Pages

Wednesday, February 23, 2011

Mesir Setuju Kapal Perang Iran Lintasi Terusan Suez



Kantor berita resmi Mesir menyatakan bahwa Kairo, Jumat (18/2) menyetujui dua kapal perang Angkatan Laut Republik Islam Iran untuk melewati Terusan Suez dan memasuki Laut Mediterania. Sebagaimana dilaporkan IRNA, kantor berita AFP selain menginformasikan berita tersebut, juga melaporkan bahwa para pejabat Terusan Suez terkait hal ini mengatakan, ini adalah yang pertama kali pasca Revolusi Islam Iran bahwa kapal perang negara itu melewati Terusan Suez.
Kantor berita MENA melaporkan bahwa dalam permohonan izin dua kapal perang Iran disebutkan kapal itu tidak mengangkut senjata nuklir dan kimia. Tanggal pasti ketibaan kapal tersebut di Pelabuhan Said di ujung utara Terusan Suez belum diketahui.
Sebelumnya, rezim Zionis Israel mengembuskan kabar mengenai perkiraan jalan lintasan dua kapal perang Iran ke Mediterania. Kapal perang Iran telah merencanakan menyeberang melalui Terusan Suez ke Laut Mediterania dan mencapai Suriah.
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Mesir sebelumnya mengatakan bahwa permintaan Iran telah dikirim ke departemen pertahanan untuk dipelajari.
Dua kapal Iran yang dinamakan Alvand dan Kharg, adalah kapal perang dan pendukung operasi dengan bobot masing-masing 1.500 ton dan 33 ribu ton. Kapal perang Kharg mengangkut 250 pelaut dan dapat membawa tiga unit helikopter serta dilengkapi dengan torpedo dan rudal anti-kapal. (IRIB/RM)

IRIB

Pilot Sadis Penyerang Demonstran, Ternyata Bukan Orang Libya

 Sejumlah pejabat dan diplomat regional menyatakan bahwa para pilot pesawat tempur yang membombardir para demonstran di ibukota Libya, Tripoli dan sejumlah kota, ternyata memang bukan warga Libya.
Kantor berita Fars melaporkan (23/2), para pilot pesawat tempur yang membantai massal para demonstran ternyata berwarganegara Ukraina. Berita ini juga dikutip oleh majalah analisa Amerika Stratfor menyinggung keterangan sejumlah diplomat di kawasan.
Para pilot profesional Ukraina itu dibayar oleh Presiden Libya, Muammar Gaddafi, untuk menerbangkan pesawat tempur Mig dan menembaki para demonstran.
Sumber itu menambahkan bahwa kelompok-kelompok mafia Italia juga ikut membantu rezim Gaddafi, dalam mengendalikan kapal-kapal tempur Libya untuk membombardir para demonstran di Tripoli dan Benghazi. Kedua kota itu berada di pesisir laut Mediterania.
Demonstrasi massif di Libya dimulai tanggal 17 Februari di seluruh kota besar negara ini. Adapun represi rezim Gaddafi terhadap para demonstran hingga kini telah merenggut nyawa ratusan orang. Menurut sejumlah media, jumlah korban bahkan telah mencapai angka 1.000 orang. (IRIB/MZ/SL)

IRIB

Militer Iran Berhasil Patahkan Ancaman Barat



Angkatan Laut Republik Islam Iran menyatakan telah berhasil mengubah ancaman berupa sanksi yang dikenakan Barat menjadi peluang. Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Habibbollah Sayyari memuji perjalanan baru-baru ini dua kapal perang Iran di Laut Mediterania melalui Terusan Suez dan selanjutnya menuju Suriah.
"Kehadiran angkatan laut kita di kawasan strategis ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa Republik Islam Iran punya kemampuan industri dan sains yang canggih," kata Sayyari seperti dilaporkan ISNA pada hari Rabu (23/2).
Kapal Kharg dan Alvand saat ini tengah berlabuh di dekat Suriah untuk menggelar latihan di tengah upaya Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel yang menyebut misi itu sebagai penyebab kekhawatiran.
Pada kesempatan itu, Sayyari menyinggung pernyataan Pemimpin Tertingi Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei tahun lalu tentang pentingnya memperkuat Angkatan Laut Iran.
"Setelah pernyataan itu, maka kami perlu untuk memodifikasi perspektif Angkatan Laut Iran pada subdivisi yang berbeda, yaitu kecerdasan, persenjataan dan operasi," jelasnya.
"Sebelumnya medan operasi Angkatan Laut Iran hanya 400 kilometer persegi, namun kini telah meningkat menjadi 2.000 kilometer. Sekarang, pelatihan dilakukan sesuai dengan standar internasional dan di pusat-pusat pelatihan militer, prajurit memperoleh berbagai keterampilan untuk misi angkatan laut jangka panjang," tambah Sayyari. (IRIB/RM)

IRIB

Tuesday, February 22, 2011

PTDI -EADS siap bikin pesawat militer C295




OnPublished On: 23 February 2011
JAKARTA: PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) kembali berkongsi dengan pabrikan pesawat asal Eropa, European Aeronautic Defence and Space Company (EADS)-CASA untuk membuat pesawat militer C295.

Direktur Utama PTDI Budi Santoso mengatakan saat ini pihaknya telah siap membuat pesawat C295, dan untuk tahap pertama perseroan membidik proyek pengadaan pesawat di lingkungan TNI.

“Seperti diketahui, TNI ada proyek penggantian pesawat Fokker 27, dan kami membidik proyek tersebut dengan menawarkan pesawat C295. Pembuatan akan dilaksanakan bila kontrak telah diperoleh,” ujarnya, hari ini.

Menurut Budi Santoso, komponen lokal dalam pesawat C295 lebih dari 40%, sehingga perseroan berpotensi ditunjuk langsung oleh pemerintah. Permodalan akan disediakan oleh EADS, dan PTDI akan mengerjakan pembuatan pesawatnya.

“Untuk profit sharing dengan EADS, kami masih membahasnya. Kerja sama ini kami jalin dengan EADS setelah sebelumnya sempat mengalami kerenggangan ketika pemerintah tidak melibatkan Cassa dalam proyek N250,” lanjut Budi Santoso.

C295 merupakan pesawat kemiliteran yang mampu menjalankan berbagai fungsi, terutama untuk keperluan patroli maritim. Di lingkungan NATO, pesawat ini dilengkapi dengan sistem misil terbaru antikapal selam dan kapal permukaan.

Pesawat ini juga bisa berfungsi sebagai pesawat angkut ringan, yang mampu mengangkut personil militer hingga 70 orang. Sejauh ini pesawat C295 telah dipakai di berbagai negara. NATO menggunakan pesawat ini untuk operasi militer di Irak dan Afganistan.

Budi Santoso mengatakan EADS merelokasi pabrik pesawat Casa 212 yang sebelumnya berada di Spanyol. Hal ini lantaran biaya produksi di Eropa jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan di Indonesia.

“Seluruh pabrik pembuatan pesawat itu sekarang berada di Bandung. Produksi Casa 212 dikirim ke Thailand serta Vietnam,” katanya.

PTDI memiliki kapasitas produksi sebesar 12 unit setahun untuk setiap jenis pesawat yang diproduksi.

Sejauh ini pesawat-pesawat yang diproduksi PTDI adalah N-2130, N-250, NC-212, CN-235, N-219. Pada awal berdirinya, BUMN ini menghasilkan pesawat Sikumbang, Belalang, Kunang, serta Gelatik (diproduksi dengan lisensi dari CEKOP Polandia yang sekarang dikenal dengan nama PZL).

Untuk helikopter, produksi PTDI a.l. NBO 105 (lisensi dari MBB Jerman), NBK 117, NBell 412 (lisensi dari Bell Helicopter, AS), NAS 330 Puma (lisensi dari Aerospatiale, Prancis), NAS 332 Super Puma yang merupakan pengembangan dari Puma,serta Tailboom.(er)

Kemhan Komit Lanjutkan Pembangunan Pesawat Tempur KF-X di Korsel

JAKARTA - Insiden pencurian laptop di Seoul, tidak mengganggu hubungan kerjasama pertahanan antara RI dan Korea Selatan (Korsel). Indonesia dan Korsel masih akan terus mengembangkan pembangunan pesawat tempur KF-X.

"Untuk kerjasama jangka panjangnya, targetnya KF-X. Jadi idenya kita ingin memperkuat kekuatan udara kita," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat launching Jurnal Universitas Pertahanan di Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (23/2).

Purnomo menjelaskan, pesawat ini direncanakan rampung pada tahun 2022. Dengan proses alih teknologi, nantinya Indonesia tidak perlu lagi membeli pesawat tempur dari luar negeri. Pesawat KF-X sendiri merupakan pesawat tempur generasi 4,5 yang lebih modern dari F-16 dan Sukhoi.

"Tapi baru bisa terjadi 2022. Untuk membangun itu harus ada skuadron tempurnya," terang Purnomo.

Selain itu pihak RI dan Korsel juga telah membangun 4 kapal LPD (Landing Platform Dock) dimana pembangunan kapal ini dilakukan dengan sistem transfer teknologi. Dua kapal dibangun di Korsel dan dua kapal di Indonesia.

"Sekarang sudah selesai, tinggal satu yang belum rampung. Kerjasama ini kita lakukan dengan maksud untuk membangun industri pertahanan," lanjutnya.

Sedangkan mengenai rencana pembelian pesawat tempur ringan T-50 Golden Eagle, Purnomo menjelaskan hal itu masih dalam tahap tender. Sudah ada beberapa pihak yang mengajukan, tapi pemerintah RI secara resmi belum mengambil keputusan.

"Masih berupa hasil tender dan belum diputuskan," terangnya.

Purnomo juga menegaskan kembali soal pencurian data di Seoul, bahwa kasus laptop yang dicuri bukan milik kementerian pertahanan. Tidak ada data-data militer yang dibawa ke Seoul dalam kunjungan itu. Laptop itu pun sama sekali tidak berisi data-data pertahanan.

"Dari kita itu jelas tidak ada yang kehilangan, karena itu kejadiannya di lantai 19 dan 20. Sedangkan kami di lantai 30. Sudah saya sampaikan, tidak ada data militer yang hilang," ujarnya.

Sumber : DETIKNEWS.COM

US military to boost naval fleet in Asia

US military to boost naval fleet in Asia

A top US naval commander said Monday that Washington plans to boost its military presence in Asia, while warning that China should expand its own forces in a "responsible and constructive" way.
The United States has expressed concerns about Beijing's military build up, with the Pentagon saying this month that China was developing "counter-space" weapons that could shoot down satellites or jam signals.
Beijing has become increasingly assertive in its ambitions on the high seas in recent years with plans to roll out its first aircraft carrier as the centerpiece in the emerging power's growing naval fleet.
The former Soviet aircraft carrier called the Varyag is currently being refurbished in the port city of Dalian in northeast China.
Speaking in Hong Kong on Monday Vice Admiral Scott Van Buskirk, commander of the US 7th fleet, said that the carrier "may come as early as this year," but did not elaborate or say whether it would be fully operational.
"It is our sincere hope that as China continues to develop a blue-water navy -- one which may soon include an aircraft carrier -- it will employ that navy in a way that is responsible and constructive," he added during a luncheon speech in Hong Kong.
Van Buskirk dismissed suggestions the US would cut its military presence in the region, saying there were an average of 70 US naval ships and aircraft operating in Asia daily, up from 50 to 60 a decade ago.
"Some worry that the US -- with our sluggish economy and continued military engagement in Afghanistan -- is weakening its position and its commitment to Asia," he said.
"I can tell you that our commitment to this region has never been stronger."
The naval commander also warned that the rash of sea piracy plaguing the coast of Africa was spreading eastward to southern India.
"Despite, or perhaps because of, the coordinated international efforts to fight piracy in the Gulf of Aden, we have seen the problem slowly creeping to the east into the Indian Ocean," Van Buskirk said.
"No one country can fight piracy alone," he added.
Last week, US Navy Admiral Robert Willard warned that Somali pirates were moving deeper into Asian waters amid international efforts to clamp down on the problem.

Korsel geger soal pencurian dokumen


SEOUL - Partai-partai politik Korea Selatan menuntut kepala badan intelijen negara itu mundur menyusul insiden percobaan pencurian dokumen komputer milik delegasi Indonesia.

"Memalukan...dan saya berharap direktur intelijen akan mundur," kata Hong Joon-Pyo, anggota Partai Nasional,GNP, yang berkuasa dalam akun Twitternya.

Partai-partai oposisi dan sejumlah surat kabar besar juga menuntut kepala badan intelijen, NIS, Won Sei-Hoon, mundur

Namun Won menyanggah berita media yang menyebutkan tiga agennya memasuki kamar hotel delegasi dagang Indonesia tanggal 16 Februari lalu untuk mencoba mencuri informasi tentang kemungkinan pembelian senjata dari Korea Selatan.

Pihak Indonesia telah mengadukan insiden ini ke polisi. Namun para pejabat NIS dilaporkan mengambil semua bukti termasuk gambar CCTV, kata kantor berita Yonhap.

Kejadian memalukan

Delegasi Indonesia berkunjung ke Korea Selatan untuk membicarakan kerjasama ekonomi termasuk kemungkinan pembelian pesawat supersonik T-50 Korea Selatan serta senjata lain.

Surat kabar Chosun Ilbo mengangkat kekhawatiran bahwa kesepakatan senjata senilai satu miliar dolar kemungkinan batal karena kesalahan "absurd" agen NIS itu.

"Presiden harus mengadakan perombakan kepemimpinan NIS, atau meminta mereka tetap diam demi kepentingan nasional bila dia tidak mau mundur," kata koran ini dalam editorial seperti dikutip kantor berita AFP.

Surat kabar Dong-A Ilbo juga mendesak agar Won mundur dan menggambarkan upaya pencurian itu sebagai "hal yang memalukan dalam tingkat nasional dan diplomatik."

Persaingan intelijen

Profesor Yang Seung Yoon dari universitas Hankook, Seoul mengatakan insiden ini menjadi berita besar di negara itu.

"Semua pihak sangat marah atas hal yang memalukan negara, pemerintah dan rakyat Korea (selatan) ini. Tiap hari semua harian, dan juga internet dipenuhi dengan makian dan tuntutan tentang hal itu," kata Yang kepada BBC Indonesia.

Yang Seung Yoon juga mengindikasikan kejadian ini dipicu tingkat persaingan yang tinggi antar departemen.

"Di Korea semua hal dalam politik, ekonomi dilakukan dengan persaingan yang sangat tajam. Dengan persaingan seperti ini, dapat terjadi kesalahan seperti itu.

"Saya pikir ini mungkin persaingan keras antara pihak intelijen dan pihak pertahanan," tambahnya.

Korea Selatan dan Indonesia memiliki kerjasama bagus dalam bidang pertahanan.

Tahun 2008, Seoul menandatangani perjanjian senilai US$90 juta dengan Jakarta untuk membeli empat pesawat pengangkut untuk penjaga pantai. Indonesia juga sepakat untuk bergabung dengan Korea Selatan mengembangkan pesawat tempur Juli lalu.

Sumber : BBC-INDONESIA

BERITA POLULER