Pages

Wednesday, December 15, 2010

Singapore, Indian Air Forces in Joint Training



The RSAF's F-16 and the IAF's Mig-27 fighter aircraft flying together during a training sortie. (all photos : Mindef)
Training overseas under different climatic and operating conditions can be both a challenge as well as an exciting learning experience.
For participants from the Republic of Singapore Air Force (RSAF), a 17-day Joint Military Training (JMT) with the Indian Air Force (IAF) provided just that.
Held at Kalaikunda Air Force Station, India, from 2 to 16 Dec, the training involves the RSAF's F-16C/D fighter aircraft, RBS-70 fire unit and Portable Search and Target Acquisition Radar, together with the IAF's MiG-27 fighters.

GBAD personnel performing RBS-70 anti-aircraft engagements in defence of the airfield during training.
Commenting on the value of such training, Lieutenant Colonel Adrian Toh, the RSAF's JMT Detachment Commander, said: "Our men have benefited from learning to operate in a foreign environment, especially in situations that may lie outside their comfort zones, such as cold weather, air traffic control procedures designed for other aircraft, as well as differences in operating norms.

"These challenges test the maturity and mental fortitude of the men, and I'm confident that we will finish the deployment with good experiential learning."
For fighter pilot Captain Ray Lee from the RSAF's 143 Squadron, the experience has been an eye-opener. "The huge airspace allows good training for all the pilots, and the weather here - low-level clouds - is something that we do not face often back in Singapore," he explained.

Apart from honing their skills and enhancing the interoperability of both air forces, the training has helped to build strong bonds among the servicemen.
The P-STAR Radar used to detect aircraft movements.
Said Major (MAJ) (NS) Victor Tan: "We've had many interactions with the India air defence officers, and it was a great opportunity to learn and share knowledge and practices through these exchanges."

Beyond professional exchanges, many of the RSAF personnel also forged personal friendships with their IAF counterparts through sports, games and social gatherings such as dinners and birthday celebrations.

"During our spare time, we play friendly matches of games like soccer, basketball and badminton with the IAF personnel," said MAJ (NS) Tan, the Ground Based Air Defence (GBAD) Deputy Detachment Commander. "The strong camaraderie among us is definitely something that will be a lasting memory for me."
JMT 2010 is conducted under the Bilateral Agreement for the Conduct of Joint Military Training and Exercises in India between the RSAF and the IAF, which was signed in October 2007.
Besides joint training, the warm defence ties between the two air forces are regularly strengthened by the conduct of visits, cross-attendance of courses and other professional exchange programmes.

Damen Shipyard Jajaki Pembangunan Galangan Kapal di Sabang, Aceh



View Larger Map

SABANG - Perusahaan perkapalan Belanda, Damen Shipyards Gorinchem, menjajaki investasi bidang industri galangan kapal di kawasan Pulau Weh, Sabang, Provinsi Aceh.

Manajer Pemasaran Damen Shipyards Gorinchem untuk Asia Pasifik, Maarten Jongen, di Sabang, Rabu (15/12), mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan studi kalayakan apakah Pulau Weh ideal untuk membangun galangan kapal.

"Kami memang butuh waktu untuk meneliti apakah kawasan Sabang ini cocok untuk didirikan sebuah galangan kapal. Kami belum bisa memutuskan sebelum adanya studi kelayakan ini," katanya.

Dalam kunjungan ke Sabang, perwakilan manajemen Damen Shipyards Gorinchem, didampingi Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Ruslan Abdul Ghani, dan Wali Kota Sabang, Munawar Liza Zein.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan pihak Pemerintah RI. Salah satunya dengan PT PAL di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, dengan membuat kapal perang kawal rudal TNI AL. Menurut dia, perusahaan perkapalan asal Belanda juga telah menyelesaikan pembuatan empat kapal perang TNI AL, yakni KRI Diponegoro, KRI Hasanudin, KRI Sultan Iskandar Muda dan KRI Kaisiepo.

"Saya pikir pemerintah sangat puas terhadap hasil kerja perusahaan Damen dalam membuat kapal perang itu," katanya.



Ketua Dewan Pengawas dan Asistensi Kawasan Sabang, Adnan Ganto, menjelaskan bahwa pihaknya sangat berkeinginan adanya sebuah galangan kapal di Sabang, namun bukan untuk membuat kapal perang tapi komersial.

Sabang, katanya, memiliki potensi cukup baik bagi investasi bidang maritim, termasuk industri galangan kapal komersial karena letak Pulau Weh yang strategis berada di jalur lintas perairan internasional.

Adnan Ganto, yang juga penasehat Kementerian Pertahanan RI di Bidang Ekonomi, menjelaskan bahwa dipilihnya Damen Shipyards Gorinchem untuk membangun industri perkapalan komersial di Sabang itu karena perusahaan Belanda tersebut sudah berpengalaman.

Kemudian, Adnan menjelaskan, dalam pertemuan lanjutan antara president Damen dengan Menteri BUMN beberapa waktu lalu di Jakarta, manajemen Damen berkeinginan melebarkan sayap perusahaannya ke kawasan Asia.

"Dari hasil pembicaraan dengan Menteri BUMN, maka saya mencoba menggaet Damen untuk melihat potensi di Sabang yang memungkinkan perusahaan tersebut membuka sayapnya di Pulau Weh ini," kata dia.

Adnan Ganto menjelaskan bahwa hasil pertemuannya dengan pimpinan perusahaan Damen di Belanda membuat manajemen perusahaan tersebut memutuskan untuk meninjau Sabang.

"Kunjungan Maarten Jongen hari ini ke Sabang merupakan awal dan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Mudah-mudahan akan berlanjut untuk kehadiran industri perkapalan di Sabang ini," katanya menambahkan.

Sumber : ANTARA

Kopaska Gladi Pemantapan


15 Desember 2010, Surabaya -- Surabaya, 15 Desember 2010 Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim laksanakan gladi pemantapan K3, kegiatan ini diawali dengan Upacara pembukaan yang di pimpin oleh Komandan Satkopaska Kolonel laut (P) Yehezkiel Kantiandago bertempat di Lapangan Apel Satkopaska Koarmatim, Ujung, Surabaya. Rabu (15/12).

Latihan pemantapan ini akan berlangsung selama 2 pekan bertempat di daerah Situbondo, latihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit Kopaska dalam melaksanakan operasi infiltrasi melalui bawah air dengan menggunakan Alut kapal selam.

Kemampuan ini harus selalu kita asah dan berlatih secara terus menerus agar kemampuan itu dapat dicapai dengan sempurna. Komandan Satkopaska Koarmatim dalam amanatnya antara lain mengatakan, lebih baik mandi keringat di medan latihan dari pada mandi darah di medan pertempuran, sebab dengan berlatih terus menerus dan bervariasi serta berkelanjutan maka akan dicapai keserasian antara alutsista dengan kemampuan personel yang terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman, oleh karena itu kerjakan latihan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab hingga tercapai prajurit Kopaska yang professional. Tegas perwira dengan melati tiga itu.

Latihan Pemantapan P1 dan P2

Kemampuan renang bagi personel TNI AL merupakan salah satu modal dasar dalam melaksanakan tugas sehari-hari dalam menjaga keamanan dan penegakkan hukum di laut. Untuk membina kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh personel TNI AL tersebut, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX salah satu contoh yang melaksanakan latihan renang laut di teluk dalam Ambon bagi personel militer Perwira, Bintara, dan Tamtama, Selasa.(14/12).

Kegiatan ini disaksikan oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IX (Danlantamal IX) Laksamana Pertama TNI DR. Dadang S. Wirasuta S.E., M.M., M.B.A. Kegiatan renang laut selalu dilaksanakan secara rutin oleh personel Lantamal IX yang mempunyai Yanus dan hobi olah raga renang, namun untuk kali ini sedikit berbeda, karena dilaksanakan secara bersama-sama yang diikuti oleh sebagian besar personel Lantamal IX, merupakan bagian dari latihan pemantapan P-1 dan P-2.

Kegiatan yang positif tersebut selain untuk membina dan menguji kemampuan berenang bagi personel TNI AL pada umumnya dan personel Lantamal IX pada khususnya. Selain itu juga berfungsi untuk menjaga kebersamaan, sekaligus menjadi ajang rekreasi, karena setelah personel Lantamal IX selesai kegiatan berenang, hidangan bakso yang hangat dan beberapa makanan hasil bumi seperti jagung rebus, kacang rebus dan ubi rebus telah siap disajikan untuk disantap.

Dispenarmatim

Pesawat Sukhoi Menarik Masyarakat Yogyakarta


Selama berada di Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta, empat pesawat Sukhoi menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. (Foto: Dispenau/PRLM)

15 Desember 2010, Yogyakarta -- Setelah 5 hari berada di Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta, 4 pesawat Sukhoi kembali ke home base di Pangkalan Udara Hasanuddin Makassar, Rabu (15/12). Selama 5 hari berada di pangkalan pendidikan itu, selain untuk melakukan jelajah udara dan operasi pengamanan pulau-pulau terluar, keberadaan 4 pesawat Sukhoi juga dijadikan sebagai sarana Pembinaan Potensi Dirgantara (Binpotdirga) di Yogyakarta.

Kepala Dinas Operasi Lanud Adisutjipto Kolonel Pnb Kustono mengungkapkan, sambutan masyarakat Yogyakarta begitu besar saat Komandan Pangkalan Udara Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Hadiyan Sumintaatmadja mengundang masyarakat untuk datang melihat pesawat kebangaan bangsa Indonesia itu. Hal itu terbukti dengan banyaknya pengunjung yang menyempatkan untuk melihat pesawat buatan Rusia tersebut saat digelar acara “Lanud Adisutjipto Open Day” di Taxy Way Lanud Adisutjipto.

Kolonel Pnb Kustono menambahkan, kehadiran ribuan pengunjung untuk menghadiri “Lanud Adisutjipto Open Day” menunjukkan adanya kedekatan masyarakat dengan TNI Angkatan Udara. Bahkan gelaran acara “Lanud Adisutjipto Open Day”, tutur Kolonel Pnb Kustono, juga diliput berbagai awak media, baik dari media cetak maupun media elektronik di Yogyakarta.

Sebelum kembali ke Makassar, keempat pesawat yang masing-masing bernomor seri TS 3003, TS 3004, TS 3005 dan TS 2703 melakukan fly pass di Angkasa Yogyakarta. Selamat jalan Sukhoi, masyarakat Yogyakarta menunggu kehadiranmu kembali.

PRLM

KRI Sulupari Simulasi Serangan Udara


15 Desember 2010, Makassar -- Sejumlah pasukan KRI Sulupari 809 TNI AL menembaki pesawat yang melakukan penyerangan di perairan Makassar, Rabu (15/12). Simulasi pertahanan menggunakan KRI Sulupari 809 dari serangan udara tersebut dilakukan guna meningkatkan kemampuan pasukan TNI AL dalam mempertahankan NKRI. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/hp/10)

Seorang pasukan KRI Sulupari 809 TNI AL berusaha menyelamatkan rekannya yang menjadi korban saat terjadi serangan udarapenyerangan di perairan Makassar. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/hp/10)

ANTARA

Ahmadinejad Mendadak Temui Konvoi Asia untuk Gaza

Ahmadinejad, hari Senin (12/12), di Aula Shahid Chamran di Universitas Tehran menyambut kedatangan konvoi kemanusiaan pertama Asia untuk Gaza, Asia to Gaza Solidarity Caravan (APSP). Dalam agenda diumumkan bahwa acara penyambutan itu akan diwakili oleh Ketua Komisi Budaya di Parlemen Republik Islam Iran, Gholam Ali Haddad Adel. Akan tetapi Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, tiba-tiba muncul dalam acara penyambutan tersebut.
Wartawan TV One yang juga ikut serta dalam konvoi itu, merasa kaget akan kemunculan Ahmadinejad yang tidak diagendakan dalam acara tersebut. Hal itu membuat wartawan TV One, Anna Diar, terpontang-panting untuk mendekati Ahmadinejad.

Presiden Ahmadinejad dalam kesempatan itu mengatakan, "Isu Palestina dan penghapusan Zionis Israel dari kawasan pendudukan adalah masalah humanis dan dunia." Ahmadinejad juga mengapresiasi upaya konvoi kemanusiaan Gaza (APSP) dan menyebutnya sebagai bentuk solidaritas yang mendalam atas penderitaan bangsa Palestina.
Lebih lanjut Ahmadinejad mengatakan, "Palestina kini menjadi bukti sejarah kelam, penistaan terhadap manusia dan pembelengguan atas bangsa independent. Telah jelas bahwa Zionis Israel didirikan untuk merancang sistem lalim dan menghegemoni Timur Tengah." Dikatakannya pula, "Pada faktanya, langkah untuk hegemoni dan ekspansi dipimpin oleh AS."
Masih mengenai Palestina, Ahmadinejad menegaskan, "Semua kejahatan yang pernah terjadi sepanjang sejarah, masih terus terjadi di Palestina." Dikatakannya pula, "Zionis Israel menunjukkan sikap bahwa rezim ini bukan hanya menentang ajaran Yahudi, tapi juga melawan semua ajaran agama ilahi."
Hari ini, konvoi kemanusiaan APSP bertolak ke Tabriz yang kemudian melanjutkan perjalanannya ke Turki. Tabriz adalah kota yang dekat dengan Turki.

Hingga berita ini dilaporkan, konvoi APSP belum menerima visa dari Mesir. Menurut keterangan peserta konvoi APSP, hanya beberapa anggota konvoi yang baru mendapat visa dari Mesir. Sementara itu, para anggota APSP dari Indonesia, Malaysia dan Azerbaijan belum mendapat visa. 

IRIB

Tuesday, December 14, 2010

Russia's armed forces to spend $10 bln to go digital by 2012 - General Staff Chief

Russia's army must turn digital by 2012
11:25 14/12/2010
© RIA Novosti. Vitaly Anjkov

The Russian armed forces are to spend $10 billion on new digital communications by 2012, the chief of the Russian General Staff said on Tuesday.
"It is necessary to have a technical base for resolving military tasks. It is communication that must be turned digital. We are currently working on it. We should resolve these tasks by 2012," Gen. Makarov said.
One of the General Staff's main projects is a new tactical control system.
"A large sum of money, about 300 billion rubles ($10 billion) has been allocated to this," Makarov said, adding that the armed forces digital communication program is part of the Defense Ministry's draft arms procurement program up until 2020.
MOSCOW, December 14 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

BERITA POLULER