Pages

Sunday, January 9, 2011

Senior Russian MP says New Start better for Russia than U.S.

Senior Russian MP says New Start better for Russia than U.S.. © RIA Novosti.Mikhail Fomichev
Senior Russian MP says New Start better for Russia than U.S.
19:14 07/01/2011
© RIA Novosti. Mikhail Fomichev

The New Start agreement with the United States on strategic nuclear arms cuts favors Russia more than the now-expired START 1 deal did, a top Russian lawmaker said on Friday.
Konstantin Kosachyov, the chairman of the State Duma's International Affairs Committee, called the fact of the agreement a breakthrough, and said the U.S. Senate's ratification of the treaty had not changed anything within the document.
"Russia is once again perceived as an equal partner with whom you can and should negotiate," he said on Ekho Moskvy radio. "This is, to emphasize once again, a breakthrough, not a compromise."
"Everything else laid out in the agreement in fact represents very substantial progress, I would say in ours and not in the Americans' favor compared with the 1991 START 1 treaty that just recently passed into history," he added.
He said that the Duma, parliament's lower house, would likely consider the ratification bill on second reading on January 14. The third and final reading, he added, would probably wait until after the upper house Federation Council returned to full session on January 26.
Kosachyov said the Duma bill would state where its interpretation of New Start differed from the U.S. Senate's, but he stressed that U.S. senators had done nothing to change the text of the treaty and neither would Russian lawmakers.
"In December, a number of amendments were voted on there [in the Senate] that went to the text of the treaty itself. Fortunately, they were voted down by the Senate, common sense prevailed, and the agreement we have is in the form in which it was signed by the presidents in April last year," he said.
Presidents Dmitry Medvedev and Barack Obama signed the treaty in Prague on April 8, 2010. The Senate ratified the treaty on December 22. The Duma approved the agreement in its first reading on December 24.
The major areas where the Russian and U.S. views of the document differ include missile defense and the use of non-nuclear warheads on delivery systems covered by the agreement.
The treaty, which replaces the START 1 agreement that expired in December 2009, cuts the Russian and U.S. nuclear arsenals to a maximum of 1,550 nuclear warheads, down from the current ceiling of 2,200.
It also limits the number of deployed intercontinental ballistic missiles (ICBMs), submarine-launched ballistic missiles (SLBMs) and heavy bombers equipped for nuclear armaments to 700.
It will come into force after ratification by both houses of the Russian parliament.
MOSCOW, January 7 (RIA Novosti)
RIA NOVOSTI

Jepang Gelar Latihan AL

Jepang Gelar Latihan AL
Tokyo (ANTARA News) - Angkatan Laut Pasukan Bela Diri Jepang Senin menggelar latihan perang di Laut China Timur yang melibatkan kapal-kapal perang Amerika Serikat, kata Kementerian Pertahanan Jepang.

USS Carl Vinson (CVN-70), salah satu supercarrier kelas Nimitz Angkatan Laut AS yang mampu membawa 90 pesawat jet tempur dan helikopter, dan beberapa kapal perusak AS berpartisipasi dalam pelatihan itu, yang diadakan di barat pulau Kyushu, kata kementerian.RIA Novosti-OANA

Saluran TV Jepang NHK mengatakan bahwa latihan ini ditujukan untuk menghalangi operasi angkatan laut yang mungkin dilakukan Korea Utara dan China.

Ketegangan di Semenanjung Korea tetap tinggi setelah penembakan terhadap pulau utara Korea Selatan Yeonpyeong pada November, yang menewaskan empat orang termasuk warga sipil.

Pada Desember, Seoul mengadakan latihan militer besar-besaran yang melibatkan ratusan personil militer dan lebih dari 100 jenis senjata, termasuk tank, rudal anti-tank, helikopter dan jet tempur.

Korea Utara kemudian memperingatkan lawan atas "perang suci" yang akan digelarnya mungkin akan menggunakan penangkis nuklir.

Sebelumnya pada Januari, Pyongyang mengusulkan Seoul untuk memulai perundingan "tanpa syarat" untuk memperbaiki hubungan yang tegang antara kedua negara.
(ANT/A024)
antara

Friday, January 7, 2011

AS Tak Terima China akan Punya Peralatan Militer Kelas Satu


China rejects report of nuclear policy shift

Tribunnews.com - Sabtu, 8 Januari 2011 04:49 WIB
 Share   
TRIBUNNEWS.COM, CHINA --- Negara adidaya, Amerika Serikat (AS) tidak dapat menerima negara saingan, China, dikatakan sebagai negara pemilik kekuatan dan peralatan militer kelas satu di dunia.

Radio Netherland (RNW), Jumat (7/1/2011), melansir bahwa jelang kunjungan menteri pertahanan AS, Robert Gates, ke China, tersiar kabar bahwa Amerika tidak bisa menerima kenyataan bahwa cepat atau lambat China akan punya peralatan militer kelas satu.

Amerika terbiasa menjadi yang negara nomor satu sehingga susah menerima kenyataan disusul negara berkembang seperti China.

Menhan China Liang Gualie mengatakan, “berkat pertumbuhan ekonomi, China akan terus maju dengan pemutakhiran peralatan militernya, sementara Amerika harus melakukan penghematan besar-besaran”.

China selalu menyebut peningkatan persenjataan mereka dalam rangka pertahanan. Namun belakangan sejumlah pejabat militer sering mengeluarkan pernyataan tentang keseriusan mereka membangun militer yang kuat

Gates direncanakan tiba di China, Ahad mendatang guna mengurangi ketegangan kedua negara, satu tahun setelah Beijing memutus hubungan militer dengan Washington, sebagai protes atas penjualan senjata Amerika ke Taiwan






  SUMBER:TRIBUNNEWS
FOTO:DEFENCE TALK DAN METROTV NEWS

Kapal Perang Inggris Dijadikan Sekolah untuk Anak China


Tribunnews.com - Sabtu, 8 Januari 2011 05:13 WIB
Kapal Perang Inggris Dijadikan Sekolah untuk Anak China
net
HMS Invincible

 Share   
TRIBUNNEWS.COM, CHINA --- Lam Kin-bong, seorang pengusaha Hong Kong ingin membeli sebuah kapal perang Inggris, HMS Invincible, seharga 7,7 juta dolar untuk dijadikan sekolah.

Kapal perang itu sudah dipensiunkan dan telah berperan penting dalam konflik Argentina - Inggris di kepulauan Falklanda tahun 1982.

Pemilik jaringan restoran China di Inggris tersebut berencana menarik kapal perang seberat 22 ribu ton itu ke Zhuhai, di China selatan, yang dekat dengan Hong Kong dan Macau.

Tujuannya, mendirikan sekolah yang membantu memperbaiki komunikasi dan hubungan budaya antara China dan Inggris.

Lam Kin-bong menampik tuduhan ingin menggunakan kapal untuk tujuan militer, di tengah-tengah kekhawatiran Amerika atas pembangunan besar-besaran militer China.

Juru bicara kementerian pertahanan Inggris mengatakan, seluruh komponen kapal akan dilucuti. Menurutnya, membeli kapal ini sama saja dengan membeli kerangka.
TRIBUNNEWS

Agen Mossad: Jangan Diserang Dulu, Iran Baru Punya Bom Nuklir 2015

 
Smaller  Reset  Larger
Agen Mossad: Jangan Diserang Dulu, Iran Baru Punya Bom Nuklir 2015
Meir Dagan, mantan direktur Mossad
REPUBLIKA.CO.ID, Program nuklir Iran mau tak mau membuat Israel cemas. Bahkan beberapa pejabat tinggi memunculkan usulan serangan militer pencegahan, demikian menurut penilaian intelijen yang dipublikasikan, Jumat (7/1)

Namun sikap terkini, Israel meyakini Iran tidak akan mampu memproduksi bom nuklir sebelum 2015.  Direktur mata-mata Mossad yang telah pensiun, Meir Dagon, pada Kamis, menyatakan bahwa ada keyakinan baru pada Israel atas sanksi dan aksi rahasia--dipimpin AS--yang ditujukan untuk menghambat atau menghadang program pengayaan uranium Iran.

"Jika itu maksudnya, maka Iran tidak akan mencapai tingkat bom nuklir sebelum 2015," ujar Dagan. Sebelumnya, pada Juni 2009, Dagan sempat meyakini bahwa Iran dapat memiliki hulu ledak nuklirnya yang pertama pada 2014 dan menyampaikan kecemasan itu ke panel parlemen Israel.

Dagan, mantan jenderal yang mengabdi pada Mossad selama delapan tahun memang cukup berhati-hati dengan prospek menggunakan kekuatan senjata terhadap fasilitas nuklir Iran.

Serangan itu dapat memprovokasi Iran, yang menyangkal membuat bom, untuk berhenti dari Pakta Non-Proliferasi nuklir dan sebaliknya akan terus menggenjot program nuklirnya serta bebas dari pemeriksaan PBB.

"Israel jangan sampai mempercepat serangan ke Iran. Langkah itu dilakukan hanya bila pedang sudah di ujung leher," ujar Dagan.

Israel diasumsikan adalah satu-satunya negara yang memiliki persenjataan nuklir di kawasan Timur Tengah. Namun banyak pengamat mengatakan angkatan udara Israel terlalu kecil bila toh ingin melakukan serangan sendirian terhadap fasilitas nuklir Iran yang konon tersebar dan dibentengi kuat.

Israel juga waspada dengan risiko serangan balik dari Iran. Amerika Serikat selama ini selalu menegaskan tidak ingin menyaksikan perang di kawasan tersebut, namun seperti Israel, ia tak berkuasa untuk memaksa Iran menghentikan fasilitas nuklirnya.

REPUBLIKA

Perang Berakhir, Militer Sri Lanka Diberi Tugas Baru.. Jualan Sayur

Smaller  Reset  Larger
Perang Berakhir, Militer Sri Lanka Diberi Tugas Baru.. Jualan Sayur
Militer Sri Lanka
REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO--Usai perang sipil melawan Macan Tamil, kini militer Sri Lanka mendapat tugas baru: menekan harga sayuran yang melambung tinggi. Pada Jumat (7/1), angkatan darat negara itu membuka jaringan toko makanan yang akan menjual produk-produk dalam harga rendah. Toko pun akan dikelola oleh tentara yang dulu pernah ditugaskan dalam perang sipil tersebut.

Lima belas toko swalayan itu akan menawarkan produk pangan berharga rendah yang dibeli langsung dari pertanian provinsi. Langkah itu dibuat demi memotong harga tengkulak dan distributor bagi konsumen.

Harga sayur telah melonjak di Sri Lanka sejak Oktober lalu setelah cuaca tak biasa mengguyurkan hujan lebat. Akibat cuaca buruk, sejumlahl lahan pertanian rusak dan gagal panen menimbulkan gangguan pasokan nasional. Situasi itu memaksa pemerintah melakukan impor untuk mengatasi kelangkaan pangan.

"Ini adalak proyek bantuan kepada komunitas. Kami menjual sayuran berharga rendah kepada konsumen untuk membantu pemerintah menurunkan biaya hidup," kata Mayor Jenderal Ubaya Medawala, kepada AFP.

Menurut departemen informasi pemerintah, langkah itu ditujukan untuk memangkas keberadaan tengkulan dan mafia pasar gelap. Militer juga ditempatkan untuk menjalankan kios-kios makanan yang tersebar di jalan-jalan utama--salah satu bekas zona perang--ketika pemerintah mencari cara menugaskan tentara yang berjumlah besar setelah perang sipil berarti.

REPUBLIKA

Indonesia, Negara Pertama Salurkan Bantuan ke Gaza

Indonesia, Negara Pertama Salurkan Bantuan ke Gaza
Sebanyak 6 orang relawan dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) berangkat menuju Gaza melalui bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten , Minggu (18/7). (ANTARA/LUCKY.R)
Rafah, Perbatasan Mesir-Gaza (ANTARA News) - Indonesia menjadi negara pertama yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina pada 2011.

"Kami menyambut baik bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, dan ini merupakan bantuan pertama dari luar negeri untuk tahun baru 2011," kata Ketua Bulan Sabit Merah Sinai Utara, Mesir, Jenderal (purnawirawan) Osama Serghani di Rafah, pintu perbatasan Mesir-Gaza, kepada ANTARA, Minggu.

Serghani mengungkapkan, bantuan kemanusiaan kepada Palestina dari luar negeri kedua setelah Indonesia adalah dari kapal Asia Caravan-1 yang akan merapat di pelabuhan Rafah Minggu petang, beberapa jam setelah bantuan dari Indonesia.

Kapal Asia Caravan-1 untuk rakyat Palestina itu ditumpangi para aktivis LSM berbagai negara Asia, termasuk 12 orang Indonesia dan mengangkut 170 ton bantuan kemanusiaan.

Bantuan kemanusiaan Indonesia berupa beragam peralatan medis seberat lebih satu ton diserahkan langsung oleh Duta Besar RI, A.M. Fachir di Rafah.

Peralatan medis bantuan Indonesia tersebut diterima langsung Direktur Bulan Sabit Merah Palestina Wilayah Jalur Gaza, Khalil Al-Foul, difasilitasi oleh Kepala Bulan Sabit Merah Wilayah Sinai Utara, Osama Serghani.

Dubes Fachir yang fasih berbahasa Arab menjelaskan, KBRI Kairo menghimpun bantuan dari berbagai kalangan baik organisasi maupun individu yang bersimpati atas penderitaan rakyat Palestina akibat kekejaman Israel.

"Nilai bantuannya tidak seberapa, tapi ini merupakan solidaritas dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara mereka di Palestina terutama Gaza," kata Fachir.

Bantuan Indonesia di perbatasan Rafah ini adalah yang kedua kalinya setelah bantuan pertama pada Januari 2009, tak lama setelah agresi Israel di Gaza.

Bantuan pertama itu termasuk satu ambulan daru Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Fungsi Politik KBRI Kairo Burhanuddian Badruzzaman menjelaskan bahwa bantuan kali ini bernilai 88 ribu dolar AS (sekitar Rp 790 juta).

Dia merinci, 50.000 dolar dari Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina, 26.000 dolar AS dari sisa bantuan Depkes RI untuk Palestina pada 2009, 10.000 dolar dari rakyat Amuntai, Kalimantan Selatan, dan 2.000 dolar dari masyarakat Indonesia di Mesir.

Sulit tembus Gaza
Kepada ANTARA, Serghani menjelaskan bahwa semua bantuan dari luar negeri ke Gaza harus melalui Bulan Sabit Mesir dan kemudian diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Palestina.

"Sesuai kesepakatan dari pemerintah Mesir, Palestina dan Israel, tidak semua orang diizinkan memasuki Gaza, dan semua bantuan kemanusiaan harus melalui Bulan Sabit Merah Mesir," katanya.

Bulan Sabit Mesir diketuai Ibu Negara Mesir, Suzanne Mubarak, yang pernah memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Padang, Sumatera Barat, melalui KBRI Kairo.

KBRI Kairo sendiri mengakui kesulitan serupa ketika mengusahakan pihak-pihak dari Indonesia yang bersikeras memasuki Gaza guna membantu langsung warga Palestina.

"Sudah banyak pihak dari Indonesia baik secara organisasi maupun individu bersikeras ingin langsung ke Gaza dari Mesir, tapi prosedurnya tidak semudah membalik telapak tangan," katanya.

Burhanuddin mencontohkan, beberapa pihak telah datang ke Mesir untuk masuk Gaza, tapi malah terkatung-katung di Mesir berminggu-minggu hingga akhirnya kembali ke Indonesia kendati telah diusahakan oleh KBRI.

Selain menyampaikan bantuan, Fachir juga diundang Gubernur Sinai Utara, Murad Muafik, untuk bersilaturrahim dan makan siang. Dubes Fachir memberi kenang-kenangan kepada Muafik berupa buku "Jauh di Mata Dekat Dihati: Potret Hubungan Indonesia-Mesir".

Begitu melihat gambar pelukan akrab antara mantan Presiden Soekarno dan mendiang Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser dalam buku itu, Muafik terkagum-kagum.

"O saya masih segar ingatan saya atas gambar-gambar ini, ketika itu saya masih muda melihat begitu akrabnya Presiden Ahmad Soekarno dan Presiden Nasser. Di masa itu, hubungan persahabatan Mesir dan Indonesia begitu dekat," katanya/ (*)

M043/AR09
ANTARA

BERITA POLULER