Pages

Thursday, December 9, 2010

Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama dengan RI

Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama dengan RI
Nusa Dua (ANTARA) - Jepang ingin terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang ekonomi dan menciptakan stabilitas serta perdamaian di kawasan, kata Menteri Luar Negeri Jepang, Seiji Maehara, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Keinginan itu disampaikan Seiji Maehara dalam kunjungan kehormatan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Laguna Resort & Spa, Nusa Dua, Jumat.

Dalam pertemuan itu, Menlu Jepang juga menyampaikan harapannya yang sangat besar kepada Indonesia yang akan menjadi Ketua ASEAN dan penyelenggara East Asia Summit (EAS) pada 2011.

"Hubungan Jepang-Indonesia bukan sebatas bilateral tetapi terus menangani agenda-agenda regional dan global," ujar Seiji dalam konferensi pers usai pertemuan.

Dalam pertemuan itu, Presiden Yudhoyono dan Menlu Jepang juga membicarakan konflik di Semenanjung Korea dan mencapai kesepakatan bahwa Indonesia-Jepang berharap tidak terjadi perang di kawasan tersebut.

"Saya juga mencapai suatu pemahaman dengan Presiden bahwa jangan sampai terjadi perang di kawasan ini dan saya juga mencapai konfirmasi bahwa Jepang dan Indonesia harus tetap bekerja sama untuk perdamaian dan kestabilan di kawasan ini," tutur Seiji.

Usai pertemuan bilateral, Presiden Yudhoyono menyaksikan penandatanganan nota kerja sama antara Jepang dan Indonesia di bidang pembangunan area prioritas metropolitan.

Setelah menerima Menlu Jepang, Presiden yang didampingi Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan menuju Pura Besakih di Kabupaten Karangasem.

Peninjauan Pura Besakih itu menurut informasi dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, dilakukan atas undangan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.

Rombongan Presiden dijadwalkan bertolak dari Bali menuju Jakarta pada pukul 16.00 WIT dengan menggunakan pesawat kepresidenan.
(T.D013/A011/P003)
 ANTARA

Remaja Pro-WikiLeaks Serang Visa dan Mastercards

Jumat, 10 Desember 2010 14:41 WIBRemaja Pro-WikiLeaks Serang Visa dan Mastercards
(istimewa)
Den Haag (ANTARA News) - Polisi Belanda menangkap remaja berusia 16 tahun yang mengaku ikut melancarkan serangan cyber terhadap lawan-lawan laman peniup-peluit WikiLeaks, demikian jaksa Belanda, Jumat.

Wim de Bruin, juru bicara kantor penuntutan negara, mengatakan sang remaja telah mengaku melancarkan serangan terhadap situs Visa dan Mastercard.

Satu pernyataan tertulis menyatakan bahwa si remaja kemungkinan besar bagian dari kelompok besar peretas.

Si remaja akan tampil di depan hakim Belanda Jumat ini di Rotterdam.

Serangan dilancarkan menyusul penangkapan bos WikiLeaks Julian Assange yang kini ditahan di sebuah penjara di Inggris, setelah Swedia meminta Inggris mengekstradisi Assange atas tuduhan pemerkosaan.

Para peretas yang menamakan diri "hack-tivists" -- meluncurkan serangan cyber terhadap mereka yang dianggap lawan WikiLeaks, termasuk perusahaan-perusahaan yang di beberapa hari terakhir membantu menghalangi layanan WikiLeaks.

Setelah berusaha membuat ambruk laman Visa, Mastercard dan lainnya, para pendukung laman peniup-peluit itu telah berupaya namun gagal mematikan laman raksasa ritel Amazon.com.

WikiLeaks menjauhkan dirinya dari serangan cyber itu namun menyebut mereka sebagai cermin opini publik.

"WikiLeaks prihatin bahwa sejumlah kantor pemerintah dan perusahaan, termasuk kejaksaan Swedia, Mastercard, PayPal dan State.gov (laman Departemen Luar Negeri AS) menjadi target serangan cyber-attack dalam beberapa terakhir , dan kadang membuatnya offline (mati)," demikian WikiLeaks dalam satu pernyataannya.

"Serangan itu bentuknya serupa dengan yang diterima oleh laman WikiLeaks selama pekan lalu, sejak publikasi pertamakali 250.000 kawat diplomatik AS," sambung pernyataan itu.

"Serangan 'penolakan layanan' (denial of service) ini diyakini berasal dari perkumpulan internat yang dikenal dengan Anonymous.

"Kelompok ini tidak berafiliasi ke WikiLeaks. Belum ada kontak antara staf WikiLeaks dengan siapapun dari Anonymous. WikiLeaks tidak menerima pemberitahuan sebelumnya untuk setiap aksi Anonymous," demikian pernyataan itu. (*)

Antara

Korut Tingkatkan Propaganda

Korut Tingkatkan Propaganda
Kapal AL Korsel diambil gambarnya di pulau Yeonpyeong, Jumat (26/11). (ANTARA/REUTERS/Jo Yong-Hak)
Seoul (ANTARA News) - Korea Utara meningkatkan aksi propaganda untuk membenarkan serangannya terhadap sebuah pulau Korea Selatan dalam menghadapi kecaman internasional, kata organisasi-organisasi Korsel, Jumat.

Dua kelompok di Seoul mengatakan mereka menerima satu pesan faksimil yang menuduh Korea Selatan (Korsel) memprovokasi serangan 23 November itu dan menyerukan ketenangan di Laut Kuning.

Pesan itu disampaikan ke Federasi Kristen Chosun (Korea) dan Komite Deklarasi Bersama untuk Reunifikasi Korea 6.15-- mengacu pada KTT antar Korea 15 Juni 2000.

Pesan itu menyalahkan penembakan itu karena pelatihan militer Korsel "yang provokatif" dan tidak menghormati deklarasi-deklarasi KTT.

"Pesan faksimil itu dikirim melalui China dan kami melaporkannya kepada kementerian unifikasi," kata seorang juru bicara Dewan Gereja Nasional Korsel.

Kementerian yang menangani masalah-masalah lintas perbatasan menolak memberi komentar.

Mitra Korsel dari Komite 6.15 itu mengatakan Korut mengirim faksimil-faksimil seperti itu setiap saat ada kejadian penting, seperti tenggelamnya sebuah kapal perang Korsel Maret lalu yang menewaskan 46 prajuritnya.

Korsel mengatakan Korut mentorpedo kapal itu, satu tuduhan yang dibantah Pyongyang.

Serangan artileri terhadap pulau Yeonpyeong itu menewaskan dua marinir dan dua warga sipil. Itu adalah pertama kali korban sipil di Korsel sejak Perang Korea 1950-1953.

Pada Kamis Korut mengatakan melalui kantor beritanya KCNA bahwa Korsel "penghasut perang " memprovokasi insiden tersebut dalam usaha memicu satu konflik lebih luas.

Korut mengulangi kembali pernyataan-pernyataan bahwa tindakan itu hanya untuk membalas pelatihaan militer Korsel yang telah menembaki "ribuan peluru" ke perairan Korut di sekitar perbatasan Laut Kuning yang disengketakan.

China, kendatipun mendapat tekanan kuat Amerika Serikat untuk mengekang sekutunya, tidak mengecam Korut menyangkut serangan tersebut. China mengutus pejabat paling senior kementerian luar negerinya Dai Bingguo ke Pyongyang pekan ini untuk bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-Il.

Mereka mencapai konsensus mengenai masalah-masalah semenanjung Korea, kata laporan kantor berita China tanpa menjelaskan lebih jauh.

Wakil Menteri Luar Negeri AS James Steinberg akan mengunjungi Beijing pekan depan untuk mendesak China melakukan tindakan.

Surat kabar partai komunis yang memerintah Korut Rodong Sinmun memberitakan pertemuan para pemimpin militer itu menunjukkan bahwa Seoul dan Washington sedang mmpersiapkan satu invasi.

"AS harus menghentikan aksi-aksi jahat kerjasama militernya dengan Korsel yang berusaha melancarkan perang di semenanjung Korea, dan harus menarik seluruh pasukan dan peralatan militernya dari Korsel," tulis surat kabar itu.

Presiden Korsel Lee Myung-Bak dalam wawancara dengan satu surat kabar dalam kunjungannya ke Malaysia, kembali menyebut Korut adalah salah satu dari beberapa negara yang senang perang di dunia.

Tetapi Lee mengemukakan kepada surat kabar The Star kedua Korea harus hidup berdampingan secara damai dan, pada akhirnya akan mencapai reunifikasi.

Ia mendesak Korut melakukan usaha membuka ekonomi seperti China untuk mempersempit perbedaan ekonomi yang luas dengan Korsel.
(H-RN/B002/A038)
Antara

Rusia Usulkan Nobel Perdamaian untuk Julian Assange

Rusia Usulkan Nobel Perdamaian untuk Julian Assange
Julian Assange (ANTARA/REUTER/Andrew Winning)
Jakarta (ANTARA News) - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, patut mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian, kata petinggi Rusia, Jumat. Kremlin mengimbau organisasi-organisasi non-pemerintahan untuk mempromosikan Assange sebagai calon penerima Nobel.

Sumber di kantor kepresidenan Dmitry Medvedev mengemukakan kepada pers Rusia bahwa : "masyarakat dan LSM harusnya berpikir cara untuk menolong dia."

Pernyataan tersebut kemungkinan dirancang untuk menciptakan citra negatif Amerika Serikat sehubungan bocornya kawat-kawat diplomatik mereka yang kemudian disebarluaskan WikiLeaks.

Di tempat lain, Perdana Menteri Vladimir Putin mencaci Amerika Serikat dengan mengatakan pihak Barat tak punya hak menceramahi Rusia soal demokrasi.

Ketika ditanya tentang kawat-kawat diplomatik yang menyebut Putin sebagai "alpha-dog" Rusia dan Putin sebagai penguasa yang korup dengan birokrasi yang tak demokratis, perdana menteri Rusia itu menjawab " Memangnya anda pikir diplomat Amerika itu informasi yang bersih dan terang- benderang? Begitukah yang anda pikir?"

Putin lalu mengkritik Barat sehubungan penangkapan Assange. Pekan ini Assange menyerahkan diri ke pihak berwenang Inggris menyusul surat pencariannya oleh Interpol.

"Jika mereka sepenuhnya demokrasi, lalu kenapa Mr Assange diamankan di penjara? yang begitu memangnya demokrasi?," kata Putin saat konferensi pers dengan timpalannya dari Prancis, Francois Fillon.

Kawat diplomatik AS menyebut Putin sebagai penguasa yang membiarkan para pejabat tinggi menerima suap dan para mata-mata korup mengambil "setoran" dari produser energi terbesar di dunia.
(A038/A038/BRT)
Antara

Indonesia Singapura Gagas kerjasama Pendidikan Penerbang Tempur


(Foto: Mindef)

10 Desember 2010, Jakarta -– Indonesia dan Singapura menjajaki kemungkinan kerja sama pertahanan dalam bidang pendidikan bagi penerbang pesawat tempur kedua negara melalui pembentukan sekolah penerbang tempur (combine fighter weapon school), sebagi upaya meningkatkan kemampuan dan profesionalitas para penerbang tempur kedua negara. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, seusai menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean yang juga menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri Singapura, Kamis (9/12) di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Lebih lanjut dijelaskan Menhan, bahwa gagasan ini muncul setelah melihat laitan bersama antara TNI Angkatan Udara dengan Royal Singapore Air Force (RSAF) yaitu Latma Elang Indopura ke 16 di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (8/12). Latma yang juga menandai 30 tahun dari latihan bersama angkatan udara kedua negara tersebut, melibatkan berbagai jenis pesawat, F-16 dan Sukhoi dari Indonesia sedangkan Singapura menurunkan pesawat F-16, F-5 dan F-15SG.

Terkait dengan gagasan di atas, Sekretaris Jenderal Kemhan RI, Marsdya TNI Eris Herryanto, menambahkan bahwa kerjasama pendidikan yang dimaksud sudah dimulai sejak tahun 1999, dan telah berjalan dengan baik. Namun demikian pendidikan tersebut perlu dikembangkan, baik sarana maupun prasarananya, salah satunya dengan menyediakan lahan latihan tempur. Hal ini mengingat, dari pendidikan ini akan diperoleh materi baik teknis dan taktis, sehingga para siswa nantinya mampu mensimulasikan sasaran yang akan dilumpuhkan misalnya landasan dalam bentuk pabrik, pesawat atau lainnya, tambah Sekjen.

Selain itu Menhan menyampaikan beberapa proyek bidang pertahanan diantaranya pembangunan project four in one di Sentul, Bogor, terdiri dari Peace Keeping Center, Standby Force, Desaster Relief dan Anti Teror, yang akan dipusatkan pada satu tempat. Pada kesempatan tersebut Menhan mengajak Singapura untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Proyek lainnya yang disampaikan kepada menhan Singapura adalah proyek kawasan industri terpadu bahan peledak di atas lahan 600 hektar di Subang, Jawa Barat. Salah satunya adalah pendirian pusat pembuatan propelan yang memiliki nilai yang sangat strategis bagi industri pertahanan. Propelan merupakan bahan peledak yang dipergunakan sebagai pembentuk gas pendorong dalam peluru senjata atau motor roket. Propelan termasuk bahan low explotion, yang bukan merupakan bahan peledak penghancur, dan hanya digunakan sebagai bahan isian pendorong pada amunisi.

Indonesia saat memiliki industri amunisi yaitu PT Pindad, namun demikian bahan bakunya masih diimpor dari Afrika Selatan dan China. Dengan berdirinya industri propelan terpadu, harapannya Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku amunisi sendiri. Dan industri ini nantinya dapat juga memenuhi bagi sektor pertambangan dan industri lainnya. Dengan demikian harapannyanya defence supports economic dapat terwujud, Wakil Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin menambahkan.

Menhan Singapura Teo Chee Hean lahir 27 Desember 1954, beliau adalah seorang anggota pemerintahan Partai Aksi Rakyat (PAP). Saat ini menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan, dan Anggota Parlemen untuk Pasir Ris-Punggol Group Representasi Konstituen (GRC).

Teo Chee Hean sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Singapura dari tahun 1997 sampai 2003, dan Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 1996 sampai 1997. Sebelum memasuki politik, beliau adalah seorang perwira di Angkatan Laut Republik Singapura dan menjabat sebagai Kepala Angkatan Laut pada tahun 1991 sampai 1992.

Beliau mendaftarkan diri di Singapore Armed Forces (SAF) pada tahun 1972 dan dianugerahi Beasiswa Presiden dan Beasiswa SAF pada tahun 1973 untuk belajar Teknik Elektro dan Ilmu Manajemen di Universitas Manchester Institut Sains dan Teknologi di mana ia lulus dengan gelar Bachelor of Science (First Class Honours) pada tahun 1976.

Pada tahun 1977, Beliau melanjutkan studinya di Imperial College di London, mendapatkan gelar Masters of Science (dengan perbedaan) di Ilmu Komputer. Kemudian pada tahun 1986, mengejar studi pascasarjana nya di Kennedy School of Government di Harvard University, dimana lulus dengan Master dalam Administrasi Publik dan diangkat menjadi Fellow Littauer.

Turut mendampingi Menhan RI saat menerima kunjungan Menhan Singapura antara lain Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto S.IP, MA, dan Kapuskomlik Brigjen TNI I. Wayan Midhio.

Sementara itu, Menhan Singapura diantaranya didampingi Dubes Singapura H.E. Ashok Mirpuri, Senior Parlimentary, Ministry of National Development Mohd Maliki bin Osman, Athan Singapura Col. Tham Bian.

DMC

Korsel-RI Tingkatkan Kerjasama Ekonomi dan Industri Pertahanan


Korsel berusaha menjual T-50 ke Indonesia, sebagai pengganti jet latih Hawk. Bila terwujud kontrak pembelian, Indonesia negara pertama pembeli T-50. (Foto: KAI)

10 Desember 2010 -- Korea Selatan dan Indonesia setuju meningkatkan kerjasama bilateral dalam bidang kelistrikan, baja, energi, teknologi informasi dan industri pertahanan, saat pembicaraan kedua kepala negara di forum demokrasi regional, Denpasar, Bali, Kamis (9/12), ungkap pejabat kantor Kepresidenan Korsel Cheong Wa Dae kutip kantor berita Yonhap.

Presiden Korsel Lee Myung-bak dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pembicaraan mendalam mengenai promosi perdagangan dan investasi serta meningkatkan kerjasama dalam bidang energi dan sumber daya alam.

Nilai perdagangan kedua negara diproyeksikan mencapai 20 milyar dolar tahun ini, meningkat dari 15 milyar dolar pada 2009.

Pada bidang industri pertahanan, belum dapat dikorfimasi apakah kedua pimpinan pemerintahan mendiskusikan usaha Seoul menjual jet latih T-50 Golden Eagle, kapal selam dan kendaraan ranpur ke Jakarta.

Kementrian Pertahanan Indonesia tengah mencari pengganti jet latih Hawk buatan Inggris serta menambah armada kapal selam.

Pada 2004, KASAL saat itu Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh mengatakan di Bandung, Indonesia akan membeli dua kapal selam kelas 209/1200 Chang Bogo dari Korsel senilai 300 juta dolar menggunakan sistim imbal beli (Tempo interaktif 24/5/2004). Korsel membeli 8 pesawat patroli laut buatan PT DI CN-235-200 senilai 160 miliar won sedangkan Indonesia membeli 2 kapal selam berbobot 1200 ton (Chosun Ilbo 2/7/2008). Hingga diserahterimakan pesawat CN-235-220 ke pemerintah Korea Selatan oleh PT. DI proses pembelian KS belum jelas kelanjutannya.

Daewoo International Corp. dan Kementrian Pertahanan Indonesia meneken kontrak pembelian 22 ranpur IFV K-21 berkemampuan amfibi senilai 70 juta dolar untuk TNI AD. Pembiayaan berasal dari Bank Exim Korsel dan ranpur mulai diproduksi mulai November 2010, penyerahan direncanakan hingga akhir 2013.

Ranpur K21 dikembangkan oleh Agency for Defense Development (ADD) dan 11 perusahaan lokal dipimpin Doosan DST menelan investasi sekitar 90 milyar won (78 juta dolar).

Doosan DST mulai memproduksi massal K-21 awal 2009 dan menyerahkan pertama kali ke AD Korsel akhir November. Ranpur K-21 telah dua kali mengalami insiden fatal pada Desember 2009 dan Juli 2010, menewaskan satu prajurit.

Tim terdiri dari militer dan ahli sipil menyimpulkan penyebab insiden karena cacat rancangan, kurangnya kemampuan mengapung ranpur, tidak berkerjanya wave plate karena kurang tinggi dan masalah pada pompa penyedot air, diumumkan Kemhan Korsel (30/11), diberitakan laman Defense News, Rabu (1/12).

Ranpur K-21 akan dimodifikasi dan diperbaiki serta segera diuji coba pada Februari 2011, menurut Menhan Korsel.

Doosan K-21 sebanding dengan M2A3 Bradley buatan BAE Systems Land and Armaments dan BMP-3 dibuat oleh Kurganmashzavod.

Yonhap/Berita HanKam

Jenderal Unifil Kunjungi Indobatt


Semenjak peralihan dari Satgas lama, kunjungan ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan pejabat Unifil ke Markas Indobatt. Dengan menggunakan Helly Bell UN-280 milik Spanyol, orang nomor dua dijajaran Unifil itu mendarat di Hellypad Indobatt. (Foto: Konga XXIII-E)

10 Desember 2010, Lebanon -- Chief Of Staff Markas (COS) UNIFIL Brigadir Jenderal Xavier de Woillemon mengunjungi Markas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-E/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) POSN 7-1 di Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (9/12).

Kunjungan kerja ini adalah pertama kalinya dilakukan pejabat Unifil ke Markas Indobatt semenjak peralihan dari Satgas lama kepada Satgas baru. Kedatangan COS dan rombongan menggunakan Helikopter Bell milik Spanyol dengan nomor registrasi UN-280.

Setelah landing di Hellypad Indobatt, didampingi Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa beserta Wadansatgas Letkol Mar Harnoko dan beberapa perwira staf, rombongan menuju Markas Indobatt dan disambut secara protokoler, dilanjutkan tari Yapong yang dipersembahkan oleh Srikandi-Srikandi Wan TNI Indobatt.

Kunjungan dilanjutkan ke Observation Post Alman yang merupakan TMOP (Temporery Observation Post). Selesai menerima penjelasan dari Danki C Kapten Mar Budi Wijani rombongan menuju ke CompoundKompi C POSN 9-2.

Turut hadir dalam rombongan kunjungan kerja Military Assistant Maj (FR) Bruno Costanzo dan dua perwira staf Unifil lainnya. Dansatgas Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa mengatakan, kunjungan kerja COS Unifil ini dimaksudkan untuk memastikan kegiatan satuan-satuan jajaran Unifil, khususnya Kontingen GarudaXXIII-E/Unifil di sepanjang area Litani River.

Kunjungan kerja diakhiri dengan foto bersama dan pemberian cindera mata dari Dansatgas Indobatt kepada COS Unifil.

Chief Of StaffMarkas (COS) UNIFIL Brigadir Jenderal Xavier de Woillemont mendapat penjelasan mengenai wilayah kerja Konga XXIII-E. (Foto: Konga XXIII-E)

Chief Of StaffMarkas (COS) UNIFIL Brigadir Jenderal Xavier de Woillemont memantau peralatan tempur yang dimiliki Konga XXIII-E. (Foto: Konga XXIII-E)

Kedatangannya disambut oleh Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil Letkol Inf Hendy Antariksa didampingi Wadan Satgas Letkol Marinir Harnoko dan beberapa Perwira Staf. Rombongan selanjutnya menuju Markas Indobatt dan disambut secara protokoler, usai itu, Tiga Srikandi Wanita TNI yang tergabung dalam Indobatt menyambut dengan Tarian Yapong. (Foto: Konga XXIII-E)

Puspen TNI/Pos Kota

BERITA POLULER