Pages

Sunday, December 12, 2010

TNI Bantu Penampungan Air di El Adeisse

Surabaya (ANTARA News) - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil membantu penampungan air bagi masyarakat di El Adeisse, Lebanon Selatan.

Penerangan Satgas Yonif Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-E/Unifil kepada ANTARA melalui surat elektronik, Senin, melaporkan El Adeisse masuk dalam daerah operasi Satgas "Indobatt" (Indonesia Battalion).

Bantuan yang tersalur berkat kerja sama antara Indobatt dan Spainbatt itu mendapatkan respons positif dari masyarakat El Adeisse untuk mewujudkan proyek tersebut.

Prajurit Indonesia menilai kebutuhan terhadap air sangat penting bagi kehidupan masyarakat El Adeisse, Lebanon Selatan, karena selama ini air sulit didapatkan.

Akhirnya, prajurit Indonesia meresmikan proyek itu di gedung pertemuan El Adeisse, Lebanon Selatan, Minggu (12/12) waktu setempat.

Peresmian proyek penampungan air itu dilakukan Wadansatgas Indobatt Letkol Marinir Harnoko mewakili Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/UNIFIL.

Kegiatan itu merupakan salah satu peran aktif dari Seksi CIMIC (Civil-Military Coordination) Satgas Indobatt yang dipimpin Mayor Arh Sukma Yudha.

Dalam sambutannya, Letkol Marinir Harnoko menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada UNIFIL dan masyarakat El Adeisse atas terwujudnya proyek tersebut.

Ia berharap melalui proyek tersebut dapat meningkatkan kerja sama dan koordinasi yang erat antara UNIFIL, khususnya Indobatt dengan masyarakat EL ADEISSE.

Sementara itu, wakil dari Unifil, Mayor Calabuig, mengatakan, penampungan air ini mampu menampung 300 ribu liter air, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat El Adeisse.

Menanggapi bantuan itu, Wakil dari masyarakat El Adeisse, Ali Ramal, mengatakan air merupakan kebutuhan vital, sehingga dengan selesainya proyek itu akan sangat membantu bagi masyarakat El Adeisse untuk memenuhi kebutuhan air.

Oleh karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Unifil, khususnya Spainbatt dan Indobatt dalam mewujudkan proyek penampungan air itu.

Acara peresmian diawali dengan penandatanganan "MoU" dan diakhiri dengan pemotongan kue yang dilakukan oleh Wadan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil Letkol Marinir Harnokko, Ali Ramal dan Mayor Calabuig.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain utusan UNIFIL G-9 CIMIC, Papen Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil Kapten Psk Banu Kusworo, beberapa perwira staf Indobatt Konga XXIII-E/UNIFIL, dan tokoh masyarakat El Adeisse.
(ANT/A024)
 
antara

Panglima Militer Iran Reaksi Pernyataan Menhan AS

Wakil Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri menyesalkan kebijakan Iranphobia yang dilancarkan AS di Timur Tengah dan menyatakan kegagalan langkah tersebut di kawasan. "Kebijakan pertahanan Republik Islam Iran mengikuti aturan dan doktrin," kata Jazayeri seperti dikutip kantor berita Mehr pada hari Sabtu (11/12).
Komandan Iran ini mereaksi pernyataan intervensi Menteri Pertahanan AS Robert Gates terhadap Iran. Dikatakannya, orang-orang seperti menteri pertahanan AS memiliki pemahaman buruk tentang aturan dan doktrin pertahanan Iran.
Berbicara setelah menyelesaikan kunjungannya ke beberapa negara kawasan termasuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman, Gates mengklaim bahwa negara-negara tetangga Iran prihatin tentang "perilaku agresif" Tehran dan mendukung sanksi internasional.
Jazayeri mengatakan, meski ada klaim pemerintah AS soal sanksi, kebijakan itu tidak efektif dan negara-negara di kawasan juga sangat menyadari masalah tersebut. Komandan senior Iran ini menggambarkan kampanye propaganda yang berkelanjutan terhadap Iran sebagai "perang psikologis."
Pernyataan itu dikeluarkan setelah Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan menyerukan pencabutan sanksi Dewan Keamanan PBB atas Iran.
"Kami ingin Dewan Keamanan untuk mengakhiri sanksi terhadap Iran, tapi kami juga ingin Iran membantu dalam masalah ini," ujarnya pada pertemuan puncak Dewan Kerjasama Teluk Persia (PGCC).

Dewan Keamanan PBB menjatuhkan putaran keempat sanksi terhadap Tehran pada Juni lalu setelah propaganda intens AS yang mengklaim bahwa program nuklir Iran mungkin memiliki aplikasi militer.

Tehran menyatakan sanksi sebagai kebijakan ilegal dan bersikeras bahwa sebagai anggota Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT), Iran berhak untuk memperoleh teknologi nuklir damai.
Sementara itu, Dewan Kerjasama Teluk Persia mengeluarkan pernyataan pada akhir pertemuan puncak dua hari di Abu Dhabi Selasa lalu, menyerukan peningkatan hubungan dengan Iran.
Negara-negara anggota PGCC mengatakan mereka sangat antusias untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dengan Tehran dan menggarisbawahi bahwa mereka mendukung kerjasama berdasarkan sikap saling menghormati, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan menyelesaikan setiap perbedaan dengan cara damai tanpa menggunakan kekerasan atau ancaman. (IRIB/RM/SL)

IRIB

Haaretz: Israel Jangan Bermimpi Serang Iran

Koran Haaretz, cetakan Israel menulis lemahnya kinerja Tel Aviv dalam memadamkan kebakaran hutan di wilayah utara pendudukan. Seraya mengisyaratkan hal ini, Haaretz menulis, Israel harus membuang pikiran kotornya untuk menyerang Republik Islam Iran. Menurut laporan Fars News di Ramallah, pasca peristiwa kebakaran hutan Carmel di Haifa Tel Aviv mendapat kritikan pedas dari dewan pertahanan kota. Alov Ben, wartawan senior Haaretz di artikelnya menulis, kerugian akibat kebakaran hutan Carmel mengingatkan kita pada perang Yom Kippur di mana Dinas Pemadam Kebakaran Israel lamban memberikan pelayanan. Peristiwa kebakaran di hutan Carmel kembali membuktikan sejauh mana kesiapan Tel Aviv menghadapi bencana alam.
Ia menambahkan, lemahnya kinerja Dinas Pemadam Kebakaran dan tim penyelamat dalam mengontrol kebakaran di gunung Carmel menujukkan ketidaksiapan Tel Aviv melakukan serangan luas yang berdampak kerugian besar di dalam negeri.
Alov menekankan, meski mantan Ketua Mossad, Amos Yadlin memperingatkan berbagai hal bahwa perang di masa mendatang berbeda dengan perang sebelumnya yang dihadapi Tel Aviv. Menurutnya Israel akan berada di front terdepan dalam perang ini, oleh karena itu rezim ini membutuhkan kesiapan khusus guna melindungi warganya. Namun demikian, peringatan Yadlin ini tidak digubris oleh Tel Aviv.
Menyaksikan kondisi yang ada, Alov Ben menyimpulkan bahwa Israel tidak layak untuk memikirkan menyerang Iran karena jika hal ini dilakukan maka ribuan rudal akan menyerbu Israel. Ini berarti kehancuran bagi Rezim Zionis Israel. Ditambahkannya, usai perang kedua di Lebanon sistem pertahanan kota di Israel benar-benar lemah. "Seluruh laporan, riset dan manuver perang yang digelar untuk meningkatkan pertahanan dalam negeri sirna begitu saja dengan peristiwa kebakaran hutan Carmel," tulis Alov Ben.
Padahal saat kebakaran, Israel telah meminta bantuan kepada Yunani dan Cyprus. Pesawat-pesawat angkatan udara Perancis juga andil mengangkut warga yang terjebak api. Menurutnya seluruh bantuan negara-negara ini hanya dapat diperoleh saat terjadi bencana alam, namun jika dalam kondisi perang dan permintaan bantuan seperti ini tidak mungking didapatkan, apa yang akan diperbuat Tel Aviv.
Tanggung jawab pertahaan dalam negeri di Israel ditangani oleh tiga departemen, dinas tanggap darurat milik militer, polisi dan Dinas Pemadam Kebakaran serta Tim Penyelamat di bawah naungan Departemen Dalam Negeri. Di akhir tulisannya, Ben mengkritik sejumlah petinggi Tel Aviv. "Saat kebakaran ke mana Eli Yishai, menteri dalam negeri, Shimon Rhomah, ketua Dinas Pemadam Kebakaran," ungkap Alov Ben. Ia menuntut kedua pejabat ini mundur dari jabatannya karena sikapnya ini menujukkan ketidaklayakannya sebagai abdi masyarakat. (IRIB/Fars/MF)

IRIB
Panser Anoa Buatan PT PINDAD
JAKARTA - Bidang pertahanan menutup tahun dengan indah. Awal hingga tutup tahun 2010, pertahanan Indonesia maju signifikan, meskipun beberapa bidang masih harus dibenahi dan diperbarui untuk membangun pertahanan yang tangguh dan ideal.

Dua komponen utama bidang pertahanan itu, yakni pertama, meningkatkan kemampuan dan modernisasi alat utama sistem senjata (alusista). Pada sisi lain, profesionalitas dan kesejahteraan prajurit tetap prioritas ditingkatkan tanpa memengaruhi reformasi TNI yang giat digencarkan pemerintah.

CN235 MPA buatan PT DI
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, konsep pertahanan telah ditetapkan sesuai semangat peningkatan kesejahteraan dan penguatan angkatan bersenjata.

Karena itu, enam program yang menjadi arah pembangunan ke depan, tak perlu diubah, diantaranya revitalisasi industri pertahanan untuk memenuhi kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF), konsep kebijakan khusus penetapan wilayah perbatasan dan pulau terluar, remunerasi prajurit, proses pengalihan bisnis TNI dan perumusan legislasi yang ditetapkan dalam prolegnas.


Pada sisi lain, Indonesia tidak perlu lagi mencemaskan kedaulatannya dilecehkan bahkan dikangkangi negara luar. Ke depan, bidang pertahanan tidak lagi membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Melalui industri pertahanan, Indonesia akan membangun pertahanan dalam negeri melalui perwujudan MEF," ujar Purnomo kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini, usai menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan yang juga Deputi Perdana Menteri Singapura, Teo Chee Hean di Kantor Kemhan, Jakarta.

Satu tahun terakhir, industri pertahanan dan modernisasi alutsista mulai menggeliat dari mati suri selama 13 tahun. PT Dirgantara Indonesia (DI) yang dikatakan nyaris tidak berproduksi lagi, saat ini justru mengalami kebangkitan kembali dengan berbagai pesanan baik dari dalam maupun luar negeri. "CN-235 MPA mengalami permintaan baru dari Korea Selatan dalam versi militer," ujar Purnomo.

Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan, kesuksesan perusahaan dalam mengembangkan versi pesawat patroli terbaru itu telah mengundang ketertarikan TNI Angkatan Laut (AL) memesan CN-235 MPA dan beberapa negara sahabat di Asia.

"Helikopter produksi PT Dirgantara Indonesia juga mengalami kenaikan permintaan. PT Dirgantara Indonesia ternyata memiliki daya tahan yang sangat tinggi untuk survive dan dewasa ini kembali berkembang dengan baik," ujarnya. Purnomo mengatakan, PT DI bekerja sama dengan industri pesawat di Korea menyiapkan pembuatan pesawat tempur KFX. Pesawat tempur ini lebih canggih dibandingkan pesawat tempur buatan AS F-16, namun masih berada di bawah F-35.

Untuk pertahanan laut, ditambahkan Purnomo, dalam waktu empat tahun ke depan, PT PAL Indonesia bekerja sama dengan perusahaan kapal Belanda segera menyelesaikan kapal perusak kawal rudal (PKR). PKR akan memperkuat armada pertahanan TNI AL. "Tahun 2014 mendatang, pembuatan PKR ditargetkan selesai," ujarnya.

Nilai investasi PKR sebesar Rp 2,2 triliun. Selain membuat kapal perusak kawal rudal, PT PAL Indonesia juga akan membuat dua kapal selam.

Industri kapal yang lain adalah Industri Kapal Lundin di Banyuwangi yang mampu membangun kapal-kapal sekoci maupun katamaran dengan kecepatan sangat tinggi. Industri kapal ini telah memenuhi kebutuhan kapal untuk AL Singapura dan Malaysia maupun TNI AL. Dalam keadaan perang, industri kapal ini tentu dapat memenuhi banyak kebutuhan angkatan laut Indonesia.

KFX 201 Indonesia-korsel dan Kapal PKR oleh PT PAL
Sementara itu, untuk matra darat, Pindad telah memiliki teknologi pengembangan panser dengan teknologi Prancis. Panser tersebut memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan yang dibuat Renault, Prancis, dan bahkan menggunakan mesin perusahaan Prancis tersebut.

Panser tersebut juga mulai diekspor ke negara-negara ASEAN. Dengan kemampuan tersebut, diyakini Purnomo, Pindad dapat berkembang lebih tinggi dengan pengembangan tank-tank ringan yang sesuai dengan medan di Indonesia.

Sumber: SUARA KARYA

TNI AL Akan Makin Kuat


0diggsdigg

Kapal Selam Changbogo Buatan Korsel

JAKARTA – Rencana pembelian kapal selam oleh pemerintah disikapi positif DPR. Indonesia sudah waktunya membeli kapal selam karena dua kapal selam yang dimiliki sedang diperbaiki di Korea Selatan. Pembelian kapal selam akan memperkuat TNI, khususnya TNI AL, dalam mempertahankan wilayah Indonesia. “Pemerintah memang baru pada tahap merencanakan, tapi belum ada pemberitahuan secara resmi ke DPR,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin saat dihubungi di Jakarta, Minggu (12/12).

Meski begitu, politisi PDIP ini berharap pemerintah berpikir ulang untuk mengadakan kerja sama dengan Korea Selatan, apalagi bersepakat membangun kapal selam bersama. Dia khawatir kerja sama ini akan banyak dipertanyakan negara lain, terutama Korea Utara yang saat ini sedang bersitegang dengan Korea Selatan.

“Rencana kerja sama dengan Korea Selatan harus dipikir ulang. Saya khawatir kerja sama ini akan menyeret kita ke ranah konfl ik,” katanya. Untuk persoalan kemampuan membeli, Hasanuddin yakin pemerintah bisa membeli minimal satu kapal selam dalam waktu dekat ini. Pasalnya, dana yang disiapkan pemerintah untuk pertahanan tinggi, meningkat dua kali lipat lebih atau 56 triliun rupiah dari dana pada periode lima tahun sebelumnya. “Saya pikir bisa.

Tapi harus ditekankan, jangan sampai bekerja sama untuk melakukan kerja sama pembuatan dengan Korea Selatan. Namun, untuk perbaikan atau pembelian, hal itu bisa dilakukan,” jelasnya. Direktur Studi Energi, Lingkungan, dan Maritim Center for Information and Develepment Studies (Cides) M Rudi Wahyono justru melihat kerja sama pengembangan kapal selam dengan Korea Selatan ada lah yang paling memungkinkan.

Menurutnya, Indonesia dan Korea Selatan berjalan bersama dalam masalah pertahanan. Korea Selatan bahkan pernah membeli kapal patroli di laut, udara, dan darat dari Indonesia. “Indonesia sangat memungkinkan melakukan imbal beli dengan Korea Selatan. Untuk transfer teknologi juga paling memungkinkan dengan negara itu,” katanya.

Rudi berharap Indonesia tidak bekerja sama dengan Perancis dalam pengadaan kapal selam. Merujuk pada kasus Malaysia, Prancis ternyata gagal memberikan kapal selam yang bagus, bahkan kerja sama kedua negara itu tidak jalan. Harga kapal selam memang cukup mahal. Dia berharap pemerintah tetap mengusaha kan untuk mengadakannya karena kapal selam amat penting untuk menjaga wilayah maritim Indonesia
.

Sumber: KORAN JAKARTA

Turki Berharap Mengembangkan Pesawat Tempur Dengan Korsel Dan Indonesia

kfx 201 (indonesia- korsel)
Berhasrat untuk memperkuat kemampuan angkatan udara, Turki yang tertarik untuk mengembangkan pesawat tempur baru ke Korea Selatan dan Indonesia, hal ini telah dikonfimasi oleh pejabat senior dari Turki dan Korea Selatan.

"Ada beberapa diskusi awal tentang kemungkinan partisipasi kami dalam program KF-X," kata seorang pejabat senior Turki di majalah Berita Harian ekonomi & Hurriyet selama akhir pekan. "Kami sedang menyelidiki kelayakan dan potensi program ini."

Pada bulan September, Mayor Jenderal Choi Cha-kyu, Direktur Jenderal kantor program pesawat Korea Selatan Program Administration bidang Pertahanan, mengatakan bahwa Ankara secara serius mempertimbangkan untuk mengambil bagian dalam program KF-X.


"Akan ada kebutuhan [Turki] untuk menggantikan pesawat tempur lama dengan yang baru pada 2020," kata Choi harian Korea Times mengatakan pada saat itu. "Setelah bertemu dengan anggota dewan, Turki diharapkan dapat menanggung jumlah yang sama biaya MoU dengan Indonesia."

Program KF-X merupakan pengembangan pesawat tempur multirole lanjutan untuk angkatan udara Korea Selatan dan Indonesia. Awalnya diluncurkan pada tahun 2001 tetapi kemudian ditunda karena kesulitan keuangan dan teknologi. Program ini akan mulai tahun depan dengan persetujuan anggaran.

Korea Selatan akan menyediakan 60 persen dari pembangunan KF-X biaya sekitar 4,2 miliar dolar, dengan sisanya berasal dari pemerintah lain atau mitra bisnis. Sekitar 120 KF-X akan dibangun pada awalnya dan lebih dari 130 pesawat akan diproduksi juga setelah model tahap pertama mencapai kemampuan operasional.

Berdasarkan nota kesepakatan yang ditandatangani pada pertengahan Juli, Indonesia telah sepakat untuk membayar 20 persen dan membeli sekitar 50 pesawat KF-X ketika produksi massal dimulai.

Korea Selatan juga sedang berusaha untuk menerima transfer teknologi dari perusahaan aerospace Barat. sebuah mitra perusahaan yang mungkin adalah Swedia Saab.

PILIHAN LAIN

Para pemimpin Turki telah memilih F-35 Joint Strike Fighter Lightning II sebagai jenis pesawat tempur generasi mendatang. Ia berencana untuk membeli sekitar 100 F-35 pesawat senilai hampir $ 15 milyar. Banyak perusahaan Turki merupakan anggota dari sembilan negara dari proyek Joint Strike Fighter konsorsium sembilan negara-negara Barat, dan memproduksi suku cadang untuk pesawat tersebut.

Lockheed Martin, perusahaan AS yang memimpin Joint Strike Fighter program, Turki ingin meningkatkan jumlah F-35 berencana membeli ke 120 dari 100 pesawat. Turki juga akan menerima 30 F-16 Blok 50 dari Lockheed sebagai solusi stop-gap sampai F-35 pengiriman dimulai sekitar tahun 2015.

Namun para pejabat Turki mengatakan mereka terbuka untuk berpartisipasi dalam program di masa mendatang tempur lain internasional.

Turki juga sedang menghadapi tekanan dari Italia, mitra dekat dibidang pertahanan, untuk membeli Eurofighter Typhoon, yang dibuat oleh konsorsium Eropa termasuk perusahaan dari Italia, Inggris, Jerman dan Spanyol.

Giovanni Bertolone, Wakil Presiden Operasi Finmeccanica, seorang konglomerat dibidang industri papan atas di Italia, pada awal Desember menyerukan Turki untuk bersama-sama menghasilkan tahap selanjutnya dari Eurofighter. Finmeccanica merupakan perusahaan induk dari Alenia Aeronautica, salah satu produsen dari Eurofighter.

Bertolone mengatakan F-35 dan Eurofighter memiliki fungsi yang berbeda, dan bahwa Turki bisa memegang kedua pejuang. Pesawat Eurofighter dirancang terutama sebagai tempur udara-udara, sedangkan F-35 lebih cocok untuk udara ke daratan.

Dalam kasus Turki memutuskan untuk membeli Eurofighter, pesawat ini akan menggantikan sebagian besar dibuat oleh Phantom F-4E, yang baru-baru ini modern oleh Israel.

"Kami mendorong Turki untuk mengikuti contoh Inggris dan Italia, yang akan memiliki dua pesawat," kata Bertolone. "Kemampuan-untuk memerangi-udara adalah penting, dan kami pikir situasi ini akan semakin dikenal."

Banyak analis percaya rencana untuk mendorong Korea Selatan KF-X juga akan cocok untuk pertempuran udara-udara.

Sumber: Hurriyetdailynews

BERITA POLULER