Pages

Sunday, February 20, 2011

Intelijen Korsel Ambil Barang Bukti Penyusupan Kamar Delegasi RI


MBT K2 Black PantherJakarta - Media Korsel Chosun Ilbo menuding Badan Intelijen Nasional (NIS) Korsel terlibat pembobolan data militer Indonesia di Seoul. Media lainnya, Munhwa Ilbo, memberitakan NIS mengambil barang bukti insiden itu.

Munhwa Ilbo sebagaimana dikutip AFP edisi Senin (21/2/2011) menulis, sekelompok pejabat NIS pada hari Kamis (17/2) mengunjungi kantor polisi kota Namdaemun dan mengambil semua bukti termasuk rekaman dari kamera CCTV hotel.

"Mereka datang ke kantor polisi dan mengambil semuanya ... kualitas rekaman CCTV sangat baik sehingga tidak akan sulit untuk mengidentifikasi para penyusup," kata salah satu petugas polisi.

Sementara, seorang pejabat intelijen NIS mengatakan, lembaganya tidak terlibat aksi penyusupan pada Rabu (16/2) di Hotel Lotte, Seoul, itu. "Laporan itu tidak benar," tegasnya.

Chosun Ilbo menyatakan, NIS membobol data militer Indonesia dengan tujuan untuk mengetahui strategi negosiasi Indonesia terhadap penawaran Korsel yang menjual pesawat latih supersonik T-50 Golden Eagle, tank tempur utama K2 Black Panther dan misil portabel permukaan-udara. T-50 Golden Eagle merupakan saingan terdekat dari Yak-150 milik Rusia.

NIS berusaha mendapatkan data itu untuk mendukung kepentingan nasional yang berencana menjual 1.000 T-50 Golden Eagle hingga 2030.

Sedangkan Indonesia menegaskan, tidak ada data militer yang dicuri. "Kita pastikan tidak ada hubungan dengan kehilangan data militer apa pun. Pertahanan tidak ada kaitannya dengan itu," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat ditemui di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (21/2/2011).

(nrl/vit)

DETIK

Kemenhan Tegaskan Lagi Tak Ada Data Militer yang Dicuri di Seoul


Anwar Khumaini - detikNews


"Kita pastikan tidak ada hubungan dengan kehilangan data militer apa pun. Pertahanan tidak ada kaitannya dengan itu," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat ditemui di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (21/2/2011).

Sjafrie menegaskan, delegasi Indonesia yang berangkat ke Seoul, Korsel tidak membawa dokumen apa pun. Pertemuan yang membicarakan soal Defense Industrial Cooperation itu hanya berbicara soal teknis saja.

"Nggak perlu pakai dokumen, itu pembicaraan teknis antara dirjen," kata Sjafrie.

Sjafrie membenarkan Atase Pertahanan RI memang ikut membantu proses penyelesaian kasus pencurian itu. Hal itulah yang kemudian mengesankan ada dokumen militer dalam kasus tersebut.

"Tapi ini tidak ada keterkaitan dengan masalah pertahanan," ujar Sjafrie.

Kementerian Pertahanan sepertinya kok menutupi masalah ini? "Di mana dibikin kesan? Bagaimana dibikin kesan seperti itu kalau benar tidak ada yang hilang. Itu hanya opini yang dibuat saja," katanya.

Kasus ini bermula saat 50 delegasi utusan Presiden SBY yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa tiba di Seoul pada Selasa (15/2) untuk kunjungan 3 hari. Mereka juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak dan berdiskusi tentang perluasan kerjasama ekonomi dan militer bilateral, termasuk rencana Korea Selatan untuk menjual T-50 Golden Eagle, pesawat pelatih jet supersonik. Di sela-sela acara itulah, pencurian itu terjadi. Delegasi pulang ke Jakarta pada hari Kamis (17/2).

Koran Korsel, Chosun Ilbo, menyatakan, belum dikonfirmasi apakah pemerintah Indonesia telah mengajukan keluhan diplomatik atas pembobolan data itu, tapi Jakarta telah mengetahui keterlibatan NIS (Badan Intelijen Korsel) sekarang.

Sementara itu, di Jakarta isu pencurian data militer itu ditanggapi santai. Tidak ada satu pun pejabat yang menyebut data yang dicuri adalah penting. Delegasi tidak membawa data penting saat berkunjung ke Seoul. "Tidak ada rahasia militer Indonesia yang dibawa-bawa ke Korea," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto. Sedangkan Kemlu RI menanggapi kasus itu dengan melaporkan pencurian laptop pada polisi.

Namun, para politisi di DPR memiliki info lain. Mereka meyakini bahwa ada data penting yang dicuri dari laptop salah seorang delegasi. Data itu adalah data tentang pengadaan pesawat tempur.
(ken/asy)

DETIK

PT DI dan Korsel Bikin Pesawat Tempur Lebih Canggih dari F16


Nurvita Indarini - detikNews



 
KFX versi 101 (Chosun) 
 
Jakarta - Data penting milik Indonesia diduga dicuri di Seoul. Konon data berisi rencana kerja sama pembuatan 50 unit pesawat tempur di PT Dirgantara Indonesia (DI). Pihak PT DI membenarkan sedang ada kerja sama dengan Korsel dalam pembuatan pesawat tempur KFX. Pesawat KFX lebih canggih daripada F16.

"Sepengatahuan kami, antara pemerintah kita dan Korsel berencana membuat pesawat tempur KFX," ujar Kepala Humas PT DI Rakhendi Triyatna kepada detikcom, Senin (21/2/2011).

Namun, Rakhendi tidak mengetahui banyak mengenai kabar pencurian data delegasi Indonesia di Seoul, termasuk apakah informasi data kerja sama pembuatan pesawat KFX tersebut yang dicuri. Dia hanya tahu kabar pencurian data itu dari media.

Bagaimana dengan rencana kerjasama pengadaan T-50 Golden Eagle? "Setahu saya baru yang ini (KFX)," lanjut Rakhendi.

Rencana pembuatan bersama pesawat tempur KFX masih dibicarakan di tingkat pemerintah. Dia menambahkan, nanti teknisnya akan melibatkan PT DI.

"Tapi sejauh mana melibatkan PT DI, masih sangat terbatas infonya," imbuhnya.

Rakhendi menambahkan, kedua pemerintah akan merancang dan memproduksi pesawat tersebut. Pada 2020 diperkirakan sudah ada realisasinya.

"Pesawat itu (KFX), menurut tim ahli kelasnya di atas F16 dan di bawah F35," tambah Rakhendi.

Menurutnya, kerjasama pembuatan pesawat tempur antara RI dengan Korsel baru pertama kali ini. Sebelumnya Korsel-lah yang memberi order pemesanan pesawat.

"Sebelumnya Korsel ini yang selalu mengasih order atau membeli CN-235. 8 Sudah operasi dan 4 sedang tahap pengerjaan. Sebelumnya yang 8 itu untuk AU dan yang 4 untuk patroli pantai," beber Rakhandi.

KFX merupakan proyek lama Republic of Korea Air Force (ROKAF). Jika dibandingkan dengan F-16, KFX diproyeksi memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen, memiliki sistem avionic yang lebih baik dan juga kemampuan kemampuan anti radar atau stealth.

Delegasi Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa ke Korea Selatan, dikabarkan menjadi korban pencurian. Data rahasia militer delegasi Indonesia diduga dicuri di kamar VIP hotel tempat mereka menginap.

Namun pihak Kementerian Pertahanan membantah ada data militer yang hilang. Kemhan pun menjelaskan bahwa laptop yang sempat hilang itu milik staf ekonomi, bukan milik delegasi dari Kemhan.

Terkait pencurian data milik Indonesia, Media Korsel, Chosun Ilbo menyatakan, belum dikonfirmasi apakah pemerintah Indonesia telah mengajukan keluhan diplomatik atas pembobolan itu, tapi Jakarta telah mengetahui keterlibatan NIS (Badan Intelijen Korsel) sekarang. (vit/asy)

DETIK

LAPAN Tetapkan Enggano Sebagai Lokasi Peluncur Roket Satelit


BENGKULU - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menetapkan tiga titik lokasi paling cocok untuk peluncuran roket yaitu daerah Tanjung Komang, Kiyoyo dan Tanjung Laboho, Bengkulu.

Penetapan lokasi itu atas persetujuan bersama Balai Penelitian Pengembangan, Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Dishubkominfo dan BKSDA Bengkulu, kata Kepala Balitbang Provinsi Bengkulu Winarkus, di Bengkulu, Jumat (18/2).

Daerah tersebut dipilih karena jauh dari pemukiman penduduk dan dekat dari permukaan laut.

"Lokasi disepakati berada pada ketinggian 20 meter dari permukaan air laut, sehingga lebih aman dan efektif bagi peluncuran," katanya.

Lokasi tersebut semuanya berada jauh dari pemukiman warga, tepatnya di daerah Selatan pulau Sebatik atau berada di selatan Pulau Enggano. Pemukiman penduduk berada di utara Pulau Enggano.

Namun, jalan menuju lokasi peluncuran roket itu belum didukung infrastruktur jalan dan listrik, meskipun lahan yang dibutuhkan cukup satu hektare ditambah lahan penyangga sebagai daerah pengaman sekitar 200 hektare.

Lahan di Tanjung Laboho termasuk kawasan taman buru yang dilindungi sehingga Balai Konservasi Sumber daya alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu perlu menerbitkan rekomendasi.

Di dalam rekomendasi tersebut disebutkan bahwa jalur di dalam taman buru harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari Menteri kehutanan dan DPR.

"Semua perizinanannya kita serahkan kepada mereka, LAPAN juga berada di pusat," kata Winarkus.

Sebelumnya Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu Ir.HM.Nashsya mengatakan, lokasi itu tidak saja untuk satelit tapi juga untuk pengamanan wilayah Barat Pulau Sumatera.

Winarkus mengatakan bahwa perakitan dan peluncuran roket akan dilakukan di Pulau Enggano. Selama ini perakitan dilakukan di Serpong Banten dan diluncurkan di Garut.

"Kami bersyukur Pulau Enggano terpilih menjadi lokasi peluncuran roket karena banyak juga daerah lain yang menawarkan misalnya daerah Biak," katanya.

Satelit yang bakal diluncurkan di Pulau Enggano itu beratnya sekitar 3,8 ton dengan target ke orbit polar, namun belum diketahui ketinggian daya jelajahnya.

Biaya pembangunan tempat peluncuran roket sudah disiapkan oleh LAPAN dan memerlukan dana sekitar Rp40 triliun dan saat ini baru tahap survei awal.

"Hasil survei awal akan kita informasikan kepada mereka, nanti mereka akan melakukan pengkajian lebih mendetil, termasuk sosialiasi dengan masyarakat daerah itu," ujarnya.

Kepala Tata Usaha BKSDA Provinsi Bengkulu Supartono mengatakan, tim dari instasninya akan turun ke lokasi Enggano untuk mengecek lokasi yang disepakati sebagai lahan peluncuran roket LAPAN.

Sumber : ANTARA

Pencuri Data Itu Adalah Agen Inteligen Korsel (INS)


SEOUL - Pencuri data sensitif di komputer milik delegasi tingkat tinggi Pemerintah Indonesia di sebuah kamar hotel di Seoul, Korea Selatan, adalah agen intelijen negara itu, menurut laporan harian Chosun Ilbo, Senin (21/2).

Harian tersebut memberitakan, sejumlah anggota Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan (Korsel) memasuki sebuah kamar hotel, tempat delegasi tingkat tinggi Indonesia menginap, untuk mencuri informasi sensitif tentang kesepakatan terkait dengan penjualan senjata. Seorang juru bicara NIS dilaporkan telah membantah laporan yang dimuat halaman depan harian itu, tetapi menolak untuk membuat elaborasi.

Pencurian pada minggu lalu itu telah dilaporkan, tetapi Chosun merupakan harian pertama yang menyatakan bahwa anggota NIS yang melakukannya.

Delegasi Indonesia beranggota 50 orang pekan lalu berkunjung ke Seoul untuk membicarakan kerja sama ekonomi, termasuk kemungkinan pembelian jet tempur latih T-50 Golden Eagle, Tank K2 Black Panther dan sistem senjata anti pesawat portabel (Chiron Manpads).


MBT K2 Black Panther

"Para agen NIS, demi kepentingan nasional, berusaha untuk mencari tahu strategi negosiasi delegasi Indonesia. Tertangkap merupakan kesalahan yang tidak diinginkan," lapor Chosun yang mengutip seorang pejabat senior Seoul.

Harian itu mengatakan, sebanyak tiga agen memasuki sebuah kamar di Hotel Lotte, Rabu lalu. Dikatakan, ketiga orang itu kemudian meninggalkan kamar setelah dipergoki seorang anggota delegasi Indonesia saat mereka tengah melihat sebuah laptop milik seorang pembantu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Insiden tersebut menyebabkan pergunjingan di kalangan diplomatik di Seoul, kata Chosun. Sekelompok pejabat NIS, Kamis lalu, mendatangi kantor polisi Namdaemun di Seoul tengah lalu mengambil semua bukti, termasuk rekaman CCTV hotel, lapor harian Munhwa Ilbo. "Mereka datang ke kantor polisi dan mengambil semuanya... kualitas rekaman CCTV sangat baik sehingga tidak sulit untuk mengidentifikasi para penyusup," kata seorang polisi, yang dikutip Munhwa.

Sumber : KOMPAS.COM, CHOSUN.COM

Kemhan: Tak Ada Informasi Militer yang Dicuri di Seoul


JAKARTA - Pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah kabar yang menyebut ada data militer Indonesia dicuri di Seoul. Laptop yang dikabarkan dicuri data-datanya itu, bukan milik delegasi Kemhan dan tidak ada data-data penting juga di dalamnya.

"Tidak ada data militer yang hilang atau dicuri. Laptop itu milik delegasi tim ekonomi, bukan anggota tim dari Kemhan. Isinya pun bukan data-data penting, hanya hal biasa saja," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen I Wayan Midhio, kepada detikcom, Minggu (20/2).

Wayan menjelaskan dalam kunjungan yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa ke Seoul tersebut, Menhan Purnomo Yusgiantoro dan tim hanya mendampingi. Bukan secara khusus membahas masalah kerjasama pertahanan dengan pihak Korea Selatan.

"Dalam kunjungan itu, tidak ada data-data militer kita yang dibawa. Rencana pembelian pesawat T-50 juga baru pada tahap omong-omong saja. Tidak ada yang rahasia, sudah kita sampaikan semua kepada media massa," terangnya.

Menurut Wayan, jika memang ada data militer atau data penting yang dibawa delegasi Kemhan, tidak mungkin data-data tersebut ditinggalkan di kamar hotel tanpa penjagaan.

Seperti diberitakan sebelumnya delegasi Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa ke Korea Selatan, dikabarkan menjadi korban pencurian. Data rahasia militer delegasi Indonesia diduga dicuri di kamar VIP hotel tempat mereka menginap.

Seperti dilansir media setempat, Korea Times, pada Jumat (18/2/2011), tiga pencuri masuk ke kamar VIP pejabat tinggi Indonesia. Mereka diduga kuat mencuri informasi rahasia seputar kerjasama keamanan antara Korsel dan Indonesia.

Televisi SBS yang mengutip pejabat Kemlu Korsel mengatakan ada dua pria dan satu wanita yang diduga ras Asia, mendownload data rahasia dari laptop seorang anggota delegasi dengan flash disk. Data itu mengandung informasi sangat penting, termasuk rencana pembelian pesawat jet T-50.

Sumber : DETIKNEWS.COM

TNI AU Rencanakan Bangun Lanud di Gorontalo


21 Februari 2011



Gorontalo - Sulawesi (photo : Google Maps)
GORONTALO--MICOM: TNI Angkatan Udara merencanakan pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) di Provinsi Gorontalo.
Panglima Komando Operasi AU II TNI AU, Marsekal Muda Agus Munandar mengatakan bahwa Gorontalo sudah sepantasnya memiliki lanud. "Selain letaknya yang strategis di Sulawesi, Gorontalo juga berbatasan dengan negara lain," ujarnya di Gorontalo, Minggu (20/2).

Menurutnya, pangkalan tersebut juga akan menunjang keberadaan Brigif Linus Kostrad, yang sebelumnya sudah dibangun di daerah itu. Ia menambahkan, rencana tersebut sedang dibahas dengan pemerintah Provinsi Gorontalo dan akan direalisasikan secepatnya.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan master plan pengembangan bandara, yang juga akan mendukung pembangunan lanud.

Ia optimistis pembangunan itu tak akan mengalami kendala, karena TNI AU memiliki aset tanah di wilayah bandara sebesar 100 hektare. "Saat ini Gorontalo baru memiliki kantor perwakilan Lanud di Manado, namun kami berupaya untuk segera mengalihkan status menjadi Lanud AU Gorontalo," tambahnya. (Ant/OL-2)


(Media Indonesia)

BERITA POLULER