Pages

Sunday, April 17, 2011

Prajurit Kostrad Ikuti Acara Pengenalan Teropong


15 April 2011

Acara pengenalan teropong jarak jauh (photo : Kostrad)

Bertempat di Ruang Mandala Makostrad Jakarta, Selasa (12/4), prajurit dari satuan jajaran Kostrad, mengikuti acara pengenalan teropong jenis Long Range Hand-Held Binoculairs/Thermal Imager MF.

Sophie MF thermal imager (photo : Thales)

Para peserta yang berjumlah 23 orang berpangkat bintara tersebut, mendapat pengetahuan baru tata cara pengoperasian dan pemeliharaannya. Usai di Ruang Mandala, para peserta berkesempatan untuk mencoba teropong di Lapangan Tembak Madivif 1 Kostrad Cilodong, Bogor.

2 Kapal Perang Thailand Tiba di Belawan


Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan Laksamana Pertama TNI Amri Husaini (kiri) bersama Kepala Staf Akademi Angkatan Laut Kerajaan Thailand Rear Admiral Teerapong Srisuwan (kanan) berjabat tangan saat menyambut kedatangan kapal perang HTMS Thaksin (FF-422) milik angkatan laut Thailand di dermaga Pelabuhan Belawan Medan, Sumut, Jumat (15/4). Kunjungan kapal perang tersebut dalam rangka memantapkan kerjasama patroli terkoordinasi antara RI-Thailand untuk pengamanan perbatasan alur laut kedua negara di Selat Malaka. (Foto: ANTARA/Septianda Perdana/ed/mes/11)

16 April 2011, Belawan (Harian Sumut Pos): Dua kapal perang Thailand singgah di Pelabuhan Belawan, Jum’at (15/4). Kedua kapal tersebut berada di Belawan hingga 18 April mendatang untuk melakukan kunjungan silaturahmi.

Kedua kapal tersebut masing-masing His Thai Majesty’sn Ship (HTMS) Taksin dengan nomor lambung 422 dinakhodai Capt Aniruth Sawasdee, dan HTMS Saiburi bernomor lambung 458 yang dinakhodai Capt Ed Youwananggoon. Kedua kapal tersebut membawa 582 personel, termasuk kadet Angkatan Laut Kerajaan Thailand.

Kedatangan kedua kapal tersebut pun disambut Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan, Laksamana Pertama TNI Amri Husaini.


Anggota TNI AL menyambut kedatangan kapal perang HTMS Thaksin (FF-422) milik angkatan laut Thailand di dermaga Pelabuhan Belawan Medan, Sumut, Jumat (15/4). (Foto: ANTARA/Septianda Perdana/ed/mes/11)

Dalam sambutannya, Laksamana Pertama TNI Amri Husaini mengatakan, kedatangan kedua kapal tersebut bertujuan untuk melakukan kunjungan silahturahmi kemiliteran. Selain itu, untuk meningkatkan kerjasama dalam upaya menjaga keamanan perairan laut dari gangguan bajak laut. “Untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas di bidang militer, kita saling berbagi informasi,” ujarnya.

Kedua kapal perang Thailand tersebut, merupakan kapal yang juga menjadi unit training bagi para kadet Angkatan Laut Kerajaan Thailand. Keikutsertaan para kadet dalam kunjungan keluar negeri, merupakan bagian dari empat tahun masa pendidikannya. Sementara itu, jarak yang ditempuh kedua kapal perang Thailand tersebut menempuh perjalanan sepanjang 9.235 mil selama 70 hari atau 615 jam, sejak perjalanan dimulai 1 Maret hingga berakhir 10 Mei mendatang.


HTMS Taksin and HTMS Saiburi tiba di Sri Lanka, 5 April 2011. (Foto: Sri Lanka Navy)

Pelayaran tersebut dimulai dari Pelabuhan Sattahip di Thailand, kemudian menuju Penang di Malaysia, Colombo di Srilangka, Phuket di Thailand. Selanjutnya, dari Phuket perjalanan menuju Belawan, dan rencananya akan menuju Bali, dan seterusnya menuju Singapura dan kembali ke Negara asalnya, Thailand.

Sumber: Harian Sumut Pos

Friday, April 15, 2011

Menlu RI-Somalia Bertemu Pencahkan Sandera WNI

Kamis, 14 April 2011 23:59 WIB | 1129 Views
Menlu RI, Marty Natalegawa. (FOTO.ANTARA)
Berita Terkait
Kairo (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengatakan pihaknya akan bertemu dengan Menlu Somalia Mohamed Abdullah Omaar di Dubai, Uni Arab Emirat awal pekan depan untuk memecahkan krisis warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini disandera perompak Somalia.

"Saya dan Menlu Somalia akan bertemu di Dubai pada Senin (18/4) untuk mencari jalan keluar membebaskan WNI yang disandera," kata Marty dalam jumpa pers di KBRI Kairo, Kamis.

Jumpa pers tersebut dilakukan setelah Marty didampingi Duta Besar RI untuk Mesir A.M. Fachir bertemu dengan Perdana Menteri Mesir Essam Sharaf dan timpalannya, Menlu Mesir Nabil Al Arabi.

Menurut Marty, pemerintah Indonesia memprioritaskan pembebasan para sandera WNI tersebut melalui berbagai jalur kontak dengan berbagai pihak.

"Kontak-kontak yang kita lakukan itu sebagiannya diumumkan di media massa dan beberapa perundingan dengan pihak-pihak terkait lainnya dilakukan secara rahasia dengan prioritas penyelamatan WNI tersebut," katanya.

Pemerintah terus menjalin komunikasi dengan pemilik kapal dan akan terus berupaya untuk memastikan pembebasan dengan selamat terhadap mereka, katanya.

Kapal Sinar Kudus bermuatan bijih nikel dibajak dan disandera oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab saat pelayaran dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara menuju Rotterdam, Belanda, pada 16 Maret 2011.

Sebanyak 20 dari 31 anak buah kapal (ABK) naas tersebut adalah WNI. (M043/K004) 


Antara

Thursday, April 14, 2011

Walah...Pelecehan Seksual di Militer AS Meningkat

global muslim
Walah...Pelecehan Seksual di Militer AS Meningkat
Tentara wanita AS

Jumat, 15 April 2011 07:39 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,Sejumlah besar anggota militer pria Amerika Serikat mengatakan, mereka telah menjadi korban pelecehan seksual oleh rekan-rekan dan atasannya. Sekitar 110 tentara pria AS mengakui bahwa mereka telah mengalami pelecehan seksual, ketika berdinas di militer pada tahun 2010. Jumlah ini meningkat hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2007. Demikian dilaporkan majalah Newsweek.

Menurut Pentagon, jumlah korban kemungkinan jauh lebih tinggi karena banyak para prajurit tidak ingin mengungkapkan bahwa mereka mengalami serangan tersebut atau mereka takut aksi pembalasan.

Para analis menyatakan, orang yang melakukan kekerasan seksual kebanyakan berorientasi heteroseksual. Pelecehan terjadi terhadap anggota baru, lemah, atau diduga homoseksual melalui kekuatan dan intimidasi.

Tahun lalu, lebih dari 50.000 tentara pria Amerika positif dinyatakan sebagai korban dari suatu 'trauma seksual militer.' Awal tahun ini, Pentagon mengabaikan keluhan oleh sekelompok veteran wanita atas kasus perkosaan dan pelecehan seksual oleh sesama anggota aktif.

Hampir satu dari setiap lima wanita di Angkatan Udara AS telah melaporkan mengalami pelecehan seksual, sementara setiap wanita ditempatkan di antara 15 prajurit pria. Departemen Pertahanan AS tidak menganggap pelecehan seksual antar sesama prajurit sebagai kejahatan sampai 1992 dan hanya mengakui korban wanita.

REPUBLIKA

Keluarga ABK Berharap Opsi Militer tak Dilakukan Dulu

Keluarga ABK Berharap Opsi Militer tak Dilakukan Dulu
MV Sinar Kudus

Kamis, 14 April 2011 15:52 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI-Pihak keluarga ABK Sinar Kudus berharap opsi operasi militer tidak dilakukan dulu untuk membebaskan para ABK yang kini ditawan perompak Somalia. Ini diungkapkan Nova Husada (39), kakak kandung salah seorang ABK, Dudi Wahyudi (32 tahun).
’’Yang terpenting nyawa diselamatkan terlebih dulu,’’ kata Nova, warga Perum Mangkalaya Blok B8 RW 04 RW 02, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Ia berharap pihak perusahaan, PT Samudera Indonesia, memenuhi tuntutan dari para perompak dan mampu melakukan negosiasi dengan perompak agar para ABK bisa diselamatkan.
Pihak keluarga menerima kabar terakhir dari Dudi pada tanggal 26 Maret lalu. Pada waktu itu, Dudi yang menghubungi keluarga di bawah ancaman para perompak mengabarkan bahwa dirinya sehat. Dudi meminta ibunya tidak khawatir. Namun diakuinya, stok makanan dan obat sudah habis.
Dudi sudah 15 tahun bekerja di perusahaan pelayaran. Sebelum ke Rotterdam, Belanda, Dudi seringkali melakukan perjalanan ke negara Jepang.

REPUBLIKA

Alternatif Alutsista Indonesia



Membuat persenjataan tidak hanya dilakukan badan usaha milik negara, sejumlah pengusaha kecil dapat berkarya dalam industri pertahanan (ordinance). Pabrik bom, perahu komando, perangkat amfibi untuk helikopter, dan rantai tank dapat diproduksi oleh sejumlah industri rumahan.

KOMPAS

Kopassus Siap ke Somalia, Bebaskan Sandera

Kopassus

Kapal kargo Samho Jewelry berbendera Korea Selatan yang di bajak di laut Arab. AP/AL Arab melalui Yonhap

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pasukan elit TNI Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus mengaku siap diterjunkan guna membantu proses penyelamatan warga negara Indonesia yang disandera para perompak. “Jika dibutuhkan kami siap untuk membantu,” ujar Kepala Dinas Penerangan Kopassus, Letnan Kolonel Thevi A Zebua saat dihubungi Tempo, Rabu 13 April 2011 malam.

Sejumlah awak kapal kapal NV Sinar Kudus disandera perompak sejak 16 Maret lalu. Kapal yang membawa biji besi dari Pomalaa ke Rotherdam, Belanda itu dibajak perompak asal Somalia di perairan internasional. Para perompak awalnya meminta uang terbusan sebesar US$ 2,6 juta, namun belakangan tuntutan tersebut meningkat.

Thevi mengaku belum mengetahui apakah pemerintah telah memberikan instuksi untuk mengambil langkah penyelesaian melalui operasi militer. Ia pun membantah kabar yang menyatakan bahwa kesatuannya telah diterjunkan ke Somalia sejak beberapa hari lalu. “Saya tidak tahu. Yan g jelas, jika diperlukan kami siap membantu,” katanya.

Hal serupa dinyatakan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksama Pertama, Tri Prasodjo. Menurut dia, TNI akan mendukung penuh opsi apapun yang akan dijalankan pemerintah. “Pada dasarnya TNI siap menjaga kedaulatan, mengamankan warga negaranya dan menangkal setiap bentuk ancaman,” ujarnya

TEMPOINTERAKTIF

BERITA POLULER