Pages

Monday, December 13, 2010

LOCKHEED MARTIN & KAMAN AWARDED NEW CONTRACT FOR K-MAX UAS


10-Dec-2010


The U.S. Naval Air Systems Command awarded Lockheed Martin and Kaman Aerospace $45.8 million contract for K-MAX® unmanned aircraft systems for a U.S. Marine Corps evaluation of unmanned cargo resupply in an operational forward deployed environment.

'The K-MAX UAS was specifically designed for the battlefield cargo resupply mission,' said Dan Spoor, Lockheed Martin Aviation Systems vice president. 'K-MAX's capabilities directly answer the Marine Corps' requirement to augment ground and air logistics operations, supplement rotary-wing assets and keep warfighters supplied and out of harm's way.'

The contract includes the delivery of two K-MAX air vehicles and three remote control ground stations to the U.S. Marine Corps for a Quick Reaction Assessment, scheduled for summer 2011.

The unmanned K-MAX has demonstrated its ability to carry and deliver 6,000 pounds of cargo at sea level and more than 4,000 pounds at 10,000 feet altitude. The aircraft can also deliver more cargo to more locations in one flight than any other unmanned rotary wing aircraft. Its intermeshing rotors eliminate the need for a tail rotor and allow for significantly improved lift performance and lower maintenance costs.

'K-MAX is the optimal choice for an affordable unmanned cargo delivery capability,' said Terry Fogarty, Kaman Aerospace Unmanned Aircraft Systems general manager. 'With reduced operational and logistics costs, increased fuel savings and less manpower required compared to a ground vehicle convoy or manned helicopter, the K-MAX is the lowest-risk solution for the mission.'

Since partnering in 2007, Lockheed Martin and Kaman Aerospace have made significant investments to provide a rapid response to an urgent military service need. The team has met all milestones to date and exceeded Marine Corps requirements during a demonstration at Dugway Proving Ground, Utah in January.

AMR

MORE C-130JS FOR INDIA GETTING READY


10-Dec-2010


India′s next three C-130Js have now reached the final production positions at the Lockheed Martin Marietta facility. These aircraft will join the previous three, which are already in flight test prior to deliveries that will begin later this month.

The first C-130J for India will be formally delivered on Dec. 16 at a ceremony in Marietta. Two will be flown to India in early 2011, while two more will arrive in early summer and the last two will be delivered in late summer of 2011.


http://www.asianmilitaryreview.com/News/index.php?hId=1519

Julian Assange Yakin AS Memburunya

Julian Assange Yakin AS Memburunya
Julian Assange (ANTARA/REUTER/Andrew Winning)
Stockholm (ANTARA News) - Pendiri WikiLeaks Julian Assange, yang membuat marah Washington karena mempublikasikan kawat diplomatik rahasia AS, dalam video dokumenternya yang diputar di Swedia Senin pagi WIB, mengatakan bahwa Amerika Serikat mengincarnya untuk diadili di sana.

Dia juga mengaku kecewa atas bagaimana sistem keadilan Swedia telah disalahgunakan.

Assange dijebloskan ke tahanan di Inggris menyusul surat perintah penangkapan yang diterbitkan Swedia, yang ingin memeriksanya atas sangkaan yang diajukan dua perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual. Assange membantah dakwaan ini.

"Saya datang ke Swedia sebagai seorang penerbit yang mengungsi karena terlibat dalam perjuangan luar biasa melawan Pentagon, di mana orang ditahan dan ada upaya untuk menuduh saya melakukan spionase," kata Assange dalam wawancara pada film dokumenter yang disiarkan sebuah stasiun televisi Swedia itu.

"Oleh karena itu saya tidak senang dan kecewa pada bagaimana sistem peradilan Swedia disalahgunakan," tambah pria Australia berusia 39 tahun ini dalam film dokumenter yang dibuat sebelum penangkapannya itu.

Assange akan disidangkan di pengadilan Inggris 14 Desember ini. Pengacaranya dari Swedia berjanji akan melawan upaya ekstradisi kliennya ke Swedia.

Salah seorang pengacaranya dari Inggris, Jennifer Robinson, berkata pada ABC News di London Jumat pekan lalu bahwa dakwaan dari AS itu akan segera disampaikan.

Tidak ada laporan apa alasan Robinson meyakini bahwa dakwaan dari AS akan segera dilayangkan.

Departemen Kehakiman AS tengah mencari dakwaan kriminal terhadap Assange, termasuk pelanggaran terhadap UU Spionase 1917, yang bisa digunakan dalam kasus pembocoran ratusan data rahasia AS oleh WikiLeaks. (*)

Antara

KSAL Pakistan Kunjungi AAL


(Foto: AAL)

13 Desember 2010, Surabaya -- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Pakistan Admiral Noman Bashir mengunjungi Akademi Angkatan Laut (AAL) di kawasan Bumimoro, Surabaya, Senin.

Kunjungan orang nomor satu di jajaran AL Pakistan itu diterima Gubernur AAL, Laksamana Pertama TNI Ade Supandi, didampingi Wagub AAL, Brigjen TNI (Mar) Gatot Subroto.

Bashir yang didampingi sejumlah pejabat AL Pakistan, di antaranya Commodore Zahid Ilyas, Lt Commander Qaisar Iqbal, dan Lt Commander Zulfiquar Ali Khan, serta Atase Pertahanan Pakistan untuk RI Colonel Muhammad Umer disuguhi sekilas profil AAL.

Rombongan yang diantar Atase Pertahanan RI untuk Pakistan Kolonel Gamal Hario Putro juga mendapat kesempatan mengunjungi jembatan simulator sebagai salah satu fasilitas pendidikan yang dimiliki AAL.

Rombongan juga berkesempatan menyaksikan demonstrasi genderang suling Gita Jala Taruna di Lapangan Arafuru, kompleks AAL.

"Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Laut ke markas AL Pakistan beberapa waktu lalu," kata Ade yang berkesempatan mendampingi KSAL ke Pakistan itu.

Sebelumnya, Gubernur AAL memimpin upacara penutupan Latihan Praktik Menembak Kualifikasi Senapan Kadet Tingkat II dan Pembukaan Latihan Praktik Pra-Pendidikan Komando Kadet III Korps Marinir AAL.

"Keberhasilan pelaksanaan tugas TNI-AL sebagai salah satu komponen utama kekuatan pertahanan negara di laut, tidak hanya ditentukan oleh tersedianya alat utama sistem persenjataan yang canggih dan modern, akan tetapi ditentukan oleh perpaduan dari unsur manusia sebagai pengawak, peralatan, dan seluruh sistem yang mendukungnya," katanya.

Menurut dia, peralatan modern dan canggih bukan merupakan jaminan keberhasilan dari pelaksanaan tugas di jajaran AAL.

"Semua itu perlu diimbangi oleh kualitas personel yang memiliki pengetahuan, kompetensi, dan profesionalisme yang memadai," katanya mengingatkan.

ANTARA Jatim

Korsel Bisa Serang Korut Bila Kesabarannya Telah Habis


0diggsdigg

illustrasi

WASHINGTON(SINDO) – Mantan Kepala Intelijen Amerika Serikat (AS) Purnawirawan Laksamana Dennis Blair memperingatkan, Korea Selatan (Korsel) bisa menyerang Korea Utara (Korut) jika kesabaran Seoul habis. Blair memperkirakan, jika terjadi konflik,tidak akan menjadi perang besar karena Korut sadar akan kalah.“Jadi menurut saya,perang bisa dimulai, tapi hanya berupa konfrontasi militer di level lebih rendah hingga Korut bersedia bernegosiasi,” ujarnya.

Menurut Blair,Korut telah melewati batas dengan melakukan serangan artileri di sebuah pulau milik Korsel yang menewaskan empat warganya pada 23 November dan menenggelamkan kapal perang Seoul pada Maret silam yang menewaskan 46 pelautnya. “Karena itu,Korsel mulai kehilangan kesabaran terhadap Korut,” ungkap Blair.Saat ditanya apa itu artinya, dia menyatakan, “Itu berarti mereka akan mengambil aksi militer terhadap Korut.”

Komentar Blair muncul saat Korsel bersiap melakukan lima latihan penembakan artileri di laut lepas. Latihan itu digelar bukan di dekat perbatasan maritim dengan Korut di Laut Kuning. SeranganartileriKorutke Pulau Yeonpyeong merupakan aksi militer pertama kali di wilayah sipil sejak berakhirnya perang Korea 1953. Di tengah ketegangan di Semenanjung Korea, Beijing me-nyerukan pertemuan darurat antara kepala delegasi perundingan enam pihak untuk peluncuran nuklir Korut.

Pemimpin Korut Kim Jong-il mengatakan kepada pejabat senior Beijing Dao Bingguo bahwa Pyongyang ingin bergabung lagi dalam perundingan enam negara (Six Party Talks) jika negara tetangga lainnya sepakat. Namun, Blair mengaku yakin pemimpin Korsel akan terus mengambil sikap keras terhadap Pyongyang dan pendekatan semacam itu akan mendapat dukungan luas.

Sumber: SINDO

Empat KRI Amankan Kunjungan Wapres


0diggsdigg

KRI Yos Sudarso

SEBATIK, KOMPAS.com - Sehari menjelang kedatangan Wakil Presiden Boediono, Selasa (14/12/2010) siang besok, perairan Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim), diamankan oleh empat Kapal RI. Empat KRI itu adalah KRI Wiratno, KRI Tedung Selar, KRI Yos Sudarso, dan KRI Iskandar Muda.

Keempat KRI itu bersiaga penuh di perairan Karang Unarang, Pulau Sebatik, yang berhadapan dengan perairan Malaysia. Di salah satu KRI itu terdapat Panglima Armada Timur, yang besok direncanakan akan memberikan paparan mengenai Gugus Tempur Laut Armada Timur di Pos TNI AL Sungai Nyamuk kepada Wapres.

Selain pengamanan di laut, kunjungan Wapres Boediono juga akan dijaga ketat oleh personel TNI dan Polri sebanyak 752 orang serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan.

Selain akan berdialog dengan siswa-siswa dan kalangan tokoh di Pulau Sebatik di Pondok Pesantren Mutiara Bangsa, Wapres juga akan Patok III H Kuning Sei Panjang, serta mengunjungi Pos Pengamanan Perbatasan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kaltim.

Sumber: KOMPAS

Anggaran Perbatasan 2011 Rp4,1 Triliun


0diggsdigg

Pasukan TNI Yang Berada Diperbatasan Indonesia - Malaysia.

PEMERINTAH mengalokasikan anggaran hingga Rp4,1 triliun dari APBN untuk pembangunan kawasan perbatasan pada 2011. Anggaran ini tersebar pada 60 program pembangunan perbatasan yang akan dilaksanakan 29 kementerian dan lembaga. Demikian dikatakan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi dalam rapat pleno pertama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Jakarta, Senin (13/12).

"Pada 2011 disiapkan 60 program perbatasan yang tersebar di 29 kementerian/lembaga," kata Gamawan selaku Kepala BNPP.

Rapat pleno pertama BNPP, kemarin, dihadiri sejumlah menteri dan pemimpin lembaga nonkementerian terkait serta 12 gubernur dari provinsi yang memiliki perbatasan dengan negara tetangga. Di antaranya, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsudin, Gubernur Kepulauan Riau M Sani, dan Gubernur Papua Barnanas Suebu.

Gamawan mengatakan kondisi daerah perbatasan rawan dengan berbagai persoalan. Mulai dari persoalan penetapan perbatasan, minimnya sarana dan prasarana, kesejahteraan penduduk yang masih minim, rawan kegiatan ilegal, kondisi pos pemeriksaan lintas batas yang masih memprihatinkan hingga persoalan pengamanan garis batas yang belum optimal. Oleh karena itu, pembangunan kawasan perbatasan ke depan harus dapat diprioritaskan untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut melalui program penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, pengembangan ekonomi perbatasan, peningkatan layanan sosial dasar dan budaya serta penguatan kapasitas lembaga pengelola perbatasan.

Untuk 2011, total anggaran yang dialokasikan pemerintah dari program beberapa kementerian terkait mencapai Rp4,1 triliun. Kementerian Pekerjaan Umum paling banyak menyediakan program, nilainya mencapai Rp3,1 triliun. Sementara, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan sebesar Rp2,5 miliar.

"Kementerian Kesehatan mengalokasikan sebanyak Rp605 miliar, Kementerian Pertahanan Rp290 miliar untuk bidang pertahanan dan keamanan, Kementerian Komunikasi dan Informasi sebesar Rp42 miliar, Kementerian Hukum dan HAM sebesar Rp62 miliar untuk pembenahan keimigrasian dan bea cukai, dan Kementerian Koperasi sebanyak Rp92 miliar," kata Gamawan.

Terpisah, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisjahbana meminta agar dana yang dialokasikan untuk perbatasan hendaknya tetap mengikuti kebijakan perencanaan yang sudah dirumuskan secara nasional. "Harus mengacu pada perencanaan, dan masuk sistem perencanaan anggaran secara nasional," kata Armida.

Sumber: JURNAL

BERITA POLULER