Pages

Wednesday, December 29, 2010

S-200 Sistem Rudal Pertahanan Udara Iran


29 Desember 2010 -- Sistem rudal pertahanan udara S-300 dirancang mempertahankan area luas dari penyerangan pemboman atau serangan pesawat strategis lainnya. Setiap battalion S-200 mempunyai enam peluncur tunggal rudal dan radar kontrol penembakan. Iran mengklaim sukses menguji coba S-200 saat digelar latihan perang Vellayat III.











Berita HanKam

Taifib Gelar Latihan Jungle Command



29 Desember 2010, Surabaya -- Sejumlah anggota tim komando hutan (jungle command) Pasukan Khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir yang dilengkapi senjata api laras panjang standar Sniper, Truvello kaliber 12,7mm, melakukan parameter tempur saat latihan di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Rabu (29/12). Latihan yang bertujuan untuk mengasah kemampuan tempur anggota pasukan khusus Taifib Marinir tersebut, selain untuk mempertahankan kedaulatan NKRI juga untuk operasi non militer seperti penanganan bencana. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/nz/10)

ANTARA

TNI Gelar Sidang ke-8 HLC Malindo


Sidang ke-8 HLC Malindo ini dipimpin oleh Ketua Bersama, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jen Tan Sri Dato' Sri Azizan bin Hj Ariffin TUDM. (Foto: Puspen TNI)

29 Desember 2010, Jakarta -- Tentara Nasional Indonesia menyelenggarakan Sidang ke-8 High Level Committee Malaysia – Indonesia (HLC Malindo), Rabu (29/12) di Jakarta. Sidang ke-8 HLC Malindo dipimpim oleh Ketua Bersama (Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dan Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jen Tan Sri Dato’ Sri Azizan bin Hj Ariffin TUDM).

Sidang ke-8 HLC Malindo merupakan kelanjutan dari Sidang ke-7 HLC Malindo yang telah dilaksanakan di Kuala Lumpur tanggal 20 November 2009 dan telah menyepakati beberapa program kerjasama untuk dilaksanakan. Delegasi Indonesia berjumlah 29 orang, dipimpin oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. Sedangkan delegasi Malaysia berjumlah 26 orang dipimpin oleh Panglima ATM (Angkatan Tentera Malaysia), Jen Tan Sri Dato’ Sri Azizan bin Hj Ariffin TUDM.

Pada pembukaan Sidang ke-8 HLC Malindo, Panglima TNI menyampaikan bahwa secara geografis letak Indonesia dengan Malaysia sangat berdekatan dan dibatasi oleh garis perbatasan darat dan laut. Sebagai negara tetangga dekat, kedua negara senantiasa melakukan interaksi yang sangat intens dan tanpa disadari terkadang dalam interaksi tersebut timbul kesalah pengertian atau kesalah pahaman, khususnya yang berkaitan dengan sejumlah isu perbatasan yang belum memiliki ketegasan penyelesaian bahkan terkadang diperburuk oleh pemberitaan media yang cenderung provokatif.

Menyikapi hal tersebut, Laksamana TNI Agus Suhartono berharap kedua negara dapat senantiasa mencermati hal-hal tersebut secara seksama dan hati-hati dengan pikiran jernih dan diputuskan dengan pertimbangan yang komprehensif. Lebih jauh wadah HLC diharapkan dapat memainkan peran positif dalam mendorong penyelesaian masalah yang mungkin timbul, misalnya ketegasan penyelesaian perbatasan, batas negara dan penerapan aturan-aturan lainnya yang diharapkan dapat mengeliminasi kemungkinan terjadinya kesalahpahaman antar masyarakat kedua negara.


Pada pembukaan Sidang ke-8 HLC Malindo ini, Panglima TNI menyampaikan bahwa secara geografis letak Indonesia dengan Malaysia sangat berdekatan dan dibatasi oleh garis perbatasan darat dan laut. (Puspen TNI).

Sidang ke-8 HLC Malindo kali ini adalah untuk mengevaluasi program kerja yang telah dan sedang dilaksanakan serta kemajuan yang dicapai pada periode November 2009 s.d. Desember 2010 dari berbagai bidang, yaitu : Bidang Operasi, Bidang Latihan, Bidang Joint Police Cooperation Committee (JPCC) dan Bidang Sosio Ekonomi. Serta membicarakan rencana kalender kegiatan HLC Malindo dan badan-badan di bawahnya untuk tahun 2011.

Berbagai kegiatan di bidang operasi yang telah dilaksanakan oleh angkatan bersenjata dari kedua negara tersebut adalah mengamankan perbatasan wilayah darat kedua negara dengan melaksanakan patroli terkoordinasi di perbatasan dan pertukaran informasi; melaksanakan operasi pengawasan dan pengamanan bersama di pos gabungan dengan kekuatan yang ada; dan mengamankan wilayah perbatasan perairan Malaysia-Indonesia dengan melaksanakan patroli terkoordinasi di perairan antara Belawan/Indonesia dengan Penang/Malaysia.

Untuk mengamankan perbatasan wilayah udara Indonesia-Malaysia, Angkatan Udara kedua negara telah melaksanakan kegiatan Operasi Pertahanan Udara Terkoordinasi. Selain itu juga dilakukan tindakan pencegahan, pengawasan bersama dan mengatasi masalah-masalah kriminal, penegakan hukum di sepanjang perbatasan wilayah perairan Indonesia-Malaysia yang dilakukan secara terpadu oleh unsur-unsur Angkatan Laut, Polisi Perairan, Perikanan, Bea Cukai/Kastam, Perhubungan Laut dari kedua negara. Untuk bidang Soseo Ekonomi, kedua negara telah melaksanakan kegiatan rapat Kelompok Kerja (KK/JKK) Sosek Malindo tingkat pusat maupun daerah.

Di bidang latihan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh angkatan bersenjata kedua negara yaitu melaksanakan kegiatan sidang JKLB (Jawatan Kuasa Latihan Bersama ) maupun badan-badan di bawahnya, sedangkan untuk kegiatan di lapangan melaksanakan LATGABMA MALINDO DARSASA 7AB/2010. Masing-masing angkatan juga telah melaksanakan latihan antara lain Latma Kekar Malindo (Darat), Latma Malindo Jaya (Laut) dan Latma Elang Malindo (Udara).

Disamping itu juga melaksanakan kunjungan, pertukaran personel, pertukaran kadet dan pendidikan/kursus. Sedangkan di bidang JPCC berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Melaksanakan patroli bersama Ditpolair Polda dengan Polis Marin Kontinjen, guna menjamin keamanan di wilayah perbatasan perairan bersama; melaksanakan patroli terpadu dalam rangka menjamin keamanan perbatasan darat ; melaksanakan pertukaran informasi dalam membahas kasus-kasus yang sering terjadi dan antisipasinya di wilayah perbatasan serta melaksanakan penanganan kasus kejahatan.

Mulai tahun 2009, sidang ini dilaksanakan 1 kali dalam setahun dengan tempat secara bergantian di Indonesia atau di Malaysia dipimpin oleh Panglima TNI dan Panglima ATM. Topik bahasan dalam sidang ini adalah menerima laporan dari COCC (Coordinated Operations Control Committee), JKLB, SOSEK dan JPCC, selanjutnya mengevaluasi dan menetapkan arahan kepada ke empat komite tersebut sebagai penjabaran dari arahan Ketua Bersama GBC (General Border Committee) Malindo dalam hal ini adalah Menteri Pertahanan ke dua negara.

Authentikasi :
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl. Ir. Minulyo Suprapto, M.Si, M.Sc, MA.


Berita Hankam

Tuesday, December 28, 2010

KD Selangor Ditauliahkan Dalam TLDM


29 Desember 2010
Kapal KD Selangor adalah korvet keenam seri Meko-100 yang dioperasikan AL Malaysia (photo : azbaa)
LUMUT - Majlis pentauliahan Kapal Diraja (KD) Selangor dalam perkhidmatan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) hari ini mengembalikan legasi serta kemasyhuran kapal peronda KD Selangor yang telah dilucutkan tauliah pada 1995.
Sepanjang perkhidmatannya selama 32 tahun dalam TLDM sejak 1963, KD Selangor yang dibina oleh syarikat Vosper Thrnycraft Limited Portsmouth, England pada 1961 telah banyak berbakti dalam menjaga kedaulatan melalui siri rondaan di perairan negara.
Salah satu peristiwa penting yang tercoret dalam sejarah KD Selangor ialah pertempuran antara kapal itu dengan Kor Komando Penggempur Indonesia di Selat Singapura pada 24 Julai 1964.
Dalam pertempuran itu, KD Selangor yang di bawah pemerintahan Leftenan P.K Nettur telah berjaya membunuh semua musuh serta menenggelamkan bot mereka.
Namun, kejadian itu mengakibatkan Laskar Kelas Satu Mekanik Elektrikal, Abdul Samad Sulaiman terkorban manakala Laskar Kanan Persenjataan, Kweh Onn Cheong dan Pegawai Kadet Kanan, Musa Jabar tercedera.
Pada majlis pentauliahan KD Selangor, Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri Abdul Aziz Jaafar berkata, peristiwa itu membuktikan pengorbanan yang sanggup dilakukan oleh anak-anak kapal KD Selangor dalam mempertahankan kedaulatan dan integriti perairan negara.
''Oleh itu, saya harap pentauliahan KD Selangor ini dapat mengingatkan kita kepada rumpun sejarah perpaduan di antara The Navy People dan akan membakar semangat sedia berkorban di kalangan generasi baru warga kapal KD Selangor khasnya dan warga TLDM amnya," katanya.
Menurut Abdul Aziz, kehadiran kapal itu dapat memperkukuhkan kekuatan armada TLDM dalam menentukan keselamatan perairan negara sentiasa terpelihara daripada ancaman dan anasir pencerobohan.
Katanya, KD Selangor dibina berkonsepkan fitted for but not with yang membolehkan kapal peronda itu menukar peranannya menjadi kapal bercirikan kombat tanpa perlu melalui proses pengubahsuaian yang rumit.
''KD Selangor juga direka bentuk sebagai sebuah kapal bestari iaitu kecanggihan peralatannya boleh dioperasikan dengan jumlah krew yang minimum tetapi berupaya mengekalkan tahap dan tempoh pengoperasian tinggi," ujarnya.
Krew pertama KD Selangor terdiri daripada 10 pegawai dan 58 anggota lain-lain pangkat yang diketuai Komander Mohd. Samsuri Katemon selaku Pegawai Memerintah dan Leftenan Komander Mohd. Ezam Abdul Rahman sebagai Pegawai Laksana.
Beliau memberitahu, KD Selangor akan melaksanakan latihan kemahiran dan penyesuaian laut bagi menyediakan dan menyesuaikan fungsinya untuk menjalankan tugas-tugas operasi.
''Latihan yang juga dikenali sebagai 'work-up' ini bertujuan menentukan warga kapal yang baru ditauliahkan ini mempunyai tahap kesiagaan menyeluruh sebelum melaksanakan penugasan operasi yang sebenar.
''Apabila KD Selangor sudah bersedia sepenuhnya, kapal ini akan ditempatkan di Pangkalan TLDM Lumut di bawah pemerintahan Markas Armada untuk melaksanakan tugas rondaan khususnya di perairan Selat Melaka," katanya.
Untuk rekod, KD Selangor sepanjang 91.1 meter dan lebar 12.8 meter menggunakan sistem persenjataan STN Atlas Cosys 110-M1 dan senjata utamanya ialah meriam 76 milimeter (mm) OTO Melara dan meriam 30 mm OTO Breda.
Selain KD Selangor, sebuah lagi Kapal Ronda Generasi Baru (NGPV) yang ditempatkan di Pangkalan TLDM Lumut ialah KD Kelantan.
Empat lagi NGPV iaitu KD Kedah dan KD Pahang yang dibina di Limbungan Blohm & Voss di Hamburg, Jerman ditempatkan di Pangkalan TLDM Kota Kinabalu, Sabah manakala KD Perak dan KD Terengganu ditempatkan di Pangkalan TLDM Kuantan.
Panglima Tentera Laut menyatakan, semua kapal peronda tersebut kini merupakan tulang belakang kepada segala operasi yang dilaksanakan di wilayah masing-masing.


(Utusan)

Komandan Baru Yonmarhanlan V Surabaya Diserahterimakan


Evelin Corina - detikSurabaya





Surabaya - Jabatan Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan V (Danyonmarhanlan V) Surabaya dari Letkol Marinir Rokhman ke Mayor Marinir Qomarudin di Lapangan Apel Yonmarhanlan V Surabaya diserahterimakan.

Upacara ini dipimpin langsung oleh Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) A. Faridz Washinton, Rabu (29/12/2010). Pergantian jabatan ini tidak serta merta membuat Letkol Marinir Rokhman bisa bersantai karena rencananya ia akan menempati jabatan baru sebagai Dansatpam Denma Mabesal. Sedangkan Mayor Marinir Qomarudin adalah mantan siswa Dik Reg Seskoal XLVIII tahun 2009.

Dalam kesempatan itu Faridz menyampaikan amanatnya jika serah terima jabatan itu kesinambungan kepemimpinan dan bagian penting dari pembinaan kesatuan.

Komandan Pasmar-1 ini menyatakan bahwa Yonmarhanlan memiliki tugas pokok yang sangat berat. Oleh karena itu kerja keras, kerja cerdas, inovasi serta dedikasi yang tinggi sangat dibutuhkan. Misalnya untuk menciptakan model latihan perang yang menantang sehingga bisa menimbulkan semangat tempur dalam diri prajurit.

Upacara serah terima ini juga dihadiri oleh Danlantamal V Sby Brigjen TNI (Mar) Halim A. Hermanto, S.H, para Asisten Danpasmar-1, para Asisten Danlantamal V serta para pejabat dijajaran Pasmar-1 dan Lantamal V Surabaya.

(fat/fat)

detik surabaya 

LPD KRI Banda Aceh-593 Ditinjau Pangkolinlamil


(Foto: KOMPAS)

22 Desember 2010, Surabaya -- Panglima Komando Lintas laut Militer (Pangkolinlamil) Laksma TNI Didit Herdiwan MPA.,MBA. meninjau pembangunan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang direncanakan akan menambah unsur kapal perang Komando Lintas laut Militer (Kolinlamil) di PT PAL Surabaya,(22/12).

Dalam kegiatan Kunjungan tersebut Pangkolinlamil didampingi Asrena Pangkolinlamil Kol Laut (P) M.Zainudin, Aslog Pangkolinlamil Kolonel laut (T) Suprayitno, Aspers Pangkolinlamil Kolonel laut (E) Catur Joni Suprobo, dan Dansatlinlamil Surabaya Kolonel Laut (P) Irwan Achmadi diterima oleh beberapa pejabat Direkur PT PAL Indonesia dan Komandan Satgas Pengadaan Kapal Kolonel Laut (T) Duapadang beserta staf.

Kapal perang jenis LPD produksi dari PT PAL untuk yang kedua kalinya tersebut direncanakan akan memperkuat unsur jajaran Komando Lintas laut Militer (Kolinlamil) dengan nama KRI Banda Aceh-593. Kapal perang LPD produksi kedua dengan panjang 125 meter dan lebar 22 meter yang dibangun di PT PAL tersebut direncanakan akan selesai dalam waktu dekat dan akan menambah kekuatan unsur kapal perang TNI AL dibawah pembinaan Kolinlamil.

Saat ini Kolinlamil telah mengoperasikan satu kapal perang jenis LPD produksi yang pertama dari PT PAL yaitu KRI Banjarmasin-592. Dalam kunjungan tersebut Panglima Kolinlamil meninjau langsung beberapa ruang kapal perang LPD dengan nama Banda Aceh-593 antara lain di ruang geladak helly, anjungan, longroom kapal, ruang control untuk operator helly dan beberapa ruang untuk pengendalian kegiatan operasional.

Selama kegiatan peninjauan tersebut Panglima Kolinlamil Laksma TNI Didit Herdiawan MPA.,MBA. mendapat penjelasan secara garis besar pelaksanaan kegiatan pembangunan kapal dan rencana waktu penyelesaian kapal perang jenis LPD yang tersebut oleh pejabat PT PAL dan Komandan satgas pengadaan kapal perang TNI AL. Tinjau Mako Satlinlamil Surabaya. Pangkolinlamil Laksma TNI Didit Herdiwan MPA.,MBA.

Sebelum kunjungan ke PT PAL melaksanakan pengarahan kepada seluruh anggota Satlinlamil Surabaya di deck KRI Banjarmasin-592. Dalam kesempatan tersebut Pangkolinlamil menekankan bahwa dengan penyerahan Kapal perang jenis LPD KRI Banjarmasin-592, agar seluruh personel Satlinlamil Surabaya dapat melaksanakan tugas dengan baik dan harus jelas apa yang diperbuat dan dikerjakan untuk organisasi .

Berkaitan dengan tugas Kolinlamil dalam melaksanakan angkutan militer, jelasnya agar dalam melaksanakan embarkasi/debarkasi personel, material dan logistik di kapal perang dilaksanakan recording ataupun pendataan dalam rangka menghadapi berbagai peran diantaranya peran bahaya kebakaran ataupun kegiatan SAR sampai dengan peran peninggalan dengan penempatan personel sesuai dengan peralatan keselamatan.yang ada di kapal perang.

Utamakan keselamatan personel dan material, tambahnya. Selain itu agar Satlinlamil Surabaya meningkatkan kesiapan operasi dalam rangka mendukung angkutan laut militer dalam kegiatan Operasi Militer perang (OMP) dan Operasi militer selain perang (OMSP) serta melaksanakan koordinasi dengan komando samping. Selanjutnya Pangkolinlamil didampingi Asrena Pangkolinlamil dan Aspers Kolinlamil serta para Kadiskolinlamil meninjau mako Satlinlamil Surabaya.

Kolinlamil

CN235 Menuju Pesawat Patroli Dunia

CN235 Menuju Pesawat Patroli Dunia
Jakarta (ANTARA News) - Pesawat CN235 produksi kerjasama antara PT. Dirgantara Indonesia dengan CASA Spanyol diharapkan menjadi pesawat patroli maritim yang digunakan oleh semua negara.

"Itu cita-cita kami," kata Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso pada serah terima hasil pengujian model aerodinamika pesawat udara N219 dari BPPT kepada PT DI di Jakarta, Selasa.

Ia membantah produksi pesawat CN235 tidak berlanjut, karena saat ini PT DI sedang mengerjakan empat unit CN235 pesanan Korea Selatan untuk patroli pantai (coast guard), untuk beberapa negara lain yang tertarik dan untuk kepentingan dalam negeri TNI AL.

Pada Desember 2009 TNI AL diberitakan membeli tiga unit CN-235 MPA sebagai bagian dari rencana memiliki enam pesawat MPA sampai tahun 2014.

"CN235 sampai kini banyak dibutuhkan untuk kepentingan negara yang mengkhawatirkan permasalahan bajak laut, penyelundupan, atau imigran gelap, khususnya karena pesawat setipenya seperti Buffalo tidak diproduksi lagi," katanya.

Bahkan, untuk mengawasi Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang dipersengketakan sejumlah negara, baik Tentera Diraja Malaysia maupun Brunei sama-sama mengerahkan pesawat CN235 buatan PT DI, ujarnya dengan bangga.

Saat ini masih beroperasi sekitar 50 pesawat CN235 di berbagai negara buatan PT DI dan sekitar 150 unit CN235 buatan Casa Spanyol.

CN235 versi Patroli Maritim dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi serta mengakomodasi rudal.

Saat ini PT DI baru saja menyelesaikan uji model aerodinamika pesawat perintis N219 berkapasitas 19 penumpang di BPPT yang sangat sesuai dengan kondisi kepulauan dan pegunungan Indonesia.

Direktur Aerostructure PT DI Andi Alisjahbana mengatakan, pengerjaan pesawat N219 dengan mesin Pratt & Whitney ini sudah selesai 35 persen, tinggal tahap tersulit persoalan pendanaan yang diharapkan menemukan solusinya pada 2011 untuk menyelesaikan 65 persen sisanya.

Di Indonesia, disebutkannya, ada 715 airport dan airfield, namun 72 persen runawaynya hanya memiliki panjang di bawah 800 meter. Sedangkan untuk penerbangan perintis terdapat 118 rute di 14 provinsi dengan 89 bandara. (*)

ANTARA

BERITA POLULER