Pages

Wednesday, April 20, 2011

Uji Coba Senjata Strategis TNI AL Sukses


20 April 2011, Jakarta (ANTARA Foto): KRI Imam Bonjol menembakkkan roket jenis RBU 6000 dengan sasaran eks-KRI Teluk Bayur-502 dengan jarak 135 mil laut (250km) di Perairan Samudera Hindia, sebelah barat Sumatera, Rabu (20/4). Latihan formasi tempur laut tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kesiapan operasional Alutsista serta mengetahui kehandalan, tingkat akurasi perkenaan sasaran dan daya hancur. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/spt/11)


Sebuah Rudal Sea Cat yang sudah dimodifikasi milik TNI AL, ditembakkan dari buritan KRI Oswald Siahaan-354 (KRI OWA-354), saat berlayar di Selat Sunda, Selasa (19/4). Penembakan Rudal Sea Cat buatan Inggris yang memiliki spesifikasi kecepatan tembak 228,60 m per detik, panjang 154,8 Cm dan jarak tembak maksimum 5 Km tersebut, dalam rangka Operasi Jala Perkasa. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/spt/11)


Seri uji coba penembakan rudal Yakhont dari KRI Oswald Siahaan-354 di perairan Samudra Hindia, Rabu (20/4). Rudal buatan Rusia tersebut mempunyai jangkauan tembak 300 km dengan kecepatan terbang 2 mach, daya ledak 300 kg , ketinggian terbang 14000 meter serta dilengkapi dengan peralatan pendorong supersonic ramjet. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/spt/11)

Sumber: ANTARA News

Formasi Tempur



20 April 2011, Jakarta (ANTARA Foto): KRI Imam Bonjol-383 bersama KRI Teuku Umar-385, KRI Sultan Thaha Syaifuddin-386 melakukan formasi tempur laut di Perairan Samudera Hindia, sebelah barat Sumatera, Rabu (20/4). Latihan tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kesiapan operasional Alutsista serta mengetahui kehandalan, tingkat akurasi perkenaan sasaran dan daya hancur. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/spt/11)

Sumber: ANTARA News

Enam Senjata Strategis TNI Diuji Coba


Ujicoba penembakan rudal Yakhont dari KRI Oswald Siahaan-354 di perairan Samudra Hindia, Rabu (20/4). Rudal buatan Rusia tersebut mempunyai jangkauan tembak 300 km dengan kecepatan terbang 2 mach, daya ledak 300 kg, ketinggian (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/spt/hm/11)

21 April 2011, Bengkulu (ANTARA News): TNI Angkatan Laut melakukan uji coba enam senjata strategis di Samudera Hindia atau sebelah barat Selat Sunda, Rabu (20/4).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, mengatakan, uji coba beberapa senjata strategis itu sebagai upaya untuk menjaga kedaulatan dan tegaknya NKRI.

"TNI AL sebagai salah satu pertahanan negara dituntut berperan aktif dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara," katanya.

Penembakan uji coba itu bertujuan untuk mengetahui kehandalan, akurasi sasaran dan daya hancur yang ditimbulkan serta untuk meningkatkan kemampuan anggota TNI AL dalam melaksanakan operasi tempur laut.

Uji coba enam senjata strategis, yakni rudal Yakhont, Exocet MM-40, Torpedo SUT, Mistral, Sea Cat dan RBO 6000 itu tanpa disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, tiga kepala staf angkatan dan anggota Komisi I DPR RI, yang rencananya akan hadir.

Dalam uji coba itu, rudal Yakhont saat ditembakkan KRI Oswald Siahaan (OWA)-354 jenis perusak kawal rudal kelas Fregat Van Speijk langsung melesat ke atas menuju sasaran eks kapal perang KRI Teluk Bayur-502 produk Amerika hingga tenggelam dengan jarak sekitar 250 kilometer. KRI Teluk Bayur yang telah memperkuat TNI AL sejak 1961 sudah tidak lagi digunakan oleh sejak 2011.

Rudal Yakhont yang ditembakkan itu merupakan bagian dari empat rudal tersebut yang dibeli dalam sepanjang anggaran TNI hingga 2024.

Sedangkan, rudal Exocet MM-40 dan rudal penangkis serangan udara Mistral akan ditembakkan dari KRI Hassanuddin-366 (jenis PKR kelas Korvet Sigma, dan torpedo SUT ditembakkan dari kapal selam KRI Cakra-402, "Sea Cat" ditembakkan dari KRI Karel Satsuit Tubun-358 (jenis PKR kelas Fregat Van Speijk, dan RBO 6000 ditembakkan dari KRI Cut Nyak Dien-375 (perusak kawal kelas Korvet Parchim).

"Kapal yang menjadi sasaran telah berhasil dihancurkan dan tenggelam," ujarnya.

Alasan dibelinya rudal Yakhont dari Rusia, kata Iskandar, karena berdasarkan kajian rudal Yakhont bisa memenuhi standar geografi di Indonesia.

"Rudal ini kita sudah dibeli dan di uji coba," katanya yang enggan menyebutkan berapa jumlah rudal yang telah dibelinya tersebut.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tri Prasodjo, mengatakan, uji coba senjata strategis itu untuk menguji kehandalan dan akurasi senjata terhadap sasaran.

Menurut dia, beberapa rudal Yakhont yang dibeli oleh TNI AL dari Rusia itu memiliki kecepatan hingga mencapai dua mach atau dua kali melebihi kecepatan suara dengan jangkauan sasaran 300 kilometer. Harga satu rudal Yakhont mencapai 12 juta dollar Amerika.

"Sebagai TNI yang siap bertempur kita harus melengkapi persenjataan, kapal perang kita harus dilengkapi dengan senjata yang cocok dan canggih," kata Tri.

Menurut dia, sekitar 1000 orang personil dilibatkan dalam latihan tersebut dengan kapal perang sebanyak 12 unit dan pesawat intai maritim.

Komandan Gugus Tugas Senjata Strategis TNI AL, Laksamana Pertama TNI Sulaeman Banjarnahor, mengatakan, dalam uji coba rudal Yakhont, KRI OWA-354 berada pada posisi 250 kilometer dari sasaran.

"Dengan jarak seperti itu hanya membutuhkan waktu sekitar enam menit hingga mencapai sasaran," katanya.

Sulaeman mengatakan, TNI AL melibatkan sekitar 19 kapal perang dan empat unit helikopter untuk melakukan uji coba itu.

Menurut dia, rudal Yakhont sebenarnya sudah dimiliki TNI AL sejak tahun 2007, namun baru bisa melakukan uji coba rudal Yakhont karena untuk mengintegrasikan kapal dengan rudal membutuhkan waktu yang lama.

"Rudal Yakhont tidak didesain untuk menenggelamkan kapal, tapi hanya untuk melumpuhkan kapal," kata Sulaeman seraya menambahkan masa pakai rudal bisa mencapai 20 hingga 30 tahun, namun perlu dikaji kembali, mana yang lebih pas.

Sumber: ANTARA News

Istana Bantah Pemerintah Tak Tegas Soal Perompak Somalia


Pembajakan Sinar Kudus Timbulkan Trauma Eksportir
FOTO:Metro TV

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Proses negosiasi dengan perompak Somalia yang membajak KM Sinar Kudus belum juga selesai meski telah memasuki waktu kurang lebih satu bulan. Pemerintah pun dianggap kurang tegas dalam menghadapi para pembajak ini. Namun anggapan tersebut dibantah Istana.

"Tidak benar kalau ada anggapan kita tidak tegas, atau pemerintah tidak melakukan upaya yang jelas dan tegas untuk membebaskan WNI kita yang ditawan perompak Somalia," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (19/4/2011).

Yang bisa dilakukan oleh pemerintah, menurut Julian adalah mencoba mengedepankan apa yang sepatutnya pemerintah lakukan.

"Tapi tidak dalam konteks bernegosiasi. Pemerintah tidak pernah bernegosiasi dengan perompak dalam arti menawar untuk pembebasan sandera," ujarnya.

"Jadi saya ingin meluruskan persepsi yang berkembang bahwa pemerintah bernegosiasi atau mencoba melakukan bargaining position dengan para perompak somalia. Itu bukan esensi yang ingin dicapai," kata mantan Wakil Dekan Fisip UI ini.

Bahwa kalau pun terjadi negosiasi atau tawar menawar dalam upaya pembebasan, menurut Julian hal itu dilakukan oleh pihak swasta dan pemerintah mendukung agar semuanya bisa berjalan demi keselamatan para WNI yang ditahan oleh perompak Somalia.

DETIK

Iran Gelar Parade Militer


Angkatan Darat Republik Islam Iran telah menggelar pawai besar untuk menampilkan kemampuan pertahanan mereka dan kesiapan militer pada Hari Angkatan Bersenjata Iran. Angkatan Bersenjata Iran kembali menampilkan kekuatan untuk meyakinkan bangsa bahwa mereka siap mempertahankan integritas teritorial Iran.
Hadir dalam peringatan tersebut Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan sejumlah petinggi militer, termasuk Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Mayjend Hassan Firouzabadi, Komandan Angkatan Darat Jenderal Ataollah Salehi, Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi dan Kepala Polisi Iran Esmail Ahmadi Moghaddam.
Dalam pidato sambutannya, Ahmadinejad mengecam Amerika Serikat, karena berupaya menebar perselisihan antara pemerintah dan bangsa. Dikatakannya, AS sedang mencoba untuk mengobarkan perang di kawasan demi memasarkan senjata.
"AS bahkan berbalik melawan sekutu tradisionalnya untuk memajukan kepentingannya sendiri. Namun, bangsa-bangsa regional sedang berusaha menciptakan Timur Tengah baru tanpa kehadiran Amerika," tegasnya.
Iran telah menorehkan prestasi besar di sektor militer selama beberapa tahun terakhir, dan mencapai swasembada dalam beberapa bidang di industri pertahanan. (IRIB/RM/SL)

irib

Militer Iran Capai Kemajuan Hebat



Menteri Pertahanan Republik Islam Iran Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan, prestasi Iran di sektor pertahanan udara luar biasa. Seraya menyinggung peringatan Hari Angkatan Bersenjata Iran pada tanggal 18 April, Vahidi menuturkan, "Militer telah membuat kemajuan yang baik dalam segala kekuatannya. Angkatan Udara telah berhasil menorehkan prestasi luar biasa dalam meningkatkan kemampuan." IRNA melaporkan pada hari Senin (18/4).
"Angkatan Darat telah mencapai tingkat kesiapan prima dan Angkatan Laut juga telah menunjukkan kemampuannya di tingkat global," tambahnya.
Menyinggung berbagai produk baru militer Iran, Vahidi mengatakan, semua prestasi itu akan ditampilkan pada peringatan Hari Angkatan Bersenjata Iran.
Sejak kemenangan Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, negara ini telah memulai kampanye untuk kemandirian dalam industri pertahanan dan meluncurkan proyek-proyek militer.
Iran menegaskan bahwa kekuatan militernya bukan ancaman bagi negara lain dan doktrin pertahanan negara didasarkan pada pertahanan. (IRIB/RM/SL)

IRIB

12 Kapal Perang TNI AL Ikut Terlibat Dalam Uji Coba Rudal



Kru Kapal Republik Indonesia (KRI) Surabaya-591 melakukan pengamatan jalur lintasan yang dilalui di ruang kendali di kawasan perairan Selat Sunda, Selasa (19/4).

JAKARTA - TNI AL menyiapkan uji coba penembakan rudal Yakhont buatan Rusia di Selat Sunda.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tri Prasodjo dalam jumpa pers di KRI Surabaya-591 Surabaya, Selasa (19/4), mengatakan bahwa sebanyak 12 kapal perang mengikuti uji penembakan yang diadakan pada Rabu (20/4) ini.

”Ini uji penembakan pertama rudal Yakhont yang memiliki jangkauan hingga 300 kilometer. Rudal ini seharga 1,2 juta dollar AS per unit. Lokasi penembakan ke sasaran sekitar 200 kilometer,” kata Tri Prasodjo.

Sasaran tembak rudal Yakhont adalah KRI Teluk Bayur buatan Amerika Serikat yang sudah tidak digunakan lagi. KRI Teluk Bayur sudah dihapus dari perbendaharaan negara sehingga dapat digunakan sebagai sasaran tembak.

Rudal Yakhont merupakan senjata permukaan ke permukaan (surface to surface) yang memiliki daya hancur dahsyat.

Tri Prasodjo tidak menjelaskan berapa banyak rudal Yakhont yang dimiliki dalam persenjataan TNI AL.

Selain menembakkan Yakhont, TNI AL juga mengadakan uji tembak rudal Exocet buatan Prancis, rudal Mistral, dan penembakan torpedo dari kapal selam.

Lokasi penembakan berada di ujung selatan Selat Sunda. Lokasi sasaran KRI Teluk Bayur berada di perairan Samudra Hindia sebelah selatan Pulau Enggano di Provinsi Bengkulu.

Sejumlah teknisi Rusia, pakar ilmiah Indonesia, dan 1.000 personel TNI AL terlibat dalam uji coba senjata itu. KRI Surabaya-591 Surabaya yang merupakan kapal komando (flag ship) Armada RI Kawasan Timur (Armatim) menjadi Posko Latihan.

Direncanakan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, para Kepala Staf TNI, pimpinan Komisi I DPR, dan para pejabat akan datang ke KRI Surabaya.

Sejumlah pesawat intai maritim dan helikopter dikerahkan dalam latihan tersebut. KRI Surabaya berjenis landing platform dock (LPD) mampu didarati sejumlah helikopter dalam operasi militer.

Sumber : KOMPAS

BERITA POLULER