Pages

Monday, April 11, 2011

3 Heli Malaysia Buntuti Kapal Hiu Indonesia Selama Satu Jam

Tribunnews.com
 
3 Heli Malaysia Buntuti Kapal Hiu Indonesia Selama Satu Jam
netKapal Pengawas Hiu


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan membawa dua kapal illegal fishing asal Malaysia berjalan tegang. Pasalnya, saat dibawa menuju ke pelabuhan Belawan, Kapal Pengawas Hiu 001 yang membawa dua kapal illegal fishing asal Malaysia sempat dikejar tiga helikopter asal Malaysia.

Dengan persenjataan lengkap, tiga helikopter asal Malaysia ini membuntuti kapal pengawas Hiu selama perjalanan menuju pelabuhan Belawan.

“Kapal pengawas HIU 001 dalam perjalanan menuju Pelabuhan Belawan, tepatnya pada posisi 04'26"82 U - 99'16"09 T dengan kecepatan 9,3 Knot dan haluan 230', sempat dikejar/disergap dan diprovokasi tiga buah helikopter, yaitu dua buah helikopter maritime Malaysia, dan satu helikopter tempur tentara laut diraja Malaysia (TLDM) dengan persenjataan lengkap,” kata Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yulistyo Mudho di Jakarta, Senin (11/4/2011).

Yulistyo menjelaskan, ketiga helikopter tersebut terus membayang-bayangi dan mengadang KP.HIU 001 berserta dua kapal illegal fishing asal Malaysia. Helikopter tersebut juga berusaha menghentikan dan terus memprovokasi agar kapal tangkapan dilepaskan atau dikembalikan ke Malaysia.

“Helikopter tersebut terbang rendah dan mengelilingi atau menghalau serta manuver berbahaya dengan senjata siap tembak di atas KP.HIU 001," ungkapnya seraya mengaku, KP Hiu 001 terus berkomunikasi melalui radio, dan telepon satelit dengan pihak PSDKP, BAKORKAMLA, dan KRI TARIHU-829, DANSATGAS OPS GURITA. Komunikasi dilakukan untuk meminta bantuan pengamanan dari kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Namun, pada posisi 04'20"45 U - 99'10"50 T, setelah satu jam membuntuti, ketiga helikopter meninggalkan kapal pengawas beserta hasil tangkapannya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kapal Pengawas HIU 001 yang dinahkodai Moch Nursalim milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap dua kapal illegal fishing asal Malaysia pada Kamis (7/4/2011). Kedua kapal masing-masing terdiri atas lima ABK berkewarganegaraan Thailand, berada di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia, perairan Zona Ekonomi Ekskutif Indonesia (ZEEI) Selat Malaka.

Kedua kapal tersebut adalah KM. KF 5325 GT. 75,80 ditangkap pada posisi 04º35’02” N – 099º24’01” E yang dinahkodai oleh MR. KLA dan KM. KF 5195 GT. 63,80 ditangkap pada posisi 04º40’50” N – 099º25’00” E dengan nahkoda MR. NHOI.

Keduanya ditangkap karena tidak mempunyai Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dari pemerintah RI serta penggunaan alat tangkap terlarang Trawl. Mereka dianggap melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (b) Jo pasal 92 Jo pasal 93 ayat (2) Jo pasal 86 ayat (1) UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

TRIBUN NEws

Kapal Perang Australia & Amerika Sandar di Makassar


MAKASSAR - Dua kapal Peang HMAS Yarra-M 87 (kiri) dan HMAS Huon-M 82 (kanan) bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulsel, Senin (11/4). Kedua kapal perang Australia berada di Makassar , selama lima hari untuk muhibah dan melaksanakan bekal ulang logistik. FOTO ANTARA/Yusran Uccang/ed/Spt/11







South Korean Coastguard to Receive Four New CN-235s


11 April 2011

CN-235 for the South Korean Coast Guard (photo : duyz - Indoflyer)
South Korea's coastguard will induct four Indonesian Aerospace-built CN-235-220 maritime patrol aircraft in 2011.
Two of the new aircraft will enter service in April, and two in August, says the service. According to a report by South Korea's official Yonhap news agency, the four aircraft were purchased in 2008 for $100 million.
According to IAe, the aircraft has a pressurised cabin and is powered by two General Electric CT7-9C engines, each driving four-bladed propellers. The aircraft has a fuel capacity of 4,000kg (8,820lb) and an endurance of 8-10h. The CN-235 is capable of performing short take-off and landing operations, and has a maximum take-off weight of 16,100kg.
The South Korean air force operates 20 CN-235s, 12 produced by Airbus Military and eight by IAe.
(Flight Global)

Fadel: Heli Malaysia Kejar Aparat Indonesia


Tiga Helikopter Tempur Malaysia Adang Kapal Patroli RI
alutsistablogspot
Satu di antara helikopter tempur milik Tentara Laut Diraja Malaysia











Aparat Indonesia tak todongkan senjata ke arah helikopter Malaysia.
VIVAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad mengatakan aparatnya tak mengarahkan senjata ke helikopter Malaysia. Dia mengatakan helikopter itu justru mengejar petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat menangkap kapal nelayan Malaysia yang memasuki perairan Indonesia.

"Kita justru dikejar oleh mereka. Kita punya laporan dari Dirjen Pengawasan," kata Fadel kepada VIVAnews.com, Minggu 10 April 2011.

Sebelumnya dilaporkan oleh laman The Star, Malaysia mengerahkan empat helikopter untuk mencari dua kapal nelayan yang ditangkap petugas Indonesia. Menteri Pertahanan Malaysia mengatakan otoritas Indonesia menodongkan senjata ke arah helikopter Angkatan Laut Kerajaan Malaysia dan Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM) Malaysia.

Namun, untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, otoritas Malaysia tidak mengambil tindakan lebih lanjut untuk menghentikan kapal petugas Indonesia. Dua perahu Malaysia itu dibawa melintasi perbatasan sekitar pukul 15.50.

Fadel mengatakan, cerita itu hanya tuduhan kosong belaka. Menurut dia, aparat Indonesia hanya menjalankan tugasnya menegakkan kedaulatan negara.

Fadel menambahkan, nelayan-nelayan Malaysia itu ditangkap setelah memasuki wilayah perairan Indonesia secara ilegal. Petugas KKP, kata dia, telah memberikan peringatan keras. "Namun mereka tetap saja melanggar batas dengan mengatakan masih termasuk perairan mereka," kata dia.


http://nasional.vivanews.com/news/read/213961-fadel--heli-malaysia-kejar-aparat-indonesia

Sunday, April 10, 2011

Kronologi 3 Helikopter Tempur Malaysia 'Ledek' Kapal Patroli RI

Tribunnews.com - Senin, 11 April 2011 10:02 WIB
 
Kronologi 3 Helikopter Tempur Malaysia 'Ledek' Kapal Patroli RI
alutsistablogspot
Satu di antara helikopter tempur milik Tentara Laut Diraja Malaysia


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga Helikopter Tempur Malaysia dilaporkan mengadang KP HIU 001 saat tengah melakukan penjagaan di perairan Indonesia dan menangkap dua kapal asing yang melakukan illegal fishing.

Berikut kronologi kejadian tindakan provokasi yang dilakukan tiga helikopter tempur milik angkatan perang Malaysia terhadap Kapal Patroli milik Kementrian Kelautan dan Perikanan RI:
RI-Australia Patroli Perikanan Bersama
Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 001 milik Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sedang berpatroli di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (Detik Foto)

Kamis, 7 April 2011 Pukul 10.05 WIB Kapal Patroli RI KPHIU-001 milik Kemeterian Kelautan dan Perikanan , KP.HIU-001, posisi 04'21"05 U - 99'20"50 T mendeteksi ada 2 (dua) buah kapal ikan asing yang diduga telah melakukan deteksi kapal dengan radar di wilayah ZEE Indonesia.

Pukul 10.35 WIB, KP.HIU-001 posisi 04'28"01 U - 99'20"03 T, KP.HIU 001 melakukan pengejaran terhadap kapal ikan asing tersebut.

Tepat pukul 11.20 WIB KP.HIU 001 posisi 04'40"50 U - 99'15"00 T, KP.HIU 001 melakukan Penghentian, pemeriksaan, dan penahanan (Henrikhan) terhadap kapal ikan asing yang diketahui bernama KF.5195 dengan alat tangkap trawl tanpa bendera dengan nakhoda bernama Mr. Nhoi. Usia 47 Tahun, termasuk 4 orang ABK berkebangsaan Thailand. Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal ikan asing tersebut tidak memiliki dokumen yang sah.

Setelah itu KP.HIU 001 kembali meneruskan pengejaran terhadap 1 (Satu) buah kapal ikan asing dengan kecepatan 17,5 Knot dan haluan 230'.

Pukul 11.50 WIB KP.HIU 001 posisi 04'35"02 U - 99'24"01 T, melakukan Henrikhan lagi terhadap kapal ikan asing yang diketahui bernama KF.5325 dengan alat tangkap trawl tanpa bendera dengan nakhoda bernama Mr. Kla. Usia 37 Tahun, termasuk 4 orang ABK juga berkebangsaan Thailand. Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal ikan asing tersebut tidak memiliki dokumen yang sah SIPI RI .

Pukul 14.00 WIB, KP.HIU 001 posisi 04'26"82 U - 99'16"09 T, dalam perjalanan mengawal kedua kapal tangkapan menuju pelabuhan Belawan dengan kecepatan 9,3 Knot dan haluan 230', KP HIU 001 dikejar/disergap dan provokasi oleh 3 (Tiga) buah helikopter, yaitu 2 (dua) buah Helikopter Maritime Malaysia, 1 (satu) buah Helikopter tempur Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) dengan persenjataan lengkap. Ketiga helikopter tersebut terus membayang-bayangi dan menghadang KP.HIU 001 dan kedua kapal tangkapan. KP.HIU 001 tetap melanjutkan pelayaran dengan kecepatan 9,4 Knot dan haluan 230' menuju pelabuhan terdekat/Belawan.

Helikopter Malaysia berusaha menghentikan dan terus memprovokasi agar kapal tangkapan dilepaskan/dikembalikan ke Malaysia. Mereka juga terbang rendah dan mengelilingi/menghalau serta manuver berbahaya dengan senjata siap tembak di atas KP.HIU 001. Mereka masuk perairan landas kontinen Indonesia sejauh 8 (delapan) Nautical Mile (NM) dan sebentar lagi memasuki wilayah perairan Teritorial kita.

Selama dalam pengadangan helikopter Malaysia, KP.HIU 001 berusaha untuk menghubungi dan berkomunikasi kepada semua unsur terkait via radio dan telepon satelit seperti PSDKP, BAKORKAMLA, KRI TARIHU-829, DANSATGAS OPS GURITA untuk meminta bantuan pengamanan dari kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Pukul 15.00 WIB, KP.HIU 001 posisi 04'20"45 U - 99'10"50 T, setelah ± 1 (Satu) jam membuntuti tanpa hasil ketiga helikopter tersebut satu persatu meninggalkan KP.HIU 001 dan kedua kapal tangkapan. Pelayaran terus dilanjutkan hingga memasuki teritorial.

Pukul 17.30 WIB Nahkoda Moch Nursalim KP.HIU-001 mengontak Kepala Stasiun Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Belawan Mukhtar, A.Pi, M.Si untuk mengabarkan kedatangan dua kapal illegal fishing Malaysia, setalah itu Kepala Stasiun PSDKP Belawan mengontak Komandan Pangkalan Utama I TNI AL Belawan Bapak Amrin Husain meminta tempat sadar kapal tersebut di dermaga Lantamal I Belawan.

Pukul 21.45 WIB KP.HIU-001 tiba dan sandar di Pelabuhan LANTAMAL I Belawan- Medan.

TRIBUN

Tiga Helikopter Tempur Malaysia Adang Kapal Patroli RI

Tribunnews.com - Senin, 11 April 2011 09:10 WIB
 
Tiga Helikopter Tempur Malaysia Adang Kapal Patroli RI
Share on Facebookalutsistablogspot
Satu di antara helikopter tempur milik Tentara Laut Diraja Malaysia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga Helikopter Tempur Malaysia dilaporkan mengadang KP HIU 001 saat tengah melakukan penjagaan di perairan Indonesia dan menangkap dua kapal asing yang melakukan illegal fishing.

Adapun penangkapan dua kapal illegal fishing asal Malaysia oleh KP HIU-001 milik Kemeterian Kelautan dan Perikanan pada hari Kamis (7/4/2011) silam pukul 10.05 WIB. Kapal Patroli tersebut mendeteksi dua buah kapal ikan asing yang diduga telah melakukan deteksi kapal dengan radar di wilayah ZEE Indonesia.

Setelah melakukan pengejaran, penghentian, dan pemeriksaan, dua kapal tersebut ditangkap. Kapal Patroli KP HIU 001 kemudian meneruskan pengejaran terhadap satu lagi kapal asing. Alhasil, ketiga kapal yang diduga kuat melakukan pencurian ikan menggunakan jaring trawl tersebut digelandang ke pelabuhan Belawan.

Tiba-tiba, seperti dilaporkan, dalam perjalanan mengawal kedua kapal tangkapan menuju pelabuhan Belawan, KP HIU 001 dikejar dan disergap oleh tiga buah helikopter, yaitu 2 (dua) buah Helikopter Maritime Malaysia, 1 (satu) buah Helikopter tempur Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) dengan persenjataan lengkap.

Ketiga helikopter tersebut terus membayang-bayangi dan menghadang KP.HIU 001 dan kedua kapal tangkapan. KP.HIU 001 tetap melanjutkan pelayaran dengan kecepatan 9,4 Knot dan haluan 230' menuju pelabuhan terdekat/Belawan.

Dari laporan yang ada di Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia, helikopter Malaysia berusaha menghentikan dan terus memprovokasi agar kapal tangkapan dilepaskan/dikembalikan ke Malaysia.Helikopter tempur itu pun terbang rendah dan mengelilingi, berusaha menghalau serta melakukan manuver berbahaya dengan senjata siap tembak di atas KP.HIU 001. Mereka masuk perairan landas kontinen Indonesia sejauh delapan Nautical Mile (NM) dan tak jauh lagi memasuki wilayah perairan teritorial Indonesia


TRIBUN NEWS

TNI AU Segera Bangun Apron di Lanud Tarakan

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Junisah

Sukhoi TNI AU Foto : Angkasa readers

 TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN - Direncanakan Mei 2011, TNI AU bangun apron (tempat parkir) pesawat tempur dengan luas tiga hektar di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Tarakan.

Apron ini nantinya akan dapat menampung minimal 12 pesawat tempur dengan berbagai jenis. Diantaranya jenis hawk, F-16, dan sukhoi.
Ditargetkan pembangunan apron akan selesai tahun 2012. "Saat ini sedang melakukan berbagai persiapan untuk pembangunan apron. Kami harap tahun 2012 apron telah selesai, sehingga pesawat tempur kita sudah bisa standby di Lanud Tarakan," ungkap Danlanud Tarakan, Letkol Nav Budi Handoyo di Lanud Tarakan, Minggu (10/4/2011).
f-16 TNI AU




F16 TNI AU


Budi mengungkapkan, keberadan pesawat tempur di Lanud Tarakan sangat dibutuhkan, karena Tarakan merupakan daerah yang sangat strategis di bagian utara Kaltim dan berdekatan dengan daerah perbatasan.

"Apabila sewaktu-waktu ada bahaya yang datang dari luar, kami bisa langsung mengoperasionalkan pesawat tempur yang ada di sini. Tentunya ini sangat memudahkan dalam melakukan pengamanan udara," tandasnya.

TRIBUN

BERITA POLULER