Pages

Wednesday, April 20, 2011

Mayjen TNI Waris Jabat Pangdam Jaya

Rabu, 20 April 2011 09:58 WIB | 414 Views
Kepala Staf TNI AD Jenderal George Toisutta (tengah) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris (kiri) dan Mayjen TNI Marciano Norman (kanan) menyaksikan defile pasukan usai upacara serah terima jabatan (sertijab) Pangdam Jaya di Makodam Jaya, Jakarta, Rabu (20/4). (ANTARA/Dhoni Setiawan/Koz/Spt/11.)
Berita Terkait
 
Jakarta (ANTARA News) - Mayjen TNI Waris resmi menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya menggantikan Mayjen TNI Marciano Norman yang akan menjabat Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat.

Upacara serah terima jabatan Panglima Kodam Jaya dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta di Jakarta, Rabu.

Mayjen TNI Waris yang merupakan lulusan Akabri 1981 itu, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam Jaya.

Sebelumnya, pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu pernah menjalani beberapa penugasan antara lain Wakil Komandan Yonif 507/BS Kodam V/Brw, Kasdim 0809/Kediri Rem 082/CPY, Danyonif 315/Rem 061/SK Dam III/Slw.

Ayah dua anak ini, sempat bertugas sebagai Komandan Satuan Protokol Paspampres, Dansatpam Grup Paspampres, Danyon Pam Grup B Paspampres.

Waris juga dipercaya menjabat Komandan Kodim 0814/Rem 082 Kodam V/Brw. Kemudian Ia kembali ke Paspampres sebagai Wakil Komandan Grup B Paspampres, dan Wakil Komandan Grup A Paspampres.

Setelah itu, Waris dipercaya sebagai Danbrigif 13/1 Kostrad, Komandan Mensis Secapa, Asops Kasdam IM, Danrindam II/Swj, Irkostrad, Kasdivif 1 Kostrad

Terakhir, Waris dipercaya untuk memimpin Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta mengatakan, Kodam Jaya mengemban tugas sangat strategis dalam menjamin stabilitas pertahanan dan keamanan di wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangganya yaitu Depok, Tangerang dan Bekasi.

Jajaran Kodam Jaya juga harus mendekatkan diri dengan warga Jakarta dan sekitarnya agar tugas pokok dapat terdukung dengan baik.

"Saya perintahkan kepada segenap prajurit Kodam Jaya agar senantiasa memiliki kepekaan sosial yang tinggi," tambah George
(*)


ANTARA

Turki Berharap Kerjasama Militer Segera Diwujudkan


Selasa, 19 April 2011 23:06 WIB | 658 Views
Mahfudz Siddiq (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus )
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Republik Turki HE Abdullah Gul berharap sekali nota kesepahaman yang juga ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terutama kerjasama pada bidang industri pertahanan dan militer, bisa terwujud dalam waktu cepat.

"Pernyataan ini disampaikan beliau saat menerima Tim Komisi I DPR RI, pada hari Selasa (19/4) jam 16.20 waktu Turki di Istana Kepresidenan Cankaya," ungkap Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq melalui hubungan komunikasi internasional, Selasa malam.

Dia mengungkapkan, padapertemuan selama 45 menit tersebut berlangsung dialog yang sangat hangat dan positif.

"Presiden Turki yang didampingi salah seorang Ketua Parlemen, Mr Yasar Yakis yang juga mantan Menlu serta beberapa pejabat Kementrian Luar Negeri Turki, menyatakan kepuasannya atas kunjungan ke Indonesia beberapa waktu lalu," ujarnya.

Presiden Turki, lanjut Mahfudz, berulangkali mengungkapkan harapannya untuk segera terwujudnya sejumlah MoU dengan Indonesia itu.

"Pada kesempatan itu, saya atas nama Tim Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI (bidang Luar Negeri, Pertahanan, Intelijen, Komunikasi, Informasi) menyampaikan penghargaan atas kunjungan Presiden Turki ke Indonesia," kata Mahfudz.

Komisi I juga menyampaikan hasil pertemuan delegasi Indonesia dengan Parlemen Turki, Kementrian Pertahanan, Badan Intelijen dan sejumlah industri pertahanan yang berjalan positif dan konstruktif, bahkan tercapai kesepakatan-kesepakatan yang prospektif.

"Dari berbagai pertemuan ini, muncul kesan kuat, bahwa semua pihak di Turki berkomitmen penuh untuk membangun kerjasama dengan Indonesia, khususnya di bidang pengembangan industri pertahanan," demikian Mahfudz.

Selain Mahfudz, anggota delegasi Komisi I DPR RI ke Turki adalah Tri Tamtomo (Fraksi PDI Perjuangan), Guntur Sasono (Fraksi Partai Demokrat), Mahyudin dan M Ruslan (Fraksi Partai Golkar), Azwar Abubakar (Fraksi PAN), Amin Suparmin serta Daeng Sere (Fraksi PPP).

Mereka didampingi Dubes RI untuk Turki Nahari Agustini, Atase Pertahanan Kolonel Candra dan pejabat Kementerian Luar Negeri RI Fajar Wirawan.(*)

ANTARA

Tuesday, April 19, 2011

Komandan Landasan Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Kolonel Pnb Barhim Berharap Dapat Tambahan Sukhoi






Landasan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin Makassar memiliki area tugas yang luas. Salah satu tugas pokoknya adalah memberikan pengamanan udara di wilayah Timur Indonesia. Mulai dari Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua.

Tanggung jawab itu kini berada di pundak Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Kolonel Pnb Barhim, yang baru dilantik. Seperti apa kiat-kiat yang akan diterapkannya dalam menjaga wilayah udara Indonesia Timur. Berikut wawancara wartawan FAJAR, Sri S Syam, dengan Koloner Pnb Barhim!

Menurut Anda, bagaimana Lanud Sultan Hasanuddin Makassar saat ini?

Sebelumnya menjawab, izinkan saya mengucapkan terimakasih atas kesediannya FAJAR bersilaturahmi bersama kami di Lanud Hasanuddin ini. Sebagai Komandan Lanud Hasanuddin yang baru, tentunya saya berkewajiban untuk mengetahui seluk beluk tempat bertugas secara detail.

Lanud Sultan Hasanuddin yang tipe A memiliki tugas pokok sebagai pelaksana operasi udara, memberi dukungan administrasi dan logistik, serta pengamanan VVIP terkhusus di wilayah timur Indonesia. Tentunya ini menjadi sebuah tantangan sekaligus kehormatan bagi saya. Apalagi di Lanud Sultan Hasanuddin, jangkauan pengawasan wilayahya lebih luas. Berarti saya harus lebih siap menjadi seorang pemimpin yang bijak, tegas, dan disiplin.

Apakah ada program baru yang akan Anda terapkan?

Ya, tentu ada. Tetapi saya juga akan tetap melanjutkan program-program dari pendahulu dalam menjadikan Lanud Sultan Hasanuddin sebagai pelaksana operasi udara di Wilayah Indonesia Timur. Insya Allah saya akan melaksanakan tugas kepemimpinan ini dengan sebaik-baiknya. Fokus tugas saya akan sama seperti pendahulu saya, tidak akan jauh dari tugas-tugas pokok Beliau.

Saya sangat menginginkan agar TNI tidak lagi dipandang sangar di masyarakat. Anak-anak kita harus mencintai profesi TNI. Kita harus menciptakan kondisi agar anak-anak kita kelak bercita-cita menjadi seorang prajurit TNI dan mengabdi kepada negara.

Insya Allah kedepan, saya akan banyak mengunjungi sekolah-sekolah. Tujuannya memperkenalkan TNI Angkatan Udara itu seperti apa dan bagaiman mulianya tugas sebagai seorang prajurit.

Bagaimana pola kepemimpinan yang akan Anda terapkan?

Moto hidup saya adalah "If we together we can do more". Ini mengutip pernyataan mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. Yang berarti, kalau kita bekerja sama dan mempunyai visi yang sama, tentunya kita akan menjadi sangat kuat.

Sesulit apa pun tugas yang kita hadapi, jika kita bekerja sama dan saling membantu, insya Allah tugas yang berat tersebut akan menjadi ringan. Ini akan saya terapkan pada kepemimpinan saya. Bekerja sama adalah kunci suksesnya suatu kelompok atau organisasi. Tanpa bekerja sama kita tidak akan mungkin mampu menyelesaikan masalah.  

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Pertahanan dan Keamanan menjanjikan penambahan alusista berupa tiga pesawat Sukhoi yang akan ditempatkan di Suadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin. Kapan itu teralisasi?

Sebagai seorang prajurit, kami tidak pernah meminta. Apa yang diberikan kepada kami itulah yang kami terima dan laksanakan. Tetapi tentunnya penambahan alusista pesawat Sukhoi menjadi harapan bagi kami untuk memperkuat kekuatan udara di Skuadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

Kita tahu sendiri, di wilayah Timur ini jangkauan udara yang harus dijaga sangat luas. Makanyake depan penambahan alusista tersebut dapat mendukung tugas kami menjaga wilayah Indonesia tersebut.

Saat ini jumlah pesawat Sukhoi yang berada di Skuadron 11 Lanud Hasanuddin berjumlah 10 pesawat. Semuanya berada di Skuadron 11 Lanud Hasanuddin sebagai home basenya. Tetapi, dengan jangkauan pemantauan dan pengamatan Indonesia Timur yang mencakup, Sulawesi, Kalimantan, Papua ,dan lainnya, maka jumlah tersebut dirasa belum cukup. Makanya perlu penambahan. Tahun lalu, pemerintah telah  menjanjikan. Oleh sebab itu, kami berharap dapat direalisasikan.

Apakah Anda telah mempelajari kondisi Lanud Sultan Hasanuddin sebelum bertugas di Makassar?

Tentu saja. Saya pernah bertugas di sini. Tahun 1990. Sebagai putra Sulawesi saya cukup mengenal seluk beluk Makassar dan Lanud Sultan Hasanuddin, sikap, serta kebiasaan orang Sulawesi. Jadi bertugas di sini seperti pulang kampung saja. Saya senang.

Ada perbedaan tempat tugas dengan kebijakan yang akan Anda Ambil?

Boleh dibilang begitu. Saya pernah bertugas hampir di setiap kota, terakhir saya bertugas di Pontianak sebagai Komandan Lanud Supadio Pontianak. Secara umum tugasnya sama, yakni menjaga keamanan wilayah udara Indonesia. Tetapi secara teknis akan sangat berbeda.

Di sini karena merupakan home base pesawat tempur Sukhoi, maka saya dituntut untuk bisa mempelajari pesawat tempur canggih tersebut. Informasi-informasi mengenai pesawat akan terus saya up date. kecanggihan teknologi pesawat, serta transfer teknologi akan saya lakukan. Kita akan bekerja bersama-sama menjadikan pangkalan Lanud Sultan Hasanuddin lebih baik.

Bagaimana pembinaan prajurit TNI AU di Lanud Sultan Hasanuddin?

Secara umum pembinaan prajurit akan sama seperti pendahulu saya. Termasuk kedisiplinan prajurit. Tetapi saya akan lebih fokus dengan membina kebersamaan. Sebab kalau kita tidak bosa bekerja sama dengan baik di segala lini, yakinlah kita tidak dapat memperoleh keberhasilan.

Harapan Bapak ke depan?

Harapan saya sebagai perwira yang lahir dari Lanud Sultan Hasanuddin ini adalah bagaimana bekerja dengan baik dan memimpin dengan bijaksana. Prajurit TNI AU bisa mengabdi kepada bangsa dan negara. Saya berharap bantuan dan dukungan dari masyarakat Makassar. (*)


FAJAR

Pakistan Ujicoba Rudal Balistik

enemyforces.net
Ilustrasi


PDF Cetak Email
Islamabad, (Analisa)
Militer Pakistan, Selasa (19/4) mengatakan berhasil melakukan uji tembak rudal balistik jarak dekat yang baru dikembangkan dan dapat membawa hulu ledak nuklir.
Militer dalam satu pernyataan mengatakan rudal "Hatf 9" dengan jangkauan tembak 60km "dapat membawa hulu-hulu ledak nuklir dengan hasil akurasi yang tinggi".
"Rudal itu dikembangkan untuk memperkuat nilai penangkalan bagi program pembangunan senjata strategis Pakistan untuk jangkauan lebih dekat," katanya dan menambahkan "sistem tanggapan cepat ini untuk memenuhi kebutuhan menangkal ancaman-ancaman yang berkembang".
Negara-negara Asia Selatan India dan Pakistan-- yang pernah terlibat tiga kali perang, satu diantaranya di wilayah Kashmir yang disengketakan-- secara rutin melakukan uji-uji coba rudal sejak kedua negara itu menunjukkan kemampuan nuklir mereka tahun 1998.
Persenjataan Pakistan termasuk rudal-rudal jarak dekat, menengah dan jauh yang diberi nama para pahlawan Muslim.
Pakistan melakukan uji coba senjata nuklir Mei 1998, setelah India melakukan uji coba yang sama.
Kedua negara bertetangga itu nyaris terlibat konflik nuklir tahun 2002 menyangkut ketegangan di Kashmir yang disengketakan, tetapi dengan perlahan melakukan dialog tahun 2004, yang dimulai kembali Maret setelah tiga tahun terhenti setelah serangan di Mumbai, India November 2008. (Ant/AFP)

HARIAN ANALISA

China Uji Terbang Pesawat Tempur Siluman

J-20 Fighter Aircraft - China
FOTO DEFENCE TALK    ,...China Uji Terbang Pesawat Tempur Siluman
PDF Cetak Email
Beijing, (Analisa)
China dilaporkan melakukan uji terbang kedua pesawat tempur siluman terbarunya, lapor suratkabar pemerintah China, Selasa (19/4). Bila benar ini akan menjadi langkah lanjutan China untu mengejar kemampuan militernya dari Amerika Serikat (AS).
Foto purwarupa pesawat tempur siluman J-20 disebarkan dalam jaringan forum militer, kata harian "Global Times", namun tidak menyebutkan mengenai penerbangan atau keaslian foto itu.
Surat kabar populer corong Partai Komunis China "Harian Rakyat" itu menunjukkan foto pesawat tempur abu-abu dan keterangan, yang menyebutkan bahwa "satu purwarupa J-20 bersiap tinggal landas" dari bandar udara Chengdu, provinsi Sichuan barat daya.
"Pesawat itu beberapa kali melintas dan menggoyangkan sayapnya untuk memberi salam kepada kerumuman di dekat landasan pacu," kata "Global Times" mengutip keterangan seorang tak disebutkan namanya.
Kementerian Pertahanan China belum memberikan tanggapan.
Laporan uji terbang pertama J-20 pada awal Januari disebarkan secara luas di "blog" China dan laman, termasuk milik "Global Times", sebelum pemerintah memastikan bahwa penerbangan itu dilakukan saat kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates.
Pernyataan keberhasilan uji terbang kedua pesawat tempur canggih tersebut dinyatakan setelah peringatan China pada akhir Maret bahwa pihaknya menghadapi kawasan Asia, yang mudah berubah, tempat Amerika Serikat memperluas jejak strategisnya.
Beberapa pengulas mengatakan foto pertama J-20 menunjukkan bahwa China mungkin membuat kemajuan lebih cepat dari yang diperkirakan dalam mengembangkan saingan untuk pesawat F-22 Raptor buatan perusahaan Lockheed Martin, satu-satunya pesawat tempur siluman di dunia, yang dapat mengelak dari jangkauan radar.
Gambar terakhir memperlihatkan makin bertambah kekhawatiran mengenai pengembangan kapasitas militer China, termasuk kemungkinan penerjunan kapal induk dan peluru kendali balistik anti-kapal pertamanya pada 2011, yang dianggap ancaman bagi kapal induk Amerika Serikat.
Sumber militer dan politik China mengatakan Beijing akan meluncurkan kapal induk pertamanya pada 2011, setahun lebih cepat daripada perkiraan pengulas Amerika Serikat. (Ant/Rtr)

HARIAN ANALISA

J-20,Perpaduan Teknologi AS dan Rusia


China tak bisa dipandang sebelah mata dalam teknologi pesawat siluman.Ini setelah dua hari yang lalu China dilaporkan menguji coba pesawat perdana mereka. Beijing telah menunjukkan taringnya dengan sukses menguji coba pesawat jet tempur berteknologi siluman, yakni J-20.

Pesawat tempur itu menjadi andalan China dalam mempertahankan teritorialnya. Dengan suksesnya uji coba J- 20,musuh bebuyutan Negeri Panda, Amerika Serikat (AS) langsung bersikap waspada dengan perkembangan teknologi militer Negeri Tirai Bambu itu yang dinilai sangat pesat. Informasi yang tidak diragukan menyebutkan teknologi J-20 hampir sama seperti pesawat siluman terbaru AS, yakni F-22 Raptor dan B-2 Spirit.

Baik J-20 dan pesawat siluman lainnya memiliki teknologi yang membuat mereka tidak dapat dipantau radar musuh dan mampu menghindari sinar laser. Menteri Pertahanan AS Robert Gates pun terkagum-kagum atas teknologi yang dikembangkan China.“ Menurut saya, yang telah kita saksikan adalah mereka (China) bisa jadi sudah lebih maju dari yang diperkirakan intelijen kami dalam membuat pesawat itu,” papar Gates. J-20 itu terbang dari pangkalan udara di Chengdu selama 15 menit pada Selasa (11/1).

Jet tempur siluman China memiliki bodi lebih besar dari jet siluman yang sudah ada. J-20 dikemudikan satu orang,dua mesin,serta lebih berat dan besar dari Sukhoi T-50 milik Rusia dan F-22.Menurut Ted Galen Carpenter, seorang ahli pertahanan di Institut Cato,Washington, mengatakan bahwa pesawat tempur China ini tidak akan membawa perubahan.

“Keseimbangan kekuatan dunia tidak akan berubah dalam 10 tahun mendatang.Namun, secara psikologi dan simbol memang penting,” tutur Carpenter. China selama ini terganggu dengan kehadiran militer Amerika di halaman belakang mereka. Sebelumnya, para analis memperkirakan J-20 bakal dirilis pada 2019 mendatang.Yang membuat miris pada pakar pertahanan adalah J-20 memadukan antara teknologi Rusia dan AS.Kekurangan teknologi pesawat siluman AS dan Rusia ditutupi J-20.Rentang sayap dengan lebar 14 meter dan berbobot 36.000 kg membuat pesawat tersebut sangat kokoh.

Dengan bangganya, Beijing mengklaim bahwa teknologi J-20 merupakan buatan anak dalam negeri. Sementara itu, Matthew Buckley, pilot jet tempur Angkatan Laut AS menyebutkan bahwa J-20 memiliki kemampuan siluman.“Pesawat F-18 yang saya terbangkan seperti truk besar dalam radar. Pesawat itu ada kemungkinan sama sekali tidak tampak,”tuturnya. Disisilain,menurutKerryBrown, dari lembaga Chatham House,J-20 menunjukkan kemampuan riset militer China.

“Namun,kemampuan Beijing masih jauh di belakang AS,” ujarnya. Kemampuan J-20 hanya untuk kepentingan pertahanan China dan menekan Taiwan. Sementara itu, Richard Fisher, senior fellowhubungan militer Asia di International Assessment and Strategy Center,lembaga keamanan di Washington menyatakan bahwa pejabat China mengaku program itu bertujuan menandingi F- 22 Raptor. “Pesawat itu memiliki potensi besar mengalahkan F-22 dan jauh lebih unggul dibanding F- 35,”paparnya.



Spesifikasi resmi J-20 memang belum dirilis ke publik secara detail. Jika dibandingkan F-22 Raptor milik AS, J-20 tidak kalah saing.Khusus F-22 Raptor,awalnya diperuntukkan menyaingi pesawat tempur Rusia. Kelebihan utama F-22 salah satunya adalah radar AN/APG-77 AESA yang dirancang untuk operasi superioritas udara dan serangan darat, yang sulit dideteksi pesawat lawan,menggunakan apertur aktif dan dapat melacak beberapa target sekaligus dalam cuaca apapun.

AN/APG-77 mengganti frekuensinya 1.000 kali setiap detik.Ini membuatnya juga sangat sulit dilacak. Radar tersebut juga dapat memfokuskan emisi terhadap sensor lawan dan membuat pesawat lawan mengalami gangguan. Dalam hal kemampuan senjata, F-22 dirancang untuk membawa peluru kendali udara ke udara yang tersimpan secara internal di dalam badan pesawat agar tidak mengganggu kemampuan silumannya.

Pesawat ini juga bisa membawa bom,misalnya, Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Small- Diameter Bomb (SDB) yang lebih baru. Untuk senjata cadangan, F- 22 membawa meriam otomatis M61A2 Vulcan 20 mm yang tersimpan di bagian kanan pesawat. Meriam ini membawa 480 butir peluru dan akan habis bila ditembakkan secara terusmenerus selama sekitar lima detik.

Pesawat siluman AS lainnya adalah Northrop Grumman B-2.B-2 berteknologi siluman yang kerap digunakan untuk mengebom. B-2 digunakan dalam tiga peperangan AS,yakni Perang Kosovo pada 1999 saat pesawat siluman tersebut menghancurkan 33% target pengeboman Serbia dalam delapan pekan.B-2 juga menjatuhkan bombom pada rakyat Afghanistan dengan dukungan pengisian bahan bakar di udara.Dalam perang Irak, B-2 juga turut diterjun dalam operasi tempur udara. Karakteristik B-2 sangat khas.


Pesawat itu mampu melakukan penetrasi ke wilayah musuh tanpa terdeteksi sedikit pun karena mampu meredam radar yang dipancarkan melalui visual atau pun suara. Mesin-mesinnya tertanam di dalam sayap.Namun, sebagian besar spesifikasitidakdiumumkanke publik. Selain B-2,AS juga memiliki F- 35 yang memiliki kemampuan siluman. Pesawat tersebut memiliki kursi tunggal, mesin tunggal, dan merupakan generasi kelima pesawat tempur yang mampu melakukan serangan darat dengan efektif.

Pesawat itu didesain tim industri penerbangan antariksa yang dipimpin Lockheed Martin dan pertama kali terbang pada 15 Desember 2006. Rusia pun tidak kalah. Rusia berusaha menandingi superioritas Amerika Serikat dalam hal kecanggihan pesawat tempur militer berteknologi siluman.Rusia ingin mengangkat kedigdayaan pesawat tempur seperti pada zaman Uni Soviet.Awal tahun lalu, Rusia menguji coba T-50 setelah dua dekade F22-Raptor milik AS menjadi raja di udara.

Pesawat jet militer generasi kelima ini tidak dapat terlihat oleh radar, dan sistem penerbangan maupun sistem persenjataan yang canggih.Pesawat siluman itu juga mampu terbang dalam kecepatan superionik lebih dari 1.200 km/jam. Pesawat T-50 bakal menambah kemampuan pertahanan Rusia karena selama ini hanya AS yang memiliki pesawat jet sejenis. Ingin menjadi pesaing Washington, Moskow berjanji akan membuat 1.000 pesawat tempur siluman dalam empat dekade mendatang.

Rusia mengandalkan India sebagai pelanggan utama pesawat tempur Sukhoi. Ide awal pesawat siluman sebenarnya ditemukan seorang pakar dari Rusia. Ironisnya, kini, Rusia justru berada di belakang AS.Awalnya, ide pesawat siluman ditemukan Pyotr Ufimsev pada 1966 dengan hipotesis berjudul Metode Gelombang Tepian dalam Teori Fisik Difraksi.Ufimtsev adalah ahli yang berpengalaman dalam Institut Rekayasa Radio Moskow. Ufimtsev mengalkulasikan cara- cara baru, yakni membentuk ruang bentuk geometris khusus yang mencerminkan radiasi elektromagnetis.






Dengan menciptakan kalkulasi silang sebuah radar yang mudah dilumpuhkan. Dia menetapkan rumus konfigurasi bersisi dua dimensi, berupa tata cara mengutak-atik komponen dalam sebuah radar. Hasilnya, radar bisa terganggu bila dikacaukan dengan sinar dua dimensi tadi.




Hingga kemudian, pada 1979, Rusia mengembangkan satu pesawat intai dan dari uji coba ternyata berhasil mengecoh radar antipesawat terbang AS di Padang Pasir Nevada. Namun, pada 1976, salinan teknologi pesawat siluman tersebut akhirnya bocor dan jatuh ke tangan AS. Dikembangkan Divisi Teknologi Angkatan Udara Amerika hingga mengembangkan teknologi siluman tersebut dengan hasil nyata,SR-71 Blackbird,F-117, dan B-2.

http://www.harycollection.co.cc/2011/01/j-20perpaduan-teknologi-as-dan-rusia.html

Rusia: NATO Langgar Amanat PBB

Selasa, 19 April 2011 21:39 WIB | 833 Views
Jet tempur Rafale Perancis bersiap mendarat di pangakalan udara Solenzara, Korsika, setelah operasi militer di Libya. (FOTO ANTARA/REUTERS/Jean-Paul Pelissier)
Berita Terkait
"Afrika tidak memerlukan pengaruh dari luar. Afrika harus mengelola sendiri urusannya," kata Obiang Nguema, yang juga presiden Guinea Khatulistiwa.(*)
 

Beograd (ANTARA News/AFP/Reuters) - Rusia menyebut upaya Barat menumbangkan Muammar Gaddafi melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Libya yang hanya memberi wewenang penggunaan kekuatan untuk melindungi warga.

"Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak pernah bertujuan menumbangkan penguasa Libya," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, dan menambahkan, "Semua, yang sekarang memakai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu untuk tujuan tersebut, melanggar amanat PBB."

Karena kedudukan Barat seperti itu, lawan Libya menolak merundingkan gencatan senjata dengan penguasa di Tripoli, kata Lavrov. "Adalah penting mewujudkan gencatan senjata," katanya saat mengunjungi Beograd.

Inggris dan Prancis mendesak sekutu lain di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyumbang lebih banyak pesawat tempur yang mampu menghantam pasukan darat Gaddafi sesudah Washington mengurangi perannya di gerakan itu dan menyerahkan kepemimpinan kepada NATO pada 31 Maret.

Lavrov menyatakan lawannya di Yaman agaknya juga mengharapkan bantuan Barat seperti gerakan aliansi pertahanan Atlantik Utara NATO di Libya untuk menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh.

"Dengan kemungkinan memakai nalar sama, lawan di Yaman menolak kemungkinan duduk di meja perundingan dengan mengharapkan bantuan semacam itu dari luar negeri," kata Lavrov.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan bersidang Selasa malam untuk membahas Yaman, tempat Barat dan sekutu Teluk Arab-nya mengkhawatirkan ketegangan berkepanjangan memicu bentrok di antara satuan tentara bersaing di ibukota Sanaa dan tempat lain.

Ketua Uni Afrika Teodoro Obiang Nguema mengutuk campur tangan tentara asing di Pantai Gading dan Libya dengan mengatakan bahwa Afrika harus dibolehkan mengelola urusannya.


ANTARA

BERITA POLULER