Pages

Sunday, December 26, 2010

Wakil Rakyat Minta Pemerintah Waspadai Perbatasan


(Foto: matanews)

26 Desember 2010, Jakarta -- Nurhayati Ali Assegaf, anggota Komisi I DPR RI, meminta pemerintah untuk mewaspadai dan tidak menganggap remeh daerah perbatasan di Indonesia, termasuk perbatasan Timor Leste dan Nusa Tenggara Timur.

"Saat ini, pihak asing masih banyak yang memiliki kepentingan di wilayah perbatasan, dan ini tentunya harus diwaspadai," kata Nurhayati di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan hal itu setelah ambil bagian dalam kunjungan kerja DPR selama tiga hari di Nusa Tenggara Timur.

"Dalam menjaga perbatasan wilayah kita, jangan dianggap remeh dan sepele. Pemerintah diminta waspada dengan hal sekecil apapun di perbatasan, sebab banyak kepentingan asing di sana (perbatasan Timor Leste-NTT)," kata Nurhayati.

Ia menambahkan, kewaspadaan tersebut sangat diperlukan untuk mengantisipasi timbulnya rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Bila kita menganggap remeh dan sepele, NKRI kita akan terancam. Oleh karenanya, kewaspadaan harus ditingkatkan, jangan sampai lengah," kata Nurhayati.

Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar-Parlemen (BKSAP) itu menyebutkan, pihak asing di perbatasan Timor Leste-Nusa Tenggara Timur tak lagi mengurus pengungsi yang pro-integrasi, tapi lebih mengurus pengungsi Timor Leste.

"LSM-LSM asing tidak lagi mengurus pengungsi yang pro-integrasi dan ini dikhawatirkan ada kepentingan lain," kata dia.

Kepada TNI, ia menyarankan untuk segera dilakukan gelar pasukan di daerah perbatasan.

"Sekali-sekali TNI harus gelar pasukan di perbatasan, termasuk perbatasan Timor Leste-Nusa Tenggara Timur," katanya.

Ia mengingatkan, semua pihak tidak menganggap sepele dan kecil Timor Leste. "Ini bisa menganggu stabilitas politik dan keamanan kita karena ada pihak-pihak tertentu di belakang Timor Leste," kata dia.

Apa yang disampaikannya, tak lain untuk menyadarkan pemerintah karena berkaca pada kasus hilangnya Sipadan-Ligitan.

"Jangan setelah bagian negeri hilang, baru kita sadar dan teriak," ungkap Nurhayati.

ANTARA News

Pengamanan Bandara Kopaska TNI AL dan K-9 Pomal



24 Desember 2010, Surabaya -- Sejumlah anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan Unit K-9 Polisi Militer TNI AL (Pomal), melakukan patroli pengamanan di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jumat (24/12). Pengamanan tersebut, merupakan bagian dari pelayanan Bandara Internasional Juanda Surabaya bersama Pangkalan Udara TNI AL (lanudal Juanda, jelang peringatan Natal 2010 dan Tahun baru 2011. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/nz/10)

Antara

Presiden Telepon Menpora Agar Protes Laser

Bogor (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng untuk mengajukan protes resmi terkait sinar laser yang mengganggu para pemain Indonesia.

"Saya sudah menelepon Menpora Andi Mallarangeng untuk protes," kata Presiden di kediama pribadinya Puri Cikeas, Bogor, Minggu malam, pada waktu istirahat babak pertama putaran pertama final AFF antara Indonesia melawan Malaysia.

Selama pertandingan putaran pertama final Indonea melawan Malaysia beberapa kali laser yang dibawa oleh para penonton Malaysia memang ditujukan ke arah para pemain Indonesia, salah satunya kiper tim nasional Markus Horison.

Sinar tersebut cukup mengganggu pandangan dan konsentrasi para pemain.

Saat ini Menpora berada di Stadion Bukit Jalil Malaysia untuk menyaksikan secara langsung final tersebut.

Kepala Negara menyaksikan putaran pertama final Piala AFF antara tim nasional Indonesia dan Malaysia dari kediaman pribadinya.

Presiden menggelar acara "nonton bareng" (nobar) bersama  Ani Yudhoyono, para menteri, anggota klub sepakbola Cikeas Junior dan para wartawan.

Sejumlah menteri yang hadir antara lain Mensesneg Sudi Silalahi, Mendiknas M.Nuh, Menbudpar Jero Wacik dan Menko Polkam Djoko Suyanto. Tampak juga tokoh Partai Demokrat Ruhut Sitompul.
(G003/A038)

ANTARA

Generasi Muda Rusia Gandrungi Indonesia

London (ANTARA News) - Tidak sedikit generasi muda Rusia mengaku sangat mengandrungi Indonesia, baik mengenai budayanya maupun kondisi dan peluang bisnis yang tersedia.

Sehubungan dengan itu, beberapa kalangan pemuda di Rusia kini tengah berupaya mencari peluang untuk menjalin bisnis dengan pengusaha di Indonesia, kata Sekretaris Ketiga Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Minggu.

Dikatakannya, keakraban hubungan antarkedua negara terlihat dalam acara pertemuan generasi muda Rusia dan Indonesia yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow, Jumat lalu.

Lebih dari 120 generasi muda Rusia berbagai kalangan memenuhi ruang serbaguna KBRI Moskow. Mereka terdiri atas mahasiswa, eksekutif muda, akademisi, aktivis organisasi kepemudaan dan wartawan, serta generasi muda Indonesia yang sebagian besar merupakan mahasiswa di Rusia

Menurut Enjay Diana, pada tahun 2010 hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia genap berusia 60 tahun. Akan tetapi, lanjut dia, hubungan kedua bangsa sudah terjalin jauh sebelum revolusi Oktober di Rusia tahun 1917.

Hubungan dari generasi ke generasi tidak surut di tengah pasang surutnya hubungan kedua negara. Memasuki abad ke-21, generasi baru yang mengisi hubungan kedua bangsa bermunculan

"Saya sangat senang ikut serta dalam pertemuan seperti ini, sehingga dapat lebih mempererat hubungan antara generasi muda kita," kata Natalia Vladimirovna, koordinator organisasi Youth for Human Rights International.

Sementara itu, Pavel Malyshev, seorang eksekutif muda Rusia menyampaikan, banyak peluang yang dapat diisi oleh generasi muda untuk turut serta dalam mengembangkan hubungan kedua bangsa.

"Indonesia adalah negara yang sangat menarik dan saya menyukainya. Saat ini saya sedang merintis bisnis di Indonesia dan sudah membuka kantor di Jakarta," ujar business development manager dari perusahaan Alpari NZ Limited yang juga lulusan Universitas Indonesia itu.

"Kehangatan" Indonesia terasa sekali di tengah musim dingin di Moskow saat ini. Semoga hubungan kedua bangsa selalu hangat dan mesra, ungkap Svet Zakharov, selaku wakil generasi terdahulu yang menggeluti Indonesia sejak tahun 1950.

Sementara itu Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Moskow Dian Wirenjurit mengatakan pentingnya terus menjalin hubungan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan.

"Selain mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Rusia, kegiatan-kegiatan seperti ini untuk lebih mendekatkan hubungan pada tingkat masyarakat atau `people to people contact`," ujar Dian Wirengjurit.

Pertemuan diisi berbagai acara seperti pertunjukan seni dan budaya Indonesia berupa tari dan lagu daerah, serta lagu-lagu Indonesia dan Rusia kontemporer, dan acara interaksi aktif tentang Indonesia dalam pandangan generasi muda Rusia, menambah hangatnya suasana di tengah musim dingin dan hujan salju yang mengguyur kota Moskow. (ZG)
ANTARA

Batalyon India Kunjungi Indobatt

Indbatt Kunjungi Indobatt

Fotografer - pembaca
0 Komentar  |   Share : Facebook Share to Twitter mail
GB
Kedelapan Perwira Menengah Indbatt tersebut diterima secara langsung oleh Komandan Satgas Batalyon Infanteri Mekanis XXIII-E/UNIFIL Letkol Inf. Hendy Antariksa didampingi Wadansatgas Letkol Mar. Harnoko beserta para perwira staf di depajajaran Satgas Konga XXIII-E/Unifil. (Papen Satgas Yonif mekanis Konga XXIII-E) 
GB
Perwira Indbatt ini melakukan studi banding. (Papen Satgas Yonif mekanis Konga XXIII-E)
GB
Rombongan tamu menerima penjelasan tentang Area Operasi INDOBATT yang disampaikan oleh Kepala Seksi Operasi INDOBATT Mayor Inf. Hendriawan didampingi Perwira Seksi Operasi Kapten Mar. Eko Budi Prasetyo. (Papen Satgas Yonif mekanis Konga XXIII-E)
 
 
FOTO ;DETIK FOTO

Surabaya (ANTARA News) - Delapan perwira menengah dari Batalyon India (Indbatt) mengunjungi Markas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-E/UNIFIL (Indobatt/Indonesia Battalion) di Un Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Jumat (24/12) waktu setempat.

Perwira Penerangan (Papen) Satgas Konga XXIII-E/Unifil Kapten Psk Banu Kusworo kepada ANTARA News melalui surat elektronik, Sabtu, melaporkan kunjungan delapan perwira menengah Indbatt itu untuk melakukan studi banding.

Dalam kunjungan itu, mereka diterima Komandan Satgas Batalyon Infanteri Mekanis XXIII-E/UNIFIL Letkol Inf. Hendy Antariksa didampingi Wadansatgas Letkol Mar. Harnoko beserta para perwira staf jajaran Satgas Konga XXIII-E/Unifil.

Rombongan tamu menerima penjelasan tentang Area Operasi INDOBATT yang disampaikan Kepala Seksi Operasi INDOBATT Mayor Inf. Hendriawan didampingi Perwira Seksi Operasi Kapten Mar. Eko Budi Prasetyo.

Setelah itu, mereka didampingi Kasiops dan Pasiops Indobatt melaksanakan "Tour Of Area" Indobatt ke Kompi A yang berada di El Adiesse UN POSN (United Nation Position) 9-63.

Di Kompi A, mereka ditunjukkan letak Blue Line (garis khayal perbatasan antara Israel dan Lebanon), Pos B.446 dan B.442 milik Israel melalui Observation Post (OP).

Dari Kompi A, "Tour Of Area" menuju ke Kompi C di Az Zikiyah UN POSN 9-2. Di Kompi C, mereka menerima penjelasan tempat-tempat patroli dan Area Operasi tanggung jawab Kompi C yang disampaikan Danki C Kapten Marinir Budi Wijani dengan didampingi Danton Lettu Marinir Arismoko.

Menurut Dansatgas Letkol Inf. Hendy Antariksa, kedatangan delapan perwira menengan Indbatt itu untuk studi banding dan juga menjalin komunikasi yang baik, terutama dalam mengatasi kerawanan-kerawanan yang mungkin timbul di Area Operasi mereka.

Kegiatan studi banding Area Operasi diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan cendera mata dari kedua kontingen.

NatalDalam waktu yang sama (24/12), Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Konga XXIII-E/Unifil juga menggelar perayaan Natal 2010 di RUBB HALL Kompi Bantuan.

"Pada kesempatan ini saya mengajak, marilah kita melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing dengan sebaik-baiknya sehingga kita dapat benar-benar menjadi garam dan terang dunia seperti yang diharapkan oleh Yesus Kristus," kata Letkol Inf. Hendy Antariksa.

Acara bertema "Let this christmas bring joy and peacefull in the world, because the true light has come" itu diawali dengan laporan perwira acara.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ibadah yang diikuti oleh seluruh umat Nasrani Indobatt.

Perayaan Natal kali ini juga diikuti oleh seluruh umat kristiani dari Satgas INDO FPC, INDOSEMPU, dan perwakilan dari SpainBatt.

ANTARA

Ambisi Antariksa India Terancam, Roket Meledak

Ambisi Antariksa India Terancam, Roket Meledak
(istimewa/ANTARA)
Bangalore (ANTARA News) - Ledakan yang terjadi pada roket luar angkasa India akan mengganggu upayanya untuk memasuki pasar global dengan meluncurkan satelit komersial, menurut para pakar pada Ahad.

Pesawat tanpa awak "Geosynchronous Satellite Launch Vehicle (GSLV)" meledak dalam siaran langsung televisi kurang dari satu menit setelah peluncuran, permulaan dari misi untuk memposisikan satelit komunikasi di orbit.

Kecelakaan tersebut merupakan kemunduran kedua bagi India tahun ini setelah roket jatuh pada April yang dimaksudkan untuk menunjukkan teknologi buatan dalam negeri, di tempat yang sama di selatan negara bagian Andhra Pradesh.

Pada Ahad, para ilmuwan dalam proyek antariksa India itu mulai mencari penyebab dari kegagalan mereka.

"Tim sedang melihat data untuk menemukan alasan apa yang telah terjadi," kata juru bicara Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) S. Satih.

"Komisi analisis penyebab kegagalan akan dibentuk dalam satu atau dua hari mendatang," jelasnya.

GSLV berbelok dari rencana jalur peluncuran dan sengaja diledakan 47 detik setelah lepas landas di ketinggian sekitar delapan kilometer di Teluk Bengal.

Para ahli menghimbau ISRO agar kembali ke meja rancangan dengan GLSV seharga 1,75 miliar rupee (sekitar Rp.352 miliar) sebelum menawarkan roket sebagai landasan untuk peluncuran satelit internasional.

Mereka juga mengingatkan ambisi India mengirim penerbangan berawak pada 2016 sedang terancam.

"Kegagalan pada Sabtu pasti akan menyebabkan banyak penundaan," kata ilmuwan antariksa M.N. Vahia kepada koran Times of India.

"Bila muatan barang saya yang diterbangkan dalam misi ini menggunakan GSLV, saya tentunya akan ingin lebih menguji dan mengevaluasi lebih mendalam," ujarnya.

"Apa yang terjadi telah melemahkan karena reputasi India sebagai negara yang handal meluncurkan roket antariksa telah mengalami kerusakan serius," ketusnya.

India mempertaruhkan klaim mereka yang pertama kali berjasa terhadap peluncuran satelit komersial yang menguntungkan dengan mengirim satelit Italia ke orbit pada 2007.

Pada 2008, mereka meluncurkan satelit mata-mata Israel dan secara terpisah menempatkan roket penelitian di permukaan bulan dengan harapan ISRO bahwa India akan mendapatkan pengakuan internasional di bidang ekslorasi luar angkasa.

Mantan kepala ISRO, U.R. Rao, menghimbai India agar tidak menyerah oleh kegagalannya baru-baru ini.

"Akan selalu ada kekhawatiran dan ketidakpuasan saat peluncuran gagal. Tetapi kita tidak boleh membiarkan hal tersebut melemahkan kita," katanya.

"Kita harus menemukan sumber problemnya dan menemukan solusi yang tepat," tambahnya.

India melihat program eksplorasi antariksa sebagai pencapaian yang menegaskan kemunculan negeri ekonomi besar, dan banyak warga India memiliki perasaan patriotisme mendalam akan pengembangan program tersebut.(*)

Antara

Korsel Siapkan Pelatihan Militer di 23 Tempat


Korsel Siapkan Pelatihan Militer di 23 Tempat
Seoul (ANTARA News) - Korea Selatan (Korsel) siap melakukan pelatihan menembak di laut di 23 tempat mulai Senin tetapi tidak di dekat daerah-daerah perbatasan laut yang disengketakan dengan Korea Utara, demikian keterangan militer Korsel.

Militer berencana akan melakukan pelatihan dengan menggunakan peluru tajam di pantai sekitar semenanjung Korea 27-31 Desember, kata Gabungan Kepala staf, Ahad.

Tetapi, pihak militer menjelaskan, pelatihan menembak itu tidak akan diselenggarakan dekat perbatasan maritim dengan Korea Utara (Korut) di Laut Kuning,kata pemerintah.

"Ini adalah bagian dari pelatihan reguler yang melibatkan pasukan angkatan darat, laut dan udara... dan Badan Pembangunan Pertahanan yang dikelola pemerintah juga akan melakukan uji coba amunisi di lepas pantai barat," kata juru bicara Gabungka Kepala Staf (JCS) kepada AFP.

Seoul pada 20 Desember melakukan pelatihan artileri menggunakan peluru tajam di Yeonpyeong, satu pulau perbatasan yang ditembaki Korut dalam satu serangan yang menewaskan empat warga Korsel termasuk dua warga sipil.

Pelatihan pertama menggunakan peluru tajam di pulau itu sejak serangan 23 November itu menimbulkan kemarahan Pyongynag, kendatipun tidak akan melakukan tindakan balasan.

Ketegangan lintas perbatasan tidak mereda sejak penembakan bulan lalu itu, serangan pertama terhadap satu daerah sipil sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir.

Pyongyang mengatakan pihaknya akan melakukan pembalasan atas satu latihan menembak Korsel yang peluru-pelurunya jatuh di dalam perairan yang diklaimnya adalah wilayah Korut.
(Uu.H-RN/H-AK/P003)
 Antara

BERITA POLULER