Pages

Sunday, December 12, 2010

Menhan : Kita Akan Melakukan Pengadaan 81 BMP-3F, 10 BMP-3FK, Dan 4 BREM-L


0diggsdigg

SITUBONDO (Pos Kota) – Setelah melewati pengujian (uji fungsi) melalui operasi amfibi, uji penembakan dengan berbagai jarak jangkauan serta bermacam jenis amonisi yang dimiliki yang berlangsung di Pusat Latihan Tempur, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur.

Disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin, Duta Besar Indonesia di Rusia dan Duta Besar Rusia di Indonesia, sebanyak 17 unit tank modern amfibi tipe BMP-3F buatan Rusia yang dibeli Pemerintah Indonesia resmi dimiliki dan melengkapi alut sista Korps Marinir TNI AL.

Uji fungsi ini diintegrasikan dengan Latihan Kesenjataan Terpadu Korps Marinir Wilayah Timur yang tengah berlangsung di tempat yang sama dengan melibatkan 2 kapal perang jenis LST yakni KRI Teluk Banten-516 dan KRI Teluk Penyu-513, 8 tank amfibi PT 76, BTR 50 dan Kapa (Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri).

Uji fungsi ke-17 unit tank pasukan pendarat amfibi ini untuk memastikan seluruh peralatan dan perlengkapan serta sistem persenjataan tank tersebut beroperasi dengan baik dan sempurna. Usai uji fungsi dilanjutkan dengan serah terima secara resmi BMP-3F dari Rosoboronexport, Rusia kepada Kementerian Pertahanan RI dan TNI serta Korps Marinir TNI AL sebagai pengguna.

Dengan bertambahnya Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Korps Marinir, termasuk kendaraan tempur akan semakin meningkatkan efek daya tempur dan daya tangkal TNI secara keseluruhan.

Tank amfibi BMP-3F yang diproduksi Rusia adalah kendaraan tempur lapis baja yang sangat sempurna baik dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran masa kini. Pada uji coba di berbagai medan dan cuaca, tank jenis ini memperlihatkan hasil yang memuaskan. Berbagai amonisi yang digunakan mulai 100 mm, 30 mm, 7,62 mm serta 81 mm granat asap menunjukan akurasi yang sangat tepat dan nyaris sempurna. Jangkauan tembakan sejauh 4000 meter di mana sepuluh sasaran ditempatkan di area Puslatpur berhasil dihancurkan dengan tepat.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang mengenakan kostum doreng khas Korps Marinir ikut mencoba masuk ke dalam kabin tank dan melakukan penembakan berbagai jenis amonisi, juga berhasil menghancurkan sasaran tembak secara akurat dalam jangkauan 4000 meter. ”Saya puas uji fungsi ini berhasil, semoga tank ini menjadi kebanggaan Korps Marinir,” ujarnya.

Tank amfibi BMP-3F telah mengalami penyempurnaan, khususnya untuk kemampuan manuver di laut dengan penambahan Snorkel (sirkulasi udara saat manuver di laut ruang pasukan tetap normal), perbaikan tameng di kubah untuk menahan ombak dan gelombang air laut agar tank tetap stabil menuju serbuan pantai. Dengan adanya beberapa penyempurnaan, BMP-3F menjadi kendaraan tempur segala medan serta diimbangi dengan manuver dan pertahanan diri yang lebih tangguh.

BMP-3F mengamplikasikan persenjataan baru (artileri, roket dan meriam) dengan sistem kontrol penembakan secara otomatis dan mampu menembak tepat dari segala jenis senjata baik saat manuver/bergerak karena menggunakan pengontrol penembakan otomatis yang berteknologi mutakhir (pola stabilizer sistem teknologi baru). Konstruksi persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet): meriam, peluncur roket berkaliber 100 mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan mitraliur berkaliber 7,62 mm. Penggabungan ini memungkinkan prajurit awak tank dapat memilih model keperluan penggunaan senjata yang tersedia dikaitkan dengan situasi, kondisi serta medan tempur, tergantung sasaran yang dipilih untuk dihancurkan baik sasaran di darat, laut maupun udara.

BMP-3F berbobot kurang lebih 18,7 ton, panjang 8 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 2,5 meter, kapasitas 10 prajurit yang terdiri dari 3 awak tank dan 7 awak senjata, kecepatan di medan berlumpur 45 km, 70 km di jalan raya, 10 km di air dan mampu berjalan mundur dengan kecepatan 20 km. Sedangkan kemampuan jelajah 600 km, di lumpur 12 km dan daya jelajah di air 7 jam. Tank BMP-3F memiliki beberapa fitur khusus antara lain konstruksi (chasis) yang memungkinkan untuk dimodernisasi, selain mudah perawatannya dan efisien pemelihanaannya.

Menurut Menhan Purnomo Yusgiantoro, Tank BMP-3F adalah tank amfibi yang teknologinya paling modern yang dimiliki TNI dan merupakan generasi terakhir yang diproduksi oleh Rusia. Penyerahan ke-17 unit Tank BMP-3F ini merupakan bagian dari Rencana Jangka Panjang Pembangunan Postur TNI untuk memenuhi Kekuatan Pokok TNI. ”Untuk meningkatkan kemampuan kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL, kita masih membutuhkan 95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L. Kebutuhan tersebut akan kita penuhi secara bertahap di waktu-waktu mendatang,” tegasnya.

Ditambahkan Menhan Purnomo Yusgiantoro ke-17 Tank BMP-3F ini adalah hasil pengadaan melalui State Credit yakni bentuk dana pinjaman (credit fasility) yang dijamin Pemerintah Rusia. Penggunaan fasilitas pinjaman melalui State Credit didasarkan oleh status Rusia yang bukan anggota OECD countries sehingga tidak dapat memberikan pinjaman dalam bentuk Export Credit seperti yang gunakan pada pengadaan alutsista yang lain.

Sumber: POS KOTA

Jubir : Korea Tertarik Senjata Buatan Indonesia


0diggsdigg

T50 golden eagle

TEMPO Interaktif, Jakarta - Juru bicara Kepresidenan Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah mengatakan, pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Korsel Lee Myung-bak sempat membahas kerjasama industri pertahanan. Hal ini dilakukan di sela pertemuan Bali Democracy Forum di Nusa dua, Bali. "Produk yang diminati untuk alih teknologi," katanya ketika dihubungi, Sabtu (11/12).

Dia mengatakan, kerjasama industri pertahanan ini sudah lama dilakukan. Selain itu, Korea juga meminati sejumlah alat persenjataan buatan Indonesia. "Saya pikir Indonesia juga memiliki produk yang kompetitif," ujarnya. Namun, dia tidak bisa menjelaskan persenjataan yang akan dilakukan alih teknologi.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal I Wayan Midhio mengatakan Indonesia sedang mempersiapkan kerjasama pembuatan pesawat latih tipe T-50 dan KF-X yang kelasnya di tengah antara F-16 dan F-35. Rencananya, Indonesia bisa memproduksi pesawat ini dan prototipenya bisa terbang pada 2020.
Pesawat ini merupakan hasil riset Indonesia-Korea Selatan "Sudah ditandatangani MoU kerjasamanya, tinggal soal pembagian hak intelektualnya yang masih dibahas," katanya. Program ini melibatkan PT Dirgantara Indonesia. Sedangkan, Korea meminati membeli pesawat CN 235 dengan modifikasi.

Dalam persenjataan angkatan darat, Indonesia dan Korea juga bekerjasama dalam pembuatan panser jenis Anoa. "11 buah akan dipesan dan 11 diproduksi di Indonesia," katanya. Untuk pembuatan panser ini akan melibatkan PT Pindad. Sedangkan pembuatan kapal LPD (Landing Platform Dock) juga sedang dibahas alih teknologinya melalui PT PAL, Surabaya.

Sumber: TEMPO/MIK

Saturday, December 11, 2010

Serah Terima & Uji Coba Tank Amfibi BMP-3F


SITUBONDO - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (bawah kiri) didampingi Dankormar Meyjen TNI Marinir M Alfan Bahrudin dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono naik tank amfibi BMP-3F di Pantai Banongan Situbondo, Sabtu (11/12). Kegiatan tersebut dalam rangka latihan persenjataan terpadu dan uji fungsi mesin tempur yang baru, tank amfibi BMP-3F buatan Rusia. Foto : KOMPAS/Surya/Sugiharto, ANTARA/Eric Ireng/ed/mes/10





 

Serah Terima Tank Amfibi BMP-3F Kepada Marinir TNI AL


SITUBONDO - Tank amfibi BMP-3F buatan Rusia, resmi memperkuat Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Peresmian ditandai dengan penyerahan secara resmi 17 unit tank amfibi tersebut dari Pemerintah Rusia kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/12).

Setelah diserahterimakan kepada Menteri Pertahanan, lalu diserahkan kepada TNI kemudian Korps Marinir TNI Angkatan Laut sebagai pengguna.

Sebelumnya, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Aflan Baharudin, penambahan 17 tank amfibi dari Rusia itu akan semakin memperkuat jajaran korps baret ungu yang dipimpinnya.

Saat ini rata-rata kesiapan alutsista marinir, termasuk kendaraan tempur, sekitar 60 hingga 70 persen.

"Cukup baik, tetapi kan ada beberapa yang sudah sangat tua hingga perlu segera diganti untuk memaksimalkan efek tangkal dan daya tempur kita," katanya.

Dana yang dikucurkan dalam pembelian itu mencapai Rp.455 miliar. Awalnya, dengan harga tersebut TNI AL mendapatkan 20 tank, tetapi akhirnya hanya didapat 17 unit karena harganya naik.

Korps marinir saat ini memiliki sekitar 400 tank. Sebagian di antaranya kurang layak beroperasi. Sebagian yang masih bisa diperbaiki akan diperbaiki. Sementara yang sudah tidak layak sama sekali akan dikandangkan, kata Alfan.

Usai serah terima tank amfibi, akan dilakukan pengangkatan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebagai warga kehormatan Korps Marinir.

Sumber : ANTARA

K11, Senapan Serbu Terbaru Korea Selatan (I)




ALUTSISTA - Layaknya mobil dengan sistem injection dimana pembakaran BBM dan oksigen diatur secara elektronis lewat Electronic Control Unit (ECU), demikian pula halnya dengan senapan serbu dual laras lansiran S&T Daewoo-Korea ini. Diberi nama K-11, senapan ini menganut sistem pengoperasian penembakan secara elektronis lewat Fire Control Unit (FCU).

Senapan yang digadang-gadang pemerintah Korea Selatan sebagai senapan serbu masa depan ini bukan hanya tangguh dari segi operasional requirement saja, tapi terbukti dari beberapa kali uji coba di lapangan senapan ini mampu memperoleh hasil yang cukup memuaskan. Mulai dari daya hancur, ketepatan, kenyamanan, ketahanan dan kemudahan perawatan, semua berhasil dilalui. Teknologinya sendiri bukan hal baru lagi di dunia senjata serbu, senapan dual laras ini dikenal dengan istilah Objective Individual Combat Weapon (OICW).

OICW sendiri awalnya merupakan sebuah kompetisi program pembuatan senapan serbu generasi terbaru dibawah pengawasan dan pengembangan US Army, program ini akhirnya tidak dilanjutkan tanpa menghasilkan satu senapan pun yang berhasil di produksi secara massal. Namun beberapa prototype senapan sempat di perkenalkan ke publik diantaranya : XM-29, XM-8 dan XM-25.

Dibeberapa negara di luar Amerika, program OICW dijadikan parameter pengembangan senjata masa depan. Dari parameter ini, K11 bisa dibilang sebagai pelopor hadirnya senapan serbu yang berhasil mengkombinasi teknologi masa kini dan masa depan yang sukses di komersialisasi.

K11 pertama kali dipublikasikan di Pameran Pertahanan IDEX 2009, Abu Dhabi-UAE pada 22-26 Februari 2009. Di negara asalnya K11 dipublikasikan pada acara DSEI military expo, September 2009.

Begitu optimisnya terhadap perkembangan senjata ini, Im Chung-bin, Kepala Staf Angkatan Darat Korea (ROKA) menyatakan K11 akan resmi memperkuat pasukan infantri Korsel pada tahun 2010. Pernyataan tersebut disampaikannya saat acara “Ground Weapon Conference 2009” di Daejeun pada November 2009 lalu.

Bahkan seorang pejabat Agency for Defense Development (ADD), sebuah lembaga dibawah kementrian pertahanan Korea Selatan mengungkapkan negaranya berencana bakal ikut serta dalam pameran industri pertahanan di Amerika pada Juni 2010 nanti dengan menghadirkan K11. “K11 menjadi bukti engineer kami mampu menciptakan senjata bagi pasukan infantri masa depan dan ini adalah salah satu upaya memasarkan langsung ke negara pembeli potensial kami, Amerika” ungkapnya.

Dia juga mengatakan K11 bakal dipasarkan juga kenegara-negara lain selain AS. ADD sebelumnya pernah membawa sampel senapan K11 untuk diujicoba pasukan US Army di U.S.Pacific Command-Hawaii.

Bukan Barang Baru

Hadirnya K11 bukan hal baru bagi US Army, beberapa tahun lalu AS pernah mengembangkan program senapan serupa (OICW) dengan nama XM-29. Meskipun K11 bukan lisensi Alliant Techsystems Corporation (pembuat XM-29), namun AS kagum atas keberhasilan sekutunya di Asia Timur ini atas keberhasilan mengembangkan senapan dual laras tersebut.

Berdasarkan program tersebut, AS kemudian mengembangkan senapan serbu XM-8 yang prinsip kerjanya sama dengan XM-29 namun sistem elektronisnya memanfaatkan penggunaan energi kinetik (energi gerak yang diubah menjadi energi listrik). Pemanfaatan energi ini lebih kepada alternatif suply energi batery, terutama untuk perangkat kontrol elektronis dalam sistem senjata.

XM-8 dikembangkan oleh Heckler & Koch America (perusahaan patungan AS dan Jerman), proyeknya dibatalkan pada tahun 2005, begitu pula dengan XM-29 pada tahun 2004. Selain karena alasan keterbatasan anggaran research and development (budget-nya melampaui yang ditetapkan US$ 32,5 juta), permasalahan lainnya adalah buruknya daya tahan baterei saat sistem pembidik elektronis diaktifkan.

Selain itu menurut beberapa pengamat model dan bentuk XM-8 dianggap kurang nyaman (ergonomis), padahal senapan ini diproyeksikan untuk menggantikan senapan serbu M4A1 milik US Army. Copyright ALUTSISTA

Friday, December 10, 2010

Iran: Isu Nuklir Bukan Agenda Pertemuan Turki

 Republik Islam Iran dan kelompok 5+1 sepakat untuk mengadakan putaran berikutnya perundingan komprehensif di Turki pada akhir Januari 2011. Namun Tehran menyatakan bahwa program nuklirnya tidak termasuk dalam agenda perundingan mendatang.
"Baru pekan lalu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa program nuklir Iran bertujuan damai dan sama sekali tidak ada bukti penyimpangan," kata Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Saeed Jalili dalam wawancara eksklusif dengan Press TV pada hari Selasa (7/12).
"Oleh karena itu, kami percaya bahwa masalah ini sudah selesai dan tidak dapat menjadi subyek pembicaraan sama sekali. Perundingan komprehensif di Istanbul akan fokus pada masalah-masalah umum," tegasnya.
Jalili menegaskan bahwa hak bangsa Iran tidak dapat dirundingkan dan perundingan juga tidak mungkin dilanjutkan di bawah bayang-bayang tekanan.
"Ada kekhawatiran serius di tengah masyarakat internasional tentang perlucutan senjata nuklir, tentang alasan belum melucuti kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan juga tentang negara-negara yang menyediakan senjata nuklir kepada rezim Zionis Israel," tegas Jalili.
Seraya mengecam AS karena melanggar Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT), Jalili menandaskan, "Kini perhatian utama dunia tertuju kepada Washington yang telah melanggar Pasal I dan II NPT dan menempatkan 240 hulu ledak nuklir di wilayah Eropa." "Ini melanggar NPT dan harus menjadi agenda utama untuk ditangani," tambahnya.
Meski tidak ada angka resmi yang dirilis, tapi diperkirakan AS telah menempatkan antara 150 dan 240 senjata nuklir taktis di Eropa. (IRIB/RM/SL)

IRIB

Malaysia Harapkan Kerjasama Nuklir dengan Korsel

 Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak menyatakan minat negaranya untuk memanfaatkan pengalaman Korea Selatan dalam teknologi nuklir termasuk di antaranya pembangunan reaktor nuklir pintar dan berbagai reaktor nuklir kecil.
Hal itu dikemukakan Najib hari ini (10/12) dalam konferensi persnya bersama Presiden Korsel, Lee Myung-bak , yang berkunjung ke Kuala Lumpur. Sebagaimana dilaporkan IRNA, kedua negara telah menandatangani kesepahaman di bidang keamanan nuklir dan radio aktif.
Perdana Menteri Malaysia dan Presiden Korsel menekankan pentingnya energi nuklir sebagai sebuah sumber energi yang meyakinkan, stabil, aman, dan bersih. Tidak hanya itu, PM Malaysia juga mengharapkan perluasan kerjasama kedua negara di sektor nuklir.
Di bagian lain, terkait usulan pembentukan Dewan Dagang Malaysia-Korsel, Najib menegaskan, "Usulan tersebut akan mempermudah perundingan dan kerjasama sektor swasta kedua negara dan akan membuka peluang kerjasama baru kedua pihak."
Pada kesempatan itu, Najib menekankan agar Malaysia memanfaatkan kemampuan perusahaan-perusahaan Korsel di sektor teknologi ramah lingkungan. (IRIB/MZ/MF)

IRIB

BERITA POLULER