Pages

Monday, December 13, 2010

KSAD: "Puspenerbad Akan Tambah 2 Skadron Baru"


0diggsdigg

Helikopter Mi-17 & Mi-35 Merupakan Bagian dari skuadron serbu 11//Serbu dan Skadron 31/ Serbu yang Bermarkas Di Semarang.

Semarang, CyberNews. Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) TNI AD akan membuka dua skadron baru untuk mendukung tugas-tugas operasi militer, mobilitas udara, dan patroli perbatasan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta melalui amanatnya yang dibacakan Wakasad Letjen TNI J Suryo Prabowo pada upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Puspenerbad di Lanumad A Yani, Kota Semarang, Senin (13/12).

"Penambahan Skadron Penerbad diharapkan mampu mendukung dan memperkokoh kekuatan armada TNI AD dalam tugas-tugas operasi militer, mobilitas udara, patroli perbatasan dan pengintaian," kata KSAD dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakasad.

Dua skadron Penerbad baru tersebut, rencananya akan bermarkas di Tanjungredep, Kalimantan Timur dan Timika, Papua. Saat ini, TNI AD masih melakukan persiapan personil, materiil, piranti lunak, pesawat dan pangkalan.

"Dengan bertambahnya dua skadron tersebut, maka sampai akhir 2019 mendatang Puspenerbad akan memiliki 6 skadron," ungkap Wakasad.

Sebelumnya telah ada 4 skadron, diantaranya Skadron 11/Serbu dan Skadron 31/ Serbu yang bermarkas di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Jateng. Sementara Skadron Udara-21/Serba Guna di Pondok Cabe, Jakarta, dan di Sumatera.

Sementara itu, dalam memimpin upacara sertijab Komandan Puspernerbad yang diserahterimakan dari Brigjen TNI Nabris Haska kepada Brigjen TNI Mochamad Wachju Rijanto, KSAD berharap agar Komandan Puspenerbad yang baru tak hanya siap mengemban tugas operasi militer perang saja, tapi juga operasi penanggulangan akibat bencana alam.

"Musibah dan bencana yang kerap terjadi di tanah air saat ini, khususnya untuk daerah yang sulit dicapai melalui jalur darat namun menuntut kecepatan bertindak, Puspenerbad harus mampu berperan mengatasi kondisi tersebut. Puspenerbad seseuai perannya dapat membantu dibidang transportasi logistik dengan heliopter ke daerah bencana," jelasnya.

Terlihat hadir dalam sertijab Danpuspenerbad itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistyono dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo.

Danpuspenerbad yang baru Brigjen TNI Mochamad Wachju Riyanto sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Potensi Pertahanan Kementrian Pertahanan RI. Sedangkan Komandan Puspenerbad TNI AD yang sebelumnya, Brigjen TNI Nabris Haska setelah menserahterimakan jabatan tersebut kemudian akan memasuki masa pensiun.

Sumber: SUARA MERDEKA

Railgun Terdahsyat Melesat dengan 7 Kali Kecepatan Suara


0diggsdigg


Senjata railgun yang dikembangkan angkatan laut AS ini menggunakan elektromagnetik ketimbang bubuk mesiu untuk menembakkan proyektil hingga tujuh kali kecepatan suara.

KOMPAS.com — Senjata superdahsyat mungkin hanya jadi imajinasi dalam video game. Namun, senjata super yang baru-baru ini dikembangkan untuk kepentingan angkatan laut Amerika Serikat ini nyata. Senjata super itu merupakan railgun elektromagnetik yang mampu menyerang dan menghancurkan lawan dengan kecepatan mach 8 atau tujuh kali kecepatan suara.

"Orang melihat ini hanya khayalan dalam video game. Tapi ini nyata. Ini adalah sejarah baru," kata Roger Ellis, manajer program pengembangan senjata ini.

Uji di Naval Surface Warfare Center di Dahlgren, Virginia, pada Jumat (10/12/2010) mengungkapkan, dalam sekali serangan, railgun ini mampu memproduksi gaya 33 megajoule. Gaya yang dikerahkan senjata itu 33 kali lebih kuat dari gaya sebuah mobil seberat 1 ton yang bergerak dengan kecepatan 100 mil per jam (160,93 km per jam).

Kehebatannya membuat senjata ini memecahkan rekor dunia. Kekuatan senjata ini tiga kali lebih kuat dari senjata yang memegang rekor sebelumnya. Railgun ini mampu mencapai target sejauh 100 mil (160,93 km) dalam hitungan menit, sesuatu yang tak mungkin dilakukan dengan senjata konvensional. Senjata ini tak menghancurkan musuh dengan bahan peledak, tetapi dengan kekuatan gelombang energi yang dimilikinya. Setiap obyek yang dilewati akan musnah.

Laksamana Nevin Carr, kepala riset angkatan laut, mengatakan, senjata ini sangat cepat dan akurat, bisa membalikkan arah senjata musuh dan menyerang dirinya sendiri. Pengembangan senjata yang menelan dana 211 juta dollar AS ini bertujuan untuk menciptakan senjata yang mampu tetap menyerang dengan kecepatan supersonik.

Dikatakan bahwa masih membutuhkan waktu 10 tahun lagi agar senjata ini siap digunakan oleh angkatan laut. Senjata dengan kekuatan 2 kali lipat senjata saat ini tersebut mungkin akan siap dikembangkan pada tahun 2025. Diperkirakan, senjata itu mampu menyerang sejauh 200 mil (sekitar 321 km) dalam 6 menit.

Sumber: KOMPAS

ACMI Diharapkan Mampu Meningkatkan Profesionalisme Penerbang


0diggsdigg

Air Combat Manouvering instrumentation (ACMI)

MADIUN (Pos Kota) – Menghadapi perkembangan lingkungan strategis global, regional maupun nasional, TNI Angkatan Udara selaku penegak kedaulatan negara di udara akan menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks.

Wilayah udara nasional yang terbentang sangat luas selayaknya menjadi perhatian kita bersama untuk dapat mengamankan secara optimal, untuk itu, TNI AU dituntut kesiapan operasional yang tinggi. Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat S.IP, pada acara peresmian Air Combat Manouvering instrumentation (ACMI) di Lanud Iswahyudi, Madiun, Senin (13/12).

Lebih lanjut Kasau mengatakan, kesiapan operasional TNI AU merupakan sinergi dari profesionalisme personel dan kesiapan Alutsista, yang akan menjadi modal utama dalam pencapaian pelaksanaan tugas. Untuk itu, upaya mewujudkan kesiapan operasional yang tinggi, dilakukan latihan secara terus menerus dan berkesinambungan harus menjadi prioritas utama.

Kasau menjelaskan, ACMI merupakan alat yang dapat merekam data-data pergerakan pesawat selama latihan penerbangan dan data tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi dan menganalisa latihan yang dilaksanakan baik secara real time maupun setelah selesai penerbangan, dan ACMI ini menyediakan advanced rangeless atau autonomous ACMI training, yang memungkinkan para berlatih dengan bantuan Global Position Satellite (GPS).

Inti komponen teknologi ACMI adalah ”instrumentation pod” yang dapat dipasang di ”wing tip weapon station”pod mengumpulkan semua data dan pergerakan pesawat selama penerbangan kemudian mengirim informasi tersebut ke ground station untuk real timemonitoring terhadap kejadian selama latihan dan setelah latihan pada layar monitor di ruang debrief.

Dalam debrief, penerbang dapat melihat tampilan tiga dimensi pada komputer ACMI dari seluruh pesawat yang terlibat latihan, termasuk dinamika penerbangan, penggunaan persenjataan dan hasil setiap pertempuran.

Kasau mengharapkan, dengan adanya ACMI ini para penerbang tempur khususnya yang bertugas di Lanud Iswahyudi dapat meningkatkan keahlian dan kemampuannya dalam melaksanakan pertempuran di udara.

Sumber: POS KOTA

TNI Akan Membangun 1 Batalion Tank Untuk Daerah Perbatasan


0diggsdigg





JAGOI, 12/12 - MENAMBAH KEKUATAN. Empat anggota Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) dari Batalyon Infanteri (Yonif) 641/Beruang bersiaga di Pintu Lintas Batas Indonesia-Malaysia di Desa Jagoi, Kecamatan Jagoibabang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, Sabtu (11/12). Guna menambah kekuatan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, TNI akan membangun satu batalyon tank bagian Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat yang dipusatkan di Kabupaten Bengkayang pada 2011.

Sumber: ANTARA

CMII Dipersiapkan Untuk Kedatangan T-50 Dan 24 F-16


0diggsdigg

Pesawat Latih T-50 Buatan Korsel.

Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat S.IP., didampingi Wakasau Marsekal Madya TNI Sukirno K.S., meresmikan fasilitas latihan, Air Combat Manouvering Instrumentation (ACMI) di Lanud Iswahjudi, Senin (13/12).
F16-Figting falcon

Dalam peresmian sarana latihan ACMI yang diperuntukkan khusus bagi penerbang tempur tersebut Kasau mengatakan bahwa, ACMI didirikan di Lanud Iswahjudi karena di Lanud ini terdapat tiga jenis pesawat tempur yaitu F-16 Fighting Falcon, F-5/Tiger dan Hawk MK-53.

Sarana latihan ACMI juga dimaksudkan untuk mempersiapkan kedatangan alutsista yang baru baik T-50 Golden Eagle sebagai pengganti pesawat Hawk MK-53 maupun 24 pesawat F-16/Fighting Falcon dari Amerika Serikat.

Dengan adanya sarana tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme para penerbang, teknisi maupun petugas PLLU sehingga dapat terwujud zero accident. Utamanya para penerbang tempur di Lanud Iswahjudi akan semakin terarah dalam meningkatkan kemampuan tempur udara. Melalui ACMI, seorang penerbang tempur akan dapat dimonitor pelaksanaan latihan terbangnya dalam berbagai formasi.

Hadir dalam peresmian tersebut Air Combat Manauvering Instrumentation (ACMI) Wakasau Marsekal Madya TNI Sukirno K.S., Pangkoopsau I dan Pangkoopsau II, para Asisten Kasau serta para pejabat Lanud Iswahjudi.

Sumber: TNI AU

Menhan Tinjau Pembuatan Kapal Cepat Rudal Trimaran




BANYUWANGI - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meninjau PT. Lundin Industry Invest, yaitu salah satu perusahaan swasta nasional yang memproduksi kapal patroli cepat yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut Menhan didampingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kasal Laksamana TNI Soeparno meninjau pembuatan Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran pesanan TNI AL.

Kunjungan dilaksanakan usai meninjau latihan Latihan Kesenjataan Terpadu (Latsendu) dan menghadiri acara serah terima Tank Amfibi BMP-3F di Situbondo, Banyuwangi, Sabtu (11/12). Selain Panglima dan Kasal, turut pula Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto S.IP, MA, dan sejumlah pejabat di jajaran Kemhan, Mabes TNI dan Mabes AL..

Dalam peninjauannya, Menhan dan rombongan diterima Pimpinan PT. Lundin Industry Invest John Ivar Allan Lundin dan jajaran stafnya. Dengan dipandu oleh John Ivar Allan Lundin, Menhan dan Panglima TNI secara langsung meninjau proses pembuatan KCR Trimaran, Sea Raider, Combat Boat pesanan TNI AL.

Ditanya wartawan usai peninjauan, Menhan mengatakan pengadaan KCR Trimaran ke PT. Lundin Industry Invest ini adalah pengadaan untuk yang pertama kali, untuk itu masih diujicoba kemampunannya. Menurut Menhan, apabila dalam pengujian ini berhasil dengan baik maka selanjutnya kedepan Kemhan berkeinginan untuk mengembangkannya lebih lanjut.

Sementara itu Kasal juga mengatakan, TNI AL membutuhkan beberapa kapal jenis KCR Trimaran ini, namun untuk tahap pertama terlebih dahulu akan dilakukan uji coba untuk mengetahui bagaimana manfaat, kelebihan dan kekurangannya. “Karena pengadaan kapal Trimaran ini baru kali ini, oleh karena itu perlu kajian lebih lanjut setelah kapal ini dipakai nanti”, ungkapnya.

KCR Trimaran yang mulai dibuat awal 2010 itu memiliki ukuran panjang 63 meter dan lebar 15 meter. KCR Trimaran memiliki kapasitas 31 orang dan satu tim pasukan khusus. Kapal dijadwalkan selesai pada bulan Desember 2010 untuk memperkuat Alutsista TNI AL dalam rangka mendukung pertahanan dan keamanan laut Indonesia.

Kapal senilai Rp 250 miliar itu dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Penambahan kapal ini sebagai bagian dari percepatan alat-alat pertahanan TNI dengan melibatkan perusahaan di dalam negeri, baik milik pemerintah dan perusahaan swasta nasional.

Sedangkan PT. Lundin Industry Invest pembuat KCR Trimaran merupakan perusahaan yang telah berdiri di Banyuwangi sejak tahun 2004 dan telah memproduksi 72 unit kapal untuk militer, SAR dan kapal pesiar. Selain melayani TNI AL, berbagai produksinya diekspor ke Australia, Brunei, Thailand, dan Malasyia.

Sumber : DMC

Japan plans more Patriot systems to shoot down N. Korean missiles

Северокорейский вооенный на границе между КНДР и Южной Кореей
07:47 11/12/2010
© AFP/ KIM JAE-HWAN Kim Jae-Hwan
Japan will deploy a larger network of land-based U.S. Patriot PAC-3 systems to ensure effective defenses against North Korean ballistic missiles, a draft defense document says. The White Paper on national defense, an annual revision of the country's basic defense program, is expected to be adopted by the end of 2010 to reflect the recent crisis on the Korean peninsula.
Patriot missiles were previously deployed only at three air bases in Japan but in the near future additional systems will be placed on all major Japanese islands, the draft document says.
North Korea became one of Tokyo's biggest security worries after it test-fired a long-range ballistic missile over Japan in 1998, prompting Tokyo to begin researching missile defense.
Japan's determination to boost its missile defenses was strengthened after Pyongyang conducted a series of ballistic missile tests in July 2006, and an underground nuclear test explosion three months later.
Japanese military is particularly concerned about N. Korean medium-range ballistic missiles with the flight range of 1,300 kilometers.
Japan is one of the 12 nations that have selected the combat-proven Patriot system as a key component of their air and missile defense program.
TOKYO, December 11 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

BERITA POLULER