Pages

Monday, December 27, 2010

K11, Senapan Serbu Terbaru Korea Selatan (III)




Desain Senjata
Meskipun desain K11 identik dengan Senapan Serbu XM-29 dari AS, senapan ini mempunyai mekanisme kerja yang sangat berbeda. Terutama pada unit kendali, periskop dan penembakan elektronis yang sudah diatur dan terintegrasi dalam sebuah chip processor komputer.

Desain dan layout K11 sepenuhnya dikerjakan oleh S&T Dynamics Daewoo (anak perusahaan S&T Daewoo). Mekanisme K11 pada dasarnya menganut sistem konvensional, sedangkan metode picu tembakan serupa dengan senapan serbu M-16. Tataletak komponen didalamnya boleh dikatakan mirip dengan senapan serbu Daewoo K2.

Pengoperasian sistem pelontar granat menyatu dalam layout senjata. Berbeda dengan kebanyakan senjata serbu pada umumnya, dimana unit pemicu tembakan (triger) terpisah antara komponen luncur dan senapan. Di K11 hanya memiliki 1 triger dengan tuas pengendali tembakan, granat dan peluru.

Mekanisme tuas pengendali tersebut berada disisi kiri senapan, tuas bisa dipilih dalam tiga jenis tembakan; pilihan 1, untuk peluncur granat; pilihan 2, untuk rifle dengan semburan satu atau tiga peluru; dan pilihan 3, untuk kunci pengaman.

Dua tuas pengokang berada diposisi sebelah kanan senapan, dimana masing-masing laras terhubung dengan satu pengokang. Khusus untuk munisi 20mm, pengokangnya mengadopsi sistem bolt action yang cirinya terlihat jelas pada tuas pengokang.

Material receivernya menggunakan campuran logam berbahan dominan alumunium, sedangkan untuk kedua larasnya menggunakan logam titanium. Sistem pemicu tembakan diataur secara mekanis dengan menghubungkan komponen triger, selector dan unit pengaman dalam satu bagian terintegrasi.


Laras peluru 5,56mm dan pelontar granat 20mm

Laras bagian bawah K11 berfungsi sebagai peluncur munisi kaliber 5,56mm, dan laras bagian atas sebagai peluncur munisi 20mm. Kedua laras mempunyai konfigurasi manual dengan pengoperasian sistem bolt-action.

Untuk mekanisme dan bentuk magasen 5,56mm, K11 masih mengadopsi milik rifle K2 yang menampung 30 peluru. Materialnya sendiri masih menggunakan campuran logam dan plastik. Khusus untuk magasen 20mm berisi 6 peluru dengan sepenuhnya menggunakan material plastik kualitas tinggi.

K11 mempunyai dimensi panjang 860 mm dengan bentuk popor tetap (fix). Berat senjata dengan magasen terisi penuh, termasuk baterei dan pembidik mencapai 6.1 kg. Sebuah kendala tersendiri buat personel infantri, untuk membantunya K11 juga telah dilengkapi dengan bipod. Hingga saat ini S&T Daewoo masih terus berupaya mengurangi bobot senjata dengan meriset penggunaan material yang lebih ringan dan kuat.

Sistem Kerja

Mekanisme kerja senapan serbu K11 mengadopsi prinsip operasi gas-blowback dan bullpup. Gas blowback menggunakan prinsip kerja membuang gas hasil pembakaran mesiu guna mendorong kembali tempat peluru (chamber) sehingga kelongsong atas terbuang dan peluru baru naik ke chamber untuk ditembakkan kembali oleh mekanisme firing pin yang bergerak ke depan setelah efek blow back.



Sedangkan Bullpup adalah konfigurasi senjata di mana ruang tembak berada di belakang badan senapan, sehingga tidak ada ruang untuk penempatan buttstock (popor) seperti pada desain senapan konvensional. Desain seperti ini memungkinkan penggunaan laras lebih panjang dibandingkan assault rifle, prinsip kerja bullpup menggunakan recoil actuated. Pelontar granat dioperasikan secara manual dengan menganut sistem senjata bolt action sebagai pengumpan (feeder) amunisi ke dalam laras.

Pemindai laser range-finder terintegrasi dengan komputer balistik yang bertugas menentukan tujuan point sasaran dengan mengestimasi jarak secara cepat dan tepat untuk kemudian memprosesnya ke electronic aiming reticle (EAR).



EAR menyediakan hasil estimasi jarak dari posisi tembak ke titik target yang dituju, pemrosesan ini bekerja khusus buat munisi air-burst 20mm. Jika sudah demikian, pembidikan dapat diatur meledak pada posisi atas atau samping target. Hal ini akan memberikan efek mematikan, karena peluru 20mm ini akan meledak menjadi pecahan-pecahan kecil saat menghantam target.

Munisi memungkin juga untu ditembak langsung ke arah dinding tempat berlindungnya sasaran, sebab itulah K11 sangat membantu meningkatkan daya gempur pasukan terutama pada perang kota (urban warfare). Copyright ALUTSISTA

ALUTSISTA

K11, Senapan Serbu Terbaru Korea Selatan (II)



Kepala Staff ROKA, Im Chung-Bin mencoba rifle K-11 di acara Ground Weapon Conference 2008 di Daejeun, Korsel.

Sejarah

Daewoo didirikan pada tahun 1981, perusahaan konglomerasi ini bergerak dibeberapa bidang industry, antara lain: spareparts otomotif, telekomunikasi, riset teknologi dan senjata personil. Pada tahun 1998, Daewoo mengalami masalah keuangan akibat krisis ekonomi regional di Asia. Setahun setelahnya (1999) pemerintah Korea memberikan bantuan likuiditas dengan mengambil alih mayoritas saham Daewoo dan merombak susunan managemennya.

Pada September 2006 Daewoo berubah nama menjadi S&T Daewoo, initial S & T didepan nama perusahaan bermakna “Sience & Technology”. Daewoo menjadi satu-satunya perusahaan pemasok senjata personil bagi angkatan bersenjata Korea Selatan mulai dari pistol, senapan serbu, sub-machine gun dan pelontar granat.

Berbagai varian senapan serbu infantri dibuat dan dikembangkan mulai era 1980 hingga 1990-an, diantaranya : K1A (sub machine gun), K2 (rifle), K201 (grenade launcher), K3 (light machine gun), k4 (automatic grenade launcher) dan K7 (silenced SMG). Untuk varian pistol diantaranya : DH38, DH40, DH45, DP51 dan DP52.

Innovasi produk-produk senjata buatan S&T Daewoo muncul dalam berbagai macam prinsip kerja penembakan, mulai dari blow-back operated, gas-actuated hingga recoil actuated. Sejauh ini Daewoo belum pernah mengembangkan senapan mesin berat, sniper rifle dan shot-gun.

Proyek K11 awalnya dikenal sebagai program XK11. Senapan ini merupakan kombinasi unik antara prinsip operasi gas-blowback dan bullpup yang terintegrasi dalam satu kesatuan sistem senjata. Daewoo sebelumnya pernah mengadopsi desain senapan bullpup pada senjata serbu eksperimennya yang dikenal dengan nama XK8.

Pada lima tahun terakhir ini ada 3 senapan serbu yang dikembangkan Daewoo, diantaranya: XK8, XK9 dan XK11. XK8 atau lebih dikenal dengan proyek DAR-21 adalah senapan serbu dengan mekanisme kerja bullpup berpeluru kaliber 5.56mm, awalnya senapan ini diproyeksikan untuk mengganti K2. Belakangan XK8 dibatalkan pengembangannya.

Dari ketiganya pemerintah Korea fokus pada pengembangan XK11, terbukti dengan ditunjuknya ADD pada tahun 2006 sebagai penanggung jawab program pengembangan senjata tersebut hingga ke lini produksi.

ADD mempunyai tugas dan fungsi yang sama seperti lembaga dinas penelitian dan pengembangan (Dislitbang) di TNI. Kemajuan proses program pengembangan dan produksi K11 cukup cepat dan tepat (on-schedule), terlebih dukungan pemerintah terhadap industri pertahanan Korsel cukup konsisten.

Dalam hal integrasi teknologi, Korea juga tidak menemui hambatan cukup berarti. Karena negara ini menjadi salah satu negara yang sukses mengembangkan teknologi industri, terutama teknologi mikro elektonik yang berpengaruh besar di pasar dunia.

Sekilas K11

Senapan K11 terbagi menjadi 3 bagian utama: laras senapan, pelontar granat dan pembidik elektronis. Ketiganya terintegrasi dalam satu kesatuan sistem.

Bagian pertama, laras senapan, mengakomodasi lajur peluru standar NATO kaliber 5.56mm x 45. Bagian kedua, pelontar semi otomatis bermunisi granat berkaliber 20 mm. Berbeda dengan kaliber granat pada umumnya (40mm), pelontar granat di K11 berukuran lebih kecil.



Bagian ketiga adalah sistem pembidik teleskop optik yang menyatu dengan beberapa sistem pemindai elektronis. Sistem pemindai tersebut diantaranya : thermal infra-red (untuk pelacak panas tubuh), range-finder (pengukur jarak tembak) dan night vision mode (teropong penglihatan malam). Semua diatur secara computerize oleh sebuah unit fire control system.

Tenaga yang digunakan saat mengaktifkan sistem ini didapat dari baterei yang memanfaatkan sumber energi kinetik. Sistem pembidik di atas pejera senapan tersebut juga kedap (resist) air, lingkungan berdebu/ berpasir dan berlumpur.

Munisi 20mm K11 juga dapat disetel waktu detonasi ledakannya, serta kapabel dilontarkan di atas maupun disamping target sasaran. Bila diinginkan munisi ini juga mampu ditembakkan langsung untuk menjebol dinding tempat berlindung musuh. Copyright ALUTSISTA


ALUTSISTA

3 Kapal Perang China Kunjungi Jakarta


JAKARTA - Komandan Pangkalan Utama TNI AL III Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman menyambut kedatangan 3 kapal perang China/PLAN’S (People’s Liberation Army Navy Ships) yang dipimpin Commander of Chinese Task Force (CCTF) Rear Admiral Wei Xueyi yang on board di Kapal Perang PLANS Kunlun-998 yang merapat di Dermaga 201 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (27/12).

3 Kapal Perang China yang berkunjung ke Indonesia yaitu PLAN’S Kunlun, PLAN’S Lanzhou dan PLAN,S Weishanhu dengan jumlah personel kurang lebih 965 prajurit dengan tujuan untuk lebih mempererat hubungan persahabatan antara TNI AL dan Angkatan Laut Republik Rakyat China. Kedatangan 3 kapal perang tersebut selain disambut Komandan Lantamal III dengan upacara militer juga disambut oleh Duta Besar China di Indonesia Mrs. Zhang Qiyue.



Selama di Indonesia Commander of Chinese Task Force (CCTF) bersama staffnya akan mengadakan kunjungan resmi ke Panglima Komando Armada Barat Laksamana Muda TNI Hari Bowo, Msc, Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, MPA, MBA serta ke Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal).

Kegiatan yang dilaksanakan selain kunjungan ke pejabat TNI AL, kunjungan kapal perang China ini juga diisi dengan pertandingan persahabatan sport games sepak bola antara anggota kapal perang China dengan prajurit Lantamal III serta kunjungan ABK Kapal Perang ke tempat-tempat wisata yang ada di Jakarta. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan open ship.

Sumber : DISPENAL

Tank BMP-3F Marinir Uji Coba Embarkasi Ke KRI


SURABAYA - Tank amphibi BMP-3F yang baru dibeli dari Rusia diuji coba untuk masuk atau embarkasi ke dalam Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

Kapal perang yang ditunjuk untuk mengikuti uji coba adalah KRI Teluk-Penyu 513 dan KRI Surabaya-991 di Dermaga Madura dan Dermaga E, Markas Komando Armatim, Ujung, Surabaya Kamis (23/12) lalu.

Sebagai bagian dari Alutsista TNI AL, tank amphibi BMP-3F harus mengikuti uji coba pendaratan amphibi di Pantai Banongan, Situbondo beberapa waktu yang lalu. Setelah itu, baru diikuti dengan uji coba pelaksanaan embarkasi dan debarkasi atau keluar dan masuk ke KRI.

Uji coba yang berlangsung selama 4 hari di Koarmatim ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para awak tank serta membantu pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh awak KRI. Kedua unsur tersebut merupakan dua tim yang harus bekerjasama menjadi satu agar dapat mencapai sukses dalam setiap pendaratan.

"Tank yang baru dibeli ini lebih canggih dibanding tank amphibi yang kita miliki dulu. Ada beberapa komponen dan kelengkapan yang lebih canggih dan mutakhir sehingga dapat berfungsi ganda di samping angkut pasukan," ujar Kepala Dispenarmatim Letkol Laut Yayan Sugiana dalam rilis yang diterima detiksurabaya.com, Senin (27/12).



Tank amphibi ini dilengkapi dengan satu buah meriam tipe 2a 70 100mm, meriam 2a 72 30mm,. senjata PKTM kaliber 7,62 3 pucuk, dan rudal Arkan yang berfungsi untuk melakukan serangan darat serta udara.

Selain itu, tank yang mampu melaju dengan kecepatan 70 Km/jam ini juga dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara (NBC) yang berguna untuk menanggulangi peperangan Nuklir, Biologi dan Kimia (Nubika).

Kelebihan dari tank yang dilengkapi dengan alat komunikasi yang berfungsi di dalam dan luar amphibi ini adalah terdapat sinar inframerah dan teropong bidik sasaran untuk melengkapi jaringan komunikasi tank BMP 3 F ini menggunakan pesawat radio R 173 dengan jarak jangkau maksimum 12 Km.

Sistem kemudi yang menggunakan hydrolik menjadikan tank amphibi mampu melaju dengan kecepatan 10 Km/jam ketika berada di laut. Sementara untuk sistem operasional persenjataan tank yang mampu menampung 10 orang personel yang terdiri dari 7 orang pasukan dan 3 orang awak ini menggunakan sistem manual dan elektrik.

Tank yang dibuat di Kurgan, Rusia tahun 2009 ini termasuk dalam tank jenis Resimen Kavaleri Marinir (Menkav Mar) Batalyon Kavaleri 1 Marinir Karang Pilang, Surabaya berjumlah 17 unit.

Sumber : DETIK_SURABAYA

Angkasa Pura I Tandatangani MOU Dengan TNI AL Garap Bandara Juanda


Advertorial - detikNews



Jakarta - Bertempat di Gedung Kementerian BUMN lantai 21 Ruang Garuda 1, Rabu (22/12), PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional Juanda Surabaya, bersama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), menandatangani Nota Kesepahamantentang pemanfaatan tanah dan fasilitas pada lokasi di Sebelah Selatan Runway Bandara Juanda. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomodengan Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya TNI Soeparno.

"Pembuatan Nota Kesepahaman ini dilandasi oleh semangat upaya pencapaian visi masing-masing pihak dalam meningkatkan pelayanan kepada publik," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo.

Pertumbuhan penumpang dan pertumbuhan jumlah pergerakan pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya telah meningkat secara pesat dan hal tersebut mengakibatkan perlu adanya penambahan serta perluasan area terminal. "Oleh karenanya, Angkasa Pura I tentu harus menyiapkan fasilitas prasarana Bandara dalam mendukung pertumbuhan trafik tersebut," kata Tommy. Dia juga menambahkan bahwa Angkasa Pura I dan TNI AL sepakat untuk melaksanakan pengembangan Bandara yang dimaksudkan untuk dapat mengatasi peningkatan kapasitas penumpang.

Pemanfaatan atau penggunaan tanah maupun bangunan fasilitas Bandara terdiri dari fasilitas sisi udara, tempat parkir pesawat udara (apron), fasilitas PKP-PK, serta marka dan rambu, ditambah dengan fasilitas sisi darat, yang terdiri dari bangunan terminal penumpang, bangunan operasi, jalan masuk, jalan-jalan kendaraan lainnya, dan tempat parkir kendaraan.

Milik TNI AL

Lahan Sebelah Selatan Runway Bandara Juanda tersebut saat ini kepemilikannya berada di bawah TNI AL. Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding=MoU)diperlukan untuk mengatur tata cara umum pemanfaatan danpenggunaan tanah maupun bangunan fasilitas bandar udara di sebelah selatan landasan pacu Bandara.

Dengan dilaksanakannya penandatangan MoU tersebut, kedua pihak sepakat bahwa pemanfaatan dan penggunaan tanah dan fasilitas di Sebelah Selatan Runway nantinya akan dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero). Pada lahan Sebelah Selatan tersebut berdiri terminal eksisting yang sebelumnya juga sempat digunakan sebagai Terminal Bandara Juanda sampai dengan tahun 2008.

MoU juga menyatakan bahwa pengaturan bentuk imbalan penggunaan tanah atau bangunan dapat berupa sewa, pinjam pakai, dan kerjasama pemanfaatan. Masa berlaku MoU ini adalah selama kurun waktu 5 tahun. Lebih lanjut penjabarannya akan dituangkan dalam bentuk perjanjian khusus yang konkrit pelaksanaannya akan dilakukan awal tahun 2011.
(adv/adv)

detik

Sunday, December 26, 2010

Indonesia Masuk lima Kekuatan Ekonomi Baru Dunia !

 Menyambut datangnya tahun baru, berbagai kalangan mengemukakan pandangannya mengenai masa depan dunia. Vivanews hari ini melaporkan sebuah prediksi Lyons Gerard mengenai kondisi perekonomian dunia kedepan dan masuknya Indonesia di jajaran lima kekuatan ekonomi baru dunia.
Perekonomian dunia kini berada dalam super-cycle (siklus-super). Ini adalah masa pertumbuhan global historis yang tinggi, yang berlangsung satu generasi atau lebih. Super-cycle yang ditandai dengan munculnya pertumbuhan ekonomi yang cepat ini dinikmati oleh negara seperti Cina, India dan Indonesia sekarang.
Ada banyak faktor pendorong terjadinya hal ini, termasuk peningkatan perdagangan, tingginya tingkat investasi, urbanisasi yang cepat dan inovasi teknologi.

Dalam sejarahnya, perekonomian dunia telah dua kali menikmati super-cycle sebelumnya. Pertama, 1870-1913, mengalami pick-up signifikan pada pertumbuhan global. Rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia setiap tahun sebesar 2,7%, satu persen lebih tinggi dari sebelumnya. Siklus itu dipimpin oleh munculnya Amerika Serikat, serta munculnya peningkatan perdagangan dan penggunaan teknologi yang lebih besar dari Revolusi Industri.
Super siklus kedua, dari 1945 hingga awal 1970-an, pertumbuhan rata-rata 5% dan ditandai oleh rekonstruksi pasca-Perang dan catch-up di sebagian besar dunia. Ini juga ditandai oleh munculnya kelas menengah yang besar di Barat dan negara-negara pengekspor di Asia, dipimpin oleh Jepang.
Sekarang, kita mungkin berada dalam super-cycle yang berbeda, namun dengan aspek-aspek serupa seperti dua super-cycle sebelumnya.
Bagi orang-orang di Asia dan di seluruh dunia, muncul ide pertumbuhan mungkin terdengar tidak biasa. Tapi bagi banyak orang di Barat, pikiran dari Super-Cycle bukan hal aneh mengingat masalah inilah yang dihadapi perekonomian dunia. Faktanya,ekonomi dunia sekarang lebih dari US$62 triliun, sekitar dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu, bahkan telah melampaui puncak pra-resesi.
Selama dua tahun terakhir, ekonomi telah rebound didorong oleh kebijakan stimulus di Barat dan oleh pertumbuhan kuat di Timur. Memang, pasar di negara-negara berkembang, yang merupakan sepertiga dari ekonomi dunia, saat ini mencapai dua-pertiga pertumbuhannya. Tren ini tampaknya akan terus berlanjut.
Pada tahun 2030, perekonomian dunia bisa tumbuh menjadi US$308 triliun. Proyeksi ini berarti tingkat pertumbuhan riil sebesar 3,5% untuk periode mulai tahun 2000 -- saat Super-Cycle dimulai -- hingga 2030. Atau rata-rata pertumbuhan riil sebesar 3,9% dari sekarang hingga 2030. Ini akan menjadi kemajuan signifikan dibandingkan dengan pertumbuhan 2,8% selama 1973 hingga 2000.
Situasi yang luar biasa tidak hanya berupa kemungkinan skala ekspansi ini, tetapi juga ramalan yang didasarkan pada proyeksi pertumbuhan yang terlalu berhati-hati. Misalnya, China diperkirakan akan tumbuh rata-rata 6,9% per tahun selama periode tahun 2030 dan India sebesar 9,3%.
Pada tahun 2030, India mungkin telah menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia. Selain itu, Indonesia, yang saat ini perekonomian peringkat 18 terbesar kemungkinan besar akan pindah menjadi lima terbesar dunia dalam jangka waktu dua puluh tahun saja, setelah menikmati hampir rata-rata 7% pertumbuhan selama periode tersebut.
Memang, selalu ada risiko yang dapat mempengaruhi pertumbuhan global. Super-cycle pertama berakhir dengan pecahnya Perang Dunia Pertama, yang kedua dengan guncangan minyak bumi diawal tahun tujuh puluhan. Namun, kali ini semoga dunia mempunyai posisi lebih baik untuk mengatasi risiko munculnya badan pengambil keputusan internasional dan forum kebijakan seperti G20.
Sangatlah penting menekankan bahwa super cycle bukan berarti pertumbuhan akan terus menguat selama seluruh periode. Dalam tiga atau empat tahun terakhir saya termasuk di antara yang paling pesimis tentang pertumbuhan ekonomi AS. Saya masih berhati-hati karena perekonomian AS masih akan berjuang di tahun depan dengan pertumbuhan di bawah tren. Demikian juga Eropa dan Jepang, keduanya akan menghadapi prospek jangka pendek yang masih lesu dengan pertumbuhan datar.
Karena itu, perkembangan akan lebih luar biasa jika Asia dapat mendorong lebih banyak pertumbuhan mereka sendiri. Apalagi hal tersebut sangat dibutuhkan dunia.
Tahun depan, China akan melihat tahun pertama dari rencana lima-tahunan ke-12. Hal ini seharusnya akan membantu pertumbuhan mereka. Namun demikian, bank sentral China dan lainnya di seluruh Asia akan melakukan pengetatan kebijakan untuk menahan inflasi. Pada gilirannya, hal ini harusnya memungkinkan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, namun dengan tingkat yang mendekati atau bahkan di bawah yang terlihat pada tahun ini. Jadi, dalam Super-Cycle, jelas akan ada tantangan bagi para pembuat kebijakan.

Sebagaimana pentingnya untuk fokus pada tantangan jangka pendek, namun sangat penting tetap melihat peluang jangka panjang. Selama Super-Cycle, kami percaya bahwa China bisa menggantikan AS sebagai perekonomian terbesar dunia pada 2020, jauh lebih cepat daripada yang banyak pihak prediksikan.
Namun, dari perkiraan itu yang paling penting adalah cerita yang terjadi dibaliknya.

Tak bisa dipungkiri, ada skala perekonomian yang tengah berkembang. Seiring dengan pertumbuhannya, negara-negara berkembang akan memberikan pengaruh lebih besar pada perekonomian dunia. Begitupun dengan dampak dari pertumbuhan koridor-koridor perdagangan baru. Hampir 85% dari populasi dunia kini semakin saling terkait melalui perdagangan, sehingga memungkinkan pertambahan jumlah orang yang akan berkontribusi pada perekonomian global.
Sumber-sumber pendanaan akan menjadi penggerak pertumbuhan yang penting, mengingat tingginya kebutuhan investasi, khususnya di bidang infrastruktur. Lalu ada hal lain yang saya sebut perspiration atau keringat dari makin banyaknya jumlah orang yang bekerja dan berbelanja, dan juga kreativitas yang makin besar atas inovasi dan teknologi.
Negara-negara yang akan berhasil adalah negara yang paling banyak memiliki uang tunai, komoditas dan kreativitas. Dalam beberapa tahun terakhir saya kerap menjelaskan keadaan yang tengah terjadi sebagai New World Order, mencerminkan pergeseran keseimbangan kekuatan ekonomi dan keuangan dari Barat ke Timur.
Nah, di tengah pergeseran ini masih berlaku, Super-Cycle lebih tepat mencerminkan apa yang sedang terjadi. Barat masih sangat mungkin berhasil dengan lingkungan seperti ini, terutama jika perekonomian di sana kreatif. Namun sudah jelas bahwa Asia akan muncul menjadi pemenang.(IRIB/vivanews)

IRIB

Dunia Mulai Dukung Palestina, Israel Ketar-ketir

 Menteri Industri dan Perdagangan Rezim Zionis Israel, Benjamin Ben Eliezer menyatakan kekhawatirannya atas dukungan luas dunia internasional terhadap bangsa Palestina. Menyikapi kebijakan negara Amerika Latin yang mengakui secara resmi negara independen Palestina, Ben Eliezer mengatakan, tanpa perundingan damai, Amerika Serikat pun dalam waktu dekat akan mengakui negara Palestina.
Ben Eliezer meminta kabinet Israel secepatnya kembali ke meja perundingan meski harus menghentikan pembangunan distriknya beberapa bulan. Demikian dilaporkan IRNA Ahad (26/12) mengutip Koran Haaretz cetakan Israel.
Dalam sidang kabinet yang digelar di Baitul Maqdis, Ben Eliezer memperingatkan jika Tel Aviv tidak bersedia kembali ke meja perundingan diprediksikan Palestina akan mendapat dukungan luas internasional sebelum kesepakatan dalam koridor perundingan damai diraih. Dan hal ini menurutnya hanya terjadi dalam beberapa bulan.
Hingga saat ini lima negara Amerika Latin seperti Bolivia, Brazil, Uruguai, Argentina dan Ekuador secara resmi mengakui negara independen Palestina sesuai dengan garis perbatasan tahun 1967.
Sementara itu, Rabu lalu Departemen Luar Negeri Israel merekasi keras permintaan Pemerintah Otorita Palestina yang meminta negara Eropa untuk meningkatkan hubungan diplomatiknya dengan Palestina. Deplu Israel memita ditempuh jalur diplomatik untuk menghadapi fenomena ini.
Ben Eliezer di sidang kabinet Israel mengatakan, bukan hal yang mengherankan jika dalam jangka satu tahun seluruh dunia termasuk AS berbalik mendukung Palestina. Saat itu menurutnya kita harus bertanya pada diri kita sendiri saat itu kita berada di mana, kini apa yang harus kita lakukan dan ke mana kita harus melangkah ?
Perundingan damai yang dimotori AS dan digelar bulan September lalu kembali gagal karena Israel bersikeras menolak untuk menghentikan pembangunan distriknya di wilayah Palestina pendudukan.
Di sisi lain, pihak Palestina hanya bersedia kembali ke meja perundingan dengan Israel jika Tel Aviv menghentikan proyek distrik Zionisnya. Tuntutan Palestina ini tidak dapat dipenuhi AS sebagai mediator. Washington menyatakan tidak mampu memaksa Tel Aviv untuk menghentikan pembangunan distrik Zionis di wilayah Palestina pendudukan. (IRIB/IRNA/MF)


IRIB

BERITA POLULER