocet MM-40 dan rudal penangkis serangan udara Mistral akan ditembakkan dari KRI Hassanuddin-366 (jenis PKR kelas Korvet Sigma, dan torpedo SUT ditembakkan dari kapal selam KRI Cakra-402, "Sea Cat" ditembakkan dari KRI Karel Satsuit Tubun-358 (jenis PKR kelas Fregat Van Speijk, dan RBO 6000 ditembakkan dari KRI Cut Nyak Dien-375 (perusak kawal kelas Korvet Parchim).

"Kapal yang menjadi sasaran telah berhasil dihancurkan dan tenggelam," ujar Kapuspen.

Sumber: ANTARA News

BERITA POLULER