Pages

Thursday, December 9, 2010

Pengamanan Laut di Bawah Presiden


0diggsdigg


Manado, Kompas - Pengamanan laut dan pantai di Tanah Air secara mutlak kini berada di tangan Badan Koordinasi Keamanan Laut. Pengamanan dilakukan secara terpadu, melingkupi seluruh aspek kehidupan di laut Indonesia dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu dikemukakan Laksamana Madya Y Didik Heru Purnomo, Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) kepada wartawan, seusai rapat koordinasi di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (9/12). Didik didampingi Gubernur Sulawesi Tengah Paliuju dan Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil.

Menurut Didik, pengamanan laut melalui Bakorkamla lebih efisien dan efektif karena dilakukan secara bersama oleh 12 institusi selaku pemangku kepentingan. Sewaktu-waktu operasi keamanan laut dapat dilakukan secara bersama oleh kapal perikanan atau kapal milik Kepolisian Negara RI.

Ia mencontohkan, Operasi Gurita oleh Bakorkamla sejak tahun 2007 hingga November tahun ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian riil senilai Rp 1,29 triliun. Operasi Bakorkamla meliputi penanggulangan pencurian ikan, penyelundupan kayu hitam, pencemaran laut, dan perompakan di laut.

Di tingkat pusat, Bakorkamla diketuai oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, dengan anggota Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Menteri Dalam negeri, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, serta Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

”Bakorkamla tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan para pemangku kepentingan sekaligus pemerintah daerah,” katanya.

Sumber: KOMPAS

Korsel Akan Mengekspor Dua Kapal Selam Kepada Indonesia Senilai $900jt USD


0diggsdigg


KUALA LUMPUR, 9 Desember Yonhap) - Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak terbang ke Kuala Lumpur pada hari Kamis untuk kunjungan kenegaraan dua hari yang dirancang untuk meningkatkan kerjasama antara kedua negara dan menandai peringatan 50 tahun hubungan hubungan diplomatik tahun ini.

Tak lama setelah kedatangannya, Lee bertemu dengan kelompok lebih dari 120 warga Korea di Malaysia.

Pada hari Jumat, Lee merencanakan untuk mengadakan pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Najib Razak di Putrajaya, sebuah kota administrasi di dekat Kuala Lumpur,dalam memajukan hubungan antar negara mereka, termasuk kerjasama di bidang energi nuklir, menurut dengan Kantor Cheong Wa Dae Lee.

Para pemimpin dijadwalkan mengadakan konferensi pers bersama setelah menyaksikan upacara penandatanganan Perjanjian dan kerjasama peradilan dalam masalah pidana, tambahnya.

Perjalanan Lee ke negara Asia Tenggara merupakan yang pertama oleh Presiden Korea Selatan Lee dari pendahulunya Roh Moo-hyun mengunjungi pada tahun 2005.

Malaysia merupakan mitra ekonomi utama Korea Selatan. Malaysia adalah eksportir LNG terbesar kedua setelah Qatar. Kedua belah pihak telah mencoba untuk memperluas kerjasama dalam pembangkit tenaga nuklir dan energi terbarukan.

Sebelumnya pada hari itu, Lee melakukan perjalanan singkat ke pulau Bali Indonesia, di mana ia menghadiri sebuah forum tentang demokrasi regional dan mengadakan pertemuan puncak dengan nya margin mitra Indonesia.

Di puncak, Lee dan Susilo Bambang Yudhoyono sepakat untuk meningkatkan kerjasama pada pengembangan senjata, energi, infrastruktur dan teknologi hijau, kata Cheong Wa Dae.

Yudhoyono menyatakan bahwa Indonesia dan Korea Selatan untuk meningkatkan kemitraan dalam industri pertahanan di bidang-bidang seperti produksi dan perdagangan jet tempur, pesawat latih, kapal selam, tank dan senjata lainnya, Cheong Wa Dae juru bicara Kim Hee-jung.

Korea Selatan ingin mengekspor lebih dari selusin T-50 Golden Eagle pesawat latih supersonik ke Indonesia. Jika berhasil, ia akan menjadi perangkat komersial pertama di Seoul, yang dikembangkan dengan teknologi sendiri. Setiap pesawat latih akan menelan biaya sekitar $ 20 juta.

Seoul juga berencana untuk mengekspor dua kapal selam ke Indonesia, potensi kontrak 900 juta dolar. Selain itu, kedua negara tersebut mendorong program pembangunan dalam hubungannya dengan pesawat tempur dengan nama "KF-X."

"Presiden Yudhoyono mengumumkan rencana untuk mengirim utusan khusus ke Korea Selatan awal tahun depan untuk membahas isu kerjasama Asosiasi Industri ekonomi dan pertahanan khususnya," katanya.

Lee kemudian menyampaikan pidato pada pembukaan Forum Bali dua hari, di mana ia menekankan pentingnya demokrasi terhadap pembangunan ekonomi seperti ditunjukkan pada perbedaan ekonomi antara kedua Korea.

Lee mengatakan, terlepas dari ancaman militer tanpa henti dari negara komunis Korea Utara, Korsel telah mendapat industrialisasi kapitalis dan demokrasi dalam suatu generasi, yang menunjukkan hubungan antara demokrasi dan pertumbuhan ekonomi.

Dia tidak menyebutkan bahwa pemboman mematikan Korea Utara dari sebuah pulau di Korea Selatan pada tanggal 23 November, selama apa pidato pertamanya kepada audiens internasional sejak serangan itu.

Dalam konferensi pers bersama dengan Yudhoyono setelah forum, Lee mengatakan bahwa demokrasi di Korea Selatan, Indonesia dan negara-negara lain di Asia dan Pasifik itu bukan keajaiban semalam, tetapi dicapai melalui nilai konstan dan pengorbanan rakyatnya.

"Melalui Forum hari ini, saya menegaskan kembali keyakinan saya bahwa meskipun tantangan dan cobaan, bangsa-bangsa di Asia dan Pasifik akan melanjutkan upaya-upaya untuk matang demokrasi dan perdamaian dan kesejahteraan," katanya.

Sumber: YONHAP/MIK

Korsel Mempercepat Pengadaan Alutsista


0diggsdigg

Pesawat temput F-15Ks


Agresifitas Korea Utara yang meningkat dapat mengakibatkan upgrade dan pengadaan pesawat tempur dipercepat

Ini merupakan tahun yang sangat menegangkan di semenanjung Korea. Dari penerpodoan sebuah kapal Korsel jenis korvet oleh kapal selam milik Korut pada tanggal 26 maret. Kemudian, pada tanggal 23 November, Korea Utara mengebom pulau Yeonpyeong di Korea Selatan, menewaskan dua Marinir dan dua warga sipil Korea Selatan.

Korea Selatan dan Amerika Serikat mengikuti latihan menembak dengan angkatan laut yang sebelumnya direncanakan dan banyak didemonstrasolam di Laut Kuning yang melibatkan kapal induk USS George Washington. AS juga melakukan latihan dengan Jepang, yaitu kapal perang dan 400 pesawat. Sementara itu, menteri pertahanan baru Korea Selatan mengatakan bahwa ia akan mengendurkan aturan keterlibatan angkatan bersenjata.

Sementara ketegangan di semenanjung Korea bukan hal yang baru, beberapa sumber industri merasakan suasana penyerangan tersebut bisa mempercepat program yang ada.

Yaitu mengupgrade sebagian besar pesawat F-16 block 32 menjadi F-16 C/D block 52 oleh Angkatan Udara Korsel, Dari penelusuran Flightglobal Korsel memiliki 118 F-16C dan 51 two-seater F-16Ds.

Program peningkatan teknologi untuk F-16 akan digunakan untuk misi baru. Hal ini juga akan menyediakan link data umum dengan armada pesawat dan Korea Selatan untuk Boeing F-15Ks. Para produsen AS telah memproduksi 46 dari tipe yang terakhir, dan mendapatkan pesanan lagi sekitar 15 masih dalam pengerjaan.

Program lain yaitu mpembelian UAV Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk oleh Korea Selatan yang mempunyai kemampuan terbang dan tahan lama. Korea Selatan telah lama tertarik pada UAV ini, tapi karena keterbatasan anggaran telah memunda pengadaan UAV tersebut. Terlepas dari ketegangan yang sedang berlangsung, perjanjian Global Hawk juga bisa mendapatkan keuntungan dari menundaan penarikan U. S. pesawat mata-mata Angkatan Udara di masa Perang Dingin Lockheed U-2, yang telah menggunakan secara ekstensif di semenanjung Korea.

Namun banyak kendala dalam pengadaan Global Hawk Korea Selatan agar bisa menjadi sistem kontrol teknologi rudal. Jika kedua negara Korea Selatan dan Amerika Serikat telah melakukan kesepakatan, dapat dibayangkan bila Korsel dan US banyak melakukan penandatangan pengadaan - akan menyebabkan sekutu Korea Utara, Cina - bisa mencoba untuk memblokir penjualan Global Hawk.

"MTCR pasti bisa jadi masalah," kata seorang narasumber. "Bahkan jika AS bisa membuat pengecualian berdasarkan kebutuhan pertahanan Korea Selatan - dan fakta lain dalam mitra perjanjian di Korea Selatan. "

Program utama lainnya termasuk Korea Selatan Korea Aerospace Industries pengembangan F/A-50, berdasarkan pesawat T-50 untuk pesawat latih lanjutan. Korea Selatan bisa mulai menguji F/A-50 pada tahun 2012, 60 dan 150 dari F/A-50 akan menggantikan pesawat F-5E.

Dua program utama lainnya adalah kontrak KF-X dan F-X3 oleh KAI untuk pengadaan pertama yaitu memproduksi 120 pesawat tempur KF-X untuk angkatan udara Korsel, dalam perkembangan pesawat yang akan didanai 60% oleh pemerintah Korea Selatan, 20% untuk KAI dan 20% untuk mitra asing(Indonesia). Dalam acara Indo Defense bulan November di Jakarta, mengatakan KAI masih berbicara dengan mitra asing potensial, meskipun bulan juli pada waktu Farnborough Airshow, KAI melakukan MoU dengan Indonesia dalam proyek tersebut.

Seoul cenderung mengeluarkan permohonan proposal untuk kontrak F-X3 pada kuartal pertama tahun 2011. Boeing F-15 Eagle silent, Eurofighter Typhoon dan Lockheed Martin F-35 Joint Strike Fighter akan bersaing untuk menggantikan 60 pesawat McDonnell Douglas F-4Es.

Terlepas dari yang ada dan proyek-proyek yang akan datang, angkatan udara Korsel akan melakukan tindakan objektif, karena kekuatan udara Korsel lebih maju daripada Korut, baik secara kuantitatif dan kualitatif - yang sebelumnya dipertimbangkan oleh pasukan Amerika Serikat.

"Saya tidak berpikir Korut bisa menerbangkan pesawat tempurnya" kata salah satu narasumber. "Mereka sangat tidak kekurangan dana dan kemungkinan untuk mengalami kekurangan serius yaitu dalam pelatihan pilot. Korsel bisa terbang sampai wilayah Korea Utara bahkan sanggup terbang sejauh wilayah udara Irak."

Sumber: FG/MIK

AS Positif Tempatkan SM-3 di Polandia

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan bahwa Washington akan menempatkan perisai rudal SM-3 di Polandia.
Komitmen itu muncul setelah Obama bertemu dengan sejawatnya dari Polandia Bronislaw Komorowski, di Gedung Putih kemarin (Rabu,8/12)
Perisai rudal darat ini akan ditempatkan di Polandia dalam rentang waktu hingga tahun 2018, sebagai bagian dari sistem rudal NATO-Amerika. Perjanjian ini merupakan kelanjutan kesepakatan yang ditandatangani oleh pejabat kedua negara 'di Praha pada bulan April lalu.
Penempatan perisai rudal ini akan dilakukan dalam empat tahap sejak awal tahun depan. SM-3 mampu menangkal rudal jarak jauh dan rudal balistik antar benua.
Presiden Komorowski menyatakan dukungan kuat Polandia untuk segera meratifikasi perjanjian START baru, karena akan meningkatkan keamanan Polandia dan Eropa sekaligus mendukung Traktat Non-Proliferasi Nuklir.
Perjanjian itu merupakan bagian dari upaya Gedung Putih untuk memulihkan hubungannya dengan Rusia.

SM-3 memiliki jangkauan 500 kilometer, namun dapat ditingkatkan untuk jarak yang lebih jauh. Perisai rudal itu telah digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menghancurkan satelit berjarak 209 km di atas Samudera Pasifik pada Februari lalu 2008.(IRIB/PH/LV)

IRIB

Sanksi Anti-Iran Tumpul, Korea Selatan Gandeng Tehran

 Sebuah perusahaan Korea Selatan dilaporkan telah menandatangani nota kesepahaman senilai $750 juta dengan Iran untuk pengembangkan dua tahap kompleks gas Pars Selatan.
Perusahaan itu menjalin kesepakatan dengan perusahaan minyak dan gas Iran (NIOC) setelah korporasi Korea Selatan GS E & C menarik diri dari proyek gas Iran, karena menghindari tekanan sejumlah kekuatan Barat.

Perusahaan Korea Selatan yang namanya belum diungkapkan ini akan mengembangkan fase 17 dan 18 dari proyek gas Pars Selatan.

Rencananya, GS E & C akan menggarap proyek untuk fase 6 sampai 8 dari lapangan gas Pars Selatan dengan investasi sebesar 1,2 miliar euro. Namun, Iran membatalkan kesepakatan itu setelah perusahaan Korea Selatan ini tidak memenuhi kewajibannya setelah 10 bulan penandatanganan kontrak.
Menurut Kementerian Perminyakan Iran, negaranya telah memperluas pengembangan lapangan gas Pars Selatan melalui lebih dari 20 tahapan.

Iran juga menggandeng Qatar dalam proyek gas Pars Selatan. Iran memiliki cadangan gas alam terbesar kedua di dunia setelah Rusia.

Iran menginvestasikan lebih dari 6 miliar USD di proyek gas dalam tujuh bulan pertama tahun kalender berjalan Iran (mulai 21 Maret) untuk mengeksplorasi gas alam di negaranya.(IRIB/PH/LV)

IRIB

Jet Tempur Israel Tingkatkan Serangan ke Gaza

 Pesawat-pesawat tempur Israel melakukan empat serangan udara di Jalur Gaza, dengan target menghancurkan perusahaan listrik dan sebuah kantor polisi di Gaza tengah.
"Serangan itu dilakukan kamis dini hari (9/12) dengan sasaran pembangkit listrik dan pos polisi di Jalur Gaza. Satu serangan lainnya di pinggiran Kota Gaza" tutur koresponden PressTV melaporkan.
Sehari sebelumnya, tank Israel menyerang dan melukai sedikitnya tiga warga Palestina di dekat penyeberangan Karni, Jalur Gaza timur.
Militer rezim Zionis Israel berulangkali menyerang Gaza setelah Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) memenangkan pemilu demokratis di Jalur Gaza dan mengambil kendali kepemimpin di wilayah pesisir itu sejak tahun 2007.
Pekan lalu, tentara Israel menembak mati dua warga Palestina Jalur Gaza. Kedua warga Palestina itu tewas saat mereka berusaha mendekati pagar batas di sebelah timur Jalur Gaza.
Sumber Palestina juga melaporkan tank-tank Israel melakukan serangan terbatas di Jalur Gaza timur. Sehari sebelumnya, pasukan Israel secara paksa memasuki rumah-rumah Palestina di Tepi Barat utara.(IRIB/PH/LV)

IRIB

Teknologi Elektronik Militer Iran, Empat Besar Dunia

 Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Hossein Mazloumi menyatakan sanksi musuh justru meningkatkan pertumbuhan sains dan teknologi Iran.
Mazloumi pada acara pembukaan Seminar Pertahanan Nasional di Universitas Teknologi Khajeh Nasir kemarin (Rabu,8/12) mengatakan, "Efek positif sanksi bisa kita saksikan di universitas-universitas dan industri Iran. "

"Iran mengalami kemajuan pesat di bidang teknologi pertahanan terutama dalam lima tahun terakhir," tegas mazloumi.

"Hari ini diversifikasi jenis terminal perangkat bantu elektronik (ESM) dan produk teknologi lainnya yang dirancang dan diproduksi oleh para insinyur Iran menunjukan kemampuan dan kemandirian negara ini yang kian hari terus berkembang maju."
Mazloumi mencatat bahwa saat ini 72 persen dari fasilitas yang dibutuhkan teknologi elektronik angkatan bersenjata Iran dirancang dan diproduksi di dalam negeri. Ditegaskannya, Iran kini termasuk di antara empat negara dunia yang mampu memenuhi kebutuhan perlengkapan elektronik angkatan bersenjatanya secara mandiri.(IRIB/PH/LV)

IRIB

BERITA POLULER