Pages

Wednesday, April 13, 2011

Angkatan Laut AS Ciptakan Senjata Laser


Laser ditembakkan dari jarak jauh ke sebuah perahu motor kecil dan menimbulkan kebakaran.
Rabu, 13 April 2011, 12:49 WIB
Muhammad Firman
Senjata laser yang ditembakkan dari kapal perang AS. (foxnews.com)

VIVAnews - Angkatan laut Amerika Serikat tengah berupaya memperbarui armada mereka dengan senjata laser. Dalam pengujian, sebuah senjata laser masa depan yang dipasang di kapal penjelajah berhasil meledakkan sebuah perahu motor di perairan samudera Pasifik.

Uji coba ini merupakan yang pertama dilakukan di tengah laut dan menggunakan senjata yang menjadi tonggak bersejarah bagi angkatan laut negeri itu.

“Kami berhasil menciptakan efek menghancurkan pada target yang bergerak dengan kecepatan tinggi,” kata Nevin Carr, Chief of Naval Research, seperti dikutip dari Foxnews, 13 April 2011.

Uji coba itu dilakukan di lepas pantai California, menggunakan senjata laser yang dipasang di geladak kapal uji coba pertahanan angkatan laut, USS Paul Foster. Laser ditembakkan dari jarak jauh ke sebuah perahu motor kecil dan menimbulkan api yang kemudian berkobar. Namun sejumlah detail seperti kepastian jarak tembak, dirahasiakan.

“Kami menembakkan laser dalam hitungan mil, bukan sekadar yard,” ucap Carr.

Sebagai informasi, angkatan laut, angkatan darat dan angkatan bersenjata lainnya telah bekerjasama untuk membuat sebuah senjata laser yang disebut ‘directed energy’ dalam bentuk sejumlah jajaran senjata baru.

Senjata-senjata itu terdiri dari meriam yang dipasang di tank sampai ke senapan yang dipasang di pesawat atau balon tak berawak. Uji coba yang dilakukan tersebut merupakan uji coba pertama senjata laser ditembakkan di laut dan bukti bahwa senapan laser bukanlah sekadar mimpi belaka.

“Ini merupakan kali pertama sebuah sinar laser di level daya tinggi dipasang di kapal perang, dan menggunakan daya dari kapal itu untuk mengalahkan target dalam jarak tertentu di lingkungan kelautan,” kata Peter Morrison, Program Officer for the Office of Naval Research.
“Angkatan laut saat ini bergerak cepat ke arah directed energy,” ucapnya. (eh)


• VIVAnews

Uji Coba Meriam TNI AD Gagal


Tribun Jateng - Rabu, 13 April 2011 09:42 WIB
Share |
Meriam.jpg
TRIBUNJATENG, KEBUMEN Latihan perang serta uji coba sistem senjata TNI Angkatan Darat di kawasan Urut Sewu, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dibatalkan karena situasi tidak kondusif. Hal ini menyusul aksi sekitar 500 orang dari kaum tani yang memblokade areal tersebut hingga Selasa (12/4/2011).

Personel tentara yang sempat tertahan di kantor Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD Desa Setrojenar, Buluspesantren, juga telah ditarik beserta semua artileri yang sedianya akan diuji coba pada Senin lalu.

Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kebumen Adi Pandoyo, Selasa, mengatakan, karena situasi di lapangan tidak memungkinkan, uji coba meriam dan latihan perang TNI AD untuk sementara ditunda.

"Hasil dialog yang melibatkan Kapolda Jateng dan Pangdam IV/Diponegoro, seluruh pasukan dan peralatan tempur telah ditarik Senin malam. Untuk selanjutnya, persoalan ini akan dibahas di tingkat yang lebih tinggi," ujarnya, Selasa.

Pantauan Kompas, situasi di Jalan Diponegoro Desa Setrojenar yang sejak Minggu malam hingga Senin petang diblokade oleh ratusan orang bersenjata tajam, kemarin berangsur normal. Hanya terlihat satu regu piket berjaga di kantor Dislitbang TNI AD. Namun, warga masih memblokade jalan dari Kompleks Dislitbang menuju Pantai Bocor.

Secara terpisah, Ketua Bagian Divisi Litbang dan Media Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan Aris Panji mengatakan, penolakan latihan TNI AD di kawasan Urut Sewu merupakan harga mati. Ia juga membantah anggapan bahwa keinginan tersebut hanya kepentingan segelintir warga.

"Ini keinginan mayoritas warga tiga kecamatan di Ambal, Mirit, dan Buluspesantren. Panglima TNI harus memahami persoalan ini dengan benar karena ada sekitar 4.000 keluarga dari 15 desa yang mata pencahariannya terancam jika latihan tetap dilanjutkan," tegasnya.

Penolakan latihan TNI AD oleh warga kawasan Urut Sewu sudah terjadi beberapa kali selama lima tahun terakhir. Terakhir kali, pada akhir Maret 2011 lalu, sekitar 1.000 orang mendemo kantor Bupati Kebumen untuk menolak latihan dan uji senjata TNI AD di kawasan tersebut.

Editor : dahlan
 
TRIBUN

Menhan Tegaskan RI Akan Borong 1 Skuadron T-50 Korsel


Irwan Nugroho - detikNews

Menhan Tegaskan RI Akan Borong 1 Skuadron T-50 Korsel
Jakarta - RI berencana membeli jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan (Korsel) untuk menggantikan jet latih Hawk Mk-53 milik TNI AU yang sudah usang. Bila disepakati, pemerintah akan memborong 1 skuadron T-50.

"Jumlahnya, kalau dengan batas anggaran itu, 1 skuadron," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai rapat tentang 'Keketuaan Indonesia dalam Forum ASEAN' di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2011).

Menurut Menhan, hingga kini kontrak pembelian jet latih tersebut belum ditandatangani. Namun, proses penawaran sudah dilakukan sejak tahun 2010 lalu.

"Itu kontraknya belum dibuat. Tetapi memang itu salah satu pertimbangan kita untuk memperkuat skuadron kita," kata mantan Menteri ESDM ini.

Sebelumnya, Presiden Korea Aerospace Industries (KAI), Kim Hong Kyun, mengumumkan telah mendapatkan lampu hijau dari Menhan RI, meski negosiasi harga dan rincian pembelian belum tuntas. Korsel berharap bisa menjual 16 T-50 ke Indonesia dengan nilai US$ 400 juta atau Rp 3,4 triliun, demikian dilansir kantor berita Yonhap.

Pejabat Korsel mengatakan T-50 bisa juga dipakai untuk serangan udara ringan, selain untuk latihan. Korsel berencana membuat T-50 yang lebih dominan untuk versi tempur.

Rencana pembelian pesawat ini sempat tercoreng aksi agen rahasia Korsel yang mencoba membobol dokumen milik delegasi Indonesia, Februari 2011 silam. Meski demikian, kerja sama pertahanan Korsel dan Indonesia sepertinya tidak terpengaruh.

Pada 2008, Korsel membeli 4 pesawat transport dari Indonesia senilai US$ 90 juta atau Rp 774 miliar untuk fungsi patroli laut. Pada Juli 2010, Indonesia dan Korsel juga melakukan kerja sama untuk mengembangkan jet tempur.

detik

Dubes Somalia Persilakan Indonesia Gelar Operasi Militer


Ramadhian Fadillah - detikNews


  
Dubes Somalia Persilakan Indonesia Gelar Operasi Militer
Jakarta - 20 ABK Sinar Kudus disandera oleh perompak di Teluk Aden. Dubes Somalia pun mempersilakan  Indonesia jika ingin menggelar operasi militer guna membebaskan WNI.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Kerja Sama Internasional DPP Partai Golkar Iris Indira Murti. Indira mengutip pernyataan Dubes Somalia di RI Mohamud Olow Barow yang baru saja usai menemui Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Dalam pertemuan itu, Aburizal yang akrab disapa Ical didampingi oleh Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Happy Bone Zulkarnaen dan Indira. Acara ini berlangsung pukul 16.30 hingga 18.00 WIB di Wisma Bakrie I, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2011) malam.

"Mereka welcome, jika pemerintah Indonesia ingin melakukan operasi militer baik lewat laut ataupun udara, mereka siap bahu-membahu atau pun mempersilakan pemerintah Indonesia jika ingin melakukan operasi militer membebaskan sandera itu, mereka tidak merasa diintervensi dengan tindakan itu," Indira.

Dubes Somalia mengakui kekuatan angkatan laut mereka saat ini sedang lemah. Ini akibat dari perang saudara di negara tersebut yang sudah berlangsung hampir 20 tahun lamanya. Pemerintah Somalia pun meminta agar Indonesia jangan bernegosiasi dengan para perompak itu.

"Dia (Dubes) bilang, kalau soal tebusan itu, biarkan saja perusahaan pelayaran yang menangani, tapi pemerintah Indonesia jangan kompromi dengan perompak," lanjut Indira.

Dalam pertemuan itu, dicontohkan juga beberapa negara yang tegas-tegas melawan perompak. Mulai dari India dan Korea Selatan. Perlawanan ini justru diapresiasi oleh pemerintah Somalia.

"Tadi saya bilang ada kapal KRI korvet milik TNI AL yang sedang di Libanon. Saya sampaikan jarak antara Libanon dan Somalia sangat dekat, dia (Dubes) welcome silakan saja," kata Bone menambahkan.

"Dia bilang pemerintah Somalia welcome, mereka siap bahu-membahu," tandas Bone.

Kapal MV Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.

(mok/nrl)

DETIK

Juara Robot, Mahasiswa UGM & ITB Dapat Beasiswa


Febrina Ayu Scottiati - detikinet


Robot Buatan ITB (inet)
Jakarta - Indonesia kembali menoreh tinta emas di kontes robot internasional. Sebagai penghargaan, delapan mahasiswa pembuat robot asal UGM dan ITB berhak mendapat beasiswa penuh untuk meneruskan studinya.

"Jadi kita semua harus bersyukur, adik-adik kita telah menunjukkan prestasi yang sangat luar biasa di robot kontes cerdas yang diselenggarakan di Amerika. Pemenangnya sebagai imbalan untuk mendukung dan dorongan kita berikan beasiswa S2," ujar Menteri Pendidikan Nasional M Nuh kepada wartawan usai pemberian penghargaan kepada tim robot UGM dan ITB, di Kemendiknas, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (13/4/2011).

Nuh juga berharap kemenangan tersebut bisa menjadikan Indonesia sebagai icon pembuat robot cerdas terbaik. Sehingga menjadi bagian dalam membangun nama baik Indonesia di kancah internasional.

"Ini yang harus kita dorong, syukur-syukur nanti kita menjadi icon, jadi kalau robot sudahlah Indonesia, robot cerdas sudahlah Indonesia. Kalau itu bisa kita kemas, kita siapkan itu menjadi bagian dari mana kita membangun nama baik Indonesia," imbuhnya.

Seperti yang diketahui, tim UGM dan ITB mengikuti Kompetisi Internasional 2011 Trinity Collage Fire Fighting Home Robot Contest and RoboWaiter yang di selenggarakan di Trinity Collage, Hartford, Connecticut, AS, (9-10/4) lalu.

Tim UGM diwakili oleh Farid Inawan, Noer Aziz Ismail, Wahyu Wijayanto dan Luiz Rizki Ramelan. Mereka mengikutsertakan 2 buah robot beroda berhasil meraih juara I dan II dalam kategori Senior Division.

Sementara itu, tim ITB diwakili Syawaludin Rachmatullah, Ashlih Dameitri, Samratul Fuady dan Dody Suhendra. Mereka juga mengikutsertakan 2 buah robot berkaki berhasil meraih juara I dan II dalam kategori Walking Division.

Ajang kompetisi internasional ini sendiri sudah diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya sejak tahun 1994 dan diikuti siswa-siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Untuk tahun ini, kompetisi diikuti oleh 7 negara, yaitu Indonesia, Amerika, China, Portugal, Israel, Kanada dan Meksiko.

detik

RI Akan Beli Jet Latih dari Korsel


                                                                   T-50 Golden Eagle


Rabu, 13 April 2011 13:57 WIB | 13 Views
kalau dengan batas anggaran itu, satu skuadron
Pada 2008, Korsel membeli 4 pesawat transpor Indonesia senilai US$ 90 juta atau Rp 774 miliar untuk fungsi patroli laut.
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia akan membeli pesawat jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan sebanyak satu skuadron untuk menggantikan jet latih Hawk Mk-53 milik TNI AU yang sudah usang.

"Jumlahnya, kalau dengan batas anggaran itu, satu skuadron," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada pers di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu.

Hal tersebut disampaikan usai dirinya mengikuti rapat Keketuaan Indonesia dalam Forum ASEAN di Kantor Wapres yang dipimpin oleh Wakil Presiden Boediono dan diikuti antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menlu Marty Natalegawa, Menkeu Agus Martowardojo, Mendag Mari Elka Pangestu, Menkominfo Tifatul Sembiring, serta Menbudpar Jero Wacik.

Dikatakan Purnomo, sampai saat ini kontrak pembelian jet latih tersebut belum ditandatangani tapi proses penawaran sudah dilakukan sejak tahun 2010.

"Itu kontraknya belum dibuat. Tetapi memang itu salah satu pertimbangan kita untuk memperkuat skuadron kita," kata Purnomo.

Presiden Korea Aerospace Industries (KAI) Kim Hong Kyun mengumumkan bahwa telah mendapatkan status dari Menteri Pertahanan Indonesia sekalipun meski negosiasi harga dan rincian pembelian belum tuntas.

Pesawat T-50 bisa juga dipakai untuk serangan udara ringan, selain untuk latihan. Korsel berencana membuat T-50 yang lebih dominan untuk versi tempur.

Rencana pembelian pesawat ini sempat tercoreng aksi agen rahasia Korsel yang mencoba membobol dokumen milik delegasi Indonesia, Februari 2011 silam. Meski demikian, kerja sama pertahanan Korsel dan Indonesia sepertinya tidak terpengaruh.



ANTARA

BMG Bangun Radar di Perbatasan Malaysia-Pilipina-Indonesia


Radar Bisa dimanfaatkan Untuk keperluan operasi militer TNI

BALIKPAPAN - Badan Meteorologi dan Geofisika Balikpapan, Kalimantan Timur akan membangun radar cuaca di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Peralatan seharga Rp 15 miliar ini mampu mencakup seluruh wilayah perbatasan di Kalimantan dalam radius 200 – 250 kilometer. "Lokasinya di Tarakan, di Bandara Juata," kata Kepala BMG Balikpapan, Sugiman, Selasa (12/4).

Sugiman mengatakan, pihaknya sudah membangun peralatan radar cuaca serupa di Bandara Sepinggan Balikpapan. Radar berfungsi untuk meramalkan kondisi cuaca, dunia penerbangan, dan keperluan operasi militer TNI. "Fungsi utamanya untuk menunjang dunia penerbangan dan pertahanan keamanan Indonesia," kata dia.

Pemilihan lokasi Tarakan, kata Sugiman disengaja mengingat letaknya yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Pilipina. Sepanjang wilayah perbatasan Indonesia belum termonitor peralatan radar dengan jangkauan jauh. Kantor BMG sudah berencana membangun 51 stasiun radar cuaca di sejumlah titik lokasi di Indonesia. Pembangunan stasiun radar cuaca di Tarakan diharapkan terealisasi pada 2013 mendatang.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM

BERITA POLULER